Jayapangus Press Jurnal Penelitian Agama Hindu Volume 9 Nomor 4 . ISSN : 2579-9843 (Media Onlin. Penguatan Toleransi Melalui Kampung Moderasi Beragama Untuk Membangun Ketahanan Ideologi Pancasila Di Daerah Istimewa Yogyakarta Abd. MuAoid Aris Shofa1*. Mifdal Zusron Alfaqih1. Alfian Fawaidil Wafa1. Pipit Widiatmaka2 Universitas Negeri Malang. Indonesia Universitas Sebelas Maret. Indonesia *abd. fis@um. Abstract Diversity in society, whether in terms of religion, language, ethnicity, tribe, and so on, is an unavoidable fact, especially for the Indonesian people. Therefore, this diversity must be managed and accommodated effectively to prevent it from becoming a threat that could lead to vertical or horizontal conflict. This research aims to. finding out the pattern of strengthening tolerance in religious moderation villages in the Special Region of Yogyakarta, . finding out local actors involved in strengthening tolerance in religious moderation villages in the Special Region of Yogyakarta, and . finding out the implications for the resilience of Pancasila ideology in the Special Region of Yogyakarta. This study uses a qualitative approach with a descriptive research method. The data collection technique in this study used in-depth interviews, participatory observation, and The data validity test used was data triangulation, and the triangulation of data analysis methods and techniques used was interactive data analysis. The results of the study show that the pattern of strengthening religious tolerance is carried out by the village government in collaboration with religious leaders and community leaders by organizing Pancasila birthday gadgets (June . , regular interfaith dialogues, and involving religious leaders in various activities. Local actors involved in strengthening tolerance in religious moderation villages are village heads, hamlet heads, religious leaders, community leaders, and youth leaders. Strengthening tolerance through religious moderation in villages has implications for increasing the resilience of Pancasila ideology in the Special Region of Yogyakarta, considering that the religious level of the community is increasing, and the harmony of life between religious people Keywords: Tolerance. Religious Moderation. Religious People. Ideological Resilience Abstrak Keberagaman dalam masyarakat baik yang menyangkut agama. Bahasa, etnis, suku dan sebagainya adalah fakta yang tidak dapat dihindari dan di pungkiri khususnya bagi bangsa Indonesia. Sehingga keberagaman itu harus mampu di Kelola dan di akomodasi dengan baik agar tidak menjadi ancaman yang bisa mengakibatkan konflik baik vertikal ataupun yang horizontal. penelitian ini memiliki tujuan . untuk mengetahui pola penguatan toleransi di kampung moderasi beragama di Daerah Istimewa Yogyakarta, . untuk mengetahui aktor lokal yang terlibat dalam penguatan toleransi di kampung moderasi beragama di Daerah Istimewa Yogyakarta, dan . untuk mengetahui implikasinya terhadap ketahanan ideologi Pancasila di Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian deskriptif, teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Uji keabsahan data yang digunakan https://jayapanguspress. org/index. php/JPAH adalah trianggulasi data dan trianggulasi metode dan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola penguatan toleransi beragama dilakukan oleh pemerintah desa yang bekerja sama dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat dengan menyelenggarakan gawai hari lahir Pancasila . Jun. , dialog lintas agama secara rutin, dan melibatkan tokoh agama dalam beragam Aktor lokal yang terlibat dalam penguatan tolerasni di kampung moderasi beragama, adalah kepala desa, kepala dusun, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh Penguatan toleransi melalui kampung moderasi beragama berimplikasi pada meningkatnya ketahanan ideologi