Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 221-235 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. STRATEGI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM IMPLEMENTASI PROGRAM PENDIDIKAN KARAKTER UNTUK MENANGGULANGI PERILAKU BULLYING DI SMK BATIK SAKTI 2 KEBUMEN Fadhillah Zahidah. Eliyanto Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Kebumen email: fadhillahzahidah523@gmail. Abstract PAI Teacher's Strategy in Implementing the Character Education Program to Overcome Bullying Behavior at SMK Batik Sakti 2 Kebumen. The purpose of this research is to find out the strategy of PAI teachers in implementing the Character Education Program at SMK Batik Sakti 2 Kebumen. This study uses a qualitative approach of the case study type. Data collection in the form of interviews, observations and documentation taken from the principal. PAI teachers. Waka Curriculum and students of SMK Batik Sakti 2 Kebumen. The data analysis techniques are in the form of data reduction, data presentation and conclusion drawn. Based on the results of the research, it can be concluded that the strategy of PAI teachers in implementing character education programs to overcome bullying behavior at SMK Batik Sakti 2 Kebumen, by cultivating habits through religious values and social values strengthening devotion to Allah SWT. Ta'zim to Teachers and Knowledge. Moral Character and Ukhuwah Islamiyah. The habituation strategy that is applied not only in schools but also in dormitories is also implemented by PAI teachers. The methods used are the habituation method, uswatun khasanah . Mauidotul Khasanah . Lectures and Practice. The influence of the Character Education Program in increasing the capacity of students and preventing bullying behavior at SMK Batik Sakti 2 Kebumen, by doing activities such as: Congregational prayers, the habit of greetings and shaking hands, the habit of praying before and doing activities, the habit of reciting the Qur'an. Keywords: PAI Teacher Strategy. Character Education Program. Bullying. Abstrak Tujuan peneltian ini adalah untuk mengetahui strategi Guru PAI dalam Mengimplementasikan Program Pendidikan Karakter di SMK Batik Sakti 2 Kebumen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus. Pengumpulan data berupa hasil wawacara, observasi dan dokumentasi yang diambil dari kepala sekolah. Guru PAI. Waka Kurikulum dan peserta didik SMK Batik Sakti 2 Kebumen. Teknik analisis datanya berupa reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa strategi Guru PAI dalam mengimplementasikan program Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 221-235 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. pendidikan karakter untuk menanggulangi perilaku bullying di sekolah SMK Batik Sakti 2 Kebumen, dengan penanaman pembiasaan melalui nilai-nilai religi dan nilai-nilai sosial penguatan bertaqwa kepada Allah SWT. TaAozim Kepada Guru dan Ilmu. Berakhlakul karimah dan menerapkan Ukhuwah Islamiyah. Strategi pembiasaan yang diterapkan tidak hanya di sekolah tetapi di asrama juga di terapkan program pembisaan oleh Guru PAI. Adapun metode yang digunakan yaitu metode pembiasaan, uswatun khasanah . Mauidotul Khasanah . Ceramah dan Praktek. Pengaruh Program Pendidikan Karakter dalam peningkatan kapasitas peseta didik dan mencegah perilaku bullying di sekolah SMK Batik Sakti 2 Kebumen, dengan melakukan pembisaan seperti: Pembiasaan sholat berjamaah, pembiasaan salam dan berjabat tangan, pembiasaan berdoa sebelum dan melakukan kegiatan, pembiasaan mengaji Al-Quran dan Kitab. Kata Kunci: Startegi Guru PAI. Program Pendidikan Karakter. Bullying PENDAHULUAN Pendidikan karakter sangat penting diterapkan