JPTIM - Jurnal Penelitian Terapan Ilmu Multidisiplin Vol. No. Maret 2025 Halaman : 25-35 ISSN :x-x PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. MITRASOFT INFONET CABANG JAKARTA PUSAT Rifqi Syafruddin1. Muhammad Yuda Alhabsyi2 Email : rifqisyafrudinn@gmail. com1, dosen00805@unpam. Program Studi Manajemen Program Sarjana Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Pamulang Tangerang Selatan1 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan pada PT. Mitrasoft Infonet Cabang Jakarta Pusat. Selain itu, peneletian ini juga meneliti peran kepemimpinan dan motivasi kerja apakah ada keterikatan atau hubungannya dengan kinerja karyawan. Sampel yang digunakan adalah teknik sampel jenuh yaitu 60 karyawan. Teknik pengumpulan data yang digunakan menggunakan kuesioner . dan observasi, selain itu teknik analisa data yang digunakan adalah uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik . ji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisita. , analisis regresi sederhana dan linier berganda, uji koefisien korelasi, uji koefisien determinasi dan pengujian hipotesis . ji parsial t dan uji simultan . dengan menggunakan IBM SPSS versi 26. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kepemimpinan dan motivasi kerja berpengaruh secara simultan dan signifikan terhadap kinerja dengan persamaan regresi Y = 13,688 0,196 X1 0,459 X2, dengan nilai koefisien determinasi sebesar 43,3%. Hasil uji hipotesis secara parsial variable kepemimpinan terhadap kinerja karyawan menunjukan bahwa kepemimpinan berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,050 dan nilai thitung > ttabel yaitu sebesar 5,464 > 2,003, sehingga H0 ditolak H1 diterima. Secara parsial motivasi kerja berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,050 dan nilai thitung > ttabel yaitu sebesar 6,423 > 2,003, sehingga H0 ditolak H2 diterima. Hasil uji F yaitu Fhitung > Ftabel 22,680 > 3,16 maka H0 ditolak dan H3 diterima. Dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh antara kepemimpinan dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan pada PT. Mitrasoft Infonet Cabang Jakarta Pusat. Kata kunci: Kepemimpinan. Motivasi Kerja dan Kinerja Karyawan ABSTRACT This study aims to determine the effect of leadership and work motivation on employee performance at PT. Mitrasoft Infonet Cabang Jakarta Pusat. In addition, this study also examines the role of leadership and work motivation whether there is a connection or relationship with employee performance. The sample used is a saturated sample technique, namely 60 employees. The data collection technique used was a questionnaire and observation, in addition, the data analysis technique used was a validity test, reliability test, classical assumption test . ormality test, multicollinearity test, heteroscedasticity tes. , simple and multiple linear regression analysis, correlation coefficient test, determination coefficient test and hypothesis testing . artial t test and simultaneous f tes. using IBM SPSS version 26. The results of this study indicate that leadership and work motivation have a simultaneous and significant effect on performance with a regression equation of Y = 688 0. 196 X1 0. 459 X2, with a determination coefficient value of 43. The partial hypothesis test results of the leadership variable on employee performance show that leadership has a significant effect on performance with a significance value of 0. 000 <0. 050 and a calculated t value> t table, which is 5. 464> 2. so H0 is rejected and H1 is accepted. Partially, work motivation has a significant effect on performance with a significance value of 0. 000 <0. 050 and a calculated t value> t table, which is 6. 423> 2. 003, so H0 is rejected and H2 is accepted. The results of the F test are F calculated> F table 22. 680> 3. 