Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. September 2024 . Vol 09. No. Received: Juni 2024 Accepted: Juni 2024 Published: September 2024 Article DOI: 10. 24903/jw. PRAKTIK PENGASUHAN ANAK USIA DINI DALAM KELUARGA MIGRAN MADURA Hosnol Hotimah Institut Agama Islam Negeri Madura hosnolhotimah39620@gmail. Abstrak Penelitian ini membahas tentang Praktik Pengasuhan Anak Usia Dini dalam Keluarga Migran Madura di Desa Polagan Kecamatan Galis Kabupaten Pamekasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis praktik pengasuhan anak usia dini dalam keluarga migran di Desa Polagan Kecamatan Galis Kabupaten Pamekasan yang mencangkup pola asuh, nilai budaya, dan tantangan yang dihadapi. Migrasi sering kali menyebabkan perubahan yang signifikan dalam struktur keluarga dan dinamika keluarga, termasuk dalam cara pengasuhan anak. Pengasuhan anak dalam keluarga selalu menjadi salah satu topik pembahasan yang menarik dalam dunia Pendidikan, terutama dalam konteks Pendidikan anak usia Hal disebabkan karena pada masa ini anak sedang berada dalam periode emas, di mana stimulasi yang tepat dapat memaksimalkan semua aspek perkembangannya. Pengasuhan pada masa ini semestinya dilakukan dengan cara memberikan kasih sayang, keteladanan, dan pembelajaran yang interaktif, memberikan landasan kuat bagi anak dalam menghadapi masa depan. Pengasuhan orang tua kepada anak yaitu juga mengarahkan perilaku, pengetahuan, dan nilai-nilai yang dianggap tepat, tujuannya agar anak dapat mandiri, tumbuh dan berkembang dengan sehat dan optimal, dan memiliki rasa percaya diri. Proses ini tidak bisa diabaikan, mengingat masa usia dini adalah fase kritis di mana pengalaman dan interaksi anak dengan lingkungannya akan membentuk dasar perkembangan jangka panjang. Maka dari itu fokus penelitian ini pada dampak keberadaan orang tua yang merantau dalam proses pengasuhan anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriftif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang dilakukan terhadap keluarga migran Madura, terutama orang tua dan pengasuh anak. Analisis data dilakukan secara induktif dengan menekankan pada makna dibalik data yang diamati oleh peneliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perpisahan anak dengan orang tua dapat merenggangkan hubungan emosional antara anak dan orang tua, menghambat pembentukan kepercayaan dasar, dan menyebabkan masalah dalam perkembangan pribadi anak selanjutnya. Strategi pengasuhan yang diterapkan oleh keluarga migran dalam menghadapi tantangan termasuk menggunakan pengasuh alternatif seperti kakek-nenek atau kerabat dekat, serta memanfaatkan teknologi komunikasi untuk menjaga interaksi dengan anak seperti telefon setiap saat dan video call dengan anak. Kata Kunci: Praktik Pengasuhan. Anak Usia Dini. Migran Madura Abstract This research discusses the Early Childhood Care Practice in Madurese Migrant Families in Polagan Village. Galis District. Pamekasan Regency. This study aims to identify and analyze early childhood care practices in the migrant family at Polagan Village. Galis Regency. Pamekasan Regency which includes parenting, cultural values, and challenges faced. Migration often led to significant changes in family structures and family dynamics, including in how children care. Childcare in the family is always one of the interesting topics of discussion in the world of education, especially in the context of early childhood education. Because this time the child is in the gold period, where the right stimulation can maximize all aspects of its development. Parenting should be carried out by giving affection, example, and interactive learning, providing strong foundations for children to face the P-ISSN : 2502-8197. E-ISSN : 2502-8189 Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. September 2024 . Vol 09. No. Received: Juni 2024 Accepted: Juni 2024 Published: September 2024 Article DOI: 10. 