Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 2234 - 2245 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Keseimbangan Kehidupan Kerja (Work-Life Balanc. dalam Meningkatkan Kinerja Karyawan: Studi Kasus pada PT. Putra Celebes Utama Mandiri Nevia Anggita Batara P. Dhea Permady Yusuf. Kordiana SambaraAo. Djusniati Rasinan Universitas Kristen Indonesia Paulus neviaanggita0882@gmail. com, dheapermady09@gmail. ksambara86@gmail. com, djusniatirasinan@gmail. ABSTRACT This research was conducted to determine the work-life balance in improving the performance of employees of PT Putra Celebes Utama Mandiri. The purpose of this study was to determine the purpose of work-life balance at PT. Putra Celebes Utama Mandiri. organize and adjust between life and work balance at PT. Putra Celebes Utama Mandiri. The research method used is a qualitative method with a phenomenological approach. The number of research informants was 3 employee informants. The research location is at PT Putra Celebes Utama Mandiri. In connection with the resuts of in-depth interviews that the better the work-life balance that employees have, the performance of employees will increase to be able to achieve good Keywords: Employee. Life. Work, work-life balance, phenomenology ABSTRAK Penelitian ini dilakukan guna mengetahui keseimbangan kehidupankerja (Work-Life Balanc. dalam meningkatkan kinerja karyawan PT. Putra Celebes Utama Mandiri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tujuan keseimbangan kehidupan kerja (Work-life balanc. pada PT. Putra Celebes Utama Mandiri. mengatur dan menyesuaikan antara keseimbangan kehidupan dan pekerjaan di PT. Putra Celebes Utama Mandiri. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Jumlah Informan peneliti sebanyak 3 Informan karyawan. Lokasi penelitian berada di PT. Putra Celebes Utama Mandiri. Berkaitan dengan hasil wawancara mendalam bahwa semakin baik keseimbangan kehidupan kerja (Work-life balanc. yang dimiliki karyawan, maka kinerja yang dimiliki karyawan akan meningkat hingga mampu mencapai kualitas yang baik. Kata kunci: Karyawan. Kehidupan. Pekerjaan, keseimbangan kehidupan kerja, fenomenologi PENDAHULUAN Istilah Work-Life Balance merupakan salah satu istilah yang tidak asing lagi di Work-Life Balance sendiri mengacu pada kemampuan seseorang dalam menyeimbangkan tanggung jawab pekerjaannya dan hal-hal yang tidak berhubungan dengan pekerjaan. Sedangkan menurut Handayani . , work-life balance adalah suatu keadaan ketika seseorang mampu berbagi peran dan merasakan adanya kepuasan dalam peran-peranya tersebut yang ditunjukkan dengan rendahnya 2234 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 2234 - 2245 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. tingkat work family conflict atau work family enrichment. tingkat work family Permasalahan karyawan mengenai work-life balance umumnya disebabkan karena tingginya jam kerja. Banyak kasus karyawan harus menerima pesan atau email yang berhubungan dengan pekerjaan di luar jam kerja sehingga benar-benar mempengaruhi kehidupan pribadi karyawan (Republika, 2. Untuk itu pentingnya perusahaan memberikan waktu yang fleksibel kepada karyawan agar karyawan dapat mengatur waktu luang di luar jam kerja. Menurut para ahli alasan mengapa work-life balance menjadi suatu kebutuhan, di antaranya meningkatkan kesehatan mental dan fisik, mengurangi stres, meningkatkan hubungan dengan kehadiran di tengah keluarga maupun lingkungan sosial, meningkatkan kemampuan berpikir kreatif, dan meningkatkan produktivitas. Didalam penelitian ini, metode penelitian yang akan digunakan adalah metode kualitatif dengan menggunakan sampel untuk diteliti