16, so H0 is rejected and H3 is accepted. It can be concluded that the results of the study indicate that there is an influence between leadership and work motivation on employee performance at PT. Mitrasoft Infonet Cabang Jakarta Pusat. Keywords: Leadership. Work Motivation and Employee Performance https://jurnal. id/index. php/JPTIM/index JPTIM - Jurnal Penelitian Terapan Ilmu Multidisiplin Vol. No. Maret 2025 Halaman : 25-35 PENDAHULUAN Sumber Daya Manusia merupakan salah satu faktor yang sangat penting bagi sebuah perusahaan untuk mencapai visi dan misi perusahaan tersebut. Akhir-akhir ini, informasi terbaru mengatakan bahwa karyawan bukan sebagai sumber tenaga kerja saja, melainkan modal atau asset bagi suatu perusahaan. Saat ini organisasi dituntut untuk memperbaiki sumber daya manusia yang berada di dalamnya agar tetap bertahan dalam menghadapi tekanan dalam persaingan, karena hal tersebut merupakan faktor kunci tercapainya tujuan perusahaan. Pencapaian tujuan perusahaan memiliki banyak unsur-unsur yang menjadi hal penting dalam pemenuhannya, diantaranya adalah unsur Kepemimpinan dan Motivasi. Kinerja karyawan adalah hasil kerja yang di capai seseorang secara kualitas dan kuantitas dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Kinerja karyawan sangat erat kaitannya dengan keunggulan kompetitif suatu perusahaan. Kinerja perusahaan sangat dipengaruhi oleh kinerja karyawan-karyawan atau sumber daya manusia yang ada di dalamnya. Kinerja yang tinggi akan menghasilkan efisiensi, efektivitas, dan produktivitas. Berbagai upaya yang dilakukan perusahaan untuk mengatasi persaingan dengan mempertahankan dan meningkatkan kinerja karyawan, salah satu upaya yang ditempuh oleh perusahaan yaitu dengan memperdayakan sumber daya yang ada melalui pengembangan ilmu pengetahuan sumber daya manusia guna menekan tingkat motivasi para karyawannya. Dengan demikian perusahaan dapat meningkatakan kinerja pada karyawan, agar kinerja karyawan semakin Kepemimpinan merupakan salah satu dimensi kompetensi yang sangat menentukan terhadap kinerja atau keberhasilan organisasi. Kepemimpinan adalah cara untuk memengaruhi orang lain agar menjadi efektif tentu setiap orang bisa berbeda dalam melakukan. Menurut Sunarsi . , kepemimpinan adalah kemampuan seorang dalam sebuah organisasi untuk meyakinkan orang lain sehingga dapat dikerahkan secara maksimal untuk melaksanakan tugas sesuai dengan tujuan organisasi. Motivasi kerja merupakan dorongan atau semangat yang menggerakan seseorang untuk melakukan pekerjaan dengan segala upaya dan bekerja secara efektif untuk mencapai tujuan ISSN :x-x (Caissar et al. , 2. Motivasi kerja merupakan sesuatu yang sangat dibutuhkan setiap individu untuk mencapai target atau hal yang dicapai dari pekerjaan tersebut. Dimana motivasi kerja ini membuat setiap individu menjadi semangat dan mempunyai dorongan untuk mempengaruhi setiap individu dalam bekerja. Kinerja menurut Rivai . adalah perilaku nyata yang ditampilkan setiap orang sebagai prestasi kerja yang dihasilkan oleh karyawan sesuai dengan perannya dalam Menurut Bangun mengatakan kinerja adalah hasil pekerjaan yang dicapai seseorang berdasarkan persyaratanpersyaratan pekerjaan, persyaratan biasa disebut dengan standar kerja, yaitu tingkat yang diharapkan suatu pekerjaan tertentu untuk dapat diselesaikan dan diperbandingan atas tujuan atau target yang ingin dicapai. Berdasarkan perusahaan, kinerja karyawan PT. Mitrasoft Infonet diduga belum tercapai dan kurang stabil atau fluktuatif, terindikasi dari kurangnya target yang tidak tercapai atau tidak sesuai harapan dalam beberapa tahun ini. Berikut adalah data tabel kinerja karyawan PT. Mitrasoft Infonet : Dari tabel 1. 1 di atas, hasil penilaian kinerja karyawan pada PT. Mitrasoft Infonet, dari total 60 karyawan realisasi pencapaian kerja masih berada pada kriteria cukup. Menunjukan bahwa dari kualitas kerja mencapai 90% pada tahun 2021, dan mengalami penurunan menjadi 85% pada tahun 2022,lalu mengalami penurunan kembali sampai 75% pada tahun 2023. Pada indikator kuantitas kerja mencapai 85% pada tahun 2021 dan mengalami penurunan menjadi 80% pada tahun 2022, lalu mengalami penurunan kembali sampai 70% pada tahun 2023. Pada indikator ketepatan waktu mencapai 80% pada tahun 2021 dan mengalami penurunan mencapai 75% ditahun 2022, lalu mengalami penurunan kembali sampai 65% pada tahun 2023. Ada juga indikator efektifitas yang menunjukan mencapai 85% pada tahun 2021 kemudian mengalami penurunan 80% di tahun https://jurnal. id/index. php/JPTIM/index JPTIM - Jurnal Penelitian Terapan Ilmu Multidisiplin Vol. No. Maret 2025 Halaman : 25-35 2022 dan sampai mencapai 75% di tahun 2023. Kemudian pada indikator kemandirian yang menunjukan 75% pada tahun 2021 kemudian mengalami penurunan 70% di tahun 2022 dan 65% pada tahun 2023. Pemimpin berperan penting dalam menciptakan iklim kerja yang baik, solid, dan harmonis bagi karyawan guna menumbuhkan semangat kerja sehingga dapat meningkatkan kinerja serta dapat menciptakan kualitas pekerjaan sesuai dengan yang diharapkan. Pemimpin harus dapat menjalin kerja sama yang baik dengan bawahan untuk mencapai tujuan perusahaan. Dengan cara seperti itu, maka pemimpin akan banyak mendapat bantuan berupa pikiran, semangat, dan tenaga dari bawahan yang akan menimbulkan semangat bersama dan rasa persatuan, sehingga akan memudahkan proses pendelegasian dan pemecahan masalah yang semuanya dilakukan untuk memajukan perusahaan. Berikut hasil pra-survey penelitian kepada karyawan pada PT. Mitrasoft Infonet mengenai kondisi kepemimpinan menunjukkan hasil sebagai Berdasarkan Tabel 1. 