e-ISSN : 2621-7236 p-ISSN : 1858-134X Jurnal Agrotech 14 . Desember 2024 EFEKTIVITAS PEMBERIAN ZPT GIBERELIN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAYAM MERAH (Amaranthus tricolor L. ) VARIETAS MIRA EFFECTIVENESS OF GIBBERELLIN PLANT GROWTH REGULATOR APPLICATION ON THE GROWTH AND YIELD OF RED SPINACH (Amaranthus Tricolor L. ) MIRA VARIETY Benny Harianja1*. Hayatul Rahmi1. Yayu Sri Rahayu2 Program Studi Agroteknologi. Fakultas Pertanian. Universitas Singaperbangsa Karawang Jl. HS. Ronggowaluyo. Telukjambe Timur. Karawang. Jawa Barat 41361 ABSTRAK Bayam merah merupakan salah satu tanaman hortikultura yang memiliki banyak manfaat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi ZPT giberelin paling efektif terhadap pertumbuhan dan hasil pada tanaman bayam merah (Amaranthus tricolor L. Penelitian dilakukan di Lahan Percobaan milik perusahaan Percetakan Uang Republik Indonesia (PERURI) Desa Sirnabaya. Kecamatan Teluk Jambe Timur. Kabupaten Karawang pada bulan Juni Ae Oktober. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktor tunggal terdiri dari 5 perlakuan dengan 5 ulangan, diantaranya A . B . C . D . dan E . Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian giberelin memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman 14,21 dan 28 hst, jumlah daun 7 hst, luas daun, bobot segar per tanaman dan bobot segar per petak. Perlakuan D . memberikan hasil terbaik terhadap tinggi tanaman hingga 28 hst sebesar 22,73 cm, jumlah daun hingga 28 hst sebesar 19,60 helai, bobot segar per tanaman sebesar 30,42 g, dan bobot per petak sebesar 912,68 g. Kata Kunci : Giberelin. Hasil. Pertumbuhan. Bayam Merah. ABSTRACT Red spinach is one of the horticultural plants with numerous benefits. This research aims to determine the most effective concentration of the plant growth regulator gibberellin on the growth and yield of red spinach (Amaranthus tricolor L. The study was conducted in the Experimental Field PERURI in Sirnabaya Village. East Teluk Jambe District. Karawang Regency, from June to October. The research method employed was an experimental approach using a randomized complete block design (RCBD) with a single factor consisting of 5 treatments and 5 replications, namely A . B . C . D . , and E . The research results indicate that gibberellin application significantly influences plant height at 14, 21, and 28 days after planting, leaf count at 7 days after planting, leaf area, fresh weight per plant, and fresh weight per plot. Treatment D . yielded the best results for plant height up to 28 days after planting at 22. 73 cm, leaf count up to 28 days after planting at 19. 60 leaves, fresh weight per plant at 30. 42 g, and weight per plot at 912. 68 g. Keywords: Gibberellin. Yield. Growth. Red Spinach. bayam merah dibanding bayam hijau. Masyarakat Indonesia pada umumnya lebih mengenal bayam hijau dibanding bayam merah sebagai konsumsi sayuran rumah tangga. Pada tanaman sayuran bayam merah memiliki penanganan budidaya yang tidak terlalu rumit dan dapat tumbuh di dataran rendah maupun dataran tinggi. Selain itu, tanaman bayam merah dapat tumbuh baik pada musim kemarau maupun musim hujan. Bayam Pendahuluan Bayam merah (Amaranthus tricolor L. merupakan tanaman sayuran yang memiliki banyak manfaat