JURNAL INOVTEK SERI TEKNIK SIPIL DAN APLIKASI (TEKLA), VOL. NO. DESEMBER 2025 E-ISSN 2715-842X ANALISIS KINERJA RUAS JALAN MENGGUNAKAN METODE PKJI 2023 Lisniawati1. Mutia Lisya2 Jurusan Teknik Sipil. Program Studi Diploma IV Teknik Sipil. Politeknik Negeri Bengkalis Email: lisniawati9914@gmail. com1, mutialisya@polbeng. Abstrak Jalan Siak II Kecamatan Payung Sekaki merupakan jalan Nasional Lintas Sumatera yang berada dikota Pekanbaru. Ruas jalan ini sering terjadi kemacetan yang disebabkan oleh adanya gangguan kendaraan bertonase besar dan parkir dibadan jalan. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan kapasitas jalan,derajat kejenuhan,dan tingkat pelayanan jalan berdasarkan metode pedoman kapasitas jalan indonesia (PKJI) 2023. Hasil analisis data diperoleh nilai kapasitas jalan sebesar 4601 smp/jam dan derajat kejenuhan paling tertinggi sebesar . untuk DJ 5 tahun dengan tingkat pelyanan (E) dan untuk DJ 10 tahun akan datang yaitu . dengan tingkat pelayanan (F), dapat disimpulkan bahwa tingkat pelayanan jalan Siak II pada kondisi 10 tahun tidak aman sehingga perlu di lakukan perbaikan atau perubahan pada geometrik. Setelah melakukan perubahan pada tipe jalan . pada jalan Siak II, untuk derajat kejenuhan 5 tahun mendatang yaitu . ,25-0,. dengan arus lalu lintas lancar tingkat pelayanan (A). Dan untuk 10 tahun yang akan datang nilai derajat kejenuhan . ,31-0,. arus lalu lintas lancar dan stabil dengan tingkat pelayanan (A). Disimpulkan bahwa pada 10 tahun yang akan datang setelah melakukan perubahan tipe jalan . jalan Siak II arus lalu lintasnya lancar dan stabil. Kata Kunci: Derajat kejenuhan. Kapasitas jalan. Tingkat pelayanan jalan. Abstract Road Siak II Payung Sekaki Subdistrict is a national road across Sumatra in the city of Pekanbaru. This road section often occurs congestion caused by the interference of large tonnage vehicles and parking on the road. This study aims to find road capacity, degree of saturation, and level of road service based on the Indonesian road capacity guidelines (PKJI) 2023 method. The results of data analysis obtained a road capacity value of 4601 smp / hour and the highest degree of saturation of . for DJ 5 years with level of service (E) and for DJ 10 years to come that is . with level of service (F), it can be concluded that the level of service of Siak II road in 10 years condition is not safe so it is necessary to make improvements or changes to the geometric. After making changes to the road type . on Siak II road, for the next 5 years the degree of saturation is . with a smooth traffic flow level of service (A). And for the next 10 years the degree of saturation value . traffic flow is smooth and stable with level of service (A). It is concluded that in the next 10 years after making changes to the road type . Siak II road the traffic flow is smooth and stable. Keywords: Degree of saturation. Road capacity. Road level of service. Kota Pekanbaru merupakan salah satu kota yang mengalami perkembangan pesat di bidang infrastruktur dan ekonomi. Pertumbuhan meningkatnya volume lalu lintas harian, baik kendaraan ringan, sepeda motor, maupun kendaraan berat. Kondisi ini menyebabkan kemacetan yang terjadi hampir setiap hari pada beberapa ruas jalan utama, sehingga menurunkan tingkat pelayanan jalan dan kenyamanan pengguna jalan. Berdasarkan Peraturan Daerah Kota Pekanbaru Nomor 7 Tahun 2020 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Pekanbaru Tahun 2020Ae2040. Jalan Siak II yang berada di Kecamatan Payung Sekaki merupakan bagian PENDAHULUAN Perkembangan ekonomi dan pertumbuhan wilayah perkotaan berpengaruh signifikan terhadap peningkatan aktivitas transportasi. Peningkatan jumlah penduduk dan kepemilikan kendaraan bermotor mendorong meningkatnya kebutuhan pergerakan lalu lintas, yang apabila tidak diimbangi dengan kapasitas dan manajemen jaringan jalan yang memadai, akan transportasi, terutama kemacetan lalu lintas. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengendalian dan evaluasi sistem transportasi secara berkelanjutan guna menjaga kinerja ruas jalan tetap optimal . JURNAL INOVTEK SERI TEKNIK SIPIL DAN APLIKASI (TEKLA), VOL. NO. DESEMBER 2025 E-ISSN 2715-842X barang, seperti jalan raya dan fasilitas Tujuan dari manajemen lalu lintas ketertiban, serta untuk kelancaran lalu lintas, dan meliputi kegiatan perencanaan, pengaturan, pengawasan, dan pengendalian lalu lintas. Menurut poewadarminta dalam kamus besar indonesia, lalu lintas didefinisikan sebagai berjalan bolak balik, hilir mudik, dan perjalanan . Menurt Manual Kapasitas Jalan Indonesia( MKJI) 1997, jalan raya merupakan jalur utama yang menghubungkan antara satu kawasan dengan kawasan yang lain . Kapasitas Jalan Kapasitas jalan adalah jumlah maksimum kendaraan yang dapat melewati sebuah jalan atau jalur dalam satu waktu, dibawah kondisi lalu lintas dan keadaan jalan yang mendekati ideal . Kapasitas ruas jalan (C,skr/ja. merupakan arus tertinggi yang melewati suatu potongan jalan dalam kondisi tertentu . Rumus yang dapat digunakan untuk menghitung kapasitas jalan diluar kota, yaitu: C = C0 x FCLx FCPA x FCHS Keterangan: adalah kapasitas segmen atau segmen khusus. SMP/jam. adalah kapasitas dasar segmen. SMP/jam. C0 adalah C pada kondisi ideal yaitu kondisi dimana FCL=1. FCPA=1, dan FCHS=1. FCL adalah faktor koreksi kapasitas akibat lebar lajur jalan yang tidak ideal. FCPA adalah faktor koreksi kapasitas akibat pemisah arah arus lalu linas. Faktor ini hanya berlaku untuk jalan tak terbagi. FCHS adalah faktor koreksi kapasitas akibat adanya hambatan samping dan ukuran bahu jalan yang tidak ideal. dari jaringan Jalan Nasional Lintas Sumatera. Ruas jalan ini memiliki peranan strategis sebagai jalur penghubung antarwilayah dan menjadi lintasan utama kendaraan dari dan menuju daerah seperti Duri. Dumai. Bengkalis, dan Siak menuju Kota Pekanbaru. Bangkinang, serta wilayah Sumatera Barat, dan sebaliknya. Tingginya arus kendaraan, termasuk kendaraan bertonase besar, menjadikan kondisi lalu lintas di ruas Jalan Siak II semakin kompleks. Selain tingginya volume lalu lintas, kemacetan di Jalan Siak II juga dipengaruhi oleh faktor lain seperti perbedaan karakteristik kendaraan, aktivitas keluar-masuk kendaraan berat, serta kejadian kecelakaan lalu lintas yang sering terjadi. Kombinasi faktor-faktor tersebut menyebabkan penurunan kinerja ruas jalan dan menjadikan Jalan Siak II sebagai salah satu titik rawan kemacetan di Kota Pekanbaru. Untuk permasalahan tersebut, diperlukan analisis kinerja ruas jalan secara komprehensif. Analisis ini bertujuan untuk mengevaluasi kemampuan ruas jalan dalam melayani arus lalu lintas yang ada serta mengidentifikasi tingkat pelayanan Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023, yang merupakan pedoman terbaru dalam menganalisis kapasitas, derajat kejenuhan, dan tingkat pelayanan ruas jalan sesuai dengan kondisi