di sekolah untuk membentuk dan membimbing siswa agar berkarakter mulia dalam kehidupannya sehari-hari. 1 Tanpa adanya pendidikan karakter, siswa akan rentan mengalami berbagai permasalahan moral seperti kurang sopan-santun, sering mengucapkan kata-kata kotor, kurangnya rasa peduli terhadap sesama, serta timbulnya perselisihan bahkan melakukan tindak kekerasan seperti Pendidikan perlu diprogramkan dengan terencana agar tujuan pendidikan dapat tercapai secara maksimal. Program pendidikan merupakan seluruh kegiatan yang dilakukan perencanaan secara baik, melibatkan semua aspek kemudian dilaksanakan pada dunia pendidikan seperti di sekolah. Program pendidikan dilaksanakan oleh pihak sekolah melalui kepala sekolah sebagai pimpinan sekolah. Pendidikan karakter bertujuan untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan dan hasil pendidikan di sekolah yang mengarah pada pencapaian pembentukan karakter dan akhlak 2 Pencapaian pembentukan karakter melibatkan semua komponen seperti visi misi, kurikulum, pengintegrasian dalam muatan materi pelajaran, pengelolaan sekolah dan kelas, sarana dan prasarana, pembiayaan, strategi manajerial guru, keterlaksanaan kegiatan Riyanda. Ismail. Atim Rinawati. Ali Mahfudz. Shohibul Adib, and Siti Fatimah. "Islamic Character Building Strategies in Junior High School. " East Asian Journal of Multidisciplinary Research 4, no. Fatimah. Siti. Imam Subarkah. Alfi Nurul Huda. Amirul Mu'minin, and Laela Fathur Rohmah. "Analisis Pendidikan Karakter Religius Dalam Pembelajaran PAI. " In Social. Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series, vol. 6, no. 1, pp. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 221-235 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. kurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Begitu pentingnya penguatan karakter sehingga seluruh komponen ini harus dimunculkan dan menjadi wadah penanam nilai-nilai karakter, karena pendidikan karakter merupakan suatu kegiatan pembelajaran yang menfokuskan pada nilai-nilai yang melandasi perilaku manusia berdasarkan norma agama dan adat istiadat. pendidikan karakter yang dilakukan untuk membentuk nilai-nilai karakter yang baik untuk seseorang, seperti akhlak yang baik, perilaku yang baik, dan pergaulan yang baik. Pendidikan karakter sangat erat kaitannya dengan Pendidikan moral dalam membentuk manusia yang bermartabat dan berakhlak. Pada fase remaja manusia mulai mengenal membuat keterampilan baru. Seiring tumbuh dan berkembang manusia sering melakukan dan mencipakan hal baru, namun fase ini tidak banyak para remaja melakukan hal tidak baik akibat dari pengaruh luar, seperti pengaruh dari teknologi atau pengaruh dari sesama teman. Remaja yang mudah terpengaruh biasanya kurangnya pengawasan dari orang tua, sehingga mereka banyak mencari kesenangan dari luar. akibat dari itu remaja mulai menunjukkan gejala-gejala patologi seperti kenakalan dan perilaku-perilaku beresiko lainnya seperti perilaku bullying. Dalam proses pendidikan guru merupakan komponen yang berperan penting untuk mencapai keberhasilan pendidikan. Dalam arti khusus dapat diartikan bahwa pada setiap diri guru itu terletak tanggung jawab untuk membawa para peseta didiknya pada suatu kedewasaan atau taraf tertentu. Guru tidak semata-mata sebagai pengajar yang melakukan transfer of knowledge, tetapi juga sebagai pendidik yang melakukan transfer value dan sekaligus sebagai pembimbing yang memberikan pengarahan dan menuntun siswa dalam Menurut Wismanto salah satu fenomena didalam dunia pendidikan adalah kekerasan di sekolah . Ada dua jenis perilaku siswa dilingkungan sekolah yaitu perilaku positif dan perilaku negatif. Contoh perilaku