Jurnal Pendidikan Biologi Volume 7. Nomor 1. Maret 2024 . p-ISSN: 2623-0143, e-ISSN: 2657-2184 Open Access: https://ejournals. id/index. php/binomial PERBANDINGAN METODE RESITASI DAN METODE DISKUSI TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA Dina Denni1 Universitas Patompo, dinadenni@gmail. *Mohammad Mulyadi Prasetyo 1. Nur Amaliah Akhmad 2 Universitas Patompo, mulhands@gmail. com, nuramaliah02@gmail. Abstrak Tujuan untuk penelitian ini adalah ingin mengetahui Perbandingan Metode Resitasi Dan Metode Diskusi Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Pana. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII yang berjumlah 35 orang. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data yaitu Analisis Deskriptif Uji Normalitas menggunakan SPSS. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa metode pembelajaran resitasi menghasilkan 0% untuk siswa dalam kategori Sangat rendah, 0% untuk siswa dalam kategori Rendah, 0% untuk siswa dalam kategori Sedang, 40% untuk siswa dalam kategori Tinggi, dan 60% untuk siswa dalam kategori Sangat tinggi. Metode diskusi menghasilkan 0% untuk siswa dalam kategori Sangat rendah, 0% untuk siswa dalam kategori Rendah, 0% untuk siswa dalam kategori Sedang, dan 48% untuk siswa dalam kategori tinggi. dan yang terakhir 52% siswa ada di kategori sangat tinggi. Ini menunjukkan bahwa hasil perolehan belajar biologi siswa meningkat pada kelas setelah diterapkan metode diskusi. Berdasarkan hasil analisis data menggunakan uji Paired Samples Test. diperoleh nilai p . -taile. 0,000<0,05. Ini berarti H0 ditolak dan H1 diterima. Dari hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa hasil belajar biologi siswa yang diajar melalui metode diskusi lebik baik daripada siswa yang diajar dengan metode resitasi. Abstract The aim of this research is to find out the comparison of the recitation method and discussion method on the learning outcomes of Class VII students at SMP Negeri 1 Pana. The research subjects were 35 class VII students. Data collection techniques are observation, interviews and documentation. The data analysis technique is Descriptive Analysis of Normality Test using SPSS. Based on the research results, it was found that the recitation learning method produced 0% for students in the Very low category, 0% for students in the Low category, 0% for students in the Medium category, 40% for students in the High category, and 60% for students in the Very high. The discussion method resulted in 0% for students in the Very low category, 0% for students in the Low category, 0% for students in the Medium category, and 48% for students in the high category. and 52% for students in the Very high category. This shows that students' biology learning outcomes increased in class after the discussion method was applied. Based on the results of data analysis using the Paired Samples Test. The obtained p value . -taile. 000<0. This means that H0 is rejected and H1 is accepted. From the research results it can be concluded that the biology learning outcomes of students who are taught using the discussion method are better than those of students who are taught using the recitation Kata kunci: hasil belajar, metode diskusi, metode resitasi PENDAHULUAN Pembelajaran inovatif penting untuk pembelajaran dan mencegah siswa bosan meningkatkan perhatian siswa selama bagian sistem membentuk keberhasilan, proses pembelajaran, yang berdampak pada dan guru itu sendiri adalah bagian yang hasil belajar siswa. Guru tidak hanya cukup (Budiono & Abdurrohim, memberikan ceramah di depan kelas, tetapi ini tidak berarti metode ceramah mereka dengan sikap pasif mereka. Berbagai Maka dari itu diperlukan metode tidak baik. Siswa akan bosan jika hanya yang lain guru yang berbicara dan muridnya duduk semangat siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar misalnya, metode resitasi kehilangan motivasi untuk belajar jika dan diskusi, karena siswa dapat belajar mereka kebosanan mendengarkan apa yang melalui keterlibatan secara aktif dan guru diceritakan oleh guru. (Wiguna, 2. bertugas mendorong siswa untuk dapat Pembelajaran Siswa untuk menumbuhkan rasa menyenangkan apabila satu dari banyak prinsip-prinsip sebagai bentuk pengalaman mereka (Yulita, 2. membuat struktur bahasa yang paling sulit Sekolah menengah pertama (SMP) menjadi jelas dan mudah dipahami, serta Negeri 1 Pana adalah satu dari beberapa memungkinkan siswa untuk membuat sekolah yang ada di kabupaten Mamasa Provinsi Sulawesi Barat, tepatnya berada di bermakna namun capaian utama dari tujuan pemukiman atau pegunungan, berbeda