lalu lintas di Indonesia. Hasil analisis diharapkan dapat memberikan gambaran kondisi kinerja ruas Jalan Siak II serta menjadi dasar dalam perumusan rekomendasi penanganan lalu lintas yang tepat . KAJIAN PUSTAKA Menurut Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Lalu lintas didefinisikan sebagai gerak orang dan kendaraan diruang lalu lintas jalan, yang mencakup interaksi antara orang sebagai pengguna kendaraan, dan jalan dalam pergerakan kendaraan yang memenuhi Lalu lintas juga merujuk pada memudahkan perjalanan kendaraan, orang, atau Tabel 1 CO Segmen Jalan untuk Tipe2/2-TT Tipe C0 SMP/jam C0 SMP/jam/jalur 2/2-TT 4/2-T Datar Bukit Gunung Hambatan Samping JURNAL INOVTEK SERI TEKNIK SIPIL DAN APLIKASI (TEKLA). VOL. NO. DESEMBER 2025 Hambatan samping adalah efek yang ditimbulkan pada kinerja lalu lintas akibat aktivitas disepanjang segmen jalan, aktivitas yang tinggi disisi jalan sangat mempengaruhi kinerja jalan . Berdasarkan PKJI 2023, ada beberapa contoh hambatan samping sebagai berikut: . Derajat kejenuhan dapat dihitung dengan persamaan berikut (PKJI 2. DJ = q Keterangan: adalah arus lalu lintas yang sedang dievaluasi kinerjanya. SMP/jam. adalah kapasitas segmen jalan. SMP/jam. adalah derajat kejenuhan segmen jalan, nilainya O1,0. Tabel 2 Kriteria hambatan samping Total KHS Ciri-ciri khusus Wilayah pedalaman, yakni Sangat <50 pertanian, atau daerah Rendah berkembang, tanpa danya Wilayah pedalaman. Rendah dengan berbagai aktivitas dan bangunan di samping Perdesaan, jalan yang Sedang organisasi disekitarnya. Perdesaan, jalan melalui wilayah perkampungan. Tinggi ada beberapa kegiatan Mendekati Sangat >350 banyak pasar atau kegiatan Tabel 3 Pembobotan hambatan samping Jenis hambatan samping Pejalan kaki disepanjang segmen jalan Jumlah kendaraan yang berhenti dan Keluar dan masuk kendaraan dari samping jalan Kendaraan tak bermotor Derajat Kejenuhan E-ISSN 2715-842X Tingkat pelayanan jalan (Level of Servic. adalah salah satu metode yang digunakan untuk memancarkan kinerja jalan, yang juga berperan sebagai indikator dari kemacetan . Kategori LOS dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 4 Tingkat pelayanan jalan (LOS) Tingkat Q/C Keterangan pelayanan Rasio Arus lancar, volume rendah, <0. kecepatan tinggi Arus terbatas, volime sesuai untuk jalan luar kota Arus 70- dipengaruhi oleh lalu lintas, volume sesuai untuk jalan 80- Arus mendekati tidak stabil, kecepatan rendah Arus tidak stabil, kecepatan rendah, volume padat atau mendekati kapasitas Arus kecepatan rendah, volume >1. Bobot Kecepatan Arus Bebas Kecepatan mempengaruhi kendaraan lain disebut dengan kecepatan arus bebas . m/ja. , kecepatan ini didefinisikan sebagai kecepatan dimana pengemudi merasa nyaman untuk bergerak berdasarkan kondisi geometrik, lingkungan, dan pengendalian lalu lintas yang ada disuatu area jalan tanpa lalu lintas lain . Kecepatan arus bebas dihitung menggunakan persamaan berikut (PKJI 2. Derajat kejenuhan merupakan ukuran utama yang digunakan untuk menentukan tingkat kinerja suatu segmen jalan, hal ini merupakan rasio arus lalu lintas terhadap kapasitas . Nilai derajat kejenuhan menunjukkan kualitas kinerja ruas jalan dengan mengevaluasi apakah ada atau tidaknya masalah pada ruas jalan . JURNAL INOVTEK SERI TEKNIK SIPIL DAN APLIKASI (TEKLA), VOL. NO. DESEMBER 2025 VB,MP = (VBD,MP VBL,MP) x FvB,HS x FvB,KFJ . Keterangan: VB,MP adalah kecepatan arus bebas MP pada kondisi lapangan, km/jam. adalah