Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 PENGARUH PENGGUNAAN E-COMMERCE SHOPEE TERHADAP PERILAKU KONSUMTIF MAHASISWA SEKOLAH TINGGI ILMU ADMINISTRASI TABALONG Nur Farida Rizcha Rahmanudin Pratami* . Nadi Fikri Rijali nurfaridarizchaa@gmail. fr@gmail. Program Studi Administrasi Niaga Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Tabalong Komplek Stadion Olah Raga Saraba Kawa Pembataan Tanjung Ae Tabalong Telp/Fax . 2022484 Kode Pos 7012 Email : info@stiatabalong. ABSTRAK Mengingat kemajuan teknologi yang semakin pesat dan meningkatnya jumlah pengguna internet memberikan peluang baru dalam dunia bisnis, dimana penjualan tidak lagi hanya di toko saja akan tetapi sudah merambah ke internet. Hal ini, ditunjukan dengan terciptanya sebuah konsep perdagangan berbasis internet yang sering dikenal dengan electronic commerce . -commerc. Dengan adanya e-commerce ini dapat memudahkan masyarakat untuk berbelanja apa saja yang diinginkan. Namun di balik kemudahan itu muncul perilaku konsumtif. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pengaruh penggunaan e-commerce Shopee terhadap perilaku konsumtif mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Tabalong, dan menganalisis besaran pengaruh penggunaan e-commerce Shopee terhadap perilaku konsumtif mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Tabalong. Pendekatan dan jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif Data yang diperoleh melalui kuesioner Google Form yang dibagikan kepada mahasiswa, populasi pada penelitian ini berjumlah 879 responden, dengan sampel berjumlah 90 responden menggunakan teknik purposive sampling dengan beberapa kriteria responden. Dalam penelitian ini menggunakan uji statistik analisis data dengan bantuan software SPSS versi 22. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Ada pengaruh penggunaan e-commerce Shopee terhadap perilaku konsumtif mahasiswa pada Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Tabalong. Besarnya pengaruh penggunaan e-commerce Shopee terhadap perilaku konsumtif mahasiswa pada Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Tabalong adalah 10,6% berpengaruh positif, dan 89,4% sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti pada penelitian ini. Kata Kunci : E-commerce. Perilaku Konsumtif, dan SPSS THE INFLUENCE OF SHOPEE E-COMMERCE USAGE ON THE CONSUMPTIVE BEHAVIOR OF STUDENTS AT SEKOLAH TINGGI ILMU ADMINISTRASI TABALONG ABSTRACT The rapid advancement of technology and the increasing number of internet users have created new opportunities in the business world, where sales are no longer limited to physical stores but have expanded to the internet. This is exemplified by the emergence of internet-based commerce, commonly known as electronic commerce . -commerc. E-commerce makes it easier for people to shop for anything they want, but this convenience has also led to consumptive behavior. The purpose of this study is to describe the influence of Shopee e-commerce usage on the consumptive behavior of students at Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Tabalong and to analyze the extent of this influence. The approach and type of research used is descriptive quantitative research. Data were collected through a Google Form questionnaire distributed to students, with a population of 879 respondents and a sample of 90 respondents selected using purposive sampling with specific respondent criteria. The study utilized statistical data analysis with the help of SPSS version 22 The results indicate that there is an influence of Shopee e-commerce usage on the consumptive behavior of students at Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Tabalong. The influence of Shopee e-commerce JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 usage on the consumptive behavior of students at Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Tabalong is 10. positive, with the remaining 89. 4% influenced by other variables not examined in this study. Keywords: E-commerce. Consumptive Behavior. SPSS PENDAHULUAN Latar Belakang Seiring perkembangan zaman yang semakin modern ini. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) juga mengalami perkembangan dan kemajuan yang sangat pesat dalam hal teknologi Dengan adanya kemajuan teknologi internet ini membuat jarak, waktu dan biaya yang sulit dijangkau dapat dijangkau dengan mudah. Hal ini dikarenakan internet dapat menghubungkan lebih banyak orang, usahawan, bahkan organisasi, sehingga mendorong perubahan sistem, baik secara langsung maupun tidak langsung. Ditambah lagi internet dapat diakses kapan saja dan dimana saja, sehingga masyarakat dapat dengan bebas mengexplore apa yang mereka inginkan. Menurut laporan We Are Social, jumlah pengguna internet di Indonesia telah mencapai 213 juta orang per Januari 2023. Jumlah ini setara 77% dari total populasi Indonesia yang sebanyak 276,4 juta orang pada awal tahun 2023. Jumlah pengguna internet di Tanah Air naik 5,44% dibandingkan tahun sebelumnya . ear-on-year/yo. Pada Januari 2022, jumlah pengguna internet di Indonesia baru sebanyak 202 juta orang (Katadata. Mengingat kemajuan teknologi yang semakin pesat dan meningkatnya jumlah pengguna internet