Jurnal Pahlawan | Vol. No. 2: Oktober Tahun 2025 e-mail: pahlawanjurnal@gmail. com | P-ISSN: 2338-0853 | E-ISSN: 2685-9920 Hal. 333-356 | DOI: https://doi. org/10. 57216/pah. PERAN GURU BIMBINGAN KONSELING DALAM PELAKSANAAN PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA DI SMK NEGERI 2 BANJARBARU TatiahA*. HartatiA. Nur Syifa Rizki AndiniA & Mufti Wardani4 *1-3 Universitas Achmad Yani Banjarmasin 4 UIN Antasari Banjarmasin *Koresponden e-mail: tiauay@gmail. Submit Tgl: 05-Agustus-2025 Diterima Tgl: 21-Agustus-2025 Diterbitkan Tgl: 01-Oktober-2025 Abstract: This study aims to describe and analyze the role of Guidance and Counseling (BK) teachers in the implementation of the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P. at SMK Negeri 2 Banjarbaru. This research is motivated by the importance of BK teacher involvement in supporting the implementation of the Independent Curriculum, particularly in shaping student character and competencies through P5. The method used was a qualitative approach with a descriptive phenomenological approach. Data collection techniques included observation, in-depth interviews, and documentation. The research subjects consisted of BK teachers, the P5 committee chair, and students. The results indicate that BK teachers play a crucial role as companions, facilitators, and motivators in the implementation of P5. BK teachers are involved in providing guidance related to the values of the Pancasila Student Profile and supporting student character development through habituation and reflection approaches. However, challenges faced include time constraints, lack of training, and suboptimal collaboration between teachers. Stronger institutional support is needed to ensure that guidance and counseling teachers can contribute optimally to the implementation of P5. This research is expected to serve as a reference for schools in designing more structured strategies to optimize the role of guidance and counseling teachers in strengthening student character. Keywords: Role. Guidance and Counseling Teachers. Pancasila Student Profile Strengthening Project Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. di SMK Negeri 2 Banjarbaru. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya keterlibatan guru BK dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka, khususnya dalam membentuk karakter dan kompetensi siswa melalui P5. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif fenomenologis. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dengan subjek penelitian terdiri atas guru BK, ketua panitia P5, dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru BK memiliki peran penting sebagai pendamping, fasilitator, dan motivator dalam pelaksanaan P5. Guru BK turut terlibat dalam memberikan bimbingan terkait nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila serta mendukung pembentukan karakter siswa melalui pendekatan habituasi dan refleksi. Namun, tantangan yang dihadapi meliputi keterbatasan waktu, kurangnya pelatihan, serta belum optimalnya kolaborasi antar guru. Diperlukan dukungan institusional yang lebih kuat agar guru BK dapat berkontribusi secara maksimal dalam pelaksanaan P5. Penelitian ini diharapkan menjadi acuan bagi pihak sekolah dalam merancang strategi yang lebih terstruktur untuk mengoptimalkan peran guru BK dalam penguatan karakter siswa. Kata kunci: Peran. Guru Bimbingan Konseling. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Lisensi CC-BY | https://ojs. id/index. php/pahlawan Tatiah, dkk. Peran Guru Bimbingan A https://ojs. id/index. php/pahlawan/ Cara mengutip Jurnal Pahlawan |Vol. No. 2: Oktober Tahun 2025 Tatiah. Hartati. Andini. , & Wardani. Peran Guru Bimbingan Konseling dalam Pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di SMK Negeri 2 Banjarbaru. Pahlawan: Jurnal Ilmu Pendidikan-Sosial-Budaya, 21. , 333Ae356. https://doi. org/10. 57216/pah. PENDAHULUAN Profil pelajar Pancasila adalah profil lulusan yang bertujuan untuk menunjukkan karakter dan kompetensi yang diharapkan diraih dan menguatkan nilai-nilai luhur Pancasila peserta didik dan para pemangku kepentingan (Kemendikbudristek. Berasarkan observasi di lapangan, keberhasilan pada Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, yaitu terletak pada guru bimbingan dan konseling karena dapat memberikan masukan kepada guru mata pelajaran terkait dengan penyesuaian pembelajaran bagi siswa yang memiliki kesulitan dalam keterampilan sosial, seperti komunikasi, kerja sama, dan kepemimpinan. Guru Bimbingan dan Konseling di SMK Negeri 2 Banjarbaru telah menunjukkan peran yang sangat penting dalam keberhasilan pelaksanaan Kurikulum Merdeka, khususnya dalam Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila yang dimana sudah dilaksanakan dalam beberapa tahun terakhir, akan tetapi pada tahun ini SMK Negeri 2 Banjarbaru dalam Program Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila terlihat tidak adanya peran aktif dari sekolah terhadap guru bimbingan konseling (BK) dalam projek tersebut. Berdasarkan penelitian Ningrum . , tentang Peran Guru Bimbingan dan Konseling dalam Pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di SMPIT Abu Bakar Yogyakarta, menjelaskan bahwa kolaborasi guru bimbingan konseling berperan penting dalam memastikan keberhasilan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dengan memberikan bimbingan yang holistik kepada siswa, sehingga mereka dapat mencapai Profil Pelajar Pancasila secara optimal. Sebagian besar dalam penelitiannya berfokus dengan bagaimana peran guru bimbingan konseling berfungsi sebagai informator, organisator, motivator, pengarah, inisiator, transmitter, fasilitator, mediator, dan evaluator dalam pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Sedangkan penelitian ini berfokus pada bagaimana peran guru bimbingan konseling dalam Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan tantangan apa yang dihadapi guru bimbingan konseling dalam pelaksanaan projek penguatan pelajar pancasila serta bagaimana Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila berperan serta dalam pembentukan karakter siswa di SMK Negeri 2 Banjarbaru. Projek penguatan profil Pancasila merupakan program baru yang belum banyak diteliti, maka harapan peneliti dalam penelitian ini akan dapat membantu mendorong pihak sekolah untuk menyusun program layanan untuk guru bimbingan konseling yang lebih terencana dan sistematis. Dengan adanya program yang jelas, guru bimbingan konseling dapat mampu berperan aktif dalam Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila ini, tidak hanya sebagai pendamping, tetapi juga sebagai fasilitator dan motivator untuk membentuk karakter dan kompetensi siswa dalam melaksanakan enam dimensi yang Tatiah, dkk. Peran Guru Bimbingan A Copyright A 2025: Tatiah. Hartati. Nur Syifa Rizki Andini, & Mufti Wardani terdapat pada nilai-nilai luhur Pancasila. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk meneliti Peran Guru Bimbingan Konseling dalam pelaksanaan Projek tersebut. METODE Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan pendeka tan kualitatif yang merupakan pendekatan yang terlaksana dengan menggunakan data yang diolah secara deskriptif, yang bertujuan untuk memahami secara mendalam fenomena sosial melalui eksplorasi terhadap makna, pengalaman, dan perspektif partisipan dalam hal naturalistic. Data yang peneliti gunakan dalam penelitian ini yaitu dengan data primer dan data Data primer untuk mendapatkan pemahaman langsung tentang bagaimana guru BK memahami dan melaksanakan peran mereka dalam projek tersebut. Ini melibatkan pandangan, pengalaman, dan tantangan yang mereka hadapi. Upaya memperoleh data yang valid dan reliabel, peneliti memilih informan yang memenuhi beberapa kriteria, yaitu: . jujur dan terbuka dalam memberikan informasi, . memiliki pengetahuan mendalam tentang kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di SMK Negeri 2 Banjarbaru, dan . memiliki ketersediaan waktu untuk berbagi informasi yang relevan dengan fokus penelitian. Data sekunder yang peneliti gunakan untuk mendapatkan informasi berupa dokumen kebijakan pendidikan terkait profil pelajar Pancasila, kurikulum merdeka, dan peran guru BK. Data skunder juga berguna untuk mendapatkan dalam bentuk profil sekolah, data siswa, dan bentuk laporan kegiatan sekolah yang dapat memberikan peneliti informasi tentang pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila di SMK Negeri 2 Banjarbaru. Prosedur pengumpulan data yaitu dengan menggunakan teknik pengumpulan data yaitu dengan wawancara dan observasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu menggunakan teknik analisis menggunakan Interactive Analysis Model oleh Miles dan Huberman. Analisis ini meliputi pengumpulan data dari berbagai sumber, meringkas data menjadi informasi yang relevan, menyajikan data dalam bentuk yang mudah HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Hasil Observasi Gambaran kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. Di SMK Negeri 2 Banjarbaru Berdasarkan hasil observasi yang peneliti laksanakan pada tanggal 05 November 2025, dalam Pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. di SMK Negeri 2 Banjarbaru yang telah dijalankan selama kurang lebih empat tahun terakhir mendapatkan hasil yaitu kegiatan P5 dilaksanakan dalam bentuk projek yang dilaksanakan dalam waktu khusus yaitu di akhir semester, dengan waktu pelaksanaan berkisar antara satu hingga dua minggu hingga tiga minggu penuh. Pada periode ini. Tatiah, dkk. Peran Guru Bimbingan A https://ojs. id/index. php/pahlawan/ Jurnal Pahlawan |Vol. No. 2: Oktober Tahun 2025 seluruh aktivitas pembelajaran diarahkan pada pelaksanaan projek-projek tematik, di mana seluruh guru mata pelajaran umum turut serta sebagai fasilitator. Setiap tahun, sekolah menetapkan satu tema wajib, yaitu AuKebekerjaanAy . esuai dengan karakteristik SMK), serta beberapa tema pilihan seperti AuBangun Jiwa RagaAy dan AuBhinneka Tunggal IkaAy, yang disesuaikan dengan tingkat kelas dan kebutuhan pengembangan karakter Implementasi P5 menekankan pada pembiasaan positif dalam kehidupan seharihari siswa. Contohnya pada saat peneliti observasi, untuk dimensi AuBeriman dan Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,Ay sekolah membiasakan siswa memulai hari dengan doa bersama, dan tadarus Al-QurAoan disetiap hari JumAoat, serta salat Dhuha Sedangkan untuk dimensi seperti AuGotong RoyongAy dan AuBernalar Kritis,Ay kegiatan P5 diisi dengan kerja kelompok, diskusi, pemecahan masalah, serta projek berbasis kejuruan yang mendorong kolaborasi antarsiswa, adapun contoh yang peneliti dapat pada saat proses kegiatan P5 berlangsung dengan tema Au Gaya Hidup BerkelanjutanAy yaitu membuat AuPeta Konsep Untuk Pengenalan Lahan GambutAy, pada saat kegiatan berlangsung semua siswa membuat peta konsep, akan tetapi kegiatan ini diisi dengan kerja kelompok perkelas dan perjurusan sehingga peta konsep memiliki perbedaan tugas yang menjadikan adanya perbedaan tugas, misalnya seperti kelompok jurusan XI TET membuat peta konseptual lahan gambut sedangkan XI TKTL membuat analisis mengenai lahan gambut. Gambaran Peran Guru Bimbingan Konseng dalam Pelaksanaan kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di SMK Negeri 2 Banjarbaru Berdasarkan hasil observasi yang peneliti laksanakan pada tanggal 06 November 2024, guru Bimbingan Konseling dalam kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila cukup memiliki peran yang signifikan. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di SMK Negeri 2 Banjarbaru, terlihat bahwa guru Bimbingan dan Konseling (BK) memainkan peran yang cukup aktif dalam mendukung pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. Guru BK tidak hanya berfungsi sebagai pendamping dalam proses penguatan karakter siswa, tetapi juga turut terlibat dalam pelaksanaan kegiatan Dalam kegiatan projek yang berlangsung, guru BK sering memberikan arahan terkait nilai-nilai inti Profil Pelajar Pancasila, seperti gotong royong, kemandirian, dan kebhinekaan global. Selain itu, guru BK juga terlibat dalam proses refleksi siswa, membantu mereka mengidentifikasi perkembangan sikap dan karakter selama mengikuti Observasi juga menunjukkan bahwa guru BK bekerja sama dengan wali kelas dan guru mata pelajaran lain untuk mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dalam kegiatan pembelajaran dan projek. Namun demikian, masih terdapat beberapa tantangan, seperti keterbatasan waktu pendampingan yang kadang menghambat optimalisasi peran guru BK dalam pelaksanaan projek tersebut Gambaran Tantangan Yang Dihadapi Oleh Guru Bimbingan Konseling dalam Pelaksnaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di SMK Negeri 2 Banjarbaru Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di SMK Negeri 2 Banjarbaru pada tanggal 06 November 2025, ditemukan bahwa guru Bimbingan Konseling menghadapi berbagai tantangan dalam pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. Salah satu tantangan utama adalah keterbatasan waktu, di mana guru BK harus membagi peran antara tugas-tugas layanan konseling dengan keterlibatan dalam kegiatan projek P5 yang membutuhkan perhatian dan kolaborasi lintas bidang. Selain itu, kurangnya Tatiah, dkk. Peran Guru Bimbingan A Copyright A 2025: Tatiah. Hartati. Nur Syifa Rizki Andini, & Mufti Wardani pemahaman mendalam mengenai konsep dan implementasi P5 juga menjadi kendala karena guru BK hanya menunggu datangnya tugas mereka setelah pembagian tugas dan kepanitiaan dalam kegiatan P5. Tantangan lain yang terlihat adalah guru BK tidak diikut sertakan dalam pembuatan kepanitiaan sehingga minimnya pelatihan khusus serta belum optimalnya koordinasi antara guru BK yang menjadikan guru BK memiliki keterbatasan waktu dalam memahami dan menyusun tugas yang diberikan dalam melaksanakan Faktor-faktor tersebut menyebabkan peran guru BK dalam P5 belum sepenuhnya maksimal, meskipun mereka menunjukkan antusiasme dan komitmen untuk Dalam hal ini observasi menunjukkan pentingnya dukungan dari pihak sekolah dalam bentuk pelatihan, alokasi waktu, dan peningkatan kerja sama antar bidang agar pelaksanaan P5 dapat berjalan lebih efektif. Hasil Wawancara Kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. di SMK Negeri 2 Banjarbaru Pemahaman Tentang Kegiatan P5 Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti dengan kedua Ketua Panitia Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. dan diperoleh informasi yang relevan mengenai pelaksanaan kegiatan P5. Adapun pernyataan yang disampaikan oleh ZK pada Kamis, 24 April 2025 pukul 09. 00, adalah sebagai berikut. Au Pada awal pelaksanaan, pemahaman terhadap P5 masih kurang karena pemerintah hanya memberikan draft umum dan Perbedaan interpretasi guru menghambat pencapaian tujuan bersama, namun kolaborasi antar guru membantu memperjelas implementasinyaAy. Sebagai penguat terhadap pernyataan tersebut. Ibu AN juga memberikan keterangan serupa pada Jumat, 9 Mei 2025 pada pukul 09. 10 , sebagaimana berikut: AuPelaksanaannya masih menghadapi tantangan, terutama karena perbedaan pemahaman antar guru dan keterbatasan waktu yang belum konsistenAy . Selain itu. Ibu ZK 09. 01 turut memberikan tambahan penjelasan dalam pernyataannya pada Kamis, 24 April 2025, sebagai berikut: AyPelaksanaan P5 masih meraba-raba karena materi baru dan arahan minim, namun perlahan membaik dan menjadi ajang belajar bersama guruAy. Pernyataan tersebut mendapat dukungan dari Ibu AN yang turut menyampaikan pandangannya pada Jumat, 09 Mei 2025 pada pukul 09. 11, sebagai berikut: AuUntuk kegiatan P5 di sekolah ini berjalan cukup lancar dan aktif, tetapi tentu saja dengan kendala-kendala yang adaAy. Berdasarkan Wawancara dengan dua Ketua Panitia Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. , yaitu Ibu ZK dan Ibu AN, menunjukkan bahwa pelaksanaan P5 di SMK Negeri 2 Banjarbaru cukup aktif, namun belum maksimal. Tantangan utama yang dihadapi meliputi kurangnya pemahaman guru terhadap konsep P5, perbedaan interpretasi antar guru, serta keterbatasan waktu. Meski demikian, para informan menyatakan bahwa seiring waktu, pelaksanaan mulai membaik karena kegiatan ini menjadi ajang belajar bersama bagi guru-guru. Kegiatan yang dilaksanakan dalam kegiatan P5 Tatiah, dkk. Peran Guru Bimbingan A https://ojs. id/index. php/pahlawan/ Jurnal Pahlawan |Vol. No. 2: Oktober Tahun 2025 Hasil wawancara yang dilakukan peneliti dengan kedua ketua panitia Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. serta dua orang siswa di SMK Negeri 2 Banjarbaru memberikan sejumlah informasi terkait pelaksanaan kegiatan P5. Berikut merupakan pernyataan yang disampaikan oleh Ibu ZK pada Kamis, 24 April pukul 09. "Kegiatan P5 berupa proyek berbasis tema, seperti membuat peta konsep, wawancara industri, dan kegiatan kolaboratif lainnya". Pernyataan ini semakin diperkuat oleh keterangan yang disampaikan oleh Ibu AN pada Jumat, 09 Mei 2025 pada pukul 09. 