arus bebas dasar MP VBD,MP VBL,MP adalah koreksi kecepatan arus bebas MP akibat lebar lajur efektif yang tidak ideal . m/ja. adalah faktor koreksi kecepatan VBL,HS arus bebas MP akibat hambatan samping dan lebar bahu yang tidak ideal. FvB,KFJ adalah faktor koreksi kecepatan arus bebas MP akibat kelas fungsi jalan dan guna lahan. Derajat iringan (DI) Derajat Iringan (DI) adalah salah satu parameter yang digunakan untuk menganalisis kinerja lalu lintas jalan. Jika pada suatu segmen jalan jumlah kendaraan dalam satuan iringan diketahui, maka nilai DI dihitung meggunakan persamaan (PKJI 2. DI = . umlah kendaraan dalam iringa. Keterangan: Iringan adalah arus lalu lintas wa < 5 adalah waktu antar kendaraan, adalah arus lalu lintas,kend/jam. E-ISSN 2715-842X METODOLOGI Lokasi Penelitian Dalam keputusan Kementrian PUPR nomor 290/KPTS/2015 jalan Siak II merupakan jalan Luar Kota, hal tersebut dikarenakan jalan Siak II salah satu jalan arteri (Nasiona. Dan dalam penelitian ini panjang jalan yang diambil sebagai lokasi penelitian sepanjang 100 meter dengan STA 0 150 sampai dengan STA 0 250, sedangan panjang jalan Siak II adalah 22,94km . Gambar 2 Lokasi penelitian Dalam pelaksanaan penelitian ini, agar penelitian mendapatkan nilai yang berkualitas dan sesuai dengan tujuan, perlu untuk memastikan metode pengambilan data sudah Kesalahan dalam proses pengambilan data, maka data yang didapatkan tidak akan akurat dan hasil penelitian tidak akan mendapatkan hasil yang baik, terdapat dua jenis data yang dibutuhkan, yaitu data sekunder dan data primer . Data sekunder: Peta lokasi. Data primer: Survei geometrik jalan. Survei kecepatan arus bebas Arus lalu lintas harian rata-rata. Hambatan samping. Dalam penelitian ini metode yang digunakan yaitu, metode kapasitas jalan indonesia (PKJI 2. , dimana analisis data yang dilakukan yaitu, geometrik jalan, arus lalu lintas, penentuan jam puncak, hambatan samping, perhitungan kecepatan mobil penumpang dan waktu tempuh, perhitungan kapasitas jalan, perhitungan derajat kejenuhan, dan perhitungan Jika jumlah kendaraan dalam suatu iringan belum diketahui, maka besarnya DI dapat diperkirakan berdasarkan nilai DJ, dengan cara melihat gambar 2. Gambar 1 Hubungan DI dengan DJ JURNAL INOVTEK SERI TEKNIK SIPIL DAN APLIKASI (TEKLA), VOL. NO. DESEMBER 2025 derajat iringan, sesuai yang di tunjukan pada E-ISSN 2715-842X perlu diketahui kondisi eksisting dan data geometrik jalan yang akan ditinjau, dimana gambar badan jalan sebelah kiri dan kanan nya berbeda karena disebelah kanan ada derainase nya sedangkan diseblah kiri tidak memiliki Gambar 4 Geometrik jalan tipe 2/2-TT Lalu Lintas Harian Rata-Rata Survey LHR menghitung jumlah kendaraan yang melewati titik survey dijalan Siak II, kecamatan payung sekaki, kota pekanbaru. Jenis kendaraan yang diamati meliputi: Sepeda motor (SM). Mobil penumpang (SM). Kendaraan sedang (KS). Bus besar (BB). Truck besar (TB). Dimana survey dilakukan selama 4 hari dengan dua kondisi yang berbeda, yaitu 2 hari kerja dan 2 hari libur. Tabel 5 adalah rekapitulasi jumlah kendaraan yang melintasi jalan siak II selama 12 jam per hari. Gambar 3 Diagram alir Untuk meningkatkan suatu kinerja jalan, maka perlu dilakukan perbaikan yang geometrik jalan, dan kondisi lingkungan saat ini dan dimasa yang akan mendatang, langkahlangkah ini dapat mencakup penilaian kapasitas, derajat kejenuhan kondisi saat ini dan kondisi yang akan datang, serta pengurangan