positif adalah mengucapkan salam ketika berjumpa guru maupun teman, saling tolong menolong sesama teman menjaga kebersihan lingkungan sekolah dan tidak membuat kericuhan di area sekolah. contoh perilaku negatif yaitu bullying di Yang merupakan suatu kejadian umum di sekolah. Pada saat ini, pendidikan karakter sudah mulai melemah. Maraknya aksi-aksi kriminal seperti penipuan, penindasan, pembegalan, pencurian, seks bebas, tawuran antar pelajar, antar desa dan masih banyak lagi aksi penyimpangan lainnya. Dari berbagai macam keadaan yang Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 221-235 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. mengakibatkan kemerosotan moral maka perlu penguatan karakter untuk peserta didik. Indonesia pelaksanaan pendidikan karakter saat ini memang dirasakan mendesak. Gambaran situasi masyarakat ini bahkan situasi dunia Pendidikan di Indonesia menjadi motivasi pokok pengaruh utama . Pelaksanaan pendidikan karakter di Indonesia. karakter kuat sebagai modal dalam membangun peradapan tinggi dan unggul. Adapun salah satu kegiatan yang bisa diterapkan ke dalam proses pendidikan adalah kegiatan pembiasaan dalam melaksanakan pembiasaan perilaku beribadah melalui solat berjamaah, tadarus bersama. Ajaran agama Islam tersebut mencakup nilai keyakinan . , nilai ketaatan ibadah, dan nilai akhlakul karimah . erbuatan bai. yang dilakukan melalui Mengetahui hal itu, maka sudah seharusnya perilaku dibentuk dan ditanamkan sedini mungkin, karena pada usia remaja merupakan usia yang paling tepat untuk membentuk prilaku pada peserta didik, melalui pembiasaan yang sesuai dengan ajaran agama Islam. Menurut Helen Ajaran Agama Islam merupakan upaya membantu individu mengatsi penyimpangan dalam pengembangan fitrah agama, mengenali perannya sebagai khalofah di muka bumi, dan menunaikan musinya untuk beribadah dan mengabdi kepada Allah SWT. Sehingga tercipta hubungan baik dengan Allah SWT, manusia dan alam semesta. Salah satu fenomena yang menarik perhatian dunia pendidikan adalah kekerasan disekolah . Ada dua jenis perilaku siswa di lingkungan sekolah, yaitu perilaku positif dan perilaku Contoh prilaku positif adalah mengucapkan salam ketika berjumpa guru maupun teman, saling menolong sesama teman, menjaga kebersihan lingkungan sekolah dan tidak membuat kericuhan di area sekolah. Adapun contoh prilaku negatif adalah bullying di sekolah, yang merupakan suatu kejadian umum di sekolah, bullyying dapat menyinggung atau melukai perasaan seseorang. Kasus bullying menjadi kasus yang mengerikan di Indonesia dan terjadi di dari level sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Berdasarkan hasil riset Programme for International Students Assessment (PISA, 2. Indonesia merupakan Negara tertinggi kelima dari anggota Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) yang hanya sebesar 22,7%. Indonesia berada di posisi kelima tertinggi dari 78 negara sebagai negara yang paling banyak murid mengalami perundungan dengan jumblah korban sebanyak 41,1%. Angka murid korban bullying ini jauh di atas rata-rata negara Selain mengalami perundungan, murid Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 221-235 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. di Indonesia mengaku sebanyak 22% dihina dan barangnya dicuri. Selanjutnya sebanyak 18% didorong oleh temannya 15% mengalami intimidasi, 19% dikucilkan,14% murid di Indonesia mengaku diancam, dan 20% terdapat murid yang kabar buruknya disebarkan oleh pelaku 3 Dari kasus ini dijelaskan bahwa perilaku bullying yang ada di peserta didik sendiri sudah sangat memperhatikan, perlunya adanya penanganan secara khusus dalam menghilangkan dan meminimalisir