Pancasila di Daerah Istimewa Yogyakarta, mengingat tingkat religius masyarakat semain meningkat, dan meningkatnya keharmonisan kehidupan antar umat beraagama. Kata Kunci: Toleransi. Moderasi Beragama. Umat Beragama. Ketahanan Ideologi Pendahuluan Indonesia sebagai negara multikultural memiliki dasar negara Pancasila dengan semboyan bhineka tunggal ika yang berusaha untuk membangun persatuan dan kesatuan masyarakat Indonesia (Yani et al. , 2. Kunci kerukunan di Indonesia yang beragam adalah toleransi yang merupakan nilai yang terkandung di dalam semboyan bhineka tunggal ika. Sikap toleransi adalah nilai yang dijunjung oleh masyarakat Indonesia untuk menjaga kerukunan antar perbedaan sehingga tidak dipungkiri meskipun masyarakat Indonesia heterogen sangat jarang ditemui konflik antar etnis dan antar agama (Apandie et al. , 2. Namun, seiring berjalannya waktu banyak ditemui tindakan-tindakan intoleransi di beberapa daerah di Indonesia. Hasil survey yang dilakukan Setara Institute pada tahun 2022 terdapat 175 peristiwa dengan 333 tindakan pelanggaran kebebasan beragama dan berkeyakinan, data tersebut menunjukkan adanya peningkatan kasus intoleransi apabila dibandingkan dengan tahun 2021 yaitu sejumlah 171 peristiwa dengan 318 tindakan pelanggaran kebebasan beragama dan berkeyakinan. Kemudian sebanyak 168 tindakan dilakukan oleh aktor negara dan 165 tindakan dilakukan oleh aktor nonnegara (Silvia, 2. Hasil survey lain dari Setara Institute menunjukkan jumlah pelajar intoleransi aktif di SMA mengalami peningkatan sekitar 5%, apabila dibandingkan dengan hasil survey pada tahun 2016 yang angkanya sekitar 2,6 %. , kemudian di tahun 2023 menjadi 7,6 %. Selain itu. Pelajar yang terpapar ekstremisme kekerasan juga mengalami peningkatan, di tahun 2016 sekitar 0,3 %, kemudian di tahun 2023 menjadi 0,6 % (Trianita, 2. Fenomena ini harus segera diantisipasi karena mengancam keberagaman di Indonesia dan eksistensi Pancasila sebagai ideologi. Penguatan moderasi beragama menjadi solusi untuk mengantisipasi tindakan intoleransi yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia. Moderasi merupakan suatu kata yang berasal dari kata moderat, kemudian moderat adalah suatu kata sifat yang berasal dari kata moderation, yang memiliki arti pertengahan atau sedang atau tidak berlebih-lebihan (Abror, 2. Moderasi beragama merupakan suatu sikap beragama yang seimbang terkait praktik beragama sendiri dan penghormatan terhadap praktik keagamaan orang lain terutama yang memiliki perbedaan keyakinan (Mukhibat et al. , 2. Toleransi merupakan salah satu indikator di dalam moderasi beragama yang menjadi program pemerintah untuk mewujudkan kerukunan dan keharmonsian kehidupan antar perbedaan di Indonesia (Rahayu & Lesmana, 2. Keluarnya Peraturan Presiden 58 Tahun 2023 tentang Penguatan Moderasi Beragama menunjukkan suatu usaha presiden untuk mengantisipasi berkembangnya tindakan intoleransi di Indonesia. Di sisi lain, kampung moderasi beragama adalah salah satu bentuk penguatan moderasi https://jayapanguspress. org/index. php/JPAH beragama untuk mengantisipasi tindakan intoleransi yang berkembang di Indonesia dan untuk membangun sikap toleransi. Kampung moderasi beragama adalah suatu model kampung yang mengkolaborasikan unsur masyarakat, pemerintah, dan pihak swasta untuk memperkuat kehidupan harmonis di dalam keragaman, toleran, dan memperkokoh sikap beragama yang moderat berbasis kampung. Salah satu kampung moderasi beragama yang mendapatkan penghargaan dari Kementerian Agama yaitu berada di Daerah Istimewa Yogyakarta. Tujuan khusus penelitian ini adalah . untuk mengetahui pola penguatan toleransi di kampung moderasi beragama di Daerah Istimewa Yogyakarta, . untuk mengetahui aktor lokal yang terlibat dalam penguatan toleransi di kampung moderasi beragama di Daerah Istimewa Yogyakarta, dan . untuk mengetahui implikasi penguatan