Hal: ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN CHRONIC KIDNEY DISEASE DENGAN MASALAH KEPERAWATAN HIPERVOLEMIA MENGGUNAKAN TERAPI KOMBINASI ANKLE PUMP EXERCCISE DAN ELEVASI KAKI 30 DERAJAT DI RUANGAN ABIMANYU RSUD JOMBANG NURSING CARE FOR PATIENTS WITH CHRONIC KIDNEY DISEASE EXPRIENCING HYPERVOLEMIA USING COMBINATION THERAPY OF ANKLE PUMP EXERCISE AND 30 DEGREES LEG ELEVATION IN ABIMANYU WARDS OF RSUD JOMBANG Ajeng Dinda Ayu Nurlita1*. Erna Tsalatsatul Fitriyah2. Sudarso2. Dina Camelia2. Tiara Fatma Pratiwi3 Program Studi Di Keperawatan Akademi Keperawatan Bahrul Ulum Jombang STIKes Bahrul Ulum Jombang Akademi Keperawatan Bahrul Ulum Jombang *E-mail: ajengdinda@gmail. ABSTRAK Chronic Kidney Disease (CKD) adalah gangguan ginjal progresif yang menurunkan fungsi filtrasi. Salah satu masalah yang sering terjadi adalah hipervolemia, ditandai dengan edema dan sesak napas. Penanganannya dapat dilakukan dengan farmakologis dan nonfarmakologis seperti terapi kombinasi ankle pump exercise dan elevasi kaki 30 derajat. Penelitian ini merupakan studi kasus pada dua pasien CKD di Ruang Abimanyu RSUD Kabupaten Jombang. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi. Intervensi dilakukan selama tiga hari, dua kali sehari, pagi dan sore. Hasil: Setelah enam sesi, edema pada responden 1 menurun dari derajat 2 menjadi 1, dan pada responden 2 dari 1 menjadi tidak ada. Kedua responden mengalami penurunan sesak napas dan perbaikan tekanan darah. Terapi ini efektif meningkatkan aliran darah balik, mengurangi retensi cairan, dan memperbaiki hemodinamik tubuh. Perubahan signifikan terlihat setelah enam sesi intervensi. Intervensi pagi dan sore memberikan hasil optimal karena sesuai dengan pola penumpukan cairan. Terapi ini dapat diterapkan sebagai bagian dari keperawatan mandiri pada pasien CKD dengan hipervolemia. Kata Kunci: Chronic Kidney Disease. Hipervolemia. Ankle Pump Exercise. Elevasi Kaki 30 derajat. ABSTRACT Chronic Kidney Disease (CKD) is a progressive kidney disorder that leads to a decline in filtration function. One of the common complications is hypervolemia, which is characterized by edema and shortness of breath. Management can be carried out through both pharmacological and non-pharmacological approaches, such as a combination therapy of ankle pump exercise and 30 degrees leg elevation. This study is a case study involving two CKD patients in the Abimanyu Ward of RSUD Jombang. Data were collected through observation, interviews, physical examinations, and documentation. The intervention was carried out for three days, twice dailyAimorning and evening. After six sessions, edema in respondent 1 decreased from 2 to 1, and in respondent 2 from 1 to no edema. Both respondents experienced reduced shortness of breath and improved blood Analysis: This therapy was effective in increasing venous return, reducing fluid Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 12. Januari 2026 ISSN. retention, and improving hemodynamic status. Significant changes were observed after six intervention sessions. Morning and evening interventions provided optimal results due to alignment with the bodyAos fluid accumulation pattern. This therapy can be applied as part of independent nursing care for CKD patients with hypervolemia. Keywords: Chronic Kidney Disease. Hypervolemia. Ankle Pump Exercise, 30 Degrees Leg Elevation. Pendahuluan Chronic Kidney Disease (CKD) adalah penurunan fungsi ginjal yang menyebabkan gangguan pembuangan sisa hipervolemia serta edema (Damayanti et al. Edema yang tidak ditangani dapat menyebabkan komplikasi seperti gagal jantung dan edema paru (Hein dalam Nursanti et al. , 2. Secara global. CKD dialami sekitar 850 juta