perilaku bullying. Guru sebagai pendidik di lingkungan sekolah harus memiliki teknik dan strategi untuk mengatasi bullying di sekolah, seorang guru yang baik pasti menjelaskan kepada muridmuridnya dengan menunjukkan tingkah laku yang baik dan mulai melalui tutur kata dan tingkah laku yang baik. Serta memberikan sanksi kepada siswa yang melakukan bulliying berupa hukman dan teguran. Oleh karena itu, peran guru atau pendidik, juga di perlukan untuk melakukan tindakan preventif terhadap permasalahan yang ditimbulakan oleh 4 Pendidikan karakter merupakan keharusan yang diterapkan melihat kondisi distegrasi bangsa yang semakin merebak, perlunya dilakukan langkah priventif sejak dini, terutama di lingkungan sekolah. Pada bagian proses pembelajaran perlunya proses pembelajaran diharapkan dapat sebaik mungkin untuk menerapkan pendidikan karakter. Studi kasus yang peneliti lihat adanya fenomena sosial di sekolah SMK Batik Sakti 2 Kebumen adanya bullying verbal yang terjadi di beberapa kelas pada saat kegiatan pembelajaran di mulai, adanya kecendrungan kebiasaan tersebut Pada permasalahan tersebut peneliti merasa perlu penelitian tentang program pendidikan karakter untuk menghindari perilaku bullying dalam menanamkan nilai-nilai karakter. Penelitian yang dilakukan di lapangan akan lebih memperdalam terkait internalisasi nilai-nilai karakter, mulia dari merencanakan dari menganalisis karakter, apa yang dikembangkan, dan penerapannya nilainilai karakter di lembaga pendidikan tersebut. Berdasarkan dari kenyataan di atas, maka penulis berkeinginan untuk mengangkat fenomena tersebut dengan menyusun sebuah penelitian dengan judul AuStrategi Guru PAI Ramadhanti Ramadhanti and Muhamad Taufik Hidayat. AuStrategi Guru Dalam Mengatasi Perilaku Bullying Siswa Sekolah Dasar,Ay Jurnal Basicedu . 4566Ae73, https://doi. org/10. 31004/basicedu. Putri and Totok Suyanto. AuStrategi Guru Dalam Mengatasi Perilaku Bullying Di Smp,Ay Kajian Moral Dan Kewarganegaraan 1, no. : 62Ae76, https://core. uk/download/pdf/230709873. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 221-235 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. Dalam Implementasi Program Pendidikan Karakter untuk Menangulangi Perilaku Bullying di SMK Batik Sakti 2 Kebumen. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian studi kasus yang dimana metode ini menangkap sebuah fakta fenomena-fenomena sosial yang terjadi dilapangan melalui pengamatan. Para peneliti kualitatif menekankan sifat realita yang terbangun secara sosial, serta hubungan antara peneliti dan subjek yang diteliti dan tekanan situasi yang membentuk penelitian. Berdasarkan Bogdan & Taylor, penelitian kualitatif didefinisikan sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari perilaku yang diminati. Pendekatan ini diarahkan pada latar dan individu ke dalam variabel atau hipotesis, tetapi memandangnya sebagai bagian dari keutuhan. 5 Penelitian jenis kualitatif dengan metode studi kasus ini didasarkan pada tujuan dari penelitian yaitu menganalisis strategi Guru PAI dalam menanggulangi perilaku bullying di SMK Batik Sakti 2 Kebumen sebagai upaya dalam mencegah tindakan kekerasan di Sekolah SMK Batik Sakti 2 kebumen. Tempat penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti berlokasi di SMK Batik Sakti 2 Kebumen, sedangkan waktu penelitian yang akan dilakukan dari bulan Juni sampai dengan bulan Agustus 2024, pada jam aktif sekolah. Penelitian ini dilakukan karena adanya fenomena sosial yang dialami oleh peneliti ketika PPL, terjadinya perilaku bullying verbal di beberapa Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah, waka kesiswaan. Guru PAI dan peserta Menurut Creswel, teknik