QANUN: Journal Of Islamic Laws and Studies E-ISSN: 2964-4690. Volume 2 No 2. Maret 2024 Doi 10. 58738/qanun. ANALISIS ISI PESAN DAKWAH BUKU AuJIKA KITA TAK PERNAH BAIK-BAIK SAJAAy KARYA ALVI SYAHRIN Andi Alifa Khairunnisa Azhari. Nur Setiawati. Andi Hasriani Universitas Muslim Indonesia. Komunikasi & Penyiaran Islam. Makassar. Indonesia email: alifahkhnisa22@gmail. com, nur. setiawati@umi. id, andi. hasriani@umi. ABSTRAK Sejak zaman Rasulullah Sallallahu AoAlaihi wasallam, buku telah menjadi salah satu media dakwah yang terus eksis dari masa ke masa. Buku yang berisi dakwah semakin mudah dijumpai dengan berbagai macam motivasi dan ajakan untuk memperkenalkan Islam sebagai Agama Rahmatal lilAoalamin. Salah satunya adalah buku karya dari Alvi Syahrin. Jika Kita Tak Pernah Baik-Baik Saja. Pokok permasalahan pada penelitian ini adalah untuk menganalisis apa saja pesan dakwah yang terkandung dalam buku Jika Kita Tak Pernah Baik-Baik Saja, yang menyajikan dua substansi permasalahan, yaitu: . Apa pesan-pesan dakwah Alvi Syahrin dalam buku AuJika Kita Tak Pernah Baik-Baik SajaAy? . Apa respon pembaca terhadap pesan dakwah dalam buku AuJika Kita Tak Pernah Baik-Baik SajaAy?. Jenis penelitian yang dilakukan adalah Analisis isi . ontent analysi. dengan metode pengumpulan data melalui analisis isi buku, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengelolahan data dilakukan dengan tiga langkah, reduksi data yang diperoleh dari buku sebagai objek penelitian, kemudian penyajian data yang telah terkumpul, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa dalam buku AuJika Kita Tak Pernah Baik-Baik SajaAy memiliki dua pokok unsur pesan dakwah, yaitu Aqidah dan Akhlak. Pesan Aqidah dalam buku ini mencakup tentang keesaan Allah Subhanahu wa TaAoala, membangun kepercayaan kepada Allah dan mengedepankan urusan-urusan yang dapat mendekatkan diri kepada Allah. Pesan Akhlak dalam buku ini adalah cara menyikapi masalah-masalah duniawi dengan tidak keluar dari ajaran Agama. Alvi Syahrin mengajak pembaca untuk Ikhlas. Sabar. Bersyukur dan Mencintai Diri sendiri agar teteap berada dikoridor Agama, agar selamat dari perasaan tidak baik-baik saja. Respon pembaca terhadap buku Jika Kita Tak Pernah Baik-Baik Saja secara garis besar adalah tentang Tawakkal. Ikhlas, dan Bersyukur. Para pembaca diberikan solusi atas kegelisahankegelisahan dan banyaknya kerumitan masalah yang tidak pernah usai. Tapi, dengan Buku Jika Kita Tak Pernah Baik-Baik Saja, para pembaca seperti memiliki teman yang bisa membimbing, menasihati dan mengingatkan hakikat kehidupan yang sebenarnya. Kata Kunci : Analisis Isi. Pesan Dakwah. Buku PENDAHULUAN Tujuan Dakwah untuk menyampaikan kebenaran, memahamkan ajaran kebenaran yang ada dalam Al-QurAoan, serta mengajak manusia mengamalkan ajaran Islam. Dengan tujuan yang mulia dan secara sederhana dakwah menjadi sarana muslim dan muslimah dalam memengaruhi pikiran, perasaan, sikap, dan perilaku orang lain ke arah yang lebih baik. Dakwah harus dikemas QANUN: Journal Of Islamic Laws and Studies E-ISSN: 2964-4690. Volume 2 No 2. Maret 2024 Doi 10. 58738/qanun. dengan metode yang tepat, kreatif dan pas, agar mudah untuk dipahami dan juga diterima oleh madAou. Kegiatan berdakwah diera teknologi yang semakin maju ini tidak lagi menjadi halangan bagi siapapun untuk menyebarkan ayat-ayat Allah. Dengan memanfaatkan berbagai macam media yang aktif sebagai sarana komunikasi dan alat pembentuk opini publik, dakwah tidak hanya dapat dilakukan di masjid atau pada saat bulan ramadhan saja. Hal ini tentunya didukung dengan nilai dakwah yang dapat dilakukan dengan melihat situasi masyarakat terkini untuk menemukan metode yang sesuai agar lebih menarik banyak perhatian. Metode dakwah adalah unsur dakwah yang sangat penting. Dengan metode dakwah yang tepat daAoi dapat menentukan keberhasilan dari proses dakwah yang dilakukan. Secara bahasa, metode berasal dari kata Yunani methodos, yang berarti cara atau jalan. Dalam kamus sains populer, metode juga bisa berarti mengerjakan sesuatu secara sistematis dan teratur. Salah satu metode dakwah yang efektif tanpa adanya batasan waktu dalam mengaksesnya adalah Dakwah bil Qolam, yang dilakukan dengan menggunakan tulisan. Baik tulisan berupa kitab, majalah, tabloid, surat kabar, buku, dan berbagai macam tulisan yang mengandung pesan dakwah. Dakwah bil qalam merupakan salah satu metode dakwah yang banyak digunakan para penulis untuk menyampaikan ide, konsep dan kritik sosial kepada pembaca. Metode dakwah ini juga mempunyai keunggulan dibandingkan metode dakwah lainnya, sifatnya terdokumentasi sehingga dakwah yang disampaikan menjadi investasi masa depan, dimana pengarangnya bisa saja sudah wafat, namun tulisannya terus ada dan dibaca oleh lintas generasi. Buku adalah salah satu media yang bisa digunakan dalam komunikasi atau penyampaian pesan, dapat membantu dalam penyajian dakwah yang halus dan menyentuh, tanpa seseorang merasa digurui. Hal ini tentunya menjadi catatan kepada para penulis yang ingin menggembangkan