toleransi melalui moderasi beragama terhadap ketahanan ideologi Pancasila di Daerah Istimewa Yogyakarta. Studi ini sangat penting untuk dilakukan penelitian karena urgensi penelitian ini adalah . tindakan intoleransi yang semakin berkembang di Indonesia terutama di kalangan anak muda atau pelajar sehingga harus segera diantisipasi, dan . untuk menemukan strategi mengantisipasi tindakan intoleransi dan menjunjung tinggi nilai toleransi di dalam kerukunan antar perbedaan khususnya umat beragama sehingga dapat mewujudkan ketahanan ideologi Pancasila yang tangguh, dan . penguatan toleransi melalui kampung moderasi beragama untuk mewujudkan ketahanan ideologi Pancasila sehingga hal ini dapat menjadi role model dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia Penelitian pernah dilakukan oleh Isang dan Dalmasius pada tahun 2021 tentang pengembangan moderasi beragama berorientasi pada kearifan lokal Dayak Bahau Bateq. Hasil penelitian menunjukkan bahwa moderasi beragama pada dasarnya sangat menghormati kearifan lokal yang berkembang di lingkungan masyarakat sehingga sangat penting untuk diamalkan di lingkungan masyarakat yang meultikultural. Kearifan lokal masyarakat Dayak Bahau Bateq sangat efektif untuk mengembangkan moderasi beragama, mengingat kearifan lokal yang berkembang merupakan salah satu bentuk praktik moderasi beragama (Isang & Dalmasius, 2. Penelitian selanjutnya pernah dilakukan oleh Habibi pada tahun 2022 tentang implementasi moderasi beragama untuk mengantisipasi tindakan intoleransi di kampung Kristen Bojonegoro. Penerapan moderasi beragama untuk mengantisipasi intoleransi di kampung Kristen berjalan dengan baik. Pilar yang terkadung di dalam moderasi beragama terinternalisasi di setiap kegiatan yang diadakan di kampung Kristen, seperti kegiatan kemasyarakatan, keagamaan, dan Kegiatan tersebut diantaranya musyawarah, kerja bakti atau gotong royong, hari raya keagamaan, dan doa bersama (Habibi, 2. Peneitian juga pernah dilakukan oleh Derung dan Resi pada tahun 2023 tentang toleransi dalam bingkai moderasi beragama di kampung moderasi beragama Malang Selatan. Sikap toleransi di kampung moderasi beragama dapat terbentuk dengan baik, karena setiap orang di kampung tersebut dapat menerima pluralitas agama. Penanaman sikap toleransi dilakukan melalui pendidikan formal dan nonformal dan melestarikan kearifan lokal BariAoan untuk menjalin kerukunan antar umat beragama (Derung & Resi, 2. Penelitian yang pernah dilakukan oleh peneliti sebelumnya memiliki perbedaan dengan penelitian ini, penelitian yang dilakukan Isang dan Dalmasius menekankan pada pengembangan moderasi beragama melalui kearifan lokal sedangkan penelitian ini menekankan pada penguatan toleransi melalui kampung moderasi beragama sehingga dapat mewujudkan ketahanan ideologi Pancasila yang tangguh. Penelitian yang dilakukan Habibi menekankan pada implementasi mdoerasi beragama untuk mengantisipas paham radikalisme dan tindakan intoleransi, sedangkan penelitian ini menekankan pada penguatan toleransi melalui kampung moderasi beragama yang dapat mewujudkan https://jayapanguspress. org/index. php/JPAH ketahanan ideologi Pancasila yang tangguh. Penelitian yang dilakukan Derung dan Resi menekankan pada kehidupan toleransi di kampung moderasi beragama sedangkan penelitian ini menekankan pada penguatan toleransi melalui kampung moderasi beragama untuk mewujudkan ketahanan ideologi Pancasila. Penelitian ini memiliki tujuan . untuk mengetahui pola penguatan toleransi di kampung moderasi beragama di Daerah Istimewa Yogyakarta, . untuk mengetahui aktor lokal yang terlibat dalam penguatan toleransi di kampung moderasi beragama di Daerah Istimewa Yogyakarta, dan . untuk mengetahui implikasinya terhadap ketahanan ideologi Pancasila di Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian deskriptif dan dilakukan di Kampung moderasi beragama yaitu Desa Banguntapan. Kabupaten Bantul. Daerah Istimewa Yogyakarta, karena desa tersebut merupakan desa yang mendapatkan penghargaan sebagai kampung moderasi beragama dari Kementerian Agama. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini, yaitu . wawancara mendalam, dengan jumlah 4 informan yang terdiri dari Kepala Desa Banguntapan . , tokoh masyarakat . dan tokoh agama dari lintas agama . , observasi partisipan, observasi ini dilakukan untuk menggali informasi di lapangan dengan menekankan tiga indikator, yaitu . Place, yaitu masyarakat yang berada di kampung moderasi beragama, . Actor yaitu peran aktor lokal dan masyarakat di kampung moderasi beragama dan . Activity, yaitu seluruh kegiatan yang berkaitan dengan penguatan toleransi di kampung moderasi beragama, dan . dokumentasi, teknik ini dilakukan dengan menggali data melalui literatur review dengan memanfaatkan artikel jurnal, proseding, buku, foto aktivitas masyarakat di kampung moderasi beragama, dan lain sebagainya. Uji keabsahan data yang digunakan adalah trianggulasi data dengan membandingkan dan menggabungkan data yang diperoleh dari teknik wawancara dengan observasi dan dokumentasi, hal tersebut dilakukan agar data yang diperoleh dari lapangan dapat komprehensif dan valid. teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data interaktif melalui tahapan pertama pengumpulan data, kemudian kondensasi data . emilihan data berdasarkan focus penelitia. , kemudian penyajian data dan analisis data, kemudian yang terakhir yaitu penarikan kesimpulan. Hasil Dan Pembahasan Pola Penguatan Toleransi di Kampung Moderasi Beragama Toleransi adalah sikap saling menghormati dan menghargai antar sesama, meskipun memiliki perbedaan latar belakang (Nuryadi et al. , 2. Toleransi dalam bingkai moderasi beragama memiliki makna adanya sikap toleransi antar umat beragama dan intra agama. Toleransi antar umat beragama dalam hal ini menkankan pada adanya interaksi anta umat beragama, dialog lintas agama, adanya kerja sama dan adanya sikap penghargaan dan penghormatan terhadap pendirian setiap rumah ibadah. Kemudian toleransi intra agama menekankan pada menjaga dan memperkuat tali persaudaraan atau silaturahmi, saling menghormati dan menghargai antar sesama (Suheri, 2. Pada dasarnya toleransi adalah kunci utama untuk menjaga kerukunan dan keharmonisan kehidupan di tengah masyarakat yang beragam. Apabila setiap indikator toleransi dipegang dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari oleh setiap orang, maka kerukunan antar perbedaan dapat terjalin dengan baik dan maksimal. Desa Banguntapan khususnyanya di dusun Plumbon memiliki masyarakat yang bebragam dan selalu mendapat pengahragaan dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah karena memiliki indeks toleransi, indeks kesetaraan, dan indeks kerjasama yang https://jayapanguspress. org/index. php/JPAH tinggi sehingga tidak dipungkiri desa tersebut menjadi kampung moderasi beragama dan menjadi pusat percontohan kehidupan harmonis di tengah masyarakat beragam di Daerah Istimewa Yogyakarta. Berdasarkan wawancara dengan Alvian selaku Kadus dusun Plumbon dan Joko Santoso seorang tokoh agama menunjukkan bahwa masyarakat desa Banguntapan memegang teguh bahwa Pancasila merupakan dasar negara dan ideologi bangsa Indonesia, menjaga dan merawat kearifan lokal yang berkembang di desa Banguntapan, menolak tindakan intoleransi dan dapat hidup berdampingan meskipun memiliki perbedaan latar belakang terutama agama (Wawancara, 22 Mei 2. Berdasarkan hal tersebut, sangat relevan apabila dusun Plumbon yang berada di desa Banguntapan mendapat penghargaan dari Kementerian Agama dan mendapatkan sebutan sebagai kampung moderasi beragama, karena menurut Kementerian Agama terdapat beberapa indikator moderasi beragama, yaitu komitmen terhadap kebangsaan, toleransi beragama, menolak kekerasan, dan penghormatan