3 dapat dilihat bahwa kepemimpinan di PT. Mitrasoft Infonet secara keseluruhan belum sesuai dengan yang diharapkan, hal ini dikarenakan masih terdapat beberapa Seperti mengenai pimpinan yang kurang memberikan motivasi kepada karyawan, dan dalam mengambil suatu keputusan pemimpin tidak melakukan musyawarah, juga kemampuan pemimpin yang kurang baik dalam mengawasi Hal tersebut menyebabkan pekerjaan yang dilakukan menjadi kurang menarik menurut tanggapan karyawan. Berikut hasil pra-survey penelitian kepada karyawan pada PT. Mitrasoft Infonet mengenai kondisi motivasi menunjukkan hasil sebagai ISSN :x-x Berdasarkan Tabel 1. 2 dapat dilihat bahwa motivasi di PT. Mitrasoft Infonet secara keseluruhan belum sesuai dengan yang diharapkan, hal ini dikarenakan masih terdapat beberapa indikator mengenaI motivasi yang mendapatkan kecenderungan negatif dari karyawan, seperti mengenai pimpinan yang kurang memberikan motivasi dan kemampuan pemimpin yang kurang baik dalam mengawasi bawahannya. Hal tersebut menyebabkan bila pekerjaan yang akan menjadi kurang menarik menurut tanggapan karyawan. METODE PENELITIAN Penelitian penelitian kuantitatif dan menggunakan metode Penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandasan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrument penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan (Sugiyono 2019:. Sedangkan menurut Sugiyono . metode asosiatif merupakan suatu rumusan masalah penelitian yang besifat menanyakan hubungan antara dua variabel atau lebih. Penelitian ini mempunyai tingkatan tertinggi dibandingkan dengan diskriptif dan komparatif karena dengan penelitian ini dapat dibangun suatu teori yang dapat berfungsi untuk menjelaskan, meramalkan dan mengontrol suatu gejala. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Uji Reliabilitas Uji reliabilitas dilakukan untuk mengetahui seberapa jauh hasil pengukuran tetap konsisten apabila dilakukan dua kali atau lebih terhadap gejala yang sama dengan menggunakan alat pengukur yang sama. Untuk itu, dilakukan uji reliabilitas pada instrument penelitian dengan https://jurnal. id/index. php/JPTIM/index JPTIM - Jurnal Penelitian Terapan Ilmu Multidisiplin Vol. No. Maret 2025 Halaman : 25-35 menghitung nilai Crobanch Alpha, kuesioner dikatakan reliabel jika nilai Crobanch Alpha diatas 0,60. Suatu variabel penelitian dikatakan reliabel apabila memenuhi kriteria sebagai berikut: Jika Crobanch Alpha > 0,60 maka dikatakan . Jika Crobanch Alpha < 0,60 maka dikatakan tidak reliabel. Taraf signifikansi = 0,05 . %) dengan tingkat kepercayaan pengujiannya adalah 95%. Berikut ini hasil perhitungan uji reliabilitas pada masing-masing menggunakan software system SPSS versi 26, sebagai berikut: Uji Reliabilitas Variabel Kepemimpinan (X. Dari Kepemimpinan (X. dapat dilihat pada tabel dibawah ini: ISSN :x-x Dari hasil uji reliabilitas pada tabel diatas, dapat dilihat bahwa nilai Crobanch alpha pada variabel kinerja karyawan (Y) adalah 0,722 dengan nilai lebih besar dari 0,60 sehingga dapat dikatakan item pernyataan pada variabel tersebut adalah reliabel. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Uji normalitas dilakukan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel dependen dan independen berdistribusi normal atau berdistribusi tidak normal. Modal regresi yang baik adalah distribusi data normal atau mendekati normal. Untuk memastikan asumsi bahwa persamaan tersebut berdistribusi normal dilakukan melalui pendekatan alat ukur perhitungan residual variabel terikat (Y). Uji normalitas dalam penelitian ini menggunakan residual variabel yaitu KolmogrovSmirnov Test dengan syarat sig. hasil perhitungan > 0,05. Adapun hasil uji normalitas dengan KolmogrovSmirnov Test yang dihitung menggunakan software system SPSS versi 26 adalah sebagai berikut: Dari hasil uji reliabilitas pada tabel