A EIIA: Lisanuna Jurnal Ilmu Bahasa Arab dan Pembelajarannya Volume 14. No. https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/lisanuna/index ISSN 2354-5577 (Prin. ISSN 2549-2802 (Onlin. PENGGUNAAN METODE OUTDOOR LEARNING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA BAHASA ARAB PESERTA DIDIK KELAS XI MA DDI LIL-BANAT PAREPARE Nur Muthmainna Maryam Haruna Institut Agama Islam Negeri Parepare. Indonesia innahrn@gmail. Abstract This study aims to evaluate the effectiveness of outdoor learning method in improving Arabic speaking ability among Grade XI students of MA DDI Lil-Banat Parepare. By focusing on the changes in speaking ability before and after the application of this method, this study seeks to provide an understanding of how this method can affect learning outcomes. This study used an experimental design with a one group pretest-posttest model. The research sample consisted of 12 learners in class XI. Data were collected through pre-test and post-test, each of which contained 15 questions related to Arabic vocabulary and Treatment in the form of four sessions of outdoor learning method was applied between the pretest and post-test. Data were analyzed using a quantitative approach with the help of SPSS 21. 0 to measure changes in speaking ability. The findings showed a significant improvement in Arabic speaking ability after the application of the outdoor learning method. The mean score of the learners' pre-test was 77, while the mean score of the post-test increased to 93. The paired sample test resulted in a sig. 000, which indicates that this difference is statistically significant. This study adds to the existing literature by demonstrating the specific application of outdoor learning method in the context of Arabic language learning. The results of this study highlight positive changes in learners' speaking ability that have not been widely discussed before in this context. The findings imply that the outdoor learning method can be an effective strategy in improving Arabic speaking skills. The application of this method can be considered for wider application in language learning contexts, especially in environments that require increased learner interaction and engagement. Keywords : Outdoor Learning. Arabic Speaking Skills. Experimental Method. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas metode outdoor learning dalam meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Arab di kalangan peserta didik kelas XI MA DDI Lil-Banat Parepare. Dengan fokus pada perubahan kemampuan berbicara sebelum dan sesudah penerapan metode ini, penelitian ini berusaha memberikan pemahaman tentang bagaimana metode ini dapat mempengaruhi hasil belajar. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen dengan model one group pretest-posttest. Sampel penelitian terdiri dari 12 peserta didik kelas XI. Data dikumpulkan melalui pre-test dan post-test, yang masing-masing berisi 15 soal terkait dengan kosa kata dan frasa bahasa Arab. Perlakuan berupa empat sesi metode outdoor learning diterapkan antara pre-test dan post-test. Data dianalisis menggunakan pendekatan kuantitatif dengan bantuan SPSS 21. 0 untuk mengukur perubahan dalam kemampuan berbicara. Temuan penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan berbicara bahasa Arab setelah penerapan metode outdoor learning. Nilai rata-rata pre-test peserta didik adalah 62,77, sedangkan nilai rata-rata post-test meningkat menjadi 93,33. Uji paired sample test menghasilkan nilai sig. 0,000, yang menunjukkan bahwa perbedaan ini signifikan secara statistik. Penelitian ini menambah literatur yang ada dengan menunjukkan penerapan metode outdoor learning secara spesifik dalam konteks pembelajaran bahasa Arab. Hasil penelitian ini menyoroti perubahan positif dalam kemampuan berbicara peserta didik yang belum banyak dibahas sebelumnya dalam konteks Temuan ini mengimplikasikan bahwa metode outdoor learning dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Arab. Penerapan metode ini dapat dipertimbangkan untuk AA : LisanunaAEIIA AAJurnal Ilmu Bahasa Arab dan Pembelajarannya A)AVolume 14. No. AAhttps://jurnal. ar-raniry. id/index. php/lisanuna/indexAA A)AISSN 2354-5577 (Prin. ISSN 2549-2802 (OnlineAA AAditerapkan lebih luas dalam konteks pembelajaran bahasa, terutama di lingkungan yang memerlukanAA AApeningkatan interaksi dan keterlibatan peserta didik. AAKata kunci : Outdoor Learning. Keterampilan Berbicara. Metode Eksperimen. AI EAA ANA NN E OE COIO AEO OC EIE EO OA IO EC OE E EE EO EO E Ea AEO OA I O EE EO OA A MA DDI Lil Banat ParepareAIO eIOEOO EOEA-AIA AOA . AOII EE EEO OE EO OA EC OE E CE OC NN EOC ONA UAO NN E OEA AOAO ANI EEOAO O NN EOC OE I EIEA . A I NN E AIIOU OOU IIO E ECOE OEA AIEIO OA . AEA OI E II IE UI II EAA EO A . AI I EOI II EE E ECOE OEA AEOA UAO OO EE INII OE A 51A UE OEC IA O EE EOA . AI OC EE OA EE EA AII EO EIE EO IO E ECOE OE EOA . AI EOE EOI I NI IEO I IIA AUA AIEO OA EC OE E EE EO A AA SPSS 21. 