yaitu narasumber yang bekerja sebagai karyawan di PT. Putra Celebes Utama Mandiri. Pendekatan penelitian yang akan digunakan adalah pendekatan fenomenologi. Pendekatan ini cocok digunakan untuk mengetahui hal-hal apa saja yang pernah dialami dan dilakukan, serta mengingat uang peristiwa apa saja yang pernah terjadi maupun dirasakan terkait keseimbangan antara kehidupan dan pekerjaan para karyawan tersebut. Metode kualitatif pada penelitian ini memakai Teknik pengumpulan data yaitu dengan wawancara mendalam. Berdasarkan latar belakang yang dijelaskan, maka rumusan permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini sebagai berikut: Bagaimana keseimbangan kehidupan kerja dalam meningkatkan kinerja karyawan PT. Putra Celebes Utama Mandiri? Untuk mengetahui tujuan keseimbangan kehidupan kerja (Work-Life Balanc. dalam meningkatkan kinerja karyawan PT. Putra Celebes Utama Mandiri. Pengertian Work-Life Balance Work-Life Balance merupakan kemampuan individu untuk menyeimbangkan tanggung jawabnya dalam pekerjaan dan hal yang tidak berhubungan dengan pekerjaan seperti keluarga dan lain-lain sehingga tidak terjadi masalah antara kehidupan keluarga dengan karier sehingga adanya peningkatan motivasi, produktivitas dan loyalitas terhadap suatu pekerjaan. Menurut Moorhead dan Graffin dalam Prasetyo . mengungkapkan bahwa Work-Life Balance adalah kemampuan seseorang untuk menyeimbangkan antara tuntutan pekerjaan dengan kebutuhan pribadi dan keluarganya. Keseimbangan kehidupan kerja sendiri hadir dengan serangkaian kekuatan yang dapat digunakan setiap orang untuk menyeimbangkan komitmen karyawan terhadap pekerjaan dengan tanggung jawab lainnya. Menurut Hudson, keseimbangan waktu merupakan contoh perusahaan yang menjunjung tinggi Work- Balance. Keseimbangan kehidupan kerja adalah tujuan yang sangat penting, namun proporsi 2235 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 2234 - 2245 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. waktu yang disisihkan untuk bekerja dan kesenangan pribadi, keluarga ataupun orang-orang di sekitar kita juga penting. Ada beberapa aspek Work-Life Balance menurut (Hudson 2. Timel Balance (Keseimbangan wakt. Hal ini mengacu pada kesetaraan antara waktu yang diberikan seseorang untuk kariernya dengan waktu yang diberikan untuk keluarga atau lainnya selain karir. Involvement Balance (Keseimbangan keterlibata. Keseimbangan keterlibatan mental karyawan dalam memenuhi tuntutan peran dalam tanggung jawab pekerjaan dan keluarga. Keseimbangan dalam diri individu seperti tingkat stres dalam bekerja dan dalam kehidupan . Statisfaction Balance (Keseimbangan kepuasa. Tingkat kepuasan yang dirasakan dalam pekerjaan maupun di luar pekerjaan, karyawan memiliki kenyamanan dalam keterlibatan di dalam maupun diluar pekerjaan karyawan. Dimensi Work-Life Balance Fisher. Buger, dan Smith dalam (Wicaksana et al. menyatakan bahwa ada empat dimensi pembentuk Work-Life Balance, yaitu: ) Gangguan Pekerjaan Dengan Kehidupan Pribadi Mengacu pada sejauh mana pekerjaan dapat mengganggu kehidupan pribadi individu. Misalnya, bekerja dapat membuat seseorang sulit menyeimbangkan waktu untuk kehidupan pribadinya seperti waktu bersama ) Gangguan Kehidupan Pribadi dengan pekerjaan Mengacu pada sejauh mana kehidupan pribadi individu mengganggu Misalnya, individu memiliki masalah dengan keluarganya atau kehidupan pribadi lainnya, hal ini dapat mengganggu kinerja individu pada saat bekerja. ) Peningkatan Kehidupan Pribadi Pekerjaan Mengacu pada sejauh mana kehidupan pribadi seseorang mampu meningkatkan kemampuan individu dalam dunia pekerjaan. Misalnya, apabila hati individu merasa bahagia dikarenakan sesuatu hal