diatas, dapat dilihat bahwa nilai Crobanch alpha pada variabel kepemimpinan (X. adalah 0,849 dengan nilai lebih besar dari 0,60, sehingga dapat dikatakan item pernyataan pada variabel tersebut adalah reliabel. Uji Reliabilitas Variabel Motivasi Kerja (X. Dari hasil uji reliabilitas variabel Motivasi Kerja (X. dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Dari hasil uji reliabilitas pada tabel diatas, dapat dilihat bahwa nilai Crobanch alpha pada variabel motivasi kerja (X. adalah 0,763 dengan nilai lebih besar dari 0,60, sehingga dapat dikatakan item pernyataan pada variabel tersebut adalah reliabel. Uji Reliabilitas Variabel Kinerja Karyawan (Y) Dari hasil uji reliabilitas variabel kinerja karyawan (Y) dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Berdasarkan uji statistik Kolmogrov-Smirnov pada tabel di atas diperoleh nilai signifikan, pengaruh Kepemimpinan (X. Motivasi Kerja (X. , dan Kinerja Karyawan (Y) sebesar 0,2 yang artinya > 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil distribusi data tersebut memiliki data normal, artinya sampel diambil dalam penelitian ini dapat mendekati karakteristik populasi yang hendak Dengan kata lain responden yang diambil sebagai sampel dalam penelitian ini dapat mewakili karakteristik populasi. Jika dilihat dari tabel hasil Kolmogrov-Smirnov Test diatas, berarti H0 diterima yang artinya data residual terdistribusi dengan normal. Uji normalitas juga digunakan dengan menggunakan grafik probability plot dimana residual dapat dilihat dengan penyebaran titik mengikuti arah garis horizontal. Berikut adalah hasil uji normalitas dengan menggunakan grafik probability plot yang diolah menggunakan software SPSS versi 26: https://jurnal. id/index. php/JPTIM/index JPTIM - Jurnal Penelitian Terapan Ilmu Multidisiplin Vol. No. Maret 2025 Halaman : 25-35 Berdasarkan gambar di atas dapat diamati bahwa penyebaran tititk residual mengikuti atau mendekati pola garis diagonal sehingga dapat disimpulkan bahwa data berkontribusi normal. Uji Multikolinearitas Untuk mengetahui besar atau tidaknya pengaruh variabel independen atau bebas, dasar pengambilan keputusan pada multikolonieritas dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu : Melihat nilai Tolerance . Jika nilai tolerance lebih besar dari 0,10 maka artinya tidak terjadi multikolonieritas terhadap data yang di uji. Jika nilai tolerance lebih kecil dari 0,10 multikolonieritas terhadap data yang di uji. Melihat nilai VIF (Variance Inflation Facto. Jika nilai VIF lebih kecil dari 10,00 multikolinieritas terhadap data yang di . Jika nilai VIF lebih besar dari 10,00 maka artinya terjadi multikolinieritas terhadap data yang di uji. ISSN :x-x Dari data tabel diatas maka dapat disimpulkan dalam uji multikoliniearitas ini adalah: Jika dilihat dari hasil nilai tolerance pada variabel kepemimpinan sebesar 0,470 dan variabel motivasi kerja sebesar 0,470. Maka dapat disimpulkan bahwa nilai dari masingmasing variabel lebih besar dari 0,10, yang artinya tidak terjadi multikoliniearitas terhadap data yang diuji. Jika dilihat dari hasil nilai VIF pada variabel kepemimpinan sebesar 2,126 dan variabel motivasi kerja 2,126. Maka dapat disimpulkan bahwa nilai dari masing-masing variabel lebih kecil dari 10,00 yang artinya tidak terjadi multikoliniearitas terhadap data yang diuji. Uji Heterokedastisitas Uji heteroskedastisitas dimaksudkan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varian residual dari suatu pegamatan ke pengamatan lain. Untuk mendeteksi terjadi heteroskedastisitas atau tidak adalah dengan melihat grafik scatter plot pada nilai prediksi variabel terikat (ZPRED) dan nilai residualnya (SRESID). Kriteria pengambilan keputusan: Jika titik-titik pada gambar yang dihasilkan membentuk pola tertentu yang teratur maka telah terjadi heterokedastisitas. Namun jika menyebar tanpa membentuk pola tertentu, maka model tersebut tidak terjadi Berikut ini hasil uji heteroskedastisitas yang dihitung menggunakan software system SPSS versi 26, dapat dilihat pada gambar dibawah ini: Berdasarkan hasil uji multikolinieritas dengan menggunakan SPSS versi 26: https://jurnal. id/index. php/JPTIM/index JPTIM - Jurnal Penelitian Terapan Ilmu Multidisiplin Vol. No. Maret 2025 Halaman : 25-35 Pada gambar diatas, titik-titik pada grafik scatterplot tidak mempunyai pola penyebaran yang jelas dan titik-titik tersebut menyebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y, dengan