atau membuang hambatan samping yang akan mempengaruhi kinerja ruas jalan. Tabel 5 LHR ruas jalan kondisi eksisting . Total Total 2 Arah (Kend/ KS BB 19625 14358 3634 123 2525 19603 13925 4200 168 2408 19540 12156 3536 88 2313 16551 12252 3501 104 3028 Berikut rekapitulasi hasil perhitungan jumlah kendaraan yang melintasi Jalan Siak II. Kecamatan Payung Sekaki. Kota Pekanbaru untuk 5 (Tabel . dan 10 tahun (Tabel . yang akan datang. Rumus untuk menghitung LHR 5 dan 10 tahun yang akan datang, yaitu: LHR ^n x LHR kondisi eksisting. = . 5,1%)^5 x 239 = 306 . ilai LHR untuk 5 tahu. = . 5,1%)^10 x 239 = 393 . ilai LHR untuk 10 tahu. Keterangan: adalah pertumbuhan lalu lintas. HASIL DAN PEMBAHASAN Data yang diperoleh melalui survey langsung dilapangan yaitu seperti, lalu lintas harian ratarata (LHR), geometrik jalan, kecepatan kendaraan, dan hambatan samping. Data dikumpulkan secara langsung dilapangan dan kemudian diolah menggunakan metode PKJI 2023 untuk memahami karakteristik jalan dan lalu lintas yang lebih baik. Geometrik Jalan Untuk mendapatkan hasil kinerja ruas jalan, seperti yang diperlihatkan pada gambar 4, maka JURNAL INOVTEK SERI TEKNIK SIPIL DAN APLIKASI (TEKLA). VOL. NO. DESEMBER 2025 adalah nilai tahun. LHR kondisi eksisting adalah nilai yang didapatkan di tabel LHR kondisi awal. merupakan nilai tipe kejadian hambatan samping, untuk pejalan kaki memiliki nilai 0,6. Bobot parkir, kendaraan berhenti memiliki nilai 0,8, untuk bobot kendaraan keluar masuk memiliki nilai 1, dan untuk bobot KTB/kendaraan lambat memiliki nilai 0,4. Nilai tersebut sudah ada di PKJI 2023. Tabel 8 dan Tabel 9 adalah perhitungan hambatan samping untuk hari jumat. Hambatan Samping Untuk perhitungan hambatan samping didapatkan pada PKJI 2023. Diperhitungkan dengan cara Frekuensi X bobot, dimana frekuensi merupakan kejadian hambatan samping dalam 100 m/jam. Dan bobot Tabel 6 LHR ruas jalan kondisi 5 tahun Total 2 Arah Tahun 25162 18409 4659 158 25134 17854 5385 215 25053 15586 4534 113 21221 15710 4489 133 Tabel 7 LHR ruas jalan kondisi 10 tahun Total 2 Arah Tahun 32262 23604 5974 202 32226 22892 6904 276 32122 19984 5813 145 27209 20143 5755 171 Tabel 8 Perhitungan hambatan samping Tipe kejadian Bobot hambatan samping Pejalan kaki Parkir, kendaraan berhenti Kendaraan keluar masuk KTB/kendaraan lambat E-ISSN 2715-842X Total (Kend/Ja. Total (Kend/Ja. Frekuensi kejadian dalam 100 m/jam Jumlah Frekuensi X Bobot Hasil 12 x 0,6 70 x 0,8 92 x 1 76 x 0,4 VB,MP KHS Sedang = (VBD,MP VBL,MP) x FvB,HS x FvB,KFJ . = . x0,97x0,98 =59,89 Dimana nilai kecepatan arus bebas yang didapat untuk kondisi eksisting, kondisi 5 tahun, dan kondisi 10 tahun adalah 59,89. Keterangan: VBD,MP = 60 di dapatkan pada tabel 2-13 di PKJI 2023. VBL,MP = 3 didapatkan pada tabel 3-15 di PKJI 2023. FvB,HS = 0,97 di dapatkan pada tabel 316 di PKJI 2023. Tabel 9 Kategori HS Kategori KHS Jumlah Frekuensi x Kategori Bobot <50 Sangat rendah Rendah Sedang Tinggi >350 Sangat tinggi Kecepatan Arus Bebas Perhitungan kecepatan arus bebas dapat menggunakan rumus yang ada di PKJI 2023. Rumusnya yaitu: JURNAL INOVTEK SERI TEKNIK SIPIL DAN APLIKASI (TEKLA), VOL. NO. DESEMBER 2025 FvB,KFJ = 0,98 di dapatkan pada tabel 317 di PKJI 2023. Dan untuk nilai kecepatan arus bebas yang didapatkan untuk kondisi 5 tahun dan 10 tahun adalah 72,27. Yang sudah dilakukan perubahan tipe jalan dapat diperhitungkan dengan rumus yang sama, yaitu: VB,MP = (VBD,MP VBL,MP) x