orang dengan prevalensi 14% pada tahun 2024 (WHO, 2. Di Indonesia terdapat 12,6 juta pasien CKD, dengan prevalensi di Jawa Timur sebesar 0,29% (Nurhayati, 2. Di Kabupaten Jombang terdapat 368 pasien CKD (Zatihulwani, 2. , dan di Ruangan Abimanyu RSUD Jombang tahun 2024 tercatat 921 kasus. CKD menimbulkan penumpukan urea uremia dan azotemia, serta edema akibat peningkatan tekanan hidrostatik yang mendorong cairan ke jaringan (Budiono & Ristanti, 2. Edema dapat mengganggu berbagai sistem tubuh serta terhambatnya difusi oksigen dan nutrisi (Sopiana & Rahmat, 2. Penatalaksanaan edema meliputi nonfarmakologis seperti ankle pump exercise dan elevasi kaki 30A (Fatchur et al. Terapi ini meningkatkan aliran darah melalui mekanisme muscle pump dan terbukti efektif mengurangi edema pada pasien CKD (Sayekti & Irdianty, 2. Terapi ini efektif, sederhana, dan dapat dilakukan mandiri, sehingga digunakan dalam penelitian berjudul AuAsuhan Keperawatan pada Pasien Chronic Kidney Disease (CKD) dengan Masalah Keperawatan Hipervolemia melalui Terapi Kombinasi Ankle Pump Exercise dan Elevasi Kaki 30A di Ruangan Abimanyu RSUD Kabupaten Jombang. Ay Metodologi Penelitian Jenis penelitian ini menggunakan metode studi kasus yang meneliti suatu permasalahan melalui suatu kasus yang terdiri dari seseorang, sekelompok penduduk yang terkena masalah, atau sekelompok masyarakat di suatu daerah. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 2 pasien yang terdiagnosis chronic kidney Lokasi studi kasus ini dilaksanakan di ruangan Abimanyu RSUD Jombang. Penelitian dilakukan pada tanggal 26 April29 April 2025 pada pasien 1 dan tanggal 29 April-01 Mei 2025 pada pasien 2. Melakukan pemeriksaan derajat edema. Setelah iru memberikan terapi kombinasi ankle pump exercise dan elevasi kaki 30o dalam durasi 10 menit. Intervensi ini dilakukan selama 3 hari dengan 2 sesi per Penelitian ini telah lolos uji etik di RSUD Jombang No:13/KEPK/i/2025. Hal: 173-179 Asuhan Keperawatan pada Pasien Chronic Kidney Disease dengan Masalah Keperawatan Hipervolemia Menggunakan Terapi Kombinasi Ankle Pump Exerccise dan Elevasi Kaki 30 Derajat di Ruangan Abimanyu RSUD Jombang Hasil Penelitian Pengkajian Keperawatan Tabel 1. 1 Identitas Pasien Chronic Kidney Disease dengan masalah keperawatan Hipervolemia di Ruang Abimanyu RSUD Jombang Tanggal 25 April 2025 dan 28 April Identitas Klien Nama Umur Pekerjaan Tanggal MRS Jam MRS Diagnosa Medis Tanggal Pengkajian Jam Pengkajian Pasien 1 Ny. 42 Tahun Guru 25 April 2025 08:10 WIB CKD stage5 25 April 2025 08:15 WIB Pasien 2 Tn. 31 Tahun Guru 27 April 2025 11:17 WIB CKD stage 5 28 April 2025 14:55 WIB Sumber: Perawat dan Pasien . Tabel 1. 2 Riwayat Penyakit Pasien Chronic Kidney Disease dengan masalah keperawatan Hipervolemia di Ruang Abimanyu RSUD Jombang Tanggal 25 April 2025 dan 28 April Riwayat Penyakit Keluhan Riwayat Riwayat Riwayat Pasien 1 Ny. L mengatakan kakinya terasa berat Pada tanggal 25 April 2025 sekitar pukul 04. Ny. L datang ke IGD RSUD Kabupaten Jombang karena sejak malam sebelumnya mengalami sesak napas yang tidak kunjung membaik hingga pagi hari. Karena khawatir, keluarga memutuskan untuk membawa Ny. L ke rumah sakit agar segera mendapat pertolongan. Di IGD. Ny. L langsung ditangani untuk mengatasi sesaknya. Setelah mendapat perawatan awal dan kondisinya lebih stabil. Ny. dipindahkan ke Ruangan HCU Abimanyu sekitar 10 pagi untuk melanjutkan perawatan. Setelah dipindahkan di ruangan HCU Abimanyu, dilakukan pengkajian pada pukul 08. 