pengumpulan data adalah metode atau strategi yang digunakan penelitian untuk mengumpulkan data secara sistematis dari berbagai sumber, seperti observasi, wawancara, atau dokumentasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti adalah teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Observasi merupakan teknik pengumpulan data secara sistematis melalui pengamatan dan catatan yang sengaja dilakukan oleh peneliti terkait gejala yang diselidiki. Observasi bertujuan untuk mendapatkan informasi Farida Nugrahani and M. Hum,. "Metode Penelitian Kualititatif Dalam Penelitian Pendidikan Bahasa", (Surakarta: 20. ,1-4, 21-07-1730. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 221-235 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. atau data yang didapatkan peneliti secara langsung ketika berada dilapangan. Wawancara merupakan percakapan yang dilakukan untuk tujuan tertentu oleh pihak pemberi pertanyaan dan pihak yang menjawab. Wawancara dilakukan dengan tanya jawab antara peneliti dan informan untuk memperoleh informasi. Dengan dilakukannya wawancara, informasi mengenai pihak informan dalam mengungkapkan dan menginterpretasikan kondisi dan kegiatan yang terjadi yang tidak didapatkan dari observasi akan diperoleh peneliti lebih Dokumentasi merupakan catatan mengenai peristiwa yang telah terjadi. Dokumentasi bisa berbentuk tulisan, gambar, ataupun karya-karya momental dari seseorang. Dokumen dalam penelitian ini ialah profil sekolah, keadaan siswa, foto-foto dan video kegiatan yang berkaitan dengan perilaku siswa dan pelaksanaan pendidikan karakter serta dokumentasi lain yang dapat menunjang wawancara. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Berdasarkan Hasil wawancara dengan informan penelitian bahwa Strategi Guru PAI dalam implementasi program pendidikan karakter untuk menanggulangi program pendidikan karakter di SMK Batik Sakti 2 Kebumen Sekolah dan Guru menyiapkan strategi dalam mengimplementasikan pendidikan karakter untuk menanggulangi di sekolah SMK Batik Sakti 2 Kebumen dengan berbagai perilaku bullying metode penanaman pembiasaan-pembiasaan yang sesuai dengan nilai-nilai keagamaan dan nilai-nilai sosial yang sesuai dengan kaidahkaidah dalam pembentukan karakter. Strategi Guru PAI dalam Implementasi Program Pendidikan Karakter untuk Menanggulangi Program Pendidikan Karakter di SMK Batik Sakti 2 Kebumen Mochamad Nashrullah et al. Metodologi Penelitian Pendidikan (Prosedur Penelitian. Subyek Penelitian. Dan Pengembangan Teknik Pengumpulan Dat. Metodologi Penelitian Pendidikan (Prosedur Penelitian. Subyek Penelitian. Dan Pengembangan Teknik Pengumpulan Dat. ,2023, https://doi. org/10. 21070/2023/978-623-464-071-7. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 221-235 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. Program pembiasaan yang dilakukan Guru PAI untuk menanggulangi perilaku bullying di Sekolah SMK Batik Sakti 2 Kebumen tidak cukup hanya memberikan pengertian berupa nilai afektif. Aspek afektif dalam penanamannya memerlukan praktek langsung kepada peserta didik yaitu adanya keteladanan dan pembiasaan mengenai nilainillai religius dan nilai-nilai sosial. Tujuan pembiasaan adalah proses pembentukan kebiasaan-kebiasaan baru atau perbaikan kebiasaan-kebiasaan yang telah ada. Sedari dini anak perlu untuk dikenalkan dengan penciptanya, agamanya, serta ibadanya yang harus dilakukan atau dikerjakan sebagai makhluk Tuhan yang Maha Esa. Serta hubungannya terhadap manusia lain di lingkungan sekitarnnya Adapun pembiasaan-pembiasaan keseharian peserta didik SMK Batik Sakti 2 kebumen sebagai berikut: Pembiasaan Salam dan Jabat tangan antar Guru dan Peserta didik serta