0AECO EO OA EC OE EA . AN EI IUA AOC OC EIE OA ENO EECA . AOE IO E ECOE EEIEIIO A U77. 66AOII A IO A AE EO OE A . 99AA EOI IECI I EI OA U0. AII OO OE I N EAC O EEA AAOA . AOA NN E OE EO IEOO II EE N EOC IE EEO EIE EO OA OC IEA AEE EOA . AOE I NN E EO OE EO EOO OA C IEEIIO OE E EO IE I IIC N OEA AIC O II CE OA N E OCA . AO EI OE I OC EIE OA ENO EEC IOEI I EEOI o AE OAA AIO NI E EE EOA . AIOEI EI OA OC NN EOC EEOC OE IC O OA OC IE EEAUAA AA OA EO EO E O AE IEIE OIENA. AeI EO OA :AEIE OA ENO EECA UANI E EE EOA UAOC OOA. AAPENDAHULUANAA AASalah satu pembelajaran yang tak kalah penting dalam dunia pendidikan yakniAA AAketerampilan dalam menggunakan bahasa, baik itu bahasa ibu yakni bahasa indonesia,AA AAmaupun bahasa kedua yaitu bahasa asing. Peran bahasa dalam kehidupan sehari-hariAA AAmemiliki pengaruh yang sangat besar. 1 Hal ini dapat dilihat bagaimana manusia dalamAA AAsehari-harinya berkomunikasi menggunakan bahasa. Begitu pun dalam pembelajaran,AA AAbahasa merupakan hal terpenting dalam komunikasi pembelajaran, baik dalam bentukAA AAyang verbal, maupun nonverbal. 2 Sehubungan dengan hal tersebut, pembelajaran bahasa arab juga dinilai sangat mengedepankan kemampuan bercakap yakni dalam hal iniAA AA1AA AABani Amin. AuPengembangan Kurikulum Ilmu Pendidikan Bahasa Arab Dalam KonteksAA AAKekinian,Ay Ameena Journal |Volume 1, no. AA2AA AALuhur Wicaksono. AoBahasa Dalam Komunikasi PembelajaranAo. Jurnal PembelajaranAA AAProspektif, 9. AA201AA A EIIA: Lisanuna Jurnal Ilmu Bahasa Arab dan Pembelajarannya Volume 14. No. https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/lisanuna/index ISSN 2354-5577 (Prin. ISSN 2549-2802 (Onlin. bercakap menggunakan bahasa Arab (Maharah Kala. 3 Salah satu penunjang yang wajib dikuasai untuk dapat bercakap bahasa Arab adalah penguasaan mufradat. Mufradat dalam keterampilan berbicara ini merupakan sesuatu yang mutlak, hal ini dikarenakan tanpa menguasai mufradat dengan baik, maka seseorang tidaklah dapat berkomunikasi dengan orang lain dan menyampaikan apa yang ada dalam fikirannya. Namun di sisi lain, hal yang sangat memprihatinkan dewasa ini yakni anggapan bahwa belajar bahasa Arab sangat sulit dan tidak bervariasi . sehingga hal ini menjadikan masyarakat Islam Indonesia menjadi pasif dalam belajar bahsa Arab kemudian menyebabkan pendidikan bahasa Arab di tanah air berjalan sangat lambat dan tidak banyak mengalami perubahan yang mendasar. Penerapan berbicara bahasa Arab umumnya diterapkan dalam tingkatan sekolah atau pun perguruan tinggi keagamaan. 6 Contohnya adalah pondok pesantren, madrasah, sekolah tinggi ilmu bahasa arab dan sekolah islam lainnya. Salah satu masalah yang umumnya terjadi pada peserta didik dalam menerapkan berbicara bahasa Arab selain kurangnya kosa kata yang dihafal adalah kurangnya motivasi belajar bahasa Arab karena metode yang disajikan oleh pendidik kurang efisien dan menarik. Atas dasar itulah peneliti melakukan penelitian ini yakni salah satu langkah dalam membuat pembelajaran bahasa Arab khusunya dalam penguasaan berbicara menggunakan bahasa Arab dapat menjadi pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan. Berdasarkan observasi awal, masih banyak peserta didik yang belum mampu menerapkan bahasa Arab dalam berbicara sehari-hari. Hal ini tentu memantik keprihatinan bagi guru yang membutuhkan solusi agar peserta didik mampu berbicara bahasa Arab sehari-hari. Kepala madrasah MA DDI Lil-Banat juga mengharapkan agar peserta didiknya mampu berbicara bahasa Arab melihat latar belakang dari MA DDI Lil-Banat adalah di bawah naungan pondok pesantren yang identik dengan peserta didiknya mampu berbahasa Arab. Beberapa peserta didik juga menyatakan bahwa mereka memiliki harapan yang sama, yakni mampu berbicara bahasa Arab, namun kendala yang mereka nyatakan pun berbeda-beda, secara garis besar ada dua poin penting yang menjadi kendala peserta didik dalam belajar bahasa Arab dan menerapkan bahasa Arab ketika berbicara. metode yang digunakan ketika pembelajaran bahasa Vivi Aprilia Megayanti and Najih Anwar. AuEfektivitas Penggunaan Metode Story Telling Terhadap Maharah Al-Kalam Siswa Kelas X MAN Sidoarjo,Ay Emergent Journal of Educational Discoveries and Lifelong Learning (EJEDL) 1, no. , https://doi. org/10. 