JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 1. Januari 2023 PENGARUH BRAND IMAGE DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUTUSAN PEMILIHAN LAYANAN E-COMMERCE Sipon Al Munir Dosen Manajemen Unsurya sipong1636@yahoo. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengukur pengaruh brand image dan kualitas pelayanan terhadap keputusan pemilihan layanan E-Commerce. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat sebagai konsumen yang berdomisili di Jakarta Timur. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 242 responden. Teknik sampling yang digunakan purposive sampling dan simple random sampling. Metode pengumpulan data dengan penyebaran kuesioner tertutup. Metode analisis data diskriptif kuantitatif, dengan analisis statistic, dimana proses pengolahan data menggungakan software smartPLS versi 3. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa brand image tidak berpengaruh terhadap keputusan pemilihan layanan e-commerce, sedangkan kualitas pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pemilihan layanan e-commerce. Sementara itu kemampuan varians variabel independent brand image dan kualitas pelayanan mampu mempengeruhi varians variabel dependen keputusan pemilihan layanan e-commerce sangat kuat, yaitu sebesar 98,1%. Kata Kunci: Brand Image. Kualitas Pelayanan. Layanan E-Commerce Abstract This study aims to measure the effect of brand image and service quality on the decision to choose E-Commerce The population in this study is the community as consumers who live in East Jakarta. The number of samples in this study were 242 respondents. The sampling technique used was purposive sampling and simple random sampling. Methods of data collection by distributing closed questionnaires. Quantitative descriptive data analysis method, with statistical analysis, where data processing uses SmartPLS version 3. 0 software. The results of this study conclude that brand image has no effect on e-commerce service selection decisions, while service quality has a positive and significant effect on e-commerce service selection decisions. Meanwhile, the ability of the variance of the independent variable brand image and service quality is able to influence the variance of the dependent variable in the decision to choose e-commerce services, which is equal Key Words: Brand Image. Service Quality. E-Commerce Services PENDAHULUAN Perkembangan teknologi yang sangat kegiatan seperti pesat pada seluruh aspek, terutama dunia penjualan, pembelian, pemasaran barang dan Pemanfaatan jasa yang mengandalkan sistem elektronik Saat ini. E- keharusan bagi setiap aktifitas usaha, tak Commerce adalah layanan yang baik untuk terkecuali dalam kegiatan jual beli. Electronic commerce atau e-commerce meru-pakansalah bentuk pemanfaat teknologi dalam kegiatan bisnis, dimana Pada prinsipnya e-commerce merupakan kegiatan manufaktur, services providers dan pedagang 47 Manajemen FE Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 1. Januari 2023 perantara dengan jaringan elektronik yaitu Banyak faktor penting yang menjadi Ada beberapa contoh e-commerce pertimbangan konsumen dalam memilih yang sering digunakan di Indonesia. platform e-commerce ketika akan berbelanja secara online. Beberapa di antaranya kualitas Tokopedia, dan masih banyak lagi. Berikut dan harga produk, banyaknya promosi, pilihan merupakan nilai transaksi dari ke-3 jenis e- commerce selama 2014 s. d Agustus 2022. rating/review toko, merk . dari e- Shopee. Bukalapak, pembayaran, customer commerce, dan yang tak kalah penting ialah layanan pengiriman yang ditawarkan. Persaingan industry e-commerce yang persaingan antar pelaku industry terebut. Oleh Gambar. 