dakwah dengan buku, dengan inovasi dan kreatifitas disertai kecanggihan teknologi masa kini para daAoi dapat dengan mudah menjangkau para madAou dengan syair atau tulisan-tulisannya. Pesan yang ingin disampaikan melalui media berupa buku harus dengan penyajian tata bahasa yang mudah untuk dipahami agar penerima pesan mudah dalam memahami isi buku yang Begitu pula dengan sikap dan nilai yang ditampilkan dalam buku harus jelas dan sesuai dengan kaidah dalam berdakwah agar tidak adanya misunderstanding atau kesalahpahaman terhadap buku yang dibaca. Berbagai macam bentuk dan jenis materi dakwah sudah sangat mudah untuk diakses melalui platfrom sosial media dan tanpa ketinggalan jaman, buku pun tetap eksis menjadi salah satu media prantara dakwah yang kembali banyak digemari masyarakat terlebih lagi kalangan masyarakat muda. Salah satu penulis buku yang kini banyak digemari dan mendapat banyak perhatian adalah Alvi Syahrin. Alvi Syahrin membesarkan audience dalam platform media sosial Instagram dengan mengupload quotes atau nasihat agama yang banyak dikaitkan dengan masalah sosial diusia muda dan dirangkainya menjadi buku, kemudian merambat ke media sosial lainnya seiring dengan kemajuan teknologi informasi yang berkembang saat ini juga minat dari para pembacanya yang terus meningkat. Salah satu buku Alvi Syahrin yang mendapat banyak perhatian adalah pada Seri Buku Jika Kita, salah satu bukunya berjudul Jika Kita Tak Pernah Baik-Baik Saja. Buku yang ditulis oleh Alvi Syahrin ini mengandung hal-hal yang banyak dilalui oleh anak muda, terutama para remaja yang memasuki awal usia 20 tahun. Kita pernah mengalami krisis, tak pernah baik-baik saja menerima keadaan dan menyalahkan diri sendiri. Mengarungi hidup adalah tentang seni mencintai- termasuk mencintai diri sendiri dengan segala kekurangan, dan berusaha Jika kita tak pernah baik-baik saja, mengajak kita mengenal arti kecewa dan bahagia demi mencintai diri sendiri dan sesuatu yang lebih dari segalanya. Banyak pesan dakwah yang tersirat dalam buku Jika Kita Tak Pernah Baik-Baik Saja. Pembahasan ringan yang diselingi kalimat pengingat juga ditambah penegasan dari ayat Al-QurAoan QANUN: Journal Of Islamic Laws and Studies E-ISSN: 2964-4690. Volume 2 No 2. Maret 2024 Doi 10. 58738/qanun. maupun Hadis. Alvi Syahrin menulis tentang kekecewaan, kegelisahan, perjuangan, usaha mencintai diri sendiri, dan kebahagiaan, kemudian dikaitkan dengan kata dan kalimat dakwah dari Alvi Syahrin yang menyentuh hati para pembacanya membuat peneliti menjadi penasaran dengan cara Alvi Syahrin dalam menyusun tiap pesan-pesan dakwah yang terkandung dalam buku Jika Kita Tak Pernah Baik-Baik Saja. Rumusan masalah dalam jurnal ini adalah apa saja pesan-pesan dakwah Alvi Syahrin dalam buku AuJika Kita Tak Pernah Baik-Baik SajaAy dan respon pembaca terhadap pesan dakwah dalam buku AuJika Kita Tak Pernah Baik-Baik SajaAy METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian analisis isi . ontent analysi. yang seringkali digunakan untuk mengkaji pesan-pesan dakwah dan memperoleh data dari bukubuku yang relevan dengan masalah-masalah yang diteliti. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang dapat diartikan sebagai data-data yang hadir atau dinyatakan dalam bentuk kata, kalimat, ungkapan narasi dan gambar. Krippendorf berpendapat bahwa kajian isi adalah teknik penelitian yang dimanfaatkan menarik kesimpulan yang dapat ditiru dan sahih data atas dasar konteksnya, berdasarkan R. Holsty memaparkan bahwa kajian isi adalah teknik apapun yang digunakan untuk menarik kesimpulan melalui usaha menemukan karakteristik pesan dan dilakukan secara objektif dan sistematis. Peneliti ingin memahami dan mengetahui makna atau nilai-nilai yang terkandung dalam buku karya Alvi Syahrin Jika Kita Tak Pernah Baik-Baik Saja, dengan mempelajari gambaran isi, karakteristik pesan, dan perkembangan atau tren dari suatu isi. Berdasarkan pemaparan diatas, peneliti mencoba untuk memberikan gambaran pemaknaan Pesan Dakwah yang terdapat dalam buku Jika Kita Tak Pernah Baik-Baik Saja karya Alvi Syahrin. Sumber data yang terdapat dalam penelitian ini dibagi menjadi dua, yaitu : Data Primer Data primer adalah data yang didapatkan langsung dari subjek penelitian yaitu teks-teks dari buku Jika Kita Tak Pernah Baik-Baik Saja karya Alvi Syahrin yang dianggap penting oleh Data yang ditemukan disesuaikan dengan analisis isi pesan dakwah yang sudah ditentukan oleh peneliti. Data Sekunder Data sekunder adalah data tambahan yang dapat mendukung isi dari analisis isi penelitian ini. Beberapa data didapatkan melalui pernyataan narasumber, internet, buku, artikel, maupun jurnal yang berkaitan dengan buku Jika Kita Tak Pernah Baik-Baik Saja karya Alvi Syahrin untuk mendukung keabsahan data penelitian. Subjek dalam penelitian ini adalah buku dari Alvi Syahrin yang berjudul Jika Kita Tak Pernah Baik-Baik Saja dan pesan-pesan dakwah yang terkandung dalam buku tersebut sebagai objek dari penelitian ini, kemudian berbagai respon dari para pembaca buku Alvi Syahrin yang memang mengikuti penulis baik dari sosial media atau reviwer buku yang sudah mengikuti bukubuku Alvi Syahrin dari awal hingga saat ini. Salah satu sumber data yang akan digunakan dalam penelitian adalah hasil dari wawancara yang dilakukan antara peneliti dan penulis buku Jika Kita Tak Pernah Baik-Baik Saja. Alvi Syahrin. Wawancara juga dilakukan kepada beberapa pembaca buku Alvi Syahrin yang telah membaca buku Jika Kita Tak Pernah Baik-Baik Saja untuk mendapatkan informasi tentang respon pesan dakwah yang sampai pada para pembaca. QANUN: Journal Of Islamic Laws and Studies E-ISSN: 2964-4690. Volume 2 No 2. Maret 2024 Doi 10. 