47134/emergent. Moch Fajarul Falah & Nurmajidah Rizky Banurea. AuPenggunaan Media Flashcard Dalam Pembelajaran Kosakata Pada Keterampilan Berbicara Siswa MTsN 2 Aceh Besar,Ay Lisanuna Jurnal Ilmu Bahasa Arab Dan Pembelajarannya 14, no. : 84Ae95. Wahbah Az-Zuhaily. Tafsir al-Wasith. Jilid ke-II (Beirut. Darul fikri, 2. , h. Syamsuddin Asyofi. Desain Pembelajaran Bahasa Arab (CV. Pustaka Ilmu Group Yogyakarta. A EIIA: Lisanuna Jurnal Ilmu Bahasa Arab dan Pembelajarannya Volume 14. No. https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/lisanuna/index ISSN 2354-5577 (Prin. ISSN 2549-2802 (Onlin. Arab kurang optimal mengingat bahwa pembelajaran bahasa Arab di kelas memang hanya 2 x 45 menit dalam sepekan sehingga waktu yang disuguhkan dari sekolah membatasi kreatifitas guru dalam mengajar bahasa Arab. peserta didik merasa bosan dengan suasana kelas dan pembelajaran yang monoton, mereka mengatakan bahwa ketika mereka belajar dengan suasana hati dan lingkungan yang menyenangkan hal itu dapat meningkatkan semangat dan kefokusan mereka dalam belajar. Peserta didik mengaku bahwa mereka sering menghafal kosa kata namun jarang menerapkannya sehingga kosa kata yang mereka telah hafal hilang begitu saja. Berdasarkan fenomena tersebut maka peneliti menganggap bahwa salah satu cara untuk menanggulanginya adalah dengan memberikan sentuhan metode yang menarik dan menyenangkan dalam pembelajaran bahasa Arab. Sesuai dengan pengertiannya bahwa metodologi adalah suatu bentuk pengajaran yang digunakan oleh pendidik dengan tujuan agar terjalin hubungan yang positif dengan peserta didik ketika proses pembelajaran berlangsung. 7 Dengan kata lain, bahwa metode yang digunakan kepada peserta didik sangat menentukan kemajuan belajar pada peserta didik. Hal ini dapat menjadi salah satu jalan seorang guru sebagai usaha dalam meningkatkan kemampuan peserta didik dalam belajar sehingga mendapatkan hasil yang maksimal. Oleh karena itu, metode dalam pembelajaran ini sangat membutuhkan perhatian terutama terhadap Metode pembelajaran dapat dimaknai sebagai cara yang dilakukan seseorang dalam mengimplementasikan suatu metode secara spesifik. 8 Salah satunya adalah metode outdoor learning. Metode outdoor learning merupakan salah satu metode yang dapat dilakukan di luar kelas saat proses pembelajaran berlangsung. 9 Dengan kata lain bahwa metode ini merupakan salah satu metode yang memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar peserta didik. 10 Dengan demikian, proses pembelajaran yang dilakukan akan menjadi lebih menyenangkan dan tidak terkesan monoton karena menjadikan alam sebagai sumber belajar dapat membuat pikiran peserta didik dalam menerima materi lebih jernih, pembelajaran yang dilakukan akan terasa menyenangkan, kegiatan belajar lebih variatif, kegiatan belajar lebih rekreatif, wahana belajar semakin luas, kerja otak lebih rileks, dan yang paling penting adalah menanamkan dalam pikiran peserta didik bahwa Ilyas. Abd. Syahid. AoPentingnya Metodologi Pembelajaran Bagi GuruAo. Jurnal Al-Aulia, volume 04 No. Asyofi. Desain Pembelajaran Bahasa Arab. Marwa El-Aasar. Zeinab Shafik, and Dalia Abou-Bakr. AuOutdoor Learning Environment as a Teaching Tool for Integrating Education for Sustainable Development in Kindergarten. Egypt,Ay Ain Shams Engineering Journal 15, no. : 102629, https://doi. org/10. 1016/j. Aulia Novitasari. Ma Sholehah, and Nur Hidayah. AuPengaruh Penerapan Metode Outdoor Learning Terhadap Literasi Lingkungan Siswa Kelas X SMA The Effect of Applying Outdoor Learning Methods on the Environmental Literacy of Class X High School Students 11, no. : 109Ae18, https://doi. org/10. 33059/jj. A EIIA: Lisanuna Jurnal Ilmu Bahasa Arab dan Pembelajarannya Volume 14. No. https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/lisanuna/index ISSN 2354-5577 (Prin. ISSN 2549-2802 (Onlin. dunia atau lingkungan adalah kelas dan tempat belajar. 11 Adapun tujuan dari penelitian ini yakni meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Arab siswa dengan menggunakan metode outdoor learning. Harapan dari penelitian ini yakni setelah diterapkannya metode outdoor learning terdapat peningkatan dalam kemampuan berbicara bahaasa Arab siswa MA DDI Lil Banat Parepare. Bentuk-bentuk Outdoor Learning Metode outdoor learning memiliki beberapa macam atau bentuk dalam pengimplementasiannya, berikut beberapa bentuk dari outdoor learning. Supercamp Supercamp adalah kegiatan berkemah yang dilakukan peserta didik beserta Dalam kegiatan tersebut baik peserta didik dalam satu tingkat kelas maupun lintas kelas dapat ikut serta, tergantung dari kemampuan guru dalam mengelolanya. Kegiatan ini peserta didik melakukan kegiatan belajar dalam beberapa mata pelajaran yang diampu