1 Grafik Perkembangan Transaksi pada E-Commerce : Shopee. Bukalapak, dan Toko Pedia tahun 2014 s. d Agustus 2022 karena itu peningkatan kualitas pelayanan harus terus dilakukan sebagai upaya untuk menarik minat konsumen. Dengan kualitas pelayanan yang baik, tentu saja akan menjadi Sumber : https://databoks. pertimbangan bagi konsumen untuk memilih menunjukkan bahwa, ketertarikan masyarakat layanan e-commerce tersebut. Selain itu yang untuk menggunakan layanan tersebut dalam tidak kalah penting adalah, image atau citra melakukan transaksi pembelian semakin dari e-commerce. Hal ini karena konsumen Sehingga keberadaan e-commerce pada umumnya akan memilih layanan e- tersebut juga menjadi bagian yang saat ini commerce salah satunya karena citra dari e- commerce tersebut semakin baik image Berdasarkan Selain produk, informasi terkait dengan produk- TINJAUAN PUSTAKA Strategi Pemasaran produk yang ditawarkan juga menjadikan Strategi pemasaran menurut Kotler konsumen mendapatkan informasi sebelum (Kotler and Amstrong, 2012 adalah logika memutuskan untuk melakukan pembelian. pemasaran dimana perusahaan berharap dapat Hal ini sebagai bagian strategi dari masing- menciptakan nilai bagi customer dan dapat mencapai hubungan yang menguntungkan e-commerence konsumen untuk menggunakannya. Setiap layanan tentu saja memiliki kelebihan dan masing-masing, konsumen dapat menentukan pilihan. dengan pelanggan. Dalam strategi pemasaran tentu saja tidak terlepas dari bauran pemasaran. Bauran pemasaran adalah kumpulan alat pemasaran taktif terkendali . roduk, harga, promosi, dan 48 Manajemen FE Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 1. Januari 2023 lokas. yang dipadukan perusahaan untuk dan teknologi digital. E-commerce dapat menghasilkan respon yang diinginkannya di melingkupi semua jenis bisnis atau transaksi pasar sasaran(Kotler & Armstrong, 2. administratif melalui pertukaran informasi Fungsi utama mengapa kegiatan pemasaran dan teknologi komunikasi antara penjual dengan pembeli. Dengan adanya E-commerce konsumen dapat melakukan transaksi dengan perusahaan, untuk mempengaruhi keputusan mudah, dan dapat dilakukan kapan saja. membeli konsumen, dan untuk menciptakan Konsumen juga dapat memilih beberapa nilai ekonomis suatu barang. produk yang ditawarkan dengan informasi Pengambilan Keputusan yang cukup lengkap. Hal ini akan lebih Menurut Bowo . pengambilan keputusan adalah proses menemukan satu menyediakan waktu untuk datang ke lokasi pilihan dari beragamanya alternatif pilihan terbaik yang dilakukan secara rasional. transaksi pembelian. membeli barang-barang Menurut Eisenfuhr . alam Lunenburg, 2. mengantri untuk mendapatkan barang. membuat pilihan dari sejumlah alternatif Menurut (Vermaat et al. c, 2. untuk mencapai hasil yang diinginkan. terdapat tiga kategori dasar dari aplikasi e- Dengan commerce yaitu : keputusan ini merupakan suatu proses, yang Business to Customer (B2C) E-commerce tidak mungkin terjadi begitu saja dalam waktu terdiri dari penjualan barang dan jasa kepada publik secara umum, seperti di Faktor-faktor situs belanja. pengambilan keputusan (Dietrich, 2. Business to Business (B2B). E-commerce antara lain : . Pengalaman masa lalu . terjadi ketika bisnis menyediakan barang Bias kognitif . Usia dan perbedaan individu dan jasa untuk bisnis yang lain, seperti . Kepercayaan pada relevansi pribadi, dan periklanan online, perekrutan, kredit, . Eskalasi komitmen penjualan, riset pasar, dukungan teknis. E-commerce dan pelatihan E-commerce atau elektronik komersial Customer to Customer (C2C). merujuk pada semua aktifitas transaksional commerce terjadi ketika satu konsumen yang terjadi secara online (Sutedjo, 2. menjual barang atau jasanya langsung ke commerce mengarah pada platform digital konsumen yang lain, seperti dalam lelang yang menyediakan sarana transaksi barang dan jasa melalui internet. Perkembangan e- E-commerce memiliki beberapa manfaat bagi commerce tidak lepas dari kemajuan inovasi konsumen (Turban et al. , 2. 