memberikan peluang baru dalam dunia bisnis, dimana penjualan tidak lagi hanya di toko saja akan tetapi sudah merambah ke internet. Hal ini, ditunjukan dengan terciptanya sebuah konsep perdagangan berbasis internet yang sering dikenal dengan electronic commerce . -commerc. Media (CNNIndonesia, memberitakan bahwa perilaku konsumtif generasi milenial seringkali dipengaruhi oleh budaya digital dan maraknya internet. Menurut (Susandi & Sukisno, 2. ecommerce adalah platform penjualan online yang menghubungkan bisnis dengan pelanggan melalui pertukaran elektronik, memungkinkan pengecer untuk mempromosikan barang dagangan sebanyak Diperkuat oleh (Kotler & Amstrong, 1. yang menyatakan bahwa e-commerce adalah JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 saluran online yang dapat diakses seseorang melalui komputer, digunakan oleh pelaku bisnis untuk melakukan bisnis, dan digunakan oleh konsumen untuk mendapatkan informasi dengan bantuan komputer, yang dalam prosesnya dimulai dengan memberikan layanan informasi kepada konsumen dalam memerintahkan mereka untuk mengambil keputusan. Saat ini banyak sekali e-commerce yang dapat ditemui oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya e-commerce dengan pengguna terbesar adalah Shopee. Perusahaan yang berpusat di Singapura ini dimiliki oleh Sea Limited yang muncul pada tahun 2015, dan saat ini telah menjangkau negara-negara di Asia seperti Indonesia. Malaysia. Thailand. Taiwan. Vietnam dan Filipina (Gunawan, 2. Shopee hadir dengan memberikan penawaran-penawaran yang menarik bagi konsumen yaitu dengan banyaknya promo-promo, memudahkan konsumen. Akan tetapi, disisi lain penawaran-penawaran yang diberikan oleh Shopee akan menjadikan masyarakat senang, karena mereka dapat leluasa mendapatkan apa yang diinginkan dengan mudah, sehingga masyarakat akan rela menghabiskan uangnya hanya demi barang yang sebenarnya tidaklah terlalu Namun, hal ini jika dilakukan terusmenerus akan mengakibatkan perilaku konsumtif. Perilaku konsumtif adalah perilaku individu yang dipengaruhi oleh faktor-faktor sosiologis di dalam kehidupannya yang ditunjukkan untuk mengkonsumsi secara berlebihan atau pemborosan dan tidak terencana terhadap jasa dan barang yang kurang atau bahkan tidak diperlukan (Aprilia & Hartoyo, 2. Menurut (Kotler & Keller, 2. mendefinisikan prilaku konsumtif sebagai tindakan individu yang mengonsumsi, menggunakan, memakai sesuatu bukan karena membutuhkan, tetapi karena keinginan dan hanya untuk memenuhi hasrat semata. Mahasiswa sebagai generasi muda juga tidak terlepas dari dampak konsumtif karena semakin berkembangnya internet dan menjamurnya ecommerce. Mahasiswa sebagai kaum generasi muda, tentunya sangat suka menggunakan sistem belanja yang praktis dan efektif serta efisien yang disajikan perusahaan Ae perusahaan e-commerce. Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 Namun di balik kemudahan itu muncul perilaku Hasil penelitian oleh (Herlina, 2. terhadap mahasiswa-mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Ummul Quro Al-Islami Bogor yang mana perilaku konsumen mahasiswa dipengaruhi secara signifikan oleh paparan mereka terhadap e-commerce Shopee. Namun berdasarkan penelitian oleh (Lestari, 2. yang mana menyatakan bahwa e-commerce kaitannya akan aplikasi belanja online ternyata tidak berpengaruh terhadap perilaku konsumtif secara signifikan. Berdasarkan fenomena dan kesenjangan penelitan terdahulu diatas peneliti tertarik untuk mengkat masalah ini dalam penelitian yang berjudul AuPengaruh Penggunaan E-commerce Shopee Terhadap Perilaku Konsumtif Pada Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi TabalongAy. Identifikasi Masalah Dengan adanya latar belakang masalah yang telah diuraikan pada di atas, maka penulis akan identifikasi masalah yang akan dapat pernah terjadi adalah sebagai berikut: Kemudahan bertransaksi berpengaruh terhadap perilaku konsumtif. Pendapatan dapat mempengaruhi perilaku konsumtif sesorang. Perilaku maraknya perdagangan internet . -commerc. Batasan Masalah Dengan banyak dan luasnya permasalahan yang dapat diteliti pada penelitian ini, agar tidak dapat menyebabkan permasalahan yang akan diteliti menjadi sangat luas ruang lingkupnya serta dapat terarah pada tujuan yang akan ingin dicapai. Penelitian ini dibatasi pada e-commerce Shopee. Dikarenakan e-commerce sekarang ini sangat penting dalam perkembangan dunia bisnis saat ini. Hal ini Diperkuat oleh (Kotler & Amstrong, 1. yang menyatakan bahwa e-commerce adalah saluran online yang dapat diakses seseorang melalui komputer, digunakan oleh pelaku bisnis untuk melakukan bisnis, dan digunakan oleh konsumen untuk mendapatkan informasi dengan bantuan komputer, yang dalam prosesnya dimulai dengan memberikan layanan informasi kepada konsumen dalam memerintahkan mereka untuk mengambil keputusan. JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 Rumusan Masalah Apakah ada pengaruh penggunaan e-commerce Shopee terhadap perilaku konsumtif mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Tabalong? Seberapa besar pengaruh penggunaan ecommerce Shopee terhadap perilaku konsumtif mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Tabalong? Tujuan Penelitian Untuk mendeskripsikan