dan nilai ekonomi tinggi, namun bayam merah belum banyak dijual di pasaran dan kurangnya minat membeli dan konsumsi bayam merah mengakibatkan minimnya usaha budidaya -----------------------------------------------------------------*) Penulis Korespondensi. E-mail: harianjabenny08@gmail. e-ISSN : 2621-7236 p-ISSN : 1858-134X Jurnal Agrotech 14 . Desember 2024 merah dapat dikembangkan karena di Indonesia pertumbuhannya seperti iklim, cuaca dan tanah (Pebrianti, 2. Peningkatan produksi bayam merah didukung dengan usaha budidaya sayuran bayam merah untuk lebih meningkat lagi. Pemberian hormon tertentu juga sebagai salah satu bentuk memaksimalkan produksi bayam merah. Hormon pertumbuhan merupakan suatu bagian dari terjadinya proses fisiologi yang terjadi pada tanaman dan berfungsi sebagai zat pengatur Zat pengatur tumbuh merupakan hormon atau senyawa organik yang mampu mendorong, mengatur serta menghambat proses terjadinya proses fisiologi pada tanaman. Zat pengatur tumbuh penting untuk mempengaruhi proses pertumbuhan suatu tanaman, dalam dosis tertentu dapat mempercepat atau bahkan memperlambat proses fisiologi tanaman (Sunardi, 2. Salah satu zat pengatur tumbuh yang cukup memberikan dampak yang cukup besar bagi tanaman salah satunya adalah zat pengatur tumbuh (ZPT) Giberelin. Dari berbagai penelitian yang telah dilakukan bahwa giberelin diaplikasikan pada tanaman buah-buahan, sayuran maupun tanaman hias. Giberelin mampu memberi dampak yang memaksimalkan pertumbuhan dan hasil ketika diaplikasikan pada tanaman. Giberelin merupakan salah satu hormon yang berfungsi untuk merangsang pertumbuhan atau munculnya bunga, pemanjangan batang dan pembungan yang serempak. Secara spesifik peran hormon giberelin adalah mempercepat proses pembelahan sel, merangsang pembungaan, mematahkan dormansi benih. Selain itu, fungsi giberelin adalah sebagai hormon yang dapat membantu perpanjangan sel, mempengaruhi tinggi tanaman, jumlah daun, bobot buah, mempengaruhi nilai luas daun dan umur panen. Salisbury dan Ross . , menyatakan giberelin tidak perpanjangan batang, tetapi juga pertumbuhan seluruh bagian tumbuhan termasuk daun dan akar. Selain itu giberelin akan merangsang sintesis auksin yang sangat dibutuhkan pertumbuhan akar. Pemberian giberelin diharapkan dapat mempermudah usaha budidaya bayam merah yang dengan begitu akan meningkatkan hasil produksi dan kemudian meningkatkan minat pembeli terhadap sayuran bayam merah. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi zat pengatur tumbuh giberelin yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman sayuran bayam merah (Amaranthus tricolor L. ) varietas Mira. Metode Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada lahan percobaan milik Perusahaan Percetakan Uang Republik Indonesia (PERURI) yang terletak di Kecamatan Teluk Jambe Timur. Kabupaten Karawang. Jawa Barat. Penelitian ini mulai dilaksanakan pada bulan September hingga Oktober 2021. Bahan yang akan digunakan pada penelitian ini adalah benih bayam merah varietas Mira, pupuk kandang, fungisida, pestisida, air. ZPT Giberelin (GA. Alat yang dibutuhkan pada penelitian ini adalah gunting, pacul, golok, embrat, sprayer, knapsack, alat tulis, alat ukur timbangan, bambu, tali rapia, plastik. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal, dengan rancangan perlakuan 5 taraf konsentrasi ZPT giberelin dengan 5 ulangan. Terdapat 5 perlakuan yaitu A . B . C . D . E . Analisis Data menggunakan uji F taraf 5% apabila uji F menunjukkan berpengaruh nyata, maka dilakukan uji lanjut LSD (Least Significance Differenc. dengan taraf 5% Parameter yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun dan bobot segar tanaman per sampel. Hasil dan Pembahasan Tinggi Tanaman Tinggi tanaman diukur mulai permukaan tanah sampai daun tertinggi yaitu yang tegak alami. Pengamatan tinggi tanaman dilakukan pada umur tanaman 7 hst, 14 hst, 21 hst dan 28 hst. Hasil pengamatan tinggi tanaman tidak memberikan pengaruh nyata pada umur 7 hst, namun memberikan pengaruh nyata pada umur 14 hst, 21 hst dan 28 hst. Hasil pengamatan tinggi tanaman dapat dilihat pada tabel 1. e-ISSN : 2621-7236 p-ISSN : 1858-134X Jurnal Agrotech 14 . Desember 2024 Tabel 1. Rata-Rata Tinggi Tanaman Bayam Merah (Amaranthus tricolor L. Kode Perlakuan Tinggi Tanaman . 7 hst 14 hst 21 hst 28 hst 0 ppm 2,69a 5,80b 9,04c 17,62b 50 ppm 2,75a 6,03b 11,15b 19,12b 100 ppm 2,96a 5,98b 11,40b 20,42ab 150 ppm 3,16a 8,02a 13,30a 22,73a 200 ppm 3,02a 7,49a 12,07ab 17,87b Koefisien Keragaman (%) 16,33% 13,15% 11,33% 12,89% Keterangan : Nilai rata-rata yang ditandai dengan huruf sama pada setiap kolom yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata pada taraf LSD 5%. hingga umur tanaman 28 hst. Hal ini didukung dengan pendapat Sundahri et. yang Adanya pengaruh nyata pada tinggi menyatakan bahwa pemberian giberelin dapat tanaman 14 hst,21 hst dan 28 hst diduga karena efektif jika diberikan sesuai dengan kebutuhan merujuk pada giberelin yang berfungsi sebagai Pemberian giberelin dengan konsentrasi pembelahan sel pada tanaman dan pemanjangan yang rendah dinilai tidak efektif dan begitu pun sel sehingga hal ini mengakibatkan peningkatan dengan pemberian konsentrasi yang tinggi dapat pada batang tanaman serta ruas tanaman yang menghambat pertumbuhan serta produksi. mengarah kepada meningkatnya tinggi tanaman bayam merah. Hal ini sejalan menurut Pertiwi et. Jumlah Daun . peningkatan tinggi tanaman bayam merah (Amaranthus tricolor L. ) oleh perlakuan Jumlah daun adalah banyaknya daun per Giberelin disebabkan karena adanya peningkatan tanaman pada setiap tanaman. Pengamatan jumlah pembelahan sel dan pemanjangan sel dalam daun dilakukan pada umur tanaman 7 hst, 14 hst. Hal ini sejalan dengan fungsi Giberelin 21 hst dan 28 hst. Hasil pengamatan jumlah daun itu sendiri yang dapat mengakibatkan memberikan pengaruh nyata pada umur 7 hst, pertumbuhan sel dan peningkatan pembelahan sel namun tidak memberikan pengaruh nyata pada yang mengarah pada pemanjangan batang serta umur 14 hst, 21 hst dan 28 hst. Hasil pengamatan peningkatan ruas tanaman. jumlah daun tinggi tanaman dapat dilihat pada Pada Tabel 1 dilihat bahwa perlakuan D . menghasilkan tinggi tanaman terbaik Table 2. Rata-Rata Jumlah Daun Bayam Merah (Amaranthus Tricolor L. Kode Perlakuan 0 ppm 50 ppm 100 ppm 150 ppm 200 ppm Koefisien Keragaman (%) 7 hst 3,64b 3,60b 3,96b 4,96a 4,24ab 17,40% Jumlah Daun (Hela. 14 hst 21 hst 7,64a 12,88a 8,16a 13,28a 8,20a 13,40a 9,48a 15,36a 8,68a 13,84a 12,31% 10,53% 28 hst 17,24a 16,88a 17,68a 19,60a 16,68a 11,23% Keterangan : Nilai rata-rata yang ditandai dengan huruf sama pada setiap kolom yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata pada taraf LSD 5%. 