terhadap kearifan lokal atau budaya lokal (Lubis et al. , 2. Berdasarkan hasil observasi pada bulan Mei 2025 yang menunjukkan bahwa seluruh kegiatan sosial dan keagamaan yang diselenggarakan di desa Banguntapan, baik yang diselenggarakan oleh karang taruna, masyarakat atau pemerintah desa selalu melibatkan tokoh agama, misal kegiatan Merti Dusun, musyawarah kalurahan serta rembug tokoh agama selalu melibatkan tokoh agama dan selalu diminta saran dan Keharmonisan antar umat beragama di desa Banguntapan sehingga mendapat sebutan dan penghargaan dari kemetnerian agama sebagai kampung moderasi beragama karena adanya pengiatan toleransi yang dilakukan oleh pemeritnah desa bekerjasama dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat. Sosialisasi yang dilakukan oleh pemerintah desa Banguntapan terkait kesadaran untuk bersikap toleransi menjadi langkah awal dalam penguatan toleransi di desa Banguntapan yang memiliki masyarakat yang heterogen. Toleransi merupakan salah satu indikator dari moderasi beragama yang merupakan sikap beragama yang seimbang terutama dalam praktik beragama sendiri dan juga penghormatan terhadap praktik keagamaan orang lain (Widyana et al. , 2. Toleransi menjadi kunci utama dalam mewujudkan keharmonisan kehidupan masyarakat yang beragam terutama di desa Banguntapan yang merupakan kampun moderasi beragama. Toleransi pada dasarnya merupakan sikap saling menghormati dan menghargai antar sesama, meskipun memiliki perbedaan latar belakang (Nuryadi et al. Toleransi dalam bingkai moderasi beragama memiliki makna adanya sikap toleransi antar umat beragama dan intra agama. Toleransi antar umat beragama dalam hal ini menkankan pada adanya interaksi anta umat beragama, dialog lintas agama, adanya kerja sama dan adanya sikap penghargaan dan penghormatan terhadap pendirian setiap rumah ibadah. Kemudian toleransi intra agama menekankan pada menjaga dan memperkuat tali persaudaraan atau silaturahmi, saling menghormati dan menghargai antar sesama (Suheri, 2. Toleransi memiliki beberapa unsur, yaitu mengakui hakhak orang lain, memberi kebebasan dan kemerdekaan setiap orang atau kelompok menghormati dan menghargai agama dan keyakinan orang lain, dan saling mengerti dan memahami (Abdulatif & Dewi, 2. Penguatan toleransi di desa Banguntapan tergolong sangat efektif, menggingat pemerintah desa dan tokoh masyarakat berperan aktif dalam penguatan toleransi tersebut sehingga tidak dipungkiri masyarakat desa Banguntapan dapat saling menghormati dan menghargai antar perbedaan serta dapat hidup berdampingan tanpa adanya konflik. Selain itu, masayrakat desa Banguntapan juga dapat mengimplementasikan sikap toleransi dalam kehidupan sehari-hari, hal tersebut dapat tercermin dari aktivitas masyarakat dalam bersosialisasi dengan tetangga, kegiatan dialog antar umat beragama, kerja bakti dan lain https://jayapanguspress. org/index. php/JPAH Aktor Lokal Yang Terlibat dalam Penguatan Toleransi di Kampung Moderasi Beragama Moderasi beragama dapat dipahami sebagai suatu sikap yang beragama yang seimbang terkait praktik beragama sendiri dan juga penghormatan terhadap praktik keagamaan orang lain terutama yang memiliki perbedaan keyakinan (Apandie et al. Menurut Kementerian Agama ada empat indikator moderasi beragama, yaitu komitmen terhdap kebangsaan, toleransi beragama, menolak kekerasan, penghormatan terhadap kearifan lokal (Lubis et al. , 2. Penguatan toleransi antar umat beragama di desa Banguntapan yang disebut sebagai kampung moderasi beragama dilakukan oleh pemerintah yang bekerja sama dengan tokoh agama beserta tokoh masyarakat. Penguatan toleransi di kampung moderasi beragama . esa Banguntapa. dilakukan oleh kepala desa, kepala dusun, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda. Hal tersebut dapat terlihat berdasarkan observasi yang dilakukan oleh peneliti dalam kegiatan musyawarah pembentukkan