demikian hal ini menunjukan bahwa tidak terdapat gangguan Analisis Regresi Linier Sederhana dan Linier Berganda Analisis Regresi Linier Sederhana Analisis regresi linier sederhana digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen, yaitu dengan mencari persamaan regresi yang bermanfaat untuk meramal nilai variabel dependen berdasarkan nilai-nilai variabel independennya serta menganalisis hubungan antara variabel dengan dua atau lebih variabel independen baik secara parsial maupun Untuk mengetahui pengaruh masingmasing variabel independen yaitu kepemimpinan (X. secara parsial terhadap variabel depanden kinerja karyawan (Y) dan variabel independen motivasi kerja (X. secara parsial terhadap variabel dependen kinerja karyawan (Y). Adapun hasil analisis regresi linier sederhana yang dihitung menggunkan software system SPSS versi 26 sebagai Berdasarkan hasil analisis regresi pada tabel diatas dapat diperoleh: Nilai signifikansi dari tabel coefficientsa diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,020 < 0,05 pada variabel Kepemimpinan (X. , sehingga dapat diartikan bahwa variabel ISSN :x-x Kepemimpinan (X. berpengaruh terhadap variabel kinerja karyawan (Y) dan diperoleh nilai signifikasnsi sebesar 0,002 < 0,05 pada variabel Motivasi Kerja (X. , sehingga dapat diartikan bahwa variabel Motivasi Kerja (X. berpengaruh terhadap variabel kinerja karyawan (Y). Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa variabel Kepemimpinan (X. dan variabel Motivasi Kerja (X. berpengaruh terhadap variabel Kinerja Karyawan (Y). Berdasarkan nilai t : diketahui nilai thitung sebesar 2,678 > ttabel 2,003 untuk variabel Kepemimpinan (X. , dan diketahui nilai thitung sebesar 3,253 > ttabel 2,003 untuk variabel Motivasi Kerja (X. , sehingga dapat disimpulkan bahawa variabel Kepemimpinan (X. dan variabel Motivasi Kerja (X. berpengaruh terhadap variabel kinerja karyawan (Y). Analisis Regresi Linier Berganda Analisis linier berganda digunakan unutk mengetahui signifikansi pengaruh Kepemimpinan (X. dan Motivasi Kerja (X. terhadap kinerja karyawan (Y) dengan menggunakan software system SPSS versi 26. Berikut hasil analisis regresi linier berganda: Berdasarkan hasil analisis regresi pada tabel diatas, dapat diperoleh persamaan regresinya Y = 13,688 0,196 X1 0,459 X2. Dari hasil persamaan regresi linier berganda tersebut maka dapat disimpulkan sebagai berikut: Nilai konstanta sebesar 13,688 menyatakan bahwa jika nilai variabel kepemimpinan (X. dan motivasi kerja (X. tidak ada atau = 0, maka nilai kinerja karyawan (Y) adalah sebesar 13,688. Koefisien regresi variabel kepemimpinan (X. 0,196, mengandung arti setiap penambahan 1 . poin variabel kepemimpinan, maka hal itu akan https://jurnal. id/index. php/JPTIM/index JPTIM - Jurnal Penelitian Terapan Ilmu Multidisiplin Vol. No. Maret 2025 Halaman : 25-35 meningkatkan kinerja karyawan sebesar 0,196 kali. Koefisien regresi variabel motivasi kerja (X. 0,459, mengandung arti setiap penambahan 1 . poin variabel motivasi kerja, maka hal itu akan meningkatkan kinerja karyawan sebesar 0,459 kali. Interprestasi dari persamaan diatas adalah bahwa koefisien regresi variabel kepemimpinan (X. 0,196 dan motivasi kerja (X. 0,459, yaitu mengandung implikasi bahwa kepemimpinan dan motivasi kerja berpengaruh positif dan searah dengan variabel kinerja karyawan. Uji Koefisien Korelasi Uji koefisien korelasi digunakan untuk mengukur seberapa besar hubungan linear variabel bebas yang diteliti dengan variabel terikat. Analisis ini bertujuan untuk menentukan suatu besaran yang menyatakan bagaimana kuat hubungan suatu variabel dengan variabel lain yakni variabel X terhadap variabel Y. Untuk bentuk atau arah hubungan, nilai koefisien korelasinya dinyatakan dalam positif ( ) dan negatif (-) atau (-1 O Kk Ou . dengan asumsi: Jika koefisien korelasi bernilai positif maka variabel-variabel berkorelasi positif, artinya jika variabel yang satu naik atau turun maka variabel yang lainnya juga naik atau turun. Semakin dekat nilai koefisien korelasi ke 1 semakin kuat korelasi positifnya. Jika koefisien korelasi bernilai negatif maka variabel-variabel berkorelasi negatif, artinya jika variabel yang satu naik atau turun maka variabel lainnya juga naik atau turun. Semakin dekat nilai korelasi ke -1 semakin kuat korelasi Jika koefisien korelasi bernilai . nol maka variabel tidak menunjukkan korelasi r. Berikut adalah dasar