peserta didik dengan peserta didik lainnya. Dalam praktek yang terjadi di lapangan salam dan jabat tangan merupakan hal yang sepele bagi sebagian orang dan seringkali terabaikan. Padalah jika diterapkan dengan baik dan konsisten, pembiasaan salam dan jabat tangan akan menjadi karakter yang baik dan menjadi kekuatan positif dalam lingkungan sekolah. Pembiasaan Berdoa Sebelum dan Sesudah Melakukan Kegiatan Ketika memulai dan menutup kegiatan belajar mengajar, guru mengajarkan dan untuk berdoa terlebih dahulu. Hal ini dilakukan sebagai bimbingan bagi para peserta didik agar selalu dekat dengan Allah SWT. Karena dengan berdoa, berharap dan memohon kepada Allah SWT. untuk dikabulkan apa yang menjadi harapan atau keinginan serta apa yang dicita-citakan oleh Guru dan Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 221-235 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. peserta didik di asrama SMK Batik Sakti 2 Kebumen. Pembiasaan salam dan jabat tangan menjadi salah satu ciri khas di sekolah dan asrama SMK Batik Sakti 2 Kebumen dalam menghormati guru dan menghormati ilmu agar dapat menjalin hubungan baik antara guru dengan peserta didik selain itu ini juga salah satuu cara mengharap barokah ilmu dari guru. Pembiasaan Shalat Fardu Berjamaah Program pembiasaan ini merupakan salah satu program wajib yang selalu dilakukan oleh para peserta didik setiap harinya dilaksanakan sebanyak lima kali. Baik di jam sekolah maupun pada kegiatan asrama. Shalat fardu atau shalat lima waktu, merupakan suatu kewajiban bagi umat Islam yang sudah baligh setiap harinya harus Shalat ini meliputi shalat subuh, zuhur. Asar. Magrib, dan Isya. Adapun shalat fardu menjadi program yang dilaksanakan di sekolah SMK Batik Sakti 2 Kebumen dan di Asrama Batik Sakti 2 Kebumen. Dalam pelaksanaannya, program ini bekerja sama dengan para Guru dan pengurus di asrama, dimana ada penertiban siswa sebelum waktu shalat tiba, para pengurus asrama mengatur dan mendisiplinkan peserta didik dan di sekolah guru memipin untuk berjamaah, mereka saling bekerja sama agar program ini dapat berjalan secara maksimal dan peserta didik dapat membiasakan shalat berjamaah lima waktu. Pembiasaan Tahlil Yasin Sholawat Nabi dan Mujahadah. Kegiatan pembisaan Tahlil. Sholawat Nabi dan Mujahadah kegiatan yang dilakukan oleh seluruh peserta didik. Kegiatan pembiasaan Tahlil Yasiin dan Sholawat Nabi menjadi Program Asrama SMK Batik Sakti2 Kebumen dilakukan setiap malam JumAoat. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 221-235 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. Kegiatan pembiasaan Mujahadah dilakukan oleh seluruh guru dan siswa di sekolah maupun di asrama SMK Batik Sakti 2 Kebumen pada kegiatan acara tertentu. Faktor Penghambat dalam Implementasi Program Pendidikan Karakter untuk Menangulangi Perilaku Bullying di Sekolah SMK Batik Sakti 2 Kebumen Dalam mengimplementasikan Program Pendidikan Karakter pasti ada dalam menerapkannya dimana tidak sinkron antara pembiasaan yang ditetapkan di sekolah dengan pembiasaan yang dimiliki keluarga. Beberapa kasus di lapangan yang telah diamati oleh penulis yaitu peserta didik dibiasakan adab sebelum dalam melakukan kegiatan, adanya faktor kendala dalam menerapkan pendidikan karakter. Adapun faktor internal dan faktor eksternal dalam mengimplementasikan program pendidikan karakter diantaranya: Faktor Internal . Peserta didik yang memiliki masalah pribadi, dalam melaksanakan solat berjamaah pada awalnya masih terasa berat jika harus bangun lebih awal, namun berjalannya waktu karena telah terbiasa siswa mulai terbiasa dan tidak terasa berat . Kapasitas yang tidak sebanding antara peserta didik dan guru dengan fasilitas yang . kebiasaan peserta didik yang kurang baik dapat memberikan pengaruh negatif baginya, sebaliknya kebiasaan peserta didik yang baik akan berpengaruh baik bagi penanaman karakter peserta didik. Masih ada pelanggaran yang dilakukan oleh beberapa peserta didik. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 221-235 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. Kurangnya kesadaran diri dari peserta didik tentang pentingnya sebuah akhlak di kehidupan saat ini dan masih mengedepan hawa nafsu. Faktor Eksternal . Perkembangan iptek yang secara tidak lagsung sangat berpengaruh baik secara langsung maupun di media sosial . Solusi dari masing-masing permasalahan tentunya bebeda-beda, namun secara garis besarnya dilakukan sanksi bagi peserta didik yang tidak taat peraturan sekolah. Solusi Dilakukan Guru PAI Mengatasi Hambatan Mengimplementasikan Program Pendidikan Karakter untuk Menanggulangi Perilaku Bullying Perubahan pembiasaan sangat berpengaruh dalam kegiatan sehari-hari peserta didik, pendidikan memiliki peran penting, khususnya mengenai pembentukan karakter. Adanya perkembangan globalisasi juga mempengaruhi pendidikan yang harus beradaptasi dengan kemajuan teknologi yang ada maka dari itu sekolah harus mempunyai invosi dan solusi dalam pengembangan pendidikan karakter peserta didik, solusi yang tepat untuk mengatasi berbagai hambatan baik dalam lingkungan internal ataupun ekternal dalam mengimplementasikan program pendidikan karakter masing-masing permasalahan berbeda-beda namun secara garis besarnya dilakukannya sanksi bagi peserta didik yang tidak taat pada tata tertib sekolah. Solusi yang dilakukan oleh Guru PAI untuk mengatasi berbagai hambatan dalam mengimplementasikan program pendidikan karakter bagi peserta didik yang tidak taat dalam menjalankan pembiasaan diantaranya : Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 221-235 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. Pembinaan secara instensif dengan wali kelas bekerjasama dengan Guru Agama melalui Guru BK dan pembinaan bersama oleh sekolah dengan orang tua. Pemberian sanksi ringan contohnya membuat pernyataan bahwa tidak akan melakukan hal-hal tidak baik lagi. Guru PAI menghimbau untuk menggunakan sosial media dengan sebaik mungkin menggunakan dengan akal sehat. Menekankan terlaksanakanya tata tertib sekolah. Selain Pembiasaan program pendidikan karakter melalui Guru, sekolah juga menanamkan program pendidikan karakter untuk menanggulangi perilaku bullying sebagai penanaman pendidikan karakter melalui kegiatan ekstrakulikuler pada jenjang pendidikan menengah, pendidikan jalur sekolah menengah kejuruan (SMK) diharapkan mampu menghasilkan siswa yang berkarakter, mampu mengembangkan keunggulan lokal, dan mampu untuk bersaing di pasar global. Tujuan dari pendidikan karakter adalah untuk membentuk penyempurnaan diri individu secara terus menerus dan melatih kemampuan diri demi menuju ke arah yang lebih baik. ekstrakulikuler wajib pramuka. Kegiatan ekstrakurikuler adalah suatu kegiatan di luar jam sekolah yang dapat dilakukan di dalam lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. Kegiatan ekstrakurikuler dimaksud untuk memperluas pengetahuan siswa, mengembangkan nilai-nilai, menyalurkan bakat dan nilai siswa serta menerapkan secara langsung Kegiatan Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 221-235 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. ekstrakurikuler dapat juga merupakan kegiatan yang ada hubungannya dengan mata pelajaran terkait. Ekstrakurikuler wajib di SMK Batik Sakti 2 Kebumen yaitu Pramuka yang diselenggarakan pada hari Jumat. Sedangkan ekstrakurikuler pilihan di SMK Batik Sakti 2 Kebumen, diantaranya: Pencak Silat (Merpati Puti. Rabu 14. 