apakah ada pengaruh penggunaan e-commerce Shopee terhadap perilaku konsumtif mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Tabalong. Untuk menganalisis besaran pengaruh penggunaan e-commerce Shopee terhadap perilaku konsumtif mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Tabalong. Manfaat Penelitian Manfaat Teoritik Hasil penelitian ini diharapkan dapat menguatkan teori menurut (Kotler & Keller, 2. yang mendefinisikan prilaku konsumtif sebagai tindakan individu yang mengonsumsi, menggunakan, memakai sesuatu bukan karena membutuhkan, tetapi karena keinginan dan hanya untuk memenuhi hasrat semata. Penelitian meningkatkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai dampak penggunaan ecommerce Shopee terhadap perilaku masyarakat terutama kepada mahasiswa. Hal ini akan berkontribusi dalam memperluas penggunaan e-commerce, terutama Shopee, memiliki kemampuan untuk memengaruhi perilaku konsumtif mahasiswa. Manfaat Praktis Penelitian ini diharapkan mampu memberikan informasi dan menambah wawasan bagi para pembaca baik dari kalangan akademis maupun masyarakat umum tentang pola perilaku yang seharusnya dimiliki saat berbelanja pada e-commerce Shopee. TINJAUAN PUSTAKA E-commerce Menurut (Sopanah, 2. e-commerce perdagangan maya. Sedangkan menurut (Susandi Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 & Sukisno, 2. e-commerce adalah platform penjualan online yang menghubungkan bisnis dengan pelanggan melalui pertukaran elektronik, memungkinkan pengecer untuk mempromosikan barang dagangan sebanyak mungkin. Menurut Gao dalam (Sutisna, 2. ecommerce adalah penggunaan jaringan komputer untuk melakukan komunikasi bisnis dan transaksi E-commerce . erdagangan elektroni. merupakan kegiatan jual dan beli barang atau jasa serta transmisi dana atau data dengan menggunakan jaringan elektronik internet. Seiring dengan berkembangnya teknologi dan informasi, transaksi yang biasanya dilakukan secara konvensional pun dapat dilakukan secara elektronik dengan menggunakan website yang saat ini telah menjadi pengganti toko offline. Fungsi dari website e-commerce adalah sebagai sarana dalam melakukan pembelian dan penjualan secara Menurut (Laudon & Traver, 2. ecommerce adalah pengguna internet. World Wide Web (WEB), dan aplikasi mobile untuk transaksi Penggolongan e-commerce yang lazim dilakukan orang ialah berdasarkan sifat Tipe-tipe berikut dibagi menjadi: Business-to-Consumer Model e-commerce dimana pelaku bisnisnya melibatkan langsung antara penjual . enyedia jasa e-commerc. dengan individual buyers atau pembeli. Business-to-Business Model e-commerce dimana pelaku bisnisnya adalah perusahaan, sehingga proses transaksi dan interaksinya adalah antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya. Consumer-to-Consumer Model e-commerce dimana perorangan atau individu sebagai penjual berinteraksi dan bertransaksi langsung dengan individu lain sebagai pembeli. Mobile E-commerce Model ini mengacu pada pengguna perangkat mobile untuk mengaktifkan transaksi . Social Media E-commerce Sosial e-commerce adalah e-commerce yang diaktifkan oleh jaringan sosial dan secara online dalam hubungan sosial. Local E-commerce JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 Model e-commerce yang difokuskan melibatkan konsumen berdasarkan lokasi geografis saat ini. Perilaku Konsumtif Perilaku konsumtif adalah perilaku individu yang dipengaruhi oleh faktor-faktor sosiologis di dalam kehidupannya yang ditunjukkan untuk mengkonsumsi secara berlebihan atau pemborosan dan tidak terencana terhadap jasa dan barang yang kurang atau bahkan tidak diperlukan (Aprilia & Hartoyo, 2. Menurut (Kotler & Keller, 2. mendefinisikan perilaku konsumtif sebagai menggunakan, memakai sesuatu bukan karena membutuhkan, tetapi karena keinginan dan hanya untuk memenuhi hasrat semata. Berdasarkan beberapa definisi perilaku konsumtif menurut para ahli penelitian, bisa disimpulkan bahwa perilaku konsumtif adalah salah satu tindakan yang menggambarkan perilaku membeli barang yang dilakukan secara berlebihan hanya untuk memuaskan keinginan sesaat meskipun individu itu tahu bahwa barang tersebut tidak perlu dibeli untuk kebutuhan pada saat itu. Perilaku konsumtif erat kaitannya dengan pembelian implusif. Menurut (Fattah dkk. , 2. pembelian implusif merupakan pembelian tanpa ada perencanaan yang muncul dengan dorongan yang kuat untuk membeli tanpa pikir panjang, muncul secara spontan, ada kesenangan dan penuh gairah dalam membeli karena proses keputusan pembelian dibuat pada tingkat bawah sadar Fattah dkk. juga menyatakan bahwa perilaku konsumtif sering terjadi pada remaja, hal ini berkaitan dengan sifat remaja yang masih dalam masa antara masa kanak-kanak dan masa dewasa. Remaja masih bersifat labil dan kurang dapat mengontrol dirinya sendiri. Tahapan peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa ini ditandai dengan perubahan dalam aspek fisik, sosial, dan Perubahan tersebut bermuara pada upaya menemukan identitas diri. Kerangka Konseptual Gambar 1 : Kerangka Konseptual Penelitian Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 Sumber : Data diolah, 2024. Hipotesis HCa : Ada pengaruh penggunaan e-commerce Shopee terhadap perilaku