12, sebagai berikut:" AuPelaksanaan P5 dilakukan di blok akhir semester selama sekitar 2 minggu, dan tema-temanya tergantung dari tahun dan muatan, seperti kebudayaan, gaya hidup berkelanjutan, dan lain-lain". Selain itu, dukungan terhadap pernyataan tersebut juga datang dari salah satu siswa yang pernah terlibat dalam kegiatan, yakni MA, yang pada Kamis, 24 April 2025 pukul 12. menyampaikan hal berikut: Ausaya sudah pernah mengikuti beberapa projek P5 di sekolah salah satunya membuat layang-layang besarAy. Dukungan terhadap pernyataan tersebut juga disampaikan oleh AJ pada Kamis, 24 April 2025 pukul 13. 20, yang menyatakan:" AuAda dua projek kak. Yang pertama judulnya River of Life, itu tanggal 17 Mei 2024. Terus yang kedua tentang Potensi Lahan Gambut, tanggal 14 November 2024Ay. Berdasarkan hasil wawancara dengan dua ketua panitia P5 serta dua siswa di SMK Negeri 2 Banjarbaru, diperoleh informasi yang konsisten mengenai pelaksanaan Projek P5. Kegiatan berlangsung selama dua minggu di akhir semester, dengan tema tahunan yang bervariasi, seperti kebudayaan dan lingkungan. Kegiatan dilakukan secara kolaboratif, mencakup pembuatan peta konsep, wawancara industri, dan proyek kreatif seperti layang-layang dan eksplorasi lahan gambut. Implementasi Kegiatan P5 Berdasarkan hasil wawancara peneliti yang dilakukan peneliti dengan Ketua Panitia Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. di SMK Negeri 2 Banjarbaru, diperoleh informasi terkait implementasi P5. Berikut adalah pernyataan yang disampaikan oleh Ibu ZK pada Kamis, 24 April 2025 pukul 09. AuDalam mengimpelementasikan P5 ini secara terintegrasi dalam jam pelajaran mata pelajaran (JP mape. , tanpa adanya penambahan jadwal baru. Contohnya, saya guru matematika menyelipkan materi P5 dalam jam pelajaran reguler. Setiap guru melaksanakan integrasi sesuai mapel masing-masingAy. Pernyataan ini juga didukung oleh keterangan dari Ibu AN pada Jumat, 09 Mei 2025 AuDalam implementasi P5 ini berfokus pada penguatan karakter melalui kebiasaan . abit-formin. Contoh: untuk dimensi AuBeriman dan Bertakwa,Ay siswa dibiasakan berdoa, tadarus, atau salat dhuha. Dimensi lain seperti AuBekerja SamaAy Tatiah, dkk. Peran Guru Bimbingan A Copyright A 2025: Tatiah. Hartati. Nur Syifa Rizki Andini, & Mufti Wardani dan AuBerpikir KritisAy diimplementasikan lewat kerja kelompok dan diskusi yang mendorong kolaborasi serta partisipasi aktif siswaAy. Berdasarkan wawancara yang dilakukan peneliti dengan Ketua Panitia Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. di SMK Negeri 2 Banjarbaru, diperoleh informasi bahwa implementasi kegiatan P5 dilaksanakan secara terintegrasi dalam jam pelajaran reguler tanpa penambahan jadwal khusus. Proses pelaksanaan P5 yang dapat membentuk karakter siswa Berdarkan hasil wawancara yang dilakukan peneliti bersama Ketua Panitia Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. di SMK Negeri 2 Banjarbaru mengungkapkan informasi mengenai proses pelaksanaan P5 yang berperan dalam pembentukan karakter Berikut adalah pernyataan yang disampaikan oleh Ibu ZK pada Kamis, 24 April 2025 pukul 09. Au Dalam pelaksanaannya pembentukan karakter melalui P5 dinilai masih belum maksimal karena waktu pelaksanaannya yang terbatas . ekitar 2Ae3 mingg. Karakter siswa seharusnya dibentuk melalui kegiatan yang berulang dan Saat ini, belum banyak guru dan siswa yang melaksanakan P5 secara berulang sehingga dampaknya belum signifikanAy Namun demikian, terdapat perbedaan pandangan yang disampaikan oleh Ibu AN pada Jumat, 09 Mei 2025 pukul 09. 14, yang menyatakan: AuProses pembentukan karakter siswa dalam kegiatan P5 dilakukan melalui pembiasaan . yang konsisten. Misalnya, siswa dibiasakan berdoa sebelum belajar, tadarus, atau salat duha berjamaah untuk menanamkan nilai religius. Untuk membentuk karakter kerja sama, digunakan aktivitas kerja kelompok, sedangkan berpikir kritis dilatih melalui diskusi dan tanya jawab. Dengan kegiatan rutin ini, nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila tertanam dalam keseharian siswaAy. Berdasarkan hasil wawancara dengan Ketua Panitia Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. di SMK Negeri 2 Banjarbaru, pelaksanaan P5 dinilai belum optimal dalam membentuk karakter siswa. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan waktu pelaksanaan yang hanya berlangsung sekitar 2Ae3 minggu, serta kurangnya pengulangan kegiatan yang berkelanjutan, sehingga dampak terhadap pembentukan karakter belum Namun, dalam pandangan berbeda. Ibu AN menekankan bahwa meskipun pelaksanaan P5 terbatas, terdapat program pendukung lainnya seperti kehadiran guru tamu, kunjungan industri, dan sesi motivasi. Program-program tersebut dianggap mampu menanamkan nilai-nilai seperti kedisiplinan, tanggung jawab, dan profesionalisme melalui pendekatan yang relevan dan bervariasi. Program P5 yang membentuk karakter siswa Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan peneliti dengan Ketua Panitia Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. di SMK Negeri 2 Banjarbaru, diperoleh informasi mengenai program P5 yang berkontribusi dalam pembentukan karakter siswa. Adapun pernyataan yang disampaikan oleh Ibu ZK pada Kamis, 24 April 2025 pukul 06, adalah sebagai berikut: Tatiah, dkk. Peran Guru Bimbingan A https://ojs. id/index. php/pahlawan/ Jurnal Pahlawan |Vol. No. 2: Oktober Tahun 2025 AuProgram P5 bergantung pada tema yang diusung, seperti kebudayaan dan gaya hidup berkelanjutan. Materi yang diberikan menyesuaikan tema dan dilakukan oleh guru-guru terkait, termasuk menggandeng guru BK untuk tema tertentuAy. Pernyataan tersebut turut diperkuat oleh keterangan yang disampaikan oleh Ibu AN pada Jumat, 09 Mei 2025 pukul 09. AuProgram yang mendukung pembentukan karakter menurut AN antara lain kehadiran guru tamu baik itu guru umum ataupun kejuruan, kunjungan industri, dan sesi motivasi. Pada program guru tamu biasanya membahas topik seperti keselamatan kerja, wawasan industri, dan etos kerja. Kegiatan ini membantu menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan profesionalismeAy. Berdasarkan hasil wawancara dengan Ketua Panitia Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. di SMK Negeri 2 Banjarbaru, diketahui bahwa program pembentukan karakter siswa melalui P5 memanfaatkan berbagai sumber daya yang Guru-guru mata pelajaran berperan dalam mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila sesuai tema yang diangkat, sementara guru Bimbingan dan Konseling (BK) turut mendampingi siswa dalam pemahaman dan penerapan nilai-nilai tersebut. Selain itu, keterlibatan guru tamu, kunjungan industri, dan sesi motivasi juga dianggap sebagai unsur penting dalam memperkuat pembentukan karakter siswa secara kontekstual. Program P5 diselenggarakan secara fleksibel, dengan menyesuaikan materi dan kegiatan pada tema yang diangkat, seperti kebudayaan atau gaya hidup berkelanjutan Dampak yang signifikan terkait dengan pembentukan karakter pada P5 Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan peneliti dengan Ketua Panitia Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. di SMK Negeri 2 Banjarbaru mengungkapkan adanya dampak yang signifikan dari kegiatan P5 terhadap pembentukan karakter siswa. Adapun pernyataan yang disampaikan oleh Ibu ZK pada Kamis, 24 April 2025 pukul 09. 07, adalah sebagai berikut: AuDampak positif dalam kegiatan P5 ini yang dirasakan adalah munculnya materi baru dan nilai-nilai positif di luar mata pelajaran pokok. Misalnya, pembiasaan membaca doa sebelum belajar. Namun demikian, karena implementasi tidak konsisten, dampaknya terhadap karakter siswa belum terlalu terasaAy. Dukungan terhadap pernyataan tersebut juga diberikan oleh Ibu AN pada Jumat, 09 Mei 2025 pukul 09. 