58738/qanun. HASIL DAN PEMBAHASAN Dakwah berasal dari kata bahasa Arab DaAowah A ONAdari kata doAoa A AyadAou A UOAyang artinya panggilan, ajakan, seruan. Sedangkan menurut Istilah, para ulamaAo memberikan taAorif . yang bermacam-macam diantaranya, menurut Syech Ali Mahfudh dalam kitabnya AuHidayatul MursyidinAy, dakwah adalah kegiatan mendorong manusia untuk berbuat kebajikan dan mengikuti petunjuk . , menyeru kepada kebaikan dan mencegah mereka dari perbuatan munkar agar mereka memperoleh kebahagiaan dunia akhirat. Dakwah juga diartikan sebagai yadAouu atau upaya mengajak kepada sesuatu untuk dilaksanakan seperti Firman Allah dalam QS. Yunus . : 25 AA as acI ea aCO seIA AaO NA a AO aI eI acO a a aEOA e AcEEa aOe eaOe aEO a a E acE aI aoO aO eN aA Terjemahnya : AuAllah menyeru . ke Darussalam . dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki menuju jalan yang lurus (Isla. Ay Dakwah secara terminologi, menyampaikan dan mengajarkan Islam kepada manusia dalam realita kehidupan, serta menjelaskan ketiga unsur yang terkandung didalamnya. HSM. Nasaruddin Latif mendefinisikan dakwah sebagai aktivitak dengan lisan dan tulisan yang bersifat menyeru, mengajak, memanggil manusi lainnya untuk beriman dan mentaati Allah sesuai dengan garis-garis Aqidah dan Syariat serta Akhlak Islamiyah. Syaikh Muhammad Al-Ghazali dalam buku MaoAllah menyatakan dakwah adalah ilmu yang komprehensif dan mencakup semua pengetahuan yang dibutuhkan manusia agar mampu melihat tujuan utama dalam hidup dan mengungkap rambu-rambu jalan yang dapat menyatukan mereka dalam petunjuk. Tujuan Dakwah dari segi pesan dakwah meliputi : Tujuan Aqidah, tertanamnya aqidah yang baik bagi tiap-tiap manusia. Tujuan Akhlak, terwujudnya pribadi muslim yang berbudi luhur dan berakhlakul karimah. Tujuah hukum, terbentuknya umat manusia yag mematuhi hukum-hukum yang telah disyariAoatkan Allah Unsur-unsur dakwah atau komponen yang selalu ada dalam setiap kegiatan dakwah terbagi atas DaAoi . ubyek dakwa. seseorang atau sekumpulan orang yang menyampaikan pesan dakwah. Menurut Syaikh Muhammad Abduh tentang daAoi yang ideal adalah . Memiliki pengetahuan yang sempurna tentang Al-QurAoan. Hadis. Sejarah Nabi. Sejarah para Sahabat. Berpengetahuan tentang keadaan umat yang didakwahi, sosial, ekonomi, dan budaya MadAou . bjek dakwa. , masyarakat yang berhak mendapatkan penyampaian dakwah, baik dekat maupun jauh, laki-laki maupun perempuan, dan berbagai karakter lainnya Maddah . ateri dakwa. , yang digunakan untuk berdakwah dalam rangka mencapai tujuan Wasilah . edia dakwa. sebagai media yang dimanfaatkan daAoi untuk berjalannya dakwah. Atsar . fek dakwa. adalah feedback dari proses dakwah sebagai bahan evaluasi untuk daAoi Thariqah . etode dakwa. , cara bagaimana dakwah dilaksanakan karena penggunaan metode sangat berpengaruh terhadap hasil dari pelaksaan dakwah. Metode dakwah pada garis besarnya dibagi menjadi tiga. Dakwah bil Lisan adalah dakwah yang berbentuk ucapan atau lisan seperti ceramah atau diskusi. Dakwah bil Hal adalah dakwah yang tidak secara langsung menyampaikan tetapi dengan tindakan nyata seperti bakti sosial atau wisata dakwah. Dan QANUN: Journal Of Islamic Laws and Studies E-ISSN: 2964-4690. Volume 2 No 2. Maret 2024 Doi 10. 58738/qanun. Dakwah bil Qolam yaitu dakwah dengan metode penyampaiannya melalui tulisan, dapat disalurkan dengan media massa, kitab agama, lukisan dan buku. Dakwah bil Qolam atau berdakwah melalui tulisan adalah salah satu metode dakwah Rasulullah, hal ini pernah dilakukan dengan mengirim surat kepada sejumlah penguasa Arab saat itu karena pesan pertama Al-QurAoan adalah membaca, tentunya perintah membaca ini erat kaitannya dengan perintah menulis. AuTulisan adalah tamannya para ulamaAy kata Ali bin Abi Thalib. Lewat tulisan-tulisanlah para ulama dapat mengabadikan dan menyebarluaskan pandangan-pandangan keislamannya. Biasanya buku membahas satu tema utuh dan mendalam, hal ini memudahkan madAou untuk memilih sendiri tema atau pesan dakwah apa yang Salah satu penulis aktif yang memiliki banyak karya tulis dengan pesan-pesan dakwah yang terkandung dalam karyanya adalah Alvi Syahrin, dan salah satu karya yang ditulis adalah buku dengan judul Jika Kita Tak Pernah Baik-Baik Saja. Alvi syahrin bergerak dalam dunia dakwah melalui tulisan-tulisannya. Dengan memanfaatkan perkembangan teknologi dan sosial media. Alvi