49 Manajemen FE Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 1. Januari 2023 Memungkinkan Penelitian yang dilakukan Asrizal Efendy Nasution dan Muhammad Taufik Lesmana selama 24 jam sehari sepanjang tahun dari . , menyimpulkan, kualitas pelayanan hampir setiap lokasi. berpengaruh positif dan signifikan terhadap Memberikan lebih banyak pilihan kepada keputusan pembelian konsumen. Menurut pelanggan, mereka bisa memilih berbagai Kotler (Fandy Tjiptono, produk dan banyak vendor. mengemukakan lima aspek yang berpengaruh Menyediakan produk dan jasa yang tidak atau tolak ukur dalam kualitas pelayanan, mahal kepada pelanggan dengan cara kelima aspek yang berpengaruh antara lain: Assurance melakukan perbandingan secara cepat. Informasi yang relevan secara detail dalam . kapasitas pegawai dalam memunculkan hitungan detik, bukan lagi hari atau perjanjian yang telah disepakati kepada Indikator Keputusan pemelihan E-commerce Pengalaman. Kepercayaan pada relevansi pribadi dan eskalasi komitmen Reliability . yaitu kemampuan dihadapi pelanggan, terpercaya dan akurat. Empathy Kualitas Pelayanan . masukan atau pengertian tentang masalah Menurut Kotler dalam Etta Mamang Sangadji . menyatakan bahwa kualitas yang dihadapi konsumen. Responsiveness . aya pelayanan atau jasa merupakan kondisi memberikan informasi secara jelas dan dinamis yang berhubungan dengan produk, mudah dipahami. jasa, manusia, proses, dan lingkungan yang Tangible . yakni penampilan memenuhi atau melebihi harapan. Sedangkan fisik yang rapi serta peralatan yang digunakan mendukung pelayanan. Moenir Indikator Kualitas Pelayanan dalam penelitian merupakan kegiatan yang dilakukan oleh ini adalah Assurance. Responsiveness, dan seseorang atau kelompok orang dengan Tangible landasan factor material, melalui system. Brand Image (Citra Mere. prosedur dan metode tertentu dalam rangka Menurut Kotler & Keller . alam Kurnia usaha memenuhi kepentingan orang lain Sari 2. citra merek . rand imag. adalah sesuai dengan haknya. persepsi dan keyakinan yang dilakukan oleh Menurut Garvin dalam Fandy Tjiptono konsumen, seperti yang tercermin dalam . menyatakan bahwa setidaknya ada lima perspektif ekspetasi pelanggan. Sedangkan menurut Ferrinadewi 50 Manajemen FE Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 1. Januari 2023 Aucitra merek adalah persepsi tentang brand tersebut . emudahan mendapatkan merek yang merupakan refleksi memori produk dan penawaran varian pake. konsumen akan asosiasinya pada merek Indikator Brand Image dalam penelitian ini adalah Favorability. Brand Strenght, dan Penelitian yang dilakukan oleh Febri Brand Uniqueness Surya Syahputra dan Farah Oktafani . , menyimpulkan brand image berpengaruh KERANGKA PEMIKIRAN HIPOTESA PENELITIAN DAN pembelian konsumen. Akan tetapi, hasil Penelitian ini akan mengukur pengaruh penelitian Bloemer, deRuyter & Peeters variabel independen, yaitu brand image dan . justru mengungkapkan brand image tidak memiliki hubungan yang signifikan pada dependen, yaitu keputusan pemilihan layanan keputusan pembelian konsumen. Karena e-commerce. Adapun kerangka pemikiran brand image dianggap tidak mengambil peran dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. yang mampu mempengaruhi konsumen dalam Menurut Keller . , di dalam brand image terdapat 3 faktor yang merangkai sebuah brand image, antara lain : Brand Favorability, terhadap brand, kepercayaan dan perasaan bersahabat dengan suatu brand, serta akan Gambar 2. Kerangka Pemikiran Sumber : Diolah Peneliti, 2022 Hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : sulit bagi brand, lain untuk dapat menarik konsumen yang sudah mencintai brand, hingga pada tahap ini . opularitas dan Brand Strength adalah seberapa sering seseorang terpikir tentang informasi suatu brand, ataupun kualitas dalam memproses segala informasi yang diterima konsumen ilai perusahaan dan atribu. Brand Uniqueness adalah membuat kesan H1: Diduga Brand Image berpengaruh terhadap keputusan Pemilihan Layanan eCommerce H2: Diduga