16 , yang menyatakan: AuTerdapat dampak positif dalam pembentukan karakter. Misalnya, pembiasaan ibadah yang awalnya dipaksakan kini mulai dilakukan dengan kesadaran sendiri. Siswa juga menunjukkan peningkatan dalam kolaborasi dan komunikasi. Meskipun belum merata, sebagian besar siswa sudah mulai menunjukkan sikap yang sesuai dengan nilai-nilai Profil Pelajar PancasilaAy Berdasarkan hasil wawancara dengan Ketua Panitia Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. di SMK Negeri 2 Banjarbaru, diperoleh informasi bahwa kegiatan P5 memberikan dampak positif terhadap pembentukan karakter siswa. Beberapa Tatiah, dkk. Peran Guru Bimbingan A Copyright A 2025: Tatiah. Hartati. Nur Syifa Rizki Andini, & Mufti Wardani perubahan yang terlihat antara lain peningkatan kebiasaan beribadah, seperti berdoa dan salat dhuha, serta meningkatnya kemampuan kerja sama melalui aktivitas kelompok. Namun demikian, dampak tersebut belum sepenuhnya merata di seluruh siswa karena implementasi kegiatan P5 yang masih belum konsisten di semua kelas dan bidang studi. Program P5 yang dapat mengembangkan kompetensi siswa Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan ketua panitia Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. di SMK Negeri 2 Banjarbaru dapat diperoleh informasi mengenai program P5 yang dapat mengembangkan kompetensi siswa, adapun pernyataan yang di sampaikan oleh ZK pada hari Kamis, 24 April 2025 pukul 09. AuUntuk pengembangan kompetensi dalam kegiatan P5 ini tergantung dengan mapel ya, tapi program P5 tidak mengganggu pelajaran lain, malah memperkuat karakter anak. Misalnya, membiasakan anak berdoa sebelum belajar bukan karena pelajaran agama, tetapi sebagai bagian dari pembentukan karakter. Melalui doa, anak diajarkan percaya bahwa ilmu akan lebih mudah dipahami dan mendapatkan Jadi. P5 berfungsi sebagai penguatan karakter dan mendukung pengajaran materi, agar siswa tidak hanya paham pelajaran tapi juga memiliki karakter yang baikAy. Pendapat tersebut turut diperkuat oleh pernyataan Ibu AN pada Jumat, 09 Mei 2025 pukul 16, sebagai berikut: AuP5 juga diarahkan untuk mendukung kompetensi kejuruan, khususnya dalam tema kebekerjaan. Misalnya, kegiatan outbound dirancang untuk mengembangkan kerja sama sambil tetap dikaitkan dengan praktik kejuruan seperti otomotif. Kolaborasi antara tim fasilitator dan kepala program keahlian penting untuk menyesuaikan konten P5 dengan kebutuhan masing-masing jurusanAy. Berdasarkan hasil wawancara dengan Ketua Panitia Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. di SMK Negeri 2 Banjarbaru, diperoleh informasi bahwa kegiatan P5 memberikan dampak positif terhadap pembentukan karakter siswa. Beberapa perubahan yang terlihat antara lain peningkatan kebiasaan beribadah, seperti berdoa dan salat dhuha, serta meningkatnya kemampuan kerja sama melalui aktivitas kelompok. Namun demikian, dampak tersebut belum sepenuhnya merata di seluruh siswa karena implementasi kegiatan P5 yang masih belum konsisten di semua kelas dan bidang studi. Pengukuran Tingkat Keberhasilan Pada P5 Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan ketua panitia Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. di SMK Negeri 2 Banjarbaru dapat diperoleh informasi mengenai pengukuran tingkat keberhasilan pada kegiatan P5, adapun pernyataan yang di sampaikan oleh ZK pada Kamis, 24 April 2025 pukul 09. 09, adalah sebagai berikut: AuKeberhasilan diukur dari kesinambungan perilaku siswa setelah kegiatan P5 selesai, seperti kesadaran berdoa tanpa perintah guru. Keberhasilan juga dilihat dari perubahan sikap yang terus dilakukan secara mandiri oleh siswaAy. Tatiah, dkk. Peran Guru Bimbingan A https://ojs. id/index. php/pahlawan/ Jurnal Pahlawan |Vol. No. 2: Oktober Tahun 2025 Hal tersebut juga sejalan dengan pernyataan yang disampaikan oleh Ibu AN pada Jumat, 09 Mei 2025 pukul 09. AuUntuk pengukuran keberhasilan P5 lebih bersifat observasional seperti perubahan perilaku siswa dalam berinteraksi, sopan santun, dan inisiatif mereka dalam menjalankan kebiasaan baik dan tidak ada instrumen kuantitatif khusus seperti survei atau penilaian terstandar, tetapi perubahan dalam kebiasaan menjadi indikator utama keberhasilan karakter siswaAy. Berdasarkan hasil wawancara dengan Ketua Panitia Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. di SMK Negeri 2 Banjarbaru, diperoleh gambaran bahwa keberhasilan program P5 diukur melalui perubahan perilaku siswa yang berlangsung secara mandiri dan berkelanjutan, bahkan setelah kegiatan resmi berakhir. Contohnya adalah munculnya kebiasaan berdoa tanpa disuruh, peningkatan sopan santun, serta inisiatif siswa dalam menunjukkan perilaku positif di lingkungan sekolah. Penilaian keberhasilan ini dilakukan secara observasional dan tidak menggunakan instrumen kuantitatif, dengan fokus utama pada pembentukan karakter sesuai nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila. Peran Guru Bimbingan Konseling dalam Pelaksnaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. Peran Guru Bimbingan Konseling Pada Kegiatan P5 Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan peneliti dengan Guru Bimbingan Konseling (BK) dan beberapa siswa terkait peran guru BK dalam kegiatan Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. di SMK Negeri 2 Banjarbaru, diperoleh informasi dari Ibu SS pada Kamis, 24 April 2025 pukul 10. 30, mengenai peran guru BK dalam kegiatan tersebut, sebagai berikut: AuGuru bimbingan konseling hanya berperan sebagai pendamping dalam pelaksanaan P5 bukan sebagai pelaksana utamaAy Pernyataan ini juga diperkuat oleh Pak TN pada Kamis, 24 April 2025 pukul 11. 30 , yang menyatakan bahwa: AuGuru Bimbingan Konseling memegang peranan dalam mendukung pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. Guru BK bertindak sebagai pendamping atau narasumber tamu, bukan pelaksana utamaAy Sebagai bentuk dukungan terhadap pernyataan tersebut. Ibu HN pada Kamis, 24 April 2025 pada pukul 13. 00, menyampaikan bahwa: AuGuru Bimbingan Konseling memegang peranan sebagai pendamping dalam mendukung pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. Ay. Untuk memperkuat pernyataan yang telah disampaikan. Pak AZ pada Kamis, 24 April 2025 pukul 14. 00, juga menyampaikan bahwa: AuBK memiliki peran penting dalam kegiatan P5, terutama pada tema kebekerjaan selain itu. Mendampingi dan mengarahkan siswa agar lebih siap menghadapi realitas masa depanAy. Tatiah, dkk. Peran Guru Bimbingan A Copyright A 2025: Tatiah. Hartati. Nur Syifa Rizki Andini, & Mufti Wardani Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan Guru Bimbingan Konseling (BK) di SMK Negeri 2 Banjarbaru, diperoleh informasi bahwa peran guru BK dalam pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. lebih bersifat sebagai pendamping dan pendukung. Mereka tidak bertindak sebagai pelaksana utama, melainkan memberikan kontribusi melalui peran sebagai narasumber, pembimbing, dan pengarah, terutama pada tema-tema yang berkaitan dengan kebekerjaan dan kesiapan menghadapi masa depan. Pendampingan ini mencakup pemberian motivasi, pembinaan karakter, serta pengarahan terhadap sikap dan nilai-nilai Pancasila yang diterapkan dalam kegiatan Keterlibatan Guru Bimbingan Konseling dalam P5 Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan peneliti dengan Guru Bimbingan Konseling (BK). Ketua Pamitia P5, dan juga beberapa siswa terkait peran guru BK dalam kegiatan Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. di SMK Negeri 2 Banjarbaru, diperoleh informasi dari Ibu SS pada Kamis, 24 April 2025 pukul 10. 31 , mengenai Keterlibatan Guru BK dalam kegiatan tersebut, sebagai berikut: AuKeterlibatan guru bimbingan konseling setiap tahunnya berbeda beda, karena sebelumnya keterlibatan mereka biasanya muncul setelah panitia menyusun kegiatan, bukan dari tahap awal perencanaanAy. Pak TN juga memberikan penegasan terhadap hal tersebut melalui pernyataannya pada Kamis, 24 April 2025 pukul 11. AuKeterlibatan guru bimbingan konseling terus terlibat dalam kegiatan P5 meskipun bukan sebagai pelaksana utama kegiatan P5Ay. Ibu HN turut membenarkan pernyataan tersebut melalui keterangannya pada Kamis, 24 April 2025 pukul 13. AuKeterlibatan guru BK hanya sebagai penampingan sajaAy. Pak AZ turut memperkuat pernyataan tersebut melalui keterangannya pada Kamis, 24 April 2025 pukul 14. AuGuru BK tidak terlibat langsung dalam perencanaan kegiatan P5. Mereka ditunjuk langsung untuk mendampingi pelaksanaan sesuai tema yang diberikan, tanpa dilibatkan sejak awal dalam perumusan programAy. Sementara itu salah satu siswa, yaitu MA, turut menyampaikan pendapatnya terkait peran guru BK dalam kegiatan tersebut pada Kamis, 24 April 2025 pukul 12. AuGuru BK sempet bantuin mikirin ide yang sesuai dengan minat kita. Terus pernah juga diskusiin soal pembagian peran di kelompok biar nggak ada yang merasa terbebaniAy Pernyataan tersebut juga diperkuat oleh keterangan dari siswa AJ pada Kamis, 24 April 2025 pukul 13. Tatiah, dkk. Peran Guru Bimbingan A https://ojs. id/index. php/pahlawan/ Jurnal Pahlawan |Vol. No. 2: Oktober Tahun 2025 AuGuru BK menurut saya itu biaasanya membantu memastikan kegiatan di kelas berjalan dengan baik kayak misal memberikan perhatian kecil seperti bertanya apakah bisa atau tidak pada saat mengerjakan projekAy. Ibu ZK juga turut memberikan pernyataannya mengenai keterlibatan Guru Bimbingan Konseling (BK) dalam kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. pada Kamis, 24 April 2025 pukul 09. AuGuru BK pernah dilibatkan dalam kegiatan P5, seperti memberikan materi Namun kontribusi mereka belum maksimal karena keterbatasan waktu dan belum adanya jadwal tetap. Guru BK tidak memiliki jam khusus, sehingga