dalam kehidupan pribadinya maka hal ini dapat membuat suasana hati individu pada saat bekerja dapat menyenangkan. ) Peningkatan Pekerjaan Kehidupan Pribadi Mengacu pada sejauh mana pekerjaan membuat peningkatan kualitas kehidupan pribadi individu. Misalnya, kemampuan yang dimiliki individu pada saat bekerja, memungkinkan individu untuk menggunakan kemampuan tersebut dalam kehidupan pribadi sehari-hari. 2236 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 2234 - 2245 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Work-Life Balance Menurut Ahmad . ada beberapa factor yang dapat mempengaruhi keseimbangan kehidupan kerja ( Work-Life Balance ) seseorang, yaitu : Waktu Mengenai lamanya waktu yang dihabiskan di tempat kerja atau lamanya jam atau waktu kerja. Jadwal Serangkaian rencana kegiatan yang harus dilakukan karyawan di luar dan di dalam lingkup pekerjaan untuk diselesaikan. Kelelahan Keadaan di mana menurunnya kapasitas dan efisiensi yang dimiliki seseorang dalam bekerja dan berkurangnya prestasi kerja disertai perasaan Lelah. Indikator-indikator Work-life Balance Indikator-indikator dalam mengukur Work-life balance menurut McDonald dan Bradley . dalam paangemanan et al. Time balance . eseimbangan wakt. Time balance mengarah pada jumlah waktu yang diberikan individu, baik untuk pekerjaan ataupun hal-hal diluar Involvement balance . eseimbangan keterlibata. , mengarah pada jumlah maupun tingkat keterlibatan secara komitmen dan psikologis pada individu dalam pekerjaannya dan hal-hal di luar pekerjaannya. Satisfaction balance . eseimbangan kepuasa. Mengarah pada jumlah atau tingkat kepuasan pada individu terhadap kegiatan pekerjaannya dan hal-hal di luar pekerjaannya. METODE PENELITIAN Lokasi Penelitian Jl. Jipang raya perumahan villa mega sari blok i no. Gunung Sari. Makassar Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data yang peneliti tempuh sebagai penunjang dalam proposal ini yaitu: Indept Interview (Wawancara Mendala. , yaitu penelitian yang dilakukan peneliti untuk memperoleh data serta informasi dari informan. Wawancara dibantu dengan alat perekam suara ponsel. Teknik pengumpulan data ini mendasar pada laporan tentang diri sendiri atau self-report, serta pengetahuan atau keyakinan pribadi karyawan PT. Putra Celebes Utama Mandiri. Adapun menurut Lelxy J. Molelong . menyatakan 2237 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 2234 - 2245 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. wawancara adalah percakapan yang memiliki maksud tertentu. Percakapan tersebut dilakukan dua pihak, yaitu pewawancara (Interviewe. yang memberi pertanyaan dan terwawancara (Interviewele. memberikan jawaban dari pertanyaan itu. Adapun maksud diadakannya wawancara, seperti menurut Licolndan Guba . alam Lelxy J. Molelong,2014:. yaitu untuk mengetahui mengenai orang, kejadian, kegiatan, organisasi, perasaan, motivasi serta tuntutan terhadap kepedulian mengenai situasi sosial . etting Studi Literatur (Studi Pustak. , yaitu penelitian yang dilakukan oleh peneliti dengan menemukan landasan teori dari topik yang diangkat dengan menelusuri dan mengumpulkan sumber berupa jurnal, buku, dan karya tulis lainnya yang berkaitan dengan penelitian. Menurut Nazir . Studi literatur merupakan Teknik mengumpulkan data dengan melakukan analisis terhadap literatur, buku, catatan, dalam laporan lainnya yang saling Jenis dan Sumber Data Adapun Jenis dan sumber data yang dibutuhkan peneliti dalam penulisan proposal ini: Jenis Data Jenis data yang digunakan pada penelitian ini adalah data kualitatif yaitu data non-numerik dan bersifat deskriptif diperoleh langsung dari PT. Putra Celebes Utama Mandiri, data yang