Kualitas Pelayanan berpengaruh terhadap keputusan Pemilihan Layanan eCommerce H3: Diduga Brand Image dan Kualitas Pelayanan berpengaruh terhadap keputusan Pemilihan Layanan e-Commerce unik dan perbedaan yang berarti diantara brand lain serta membuat konsumen tidak METODE PENELITIAN mempunyai alasan untuk tidak memilih Obyek dan Waktu Penelitian 51 Manajemen FE Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 1. Januari 2023 Lokasi penelitian dilakukan di wilayah Pengukuran respon atau tanggapan Jakarta Timur. Sementara waktu penelitian responden pada penelitian ini menggunakan pada bulan September 2022. skala likert 1-5, yaitu skala 1 . angat tidak Populasi dan sampel Penelitian 2 . idak setuj. Populasi dalam penelitian ini adalah berdomisili di Jakarta Timur, dimana jumlah 5 . angat setuj. Metode Analisis Data Metode analisis data yang digunakan Menurut deskriptif dengan alat analisis statistic, dimana Sugiyono . , jika dalam penelitian tidak data dalam penelitian ini akan diolah dapat mengetahui populasinya secara pasti menggunakan statistic dan selanjutnya hasil maka, jumlah sampel dapat ditentukan dengan pengolahan data akan didiskripsikan untuk rumus Cochran, sebagai berikut : selanjutnya disimpulkan untuk menjawab pertanyaan penelitian dan menjawab hipotesis Analisis data dilakukan dengan Berdasarkan rumus tersebut, maka Partial Least Square (PLS) diperoleh jumlah sampel sebanyak 242 menggunakan software SmartPLS versi 3. Metode sampling yang digunakan PLS, yang meliputi uji instrumen penelitian, adalah simple random sampling dan purposive persamaan regresi (Path Coeffisien. Model sampling, dimana semua anggota populasi Fit, dan Uji Hipotesis Penelitian diberikan peluang yang sama sebagai sampel penelitian, selama memenuhi kriteria yang Adapun kriteria yang dimaksud ANALISIS DAN PEMBAHASAN Analisis data dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan analisis Konsumen yang berdomisili di Jakarta Sementara itu pengolahan data menggunakan software SmartPLS versi 3. Timur Hasil Pengolahan data sebagai berikut : Usia minimal 17 tahun Melakukan aplikasi online minimal 3 x dalam dua tahun terakhir Data Penelitian Sumber data dalam penelitian ini adalah data primer, yaitu data yang diperoleh secara langsung dari responden yang menjadi Gambar 3. Hasil Pengolahan Data narasumber penelitian. Dalam penelitian ini Sumber : Output Pengolahan Data SmartPLS 3. 0, 2022 Measurement Model (Outer Mode. penyebaran kuesioner, dengan jenis kuesioner 52 Manajemen FE Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 1. Januari 2023 Output ini merupakan pengukuran Sugiyono Penilaian discriminant validity merupakan . 2: . AuInstrumen penelitian adalah prasyarat untuk menganalisis hubungan antar Menurut Discriminant Validity Discriminant fenomena alam maupun sosial yang diamati. Ay merupakan tingkat diferensi suatu indikator Secara spesifik semua fenomena ini disebut variabel penelitian. Uji instrumen digunakan Discriminant untuk mengetahui apakah instrumen yang memastikan bahwa setiap konsep dari masing- digunakan dalam penelitian ini layak atau masing model laten berbeda dengan variabel tidak untuk digunakan dalam penelitian ini Digunakan untuk menguji adanya sebagai instrumen dalam penelitian ini. hubungan antara satu construct dengan Convergent Validity construct lain dalam model. Convergent Kriteria pengujian menggunakan Average Variance pengukuran didapat dari korelasi antara Extracted (AVE) dengan kriteria: jika nilai item/instrumen . oading AVE dari suatu variabel < 0,5 maka variabel tidak valid, dan jika nilai AVE dari suatu kriteria nilai loading factor dari setiap variabel Ou 0,5 maka variabel valid. Adapun hasil output pengelohan data dalam Berdasarkan pengolahan data pada gambar diatas loading faktor dan kesimpulan tersaji pada penelitian ini adalah sebagai berikut Tabel 2. Output Discriminant Validity Average tabel