konsumtif mahasiswa pada Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Tabalong. HCe : Tidak ada pengaruh penggunaan ecommerce Shopee terhadap perilaku konsumtif mahasiswa pada Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Tabalong. METODE PENELITIAN Pendekatan Penelitian dan Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan metode yang termasuk dalam kategori penelitian deskriptif Pendekatan kuantitatif adalah penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif atau statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang ditetapkan (Sugiyono. Metode deskriptif yaitu suatu rumusan masalah yang berkenaan dengan pertanyaan terhadap keberadaan variabel mandiri, baik hanya pada satu variabel atau lebih, variabel mandiri adalah variabel yang berdiri sendiri, bukan variabel independen, karena variabel independen selalu dipasangkan dengan variabel dependen (Sugiyono. Populasi dan Sampel Populasi Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan (Sugiyono, 2. Bisa dikemukakan bahwa populasi mencakup JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 tidak hanya individu tetapi juga objek dan elemen alam lainnya. Konsep populasi tidak hanya merujuk pada jumlah subjek atau objek yang menjadi fokus studi, tetapi mencakup semua karakteristik yang dimiliki oleh subjek atau objek tersebut. Pada penelitian ini peneliti menggunakan penelitian yang tersedia . ccessible populatio. karena jumlah populasi mahasiswa aktif Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Tabalong dapat dinyatakan dengan tegas sebanyak 879 Tabel 1 : Jumlah Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Tabalong Program Studi Administrasi Negara dan Administrasi Niaga. Program Studi Administrasi Negara Administrasi Niaga Jumlah Jumlah Mahasiswa 562 orang 317 orang 879 orang Sumber : Kepala UPT. Laboratorium & Operator Akademik, 2024. Sampel Sampel menurut (Sugiyono, 2. adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Jika jumlah individu dalam populasi terlalu besar dan keterbatasan seperti dana, tenaga, dan waktu menghambat penelitian terhadap seluruh populasi, peneliti dapat memilih menggunakan sampel yang representatif sebagai alternatif. Pengambilan sampel harus sesuai dengan kualitas dan karakteristik suatu populasi. Dalam menentukan ukuran sampel, peneliti menggunakan tingkat kesalahan sebesar 10%, dan untuk menghitung ukuran sampel dari populasi yang diketahui jumlahnya akan menggunakan rumus Slovin seperti yang terdapat dalam (Sugiyono, 2. sebagai Keterangan : 1 : Bilangan konstan N : Ukuran populasi n : Ukuran sampel e : Nilai kritis atau taraf kesalahan . %) Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 Dari jumlah perhitungan sampel menggunakan rumus Slovin di atas, maka sampel dalam penelitian ini setelah dibulatkan menjadi berjumlah 90 responden. Teknik sampling yang akan digunakan pada penelitian ini adalah non probability Non probability sampling menurut (Sugiyono, 2. Adapun kriteria responden yang akan digunakan sebagai sampel dalam penelitian ini Memiliki aplikasi e-commerce Shopee. Pernah melakukan pembelian pada aplikasi e-commerce Shopee. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data merupakan suatu cara yang dilakukan untuk memperoleh data agar tujuan penelitian dapat tercapai. Pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini, yaitu: Angket atau kuesioner Angket atau kuesioner adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pernyataan atau pertanyaan tertulis terhadap responden untuk dijawab, kuesioner atau angket ini dapat diberikan secara langsung ataupun dikirim melalui internet atau pos (Sugiyono, 2. Dalam menggunakan pengukuran skala likert yang pemberian skornya ditentukan pada setiap butir pertanyaan yang telah ditentukan. Tabel 2 : Penilaian Skala Likert Alternatif Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Bobot/Nilai Sumber : (Sugiyono, 2. Teknik ini digunakan oleh penulis untuk dapat mengungkapkan kriteria baik atau tidaknya nilai rata-rata jawaban pada setiap butir angket mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Tabalong Administrasi Negara dan Administrasi Niaga. Dokumentasi Dokumentasi Adalah penggalian data mengenai hal-hal atau variabel yang sedang diteliti berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, legger, agenda dan sebagainya. Metode ini digunakan JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 untuk mencari beberapa dokumen yang dinilai penting yang berkaitan dengan penelitian ini. Teknik Analisis Data Menurut (Sugiyono, 2. menyatakan bahwa AuDalam penelitian kuantitatif, analisis data merupakan kegiatan setelah data terkumpul dari seluruh responden atau sumber data lain terkumpulAy. Penelitian kuantitaif, teknis analisis dapat dimengerti yang dimana tujuan ini dimaksudkan untuk mejawab rumusan masalah dan untuk menguji hipotesis. Dalam penelitian ini ada terdapat tahapan-tahapan sebagai berikut : Uji Validitas Uji validitas dalam penelitian ini digunakan untuk menguji kevalidan kuesioner. Menurut (Ghozali, 2. , pengujian validitas menggunakan alat ukur berupa program komputer yaitu SPSS versi 22, dan jika alat ukur mempunyai korelasi yang signifikan antara skor item terhadap skor