24903/jw. The parenting of parents is also directing those behaviors, knowledge, and values that are considered appropriate, the goal is that children should be independent, grow and develop in good health and optimal, and have selfconfidence. This process cannot be ignored, considering early childhood is a critical phase in which experience and interaction between children and their environment will form the basis of long-term development. Therefore, the focus of this research is on the impact of the existence of parents who migrates in the parenting process of early childhood. This research uses deskriftif qualitative approach with types of case Data were obtained through interviews, observations, and documentation carried out against Madura's migrant family, especially parents and child Data analysis is carried out inductiveally by emphasizing the meaning behind the data observed by the researchers. The results show that a child's separation with parents can stretched the emotional relationship between children and parents, hinder the formation of basic beliefs, and causing problems in their next child's personal development. Parenting strategies applied by migrant families to face challenges include using alternative caregivers such as grandparents or close relatives, and taking advantage of communication technology to maintain interaction with children such as telephones at any time and video calls with Keywords: Practices. Parenting. Early Childhood. Migrants. Madura ditemukan bahwa anak yang mendapatkan PENDAHULUAN Pengasuhan anak dalam keluarga pengasuhan optimal cenderung memiliki selalu menjadi salah satu topik pembahasan hasil prestasi yang lebih baik (Marpaung, yang menarik dalam dunia Pendidikan, 2. , keterampilan sosial yang baik (Atika terutama dalam konteks Pendidikan anak & Rasyid, 2. , dan kesehatan mental usia dini. Hal disebabkan karena pada masa ini anak sedang berada dalam periode emas. Sedangkan menurut pendapat Syahrul, dkk di mana stimulasi yang tepat dapat pengasuhan anak merupakan metode yang digunakan oleh orang tua untuk mendidik Pengasuhan pada masa anak-anak sebagai bentuk tanggung jawab ini semestinya dilakukan dengan cara dan perhatian terhadap perkembangan memberikan kasih sayang, keteladanan, dan (Syahrul & Nurhafizah, 2. Pengasuhan pembelajaran yang interaktif, memberikan orang tua mencakup seluruh interaksi antara landasan kuat bagi anak dalam menghadapi orang tua dan anak, di mana orang tua masa depan. Proses ini tidak bisa diabaikan, memberikan motivasi kepada anak dengan mengingat masa usia dini adalah fase kritis mengarahkan perilaku, pengetahuan, dan di mana pengalaman dan interaksi anak nilai-nilai yang orang tua anggap paling dengan lingkungannya akan membentuk tepat. Tujuannya adalah agar anak dapat mandiri, tumbuh dan berkembang dengan (Rohinah, 2. Berbagai hasil penelitian sebelumnya P-ISSN : 2502-8197. E-ISSN : 2502-8189 (Santika, sehat dan optimal, memiliki rasa percaya diri, keingintahuan, sifat bersahabat, dan Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. September 2024 . Vol 09. No. Received: Juni 2024 Accepted: Juni 2024 Published: September 2024 Article DOI: 10. 24903/jw. orientasi untuk meraih kesuksesan. ingin bekerja untuk membantu ekonomi Di Indonesia praktik pengasuhan keluarga, atau melanjutkan bekerja untuk anak usia dini dipengaruhi oleh berbagai factor budaya, teknologi, tradisi, dan namun harus meninggalkan anak dibawah termasuk juga orang tua di Madura yang pengasuhan saudaranya, kakek, nenek atau melakukan peratauan keluar dikarenakan pamannya (Said, 2. kesulitan dalam mencari pekerjaan dan Cara pengasuhan yang diterima oleh penghasilan yang memadai di dalam negeri, anak dapat mempengaruhi perkembangan harapan untuk memperbaiki nasib keluarga. dan akan berdampak besar di masa depan. Maka dari itu, tenaga kerja Indonesia Keluarga yang hidup terpisah cenderung menjadi nekat untuk bekerja