pengambilan keputusan dalam Uji Korelasi Pearson : Berdasarkakan nilai Sig. -taile. Jika nilai Sig. < 0,05, maka terdapat korelasi antara variabel Kepemimpinan (X. Motivasi Kerja (X. , dan Kinerja Karyawan (Y). Jika nilai Sig. > 0,05, maka tidak terdapat korelasi antara variabel Kepemimpinan (X. Motivasi Kerja (X. dan Kinerja Karyawan (Y). Berdasarkan nilai r hitung Jika nilai r hitung > r tabel, maka terdapat korelasi antara variabel Kepemimpinan (X. Motivasi Kerja (X. , dan Kinerja Karyawan (Y). Jika r hitung < r tabel, maka tidak terdapat korelasi antara variabel Kepemimpinan (X. ISSN :x-x Motivasi Kerja (X. , dan Kinerja Karyawan (Y). Analisis ini berguna untuk menentukan suatu besaran yang menyatakan bagaimana kuatnya hubungan suatu variabel dengan variabel lainnya, berikut adalah tabel interprestasi koefisien korelasi: Berikut adalah hasil perhitungan koefisien korelasi berdasarkan data hasil kuesioner yang diperoleh dan diolah menggunakan software system SPSS versi 26. Hasil Korelasi antara Kepemimpinan (X. Terhadap Kinerja Karyawan (Y) Berdasarkan hasil korelasi pada tabel di atas, maka diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,000 < 0,05 dan nilai rhitung > rtabel . ,583 > 0,. dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi antara variabel kepemimpinan (X. dan kinerja karyawan (Y) dengan tingkat korelasi sedang. Hasil Korelasi antara Motivasi Kerja (X. Terhadap Kinerja Karyawan (Y). Berdasarkan hasil korelasi pada tabel diatas, diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,000 < https://jurnal. id/index. php/JPTIM/index JPTIM - Jurnal Penelitian Terapan Ilmu Multidisiplin Vol. No. Maret 2025 Halaman : 25-35 0,05 dan nilai rhitung > rtabel . ,645 > 0,. dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi antara variabel Motivasi Kerja (X. dan Kinerja Karyawan (Y) dengan tingkat korelasi kuat. Hasil Korelasi antara Kepemimpinan (X. dan Motivasi Kerja (X. terhadap Kinerja Karyawan (Y) Berdasarkan hasil korelasi pada tabel diatas, diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,666, artinya variabel Kepemimpinan (X. dan vaiabel Motivasi Kerja (X. secara simultan memiliki tingkat kekuatan hubungan yang kuat terhadap variabel Kinerja Karyawan (Y). Uji Koefisien Determinasi Analisis Koefisien determinasi dimaksudkan untuk mengetahui presentase pengaruh variabel independen terhadapan dependen baik secara parsial maupun secara simultan. Dalam analisis ini digunakan rumus KD = R2 x 100%. Adapun hasil analisisnya yang dihitung menggunakan software system SPSS versi 26 sebagai berikut: Nilai koefisien determinasi yang diperoleh dari hasil uji parsial pada tabel diatas sebesar 0,340, maka dapat disimpulkan bahwa variabel Kepemimpinan (X. memiliki kontribusi pengaruh terhadap variabel kinerja karyawan (Y) sebesar Berdasarkan uji koefisein determinasi sebesar 0,416 maka dapat disimpulkan bahwa variable motivasi kerja (X. memiliki kontribusi pengaruh terhadap variabel kinerja karyawan (Y) sebesar 41,6%. ISSN :x-x Berdasarkan determinasi pada tabel diatas, diperoleh nilai koefisien determinasi (R-Squar. sebesar 0,443, maka dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan (X. dan motivasi kerja (X. secara bersama-sama memiliki kontribusi pengaruh sebesar 43,3% terhadap kinerja karyawan (Y). Pengujian Hipotesis Pengujian Hipotesis Secara Parsial (Uji . Pengaruh Kepemimpinan (X. Terhadap Kinerja Karyawan (Y) Pengujian hipotesis secara parsial dimaksudkan untuk menguji secara statistik . apakah rumusan hipotesis yang dibuat diterima atau Pengujian pegaruh dalam penelitian ini antara variabel independen terhadap variabel dependen secara parsial. Signifikansi dalam penelitian ini digunakan 5% . dengan membandingkan thitung dengan ttabel dengan kriteria sebagai berikut: Jika thitung > ttabel , maka H0 ditolak dan H1 diterima. Jika thitung > ttabel, maka H0 diterima dan H1 ditolak. ,05/2 . 