totalnya maka dikatakan alat skor tersebut adalah valid. Kriteria penilaian uji validitas adalah: Apabila rhitung>rtable, kuesioner adalah valid Apabila rhitung t tabel. Membuat Kesimpulan Apabila Ha diterima dan HCe ditolak, maka penggunaan e-commerce Begitu pula sebaliknya, apabila Ha ditolak dan HCe diterima, maka e-commerce Uji Koefisien Ae Determinasi Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penggunaan e-commerce (X) (Y) perhitungan statistik dengan menggunakan Koefisien Determinasi. Koefisien determinasi merupakan besarnya kontribusi variabel bebas terhadap variabel terikatnya. Semakin tinggi koefisien determinasi, semakin tinggi kemampuan variabel bebas dalam menjelaskan variasi perubahan pada variabel terikatnya. Nilai R mempunyai interval antara 0 sampai 1 . < R2 < . Semakin besar R . , semakin baik hasil untuk model regresi tersebut dan semakin mendekati 0, maka variabel bebas secara keseluruhan tidak dapat menjelaskan variabel terikat. Adapun dasar dalam pengambilan keputusan untuk uji koefisien determinasi ini yaitu sebagai berikut : Tabel 3 : Uji Koefisien Determinasi Interval Koefisien 0,00 Ae 0,199 0,20 Ae 0,399 0,40 Ae 0,559 0,60 Ae 0,799 0,80 Ae 1,000 Tingkat hubungan Sangat Rendah Rendah Sedang Kuat Sangat Kuat Sumber : (Sugiyono, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Analisis Deskriptif Statistik deskriptif adalah gambaran tentang tingkat dan nilai suatu pernyataan dari responden terhadap item dari masing-masing Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 Pembagian range menggunakan skala likert dikelompokkan menjadi 5 kategori sebagai Tabel 4 : Kategori Penilaian Skor Analisis Deskriptif No. Skor 1,00 Ae 1,80 1,81 Ae 2,60 2,61 Ae 3,40 3,41 Ae 4,20 4,21 Ae 5,00 Kategori Sangat Rendah Rendah Sedang Tinggi Sangat Tinggi Sumber : (Ferdinand, 2. Deskripsi Statistik Variabel E-Commerce (X) Tabel 5 : Descriptive Statistics Variabel Ecommerce (X) Indikator Kualitas Sistem Item Descriptive Statistics Mean Std. Rata-rata Dev. Skor Indikator 4,44 0,563 4,33 4,19 0,579 4,36 0,567 4,18 0,532 4,17 4,29 0,503 4,04 0,616 4,20 0,524 4,24 4,02 0,687 4,50 0,525 4,21 0,828 4,23 4,27 0,632 4,20 0,864 4,58 0,519 4,32 4,41 0,598 3,96 0,539 4,02 0,449 4,28 4,34 0,621 4,47 0,524 X1. X1. X1. Kualitas dan X2. Keakuratan X2. Informasi X2. Kualitas X3. Mutu dan X3. Layanan X3. Pemanfaatan X4. X4. X4. Kepuasan X5. Pengguna X5. X5. Manfaat X6. X6. X6. Valid N . Skor Rata-rata Variabel 4,26 Sumber : Data diolah, 2024. Berdasarkan tabel 5, mengenai statistik deskriptif pengukuran variabel e-commerce (X) dilakukan dengan 6 indikator yaitu : Kualitas sistem terdiri dari tiga item penyataan pada kuesioner. Pada item pertama memiliki nilai skor mean 4,44. Pada item yang kedua memiliki nilai skor mean 4,19. Pada item yang ketiga memiliki nilai skor mean 4,36. Nilai rata-rata skor indikator ini adalah 4,33, yang mana nilai ini termasuk dalam kategori range sangat . Kualitas dan keakuratan informasi terdiri dari tiga item penyataan pada kuesioner. Pada item pertama memiliki nilai skor mean 4,18. Pada item yang kedua memiliki JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 nilai skor mean 4,20. Pada item yang ketiga memiliki nilai skor mean 4,04. Nilai rata-rata skor indikator ini adalah 4,17, yang mana nilai ini termasuk dalam kategori range tinggi. Kualitas mutu dan layanan terdiri dari tiga item penyataan pada kuesioner. Pada item pertama memiliki nilai skor mean 4,20. Pada item yang kedua memiliki nilai skor mean 4,02. Pada item yang ketiga memiliki nilai skor mean 4,50. Nilai rata-rata skor indikator ini adalah 4,24, yang mana nilai ini termasuk dalam kategori range sangat . Pemanfaatan terdiri dari tiga item penyataan pada kuesioner. Pada item pertama memiliki nilai skor mean 4,21. Pada item yang kedua memiliki nilai skor mean 4,27. Pada item yang ketiga memiliki nilai skor mean 4,20. Nilai rata-rata skor indikator ini adalah 4,23, yang mana nilai ini termasuk dalam kategori range sangat . Kepuasan pengguna terdiri dari tiga item penyataan pada kuesioner. Pada item pertama memiliki nilai skor mean 4,58. Pada item yang kedua memiliki nilai skor mean 4,41. Pada item yang ketiga memiliki nilai skor mean 3,96. Nilai rata-rata skor indikator ini adalah 4,32, yang mana nilai ini termasuk dalam kategori range sangat . Manfaat terdiri dari tiga item penyataan pada kuesioner. Pada item pertama memiliki nilai skor mean 4,02. Pada item yang kedua memiliki nilai skor mean 4,34. Pada item yang ketiga memiliki nilai skor mean 4,47. Nilai rata-rata skor indikator ini adalah 4,28, yang mana nilai ini termasuk dalam kategori range sangat tinggi. Deskripsi Statistik Konsumtif (Y) Variabel Perilaku Tabel 6 : Descriptive Statistics Variabel Perilaku Konsumtif (Y) Indikator Item Pembelian Secara Y1. Y1. Descriptive Statistics Mean Std. Rata-rata Dev. Skor Indikator 3,32 1,004 3,21 3,60 1,003 Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 Indikator Item Impulsive (Implusive Buyin. Pembelian Secara Tidak Rasional (Non Rational Buyin. Pemborosan (Wasteful Buyin. Y1. Y1. Y2. Y2. Y2. Descriptive Statistics Mean Std. Rata-rata Dev. Skor Indikator 3,07 1,068 2,96 0,993 2,98 3,29 3,86 Y3. 3,47 Y3. 