oleh guru mata pelajaran seperti kegiatan belajar di kelas pada umunya, hanya saja kegiatan ini dilakukan di alam terbuka dan berlangsung dalam beberapa . Live In Live in adalah kegiatan tinggal dan hidup di suatu pedesaan berbaur dengan masyarakat dengan maksud mengikuti segala aktivitas penduduk desa. Dapat juga dikatakan, program kegiatan ini adalah program pembelajaran yang bertujuan mengenal sebuah lingkungan penduduk dengan melakukan semua kegiatan penduduk desa, baik di rumah maupun saat bekerja diluar. Kegiatan Live In ini bertitik tolak dari situasi zaman sekarang yang mengarah kepada situasi yang lebih kompleks. Hal ini dapat dilihat dari segi ekonomi dan sosial yang begitu banyak orang terhanyut dalam ketidaksadaran mereka tentang potensi diri, mudah stress, bertindak emosional, dan Selain itu, jika kita perhatikan dan sadar akan situasi saat ini, banyak peserta menginterpretasikan, mengaitkan dan menerapkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai yang telah mereka pelajari. Dapat dikatakan kegiatan live in ini mengajak peserta didik untuk belajar hidup secara nyata bersama-sama dengan masyarakat. Study Tour Study Tour juga disebut dengan karyawisata widyawisata. Biasanya tiap sekolah Erwin Widiasworo. Strategi & Metode Mengajar Siswa Di Luar Kelas (Outdoor Learnin. (Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2. H 105. Erwin Widiasworo. Strategi & Metode Mengajar Siswa di luar Kelas (Outdoor learnin. Secara Aktif. Kreatif. Inspirati, & Komunikastif. Yogyakarta : Ar-Ruzz Media 2019, h 105. Khoirun NisaAo and IstiAoanah Nabilah. AuPendampingan Peningkatan Maharah Kalam Santri Melalui Panggung Kreasi Bahasa Arab Lailah Arabiyah Di Pondok Pesantren Darun Nuhat Lamongan,Ay Santri: Journal of Student Engagement 3, no. , https://doi. org/10. 55352/santri. Erwin Widiasworo. Strategi & Metode Mengajar Siswa di luar Kelas (Outdoor learnin. Secara Aktif. Kreatif. Inspirati, & Komunikastif. Yogyakarta : Ar-Ruzz Media 2019, h 107. A EIIA: Lisanuna Jurnal Ilmu Bahasa Arab dan Pembelajarannya Volume 14. No. https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/lisanuna/index ISSN 2354-5577 (Prin. ISSN 2549-2802 (Onlin. memiliki program kegiatan ini. Karyawisata merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan diri peserta didik terhadap kehidupan nyata . eal lif. yang menjadi sumber belajar bagi peserta didik. Suyanto dan Jihad . juga mengungkapkan bahwa dalam metode karyawisata ini, guru mengajak peserta didik mengunjungi objek tertentu dengan tujuan mempelajari sesuatu. Berikut beberapa tujuan karyawisata atau study tour. Peserta didik dapat menghayati materi yang mereka dapat di dalam kelas secara teortis dengan keadaan nyata di lapangan. Menghilangkan kejenuhan dari rutinitas peserta didik yang dilakukan di dalam . Sebagai Sebagai rekreasi sambil belajar dengan maksud agar peserta didik belajar dengan suasana hati yang senang. Pembelajaran seperti ini bisanya akan lebih meresap di dalam diri peserta didik dan akan sangat berguna bagi penguasaa kompetensi tertentu. Field Work Field work adalah kerja lapangan atau dikenal dengan praktik kerja lapangan. Kegiatan ini dimaksudkan agar peserta didik lebih mengenal dan akrab dengan dunia kerja, sehingga mereka dapat lebih terlatih mengaplikasikan semua pengetahuan yang mereka peroleh di sekolah ke dalam dunia kerja. Tujuan dari metode ini adalah memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mencapai pengetahuan melalui pengalaman yang mereka dapatkan di kelas. 15 Berikut kelebihan metode kerja . Menerapkan prinsip pengajaran modern dengan cara memanfaatkan lingkungan nyata dalam pembelajaran. Membuat bahan yang dipelajari di seklah menjadi lebih relevan dengan kenyataan yang dibutuhkan di masyarakat. Lebih merangsang kreativitas peserta didik dalam belajar. Ekspedisi Ekspedisi adalah suatu kegiatan perjalanan ke suatu tempat dengan tujuan mencapai misi tertentu. Dalam kegiatan ini peserta didik dan guru mengadakan perjalanan ke tempat yang telah ditentukan untuk meneliti, mengamati, dan menemukan fakta-fakta di lapangan. Kemudian fakta tersebut disinkronkan dengan materi yang sedang dipelajari di sekolah. 