kesulitan dalam mengatur jadwal kelas dan materiAy. AN juga turut menyampaikan pernyataannya terkait keterlibatan Guru Bimbingan Konseling (BK) dalam kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. pada Jumat, 09 Mei 2025 pukul 09. AuGuru BK berperan penting dalam mendukung pelaksanaan P5, terutama pada tema kebekerjaan, dengan membantu pengembangan modul dan mengajar materi seperti psikotes, wawancara kerja, dan motivasi siswa secara fleksibel sesuai waktu merekaAy Berdasarkan hasil wawancara dengan empat guru Bimbingan Konseling (BK), ketua panitia Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. , serta dua orang siswa di SMK Negeri 2 Banjarbaru, diperoleh informasi bahwa peran guru BK dalam kegiatan P5 bersifat sebagai pendamping, bukan pelaksana utama. Keterlibatan guru BK baru dimulai setelah perencanaan kegiatan disusun oleh panitia inti, sehingga mereka tidak terlibat sejak tahap awal pembentukan program. Dalam pelaksanaannya, guru BK berperan membantu siswa dalam menyusun ide proyek, mengatur pembagian tugas antar anggota kelompok, serta menjadi penengah dalam menyelesaikan konflik yang terjadi selama Meskipun peran ini cukup strategis, keterlibatan guru BK masih bersifat terbatas karena terkendala oleh jadwal bimbingan yang tidak tetap dan keterbatasan Dukungan yang didapatkan oleh guru BK dari pihak sekolah terkait kegiatan P5 Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan peneliti dengan Guru Bimbingan Konseling (BK) terkait peran guru BK dalam kegiatan Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. di SMK Negeri 2 Banjarbaru, diperoleh informasi dari Ibu SS pada Kamis, 24 April 2025 pukul 10. 33, mengenai dukungan yang didapatkan oleh guru BK dari pihak skeolah terkait kegiatan P5: AuKarena itu projek di kepanitian jadi langsung jadi satu di kepanitian itu sajaAy Salah satu pendapat disampaikan oleh Pak TN pada Kamis, 24 April 2025 pada pukul AuDukungan sekolah terhadap keterlibatan guru BK dalam P5 masih terbatas pada kepercayaan dan penyediaan sarana, namun belum terstruktur secara formal. Ketiadaan alokasi jam pelajaran khusus untuk BK dalam P5 mengakibatkan peran Tatiah, dkk. Peran Guru Bimbingan A Copyright A 2025: Tatiah. Hartati. Nur Syifa Rizki Andini, & Mufti Wardani guru BK menjadi fleksibel dan situasional, bergantung pada kebutuhan dan waktu pelaksanaan kegiatan, sehingga belum optimalAy. Sementara itu, ibu HN pada hari Kamis, 24 April 2025 pukul 13. 03 turut memberikan Ausekolah memberikan dukungan berupa fasilitas dan alokasi waktu untuk pelaksanaan P5. Guru BK diberi keleluasaan waktu agar dapat menjalankan tugas tambahan ini secara efektif di luar tugas utamanyaAy. Pak AZ turut memperkuat pernyataan tersebut melalui keterangannya pada Kamis, 24 April 2025 pukul 14. AuSekolah juga memberikan fasilitas dan waktu khusus untuk mendampingi siswa, meskipun tidak semua namun cukup untuk melaksanakan kegiatanAy Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa Guru Bimbingan Konseling (BK) di SMK Negeri 2 Banjarbaru, diperoleh informasi bahwa peran guru BK dalam kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. mendapat dukungan dari pihak sekolah, baik berupa kepercayaan, penyediaan fasilitas, maupun fleksibilitas waktu di luar jam pelajaran utama. Namun, dukungan tersebut belum diiringi dengan penetapan peran formal guru BK dalam struktur kegiatan P5, sehingga keterlibatan mereka cenderung bersifat situasional dan tergantung pada kebutuhan sekolah. Tujuan utama guru BK dalam membimbing siswa selama kegiatan P5 Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan peneliti dengan Guru Bimbingan Konseling (BK) terkait peran guru BK dalam kegiatan Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. di SMK Negeri 2 Banjarbaru, diperoleh informasi dari Ibu SS pada Kamis, 24 April 2025 pukul 10. 34, mengenai tujuan utama guru BK dalam membimbing siswa selama kegiatan P5: AuPada kelas 10, tema P5 berfokus pada pengenalan diri dan perencanaan tujuan Guru BK berperan sebagai pendukung dengan memberikan layanan dasar melalui informasi klasikal. Namun, karena materi utama disampaikan oleh guru mata pelajaran, guru BK hanya memberikan bimbingan lanjutan bagi siswa yang ingin berkonsultasi lebih dalamAy. Hal ini juga diperkuat dengan oleh Pak TN pada Kamis, 24 April 2025 pukul 11. AuTujuan utamanya Guru Bimbingan Konseling (BK) dalam kegiatan P5 tidak berperan sebagai penyampai utama materi, melainkan lebih sebagai pendamping atau narasumber tamuAy. Sementara itu, ibu HN juga memberikan pernyataannya pada hari Kamis, 24 April 2025 AuTujuan utama Guru BK dalam kegiatan P5 adalah memberikan informasi dan pengenalan kepada siswa mengenai dunia kerja, termasuk mengenalkan bentukbentuk psikotes dan trik menjalaninya. Hal ini dimaksudkan agar siswa siap menghadapi tantangan dunia kerjaAy. Tatiah, dkk. Peran Guru Bimbingan A https://ojs. id/index. php/pahlawan/ Jurnal Pahlawan |Vol. No. 2: Oktober Tahun 2025 Pak AZ turut memperkuat pernyataan tersebut melalui keterangannya pada Kamis, 24 April 2025 pukul 14. AuTujuan utama guru BK selama P5 adalah membekali siswa dengan pengetahuan dan pengalaman yang relevan dengan kehidupan nyata, khususnya dalam mempersiapkan karier dan dunia kerjaAy. Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa guru Bimbingan Konseling (BK) di SMK Negeri 2 Banjarbaru, diperoleh informasi bahwa tujuan utama keterlibatan guru BK dalam kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. adalah memberikan pendampingan dan pembekalan kepada siswa dalam hal pengenalan diri, perencanaan tujuan hidup, serta kesiapan menghadapi dunia kerja. Peran guru BK tidak berada pada posisi sebagai penyampai utama materi, namun lebih sebagai pendukung yang memperkuat pesan-pesan karakter melalui layanan informasi klasikal, menjadi narasumber tamu, serta memberikan bimbingan lanjutan sesuai kebutuhan siswa. Layanan yang digunakan untuk membimbing siswa pada kegiatan P5 Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan peneliti dengan Guru Bimbingan Konseling (BK) terkait peran guru BK dalam kegiatan Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. di SMK Negeri 2 Banjarbaru, diperoleh informasi dari Ibu SS pada Kamis, 24 April 2025 pukul 10. 35, mengenai layanan yang digunakan oleh guru BK untuk membimbing siswa selama kegiatan P5: AuLayanan utama yang digunakan adalah layanan dasar . di kelas X dan XI, yang mencakup materi seperti mengenal diri, harga diri, dan merencanakan masa depan. Jika terdapat siswa dengan permasalahan khusus, guru BK melakukan konseling individual atau pembinaan pribadi. Dengan demikian, pendekatan yang dilakukan bersifat responsif dan berbasis kebutuhan siswaAy. Pak TN juga memberikan penegasan terhadap hal tersebut melalui pernyataannya pada Kamis, 24 April 2025 pukul 11. AuGuru BK mendukung P5 melalui layanan klasikal dengan materi pengembangan diri, minat bakat, dan karir, serta memanfaatkan media digital untuk menyampaikan informasi dan motivasi. Layanan individual dan observasi informal juga dilakukan namun tidak terjadwal dan situasionalAy. Sementara itu, ibu HN pada hari Kamis, 24 April 2025 pukul 13. 05 turut memberikan AuSelama kegiatan P5, kami biasanya menggunakan layanan bimbingan kelompok untuk membantu siswa bekerja sama dan menyusun ide projek. Kalau ada siswa yang kesulitan secara pribadi, kami berikan layanan konseling individuAy Pak AZ turut memperkuat pernyataan tersebut melalui keterangannya pada Kamis, 24 April 2025 14. AuBiasanya kita pakai konseling individu, apalagi kalau ada siswa yang terlihat kurang aktif atau punya masalah selama kegiatan. Tapi nggak menutup Tatiah, dkk. Peran Guru Bimbingan A Copyright A 2025: Tatiah. Hartati. Nur Syifa Rizki Andini, & Mufti Wardani kemungkinan juga pakai bimbingan kelompok kalau memang dirasa lebih cocok untuk situasi tertentuAy Berdasarkan hasil wawancara dengan empat Guru Bimbingan Konseling (BK) di SMK Negeri 2 Banjarbaru, dapat diperoleh bahwa guru BK secara aktif berperan dalam kegiatan P5 melalui berbagai layanan bimbingan yang disesuaikan dengan kebutuhan Layanan utama yang digunakan adalah layanan dasar . , didukung oleh layanan konseling individu dan bimbingan kelompok yang bersifat fleksibel dan Pendekatan yang diterapkan bersifat responsif dan adaptif terhadap kondisi dan kebutuhan siswa selama pelaksanaan P5. Peran utama guru BK dalam memotivasi siswa pada kegiatan P5 Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan peneliti dengan Guru Bimbingan Konseling (BK) terkait peran guru BK dalam kegiatan Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. di SMK Negeri 2 Banjarbaru, diperoleh informasi dari Ibu SS pada Kamis, 24 April 2025 pukul 10. 