15 pagi. Ny. L mengatakan masih mengeluhkan sesak napas, merasa lemah, cepat lelah, dan terlihat ada pembengkakan pada kedua kaki . dema tungka. Ny. L mengatakan sudah lebih dari 8 kali dirawat di RSUD Kabupaten Jombang dengan keluhan utama sesak napas dan pembengkakan pada kaki. Ny. L juga mengatakan pada Desember 2020 pernah menjalani operasi miom. Selain itu. Ny. mengatakan telah mengonsumsi amlodipine setiap pagi selama kurang lebih 3 tahun, namun tidak rutin meminumnya. Ny. L menyampaikan bahwa ibunya menderita tekanan darah tinggi, yang diketahui sejak usia 50 Dalam keluarganya, terdapat penyakit yang bersifat menurun, yaitu tekanan darah tinggi. Ny. L juga mengatakan tidak ada riwayat penyakit menular dalam keluarga. Pasien 2 Tn. D mengatakan tubuh terasa berat terutama pada kedua tungkai bawah Pada hari Minggu, 27 April 2025 sekitar pukul 30 pagi. Tn. D dibawa ke IGD RSUD Kabupaten Jombang. Tn. D mengeluh dada terasa sesak dan badannya bengkak, terutama di bagian kedua kaki bawah. Ternyata, sudah seminggu Tn. D tidak menjalani cuci darah . seperti biasanya. Selama seminggu itu. Tn. D mencoba pengobatan non medis atau berobat ke dukun. Di IGD, dokter dan perawat segera memberikan perawatan untuk mengatasi sesak dan bengkak yang dialami Tn. Setelah kondisinya mulai lebih baik. Tn. D dipindahkan ke ruangan HCU Abimanyu pada pukul 11. 17 siang agar bisa mendapat pe$rawatan le$bih inte$nsif. Pe$mbe$ngkakan yang paling te$rlihat ada di kaki bagian bawah . Kaki Tn. D tampak besar, terasa berat, dan bila ditekan meninggalkan bekas Tn. D mengatakan sering dirawat, sudah kedua kalinya dirawat di RSUD Kabupaten Jombang dengan keluhan sesak napas dan adanya pembengkakan di kaki Tn. D mengatakan mempunyai kebiasaan Tn. D mengatakan keluarganya tidak mempunyai penyakit yang bersifat menurun, seperti tekanan darah tinggi atau chronic kidney disease (CKD). Namun. Tn. D mengatakan bahwa ayahnya meninggal karena TBC. Sumber: Perawat dan Pasien . Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 12. Januari 2026 Kedua pasien memiliki diagnosis medis CKD stadium 5 dan menunjukkan keluhan klinis yang serupa, yaitu sesak napas dan edema ekstremitas bawah. Pada pemeriksaan awal, pasien pertama ISSN. mengalami edema derajat 2, sedangkan pasien kedua mengalami edema derajat 1. Riwayat penyakit keduanya menunjukkan ketidakseimbangan cairan kronis terkait penurunan fungsi ginjal. Diagnosis Keperawatan Pasien Tabel 2. 1 Diagnosis keperawatan Pasien Chronic Kidney Disease dengan masalah keperawatan Hipervolemia di Ruang Abimanyu RSUD Jombang Tanggal 25 April 2025 dan 28 April 2025 Pasien 1 0022 Hipervolemia berhubungan dengan gangguan mekanisme regulasi dibuktikan dengan ortopnea, dispnea, paroxysmal nocturnal dyspnea (PND) Pasien 2 0022 Hipervolemia berhubungan dengan retensi natrium dibuktikan dengan ortopnea, dispnea, paroxysmal nocturnal dyspnea (PND) Sumber: Perawat dan Pasien . Diagnosis utama yang ditetapkan pada kedua pasien adalah hipervolemia (D. , ditandai dengan ortopnea, dispnea, paroxysmal nocturnal dyspnea, dan edema ekstremitas. Intervensi Keperawatan Tabel 3. 1 Intervensi keperawatan Pasien Chronic Kidney Disease dengan masalah keperawatan Hipervolemia di Ruang Abimanyu RSUD Jombang Tanggal 25 April 2025 dan 28 April 2025 Pasien 1 Manajemen Hipervolemia (I. dengan terapi nonfarmakologis kombinasi ankle pump exercise dan elevasi kaki 30o. Pasien 2 Manajemen Hipervolemia (I. dengan terapi nonfarmakologis kombinasi ankle pump exercise dan elevasi kaki 30o. Sumber: Perawat dan Pasien . Intervensi diberikan pada kedua pasien adalah manajemen hipervolemia (I. melalui kombinasi ankle pump exercise dan elevasi kaki 30A. Intervensi ini bertujuan menurunkan tekanan hidrostatik, dan mengurangi akumulasi cairan perifer. Implementasi Keperawatan Tabel 4. 