16 Melalui kegiatan ini peserta didik akan lebih semangat karena mereka dapat mempelajari materi sesuai dengan kenyataan yang ada. Outbound Outbound meruakan suatu cara untuk menggali diri sendiri dalam suasana menyenangkan dan tempat penuh tantangan yang bersifat menggali dan mengembangkan potensi, meninggalkan masa lalu, berada di masa sekarang, dan siap Asyofi. Desain Pembelajaran Bahasa Arab. Haidarul Gholib Al Ghozi. Nayla Khalisa, and Siti Nadiyyana. AuUpaya Peningkatan Maharah Kalam Dan QiroAoah Melalui Kegiatan HABIBA (Hari Bahasa Inggris Bahasa Ara. Di Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Medan. ,Ay Madani : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 1. Nom, no. A EIIA: Lisanuna Jurnal Ilmu Bahasa Arab dan Pembelajarannya Volume 14. No. https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/lisanuna/index ISSN 2354-5577 (Prin. ISSN 2549-2802 (Onlin. menghadapi masa depan, menyelesaikan tantangan, tugas-tugas yang tidak umum, menantang batas seseorang, dan membuat pemahaman terhadap diri sendiri tentang kemampuan yang dimilki melebihi dari yang dikira. Kita sering mengenal kegiatan outbound sebagai kegiatan yang dilakukan di alam terbuka, berisi permainan, petualangan dan semacamnya. Saat outbound kita dapat bertemu dengan sesuatu yang mungkin tidak kita ketahui tetapi penting untuk Belajar mengenai potensi diri dan hal-hal lain yang bisa jadi sangat membantu kita dalam kehidupan sekarang atau akan datang. Dalam kegiatan ini, peserta didik dapat belajar lebih mengenal diri mereka, mengetahui kemampuan dan . JAS (Jelajah Alam Sekita. Kegiatan ini merupakan pembelajaran yang memanfaatkan alam sekitar sebagai sumber belajar. Peserta tidak dibebankan dengan belajar dari setumpuk buku dan LKS, namun mereka menjelajahi alam sekitar untuk menemukan pengetauan yang lebih konkret. Model pembelajaran ini bersifat student centered sehingga mendorong peserta didik untuk aktif mencari pengetahuannya sendiri. Include pada Kegiatan Pembelajaran di Sekolah Outdoor learning tidak hanya dilakukan secara insidental dan selalu meninggalkan lingkungan sekolah. Outdoor learning dapat juga dilaksanakan di dalam kegiatan pembelajaran di sekolah atau pada jam-jam pelajaran sesuai jadwal yang telah ditentukan. 19 Pihak sekolah dalam hal ini guru dapat melaksanakan outdoor learning meskipun hanya dengan waktu dua jam pelajaran saja. Mengingat outdoor learning adalah kegiatan pembelajaran yang dilakukan di luar ruangan maka kita bisa memanfaatkan beberapa lokasi yang terdapat di sekolah. 20 Seperti taman sekolah, halaman sekolah, kebun sekolah dan tempat-tempat terbuka lainnya. Aktivitas ini juga tidak hanya bisa dilakukan oleh beberapa mata pelajaran saja, namun seluruh mata pelajaran dapat dilakukan di luar ruangan. Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh Umar Rizki Fitroni Merciandy dan Khizanatul Hikmah pada tahun 2024 Pengaruh Penerapan Metode Outdoor Learning terhadap Literasi Lingkungan Siswa Kelas X SMA. Pemilihan metode outdoor learning merupakan contoh metode pembelajaran yang interaktif sebagai alternatif dalam mencapai tujuan Metode ini juga sebagai alternatid terhadap kejenuhan siswa belajar di dalam ruangan sehingga metode outdoor learning ini dapat menambah minat belajarnya. Adapun Erwin Widiasworo. Strategi & Metode Mengajar Siswa di luar Kelas (Outdoor learnin. Secara Aktif. Kreatif. Inspirati, & Komunikastif. Yogyakarta : Ar-Ruzz Media 2019, h 109. Al Ghozi. Khalisa, and Nadiyyana. AuUpaya Peningkatan Maharah Kalam Dan QiroAoah Melalui Kegiatan HABIBA (Hari Bahasa Inggris Bahasa Ara. Di Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Medan. Ay h. Habibur Rahman and Fida Layly Maisurah. AuPengajaran Bahasa Arab Dan Sosiologi Masyarakat Islam Indonesia: Kajian Fenomenologi-Sosiolinguistik,Ay Cognitive: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran 1, no. , https://doi. org/10. 61743/cg. Hamidah Hartono et al. AuProblematika Pembelajaran Maharah Kitabah Terhadap Mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab Di UINSU,Ay GJMI: Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu 2, no. Erwin Widiasworo. Strategi & Metode Mengajar Siswa di luar Kelas (Outdoor learnin. Secara Aktif. Kreatif. Inspirati, & Komunikastif. Yogyakarta : Ar-Ruzz Media 2019, h 105. A EIIA: Lisanuna Jurnal Ilmu Bahasa Arab dan Pembelajarannya Volume 14. No. https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/lisanuna/index ISSN 2354-5577 (Prin. ISSN 2549-2802 (Onlin. perbedaan dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti adalah terletak pada variabel Penelitian yang dilakukan oleh Umar dan Khizanatul yakni literasi lingkungan, sedangkan variabel terikat yang dilakukan peneliti adalah kemampuan berbicara bahasa Arab. Adapun perbedaan penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti dengan penelitian di atas terdapat pada variabel Y . ariable terika. dan subjek penelitiannya. Pada penelitian di atas variabel terikatnya adalah literasi lingkungan, sedangkan variable terikat dari penelitian ini yakni keterampilan berbicara. Subjek penelitian di atas adalah peserta didik