36, mengenai peran utama guru BK dalam memotivasi siswa selama kegiatan P5: AuGuru BK memotivasi, mengingatkan, serta memantau kemajuan siswa dalam menjalankan projek. Selain itu, mereka juga melakukan observasi dan evaluasi terhadap proses serta melakukan komunikasi dengan guru mata pelajaran untuk mengetahui kendala yang dihadapi siswaAy. Pernyataan ini juga diperkuat oleh Pak TN pada Kamis, 24 April 2025 pukul 11. 36, yang menyatakan bahwa: AuPeran utamanya guru BK adalah untuk meningkatkan motivasi memang kita berikan di kegaitannya itu memberikan penguatan-penguatan motivasi kepada siswa itu untuk banyak lebih semangat lagi mengikuti kegiatan P5 iniAy. Ibu HN pada hari Kamis, 24 April 2025 pukul 13. 06 turut memberikan pernyataannya: AuPeran utama BK adalah membantu siswa mengembangkan diri dan mengenal dunia kerjaAy. Hal tersebut pak AZ turut memperkuat pernyataannya melalui keterangannya pada Kamis, 24 April 2025 : AuPeran utama kami menurut saya lebih ke mendorong mereka agar dapat mengembangin diri dan lebih siap masuk ke dunia nyata, dunia kerja. Jadi selama kegiatan P5, kami lebih fokus untuk bantu siswa mengenali potensi mereka, ngasih semangat, dan juga arahan-arahan kecil biar mereka tetap termotivasi. Tujuannya supaya mereka nggak cuma ikut-ikutan aja, tapi juga paham manfaat dari kegiatan itu buat masa depan merekaAy. Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa guru Bimbingan Konseling (BK) di SMK Negeri 2 Banjarbaru, diperoleh informasi bahwa Peran utama guru Bimbingan Konseling (BK) dalam kegiatan P5 di SMK Negeri 2 Banjarbaru adalah memberikan motivasi dan dukungan kepada siswa agar lebih semangat dan memahami manfaat Selain itu, guru BK juga membantu siswa mengenali potensi diri, melakukan Tatiah, dkk. Peran Guru Bimbingan A https://ojs. id/index. php/pahlawan/ Jurnal Pahlawan |Vol. No. 2: Oktober Tahun 2025 observasi, serta berkoordinasi dengan guru lain untuk mengatasi kendala selama proses pelaksanaan projek. Layanan yang digunakan guru BK untuk memotivasi siswa aktif pada kegiatan P5 Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan peneliti dengan Guru Bimbingan Konseling (BK) terkait peran guru BK dalam kegiatan Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. di SMK Negeri 2 Banjarbaru, diperoleh informasi dari Ibu SS pada Kamis, 24 April 2025 pukul 10. 37, mengenai layanan yang digunakan guru BK untuk memotivasi siswa aktif dalam kegiatan P5: AuUntuk layanan saya menggunakan layanan klasikal, komponen layanan dasar di klasikal di kelas 10 11 nya. Nah sisanya kalau ada permasalahan tapi sangat jarang jadi langsung dikonseling atau pembinaan individu sajaAy. Pernyataan ini juga diperkuat oleh Pak TN pada Kamis, 24 April 2025 pukul 11. 37, yang menyatakan bahwa: AuBiasanya kan kita kalau layanan di BK layanan klasikal, disini dengan banyak kita menyampaikan tentang pengembangan diri, pengembangan siswanya itu sehingga nanti mereka bisa menyalurkan bakatnya melalui P5Ay. Ibu HN menambahkan pernyataannya pada hari Kamis, 24 April 2025 pukul 13. "Konseling individu biasanya diberikan kepada siswa yang menghadapi masalah pribadi atau membutuhkan pendampingan khusus selama kegiatan P5". Pak AZ turut memperkuat pernyataan tersebut melalui keterangannya pada Kamis, 24 April 2025 pukul 14. AuLayanan yang digunakan pada kegiatan P5 dapat berupa layanan konseling individu dan bimbingan kelompok, tergantung situasi dan kebutuhan siswa selama kegiatan P5 berlangsungAy. Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa guru Bimbingan Konseling (BK) di SMK Negeri 2 Banjarbaru, diperoleh informasi bahwa Guru Bimbingan Konseling (BK) di SMK Negeri 2 Banjarbaru memotivasi siswa dalam kegiatan P5 melalui layanan klasikal sebagai pendekatan utama, khususnya di kelas X dan XI. Selain itu, layanan konseling individu dan bimbingan kelompok digunakan secara situasional, sesuai kebutuhan siswa yang memerlukan pendampingan khusus atau menghadapi masalah pribadi selama kegiatan berlangsung. Tantangan yang dihadapi guru bimbingan konseling dalam pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di SMK Negeri 2 Banjarbaru Tantangan Guru BK yang dihadapi sebagai guru BK dalam melaksanakan kegiatan P5 Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan Guru BK mengenai Tantangan Guru Bimbingan Konseling dalam menghadapi siswa selama kegiatan Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. di SMK Negeri 2 Banjarbaru dapat diperoleh informasi dari ibu SS pada hari Kamis, 24 April 2025 pukul 10. 37 mengenai tantangan guru BK dalam menghadapi siswa selama kegiatan adalah Tatiah, dkk. Peran Guru Bimbingan A Copyright A 2025: Tatiah. Hartati. Nur Syifa Rizki Andini, & Mufti Wardani AuTidak ada hambatan karena tadi kepanitiannya sangat solid, jelas terarah terukur jadi kendalanya itu hampir tidak adaAy Mengenai tantangan guru BK di kegiatan P5 Pak TN memberikan pernyataannya pada Kamis, 24 April 2025 pukul 11. 38, yang mengatakan bahwa: AuTantangannya tidak hanya keterbatasan sarana akan tetapi guru bimbingan konseling tidak ada jam khusus untuk memberikan layanan sehingga guru bimbingan konseling hanya menunggu diberikan jamAy. Ibu HN pada hari Kamis, 24 April 2025 pukul 13. 07 turut memberikan pernyataannya: Auhambatan guru BK dalam kegiatan P5 adalah siswa yang kurang fokusAy Pak AZ turut memperkuat pernyataan tersebut melalui keterangannya pada Kamis, 24 April 2025 pukul 14. AuTantangan utamanya dalam mendampingi kegiatan P5 yaitu dari siswa, seperti keributan dan kurang fokus. Guru BK harus mencari cara untuk menenangkan dan mengembalikan fokus siswa tanpa membuat suasana menjadi tegangAy. Berdasarkan wawancara yang dikemukakan oleh keempat guru Bimbingan Konseling (BK) di SMK Negeri 2 Banjarbaru, peneliti menggunakan cek keabsahan data dengan melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu Terkait tantangan yang dihadapi guru BK dalam mendukung kegiatan Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. Melalui triangulasi sumber, data diperoleh dari empat informan yang memiliki pengalaman langsung dalam pelaksanaan layanan BK. Triangulasi teknik menggabungkan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Triangulasi waktu dilakukan dengan pengumpulan data pada waktu yang samayaitu ditanggal 24 april 2024 dengan jam yang berbeda untuk menguji konsistensi informasi. Seberapa besar peran guru BK dalam mendukung keberhasilan kegiatan P5 Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan Guru BK mengenai Tantangan Guru Bimbingan Konseling dalam menghadapi siswa selama kegiatan Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. di SMK Negeri 2 Banjarbaru dapat diperoleh informasi dari ibu SS pada hari Kamis, 24 April 2025 pukul 10. 39 mengenai seberapa besar peran guru BK dalam mendukung keberhasilan kegiatan P5: AuMenurut Ibu, peran BK dalam mendukung P5 cukup besar karena saling melengkapi dengan guru lain. Khususnya di kelas 11, guru BK lebih menguasai tema dunia kerja. Meski bukan pelaksana utama, guru BK tetap terlibat untuk melengkapi jika ada kekuranganAy. Pernyataan tersebut juga diperkuat melalui oleh Pak TN pada Kamis, 24 April 2025 pukul 39 , yang menyatakan bahwa: AuPeran guru BK dalam mendukung keberhasilan P5 saat ini lebih banyak dilakukan melalui layanan online, khususnya lewat grup BK untuk kelas 10, 11. Guru BK membagikan materi, hasil asesmen, dan informasi yang relevan untuk membantu siswa memahami hubungan antara minat, hobi, dan kemampuan Tatiah, dkk. Peran Guru Bimbingan A https://ojs. id/index. php/pahlawan/ Jurnal Pahlawan |Vol. No. 2: Oktober Tahun 2025 Dengan cara ini, siswa mendapat panduan dan dukungan secara fleksibel melalui media digitalAy. Ibu HN pada hari Kamis, 24 April 2025 pukul 13. 09 turut memberikan pernyataannya: AuMenurut Ibu cukup besar karena peran P5 itu lebih mendorong siswa supaya bisa berkembang di dunia kerjaAy. Pernyataan tersebut diperkuat dengan pak AZ melalui keterangannya pada Kamis, 24 April 2025 pukul 14. AuPeran guru BK dinilai cukup besar karena sejalan dengan tugas utamanya: membimbing perkembangan diri dan perencanaan masa depan siswaAy. Berdasarkan hasil wawancara dengan Guru BK di SMK Negeri 2 Banjarbaru, peran guru BK dalam mendukung keberhasilan kegiatan Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. dinilai cukup besar. Guru BK berperan melengkapi guru lain, khususnya dalam tema dunia kerja di kelas 11, serta memberikan layanan pembimbingan secara online melalui grup kelas untuk membagikan materi dan informasi yang membantu siswa memahami minat dan kemampuan mereka. Selain itu, guru BK juga berfokus pada pembinaan perkembangan diri dan perencanaan masa depan siswa, sehingga peran mereka sangat penting dalam mendorong kemajuan siswa selama P5. Kesiapan khusus guru BK dalam menghadapi kegiatan P5 yang berbeda dengan kegiatan bimbingan konseling pada umumnya Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan Guru BK mengenai Tantangan Guru Bimbingan Konseling dalam menghadapi siswa selama kegiatan Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. di SMK Negeri 2 Banjarbaru dapat diperoleh informasi dari ibu SS pada hari Kamis, 24 April 2025 pada pukul 10. 