terkumpul merupakan kata-kata dan lebih spesifik dengan karakteristik atau sifat. Data kualitatif diperoleh melalui berbagai macam Teknik dalam proses pengumpulan data yaitu wawancara, dokumentasi, observasi, dan indept Interview . awancara mendala. Data yang berbentuk lain dapat diperoleh melalui rekaman suara, gambar, dan . Sumber Data Sumber data merupakan subjek yang diperoleh peneliti untuk menjawab pertanyaan dalam penelitian. Menurut V. Wiratna Sujarweni . Sumber data merupakan subjek yang mana asal data penelitian Apabila peneliti menggunakan wawancara atau kuesioner dalam pengumpulan data, maka sumber data disebut informan, yaitu orang yang memberi respons atau jawaban atas pertanyaan baik lisan maupun tertulis. Data Primer Data Primer adalah data yang diperoleh dari perusahaan dengan melakukan pengamatan langsung dan wawancara dengan karyawan PT. Putra Celebes Utama Mandiri yang berwenang memberikan informasi yang berhubungan dengan pembahasan dalam penulisan proposal ini. Data Sekunder 2238 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 2234 - 2245 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Data Sekunder adalah data yang diperoleh dari berbagai sumber seperti buku, artikel, majalah, dan lain sebagainya. Data yang telah diperoleh dari data sekunder tersebut tidak perlu untuk diolah lagi. Metode Analisis Analisis data adalah proses yang mencakup mencari dan menyusun dengan sistematis data hasil wawancara, dokumentasi dan observasi dengan cara mengorganisasikan dan memilih data penting serta data mana yang perlu dipelajari dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami (Sugiyono, 2007: 333-. Adapun Teknik analisis data yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif. Menurut Miles dan Hubberman (Sugiyono, 2007:. adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan Langkah terakhir yaitu penarikan kesimpulan. Adapun Langkah-langkah tersebut sebagai berikut: Reduksi data Reduksi data adalah penyederhanaan dan penggolongan melalui seleksi, memfokuskan keabsahan data mentah sehingga membentuk informasi menjadi bermakna, sehingga memudahkan dalam menarik Penyajian data Penyajian data yang digunakan pada data kualitatif adalah data yang berbentuk naratif. Penyajian data berupa sekumpulan informasi yang tersusun secara terperinci dan sistematis agar mudah dipahami. Penarikan kesimpulan Penarikan kesimpulan merupakan tahap paling akhir dalam analisis data yang dilakukan guna melihat setiap reduksi data tetap yang mengaju pada rumusan masalah yang hendak dicapai. Data Deskriptif Peneliti telah berhasil melaksanakan observasi lapangan dan dilanjutkan dengan proses pengambilan data berupa wawancara pada beberapa partisipan dalam penelitian ini. Partisipan yang telah diwawancarai sebanyak 5 orang. Mereka berasal dari berbagai jenis posisi di PT. Putra Celebes Utama Mandiri. Peneliti pertama kali berkunjung pada objek penelitian bertemu dengan Ibul Risda Yusulf selaku HRD pada PT. Putra Celebes Utama Mandiri. Kedatangan peneliti disambut dengan baik oleh yang bersangkutan. Maksud dan tujuan kedatangan peneliti telah diketahui sebelumnya oleh yang . bersangkutan sehingga peneliti merasa dimudahkan dalam melakukan proses pengambilan data. Proses pengambilan data berjalan dengan baik selama kurang lebih 10-30 menit. Selama proses wawancara, peneliti melakukan wawancara sebagai proses pengambilan data dengan cara merekam suara atau audio dan melakukan dokumentasi kegiatan wawancara dalam bentuk foto. Setelah peneliti sukses menghimpun data di lapangan dengan seluruh partisipan, peneliti selanjutnya 2239 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 2234 - 2245 