koperasi Merah Putih di balai desa Banguntapan yang menunjukkan bahwa adanya keterlibatan tokoh agama dan tokoh pemuda dari karang taruna untuk mendirikan koperasi Merah Putih (Mei 2. Penguatan toleransi yang efektif pada dasarnya adanya keterlibatan seluruh lapisan masyarakat sehingga tidak hanya dari pemerintah saja melainkan juga dari masyarakat. Kerja sama antara pemerintah dengan masyarakat menjadi kunci utama untuk mewujudkan kehidupan yang harmonis di tengah masyarakat yang beragam (Widiatmaka et al. , 2. Berdasarkan wawancara dengan Purnomo dan Sugiyarto menunjukkan bahwa pemerintah desa melalui kepala desa dan perangkatnya melakukan penguatan toleransi melalui kegiatan sosialisasi untuk meujudkan kehidupan yang harmonis di tengah masyarakat yang beragam dengan mengundang narasumber dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Banguntapan. Kegiatan sosialisasi penguatan toleransi tersebut dilakukan secara rutin setiap 4 bulan sekali dan mengundang ketua RT dan ketua RW, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dari karangtaruna. Kemudian kepala desa memberikan arahan kepada peserta sosilisasi untuk juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat di setiap RT . awancara, 22 Mei 2. Melalui sosialisasi yang dilakukan oleh pemerintah desa tersebut, ternyata memiliki dampak yang signifikan, mengingat estafet penyampaian sosialisasi pengautan toleransi dapat tersampaikan ke seluruh masyarkat desa Banguntapan. Dampak yang dirasakan dari sosialisasi tersebut adalah masyarakat dapat mengimplementasikan nilai-nilai toleransi dalam kehidupan sehari-hari dan sangat jarang ditemui bahkan tidak ada konflik antar perbedaan latar belakang dalam jangka waktu 3 tahun terakhir . Tokoh agama dalam penguatan toleransi di desa Banguntapan memiliki peran yang sangat penting dan sentral, mengingat tokoh agama merupakan panutan bagi masing-masing pemeluk agama. Selian itu, tokoh agama juga sebagai penguat solidaritas antar sesama dan mengantisipasi terjadinya konflik terutama konflik antar umat Dialog antar umat beragama menjadi tempat atau sarana yang penting bagi tokoh agama, karena melalui kegiatan dialog antar umat beragama tokoh agama dapat menyampaikan pesan-pesan kepada seluruh umat beragama untuk hidup berdampingan tanpa memandang perbedaan latar belakang (Jati et al. , 2. Tokoh masyarakat dalam pengautan toleransi di desa Banguntapan juga memiliki peran yang penting karena tokoh masyarakat merupakan orang yang memiliki peran dan pengaruh yang besar di desa Banguntapan yang merupakan kampung moderasi beragama, karena dapat mempengaruhi opini masyarakat. Selain itu, tokoh pemuda juga memiliki peran yang sangat penting dalam penguatan dan membangun sikap toleransi di kampung moderasi beragama yang berada di desa Banguntapan, karena pemuda adalah agen perubahan dan menurut Tilaar Aumasa depan bangsa dapat dilihat dari apa yang dilakukan https://jayapanguspress. org/index. php/JPAH pemuda saat iniAy (Widiatmaka et al. , 2. Pemuda yang tergabung di dalam organisasi karang taruna di desa Banguntapan dapat menjadi motor penggerak kegiatan masyarakat, seperti gotong royong, pentas seni dan budaya, peringatan hari lahir Pacnasila, peringatan hari kemerdekaan Indonesia dan lain sebagainya. Implikasinya terhadap Ketahanan Ideologi Pancasila di Daerah Istimewa Yogyakarta. Toleransi menjadi kunci utama untuk menciptakan kerukunan antar umat beragama di kampung moderasi beragama yang terletak di desa Banguntapan, sehingga tidak dipungkiri masyarakat di kampung moderasi beragama meskipun memiliki perbedaan agama, tidak menjadi penghalang untuk hidup berdampingan dan keharmonisan kehidupan tetap terjaga dan terawat dengan baik. Kehidupan yang menjunjung tinggi toleransi di kampung moderasi beragama ternyata menjadi pusat percontohan di Daerah Istimewa Yogyakarta khususnya di kabupaten Bantul