14 hst, 21 hst dan 28 hst. Hal ini diduga karena Perlakuan ZPT Giberelin pada tanaman pengaruh giberelin yang fungsinya sebagai bayam merah varietas Mira tidak memberikan pembelahan serta pemanjangan sel yang lebih pengaruh nyata pada rata-rata jumlah daun umur Jurnal Agrotech 14 . Desember 2024 e-ISSN : 2621-7236 p-ISSN : 1858-134X mengarah pada peningkatan bagian tinggi Hal ini sejalan dengan menurut Pertiwi . menyatakan bahwa giberelin dapat menyebabkan pemanjangan sel serta peningkatan pembelahan sel dalam tanaman. Pada tabel 2 dapat dilihat hasil jumlah daun terbanyak dijumpai pada perlakuan D . hingga umur 28 hst dengan 19,60 helai. Bobot Segar Tanaman Per Sampel Bobot segar tanaman adalah berat tanaman yang masih segar atau sebelum tanaman layu. Penimbangan bobot segar tanaman dilakukan pada saat pemanenan yang diukur pada sampel tanaman dan ditimbang bagian atas tanaman . atang dan dau. hingga bagian bawah tanaman . dengan menggunakan timbangan digital. Tabel 3. Rata-Rata Bobot Segar Tanaman Per Sampel Bayam Merah (Amaranthus tricolor L. Kode Bobot Segar Tanaman per Sampel . Perlakuan 0 ppm 50 ppm 100 ppm 150 ppm 200 ppm Koefisien Keragaman (%) 22,19c 23,79bc 24,15bc 30,42a 27,04ab 11,71% Keterangan : Nilai rata-rata yang ditandai dengan huruf sama pada setiap kolom yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata pada taraf LSD 5%. tanaman yang lebih banyak akibat penambahan Pemberian ZPT Giberelin pada tanaman giberelin yang dapat merangsang pertumbuhan sel bayam merah varietas Mira memberikan pengaruh nyata pada nilai bobot segar tanaman per sampel. Pada Tabel 7 menunjukkan hasil bobot segar per Kesimpulan petak bayam merah varietas Mira tertinggi pada Berdasarkan hasil penelitian ini dapat perlakuan D . dengan nilai 30,42 gram disimpulkan bahwa terdapat pengaruh nyata yang berbeda nyata dengan perlakuan A . , pemberian zat pengatur tumbuh giberelin terhadap perlakuan B . , perlakuan C . , tinggi tanaman 14 hst, 21 hst dan 28 hst, jumlah namun tidak berbeda nyata dengan perlakuan E daun 7 hst serta bobot segar tanaman per sampel . Sedangkan nilai bobot segar per petak tanaman bayam merah (Amaranthus tricolor L. terendah bayam merah varietas Mira ditunjukkan varietas mira. Perlakuan D . secara pada perlakuan A . dengan nilai 22,19 keseluruhan memberikan nilai tertinggi pada pertumbuhan dan hasil tanaman bayam merah Pada Tabel 3 menunjukkan hasil bobot (Amaranthus tricolor L. ) varietas Mira. Perlakuan segar per tanaman bayam merah (Amaranthus D . memberikan hasil tertinggi pada tricolor L. ) varietas Mira yang terbaik dicapai oleh tinggi tanaman hingga 28 hst dengan nilai 22,73 perlakuan D . Bobot segar per tanaman cm, jumlah daun hingga 28 hst dengan nilai 19,60 dipengaruhi oleh seluruh bagian tanaman mulai helai serta bobot segar tanaman per sampel dengan dari tinggi tanaman, banyaknya jumlah daun dan nilai 30,42 gram pada tanaman bayam merah luas daun yang dimiliki oleh tanaman bayam (Amaranthus tricolor L. ) varietas mira. Hal ini sejalan dengan pendapat Manuhuttu et. bahwa bobot segar Daftar Pustaka