berikut: Tabel 1. Loading Factor Variabel Brand Image Kualitas Pelayanan Pemilihan EComer Indikator Loading X1_1 Variance Extracted (AVE) Kesimpulan 0,964 Factor Rule of Thumb 0,700 X1_2 0,717 0,700 Valid X1_3 0,970 0,700 Valid X2_1 0,986 0,700 Valid X2_2 0,985 0,700 Valid X2_3 0,984 0,700 Valid Y_1 0,986 0,700 Valid Y_2 0,992 0,700 Valid Y_3 0,995 0,700 Valid Valid Sumber : Data diolah Peneliti 2022 Brand Image 0,795 Pemilihan E-Commerce 0,982 Kualitas Pelayanan 0,970 Sumber: Data diolah Peneliti 2022 Dari hasil tabel diatas menunjukkan bahwa seluruh variabel dalam penelitian ini nilai AVE > 0,. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa semua konstruk atau variabel laten sudah memiliki discriminant Berdasarkan validity yang baik, dimana pada blok indikator konstruk tersebut lebih baik variabel dalam penelitian ini nilainya > 0,700, sehingga disimpulkan seluruh instrument variabel dalam penelitian ini valid daripada indikator blok lainnya. Composite Reliability Pengujian instrument selanjutnya adalah uji reliabilitas konstruk yang diukur 53 Manajemen FE Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 1. Januari 2023 dengan Composite Reliability (CR) dari Persamaan ini menggambarkan bahwa, jika blok indikator yang mengukur konstruk brand image naik sebesar satu satuan, maka akan meningkatkan nilai keputusan pemilihan reliabilitas yang baik. Menurut Hair et al. e-commerce sebesar 10,1%. koefisien composite reliability kenaikan nilai variabel kualitas pelayanan harus lebih besar dari 0. 7, dan Cronbach akan menyebabkan kenaikan nilai keputusan alpha Ou 0,6 atau 0,7, maka instrument pemilihan e-commerce sebesar 89,2% variabel reliabel. Uji Model Fit. Hasil output pengeolahan data sebagai Uji multikolinearitas. Pengujian ini digunakan untuk mengukur Tabel 3. CompositeReliability Cronbach's Composite Alpha Reliability hubungan antar variabel endogen. Model yang Kesimpulan BRAND IMAGE 0,867 0,919 Reliabel PEMILIHAN E- 0,991 0,994 Reliabel 0,984 0,990 Reliabel baik harus terbebas dari multikolinearitas. Kriteria Innerc Variance Inflation Factor (VIF) Values. COMMERCE KUALITAS PELAYANAN Sumber: Data diolah Peneliti 2022 disimpulkan bahwa seluruh instrument dimana, jika nilai Inner VIF Values > 10, maka terdapat multikolienaritas antar variabel Berdasarkan tabel output diatas, dapat Sementara endogen, dan jika nilai Inner VIF Values O 10, maka tidak terdapat multikolienaritas. Hasil pengolahan data sebagai berikut: Tabel 4. Inner VIF Values (Uji Multikolinearita. Compisire Reliability dan CronbachAos Apha lebih besar dari 0,7. BRAND PEMILIHAN KUALITAS IMAGE E-COMMERCE PELAYANAN BRAND IMAGE 9,539 PEMILIHAN E- Analisis Inner Model COMMERCE KUALITAS Path Coeffisient Berdasarkan gambar 3, menunjukkan bahwa brand image memiliki hubungan positif terhadap keputusan pemilihan e-commerce sebesar 0,101 atau sebesar 10,1%, sedangkan kualitas pelayanan juga memiliki hubungan terhadap kepututusan pemilihan e- commerce sebesar 0,892 atau sebesar 89,2%, 9,539 PELAYANAN Sumber: Data diolah Peneliti 2022 Berdasarkan menunjukkan nilai VIF < 10, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak . ntara variabel independen tidak ada hubungan langsun. , pada model ini. sementara konstanta sebesar 0,981. Dengan demikian model persamaan regresi dalam Uji Hipotesis penelitian ini adalah: Uji Y = 0,981 0,101X1 0,892X2 Hipotesa Pengaruh Variabel Independen terhadap Variabel Dependen 54 Manajemen FE Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 1. Januari 2023 Untuk mengetahui hubungan structural Berdasarkan hasil pengolahan data, maka antar variabel laten, harus dilakukan diperoleh hasil sebagai berikut: pengujian hipotesis terhadap koefisien membandingkan angka p-value dengan alpha . atau t-statistik sebesar (>1. Besarnya P-value dan juga tstatistik Gambar 4. Hasil Pengujian Hipotesis SmartPLS dengan menggunakan metode Sumber: Output Pengolahan Data SmartPLS 3. 