merantau ke menghadapi lebih banyak masalah, baik luar Madura terutama tenaga kerja keluarga bagi orang tua maupun anak-anak. Interaksi migran di desa polagan kecamatan galis langsung antara orang tua dengan anak akabupaten pamekasan (Nasikh, 2. menjadi kurang. Meskipun orang tua Banyak anak-anak dari keluarga migran di desa polagan kecamatan galis mengasuh anak dari jauh, interaksi virtual kabupaten pamekasan harus menghadapi yang lakukan tidak dapat sepenuhnya masa anak usia dini tanpa kehadiran orang menggantikan pengasuhan langsung. Anak- tua, kasih sayang orang tua dan bimbingan anak yang dibesarkan oleh orang tua yang dari orang tua disisi anak. Padahal, pada merantau sebagai penjaga toko kelontong masa anak usia dini sangat penting bagi orang tua untuk mendidik dan mengasuh sayang dan rasa aman dibandingkan dengan anak dalam proses perkembangan menuju teman sebaya yang dibesarkan oleh orang masa depannya. Perpisahan dengan ibu dan tuanya (Kurniasari, 2. ayah dapat berdampak negatif pada kondisi Penelitian anak yang bisa merenggangkan hubungan menyelidiki praktik pengasuhan anak usia emosional antara anak dan orang tua dalam dini dalam keluarga migran di Desa Polagan jangka waktu yang lama. Hal ini dapat Kecamatan Galis Kabupaten Pamekasan, menghambat pembentukan kepercayaan dengan fokus pada dampak dari keberadaan dasar dan menyebabkan masalah dalam orang tua yang merantau dalam proses perkembangan pribadi anak selanjutnya Pengasuhan (Utami et al. , 2. Menurut Said perkembangan anak, terutama pada masa mengalami dilema ketika harus memilih anak usia dini yang dianggap sebagai antara merawat anak dirumah sementara periode kritis dalam membentuk dasar P-ISSN : 2502-8197. E-ISSN : 2502-8189 Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. September 2024 . Vol 09. No. Received: Juni 2024 Accepted: Juni 2024 Published: September 2024 Article DOI: 10. 24903/jw. perkembangan jangka panjang. Berbagai Polagan PamekasanAy. Kecamatan Galis Kabupaten Penelitian mengeksplorasi dampak dari situasi migrasi berkontribusi pada hasil prestasi yang lebih terhadap praktik pengasuhan anak usia dini. baik, keterampilan sosial yang berkembang. Melalui pemahaman yang lebih mendalam dan kesehatan mental yang stabil pada anak. tentang praktik pengasuhan dalam keluarga Namun, anak-anak dari keluarga migran di migran Madura, diharapkan penelitian ini Desa Polagan sering menghadapi masa dapat memberikan wawasan yang berharga anak usia dini tanpa kehadiran orang tua, bagi pendidik, praktisi, dan kebijakan untuk lebih mendukung perkembangan anak usia pribadi anak. Maka dari itu, penelitian ini dini dalam konteks migrasi. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan di Desa dampak dari perpisahan dengan orang tua Polagan. Kecamatan Galis. Kabupaten terhadap proses pengasuhan anak, serta Pamekasan, dengan pendekatan deskriptif Metode penelitian ini mencakup diterapkan oleh keluarga migran dalam teknik wawancara, studi pustaka, observasi, menghadapi tantangan tersebut. Dengan dan dokumentasi langsung di tempat demikian, penelitian ini diharapkan dapat Fokus penelitian adalah Praktik memberikan wawasan yang lebih dalam Pengasuhan tentang pengasuhan anak dalam konteks Keluarga Migran Madura: Studi Kasus pada Keluarga Penjaga Toko Kelontong di Desa Polagan Anak Usia Kecamatan Dini Galis Kabupaten perkembangan optimal anak-anak dalam Pamekasan situasi yang sering kali penuh dengan diperoleh dari keluarga migran Madura di tantangan (Rafika & Sit, 2. Desa Polagan. Dengan demikian penelitian ini Pada tahap awal penelitian ini, untuk mendalaminya praktik pengasuhan dimulai dengan observasi terhadap pola anak usia dini dalam konteks keluarga pengasuhan dalam keluarga migran Madura migran Madura. Peneliti tertarik untuk terhadap anak usia dini yang akan menjadi memahami secara lebih dalam AuBagaimana fokus peneliti. Kemudian, dilakukan studi Praktik Pengasuhan Anak Usia Dini dalam Keluarga Migran : Studi Kasus Pada Keluarga Penjaga Toko Kelontong Di Desa pembacaan, pencatatan, dan pengolahan P-ISSN : 2502-8197. E-ISSN : 2502-8189 Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. September 2024 . Vol 09. No. Received: Juni 2024 Accepted: Juni 2024 Published: September 2024 Article DOI: 10. 