1 Implementasi keperawatan Pasien Chronic Kidney Disease dengan masalah keperawatan Hipervolemia di Ruang Abimanyu RSUD Jombang Tanggal 25 April 2025 dan 28 April 2025 Pasien 1 Memberikan Hipervolemia (I. dengan terapi nonfarmakologis kombinasi ankle pump exercise dan elevasi kaki Pasien 2 Memberikan manajemen Hipervolemia (I. dengan terapi nonfarmakologis kombinasi ankle pump exercise dan elevasi kaki 30o. Sumber: Perawat dan Pasien . Implementasi dilakukan secara konsisten dua kali sehari selama tiga hari berturut-turut. Seluruh dilaksanakan sesuai standar, meliputi pemantauan derajat edema, edukasi pembatasan cairan, serta penerapan latihan fisik sesuai panduan. Hal: 173-179 Asuhan Keperawatan pada Pasien Chronic Kidney Disease dengan Masalah Keperawatan Hipervolemia Menggunakan Terapi Kombinasi Ankle Pump Exerccise dan Elevasi Kaki 30 Derajat di Ruangan Abimanyu RSUD Jombang Evaluasi Keperawatan Tabel 5. 1 Evaluasi keperawatan Pasien Chronic Kidney Disease dengan masalah keperawatan Hipervolemia di Ruang Abimanyu RSUD Jombang Tanggal 25 April 2025 dan 28 April 2025 Hari 4 Hari 3 Hari 2 Hari 1 Waktu Sesi 1 Pasien 1 Edema derajat 2 Edema derajat 1 Pasien 2 Sesi 2 Edema derajat 2 Edema derajat 1 Sesi 1 Edema derajat 2 Edema derajat 1 Sesi 2 Edema derajat 2 Edema derajat 1 Sesi 1 Edema derajat 1 Edema derajat 0 Sesi 2 Edema derajat 1 Edema derajat 0 Sesi 1 Edema derajat 1 Edema derajat 0 Sesi 2 Edema derajat 1 Edema derajat 0 Sumber: Perawat dan Pasien . Terdapat penurunan edema yang signifikan pada kedua pasien setelah enam sesi intervensi. Pada pasien pertama, edema menurun dari derajat 2 menjadi derajat 1 pada hari ketiga dan stabil hingga akhir Pada pasien kedua, edema yang awalnya derajat 1 berkurang hingga tidak tampak edema pada hari ketiga. Selain menunjukkan perbaikan gejala sesak napas dan stabilisasi tekanan darah. Hasil ini nonfarmakologis berupa kombinasi ankle pump exercise dan elevasi kaki 30A memberikan efek terapeutik yang konsisten dalam menurunkan retensi cairan pada pasien CKD dengan hipervolemia. Pembahasan Pengkajian Keperawatan Pengkajian menunjukkan dua pasien, perempuan usia 42 tahun dan laki-laki usia 31 tahun, keduanya bekerja sebagai guru. Usia di atas 30 tahun merupakan faktor risiko CKD karena terjadi penurunan fungsi ginjal dan GFR secara fisiologis (Damayanti et al. , 2. Laki-laki memiliki risiko CKD lebih tinggi dibanding perempuan karena perbedaan kepatuhan dan perilaku kesehatan (Budiono & Ristanti, 2. Faktor pekerjaan dengan potensi dehidrasi juga dapat meningkatkan beban ginjal (Fatchur et al. , 2. Kedua pasien mengeluhkan sesak napas dan bengkak pada kaki, dengan edema derajat 2 dan 1. Hipervolemia pada CKD terjadi akibat retensi natrium dan cairan (Kozier & Erb, 2. serta peningkatan tekanan hidrostatik yang mendorong cairan ke jaringan (Guyton & Hall, 2. Berdasarkan data ini, gejala sesak dan edema merupakan manifestasi khas hipervolemia pada CKD stadium lanjut dan menjadi dasar penetapan diagnosis keperawatan. Diagnosis Keperawatan Pasien Diagnosis utama pada kedua pasien adalah hipervolemia, ditandai edema ekstremitas, sesak napas, ortopnea, dan peningkatan tekanan darah. Diagnosis pendukung meliputi gangguan pola tidur akibat PND, intoleransi aktivitas karena cepat lelah, gangguan pertukaran gas terkait sesak napas dan penggunaan otot bantu napas, serta gangguan mobilitas akibat edema dan kelemahan. Penetapan hipervolemia sebagai diagnosis prioritas sesuai literatur yang menyatakan bahwa penurunan GFR menyebabkan retensi cairan berlebih (Rizky et al. , 2. , dengan gejala utama berupa edema dan dispnea (Kartika & Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 12. Januari 2026 Mardiyono, 2. Hipervolemia dipilih sebagai fokus utama karena merupakan masalah paling membahayakan dan berpotensi