kegiatan pembelajaran tetap. Lingkungan dengan sekolah yang lain yang berada di belajar dengan konsep menyenangkan tengah-tengah kota, namun itu tidak memberi dampak buruk terhadap semangat kognitif dan menjadi cara belajar yang efektif (Muqtakdir et al. , 2. kondusif sebagai tempat berlangsungnya Proses pembelajaran harus mampu poses belajar mengajar. Menurut informasi mengkondisikan dan mendorong siswa yang didapatkan di SMP Negeri 1 Pana para guru lebih aktif mengajar menggunakan metode ceramah dimana menumbuhkan aktivitas, dan mendorong siswa hanya memanfaatkan apa yang disampaikan oleh guru saja. Pembelajaran ceramah dapat dinyatakan sebagai proses Ini 62 | Jurnal Binomial Vol. No. 1, 2024: Dina. Mulyadi. Nuramaliah satuara yang hanya berfokus pada siswa Pengambilan sampel dalam penelitian ini sehingga siswa kurang berkembang. menerapkan purposive sampling, alasan Peneliti memilih judul dan lokasi yaitu untuk mengetahui merupakan gaya pengambilan sampel dari perbandingan antara metode resitasi dan populasi yang sesuai dengan kriteria diskusi peneliti tertarik untuk meneliti judul ini karena dianggap bahwa siswa sendiri pengambilan sampel dengan cara akan menemukan hal baru dan berbeda dari menetapkan ciri khusus yang sesuai dengan penerapan metode pembelajaran lainnya atau sebelumnya yang sering digunakan (Sugiyono, 2. penelitian ini . anpa oleh guru di SMP Negeri 1 Pana, serta Sampel dalam penelitian ini adalah dapat mengetahui metode yang lebih cocok kelas V11 SMP Negeri 1 Pana. Kombinasi diterapkan sehingga dapat mempengaruhi secara langsung atau tidak langsung adalah hasil belajar siswa. dua metode yang dapat digunakan untuk METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen dengan pendekatan Desain non-equivalent group design desain. Ada dua kelompok yang dipilih: kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen menerima perlakuan khusus, sedangkan kelompok kontrol menerima tes pre-test yang sama untuk mengukur kemampuan awal siswa, selanjutnya diberi posttest. Populasi Data dikumpulkan melalui metode tes uraian. Tujuan dari jenis tes ini adalah untuk mengetahui seberapa jauh peserta didik memahami materi dengan meminta mereka memberikan pemahaman mereka tentang apa yang dijelaskan. Hasil penelitian akan menggunakan analisis statistik, deskriptif, dan inferensial. Data yang dikumpulkan adalah seluruh siswa SMP Negeri 1 Pana dibandingkan, dan apakah ada perbedaan dengan jumlah siswa 160 orang sedangkan antara metode resitasi dan diskusi. Untuk sampel penelitian ini adalah kelas VII SMP menguji perbedaan nilai, hanya rata-rata Negeri 1 pana yang terdiri dari 2 kelas kedua nilai diuji menggunakan metode uji- t . 63 | Jurnal Binomial Vol. No. 1, 2024: Dina. Mulyadi. Nuramaliah HASIL DAN PEMBAHASAN Pada hasil belajar siswa dengan menggunakan metode resitasi. Analisis statistik diketahui nilai rata-rata pretest hasil belajar siswa menurut ukuran sampel, ada 35 siswa. nilai rata-rata atau rata-rata 56,63. nilai tengah atau median 53,00. standar deviasi 14,99. dan nilai tertinggi 80. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel sebagai berikut: Tabel 1. Statistik Hasil Pretest Kelas Kontrol Statistik Ukuran sampel Rata-rata Median Modus Std. Deviation Nilai terendah Nilai tertinggi Skor Statistik Pretest 56,63 14,16 Pada hasil belajar siswa dengan Metode Diskusi. Berdasarkan hasil analisis statistik prestest menurut ukuran sampel, ada 25 siswa. rata-rata atau median 58,14. nilai tengah atau median 57,00. nilai modus 40. deviasi 13,36. nilai terendah 37. dan nilai Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 3 sebagai berikut: Tabel 3. Statistik Hasil Pengujian Pra-Test Kelas Eksperimen Skor Statistik Statistik Pretest Ukuran sampel Rata-rata 58,14 Median Modus Std. Deviation 13,36 Nilai terendah Nilai tertinggi Sedangkan statistik posttest menurut ukuran sampel. Hasil analisis statistik diketahui ada 25 siswa memiliki nilai mean atau rata-rata 25 siswa dalam sampel, dengan nilai rata- 89,51, tengah atau median 90, modus atau rata atau mean 86,00, nilai tengah atau nilai yang sering muncul 97, standar median 87,00, nilai modus atau nilai yang deviasi 6,67, nilai terendah 73, dan nilai sering muncul 87, standar deviasi 7,47, ini menunjukkan bahwa nilai terendah 73, dan nilai tertinggi 100. sekitar 42,86% dari siswa memperoreh Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada nilai dalam kategori sangat baik. tabel sebagai berikut: Tabel 4. Statistik Hasil Pengujian Postest Kelas Eksperimen Skor Statistik Statistik Pretest Ukuran sampel Rata-rata 89,51 Median Modus Std. Deviation 6,67 Nilai terendah Nilai tertinggi Tabel 2. Statistik Hasil Postest Kelas Kontrol Statistik Ukuran sampel Rata-rata Median Modus Std. Deviation Nilai terendah Nilai tertinggi Skor Statistik Pretest 7,47 64 | Jurnal Binomial Vol. No. 1, 2024: Dina. Mulyadi. Nuramaliah Untuk hasil analisis data, uji sampel resitasi menunjukan hasil belajar siswa berurutan . aired sample tes. memiliki taraf signifikansi 0,05. Nilai p . Hermawan . , dalam penelitiannya taile. 