24903/jw. informasi dari berbagai sumber seperti jurnal dan buku. Setelah itu, peneliti sebagai hasil akhir. mengumpulkan data melalui wawancara dengan orang tua anak . ara ayah maupun HASIL DAN PEMBAHASAN ib. serta pengasuh pengganti anak dan HASIL PENELITIAN terhadap keluarga migran Madura. Penelitian ini menemukan bahwa keluarga Madura, baik di daerah asal Wawancara dengan orang tua, baik mengenai alasan para orang tua bekerja dan mempertahanksan nilai-nilai solidaritas dan kebersamaan yang kuat. Nilai-nilai gotong pengganti di Desa Polagan Kecamatan royong terintegrasi secara mendalam dalam Galis kehidupan sehari-hari mereka. Hal ini dengan para pengasuh pengganti itu sendiri, terlihat dalam pola pengasuhan anak usia merupakan upaya untuk mengumpulkan dini, di mana tanggung jawab orang tua data tentang aktivitas anak, kegiatan terhadap pendidikan dan perawatan anak pengasuhan yang dilakukan, perkembangan dilaksanakan secara kolektif. Lingkungan anak selama diasuh, serta masalah dan yang mendukung turut berperan dalam kendala yang dihadapi. Data ini menjadi mendampingi perkembangan anak. Peneliti sumber informasi yang akurat dan dapat mencatat bahwa dalam aspek ekonomi, dipercaya mengenai pola pengasuhan anak keluarga migran Madura menunjukkan usia dini di keluarga migran Madura yang daya adaptasi yang tinggi dengan bekerja di bekerja sebagai penjaga toko kelontong di luar negeri. Tahap selanjutnya dilakukan dengan menggunakan teknik observasi. Peneliti menciptakan stabilitas ekonomi meski Kabupaten Pamekasan Jiwa mengumpulkan data tentang pengasuhan anak dalam keluarga migran Madura di Desa Polagan Kecamatan Galis Kabupaten mendapatkan kebutuhan dasar dan akses Pamekasan. Observasi dilakukan selama pendidikan yang baik. anak-anak sehari-hari Dalam lingkungan migrasi, budaya bersama keluarga, mengamati aktivitas Madura terus terjaga. Tradisi seperti anak di luar rumah, serta interaksi antara perayaan adat dan penggunaan bahasa orang tua dan anak. Data yang terkumpul Madura di rumah menjadi media utama dalam mempertahankan identitas budaya disusun, dan kesimpulan serta dokumentasi Pendidikan agama juga menjadi P-ISSN : 2502-8197. E-ISSN : 2502-8189 Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. September 2024 . Vol 09. No. Received: Juni 2024 Accepted: Juni 2024 Published: September 2024 Article DOI: 10. 24903/jw. fondasi utama dalam pengasuhan anak. pengasuhan yang diberikan kepada anak- Orang nilai-nilai Dari wawancara dengan keluarga keislaman sejak dini melalui pendidikan Bapak Yasid yang merantau ke Jakarta dan informal di rumah, seperti mengajarkan keluarga Bapak Alex yang merantau ke anak untuk menghormati orang tua dengan Malaysia, ditemukan bahwa meskipun cara memberi salam, mencium tangan, dan mereka jauh dari tanah asal, komitmen dalam menjaga pengasuhan anak tetap kuat. Aktivitas keagamaan seperti salat Bapak Yasid bersama istrinya. Nurhayati, serta Bapak Alex bersama istrinya. Ririn. Ramadhan, perayaan Idul Fitri tidak hanya menjaga dengan anak-anak mereka melalui telepon memperkuat identitas budaya Madura. dan video call. Mereka berusaha memenuhi Dengan demikian, budaya Madura terus kebutuhan dasar anak, seperti nutrisi, dilestarikan, baik dalam hal kekeluargaan, agama, maupun tradisi yang dijaga oleh orang tua dalam mendidik anak-anak melibatkan pengasuh di tempat mereka tinggal untuk membantu merawat anak. Tantangan pengasuhan tetap ada. Keterlibatan orang tua migran dalam terutama bagi keluarga Madura yang perkembangan fisik, emosional, kognitif. Pertama, tantangan bahasa dan dan sosial anak tetap