0, 2022 Tabel 5. Total Effect (Uji Hipoteisi. Mean. STDEV. T-Values. P-Values Estimate T Statistics P Values 1 tail 0,101 1,758 0,079 Hipotesis Brand Image => Pemilihan ECommerce Pembelian Kualitas Pelayanan => Pemilihan ECommerce 0,892 15,546 0,000*** P Values 2 tail 0,0395 Kesimpulan Hipotesis tidak 0,000*** Hipotesis diterima Sumber: Data diolah Peneliti 2022 Berdasarkan output diatas, menunjukkan Sementara itu kualitas pelayanan berpengaruh signifikan terhadap keputusan berpengaruh terhadap keputusan pemilihan pemilihan layanan e-commerce. Kualitas layanan e-commerece dalam melakukan pelayanan dapat dipersepsikan baik atau Kondisi ini menggambarkan positif melalui jasa yang dirasakan oleh bahwa, brand image oleh konsumen bukan konsumen atau pelanggan, apakah sesuai sebagai pertimbangan dalam memutuskan dengan jasa yang diharapkan oleh mereka. memilih e-commerce mana yang akan Dengan digunakan sebagai jasa pelayanan dalam mempertimbangkan kualitas pelayanan membeli produk. Hal ini karena konsumen dalam keputusan memilih e-commerce beranggapan, semua layanan e-commerce dalam bertransaksi untuk membeli barang. pada dasarnya sama, baik fiturnya, jenis Konsumen mempertimbangkan berbagai produk-produk yang diinformasikan, harga fasilitas yang diberikan oleh e-commerce, produk yang diinformasikan juga tidak misalkan terkait dengan kecepatan dalam jauh berbeda antara satu jenis e-commerce merespon complain pelanggan, dan e- dengan e-commerce yang lainnya. Dengan commerce yang akan mengcover risiko Brand Image memprioritaskan apakah pembelian yang Selain itu konsumen juga dilakukan menggunakan jasa aplikasi e-commerce 55 Manajemen FE Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 1. Januari 2023 memberikan berbagai promosi seperti sedangkan sisanya sebanyak 1,9% dijelaskan pengakuan point atas nilai transaksi, dan oleh factor lain yang tidak digunakan dalam e-commerce penelitian ini. Kemudahan dalam layanan terkait dengan KESIMPULAN pembayaran juga menjadi bagian yang Berdasarkan analisis dan pembahasan, maka dipertimbangkan oleh konsumen dalam hasil penelitian ini menyimpulkan: memilih layanan e-commerce. Dari hasil Brand Image tidak berpengaruh terhadap keputusan pemilihan layanan e-commerce. bahwa, konsumen memilih layanan e- Karena konsumen merasakan bahwa tidak commerce dalam melakukan transaksi terdapat perbedaan brand image antara pembelian lebih banyak dipengaruhi oleh layanan e-commerce yang satu dengan kualitas pelayanannya baik. Hal ini dapat yang lainnya, sehingga image dari brand pemilihan e-commerce relative tinggi. menentukan pilihan menggunakan layanan e-commerce dalam bertransaksi Kualitas Pelayanan berpengaruh signifikan Koefisien Determinasi. Model structural di evaluasi R-square Nilai RA dapat digunakan untuk . tertentu dan variabel eksogen . apakah mempunyai pengaruh (Ghozali. Hasil pengoalahan data dalam penelitian ini, sebagai Karena konsumen mengutamakan layanan yang diberikan oleh e-commerce sebagai pertimbangan dalam memilih, terutama adalah e-commerce yang cepat tanggap terhadap keluhan pelanggan, kemampuan dalam memberikan informasi yang jelas dan akurat, serta beberapa promosi seperti pengakuan poin atas nilai transaksi yang Tabel 6. Koefisien Determinasi (RSquar. R Square PEMILIHAN COMMERCE terhadap pemilihan layanan e-commerce. 0,981 Sumber : Data diolah Peneliti 2022 telah dilakukan. Berdasarkan hasik koefisien determinasi (R-Squar. menunjukkan, secara bersamasama variabel Brand Image dan Kualitas Pelayanan Berdasarkan tabel diatas diperoleh nilai R- Square sebesar 0. 98, hal ini berarti sebesar memilih layanan e-commerce relative kuat, 98,1% variasi atau perubahan keputusan yaitu sebesar 98,1%, hampir mendekati pemeilihan e-commerce dipengaruhi oleh Brand Image dan Kualitas Pelayanan, 56 Manajemen FE Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS DAFTAR PUSTAKA