Syahrin mendapatkan atensi yang cukup luas dari kalangan muda karena mengangkat tema-tema tulisan yang bisa menyentuh hati yang mudah diterima oleh pembaca bukunya. Hal ini menjadi kesempatan untuk menjamah emosi madAou dengan menghadirkan masalah-masalah seputar kehidupan dimasa muda dan menyajikan solusi yang disematkan kalimat-kalimat dakwah oleh Alvi Syahrin dalam karya bukunya. Adapun pesan dakwah dalam buku Jika Kita Tak Pernah Baik-Baik Saja secara garis besar dikelompokkan menjadi dua aspek sebagai berikut : Aqidah Aqidah berasal dari bahasa Arab. Al-AoAqdu-Tautsiiqu yang artinya ikatan, kepercayaan, keyakinan yang kuat. Al-Ihkaamu yang artinya mengukuhkan dan Ar-Rabthu Biquwwah yang memiliki arti mengikat dengan kuat. Aqidah adalah yang membentuk moral . Aqidah adalah kepercayaan yang bersih dari kebimbangan dan keraguan, dimana hati membenarkannya sehingga menimbulkan ketenangan jiwa. Akidah adalah bentuk kepercayaan atau keyakinan sebagai pondasi keimanan seseorang dan benteng yang kokoh dari ancaman keraguan dan kesesatan. Aqidah berarti hukum yang benar, seperti keyakinan dan tauhid kepada Allah. Sebagaimana Firman Allah dalam Q. S Al-Anbiya. : 25 : A eO sE acaacE Ia eOa eeO aEa eO aN aIacN acEe aE aN acaacEe aI a Aa ea eaO aIA a A eEIa Ia eI Ca eEaEa Ia eI acA a AaO aI e a eA Terjemahnya: AuKami tidak mengutus seorang Rasul pun sebelum Engkau (Nabi Muhamma. , melainkan Kami mewahyukan kepadanya bahwa tidak ada tuhan selain Aku. Maka, sembahlah AkuAy Keyakinan dalam aqidah adalah bentuk komitmen dasar yang menjadi pengikat antar manusia dengan Allah. Setiap muslim harus meyakini keberadaan Allah, baik dzat, sifat, dan AfAoalNya sehingga menjadi penentu awal untuk mencapai tujuan hidup. Menurut Hasan Al-Banna AoAqaid . entuk plural dari aqida. adalah beberapa perkara yang wajib diyakini kebenarannya oleh hati, mendatangkan ketentraman jiwa, menjadi keyakinan yang tidak bercampur sedikitpun dengan keragu-raguan. Kewajiban berupa iman yang Allah bebankan kepada hati ialah berikrar . , maAorifah . , keyakinan yang teguh, ridha, dan pasrah bahwa tiada Ilah yang berhak diibadahi selain Allah, juga mengakui apa saja yang datang dari Allah. QANUN: Journal Of Islamic Laws and Studies E-ISSN: 2964-4690. Volume 2 No 2. Maret 2024 Doi 10. 58738/qanun. Akhlak Secara bahasa, akhlak merupakan bentuk jamaAo dari kata tunggal khuluqun yang artinya tabiat, budi pekerti, al-Aoaadat yang artinya kebiasaan, al-muruuAoah yang artinya peradaban yang baik, dan ad-din yang berarti agama. Akhlak dapat diartikan sebagai perangai yang menetap pada diri seseorang dan merupakan sumber munculnya perbuatan tertentu dengan penilaian dipandang dari sudut ajaran agama, oleh karena itu Akhlak dapat dimaknai sebagai tata aturan atau norma kepribadian dan prilaku yang mengatur hubungan antara sesama manusia . , manusia dengan Tuhan . , serta manusia dengan alam semesta atau lingkungannya. Menurut Ibnu Maskwaih. Akhlak adalah gerak jiwa yang mendorong ke arah melakukan perbuatan dengan tidak membutuhkan pikiran dan pertimbangan. Menurut Imam Ghozali, akhlak adalah sifat yang tertanam dalam jiwa . yang melahirkan perbuatan-perbuatan dengan mudah tanpa memerlukan pemikiran maupun pertimbangan Pembahasan Buku Jika Kita Tak Pernah Baik-Baik Saja diterbitkan pertama kali pada tahun 2020, dengan sebanyak 216 jumlah halaman, yang kemudian mendapat banyak respon positif dari para pembacanya sehingga Alvi Syahrin membuat hadiah kecil dengan AuFree ChapterAy untuk buku ini Tak hanya sampai disitu, karena buku Alvi Syahrin yang satu ini masih memiliki penggemar setia dimana sebagai penulis. Alvi Syahrin kembali memberi apresiasi kepada para pembaca bukunya dengan AuSpecial ChapterAy dengan tampilan buku yang diperbaharui pada tahun Buku Jika Kita Tak Pernah Baik-Baik Saja terbit dengan 4 Chapter dan 45 Subjudul yang ditulis Alvi Syahrin untuk pembacanya yang bertahun-tahun hidup dengan perasaan tidak baikbaik saja. Beruntun pertanyaan yang tak kunjung habis tentang hidup bahagia atau living happiness yang mendorong Alvi Syahrin untuk menuliskan kegelisahan-kegelisahan yang ia rasakan secara pribadi maupun lingkungan sekitarnya. Pada Bagian 1. Alvi Syahrin merangsang perasaan pembaca dengan penyuguhan problematika yang berkaitan dengan keluarga, pertemanan, percintaan, dan ketidakbahagiaan, dan perasaan tidak baik-baik saja yang dimana masalah seperti ini menjadi hal common atau secara umum banyak terjadi dikalangan muda mudi sehingga pada chapter ini, kesan relate atau terhubung antara tulisan Alvi Syahrin sangat bersinggungan dengan para pembaca. Bagian 2 dengan judul Letting Go: Melepaskan, banyak membahas tentang arti atau makna dari kata Beberapa kata yang digunakan seperti. Leaving. Cara Melupakan. Berdamai, hingga Insecure. Sesuai dengan klaim buku ini yang mengupas beberapa proses dari perasaan tak pernah baik-baik saja menjadi baik-baik saja, pada chapter ini penulis mengajak pembaca untuk menyadari proses yang tidak bisa dilewatkan begitu saja, yaitu