menyebabkan komplikasi serius seperti edema paru. Intervensi Keperawatan Intervensi mengacu pada SLKI keseimbangan cairan, penurunan edema, dan stabilisasi tekanan darah. SIKI I. Manajemen Hipervolemia observasi edema dan penyebab kelebihan cairan, pembatasan cairan dan natrium, serta ankle pump exercise dan elevasi kaki 30A untuk meningkatkan aliran balik vena. Edukasi pembatasan cairan diberikan untuk meningkatkan kepatuhan, dan kolaborasi dilakukan dalam pemberian diuretik serta mempertimbangkan CRRT bila diperlukan. Pemilihan intervensi didukung teori bahwa kombinasi observasi, tindakan terapeutik, edukasi, dan kolaborasi diperlukan dalam menangani hipervolemia (Nursalam, 2. Latihan kaki dan elevasi terbukti menurunkan edema perifer (Sari & Setiyowati, 2. , sedangkan edukasi diet rendah garam penting dalam pengendalian cairan (Wardani & Widyawati, 2. Implementasi Keperawatan Pada pasien Ny. L selama empat hari, edema awal derajat 2 berangsur menurun menjadi derajat 1 hingga tidak ada edema pada hari keempat setelah terapi ankle pump exercise, elevasi kaki, dan pengaturan Sesak napas dan tekanan darah juga Pada pasien Tn. D selama tiga hari, edema derajat 1 secara bertahap menghilang pada hari ketiga, disertai perbaikan sesak napas dan peningkatan kemandirian dalam menjalankan terapi. Perbaikan bertahap ini sejalan dengan teori bahwa pemantauan ketat klinis, latihan fisik, edukasi, dan kolaborasi terapeutik merupakan strategi efektif dalam manajemen hipervolemia (Wardani & Widyawati, 2. Evaluasi Keperawatan Evaluasi pada Ny. L menunjukkan peningkatan bertahap selama empat hari ISSN. dengan perbaikan skor asupan cairan, edema, dan tekanan darah, hingga hipervolemia dinyatakan teratasi pada hari Pada Tn. D, evaluasi selama tiga hari menunjukkan perbaikan konsisten dari skor sedang menjadi cukup, hingga mencapai skor optimal untuk asupan dan edema pada hari ketiga. Evaluasi manajemen cairan, latihan fisik, dan edukasi efektif menurunkan edema dan memperbaiki kondisi fisiologis. Literatur penanganan hipervolemia dinilai dari penurunan edema, stabilisasi tekanan darah, dan adaptasi pasien terhadap pembatasan cairan (Sayekti & Irdianty, 2. Evaluasi berkelanjutan memberikan dasar objektif untuk keputusan klinis dan mencerminkan asuhan keperawatan yang sistematis dan berbasis bukti. Saran Saran untk penelitian selanjutnya adalah agar melibatkan jumlah responden yang lebih banyak sehingga hasil yang diperoleh dapat lebih mewakili populasi pasien dengan Chronic Kidney Disease. Selain itu, penelitian mendatang dapat eksperimental dengan kontrol yang lebih ketat agar efektivitas terapi ankle pump exercise dan elevasi kaki 30A dapat dibandingkan dengan intervensi lain secara lebih objektif. Periode intervensi juga sebaiknya diperpanjang agar dapat mengevaluasi keberlanjutan efek terapi terhadap penurunan edema dan stabilitas hemodinamik pasien. Kesimpulan Penelitian ini menunjukkan bahwa kedua pasien chronic kidney disease mengalami hipervolemia dengan diagnosis (D. Intervensi manajemen hipervolemia (I. melalui kombinasi ankle pump exercise dan elevasi kaki 30A terbukti efektif, ditandai penurunan edema secara bertahap: pada Ny. L dari derajat 2 menjadi derajat 1 dan Hal: 173-179 Asuhan Keperawatan pada Pasien Chronic Kidney Disease dengan Masalah Keperawatan Hipervolemia Menggunakan Terapi Kombinasi Ankle Pump Exerccise dan Elevasi Kaki 30 Derajat di Ruangan Abimanyu RSUD Jombang selanjutnya membaik, serta pada Tn. D dari derajat 1 menjadi tidak ada edema pada hari Evaluasi menunjukkan perbaikan asupan makanan dan tekanan darah, sehingga hipervolemia dinyatakan teratasi dan terapi terbukti efektif menurunkan penumpukan cairan. Daftar Pustaka