kelas Vi MTs Wahid Hasyim Kapuran Bedegan Ponorogo, sedangkan subjek penelitian yang akan diteliti oleh peneliti yakni peserta didik kelas XI MA DDI Lil-Banat Parepare. Penelitian yang dilakukan oleh Amir Mukminin pada tahun 2019. Dengan judul AuPengaruh Aplikasi Drill Terhadap Keterampilan Berbicara Bahasa Arab Peserta Didik Kelas Vi MTs Wahid Hasyim Kapuran Bedegan PonorogoAy Tujuan dari penelitian ini yakni untuk mengetahui pengaruh aplikasi Drill terhadap kemampuan bebicara Bahasa Arab peserta didik kelas Vi MTs Wahid Hasyim Kapuran Bedegan Ponorogo Tahun Pelajaran 2018/2019. Latar belakang penelitian ini adalah kesulitan peserta didik untuk menerima materi dari guru terutama materi mengenai keterampilan berbicara bahasa Arab, mengingat bahwa bahasa Arab adalah komponen pokok pengajaran Bahasa asing di samping Bahasa Inggris di MTs Wahid Hasyim Kapuran Badegan Ponorogo. Upaya yang dilakukan peneliti dalam meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Arab yakni melalui penerapan metode Drill. Perbedaan penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti dengan penelitian diatas terdapat pada variabel X . ariable beba. dan subjek penelitiannya. Pada penelitian di atas variabel bebasnya adalah pengaruh aplikasi metode Drill, sedangkan variable bebas dari penelitian yang akan diteliti oleh peneliti yakni penggunaan metode outdoor learning. Subjek penelitian di atas adalah peserta didik kelas Vi MTs Wahid Hasyim Kapuran Bedegan Ponorogo, sedangkan subjek penelitian yang akan diteliti oleh peneliti yakni peserta didik kelas XI MA DDI Lil-Banat Parepare. Penelitian yang dilakukan oleh Mardawyah pada tahun 2020 dengan judul AuImplementasi Metode Hiwar Terhadap Materi Al-AAomal Al-Yaumiyyah pada Mata Kuliah Maharah Al-Kalam Mahasiswa Angkatan 2018 Prodi Pendidikan Bahasa Arab IAIN ParepareAy Latar belakang penelitian ini adalah lemahnya peserta didik terhadap keterampilan berbicara bahasa Arab . aharah al-kala. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan bagaimana implementasi metode hiwar terhadap materi al-aAomal al-yaumiyyah pada mata kuliah maharah al-kalam mahasiswa prodi pendidikan bahasa Arab. Penelitian ini merupakan Penelitian lapangan . ield researc. dengan menggunakan jenis pendekatan kualitatif dan mengambil objek prodi pendidikan bahasa Arab IAIN Parepare. Novitasari. Sholehah, and Hidayah. AuPengaruh Penerapan Metode Outdoor Learning Terhadap Literasi Lingkungan Siswa Kelas X SMA The Effect of Applying Outdoor Learning Methods on the Environmental Literacy of Class X High School StudentsAy M Tech Student et al. AuTemuan Penelitian,Ay Frontiers in Neuroscience 14, no. : 1Ae13. A EIIA: Lisanuna Jurnal Ilmu Bahasa Arab dan Pembelajarannya Volume 14. No. https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/lisanuna/index ISSN 2354-5577 (Prin. ISSN 2549-2802 (Onlin. Pre_Tes Cumulative Frequency Percent Valid Percent Percent Valid 40. Total Perbedaan penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti dengan penelitian diatas terdapat pada variabel X . ariable beba. dan subjek penelitiannya. Pada penelitian di atas variabel bebasnya adalah implementasi metode hiwar, sedangkan variable bebas dari penelitian yang akan diteliti oleh peneliti yakni penggunaan metode outdoor learning. Subjek penelitian di atas adalah mahasiswa angkatan 2018 prodi pendidikan bahasa Arab Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare, sedangkan subjek penelitian yang akan diteliti oleh peneliti yakni peserta didik kelas XI MA DDI Lil-Banat Parepare. HASIL DAN PEMBAHASAN Temuan utama dari penelitian ini menunjukkan bahwa sebelum penerapan metode outdoor learning, kemampuan berbicara bahasa Arab peserta didik kelas XI MA DDI Lil-Banat Parepare berada pada kategori rata-rata rendah. Hasil pre-test menunjukkan nilai rata-rata 62,77 dengan nilai tengah 66,66, modus 66,66, dan rentang nilai antara 40,00 hingga 73,33 (Tabel . Dari 12 peserta didik yang menjadi sampel, 9 peserta memperoleh nilai dalam kategori sedang dan 3 peserta berada dalam kategori sangat rendah. Ini menunjukkan bahwa sebagian besar peserta didik belum mencapai tingkat kemampuan berbicara bahasa Arab yang memadai sebelum perlakuan diberikan. Distribusi Frekuensi Nilai Pre-Test Penyajian ulang data menunjukkan bahwa sebelum penerapan metode outdoor learning kemampuan berbicara bahasa Arab peserta didik berada dalam kategori yang cukup bervariasi, tetapi cenderung rendah secara keseluruhan. Dengan nilai rata-rata 62,77, mayoritas peserta didik berada dalam kategori sedang, sedangkan hanya sedikit yang termasuk dalam kategori sangat rendah. Tidak ada peserta yang mencapai