terjaga meskipun komunikasi menjadi kendala, di mana terpisah secara fisik. Teknologi seperti telepon dan video call digunakan untuk berinteraksi dengan anak di lingkungan memastikan kebutuhan anak, termasuk baru yang memiliki perbedaan bahasa dan pendidikan dan nutrisi, tetap terpenuhi. komunikasi non-verbal. Kedua, adaptasi Salah satu tantangan utama yang dihadapi budaya di mana nilai-nilai tradisional adalah keterbatasan waktu akibat tuntutan keluarga harus diselaraskan dengan norma pekerjaan yang tinggi. Keterpisahan fisik dan budaya lokal. Kendala ekonomi juga memengaruhi kemampuan keluarga dalam emosional antara orang tua dan anak. memenuhi kebutuhan dasar anak serta Namun demikian, orang tua selalu berusaha memberikan akses pendidikan yang layak. Selain itu, stres dan kesehatan mental orang tua, seperti tekanan finansial dan kurangnya pengasuh, serta memastikan bahwa anak- dukungan sosial, dapat mempengaruhi anak mendapatkan perhatian dan kasih sayang yang konsisten. P-ISSN : 2502-8197. E-ISSN : 2502-8189 Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. September 2024 . Vol 09. No. Received: Juni 2024 Accepted: Juni 2024 Published: September 2024 Article DOI: 10. 24903/jw. Pengasuhan yang diterapkan oleh orang tua migran Madura cenderung maupun melalui teknologi komunikasi. PEMBAHASAN Penelitian ini memberikan wawasan . atau otoriter. Dalam pola asuh otoritatif, orang tua melibatkan anak dalam Madura mempertahankan nilai-nilai budaya pengambilan keputusan melalui diskusi dan agama mereka dalam pola pengasuhan, meskipun hidup di lingkungan migrasi. mengungkapkan perasaan dan pendapat. Dalam konteks teori pengasuhan, konsep tetapi keputusan akhir tetap berada di Madura Anak menyesuaikan dengan usia dan kebutuhan Pola asuh ini menumbuhkan rasa kolektif dalam mengasuh anak. Temuan ini tanggung jawab dan kemandirian pada relevan dengan teori collective caregiving. Sebaliknya, dalam pola asuh otoriter, orang tua menetapkan aturan ketat dan . dalam Ecological Systems Theory, disiplin yang harus diikuti oleh anak. bahwa lingkungan keluarga dan komunitas Kegagalan anak dalam memenuhi standar yang luas memainkan peran penting dalam perkembangan anak (Ungar dkk. , 2. konsekuensi tegas dari orang tua. Meskipun Pola gotong royong yang masih kuat di pola asuh otoriter lebih kaku, hal ini diyakini membantu anak mengembangkan kampung halaman maupun di tempat sikap disiplin dan tanggung jawab, seperti migrasi, menunjukkan bahwa keluarga dan kebiasaan membereskan mainan sendiri tanpa disuruh oleh orang tua atau pengasuh. "sistem Kesimpulannya, pengasuhan anak dalam keluarga migran Madura diwarnai Bronfenbrenner Madura, perkembangan anak. Secara umum, pola pengasuhan di komunitas Madura dapat dikategorikan menghadapi tantangan adaptasi budaya dan dalam dua tipe utama: pengasuhan otoritatif Keluarga ini berhasil menjaga dan otoriter. Menurut Baumrind . , keseimbangan antara pelestarian nilai-nilai budaya Madura dan penyesuaian terhadap keseimbangan antara pengawasan orang tua lingkungan baru. Orang tua migran tetap yang ketat dan pemberian kebebasan pada berusaha menjaga peran aktif dalam anak untuk mengekspresikan diri (Tiwari, pengasuhan dan pendidikan anak-anak Dalam pengasuhan otoritatif, orang mereka, baik melalui dukungan langsung tua tidak hanya memberikan aturan yang P-ISSN : 2502-8197. E-ISSN : 2502-8189 Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. September 2024 . Vol 09. No. Received: Juni 2024 Accepted: Juni 2024 Published: September 2024 Article DOI: 10. 