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. melakukan proses pengolahan data. Proses pengolahan data dilakukan sesuai kaidahkaidah dalam melakukan penelitian kualitatif. Yang pertama peneliti memindahkan hasil rekaman suara ke dalam bentuk teks kata-kata yang biasa disebut wawancara. Dari transkrip wawancara lalul kemudian peneliti masukkan ke dalam bentuk tabel matriks. Tabel matriks berisi semua transkrip wawancara secara terperinci dari seluruh partisipan. Tabel matriks memudahkan peneliti dalam menemukan codes yaitu inti dari rangkaian kalimat dari percakapan masing-masing partisipan. Berikutnya temuan codes ini peneliti akan mengelompokkan kata sesuai dengan sinonim dan padanan kata yang maknanya sama sehingga menemukan temuan baru yang disebut sub-categories. Sub-categories yang berisi kesatuan dari codes yang sama sehingga bentuk sub-categories ini dapat dirangkum berdasarkan penjelasan yang sejenis sehingga menjadi categories. Jika categories sudah ditemukan maka memudahkan peneliti untuk membuat penyusunan interpretasi dan hasil yang ada pada bab ini. Interpretasi ini nantinya akan peneliti masukkan ke dalam lampiran validasi data berupa form member checkin techniqulel. Berikut validasi data ini akan diperiksa secara langsung oleh partisipan. Jika partisipan telah menyetujui atas isi yang telah peneliti tuangkan ke dalam form tersebut maka peneliti akan mempersilahkan partisipan untuk melakukan checklist form validasi data tersebut. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini dilaksanakan pada PT. Putra Celebes Utama Mandiri. Peneliti mengambil pertimbangan pada perusahaan ini dikarenakan memiliki aktivitas pekerjaan yang cukup padat. Profil Informan Informan yang ada dalam penelitian ini berjumlah 3 orang. Jenis kelamin informan yaitu 3 perempuan. Dengan jumlah sampel tersebut maka peneliti sudah mendapat informasi-informasi yang diperlukan. Informan penelitian ini merupakan karyawan PT. Putra Celebes Utama Mandiri yang Bernama Ibul Dewi. Ibul Sari. Ibul Dian. Seluruh nama informan sengaja disamarkan guna menjaga rahasia identitas Berikut profil dari 3 informan: Ibul Dewi selaku informan 1 merupakan seorang perempuan berusia 26 tahun dengan lama bekerja selama kurang lebih 2 tahun. Pendidikan terakhir Ibul Dewi adalah Sarjana S1. Status belum menikah. Gaji per bulannya Rp. 000,- (Tujuh juta rupia. dengan jabatan Human resource development. Peneliti bertemu informan di kantor pada tanggal 10 Oktober 2023. Peneliti mewawancarai pada jam 11:15-11:25. Ibul Sari selaku informan 2 merupakan seorang perempuan berusia 45 tahun dengan lama bekerja kurang lebih 13 tahun. Pendidikan terakhir Ibul Sari adalah Sarjana S1. Status Ibul Sari menikah dikaruniai 3 anak. Gaji per 2240 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 2234 - 2245 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. bulannya Rp. - (Enam juta lima ratus ribu rupia. dengan jabatan Supervisor. Peneliti bertemu informan di kantor pada tanggal 10 Oktober Peneliti mewawancarai pada jam 11:30-11:45. Ibul Dian selaku informan 3 merupakan seorang perempuan berusia 27 dengan lama bekerja kurang lebih 3 bul an. Pendidikan terakhir Ibul Dian adalah Sarjana S1. Status Ibul Dian belum menikah. Gaji per bulannya Rp. - (Lima juta rupia. dengan jabatan Admin Invoicel. Peneliti bertemu informan di kantor pada tanggal 10 Oktober 2023. Peneliti mewawancarai pada jam 11:50-12:15. Berdasarkan hasil wawancara mendalam mengenai Keseimbangan Kehidupan Kerja (Work- Balanc. Dalam Meningkatkan Kinerja Karyawan, maka dapat disimpulkan sebagai berikut: Keseimbangan Kehidupan Kerja (Work-Life Balanc. Dalam Meningkatkan Kinerja Karyawan