kategori sangat tinggi, yang mengindikasikan adanya kebutuhan mendesak untuk meningkatkan metode pembelajaran untuk mencapai hasil yang lebih baik. Data ini memberikan gambaran awal tentang kondisi kemampuan berbicara bahasa Arab peserta didik sebelum perlakuan, yang sangat penting untuk menilai efektivitas metode yang akan Hasil post-test menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan berbicara bahasa Arab peserta didik setelah diterapkan metode outdoor learning. Nilai A EIIA: Lisanuna Jurnal Ilmu Bahasa Arab dan Pembelajarannya Volume 14. No. https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/lisanuna/index ISSN 2354-5577 (Prin. ISSN 2549-2802 (Onlin. rata-rata pada post-test adalah 93,33, meningkat dari nilai rata-rata pre-test yang sebesar 62,77. Data menunjukkan nilai tengah post-test sebesar 96,66 dengan modus 100, dan standar deviasi 8,52, sedangkan nilai minimum dan maksimum berkisar antara 80 hingga 100 (Tabel . Temuan ini mengindikasikan bahwa sebagian besar peserta didik mengalami perbaikan yang signifikan dalam kemampuan berbicara bahasa Arab setelah mengalami perlakuan dengan metode outdoor learning. Distribusi Frekuensi Nilai Post-Test Post_Tes Valid Total Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Kemampuan berbicara bahasa Arab peserta didik kelas XI MA DDI Lil-Banat Parepare setelah diterapkan metode outdoor learning dalam pembelajaran menurut tabel diatas menunjukkan bahwa 12 peserta didik yang menjadi sampel penelitian terdapat 6 orang peserta didik memperoleh nilai dalam kategori sangat tinggi dan 3 orang peserta didik memperoleh nilai dalam kategori tinggi dan 3 orang peserta didik memperoleh nilai sedang. Nilai Hasil Post-Test Peserta Didik Nilai O 54 Jumlah Kategori Kemampuan Sangat inggi Frekuensi Tinggi Sedang Rendah Sangat Rendah Berdasarkan tabel diatas dari nilai hasil pengelompokkan kemampuan pre-test dan post-test peserta didik menunjukkan bahwa nilai hasil pre-test peserta didik memiliki peningkatan pada nilai hasil post-test setelah dilakukan treatment. Hal ini menunjukkan bahwa dengan penggunaan metode outdoor learning dalam upaya meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Arab peserta didik kelas XI MA DDI LilBanat Parepare dapat dikatakan berhasil. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan metode outdoor learning berhasil meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Arab peserta didik kelas XI MA DDI Lil-Banat Parepare. Berdasarkan A EIIA: Lisanuna Jurnal Ilmu Bahasa Arab dan Pembelajarannya Volume 14. No. https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/lisanuna/index ISSN 2354-5577 (Prin. ISSN 2549-2802 (Onlin. hasil uji paired sample test dengan nilai signifikansi 0,000, yang lebih kecil dari batas alpha 0,005, terdapat perubahan signifikan antara hasil pre-test dan post-test. Penurunan nilai signifikansi ini mengindikasikan bahwa metode outdoor learning secara efektif meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Arab, sehingga hipotesis alternatif H1 diterima dan hipotesis nol H0 ditolak. Temuan ini menegaskan bahwa penggunaan metode outdoor learning berperan penting dalam peningkatan kemampuan bahasa Arab Analisis Teori Outdoor Learning dan Peningkatan Kemampuan Berbicara Teori outdoor learning menekankan pembelajaran berbasis pengalaman yang mengaitkan materi pelajaran dengan lingkungan fisik di luar kelas. 24 Menurut teori ini, pembelajaran di luar ruangan dapat meningkatkan keterlibatan siswa dengan menciptakan pengalaman langsung yang relevan dengan konteks pembelajaran. 25 Hal ini karena metode outdoor learning memungkinkan siswa untuk belajar secara aktif dan kontekstual, yang mendukung pemahaman dan penguasaan materi secara lebih baik. Teori outdoor learning juga berfokus pada aspek sosial dan interaktif dari 27 Interaksi langsung dengan lingkungan dan sesama siswa di luar ruangan dapat memperkuat keterampilan komunikasi dan kolaborasi. Dalam konteks bahasa Arab, metode ini memungkinkan siswa untuk berlatih berbicara dalam situasi yang lebih alami dan autentik, yang mendorong penggunaan bahasa yang lebih kreatif dan 28 Penelitian ini mendukung temuan bahwa kegiatan outdoor tidak hanya meningkatkan keterampilan berbicara tetapi juga memperbaiki motivasi dan kepercayaan diri siswa dalam menggunakan bahasa target. Implikasi dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode outdoor learning dapat diterapkan sebagai strategi efektif untuk meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Arab. Penggunaan metode ini di kelas dapat menyediakan lingkungan belajar yang lebih dinamis dan mendukung interaksi yang lebih aktif antara siswa dan materi Sekolah-sekolah Nurhusna Kamil and Hibana. AuAnalisis Penerapan Pembelajaran Outdoor Learning Menurut Teori Froebel Pada Anak Usia Dini,Ay Jurnal Educhild (Pendidikan & Sosia. 