00 WIB Karate Senin. Kamis 14. 00 WIB Rebana Kamis 14. 00 WIB PMR (Palang Merah Remaj. Rabu 14. 00 WIB Tari dan Musik Kamis 14. 00 WIB Volly Senin. Rabu. Kamis 14. 00 WIB Futsal Selasa & Kamis 15. 00 WIB Dapat Guru PAI mengimplementasikan program pendidikan karakter utuk menanggulangi perilaku bullying kegiatan pembiasaan yang diterapkan oleh Guru PAI melalui pembiasaan religi, sekolah juga memperkuat kegiatan pembiasaan program pendidikan karakter melalui ekstrakulikuler dan penguatan program P5 di sekolah dengan tema: (Bangunlah jiwa dan Rag. sebagai penguatan kepada peserta didik anti kekerasan. Dengan kegiatan nilai-nilai sosial di jam luar kegiatan sekolah agar peserta didik dapat menerapkan program pendidikan karakter melalui pembiasaan dan di terapkan di lingkungan sekolah dan luar lingkungan sekolah untuk mencegah perilaku bullying di sekolah sekolah juga menerapkan kepada siswa dengan penguatan anti kekerasan melalui sosialisi dan komitmen bersama peserta didik AuStop BullyingAy yang bekerjasama dengan Tim Pencegahan dan Penanganan Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 221-235 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. Kekerasan (TPPK). Strategi Guru PAI dalam Implementasikan Program Pendidikan Karakter dengan program pembiasaan Guru dan sekolah memperkuat pemcegahan perilaku bullying dengan kegiatan di luar jam sekolah seperti kegiatan ekstrakulikuler dan P5 bertujuan membentuk karakter peserta didik sesuai dengan nilai-nilai pancasila. KESIMPULAN Sesuai hasil penelitian tentang Strategi Guru PAI dalam Implmentasi Program Pendidikan Karakter untuk Menanggulangi Perilaku Bullying di sekolah SMK Batik Sakti 2 Kebumen, maka peneliti dapat menyimpulkan sebagai berikut: . Strategi Guru PAI dalam implementasi program pendidikan karakter untuk menanggulangi perilaku bullying di Sekolah SMK Batik Sakti 2 Kebumen, dilakukan melalui program-program pembiasaan religius dan sosial di antaranya seperti Sholat berjamaah lima waktu, tadarus Al-QurAoan. Mujahadah, sholat sunnah, puasa sunnah, berinfak dan pembiasaan sosialnya diantaranya seperti, bersihbersih sekolah, pembiasaan salam sapa antar guru dan peserta didik, peserta didik dengan peserta didik lainnya, pembiasaan ektrakulikuler. Dalam penanaman strategi pendidikan karakter pada Guru PAI untuk mencegah perilaku bullying di SMK Batik Sakti 2 Kebumen menggunakan metode Uswatun Khasanah . Mauidotul Khasanah . Pembiasaan. Ceramah dan Praktek. Beberapa faktor penghambat Guru PAI dalam mengimplementasikan program pendidikan karakter untuk menanggulangi perilaku bullying diantaranya: . Faktor Internal: Peserta didik yang memiliki masalah pribadi, sholat berjaamaah dan awal-awal masih terasa berat jika harus bangun lebih awal, namun berjalanya waktu karena keterbiasaan mulai terbiasa dan tidak terasa berat melakukanya. , kapasitas yang tidak sebanding antara peserta didik dan guru dengan fasilitas yang dimilikikebiasaan peserta didik yang kurang baik dapat mempengaruhi, sebaliknya kebiasaan peserta didik yang baik akan berpengaruh baik bagi penanaman karakter peserta didik, masih ada pelanggaran yang di lakukan oleh beberapa peserta didik, kurangnya kesadaran diri dari peserta didik tentang pentingnya sebuah akhlak di kehidupan saat ini dan masih mengedepan hawa nafsu. Faktor Eksternal : Perkembangan iptek yang Secara tidak lagsung sangat berpengaruh baik secara langsung maupun di media sosial, pengaruh pergaulan bebas di luar sekolah maupun teman Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 221-235 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. DAFTAR PUSTAKA