PT. Putra Celebes Utama Mandiri. Sebagai seorang karyawan tentunya membutuhkan keseimbangan antara kehidupan kerja dan kehidupan pribadi di luar dari pekerjaan, sederhananya ini merupakan suatu keadaan dimana seorang karyawan bisa mengatur waktu maupun energi yang seimbang dalam pekerjaan, kebutuhan pribadi, kehidupan berkeluarga dan rekreasi. Bekerja sebagai karyawan pada perusahaan telekomunikasi tentu menjadi suatu pilihan seorang karyawan, keinginan memilih pekerjaan ini karena adanya berbagai alasan. Bekerja pada perusahaan telekomunikasi ini tidaklah muda karena karyawan harus selalu dituntut memperhatikan bagian dari pekerjaan masingmasing baik itu dikantor maupun di rumah. Keputusan bekerja pada perusahaan telekomunikasi tentunya akan dihadapkan dengan kondisi dimana karyawan harus bisa membagi waktu, tenaga, maupun pikiran agar pekerjaan mereka dapat berjalan dengan baik. Menyeimbangankan pekerjaan dan kehidupan pribadi tentunya dapat meningkatkan kinerja karyawan. Dalam hal ini peneliti melakukan wawancara terhadap informan mengenai pentingnya work-Life Balance dalam meningkatkan kinerja karyawan. Berdasarkan hasil dari wawancara yang dilakukan dengan informan Ibul Dewi mengenai apakah work-Life Balance penting bagi ibul? AuBagi saya penting apalagi untuk gen Z seperti saya karena untuk karyawan yang range umurnya 20-30 itu masih sangat membutuhkan hal ini untuk menyeimbangkan pekerjaan yang bisa dibilang tidak ada hentinya dengan hal di luar Ay Dengan tuntutan pekerjaan yang tidak ada hentinya sebagai karyawan Ibul Dewi sangat memerlukan keseimbangan antara pekerjaan maupun kehidupan pribadinya agar bisa lebih produktif. Bekerja terus menerus tanpa istirahat dapat menimbulkan kinerja yang merosot dan bisa merusak bidang kehidupan yang lain. Sebagai mana hasil wawancara dari informan Ibul Sari mengenai bagaimana tuntutan pekerjaan di dunia telekomunikasi? 2241 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 2234 - 2245 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. AuTuntutannya mungkin lebih mengambil waktu karena kita harus ful l dan stay untuk pekerjaan ini tapi lebih ke monitor saja selebihnya bisa dikerjakan online melalui handphonel (Whatsap. Ay Bagi seorang karyawan tuntutan pekerjaan mungkin sangat penting walaupun menguras waktu sehingga sul it membagi waktu untuk kehidupan diluar pekerjaan walaupun bagi Ibul Sari pekerjaan ini harus di monitor terus menerus selebihnya dikerjakan secara online melalui handphonel (WhatsAp. akan tetapi waktu untuk kehidupan pribadi seperti waktu untuk keluarga bagi Ibul Sari yang telah berkeluarga akan lebih sedikit karena harus memantau pekerjaan terus menerus. Hal ini selaras dengan ungkapan salah satu informan Ibul Dian saat ditanyakan mengenai. Bagaimana menyeimbangkan kehidupan pribadi dan pekerjaan? AuKalau ada waktu frelel kita gunakan sebaik mungkin, namun tetap memantau pekerjaan juga seperti handphonel, jadi dibawa santai saja. Ay Mengatur waktu dengan sebaik mungkin juga sangat penting agar keduanya mendapatkan porsi waktu yang sesuai antara waktu bersama keluarga dan pekerjaan. Dengan mengatur waktu dengan baik maka pekerjaan maupun kehidupan pribadi akan seimbang. Banyak cara yang bisa dilakukan agar tidak selalu berfokus pada pekerjaan saja seperti melakukan liburan sejenak pada saat akhir pekan bersama keluarga atau rekan kerja, cara tersebut juga dapat mengurangi jenuh dan stres bekerja, sesuai dengan pemaparan dari informan Ibul Dewi Ketika ditanyakan. Pada saat weekend atau akhir pekan apakah ada acara yang dilaksanakan kantor semacam holiday atau makan bersama? AuAda sesekali kalau akhir pekan makan bersama di luar biasa juga dikantor sambil ngobrol untuk kurangi stres selama bekerja. AoAo Semakin tercapainya keseimbangan kehidupan kerja (Work- Balanc. maka akan meningkatkan kinerja karyawan, permasalahan akan timbul jika pekerjaan dan kehidupan pribadi tidak seimbang. oleh karena karyawan harus pandai mengambil waktu luang untuk beristirahat sembari berkumpul dengan keluarga dirumah. Sebagaimana informan Ibul Dian saat ditanyakan. Pada saat weekend apakah tetap bekerja dikantor atau family timel? AuDi sini hari Sabtu kita masuk jam 10. 