3,47 Y3. 3,21 Valid N . Skor Rata-rata Variabel 0,960 1,008 3,37 0,906 1,051 0,902 1,033 3,38 Uji Validitas Uji Validitas Variabel E-commerce (X) Pernyataan dinyatakan valid apabila r hitung lebih besar dari r tabel dan taraf signifikansi lebih kecil dari 0,05. Dalam penelitian ini dilakukan terhadap 90 responden. Uji validitas instrumen variabel e-commerce (X) menggunakan r tabel sebesar 0,207, untuk df = n Ae k yaitu df = 90 Ae 2 = 88 dan taraf signifikansi lebih kecil dari 0,05. Sehingga hasil dari uji validitas e-commerce (X) disajikan pada tabel di bwah ini. Tabel 7 : Uji Validitas Variabel E-commerce (X) 3,32 Sumber : Data Diolah, 2024. Berdasarkan tabel di atas, mengenai statistik deskriptif pengukuran variabel perilaku konsumtif (Y) dilakukan dengan 3 indikator yaitu : Pembelian secara impulsive . mplusive buyin. terdiri dari empat item penyataan pada kuesioner. Pada item pertama memiliki nilai skor mean 3,32. Pada item yang kedua memiliki nilai skor mean 3,60. Pada item yang ketiga memiliki nilai skor mean 3,07. Pada item yang keempat memiliki nilai skor mean 2,96. Nilai ratarata skor indikator ini adalah 3,21, yang mana nilai ini termasuk dalam kategori range sedang. Pembelian secara tidak rasional . on rational buyin. terdiri dari tiga item penyataan pada kuesioner. Pada item pertama memiliki nilai skor mean 2,98. Pada item yang kedua memiliki nilai skor mean 3,29. Pada item yang ketiga memiliki nilai skor mean 3,86. Nilai rata-rata skor indikator ini adalah 3,37, yang mana nilai ini termasuk dalam kategori range sedang. Pemborosan (Wasteful Buyin. terdiri dari tiga item penyataan pada kuesioner. Pada item pertama memiliki nilai skor mean 3,47. Pada item yang kedua memiliki nilai skor mean 3,47. Pada item yang ketiga memiliki nilai skor mean 3,21. Nilai ratarata skor indikator ini adalah 3,38, yang mana nilai ini termasuk dalam kategori range sedang. Indika Perny Hitun 0,541 0,502 0,391 0,516 0,603 0,551 0,581 0,558 0,589 0,585 0,669 0,667 0,438 0,598 0,516 0,513 0,711 0,767 r Tabel Keterang 0,207 0,207 0,207 0,207 0,207 0,207 0,207 0,207 0,207 0,207 0,207 0,207 0,207 0,207 0,207 0,207 0,207 0,207 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber : Data diolah, 2024. Uji Validitas Variabel Perilaku Konsumtif (Y) Tabel 8 : Uji Validitas Perilaku Konsumtif (Y) Indika Perny Hitun 0,444 0,621 0,726 0,716 0,583 0,489 0,394 0,583 0,434 0,445 r Tabel Keterang 0,207 0,207 0,207 0,207 0,207 0,207 0,207 0,207 0,207 0,207 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber : Data diolah, 2024. Uji Reabilitas JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 Uji Reabilitas Variabel E-commerce (X) Tabel 9 : Uji Reabilitas Variabel E-commerce (X) Variabel CroncbachAos Alpha 0,908 N of Item Keterangan Reliabel Sumber : Data diolah, 2024. Pada kolom CroncbachAos Alpha terdapat angka 0,908 untuk variabel ecommerce (X) yang artinya hasil perhitungan reabilitas lebih besar dari 0,60 . ,908 > 0,. , sehingga dapat disimpulkan bahwa seluruh pernyataan dalam variabel ecommerce (X) adalah reliabel. Uji Reabilitas Variabel Perilaku Konsumtif (Y) Tabel 10 : Uji Reabilitas Variabel Perilaku Konsumtif (Y) Variabel CroncbachAos Alpha 0,846 N of Item Keterangan Reliabel Sumber : Data diolah, 2024. Berdasarkan tabel 10, pada kolom CroncbachAos Alpha terdapat angka 0,846 untuk variabel perilaku konsumtif (Y) yang artinya hasil perhitungan reabilitas lebih besar dari 0,60 . ,846 > 0,. , sehingga pernyataan dalam variabel perilaku konsumtif (Y) adalah reliabel. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas dengan uji KolmogorovSmirnov Uji normalitas digunakan untuk mengertahui apakah data yang diperoleh terdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas menggunakan uji KolmogorovSmirnov, jika nilai signifikansi pada uji Kolmogorov-Smirnov lebih besar dari 0,05 maka dikatakan data berdistribusi normal. Adapun uji normalitas KolmogorovSmirnov dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel berikut: JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 Tabel 11 : Hasil Uji Normalitas dengan Kolmogorov-Smirnov One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Mean ,0000000 Parametersa,b Std. 6,05472175 Deviation Absolute ,090 Most Extreme Positive ,055 Differences Negative -,090 Test Statistic ,090 Asymp. Sig. -taile. ,070 Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction Sumber : Data diolah, 2024. Berdasarkan tabel 11 di atas, hasil uji normalitas pada tabel 4. 