40 mengenai kesiapan khusus guru bk dalam menghadapi kegiatan P5 yang berbeda dengan kegiatan bimbinga konseling pada AyKegiatan P5 sebenarnya sudah termasuk dalam layanan dan materi bimbingan konseling (BK) yang biasa diberikan, seperti pengenalan diri, penetapan tujuan, konsep diri, dan dunia kerja. Namun, tantangan bagi guru BK adalah dalam penyampaian materi P5 yang cenderung kurang variatif dan menarik, karena guru BK biasanya kurang terbiasa menggunakan metode pembelajaran yang interaktif atau permainan seperti yang sering dilakukan guru mata pelajaranAy. Pak TN juga memperkuat pernyataannya pada Kamis, 24 April 2025 pukul 11. 40, yang menyatakan bahwa: AuTidak ada persiapan khusus, guru BK harus siap menghadapi P5. Mereka akan mengikuti arahan dan materi dari rapat P5, dan tetap menggunakan instrumen dan data yang sudah biasa mereka pakaiAy. Pada hari Kamis, 24 April 2025 pukul 13. 10 turut memberikan pernyataannya: Tatiah, dkk. Peran Guru Bimbingan A Copyright A 2025: Tatiah. Hartati. Nur Syifa Rizki Andini, & Mufti Wardani AuKesiapannya menyiapkan diri sendiri untuk bisa menyampaikan materi dengan baik ke peserta didikAy Pernyataan diperkuat oleh pak AZ melalui keterangannya Pada Kamis, 24 April 2025 AuPastinya kita harus siapin diri dan materi yang akan disampaikan. Kita harus pintar-pintar cari cara gimana nyampaikan materi ke siswa supaya mereka paham, tapi juga tetap santai dan nggak merasa terbebaniAy. Berdasarkan hasil wawancara, dapat diperoleh informasi bahwa pada dasarnya guru BK merasa siap menghadapi kegiatan P5 karena materi yang disampaikan sudah sesuai dengan layanan BK. Namun, tantangan utama terletak pada metode penyampaian yang kurang variatif, karena guru BK umumnya belum terbiasa menggunakan pendekatan interaktif seperti permainan. Oleh karena itu, kesiapan lebih difokuskan pada mempersiapkan diri, materi, dan strategi agar siswa dapat menerima materi dengan baik dan menyenangkan. Hambatan yang dirasakan oleh guru BK pada pelaksanaan kegiatan P5 Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan Guru BK mengenai Tantangan Guru Bimbingan Konseling dalam menghadapi siswa selama kegiatan Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. di SMK Negeri 2 Banjarbaru dapat diperoleh informasi dari ibu SS pada hari Kamis, 24 April 2025 pukul 10. 11 mengenai Hambatan yang dirasakan oleh guru BK pada pelaksanaan kegiatan P5: AuHambatannya, karena guru BK belum punya jam khusus untuk memberikan Jadi, guru BK biasanya hanya menunggu jika ada jam yang diberikanAy. Pernyataan oleh Pak TN juga disampaikan pada Kamis, 24 April 2025 pukul 11. 40, yang menyatakan bahwa: AuHambatannya tidak hanya keterbatasan sarana akan tetapi guru bimbingan konseling tidak ada jam khusus untuk memberikan layanan sehingga guru bimbingan konseling hanya menunggu diberikan jamAy. Ibu HN juga memberikan pernyataannya pada hari Kamis, 24 April 2025 pukul 13. AuSebenarnya, hambatan yang dihadapi bukan sekadar minimnya sarana Guru BK juga tidak memiliki jam layanan tetap, sehingga hanya bisa memberikan bimbingan saat ada waktu yang tersedia. Memperkuat pernyataan tersebut pak AZ melalui keterangannya pada Kamis, 24 April 2025 pukul 14. AuLetak hambatannya karena guru bimbingan konseling tidak memiliki waktu yang terjadwal khusus. Jadinya , hanya bisa memberikan layanan kalau ada waktu luang dari jadwal pelajaran lain. Ay Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan Guru Bimbingan Konseling (BK) di SMK Negeri 2 Banjarbaru mengenai tantangan guru BK dalam menghadapi siswa selama kegiatan Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. , kemudian peneliti analisis Tatiah, dkk. Peran Guru Bimbingan A https://ojs. id/index. php/pahlawan/ Jurnal Pahlawan |Vol. No. 2: Oktober Tahun 2025 hambatan utama yang dirasakan adalah tidak adanya jam khusus bagi guru BK untuk memberikan layanan bimbingan secara terstruktur. Guru BK hanya dapat memberikan layanan ketika diberi waktu oleh pihak sekolah karena itu keterbatasan sarana juga menjadi kendala selain ketiadaan jam layanan. Pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. Berdasarkan hasil wawancara dengan ketua panitia P5 semester ganjil dan genap, diketahui bahwa pelaksanaan P5 di SMK Negeri 2 Banjarbaru telah dilaksanakan sejak diterapkannya Kurikulum Merdeka. Program ini dilakukan dalam bentuk kegiatan tematik dan kolaboratif yang berfokus pada pembentukan karakter siswa. Beberapa projek yang dilaksanakan antara lain wawancara siswa ke dunia industri, pembuatan produk kreatif, serta refleksi terhadap nilai-nilai Pancasila. Namun, pelaksanaan kegiatan ini belum sepenuhnya berjalan optimal. Salah satu penyebab utamanya adalah terbatasnya waktu pelaksanaan, yang hanya berlangsung selama dua hingga tiga minggu setiap semesternya. Selain itu, tidak semua guru memahami konsep dan teknis pelaksanaan P5 secara utuh, sehingga implementasi di lapangan kurang seragam. Kendala lain yang ditemukan adalah kurangnya alokasi waktu khusus dan tidak adanya jam tambahan di luar pelajaran reguler, sehingga kegiatan P5 sering tumpang tindih dengan pembelajaran intrakurikuler. Meski demikian, kegiatan P5 tetap memberikan dampak positif bagi perkembangan karakter siswa. Wawancara dengan dua orang siswa menunjukkan bahwa melalui P5, mereka menjadi lebih sadar pentingnya sikap kerja sama, religius, dan tanggung jawab. Kegiatan seperti kerja kelompok, refleksi nilai, dan penyampaian hasil projek juga membantu meningkatkan kepercayaan diri dan rasa kepemilikan terhadap nilai-nilai Pancasila. Peran Guru Bimbingan Konseling dalam P5 Guru BK di SMK Negeri 2 Banjarbaru pada umumnya berperan sebagai pendamping siswa dalam pelaksanaan P5, meskipun tidak dilibatkan secara langsung dalam penyusunan program atau perencanaan projek. Peran mereka terlihat dalam kegiatan pembinaan karakter, motivasi, serta pendampingan reflektif terhadap dinamika siswa selama kegiatan berlangsung. Beberapa guru BK menyampaikan bahwa mereka aktif memberikan nasihat dan bimbingan kepada siswa, baik melalui forum diskusi langsung maupun melalui grup komunikasi online seperti WhatsApp. Dalam pelaksanaan projek, guru BK juga membantu siswa untuk memahami pentingnya nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila seperti gotong royong, tanggung jawab, dan mandiri. Namun demikian, guru BK mengakui bahwa peran mereka lebih bersifat insidental dan tidak terstruktur. Mereka baru dilibatkan ketika kegiatan P5 sudah berjalan atau ketika muncul masalah dalam dinamika siswa. Tidak adanya SK khusus atau penunjukan resmi dalam struktur kepanitiaan P5 membuat guru BK bekerja lebih berdasarkan inisiatif dan empati terhadap kebutuhan siswa. Tantangan yang Dihadapi Guru BK dalam Pelaksanaan P5 Tatiah, dkk. Peran Guru Bimbingan A Copyright A 2025: Tatiah. Hartati. Nur Syifa Rizki Andini, & Mufti Wardani Tantangan utama yang dihadapi guru BK dalam pelaksanaan P5 adalah tidak adanya alokasi jam khusus untuk layanan bimbingan dalam kegiatan projek. Hal ini menyebabkan keterlibatan guru BK tidak kontinyu dan sering kali tidak terfasilitasi secara maksimal. Selain itu, guru BK juga tidak mendapatkan pelatihan khusus mengenai P5, sehingga pendekatan yang digunakan masih sebatas pada pengalaman dan interpretasi pribadi terhadap tujuan program. Keterbatasan sarana dan prasarana, seperti ruang konseling yang kurang kondusif serta kurangnya alat bantu pembelajaran, turut menghambat pelaksanaan peran guru BK. Beberapa guru juga mengungkapkan bahwa dinamika siswa yang semakin kompleks, seperti ketidakfokusan dan ketidakpedulian terhadap nilai karakter, menjadi tantangan tersendiri yang memerlukan pendekatan konseling yang lebih intensif dan sistematis. Pembahasan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. merupakan sebuah inisiatif strategis yang dirancang oleh Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset, dan Teknologi sebagai bagian dari Kurikulum Merdeka. Projek