melepaskan. Bagian 3, menjadi chapter yang banyak dibahas pembaca buku ini. Dengan judul Kebahagiaan yang telah lama hilang, penulis menggambarkan kesemuan dalam arti kata bahagia. Pembaca diajak banyak merenungkan arti atau makna dari kebahagiaan dan tujuan hidupnya. Alvi Syahrin membawa pembacanya dalam pemaknaan arti hidup lebih dalam dengan menyajikan tulisan-tulisan yang banyak mengandung kontemplasi dan mulai mengajak pembaca untuk memperbaiki hal-hal yang perlu diperbaiki dalam hidup. Semakin dalam pembahasan buku ini, semakin terbuka pesan-pesan dakwah yang terkandung didalamnya. Pada Chapter 4, penulis semakin banyak mengeluarkan ayat Al-QurAoan maupun Hadis bahkan Sirah singkat untuk dirangkai bersamaan dengan tulisannya. Membahas banyak tentang penerimaan atas diri sebagai manusia ciptaan Allah, bagaimana menyikapi takdir, mencintai diri sendiri, dan kiat yang dapat dilakukan agar selalu dekat kepada Allah. Analisis isi pesan dakwah dalam buku Jika Kita Tak Pernah Baik-Baik Saja, dibagi menjadi dua pesan. Pesan Dakwah Aqidah dan Pesan Akhlak. QANUN: Journal Of Islamic Laws and Studies E-ISSN: 2964-4690. Volume 2 No 2. Maret 2024 Doi 10. 58738/qanun. Pesan Akidah Aqidah adalah bentuk dari iman dan keyakinan, penerimaan hati atas nilai-nilai kebenaran yang disampaikan dari Allah. Banyak kalimat yang menyinggung tentang Aqidah dalam buku ini, terutama penyampaian tentang mengingat Allah sebagai Tuhan Yang Maha Kuasa. Iman kepada Allah, meyakini bahwa Allah sang Maha Kuasa yang menciptakan langit, bumi beserta isinya. Kepasrahan, kerendahan diri, ketundukan, dan segala jenis ibadah tidak boleh diberikan kepada selain-Nya. Dalam Al QurAoan banyak ayat yang menjelaskan tentang keesan Allah yang harus di Yakini dalam QS Al-Anbiya . : 25 A eO sE acaacE Ia eOa eeO aEa eO aN aIacN acEe aE aN acaacEe aI a Aa ea eaO aIA a A eEIa Ia eI Ca eEaEa Ia eI acA a AaO aI e a eA Terjemahnya : AuKami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum engkau (Nabi Muhamma. Kami mewahyukan kepadanya bahwa tidak ada tuhan selain Aku. Maka, sembahlah AkuAy Mendapat dorongan perubahan sikap dalam mengatasi problem, yang semula menyerah dan pesimis menjadi memiliki sikap percaya bahwa Allah akan membantu kita adalah salah satu bentuk Keimanan kepada Allah atas sifat-sifat Allah. Beberapa bagian dalam buku Alvi Syahrin mengingatkan pembaca untuk mengingat kepada Allah dalam situasi apapun. AuSaatnya mengingat Allah . Selama ini kita sibuk mencari hal-hal eksternal demi kebahagiaan kali ini, kita butuh hal-hal internal demi kebahagiaan kita. janganlah kita jadi orang-orang yag datang kepada Allah hanya saat butuhnya sajaAy . Kalimat diatas menjadi bentuk singgungan untuk pembaca yang senantiasa hanya mencari kebahagiaan yang bersifat duniawi dan melupakan bahwa perlu untuk berbahagia dengan mendekatkan diri kepada Allah. Al-Imam Al-Muzani menyatakan Segala puji bagi Allah. Dzat yang paling berhak untuk diingat. Kelemahan iman menyebabkan kita sering melupakan Allah, karena itu untuk mengingat-Nya kita butuh pertolongan-Nya. Tidak ada suatu ibadah yang secara eskplisit Allah perintahkan dalam AlQurAoan untuk diperbanyak tanpa batasan tertentu selain dzikir . engingat Alla. Allah akan terus menguji manusia dengan kepercayaan dan keyakinan dalam dirinya. Kalimat diatas. Alvi Syahrin mengingatkan pembaca tentang sekuat apa rasa percaya yang dimiliki ketika Allah memberikan cobaan dalam hidup. Dalam surah Al-Anfal ayat 2-4. Allah menyebutkan beberapa ciri orang yang beriman kepada Allah, salah satunya adalah orang-orang yang percaya . kepada Allah dan Rasul-Nya tanpa keraguan. Tak hanya sekedar mengetahui bahwa Allah bekehendak atas ketetapan sesuatu, penulis juga mengulang poin yang sama dengan kalimat. AuPintu Mengingat Allah yang Mahakuasa mengatur seluruh hidupku dengan rencana terbaik-NyaAy . AuTuhan yang telah menciptakanku, yang menghendaki keberadaanku dan seluruh alam semesta. Dan kita aku mencoba mencintai-Nya, mencoba memahami-Nya, mempelajari sifat-sifatNya, mendengar kajian-kajian ilmu yang membahas tentang kebesaran-Nya,aku mulai menemukan QANUN: Journal Of Islamic Laws and Studies E-ISSN: 2964-4690. Volume 2 No 2. Maret 2024 Doi 10. 58738/qanun. jalan keluar. aku akan mengingat bahwa Allah menciptakanku dan semua manusia dengan kebijaksanaan-NyaAy . Tauhid Al-Ufuhiyah adalah bentuk mengesakan Allah atas perintah-Nya dalam beribadah. Beribadah hanya kepada Allah dan karena-Nya semata. Alvi Syahrin juga mencantumkan Ayat Al-QurAoan Surah ke-51, ayat ke-56, tentang tujuan Allah dalam menciptakan manusia. A acaacE aEOa ea eaO aIA a e AaO aI aEa eCa eE a acI aOA a AacE eIA Terjemahnya : AuTidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-KuAy AuKarena akhirnya tujuan hidupku jelas. Aku hanya perlu beribadah kepada AllahAy . Karena padatnya kehidupan dunia, banyak manusia yang akhirnya melupakan tujuan kehidupan yang sebenarnya. Alvi Syahrin menuliskan kesibukan-kesibukan kita sebagai manusia yang seringkali mengesampingkan Kewajiban sebagai