FvB,HS x FvB,KFJ . = . x1x0,99 = 72,27 Nilai VBD,MP. VBL,MP. FvB,HS, dan FvB,KFJ, bereda karena tipe jalannya sudah di ubah dari 2/2-TT menjadi 6/2-T. Keterangan: VBD,MP = 73 di dapatkan pada tabel 2-13 di PKJI 2023. VBL,MP = 0 didapatkan pada tabel 3-15 di PKJI 2023. E-ISSN 2715-842X FvB,HS = 1 di dapatkan pada tabel 3-16 di PKJI 2023. FvB,KFJ = 0,99 di dapatkan pada tabel 3-17 di PKJI 2023. Dari hasil data yang telah diperoleh dilapangan, maka dilakukan evaluasi kinerja ruas jalan dengan PKJI 2023. Evaluasi Kinerja Jalan Dengan PKJI 2023 Analisis kecepatan arus bebas, kapasitas jalan, dan kinerja ruas jalan merupakan tahapan dalam melakukan evaluasi kinerja ruas jalan. Data utama yang diperlukan mencangkup lalu lintas harian rata-rata (LHR), geometrik jalan, dan kondisi lingkungan jalan. Seperti yang dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Analisis kapasitas jalan Untuk menganalisis daya tampung terhadap ruas jalan yang dievaluasi, maka perlu dilakukan analisis terhadap kapasitas ruas jalan. Hasil analisis kapasitas ruas jalan dapat di lihat pada tabel 10. Tabel 10 Analisis kapasitas jalan Arah Kapasitas dasar C0 (Tabel 3-. smp/jam Kapasitas C Smp/jam Faktor koreksi akibat Lebar jalur FCL Pemisah arah (Tabel 3-. FCPA (Tabel 3-. Hambatan samping FCHS (Tabel 3-. 1,21 0,97 0,98 Tabel 11 Analisis derajat kejenuhan. LOS Nama jalan Tahun Kapasitas jalan Arus lalu lintas Derajat kejenuhan (DJ) 0,69 0,73 Jalan Siak II 0,68 0,71 Tabel 12 Analisis derajat kejenuhan. LOS . Nama jalan Tahun Kapasitas jalan Arus lalu lintas Derajat kejenuhan (DJ) 0,88 0,93 Jalan Siak II 0,88 0,91 Tabel 13 Analisis derajat kejenuhan. LOS . Nama jalan Tahun Kapasitas jalan Arus lalu lintas Derajat kejenuhan (DJ) 1,13 1,20 Jalan Siak II 1,12 1,17 Level of Service Level of Service Level of Service JURNAL INOVTEK SERI TEKNIK SIPIL DAN APLIKASI (TEKLA). VOL. NO. DESEMBER 2025 Analisis Derajat Kejenuhan (DJ) dan tingkat pelayanan jalan (Level of Servic. Berdasarkan hasil analisis, indeks tingkat pelayanan jalan siak II di tahun 2024 menunjukkan bahwa arus lalu lintas stabil akan tetapi kecepatan kendaraan di kendalikan oleh kondisi lalu lintas dan volume lalu lintas. Tabel 12 dan tabel 13 adalah hasil perhitungan derajat kejenuhan dan tingkat pelayanan jalan (Level of Servic. untuk kondisi lalu lintas pada jalan siak II dalam 5 tahun dan 10 tahun ke depan. Berdasarkan hasil analisis, dalam 5 tahun kedepan, tingkat pelayanan jalan siak II mendekati arus lalu lintas tidak stabil, kapasitasnya hampir penuh. E-ISSN 2715-842X karena itu, perlu dilakukan perbaikan pada Geometrik dan Hambatan Samping jalan Siak II, seperti pelebaran jalan dan membuang menmanfaatkan sisa lahan yang berada di samping bahu jalan Siak II seperti yang ditunjukan pada gambar di bawah ini: Gambar 5 Tipe jalan 6/2-T Perubahan tipe jalan Siak II dari 2/2-TT . ebar 20 mete. menjadi 6/2-T . ebar 21 mete. meningkatkan lebar lajur dari 10 meter menjadi 10,5 meter per sisi, dengan bahu jalan masingmasing 2 meter. Dengan demikian, lebar total jalan menjadi 21 meter, yang meliputi 10,5 meter per sisi dan 2 meter bahu jalan di setiap Perubahan ini meningkatkan kapasitas dan efisiensi lalu lintas di jalan tersebut. Dalam kondisi 10 tahun yang akan datang, tingkat pelayanan jalan siak II di tahun 2034 adlah F, yang menunjukkan arus lalu lintas melampaui kapasitas, dan terjadi kemacetan yang berkepanjangan. Berdasarkan PKJI 2023, kondisi lalu