24903/jw. jelas, tetapi juga mendengarkan kebutuhan dan perasaan anak. Ini sejalan dengan interpersonal dalam membentuk identitas individu, yang dapat kita lihat dalam pola bahwa orang tua Madura terlibat secara aktif dalam pengambilan keputusan terkait partisipasi aktif dari anggota keluarga besar dan lingkungan komunitas (Li & Gong, konteks migrasi (Akosah-Twumasi dkk. Madura Perayaan tradisional dan penggunaan Orang tua Madura juga menerapkan bahasa Madura di rumah mencerminkan pola pengasuhan otoriter. Baumrind . cara keluarga migran mempertahankan menyatakan bahwa pengasuhan otoriter identitas budaya mereka (Syamsuddin, dicirikan dengan pengawasan yang ketat Menurut Berry . , strategi dan kontrol yang tinggi, di mana orang tua akulturasi dalam migrasi dapat terbagi memberikan sedikit ruang untuk diskusi atau kebebasan kepada anak. Dalam asimilasi, separasi, dan marginalisasi (Choy konteks keluarga Madura, pola pengasuhan , 2. Dalam konteks keluarga otoriter ini terlihat dari bagaimana mereka Madura, terlihat bahwa mereka cenderung menekankan disiplin yang ketat dalam menggunakan strategi integrasi, di mana pengasuhan anak. Pola asuh ini mungkin mereka berupaya mempertahankan budaya asal sekaligus menyesuaikan diri dengan mempertahankan kontrol dalam situasi budaya setempat. Penerapan pendidikan migrasi yang penuh ketidakpastian, di mana agama dalam pola pengasuhan juga menjadi adaptasi terhadap budaya baru dan tekanan salah satu pilar penting dalam menjaga ekonomi dapat menjadi faktor stres bagi identitas budaya, yang sejalan dengan studi orang tua (Grusec, 2. Pengaruh Budaya dan Nilai Tradisional perkembangan anak (Boyatzis dkk. , 2. dalam Pola Pengasuhan Orang tua Madura mengajarkan nilai-nilai Nilai-nilai Madura keislaman, mulai dari menghormati orang tua hingga keterlibatan dalam kegiatan pembentukan pola pengasuhan di keluarga keagamaan sehari-hari, seperti salat dan Budaya Madura yang menekankan gotong royong dan kekeluargaan erat identitas moral dan spiritual anak, serta dengan konsep interdependent self dalam memperkuat ikatan keluarga dan komunitas teori budaya yang diajukan oleh Markus (Bensaid, 2. dan Kitayama . Interdependent self Tantangan Adaptasi dalam Pengasuhan P-ISSN : 2502-8197. E-ISSN : 2502-8189 Ini Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. September 2024 . Vol 09. No. Received: Juni 2024 Accepted: Juni 2024 Published: September 2024 Article DOI: 10. 24903/jw. di Lingkungan Migrasi. Peran Ekonomi dan Stres dalam Pola Selain pengaruh positif nilai budaya. Pengasuhan Temuan tantangan yang dihadapi oleh keluarga bahwa migran Madura umumnya terlibat migran Madura dalam proses pengasuhan dalam sektor informal seperti perdagangan. Salah satu tantangan utama adalah adaptasi terhadap bahasa dan komunikasi. mendukung stabilitas ekonomi keluarga. Dalam teori komunikasi lintas budaya yang Semangat diajukan oleh Gudykunst . , perbedaan membantu memenuhi kebutuhan dasar bahasa dan norma komunikasi non-verbal anak-anak, sering kali menjadi penghalang bagi para Namun, faktor ekonomi juga migran dalam menyesuaikan diri dengan menjadi sumber stres bagi orang tua, terutama bagi mereka yang menghadapi menyesuaikan cara berkomunikasi dengan tantangan finansial di lingkungan migrasi anak-anak mereka, terutama ketika mereka (Indah Prastiwi, 2. Hal ini relevan berada di negara atau daerah dengan bahasa dengan teori family stress model yang dan budaya yang berbeda (Sadownik, diajukan oleh Conger et al. , yang menyatakan bahwa tekanan ekonomi dapat Selain Orang Tantangan budaya juga muncul ketika keluarga migran harus menyesuaikan nilai-nilai mereka memengaruhi kualitas pengasuhan yang dengan norma-norma lokal di tempat mereka berikan kepada anak-anak (Jensen tinggal baru (Raodah, 2. Menurut , 2. Berry . , proses akulturasi melibatkan Stres perubahan nilai-nilai dan perilaku yang dukungan sosial di lingkungan migrasi juga berpotensi memengaruhi kesehatan mental keluarga berinteraksi dengan lingkungan orang tua. Menurut Luthar dan Cicchetti Keluarga Madura yang bermigrasi . , faktor-faktor lingkungan yang tidak harus beradaptasi dengan budaya lokal tanpa mengorbankan identitas ekonomi dan keterpisahan sosial, dapat meningkatkan risiko stres dan depresi pada orang tua (Brenner & Bhugra, 2. Dalam mempertahankan tradisi dan menyesuaikan kasus ini, temuan penelitian menunjukkan (Yonefendi dkk. , 2. P-ISSN : 2502-8197. E-ISSN : 2502-8189 Madura tantangan tersebut dengan membangun Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. September 2024 . Vol 09. No. Received: Juni 2024 Accepted: Juni 2024 Published: September 2024 Article DOI: 10. 