Hamba Allah sampai melupakan Ibadah yang diperintahkan Allah, dan akhirnya jauh dari Allah dan kehilangan arah dalam hidup. Kalimat Alvi Syahrin dimulai dengan Aukarena akhirnya tujuan hidupku jelasAy sebagai awal bentuk dari kesadaran diri bahwasannya manusia adalah makhluk yang membutuhkan Allah. Pesan Akhlak Akhlak adalah wujud realisasi dan aktualisasi diri dari aqidah seseorang, aqidah yang kuat dan benar tercermin dari akhlak terpuji yang dimiliki Aujanganlah kamu senang atas kesalahan orang lain. Memaafkan diri sendiri, memohon ampun kepada Allah, itu juga bagian dari proses penyembuhanAy (Halaman . Kekurangan dari manusia adalah sikap-sikap yang susah untuk menghargai oranglain. Bermudah-mudah dalam mencari kesalahan orang lain dan bersusah-susah untuk meminta maaf. Apabila tidak menyadari atas pengawasan Allah setiap saat, maka hal itu akan menjadi titik hitam dalam hati. Islam adalah agama yang berlandasakan kemuliaan, kemurahan hati dan pilantropi . aling menyayangi antar sesama manusi. Dalam sebuah Hadis disebutkan. Aubahwa penyebab utama saling mengutuk dan mencaci adalah orang pertama yang memulai, kecuali orang kedua melewati batasAy HR. Muslim Cara untuk menghindarkan diri dari sikap tercela ini adalah dengan toleransi dan kesabaran yang dapat mengatasi kemarahan dan kekasaran, dan sikap mau memaafkan orang lain. Kutipan ini juga berkaitan dengan larangan Allah dalam hal Tajassus atau mencari-cari kesalahan orang Muslim yang berakal akan berprasangka baik kepada saudaranya dan tidak mau membuatnya sedih dan berduka. Auyou, stay kind for youself and for the people around youAy . Autetaplah berbuat baik untuk dirimu dan untuk orang-orang disekitarmuAy QANUN: Journal Of Islamic Laws and Studies E-ISSN: 2964-4690. Volume 2 No 2. Maret 2024 Doi 10. 58738/qanun. Firman Allah dalam QS Ali-Imran . : 148, e AA aAcEEa Oaa ac eE aI e a aIOeIA AacEa aa aO NA An Aa O aN aI NA a A Eac eIOa aO aeIa a aOA a AcEEa a aOA Terjemahnya : AuMaka. Allah menganugrahi mereka balasan di Dunia dan pahala yang baik di Akhirat. Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikanAy AuJangan lupa doa disepanjang prosesnya, karena ikhtiarmu adalah melakukan itu semua, tetapi yang bisa menghilangkan rasa sedih di hati hanyalah Allah yang Maha Lembut kepada hambahamban-NyaAy . Salah satu bentuk berakhlak kepada Allah adalah dengan berikhtiar kepada-Nya. Inti persoalan Akhlak adalah segala perbuatan yang timbul dari orang yang melakukan ikhtiar. Ikhtiar dari kalimat diatas menjelaskan bahwa untuk melewati hal-hal diluar kuasa kita, maka dalam prosesnya kita butuh untuk terus berusaha dalam tujuan yang dikehendaki sembari melangitkan doAoa yang tidak putus kepada Allah, hal ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa yakin kepada Allah. Audan, bersyukurlah jika kamu telah mendapatkannya. Berdoa supaya hal-hal baik senantiasa mengitarimuAy . Bersyukur merupakan kerelaan hati seseorang dan sikap lapang dada sehingga menimbulkan ketenangan batin. Kalimat tentang bersyukur beberapa kali ditulisan Alvi Syahrin. Setiap momen dalam kehidupan patutnya disyukuri, tapi rasa bersyukur tidak akan mudah apabila tidak pernah merasa cukup. Maka. Alvi Syahrin menambahkan. Autak akan pernah ada yang cukup, maka berusaha merasa cukup selalu jadi pilihan yang bijaksanaAy . Merasa cukup dengan adanya Allah Subhanahu wa TaAoala adalah bentuk keyakinan dan tawakkal hanya kepada Allah. Rasulullah bersabda. AuA barangsiapa yang meminta kecukupan maka Allah akan mencukupkannya dan barangsiapa yang mensabar-sabarkan dirinya maka Allah akan memberinya kesabaran. Dan tidak ada suatu pemberian yang diberikan kepada seseorang yang lebih baik dan lebih luas daripada . kesabaranAy HR Bukhari Selain bersyukur dan merasa cukup, dalam buku ini tidak lupa penulis mengingatkan untuk Rasulullah sangat dikenal dengan akhlak sabarnya. Bahkan dalam satu Riwayat disebutkan bahwa majelis Rasulullah adalah majelis kesabaran. Banyak sekali kisah-kisah Nabi yang membawa pesan tentang kesabaran, dan penulis tidak luput dalam menyampaikan hal ini. Audan pada beberapa momen dalam hidup kita, sabar adalah satu-satunya cara yang bisa kita Sabar itu, berusaha berpegang teguh pada kebenaran Al-Qur'an da Hadis, apapun yang terjadiAy . QANUN: Journal Of Islamic Laws and Studies E-ISSN: 2964-4690. Volume 2 No 2. Maret 2024 Doi 10. 