00 tapi itu opsional kalau mau berkantor bisa, kalau tidak juga tidak masalah namun, tetap bekerja dari mana saja seperti memantau pekerjaan sesekali. Pada saat hari minggu, saya gunakan baik-baik waktunya karena hari Minggu hari libur. Ay Dari seluruh hasil wawancara yang telah peneliti lakukan dengan ketiga informan maka dapat disimpul kan bahwa keseimbangan kehidupan kerja (WorkBalanc. dalam meningkatkan kinerja karyawan sangat berpengaruh pada karyawan yang memiliki kemampuan untuk memanajemen dan menyeimbangkan kedua peran maupun tugas, dimana pekerjaan kantor dan kehidupan pribadi sangat mempengaruhi proses kerja dan kinerja karyawan dalam mencapai hasil kerja yang 2242 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 2234 - 2245 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. berkualitas dan maksimal. Berkaitan dengan hasil wawancara mendalam bahwa semakin baik keseimbangan kehidupan kerja (Work- Balanc. yang dimiliki karyawan, maka kinerja yang dimiliki karyawan akan meningkat hingga mampu mencapai kualitas yang baik. Adapun manfaat dari keseimbangan kehidupan kerja (Work- Balanc. , yaitu dapat meningkatkan produktivitas dan kepuasan kerja, serta Kesehatan mental dan fisik. Karyawan yang memiliki keseimbangan kehidupan kerja (Work- Balanc. yang baik, berkualitas, dan sukses dapat meningkatkan kesehatan mental dan fisik yang sejalan dengan konsep (Work- Balanc. KESIMPUAN Dengan menerapkan Keseimbangan kehidupan kerja (Work-Balanc. karyawan diharapkan bisa menetapkan pendirian yang tetap antara karir pada pekerjaan dan pada kehidupan . aktu luang, family timel, dan pengembangan Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa kehidupan pekerjaan dengan kehidupan pribadi tidak dapat di campur adukkan, hal ini menjadikan informan memiliki sedikit waktu untuk kehidupan pribadinya karena lebih banyak waktu untuk pekerjaannya. Oleh karena itu penerapan Keseimbangan kehidupan kerja (Work- Balanc. yang tepat diharapkan mampu menciptakan etos kerja karyawan yang unggul, karyawan yang memiliki Keseimbangan kehidupan kerja (Work- Balanc. yang baik merupakan karyawan yang produktif dan berkinerja tinggi, selain itu karyawan juga lebih Bahagia dan lebih kreatif karena lingkungan luar kantor seperti keluarga maupun pertemanan yang mendukung pertumbuhannya, sebaliknya jika karyawan tidak memiliki Keseimbangan kehidupan kerja (WorkBalanc. yang baik maka kinerjanya cenderung menurun dan bisa merusak bagian kehidupan lainnya. hal ini bisa saja disebabkan oleh tingginya tuntutan pekerjaan pada dunia telekomunikasi. Oleh karena itu sangat penting bagi karyawan PT. Putra Celebes Utama Mandiri menjaga kualitas Keseimbangan kehidupan kerjanya. SARAN Saran untuk penelitian selanjutnya diharapkan agar dapat meneliti mengenai Keseimbangan kehidupan kerja (Work- Balanc. dari berbagai kalangan profesi, tidak hanya pada karyawan saja. Karena masih banyak kalangan profesi lain dengan tingkat kesibukan dan kepadatan aktivitas pekerjaan yang memiliki peluang untuk diteliti. Segala temuan maupun fakta dalam penelitian ini dapat dijadikan sebagai referensi dasar bagi peneliti selanjutnya. DAFTAR PUSTAKA