lintas dalam 10 tahun mendatang tidak aman. Oleh Tabel 14 Hasil Perbandingan Kondisi Eksisting dan Forecasting Lebar Arus lalu Kapasitas Pengembangan 10 tahun ke depan dengan lebar jalan eksisting 20 meter dan bahu 2 Perbaikan jalan dengan melakukan perubahan pada bentuk tipe jalan yaitu 2/2TT menjadi 6/2-T, dengan lebar jalan 21 meter, 10,5 m sebelah kanan dan 10,5 m sebelah kiri, dan panjang bahu jalan 2 meter. Setelah perubahan tipe jalan dari 2/2-TT menjadi 6/2-T, proyeksi untuk 5 dan 10 tahun mendatang menunjukkan bahwa Jalan Siak II tidak akan mengalami kemacetan, dengan tingkat pelayanan yang stabil pada level A, yang menandakan arus lalu lintas sudah stabil. Derajat Iringan Sebelum dilakukan perubahan pada jalan Siak II, derajat iringan . ecepatan dan volume lalu linta. menunjukkan bahwa lalu lintas terhambat, kecepatan kendaraan rendah, dan volume lalu lintas tinggi. Hal ini menandakan Derajat Derajat Keterangan 1,20 0,95 Macet 0,45 0,69 Lancar Dan bahwa jalan Siak II mengalami kemacetan dan tidak dapat menampung arus lalu lintas dengan Setelah dilakukan perubahan, seperti perubahan tipe jalan dari 2/2-TT menjadi 6/2-T, derajat iringan menunjukkan bahwa lalu lintas stabil, kecepatan kendaraan tinggi, dan volume lalu lintas sedang. JURNAL INOVTEK SERI TEKNIK SIPIL DAN APLIKASI (TEKLA), VOL. NO. DESEMBER 2025 E-ISSN 2715-842X Nilai derajat kejenuhan berada pada rentang 0,25Ae0,37 untuk proyeksi lima tahun dan 0,31Ae0,48 untuk proyeksi sepuluh tahun, menunjukkan arus lalu lintas tetap lancar dan stabil dalam jangka panjang. UCAPAN TERIMAKASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada orang tua yang telah memberikan bantuan dana dan dukungan serta doa. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat dalam penelitian ini. Dan terima kasih juga kepada Regu Harian Metode Sipil serta Aplikasi( TeklA) yang sudah mengosongkan waktu buat mengecek riset ini. Gambar 6 Diagram derajat iringan Hasil perhitungan derajat iringan digunakan untuk menilai frekuensi kendaraan bergerak dalam antrian. Sebelum dilakukan pemodelan, derajat iringan yang tinggi menunjukkan bahwa lalu lintas terhambat, kecepatan kendaraan rendah, dan volume lalu lintas tinggi. Hal ini mengindikasikan bahwa jalan Siak II mengalami kemacetan dan tidak dapat menampung arus lalu lintas dengan baik. Setelah dilakukan perubahan, seperti perubahan tipe jalan dari 2/2-TT menjadi 6/2-T, derajat iringan menunjukkan bahwa lalu lintas stabil, kecepatan kendaraan tinggi, dan volume lalu lintas sedang. KESIMPULAN Berdasarkan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023, kapasitas ruas Jalan Siak II di Kecamatan Payung Sekaki. Kota Pekanbaru, sebesar 4. SMP/jam. Kondisi eksisting menunjukkan derajat kejenuhan tertinggi terjadi pada hari Jumat sebesar 0,73 dan terendah pada hari Sabtu sebesar 0,68, dengan tingkat pelayanan C yang menandakan arus lalu lintas masih stabil namun kecepatan mulai terkendali. Hasil proyeksi menunjukkan bahwa dalam lima tahun mendatang derajat kejenuhan diperkirakan meningkat menjadi 0,93 dengan tingkat pelayanan E, dan dalam sepuluh tahun mendatang mencapai 1,20 dengan tingkat pelayanan F, yang telah melampaui batas maksimum 0,85 sesuai PKJI 2023. Kondisi ini mengindikasikan potensi kemacetan serius apabila tidak dilakukan peningkatan kapasitas Skenario penanganan melalui perubahan tipe jalan dari 2/2-TT menjadi 6/2-T mampu meningkatkan kinerja ruas jalan secara . DAFTAR PUSTAKA