58738/qanun. Selama hidup, beberapa kali manusia akan diuji dengan beberapa persoalan hidup yang mengikutinya kemana saja. Pada kalimat diatas, penulis mengingatkan bahwa bersabar adalah satu-satunya jalan keluar. Aujanganlah kita jadi orang-orang yang datang kepada Allah hanya saat butuhnya saja. Bahkan saat sudah bahagia, kita lebih harus mendekatkan diri kepada Allah sebagai bentu syukur kepada Allah yang telah memberikan ketenangan yang kita harapkanAy . Tulus Ikhlas dalam beriman dan bertakwa, amal yang diterima Allah adalah amal yang dikerjakan dengan niat Ikhlas hendak mencari Ridho Allah. Akhlak yang mulia akan ndengan mudah masuk kedalam hati yang lembut. Keikhlasan bersabar dan memohon kepada Allah tidak hanya pada saat dilanda kesulitan, namun juga dalam masa senang dan lapang. Respon Pembaca terhadap Pesan Dakwah dalam Buku Jika Kita Tak Pernah Baik-Baik Saja Tawakkal kepada Allah Banyak dari pembaca buku Jika kita tak pernah baik-baik saja yang mengungkapkan bahwa kalimat-kalimat Alvi Syahrin dalam buku membantu menyadarkan hadirnya jarak antara Allah dan dirinya. Kesadaran yang timbul membuat para pembaca mempertanyakan kembali keimanan dalam hatinya dan keterkaitan antara kegelisahan mengejar dunia yang tiada usai. Salah satu pembaca buku Jika Kita Tak Pernah Baik-Baik Saja. Husnul Khatimah berkata dalam Aujadi, buku ini memang bener, apa ya, ngebantu ngedorong buat balik percaya sama kuasanya AllahAy Mutmainnah, pembaca buku Alvi sejak 2019 juga menuturkan dalam wawancaranya. Aulebih tenang sih, maksudnya lebih positif lebih dewasa dalam menghadapi masalah, karena dibuku ini pikiran kita dibuka perlahan sama Alvi buat ngegantungin problem itu ke Allah, kyak diingetin terusAy Keterbukaan pikiran menjadi salah satu faktor pembaca Alvi Syahrin mencermati dengan baik pesan apa yang ingin disampaikan oleh penulis dalam bukunya. Keimanan akan susah diterima oleh hati-hati yang tertutup dan tidak menerima nasihat. Kalimat-kalimat yang ditulis Alvi Syahrin tidak jauh dari pesan-pesan dakwah dengan nasihat yang dapat mendorong seseorang menjadi lebih baik. Salah seorang pembaca buku Jika kita tak pernah baik-baik saja. Syahraeni Azzahra merespon. AuAllah itu dekat, masalah itu justru yang buat kita jauh sama Allah, terpuruk sendiri, menyalahkan diri sendiri, yang dampaknya bisa sampe buat hubungan kita sama Allah gak baik, sama orang disekitar juga gak baik karena energi negatif itukanAy Seringkali masalah yang dihadapi terasa sangat memberatkan diri sendiri, menurut Syahraeni hal-hal negatif bisa menguasai dirinya apabila sedang dimasa kesusahan. Tetapi, setelah membaca buku Alvi Syahrin. Syahraeni menyadari bahwa ada Allah yang bisa membantunya, karena Allah itu dekat. Tsalist Syarifah, pembaca buku Alvi Syahrin juga mengungkapkan bagaimana buku ini hadir mengingatkannya dengan Allah disaat keimanannya sedang goyah. QANUN: Journal Of Islamic Laws and Studies E-ISSN: 2964-4690. Volume 2 No 2. Maret 2024 Doi 10. 58738/qanun. Aumisalnya kalo kita tertimpa sesuatu penyakit, kesedihan dan kekhawatiran, itu Allah sedang menghapus kesalahan-kesalahan kita, dengan kita melepaskan seseorang atau sesuatu karena Allah, pasti Allah akan memberikan balasan yang lebih baikAy Fatmawaty Dedek, dalam wawancaranya mengatakan bahwa Audalam buku ini kita diajarkan untuk terus bersyukur dengan diri sendiri, tetap sabar, dan tawakkal dalam menjalani hidup yang diberikan oleh AllahAy Salwa Bachmid juga mengatakan bahwa buku ini cukup memberi dorongan untuk menjadi lebih AuJadi mengerti ka bagaimana harus sikapi masalah yang menurut ku susah, ya berdoa sama Allah buat minta di kasih jalan atau di kasih kelapangan hati begitu. Jadi kepikiran juga kalo ternyata gak ada salahnya hidup dengan selalu merasa dekat sama Allah, mendatangkan rasa tenangAy Setelah membaca buku Jika Kita Tak Pernah Baik-Baik Saja, membantu Salwa untuk memahami cara menyikapi permasalahan yang sedang dihadapi. Buku ini juga memberi pandangan baru untuk Salwa mengenai hubungannya dengan Allah. Ikhlas Walaupun terdengar sederhana, namun sikap ikhlas adalah salah satu amalan yang tidak mudah untuk dilakukan. Alvi Syahrin tidak luput dari pembahasan tentang Ikhlas. Diawali dengan membahas beragam rasa kekecewaan yang dapat terjadi dalam situasi apa saja karena nilai harapan yang terlalu tinggi digantungkan kepada selain Allah, dalam buku Jika Kita Tak Pernah Baik-Baik Saja juga dibahas Ikhlas sebagai obat dari kekecewaan. Beberapa pembaca merespon bahwa salah satu pesan dakwah dalam buku Jika Kita Tak Baik-Baik Saja mengajarkan tentang Ikhlas. Meilisa Sonia, pembaca buku Alvi Syahrin mengatakan. AuAlhamdulillah, mungkin ini ya jawaban dari Allah, kayak Allah ingin aku baca ini supaya hati aku lebih tenang, gak kepikiran dunia mulu, lebih ikhlas, menerima takdir itukan memang sudah Allah ya yang berkehendak jadi memang the best solusion itu ya itu ikhlas, nerima Allah kasih ujian karena alhamdulillah berarti masih di anggap hamba AllahAy Meilisa mulai bisa untuk menerima takdirnya dan Ikhlas setelah membaca buku ini. Mendapat pengaruh dan dorongan pada hal yang baik juga menerima hal-hal yang dibaca dalam buku sebagai solusi terbaik untuk hal yang sedang dialami. Salwa Bachmid juga memberi respon tentang Ikhlas yang dibahas dalam buku ini. AuNah, yang penting itu juga ikhlas. Kadang ya kalo kita ngerasa di kecewain atau mungkin dikhianati sama orang, paling susah itu nerima kenyataan itu, di buku ini juga mengingatkan untuk baik-baik saja atau ikhlasAy Sesuai dengan judul buku, pembaca dibawa untuk menormalisasi perasaan tidak baik-baik saja, tetapi untuk menyikapi hal yang membuat tidak nyaman diperlukan untuk memperluas rasa sabar dengan Ikhlas. Salwa mengungkapkan susah untuk menerima perasaan kecewa dan dikhianati, dengan membaca buku Jika Kita Tak Pernah Baik-Baik Saja. Salwa diingatkan untuk menjadi Ikhlas. Hal ini sama dengan pernyataan Tsalis Syarifah. QANUN: Journal Of Islamic Laws and Studies E-ISSN: 2964-4690. Volume 2 No 2. Maret 2024 Doi 10. 