sehingga banyak desa-desa yang lain tertarik untuk mempelajari pola penguatan toleransi di kampung moderasi beragama yang ada di desa Banguntapan. Pola kehidupan yang penuh dengan toleransi di kampung moderasi beragama secara langsung berimplikasi pada ketahanan ideologi Pancasila di Daerah Istimewa Yogyakarta karena dengan adanya penguatan toleransi tersebut, masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta berusaha untuk mengimplementasikan nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila sehingga tidak dipungkiri ketahanan ideologi Pancasila di Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi Ketahanan ideologi pada dasarnya merupakan bagian yang sangat penting di dalam ketahanan nasional di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Salah satu kunci utama dalam menjaga ketahanan nasional yang tangguh adalah menjaga unsur-unsur yang terkandung di dalamnya salah satunya adalah ketahanan ideologi (Armawi, 2. Bung karno dalam pidatonya memaparkan bahwa Pancasila merupakan alat pemersatu serta perekat seluruh unsur perbedaan yang ada di Indonesia dalam bingkai bhineka tunggal ika, seperti perbedaan agama, etnis, budaya, kepercayaan, ras dan lain sebagainya (Wajihuddin, 2. Pancasila pada dasarnya dilahirkan oleh para pendiri bangsa untuk mengakomodir segala perbedaan yang ada terutama masyarakat Indonesia yang tergolong sangat heterogen. Penguatan toleransi pada masyarakat di kampung moderasi beragama di desa Banguntapan pada dasarnya merupakan bentuk usaha untuk mengimplementasi nilai-nilai Pancasila sehingga secara tidak langsung penguatan toleransi tersebut berusaha untuk membangun ketahanan ideologi Pancasila yang tangguh terutama di Daerah Istimewa Yogyakarta. Ketahanan ideologi Pancasila dapat diukur dari aspek nilai dasar yang terkandung di setiap sila-sila dalam Pancasila, yaitu nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, serta keadilan sosial (Zubaidi & Sutarmanto, 2. Masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan masyarakat yang religius, meskipun memiliki perbedaan agama, hal tersebut dapat dibuktikan dari hasil observasi yang dilakukan peneliti yang dilakukan oleh peneliti pada 22 Mei 2025 ke beberapa rumah ibadah, seperti di Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta yang selalu penuh ketika dilaksanakan sholat lima waktu, kemudian di gereja Gereja Ganjuran yang juga penuh orang untuk beribadah, kemudian di rumah ibadah pura Jagatnatha yang berada di desa Banguntapan yang juga tergolong penuh orang untuk melakukan ibadah. Hal ini menunjukkan nilai ketuhanan di Daerah Istimewa Yogyakarta diimplementasikan dengan baik oleh sebagian besar masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta. Masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta khususnya di kabupaten Bantul memiliki jiwa saling tolong menolong, hal tersebut terlihat ketika ada yang sedang https://jayapanguspress. org/index. php/JPAH kesulitan . da yang meninggal atau menika. masyarakat di sekitarnya membantu (Oktaviyani & Sukmayadi, 2. Hal tersebut menunjukkan bahwa nilai kemanusiaan masih berkembang di masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta. Di sisi lain, masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta lebih menekankan kebersamaan dari pada individual sehingga tidak dipungkiri nilai persatuan di tengah masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta masih tetap terawat dan terjaga dengan baik (Rahmawati & Haryanto, 2. Pada dasarnya kampung moderasi beragama yang berada di desa Banguntapan memiliki dampak yang signifikan terhadap kehidupan umat beragama di Daerah Istimewa Yogyakarta terutama dalam mengimplementasikan nilai kemanusiaan dan nilai persatuan. Kampung moderasi beragama memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan sosial keagamaan masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta (Santiawan et al. , 2. Kampung moderasi beragama di desa Banguntapan tidak hanya dapat membangun kerukunan antar umat beragama juga, tetapi juga dapat membangun sikap demokratis masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta. Kesetaraan di tengah masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta masih terawat dengan baik, meskipun pemilihan gubernur dan wakil gubernur tidak dipilih memalui mekanisme pemilihan umum melainkan secara otomatis dijabat oleh Sultan Hamnegku Buwono sedangkan wakil gubernur dijabat oleh Paku Alam, hal tersebut sudah diatur di dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta. Di sisi lain, nilai keadilan sosial juga masih tetap terjaga dan terawat dengan baik di Daerah Istimewa Yogyakarta, karena masyarakat memiliki kesadaran untuk memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh masyarakat. Pemerintah daerah dan juga pemerintah desa memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta, terutama dalam politik, pendidikan, perlakuakn hukum dan lain sebagainya (Arum et al. Kehidupan masyarakat di desa Banguntapan tidak hanya hidup berdampingan dan harmonis saja, melainkan juga saling tolong menolong tanpa memandang perbedaan atau perbedaan latar belakang. Hal tersebut dapat dilihat dari beragam kegiatan seperti ada orang meninggal, orang melahirkan, orang menikah dan lain sebagainya. Melalui kegiatan tersebut dapat terlihat bahwa sikap yang diimplementasikan masyarakat desa Bnaguntapan dapat mencerminkan nilai-nilai yang terkadung di dalam Pancasila. Berdasarkan fenomena tersebut, menunjukkan bahwa kampung moderasi beragama yang berada di desa Banguntapan, kabupaten Bantul memiliki dampak positif yang signifikan terhadap kehidupan sosial dan kehidupan beragama di Daerah Istimewa Yogyakarta khususnya di kabupaten Bantul. Keharmonisan kehidupan masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta tergolong menjunjung tinggi nilai religius, memanusiakan manusia, memiliki sikap nasionalisme, demokratis, dan keadilan sosial. Pada dasarnya penguatan toleransi di kampung moderasi beragama berimplikasi pada ketahanan ideologi Pancasila yang Kesimpulan Kampung moderasi beragama merupakan desa tetmatik atau model lingkungan yang dibentuk oleh masyarakat desa untuk menciptakan kerukunan antar perbedaan atau kerukunan antar umat beragama sehingga keharmonisan kehidupan antar perbedaan dapat terjalin dengan baik. Desa Banguntapan memiliki kampung moderasi beragama yang dapat mengakomodir seluruh masyarakat yang memiliki perbedaan latar belakang, dari agama, etnis, dan lain sebagainya. Meskipun sudah menjadi kampung moderasi beragama, pemerintah desa Banguntapan dan masyarakat selalu melakukan penguatan toleransi untuk mengantisipasi terjadi tindakan intoleransi dan berkembangnya paham Pola penguatan toleransi beragama dilakukan oleh pemerintah desa yang https://jayapanguspress. org/index. php/JPAH bekerja sama dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat dengan menyelenggarakan gawai hari lahir Pancasila, dialog lintas agama secara rutin, dan melibatkan tokoh agama dalam beragam kegiatan. Aktor lokal yang terlibat dalam penguatan tolerasni di kampung moderasi beragama, adalah kepala desa, kepala dusun, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda. Penguatan toleransi melalui kampung moderasi beragama berimplikasi pada meningkatnya ketahanan ideologi Pancasila di Daerah Istimewa Yogyakarta, mengingat tingkat religius masyarakat semakin meningkat, dan meningkatnya keharmonisan kehidupan antar umat beraagama. Pada dasarnya kampung moderasi beragama sangat efektif untuk dijadikan model penguatan toleransi dan juga membangun ketahanan ideologi Pancasila yang tangguh. Kampung moderasi beragama sangat efektif untuk diadobsi setiap desa di Indonesia untuk mewujudkan ketahanan ideologi Pancasila yang tangguh. Daftar Pustaka