12, no. Gemma Goldenberg et al. AuOutdoor Learning in Urban Schools: Effects on 4Ae5 Year Old ChildrenAos Noise and Physiological Stress,Ay Journal of Environmental Psychology 97, no. June . 102362, https://doi. org/10. 1016/j. Nikken Isnaini Hidayah et al. AuPengaruh Penggabungan Metode Outdoor Dengan Indoor Learning Menggunakan Sistem Sepur Selam,Ay Jurnal Math Educator Nusantara: Wahana Publikasi Karya Tulis Ilmiah Bidang Pendidikan Matematika https://doi. org/10. 29407/jmen. Trisnadewi Ariesandy. AuPengaruh Pembelajaran Luar Kelas (Outdoor Learnin. Berbentuk Jelajah Lingkungan Dan Motivasi Terhadap Hasil Belajar Biologi Siswa,Ay Wahana Matematika Dan Sains: Jurnal Matematika. Sains. Dan Pembelajarannya 15, no. Novita Sari Nasution and Lahmuddin Lubis. AuUrgensi Pembelajaran Bahasa Arab dalam Pendidikan Islam,Ay Jurnal Simki Pedagogia 6, no. , https://doi. org/10. 29407/jsp. A EIIA: Lisanuna Jurnal Ilmu Bahasa Arab dan Pembelajarannya Volume 14. No. https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/lisanuna/index ISSN 2354-5577 (Prin. ISSN 2549-2802 (Onlin. mempertimbangkan integrasi metode ini dalam kurikulum mereka untuk memaksimalkan hasil belajar bahasa Arab dan meningkatkan pengalaman pembelajaran secara keseluruhan. Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan yang perlu diperhatikan. Pertama, penelitian ini hanya dilakukan di satu sekolah dengan sampel yang terbatas, sehingga hasilnya mungkin tidak dapat digeneralisasikan untuk populasi yang lebih luas. Kedua, durasi treatment yang singkat dan kurangnya variabel kontrol tambahan dapat mempengaruhi hasil akhir. Ketiga, penilaian hanya didasarkan pada hasil pre-test dan post-test tanpa mempertimbangkan faktor-faktor eksternal yang mungkin mempengaruhi kemampuan berbicara siswa. PENUTUP Penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan berbicara bahasa Arab peserta didik kelas XI MA DDI Lil-Banat Parepare sebelum penerapan metode outdoor learning tergolong rendah, dengan nilai rata-rata pre-test sebesar 62,77 dan standar deviasi 10,8. Sebagian besar peserta didik memperoleh nilai di bawah 54, yang dianggap sangat Setelah penerapan metode outdoor learning, hasil post-test menunjukkan peningkatan signifikan, dengan nilai rata-rata 93,33 dan standar deviasi 8,52. Sebanyak 9 peserta didik mencapai nilai sangat tinggi dan 3 peserta didik mencapai nilai tinggi, yang mengindikasikan efektivitas metode dalam meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Arab. Salah satu kekuatan utama dari penelitian ini adalah penggunaan metode outdoor learning yang terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Arab peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang solid, termasuk analisis paired sample test yang menunjukkan signifikansi perubahan dari pre-test ke post-test dengan nilai sig. 0,000, jauh di bawah batas alpha 0,005. Hal ini memberikan bukti kuat bahwa metode outdoor learning memiliki dampak positif yang signifikan terhadap peningkatan keterampilan berbicara bahasa Arab peserta didik. Namun, penelitian ini juga memiliki keterbatasan yang perlu dicatat. Penelitian hanya dilakukan pada satu kelompok peserta didik di satu sekolah, yang membatasi generalisasi temuan ke populasi yang lebih luas. Selain itu, durasi penerapan metode dan jumlah pertemuan yang terbatas mungkin tidak cukup untuk mengukur dampak jangka panjang dari metode outdoor learning. Faktor eksternal yang dapat mempengaruhi hasil, seperti motivasi individu atau kondisi lingkungan saat penelitian, juga tidak sepenuhnya Keterbatasan ini harus diperhatikan dalam penelitian selanjutnya untuk memperoleh hasil yang lebih komprehensif dan generalizable. Penelitian di masa depan sebaiknya mempertimbangkan penggunaan sampel yang lebih luas dan variabel kontrol tambahan untuk memperkuat generalisasi hasil. Penelitian longitudinal dengan jangka waktu yang lebih panjang juga dapat memberikan A EIIA: Lisanuna Jurnal Ilmu Bahasa Arab dan Pembelajarannya Volume 14. No. https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/lisanuna/index ISSN 2354-5577 (Prin. ISSN 2549-2802 (Onlin. gambaran lebih mendalam tentang dampak jangka panjang metode outdoor learning. Selain itu, mengkaji pengaruh metode ini terhadap aspek lain dari kemampuan bahasa, seperti keterampilan mendengarkan dan menulis, akan memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai efektivitas outdoor learning dalam pembelajaran bahasa Arab. DAFTAR PUSTAKA