58738/qanun. Audengan baca buku ini aku jadi lebih ingin bisa untuk menerima segala sesuatu yang terjadi dan ikhlasAy Alvi Syahrin membuka pikiran pembacanya untuk percaya dan berserah diri kepada Allah, kemudian menerima segala sesuatu yang telah dikehendaki Allah untuk terjadi dengan membuka pintu Ikhlas. Amanda Rasyid merespon dengan berkata. Ausetiap orang akan pergi dan mengenai hal itu kita harus membiasakan diri untuk melepaskannya, memang susah untuk melepaskan tapi kita harus berusaha untuk bisa melanjutkan hidup jangan pernah berlarut larut dalam kesedihan. Kita harus merasakan namanya kehilangan agar bisa dpt menghargainyaAy Amanda Rasyid menanggapi rasa Ikhlas sesuai dengan masalah yang pernah dialaminya. Ketika Allah berkehendak menghilangkan seseorang dalam hidup seseorang, maka konsekuensinya adalah menerima hal itu. Ikhlas adalah tentang penerimaan, menerima kepergian seseorang yang berharga dalam hidup, menerima takdir atas hal-hal yang telah diusahakan, dan menerima bahwa tiada yang berhak disembah kecuali Allah Subhanahu wa TaAoala. Syahraeni Azzahra menambahkan pendapatnya. AuBener-bener belajar sih, merasa cukup dan lapang dada itu nasehatnya alhamdulillah sampe sekarang masih suka kebawa, tiba-tiba inget tulisan kak Alvi tentang bersyukur karena merasa cukup, itu Masya AllahAy Sagita Mutia Zahrani salah satu pembaca buku Alvi Syahrin berkata. Ausebenarnya bukan cuma sekedar menerima saja sih kak, tapi buku ini juga mengingatkan kita untuk menempatkan penerimaan itu ke Allah, jdi Ikhlas bukan sekedar ikhlas, tapi Ikhlas yang tujuannya untuk Allah. Ridho-Nya AllahAy Menempatkan sebuah amalan yang tidak hanya dilakukan untuk mengurangi kewajiban, tapi juga diniatkan untuk mendapatkan Ridho dari Allah dan Alvi Syahrin tidak lupa mengingatkan pembacanya pada tujuan ini. Sagita menerima pesan Ikhlas yang tidak hanya untuk kepuasan dirinya pribadi, tapi mengadakan niat atas Ridho Allah yang dengan ini tujuan menjadi ibadah agar dapat bernilai pahala baginya. Bersyukur Bersyukur adalah menerima segala bentuk nikmat Allah sesuai atau tidak sesuai dengan Dalam buku yang ditulis Alvi Syahrin ini, salah satu solusi untuk menerima diri sendiri adalah bersyukur terhadap fasilitas yang telah Allah berikan. Beberapa pembaca mengungkapkan bahwa buku ini juga mengingatkan untuk terus bersyukur. Fatmawaty Dedek berpendapat. Audalam buku tersebut kita diajarkan untuk terus bersyukurAy Husnul Khatimah berpendapat. Aubuku ini bisa membantu mengenalkan diri ini dengan sudut pandang yang berbeda, bukan dengan nyikapin masalah itu dengan ngeluh-ngeluh- ngeluh tapi akhirnya belajar buat mensyukuri apa yang diberi AllahAy Ade Mujahidah berpendapat. QANUN: Journal Of Islamic Laws and Studies E-ISSN: 2964-4690. Volume 2 No 2. Maret 2024 Doi 10. 58738/qanun. Auselama baca buku ini juga merasa bahwa ada banyak hal yang patut disyukuriAy Kesadaran untuk selalu bersyukur adalah salah satu bentuk ungkapan rasa terima kasih, baik dari nikmat yang Allah berikan maupun atas diri sendiri. KESIMPULAN Kesimpulan dari hasil penelitian ialah dakwah tidak hanya dilakukan saat pengajian, di Masjid, ataupun dalam acara tertentu saja, tetapi dengan media lain seperti buku, seseorang sudah dapat dikatakan berdakwah apabila yang tuliskannya mengandung ilmu yang berlandasakan AlQurAoan dan Hadis. Salah satu penulis yang bukunya banyak dibaca dikalangan muda mudi yang membahas berbagai macam problematika masa muda menuju kedewasaan yang membuat seseorang dapat merasa tak baik-baik saja. Buku Alvi Syahrin yang berjudul Jika Kita Tak Pernah Baik-Baik Saja memiliki beberapa pesan dakwah, diantaranya Pesan Dakwah dalam Aqidah dan Akhlak. Pesan Aqidah dalam buku ini mencakup tentang keesaan Allah Subhanahu wa TaAoala. Alvi Syahrin menuliskan pengingat atas keimanan kepada Allah. Memberi motivasi untuk terus mengingat Allah, membangun kepercayaan kepada Allah dan mengedepankan urusan-urusan yang dapat mendekatkan diri kepada Allah. Pesan Akhlak dalam buku ini adalah cara menyikapi masalah-masalah duniawi dengan tidak keluar dari ajaran Agama. Alvi Syahrin mengajak pembaca untuk Ikhlas. Sabar. Bersyukur dan Mencintai Diri sendiri agar teteap berada dikoridor Agama, agar selamat dari perasaan tidak baik-baik saja. Respon pembaca terhadap buku Jika Kita Tak Pernah Baik-Baik Saja secara garis besar adalah tentang Tawakkal. Ikhlas, dan Bersyukur. Para pembaca diberikan solusi atas kegelisahankegelisahan dan banyaknya kerumitan masalah yang tidak pernah usai. Tapi, dengan Buku Jika Kita Tak Pernah Baik-Baik Saja, para pembaca seperti memiliki teman yang bisa membimbing, menasihati dan mengingatkan hakikat kehidupan yang sebenarnya. REFERENSI