37, diketahui bahwa nilai signifikan 0,70 lebih besar dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa nilai residual berdistribusi normal. Uji Normalitas dengan analisis grafik p-plot Gambar 2 : Hasil Uji Normalitas Grafik P-Plot Sumber : Data diolah, 2024. Pada grafik p-plot di atas dapat dilihat bahwa titik menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal, maka dengan ini dapat disimpulkan bahwa data terdistribusi dengan normal. Regresi Linier Sederhana Penelitian ini menggunakan uji analisis regresi linier sederhana untuk mengetahui pengaruh dari variabel bebas e-commerce (X) terhadap variabel terikat perilaku konsumtif (Y) dengan rumus. Y = a Bx dimana Y adalah variabel terikat . X adalah variabel bebas . , a adalah konstanta, b Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 adalah koefisien regresi . yang ditimbulkan oleh predicto JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 Tabel 12 : Hasil Uji Analisis Regresi Linier Sederhana Model Coefficientsa Stan Unstandardized Coefficients Coef Std. Beta Error 8,395 7,347 (Const 1,14 E,324 ,095 ,340 3,39 (X) Dependent Variable: Perilaku Konsumtif (Y) Sig. Tabel 13 : Hasil Uji t ,256 ,001 Sumber : Data diolah, 2024. Berdasarkan tabel di atas, diketahui nilai constant . sebesar 8,395 sedangkan nilai b sebesar 0,324 sehingga persamaan regresinya dapat ditulis: Y = a bX Y = 8,395 0,324X Persamaan regresi linier di atas dapat dijelaskan sebagai berikut : Konstanta sebesar 8,395, mengandung arti bahwa nilai konsisten variabel perilaku konsumtif adalah sebesar 8,395. Koefisien regresi X sebesar 0,324 menyatakan bahwa setiap penambahan 1% nilai e-commerce, maka nilai perilaku konsumtif bertambah sebesar 0,324. Koefisien regresi tersebut bernilai posisitf, sehingga dapat dikatakan bahwa arah pengaruh variabel X terhadap Y adalah Uji Hipotesis Uji t Pengujian hipotesis secara parsial dilakukan menggunakan rumus uji t. Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh secara signifikan antara variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y). Apabila nilai signifikansi (Sig. ) lebih kecil dari 0,005 maka suatu variabel dikatakan berpengaruh secara signifikan terhadap variabel yang lain. Adapun kriteria Penerimaan dan Penolakan Hipotesis adalah. HCa ditolak dan HCe diterima, apabila t hitung O t tabel . idak berpengaru. HCa diterima JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 dan HCe ditolak, apabila t hitung > t tabel . Nilai t tabel dengan alpa 5% dan df = n Ae k Ae 1, dimana n adalah jumlah sampel dan k adalah jumlah variabel. Nilai t tabel sebesar 1,662, untuk df = n Ae 2 Ae 1 yaitu . Ae 2 Ae . = 87. Model Coefficientsa Stan Unstandardiz Coef Coefficients Std. Erro Beta 8,395 7,34 ,324 ,095 ,340 Sig. (Const 1,14 ,256 E3,39 ,001 (X) Dependent Variable: Perilaku Konsumtif (Y) Sumber : data diolah, 2024. Pada tabel di atas diketahui bahwa nilai t hitung sebesar 3,391 lebih besar dari nilai t tabel yaitu 1,662, pada tingkat signifikansi < 0,005, sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat pengaruh variabel e-commerce (X) terhadap variabel perilaku konsumtif (Y) pada penggunaan ecommerce Shopee di Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Tabalong, karena nilai t hitung lebih besar dari nilai t tabel dan nilai signifikansinya lebih kecil dari 0,05 sehingga HCa diterima dan HCe ditolak. Uji Koefisien Ae Determinasi Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penggunaan e-commerce (X) (Y) perhitungan statistik dengan menggunakan Koefisien Determinasi. Tabel 14 : Hasil Uji Koefisien Ae Determinasi Model Summary Adjusted Std. Error Model of the Square Square Estimate ,340a ,116 ,106 6,08903 Predictors: (Constan. E-commerce Sumber : Data diolah, 2024. Dari hasil tabel di atas, dapat Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 korelasi/hubungan (R) yaitu sebesar 0,340 dan menjelaskan besarnya persentase pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat yang disebut koefisien determinasi yang merupakan hasil pengkuadratan R. Dari output tersebut diperoleh nilai Adjusted R Square sebesar 0,106 yang mengandung pengertian bahwa besarnya pengaruh ecommerce (X) terhadap perilaku konsumtif (Y) pada pengguna e-commerce Shopee di Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Tabalong adalah 10,6%. Diambil dari nilai Adjusted R Square karena sampel yang diteliti kurang dari 100 sampel (Pallant, 2. Adjusted R Square tersebut dibandingkan dengan tabel (Sugiyono, 2. sebagai berikut : Tabel 15 : Uji Koefisien Determinasi Interval Koefisien 0,00 Ae 0,199 0,20 Ae 0,399 0,40 Ae 0,559 0,60 Ae 0,799 0,80 Ae 1,000 Tingkat hubungan Sangat Rendah Rendah Sedang Kuat Sangat Kuat Sumber : (Sugiyono, 2. Berdasarkan determinasi dan tabel hubungan kekuatan koefisien nilai Adjusted R Square sebesar 0,106 atau 10,6% artinya variabel ecommerce (X) mempengaruhi variabel perilaku konsumtif (Y) sehingga kekuatan hubungan pengaruh X terhadap Y adalah sangat rendah. Pembahasan Berdasarkan distribusi frekuensi pada setiap kategori pernyataan dari indikator variabel ecommerce (X) dan variabel perilaku konsumtif (Y) dapat diketahui nilai persentase jawaban dari 90 orang responden pada setiap pernyataan. Pada variabel e-commerce (X) nilai tertinggi adalah pada indikator indikator kualitas sistem dengan skor 4,33, yang mana nilai ini termasuk dalam kategori range sangat tinggi. Hal ini menunjukan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Tabalong merasa bahwa sistem pada e-commerce Shopee sudah sesuai dengan manfaatnya sebagai aplikasi berbelanja online. Sedangkan nilai terendah pada indikator kualitas dan keakuratan informasi yaitu dengan skor 4,17, nilai ini termasuk dalam kategori range JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 Hal ini menunjukan bahwa e-commerce Shopee masih memiliki keterbatasan dalam fiturfitur yang mereka miliki, seperti fitur transaksi yang masih rumit untuk beberapa orang