ini bertujuan menyelaraskan pendidikan di sekolah dengan pembentukan karakter dan kompetensi siswa yang sesuai dengan nilainilai luhur Pancasila. P5 mengedepankan pendekatan pembelajaran yang interaktif dan kontekstual melalui Project-Based Learning, sehingga siswa mampu belajar secara aktif, kritis, dan kreatif dalam menghadapi tantangan kehidupan nyata. Dalam praktiknya. P5 di SMK Negeri 2 Banjarbaru dilaksanakan dengan memperhatikan karakteristik sekolah kejuruan dan kebutuhan nyata siswa. Tema projek yang diangkat, seperti AuKebekerjaanAy atau AuGaya Hidup Berkelanjutan,Ay tidak hanya menambah wawasan akademik siswa, tetapi juga menanamkan nilai keimanan, gotong royong, kemandirian, serta kesadaran akan keberagaman dan lingkungan. Proses pengembangan projek ini menjadi sarana siswa untuk mengaplikasikan nilai-nilai Pancasila dalam aktivitas sehari-hari, mendukung pembangunan karakter yang Hal ini sesuai dengan pendapat Rahayuningsih . yang menyatakan bahwa pembentukan karakter siswa melalui implementasi profil Pelajar Pancasila dapat diwujudkan dengan pembiasaan nilai-nilai luhur secara konsisten. Di samping itu juga didukung dengann hasil dari penelitian Muktamar et al. , pendekatan projek seperti P5 memperlihatkan efektivitas yang signifikan dalam memfasilitasi peserta didik untuk terlibat secara aktif dalam kegiatan yang bermakna, sehingga membantu pembentukan karakter yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila serta kompetensi yang relevan dengan kebutuhan masa depan. Selain itu, kegiatan dalam P5 berlangsung secara terintegrasi dengan mata pelajaran tanpa penambahan jam pelajaran khusus, yang membuat implementasi program menjadi efisien dan mudah diterima oleh guru serta siswa. Hal ini tercermin dalam integrasi nilainilai Pancasila dalam pembelajaran sehari-hari, seperti doa bersama, kerja kelompok, dan diskusi yang menstimulasi kemampuan bernalar kritis dan kolaborasi antarsiswa. Peran Guru Bimbingan Konseling Tatiah, dkk. Peran Guru Bimbingan A https://ojs. id/index. php/pahlawan/ Jurnal Pahlawan |Vol. No. 2: Oktober Tahun 2025 Guru Bimbingan Konseling (BK) memiliki peran sentral dan multifungsi dalam mendukung pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Guru BK berfungsi bukan hanya sebagai pendamping, tetapi juga sebagai fasilitator yang memberikan dukungan holistik kepada siswa baik dalam pengembangan pribadi, sosial, maupun Peran ini sangat penting mengingat karakter siswa yang dikembangkan melalui P5 sangat berkaitan dengan aspek psikososial yang menjadi ranah keahlian guru BK. Hal ini didukung oleh penelitian dari Ningrum . yang menegaskan bahwa guru BK memiliki fungsi ganda dalam mengimplementasikan P5, yaitu sebagai informator yang menyampaikan nilai-nilai karakter, organisator yang membantu mengelola kegiatan projek, motivator dan fasilitator yang mendukung keterlibatan aktif siswa, serta evaluator yang memantau perkembangan karakter siswa secara berkala. Peran ini mengindikasikan bahwa guru BK bukan hanya menyampaikan materi tapi juga secara intensif membimbing siswa dalam meresapi dan menerapkan nilai Pancasila dalam tindakan nyata. Hal yang sama juga didukung oleh Hayati . , yang mengungkapkan bahwa kolaborasi guru BK dengan guru mata pelajaran dan pihak sekolah sangat penting untuk menyukseskan P5. Guru BK memberikan dukungan emosional dan sosial yang esensial bagi siswa, terutama dalam membantu siswa menghadapi tantangan pribadi yang mungkin timbul selama pelaksanaan projek. Dengan demikian, guru BK berperan sebagai penghubung yang memperkuat sinergi antara aspek akademik dan pengembangan karakter. Di SMK Negeri 2 Banjarbaru, guru BK telah menunjukkan peran aktif dalam pendampingan siswa selama P5, seperti memberikan arahan nilai-nilai pancasila, membantu refleksi perkembangan karakter siswa, dan mendorong semangat kerja sama di antara siswa. Meski demikian, keterbatasan waktu dan pelibatan yang minimal dalam perencanaan awal P5 menjadi tantangan yang perlu diatasi agar peran guru BK lebih optimal dan Tantangan Guru Bimbingan Konseling dalam Pelaksanaan P5 Guru BK memiliki peran yang strategis, kenyataannya mereka menghadapi berbagai tantangan signifikan dalam pelaksanaan kegiatan P5, terutama di SMK Negeri 2 Banjarbaru. Salah satu isu paling dominan adalah keterbatasan waktu operasional, khususnya tidak adanya alokasi jam khusus bagi guru BK untuk menjalankan layanan bimbingan yang terintegrasi dengan projek. Kondisi ini membuat keterlibatan guru BK sering kali bersifat situasional dan tidak maksimal. Beberapa guru BK menyatakan dalam wawancaranya bahwa ketiadaan jam layanan bimbingan konseling khusus membuat guru BK harus menunggu alokasi waktu dari sekolah, sehingga sulit menjadwalkan layanan yang efektif. Hal ini tersirat juga dari hasil observasi yang mengindikasikan guru BK berperan sebagai pendamping yang fleksibel dan kadang hanya hadir pada fase tertentu dalam pelaksanaan projek. Selain itu, minimnya pelatihan khusus dan kurangnya pemahaman mendalam terkait implementasi P5 juga menjadi kendala. Penelitian oleh Widodo et al. menunjukkan bahwa penguasaan konsep yang belum merata di kalangan guru BK menghambat kemampuan mereka dalam memberikan bimbingan yang optimal dan Tatiah, dkk. Peran Guru Bimbingan A Copyright A 2025: Tatiah. Hartati. Nur Syifa Rizki Andini, & Mufti Wardani Observasi di lapangan mengonfirmasi bahwa guru BK di SMK Negeri 2 Banjarbaru baru mendapatkan informasi terkait tugas mereka setelah pembagian panitia, bukan sejak awal perencanaan, sehingga pengaruh mereka terhadap rancangan program P5 masih terbatas. Hal itu juga disampaikan dalam teori Harahap . yang menyebutkan bahwa kendala utama adalah minimnya pelatihan dan pengembangan kompetensi guru BK dalam mengelola kegiatan berbasis projek yang interaktif dan Kurangnya sarana dan prasarana mendukung juga menjadi hambatan, sehingga proses pembinaan karakter tidak berjalan secara maksimal. Keterbatasan fasilitas juga menjadi kendala yang signifikan dari segi sarana dan Guru BK mengeluhkan kurangnya ruang dan media pembelajaran yang memadai untuk mendukung proses bimbingan secara efektif. Kondisi ini diperparah dengan dinamika siswa yang beragam, di mana beberapa siswa mengalami kesulitan fokus dan membutuhkan pendekatan khusus yang tidak mudah diterapkan tanpa dukungan waktu dan fasilitas yang cukup. Secara keseluruhan, tantangan tersebut bukan hanya bersifat individual, melainkan masalah sistemik yang membutuhkan perhatian dan dukungan struktural dari pihak sekolah dan pemerintah pendidikan agar peran guru BK dapat dioptimalkan. Dengan dukungan yang lebih sistematik, baik dari aspek waktu, pelatihan, maupun sarana, guru BK akan mampu melaksanakan fungsi pendampingan dan motivasi secara lebih efektif dan berdampak positif pada keberhasilan P5 serta pembentukan karakter siswa secara utuh. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa: Pelaksanaan kegiatan P5 di SMK Negeri 2 Banjarbaru terintegrasi dalam jam pelajaran reguler tanpa penambahan jadwal khusus. Kegiatan beragam seperti pembuatan peta konsep, wawancara industri, dan projek kreatif lainnya dilakukan untuk membangun karakter dan kompetensi siswa berdasarkan enam dimensi Profil Pelajar Pancasila. Dampaknya terlihat dalam peningkatan kebiasaan beribadah, kerja sama, dan sikap positif, meskipun masih terbatas akibat implementasi yang belum konsisten dan durasi kegiatan yang singkat. Peran Guru Bimbingan Konseling dalam kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dikegiatan P5 berperan sebagai pendamping dalam membantu siswa memahami dan menerapkan nilai-nilai Pancasila melalui projek. Guru BK memberikan arahan. Mendampingi siswa dalam pembentukan karakter, serta mendukung secara individual melalui layanan konseling dan motivasi. Namun, peran ini masih menghadapi tantangan seperti keterbatasan waktu, kurangnya pelatihan P5, dan sarana pendukung yang minim, sehingga pelaksanaannya belum maksimal. Tantangan yang dihadapi guru BK dalam kegiatan P5 berupa keterbatasan waktu karena belum adanya jam khusus layanan BK yang tetap dan terjadwal. Kurangnya pelatihan mendalam tentang implementasi P5 serta minimnya sarana dan prasarana turut menjadi hambatan dalam optimalisasi peran mereka. Selain itu, siswa yang kurang fokus Tatiah, dkk. Peran Guru Bimbingan A https://ojs. id/index. php/pahlawan/ Jurnal Pahlawan |Vol. No. 2: Oktober Tahun 2025 dan dinamika kelas yang beragam juga menyulitkan proses pendaBagian simpulan jawaban atas hipotesis, tujuan penelitian dan temuan penelitian serta saran terkait ide lebih lanjut dari penelitian. Saran