60-2-. = 57 maka didapat nilai ttabel sebesar 2,003 Rumus hipotesisnya: H0 Tidak terdapat pengaruh antara Terdapat Adapun hasil pengujian hipotesis tersebut diatas yang dihitung menggunakan software system SPSS versi 26, sebagai berikut: Berdasarkan tabel diatas, diperoleh nilai thitung > ttabel atau . ,464 > 2,. hal tersebut juga diperkuat https://jurnal. id/index. php/JPTIM/index JPTIM - Jurnal Penelitian Terapan Ilmu Multidisiplin Vol. No. Maret 2025 Halaman : 25-35 dengan nilai probabiliti signifikansi 0,000 < 0,050. Dengan demikian hipotesis yang menyatakan terdapat pengaruh positif dan signifikansi secara parsial antara kepemimpinan (X. dan kinerja karyawan (Y) dapat diterima. Variabel Motivasi Kerja (X. Terhadap Kinerja Karyawan (Y) Pengujian dimaksudkan untuk menguji secara statistik . apakah rumusan hipotesis yang dibuat diterima atau ditolak. Pengujian pegaruh dalam penelitian ini antara variabel independen terhadap variabel dependen secara parsial. Signifikansi dalam penelitian ini . membandingkan thitung dengan ttabel dengan kriteria sebagai berikut: Jika thitung > ttabel, maka H0 ditolak dan H2 diterima. Jika thitung > ttabel, maka H0 diterima dan H2 ditolak. ,05/2 . 60-2-. = 57 maka didapat nilai ttabel sebesar 2,003 Rumus hipotesisnya: H0 Tidak terdapat pengaruh antara motivasi kerja terhadap kinerja H2 Terdapat pengaruh antara motivasi kerja terhadap kinerja karyawan. Adapun hasil pengujian hipotesis tersebut diatas yang dihitung menggunakan software system SPSS versi 26, sebagai Berdasarkan hasil analisis pada tabel diatas diperoleh nilai thitung > ttabel atau . ,423> 2,. hal ini diperkuat dengan nilai probabiliti signifikansi 0,000 < 0,050. Dengan demikian hipotesis yang menyatakan terdapat pengaruh positif dan signifikan secara parsial antara Motivasi Kerja (X. dan Kinerja Karyawan (Y). Pengujian Hipotesis Secara Simultan (Uji F) Pengujian dimaksudkan untuk mengetahui paengaruh variabel kepemimpinan (X. dan motivasi kerja (X. ISSN :x-x terhadap variabel kinerja karyawan (Y) dapat dilakukan dengan uji statistik F . ji simulta. Signifikansi dalam penelitian ini digunakan 5% . dengan membandingkan Fhitung dengan Ftabel dengan kriteria sebagai berikut: Jika Fhitung < Ftabel, maka H0 diterima dan H3 . Jika Fhitung > Ftabel, maka H0 ditolak dan H3 Besarnya Ftabel dicari dengan ketentuan . -k-. , maka diperoleh . -2-. = 57, sehingga Ftabel = 3,16. Adapun rumusan hipotesisnya adalah: H0 Tidak kepemimpinan (X. dan motivasi kerja (X. terhadap kinerja karyawan (Y). H3 Terdapat pengaruh antara kepemimpinan (X. dan motivasi kerja (X. terhadap kinerja karyawan (Y). Adapun hasil pengujian hipotesis tersebut di atas yang dihitung menggunakan software system SPSS versi 26, sebagai berikut: Berdasarkan hasil pengujian pada tabel diatas, diperoleh nilai Fhitung > Ftabel atau . ,680 > 3,. hal ini juga diperkuat dengan nilai probabiliti signifikansi sebesar 0,000 < 0,050. Dengan demikian maka H0 ditolak dan H3 diterima yakni hipotesis ketiga yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikansi secara bersama-sama antara variabel kepemimpinan (X. dan motivasi kerja (X. terhadap kinerja karyawan (Y) dapat diterima. Berdasarkan hasil pengujian pada tabel diatas, diperoleh nilai Fhitung > Ftabel atau . ,680 > 3,. hal ini juga diperkuat dengan nilai probabiliti signifikansi sebesar 0,000 < 0,050. Dengan demikian maka H0 ditolak dan H3 diterima yakni hipotesis ketiga yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikansi secara bersama-sama antara variabel kepemimpinan (X. dan motivasi kerja (X. terhadap kinerja karyawan (Y) dapat diterima. Pembahasan Penelitian Kepemimpinan (X. Terhadap Kinerja Karyawan (Y) Kepemimpinan (X. berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan (Y) dengan https://jurnal. id/index. php/JPTIM/index JPTIM - Jurnal Penelitian Terapan Ilmu Multidisiplin Vol. No. Maret 2025 Halaman : 25-35 nilai korelasi sebesar 0,583 artinya kedua variabel mempunyai tingkat pengaruh yang sedang dengan nilai koefisien determinasi atau kontribusi pengaruh sebesar 0,340 atau sebesar 34 % sedangkan sisanya 66 % dipengaruh faktor lain. Berdasarkan uji parsial . terdapat pengaruh Kepemimpinan (X. terhadap Kinerja Karyawan (Y) dengan bukti nilai uji t variabel Kepemimpinan (X. dengan thitung sebesar 5,464 dan signifikansinya sebesar 0,000. Karena thitung lebih besar ttabel . ,464 > 2,. dan signifikansi lebih kecil dari 5% . maka H1 diterima H0 ditolak, dapat dinyatakan bahwa Kepemimpinan (X. berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan (Y). Eko Sudarso Jurnal Ilmiah Swara Manajemen (Swara Mahasiswa Manajeme. Vol 3 . Juni, 2023, 343-351. Kepemimpinan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan dengan persamaan regresi Y = 15. 621X1, koefisien korelasi sebesar 0. 