dan masih ada yang merasa tidak aman dalam bertransaksi. Distribusi frekuensi jawaban pada variabel perilaku konsumtif (Y) nilai tertinggi adalah pada indikator pemborosan . asteful buyin. dengan skor 3,38, yang mana nilai ini termasuk dalam kategori range sedang. Hal ini menunjukan bahwa mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Tabalong masih banyak yang lebih mementingkan membeli produk yang mereka inginkan daripada Sedangkan nilai terendah pada indikator pembelian secara impulsive . mplusive buyin. yaitu dengan skor 3,21, nilai ini termasuk dalam kategori range sedang. Hal ini menyatakan bahwa mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Tabalong masih memiliki pemikiran rasional yang bijak dalam berbelanja, dengan memikirkan manfaat dan kegunaan produk yang mereka beli. Dari hasil uji t terdapat pengaruh signifikan antara variabel e-commerce dan variabel perilaku konsumtif, dapat disimpulkan menerima HCa yaitu : Ada pengaruh penggunaan e-commerce Shopee terhadap perilaku konsumtif mahasiswa pada Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Tabalong. Berdasarkan hasil analisis yang telah diuraikan diperoleh hasil bahwa e-commerce memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku konsumtif. Dengan koefisien determinasi 10,6% maka berpengaruh positif, dan 89,4% sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti pada penelitian ini. Hasil penelitian ini sejalan penelitian yang dilakukan oleh (Herlina, 2. yang menunjukan hasil penelitian perilaku konsumen mahasiswa secara signifikan dipengaruhi oleh toko ecommerce. Dan penelitian OLEHVovi Sinta B. Siti Afifah. Rafika Ramadhani (B dkk. , 2. bahwa terdapat pengaruh e-commerce terhadap perilaku konsumtif mahasiswa pendidikan ekonomi di STKIP Nurul Huda Sukaraja. Dan tidak sejalan penelitian yang dilakukan oleh (Lestari, 2. Dengan judul AuPengaruh Ecommerce dan Pendapatan Terhadap Perilaku Konsumtif Masyarakat Magetan Pengguna Aplikasi Online ShopAy. Jenis penelitian ini deskriptif kuantitatif. Metode pengumpulan data Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 melalui kuesioner yang disebarkan kepada masyarakat Magetan pengguna aplikasi online Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan : e-commerce tidak berpengaruh terhadap perilaku konsumtif, akan tetapi pendapatan berpengaruh terhadap perilaku Serta secara bersama-sama e-commerce dan pendapatan berpengaruh terhadap perilaku KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti, dan seperti yang dijelaskan pada bab sebelumnya, dapat disimpulkan sebagai Ada pengaruh penggunaan e-commerce Shopee terhadap perilaku konsumtif mahasiswa pada Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Tabalong. Besarnya pengaruh penggunaan e-commerce Shopee terhadap perilaku konsumtif mahasiswa pada Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Tabalong adalah 10,6% berpengaruh positif, dan 89,4% sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti pada penelitian ini. SARAN Berdasarkan penelitian di atas, maka saran dari penulis adalah sebagai berikut : Bagi perusahaan Pada variabel e-commerce (X) nilai tertinggi adalah pada indikator indikator kualitas sistem dengan skor 4,33. Shopee disarankan untuk tetap menjaga kualitas sistem yang mereka miliki agar para pengguna tetap nyaman dalam menggunakan aplikasi Shopee. Untuk variabel indikator nilai terendah yaitu pada indikator kualitas dan keakuratan informasi dengan skor 4,17. Saran untuk Shopee untuk terus meningkatkan fitur transaksi yang mereka miliki agar dapat lebih mudah dipahami dan calon pembeli merasa aman dalam Seperti menyederhanakan alur transaksi yang rumit dan lebih mengetatkan lagi sistem privasi data e-commerce Shopee agar transaksi yang JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 Untuk nilai jawaban tertinggi pada variabel perilaku konsumtif (Y) pada indikator pemborosan . asteful buyin. dengan skor 3,38. Disarankan kepada Shopee untuk tetap selalu memberikan promo besar-besaran, seperti gratis ongkir, cashback, dan potongan harga. Hal ini dapat memikat calon pembeli untuk sering berbelanja di Shopee lebih karena merasa fomo. Untuk nilai terendah yaitu pada indikator pembelian secara impulsive . mplusive buyin. dengan skor 3,21. Shopee disarankan lebih mengedukasi para seller mereka untuk membuat lebih banyak lagi iklan-iklan yang menarik yang dapat mempengaruhi calon pembeli, agar sekiranya jika mereka sekali melihat iklan tersebut langsung tertarik untuk membeli produk/barang yang mereka jual tanpa berpikir panjang. Contoh seperti iklan produk yang menjelaskan manfaat, serta menunjukan bahwa produk tersebut memang dibutuhkan. Bagi peneliti selanjutnya Bagi peneliti selanjutnya diharapkan untuk dapat melakukan penelitian yang serupa dengan lebih mendalam dengan objek penelitian dan populasi yang berbeda untuk penguatan penelitia ini. Dapat menjadi pertimbangan juga bahwa penelitian dapat menggunakan objek berupa masyarakat luas maupun kalangan untuk dijadikan sebagai sampel penelitian. Penelitian variabel-variabel lain yang memengaruhi perilaku konsumtif di luar variabel yang diteliti, seperti faktor gaya hidup, kemudahan, pendapatan dan iklan online. DAFTAR PUSTAKA