0,000 lebih kecil dari 0,05. Hasilnya menunjukkan bahwa H0 ditolak dan H1 membantu meningkatkan motivasi agar dapat mengikuti pelajaran dengan baik dan kesimpulan bahwa ada dampak . memperkuat daya ingat siswa karena penerapan metode diskusi terhadap hasil belajar siswa kelas VII SMPN 1 Pana. penugasan yang diberikan kepada siswa. Berdasarkan hasil metode resitasi Menurut baik secara Wibowo maupun secara Skor hasil belajar biologi siswa kelas VII kelompok, oleh karena itu, jika siswa tidak diperoleh dari data pretest. Sebanyak 28% siswa masuk pada kategori AutinggiAy dan memperoleh nilai. 12% siswa masuk pada kategori Ausangat Sementara baikAy. Persentase skor tertinggi yang menunjukkan bahwa 52% siswa berada diperoleh pada saat pretest masuk dalam dalam kategori sangat tinggi dan 0% berada kategori AuburukAy . Oleh karena itu, derajat hasil belajar tersebut menunjukkan menunjukkan bahwa tingkat hasil belajar bahwa hasil belajar biologi siswa pada biologi siswa setelah perlakuan metode kelas eksperimen dinilai kurang baik resitasi berada dalam kategori sangat baik, sebelum diberikan perlakuan. menunjukkan bahwa siswa mendapatkan Ini Disamping itu, data yang terlihat hasil belajar yang lebih baik. Ada relevansi untuk post-test menjelaskan bahwa tingkat dengan penelitian yang dilakukan oleh skor/nilai perolehan siswa dari hasil belajar Pardede et al. , menyatakan bahwa untuk posttest 0% pada kategori Sangat sebanyak 48% dari 50 responden yang 52% siswa ditempatkan pada diajarkan metode resitasi merasa sangat kategori sangat tinggi. Setelah metode lega jika menjawab dengan baik pertanyaan resitasi diterapkan, tingkat hasil belajar yang diberikan oleh guru. biologi siswa berada dalam kategori sangat Terdapat perbandingan hasil belajar baik, dengan persentase tertinggi untuk siswa antara metode resitasi dan metode perolehan skor saat posttest berada dalam diskusi dilihat dari ketuntasan pada metode kategori sangat baik. Sehingga tingkat hasil diskusi dimana metode resitasi ditemukan belajar siswa setelah diterapkan metode hasil akhir pengujian . dengan 65 | Jurnal Binomial Vol. No. 1, 2024: Dina. Mulyadi. Nuramaliah kriteria ketuntasan terdapat 20% dengan hasil belajar siswa kelas VII SMPN 1 Pana. jumlah 2 orang siswa tidak memenuhi nilai Dari hasil penelitian dapat disimpulkan kriteria ketuntasan, sedangakan siswa yang bahwa metode diskusi dapat menigkatkan memenuhi nilai kriteria ketuntasan terdapat hasil belajar biologi siswa kelas VII SMPN 1 Pana. Hal ini relevan dengan penelitian Sedangkan ketuntasan hasil postest metode Aprilia et al. , bahwa motode diskusi diskusi dihasilkan dari kriteria ketuntasan lebih banyak diterapkan oleh guru dalam terdapat 8% dengan jumlah 2 orang siswa pembelajaran di sekolah karena siswa tidak memenuhi nilai kriteria ketuntasan, mampu terlibat dalam pembelajaran dan sedangkan siswa yang memenuhi nilai mampu untuk memecahkan masalah secara kriteria ketuntasan terdapat 92% dari bersama-sama. jumlah 23 siswa. Sehingga metode diskusi dapat digunakan karena memiliki tingkat KESIMPULAN Berdasarkan hasil dan diskusi untuk ketuntasan lebih tinggi. Menurut Syafrin et menjelaskan bahwa penggunaan metode siswa lebih cepat memahami metode ceramah, tetapi beberapa siswa tidak menerangkan pelajaran lebih banyak, siswa sehingga lebih tepat menggunakan metode diskusi yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan pemahaman siswa. Berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan Paired Samples Test. Taraf signifikansi 0,05 tampak bahwa nilai p . -taile. 0,000 kurang dari 0,05. Ini berarti H0 ditolak dan H1 diterima, maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh penelitian ini, ditemukan bahwa metode diskusi bisa meningkatkan hasil belajar biologi siswa di kelas. Hasil analisis data dengan uji sampel berurutan . aired sample tes. menunjukkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. oleh karena itu, metode diskusi memiliki efek pada hasil Dengan disimpulkan bahwa hasil belajar biologi siswa yang diajar melalui diskusi lebik lebih baik daripada siswa yang diajar melalui resitasi. DAFTAR PUSTAKA