629 artinya kedua variabel mempunyai tingkat hubungan yang kuat. Pengaruh Motivasi Kerja (X. Terhadap Kinerja Karyawan (Y) Terdapat pengaruh Motivasi kerja (X. terhadap kinerja karyawan (Y) dengan bukti nilai uji t variabel motivasi kerja (X. dengan thitung sebesar 6,423 dan signifikansinya sebesar 0,000. Karena thitung lebih besar ttabel . ,423 > 2,. dan signifikansi lebih kecil dari 5% . maka H2 diterima H0 ditolak, dapat dinyatakan bahwa motivasi kerja (X. berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan (Y). Berdasarkan hasil statistik, diperoleh nilai persamaan regresi Y = 19. 537X1, koefisien korelasi sebesar 0. 593 artinya kedua variabel mempunyai tingkat hubungan yang kuat. Nilai determinasi atau kontribusi pengaruh sebesar 0,352 atau sebesar 35. 2% sedangkan sisanya sebesar 8% dipengaruhi oleh faktor lain. Uji hipotesis diperoleh nilai t hitung > t tabel atau . Dengan demikian H0 ditolak dan H2 diterima artinya terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial antara Motivasi Kerja terhadap kinerja karyawan pada PT. Lotte Shopping Indonesia Ciputat. Pengaruh Kepemimpinan (X. dan Motivasi Kerja (X. Terhadap Kinerja Karyawan (Y) Diketahui nilai signifikansi pada uji simultan . diperoleh hasil sebesar 22,680. Berdasarkan hasil pengujian pada tabel diatas, diperoleh nilai Fhitung > Ftabel atau . ,680 > 3,. hal ini juga diperkuat dengan nilai probabiliti signifikansi sebesar 0,000 < 0,050. Dengan demikian maka H0 ISSN :x-x ditolak dan H3 diterima yakni hipotesis ketiga yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikansi secara bersama-sama antara variabel Kepemimpinan (X. dan Motivasi Kerja (X. terhadap kinerja karyawan (Y) dapat diterima. Eko Sudarso / Jurnal Ilmiah Swara MaNajemen (Swara Mahasiswa Manajeme. Vol 3 . Juni, 2023, 343-351. Berdasarkan pada hasil pengujian diperoleh nilai F hitung > F tabel atau . , hal ini juga diperkuat dengan A value < Sig. 0,05 atau . ,000 < 0,. Dengandemikian maka H0 ditolak dan H3 diterima, hal ini yangsignifikan secara simultan antara Motivasi Kerja dan Kepemimpinan kerja terhadap kinerja karyawan pada PT. Lotte Shopping Indonesia Ciputat. Jadi bedasarkan hasil yang di dapat dari uji t variabel Kepemimpinan (X. dan variabel Motivasi Kerja (X. dalam hal ini dapat di lihat bahwa variabel Kepemimpinan (X. dengan thitung sebesar 5,464 dan signifikansinya sebesar 0,000. Karena thitung lebih besar ttabel . ,464 > 2,. Sementara variabel Motivasi Kerja (X. dengan thitung sebesar 6,423 dan signifikansinya sebesar 0,000. Karena thitung lebih besar ttabel . ,423 > 2,. Dalam hal ini variabel Motivasi Kerja (X. lebih mendominasi untuk di perhatikan oleh PT. Mitrasoft Infonet agar Kinerja Karyawan (Y) dapat berjalan sesuai apa yang di capai oleh perusahaan dan menjadi pendorong untuk membantu memperlancar jalannya Visi dan Misi Perusahaan tersebut, serta memberikan apresiasi terhadap karyawan agar dapat memberikan kinerja yang lebih baik lagi untuk membantu mencapai tujuan KESIMPULAN Berdasarkan bab-bab sebelumnya, dan dari hasil analisis serta pembahasan mengenai Pengaruh Kepemimpinan dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Mitrasoft Infonet Cabang Jakarta Pusat, maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut: Pengaruh Kepemimpinan terhadap Kinerja Karyawan sebesar 5,464 dan signifikansi 0,000. Karena thitung lebih besar ttabel . ,464 > 2,. dan signifikansi lebih kecil dari 5% maka H1 diterima dan H0 ditolak, dapat dinyatakan bahwa kepemimpinan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT. Mitrasoft Infonet. Pengaruh Motivasi Kerja terhadap Kinerja Karyawan sebesar 6,423 dan signifikansi sebesar 0,000. Karena thitung lebih besar ttabel https://jurnal. id/index. php/JPTIM/index JPTIM - Jurnal Penelitian Terapan Ilmu Multidisiplin Vol. No. Maret 2025 Halaman : 25-35 . ,423 > 2,. dan signifikansi lebih kecil dari 5% maka H2 diterima dan H0 ditolak, dapat dinyatakan bahwa motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT. Mitrasoft Infonet. Pengaruh Kepemimpinan dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Karyawan. Dan nilai Adjusted R Square sebesar 0,443 yang menunjukan bahwa variabel kinerja karyawan dipengaruhi oleh variabel Kepemimpinan dan Motivasi Kerja. Dengan demikian dapat dapat disimpulkan bahwa Kepemimpinan dan Motivasi Kerja secara simultan berpengaruh positif terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Mitrasoft Infonet dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian ini dan persamaan koefisein regesinya Y = 13,688 0,196 X1 0,459 X2. DAFTAR PUSTAKA