24903/jw. sistem dukungan yang kuat di antara dalam menjaga ikatan emosional yang kuat keluarga dan komunitas mereka, meskipun antara orang tua dan anak, terutama ketika berada di tempat yang jauh dari rumah. komunikasi hanya terbatas pada media Peran Teknologi dalam Pengasuhan Anak Migran Pola Pengasuhan Otoritatif dan Otoriter Penelitian dalam Keluarga Migran penggunaan teknologi, seperti telepon dan oleh orang tua migran Madura cenderung mempertahankan komunikasi antara orang mencerminkan perpaduan antara gaya tua dan anak dalam situasi migrasi. otoritatif dan otoriter. Pola pengasuhan Teknologi menjadi alat penting bagi otoritatif, yang melibatkan keseimbangan antara kontrol dan kebebasan, terlihat kebutuhan dasar anak terpenuhi, termasuk dalam cara orang tua mengajak anak-anak nutrisi, kesehatan, dan pendidikan (Mock- Muyoz De Luna dkk. , 2. Dalam konteks teori pengasuhan jarak jauh . ong- (Rahayu dkk. , 2. Hal ini sejalan dengan distance parentin. , teknologi memainkan teori parenting style yang diajukan oleh peran penting dalam mengurangi dampak Baumrind . , di mana pengasuhan negatif dari keterpisahan fisik antara orang otoritatif dikaitkan dengan hasil positif pada tua dan anak (Madianou & Miller, 2. perkembangan anak, seperti kemampuan Orang tua migran Madura menggunakan tanggung jawab (Khanum dkk. , 2. Pola pengasuhan yang diterapkan kehadiran mereka dalam kehidupan anakanak, meskipun secara fisik terpisah. sehari-hari Dalam beberapa kasus, orang tua Madura juga menerapkan pola pengasuhan Selain itu, penggunaan teknologi otoriter, yang menekankan disiplin ketat juga memungkinkan orang tua untuk dan kepatuhan anak terhadap aturan yang memberikan dukungan emosional dan Studi oleh Kuppens dan Ceulemans memantau perkembangan anak mereka. menunjukkan bahwa pengasuhan Studi oleh Livingstone et al. otoriter dapat menciptakan kepatuhan pada meningkatkan keterlibatan orang tua dalam perkembangan otonomi dan kreativitas. pengasuhan, terutama bagi orang tua yang Pola pengasuhan otoriter sering kali bekerja jauh dari rumah (Gonzalez-DeHass diterapkan oleh orang tua migran sebagai , 2. Meskipun teknologi membantu cara untuk mengatasi tantangan lingkungan mengurangi jarak fisik, tantangan tetap ada migrasi yang penuh tekanan, di mana P-ISSN : 2502-8197. E-ISSN : 2502-8189 Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. September 2024 . Vol 09. No. Received: Juni 2024 Accepted: Juni 2024 Published: September 2024 Article DOI: 10. 24903/jw. kontrol yang ketat dianggap sebagai cara untuk menjaga stabilitas dan keteraturan dalam keluarga (Hasanah, 2. PENUTUP Kesimpulan Praktik pengasuhan anak usia dini dalam keluarga migran dapat disimpulkan bahwa orang tua atau pengasuh sangat emosional, kognitif dan sosial anak sejak Orang tua atau pengasuh selalu memastikan pemenuhan kebutuhan dasar anak seperti nutrisi seimbang, tidur yang cukup, dan lingkungan yang aman dan nyaman untuk anak. Orang tua atau pengasuh juga selalu mendengarkan anak dan berkomunikasi baik dengan anak, memberikan pujian kepada anak, dan Meskipun orang tua merantau jauh dari anak, orang tua selalu memastikan bahwa anak mendapatkan perhatian dan kasih sayang yang baik dengan komunikasi rutin melalui video call atau telepon. Orang tua juga memenuhi kebutuhan pendidikan dan mendapatkan pendidikan yang formal atau informal yang sesuai dengan usia dan Metode Pola pengasuhan yang dilakukan oleh orang tua terhadap anak menjadi faktor utama yang menentukan potensi anak untuk menjadi menjadi anak yang berwawasan luas. P-ISSN : 2502-8197. E-ISSN : 2502-8189 DAFTAR PUSTAKA