Jurnal Manajemen Bisnis ISSN: 2302-3449 I e-ISSN: 2580-9490 Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Tangerang Vol. 10 I No. 2, hal 163-176 PENGARUH KOMPETENSI KEWIRAUSAHAAN DAN ETOS KERJA TERHADAP KINERJA PELAKU UMKM DI KOTA TANGERANG Pandji Pratopo1. Lena Erdawati2. Atik Atikah3. Yanthi Metri Gunawan4 1 LP3i Sudirman tangerang 2,3,4 Universitas Muhammdiyah Tangerang pratopo@gmail. com, 2Lena. erdawati@umt. id, 3atikatikah4343@gmail. 4 yanthimeitry@gmail. Keyword Abstract Work Ethic. Entrepreneurial The purpose of this study was to determine the effect of entrepreneurial Competence. Performance of competence and work ethic partially and simultaneously . on the UMKM Players. performance of UMKM players in Tangerang City, studying in Tanah Tinggi Central Market. Tangerang City. This study uses an associative method with a quantitative approach. Sampling as many as 52 people, with the Slovin Data collection techniques and tools are literature study, observation and questionnaires or questionnaires. The data analysis technique used is descriptive analysis to determine the description of respondents' responses and data distribution, while inferential statistics are used for hypothesis testing. Data processing is assisted by Microsoft Excel and SPSS software version 25. The results of hypothesis testing show that: The contribution of competence and work ethic to the performance of UMKM players is 54. 6%, while the remaining 45. 4% is influenced by other variables not examined. The higher the competency value and work ethic at the same time at a certain value, then the high competency value and work ethic value make the performance value of UMKM actors increase at a certain value as well. Hypothesis testing proves that there is a significant effect of entrepreneurial competence and work ethic partially or simultaneously . on the performance of UMKM players in the Main Market of Tangerang City. The most dominant influence on the performance of UMKM actors seen from the coefficient of determination is the entrepreneurial competence variable. A person who has a high work ethic and entrepreneurial competence will provide an increase in his performance as a business hammer. A 2021 JMB. All right reserved PENDAHULUAN Kota Tangerang merupakan kota terbesar di Provinsi Banten serta ketiga terbesar di kawasan perkotaan Jabotabek setelah Jakarta. Selain itu Kota tangerang adalah kota yang memiki segudang kesibukan dari warganya dengan melakukan atifitas yang berbeda- beda, tidak hanya itu kota tangerang memiliki keragaman budaya dan keaneka ragaman kuliner serta ciri khasnya. Terkenal dengan kota ahlakul karimah kota tangerang pun juga terkenal dengan kota industri, dan tidak hanya itu pelaku Usaha Kecil Menengah (UMKM) di Kota Tangerang meningkat sebanyak 2 ribu lebih. Pertambahan tersebut terjadi selama tiga tahun terakhir. Kabid UKM pada Dinas Koperasi dan UKM. Katrina Iswandari mengatakan, berdasarkan data UMKM pada 2016 berjumlah 10. Kemudian bertambah di 2017 menjadi 10. 675, di tahun berikutnya meningkat kembali menjadi 11. dan terakhir 2019 sampai bulan April mencapai UMKM. ttps://w. 18/04/2. Adapun Kecamatan Cibodas menjadi wilayah dengan jumlah UMKM terbanyak yakni 4. Diikuti oleh Kecamatan Jatiuwung 1. 336 pelaku UMKM dan urutan ketiganya sebanyak 961 ditempati Kecamatan Pinang. Pemerintah Kota Tangerang pun tak hanya fokus dalam meningkatkan kuantitas UMKM namun juga kualitasnya. Berbagai program pelatihan dan pembinaan dilakukan untuk memajukan UMKM. Mulai dari pelatihan kewirausahaan baik pemula maupun yang sudah berjalan, sampai fasilitasi pemasaran UMKM. ttps://w. com/:diakses pada 18/04/2. Pemberian kepada pelaku UMKM karena kinerja usaha mikro kecil di Kota Tangerang membutuhkan kerja keras agar dapa terus mempertahankan dan memajukan usahanya, hal ini disebabkan kompetensi kewirausahaan yang dimiliki UMKM masih sangat terbelakang dalam menuangkan ide kreatif produknya untuk mampu bersaing di dunia usaha karena jika melihat kondisi dilapangan banyak diantaranya kinerja pelaku UMKM mengalami penurunan, tidak mampu bersaing dan tidak berkembang atau bahkan gulung tikar. Indikasi ini disebabkan karena belum berdampaknya secara optimal Kompetensi Kewirausahaan di tempat kerja yang dapat memberikan nilai, sifat, dan motivasi karyawan. ttps://w. 18/04/2. Berdasarkan peningkatan jumlah pelaku UMKM di Kota Tangerang sangat pesat namun tidak dimbangi dengan kompetensi kewirausahaan, sehingga tidak sedikit pelaku UMKM tidak mengalami Relevan dengan hal tersebut Dipta . yang dikutip Asyifa. Rakib, dan Tahir . mengemukankan bahwa rendahnya kinerja yang dihasilkan UMKM di Indonesia disebabkan rendahnya kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) atau dengan kata lain rendahnya kompetensi kewirausahaan. Hal ini juga pengembangan dan penguasaan ilmu pelaku UMKM teknologi, pemasaran dan kompetensi lainnya yang diperlukan dalam mengelola usaha. Menurut Spencer . alam Moeheriono, 2. yang dikutip Ramadhan dan Sri Suwarsi . kompetensi mempunyai hubungan sebabakibat . ausally relate. jika dikaitkan dengan kinerja seorang karyawan serta kompetensi, yang terdiri atas motif, sifat, konsep diri dan . memprediksikan perilaku seseorang sehingga pada akhirnya dapat memprediksi kinerja orang Kondisi yang dihadapi oleh UMKM di Kota Tangerang tidak terkecuali di Pasar Induk Kota Tangerng memiliki latar belakang pendidikan pelaku UMKM relatif berbeda-beda, sehingga tidak semua memahami atau menguasai tentang cara meningkatkan kualitas dan standarisasi produk, memperluas dan meningkatkan akses pembiayaan, memperkuat dan meningkatkan akses teknologi untuk pengembangan UMKM, meningkatkan akses promosi di dalam dan luar negeri, dan membangun jejaring bisnis global. Kompetensi kewirausahaan diperlukan dalam menghadapi persaingan secara lokal dan global (Asyifa. Rakiib dan Tahir, 2. Seorang berdasarkan etos kerja agar dapat mewujudkan kinerja karyawan yang baik (Jumiatun, 2. Sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai. Pelaku UMKM di Kota Tangerang khususnya di Pasar Induk Kota Tangerang harus mampu mengarahkan usahanya yang berorientasi ke masa depan, kerja keras, dapat menghargai waktu, dan bertanggung jawab atas usaha yang dijalankannya ( Herlyansah, 2. Menurut Tasmara . yang dikitip Ramadhan dan Sri Suwarsi . mengatakan bahwa etos kerja merupakan suatu totalitas kepribadian dari individu serta cara individu mengekspresikan, memandang, meyakini dan memberikan makna terhadap suatu yang mendorong individu untuk bertindak dan meraih hasil yang optimal . igh performanc. Kinerja pelaku UMKM di Kota Tangerang khususnya Pasar Induk Kota Tangerang yang rata-rata tidak mengalami kemajuan atau perkembangan dianggap memerlukan upaya untuk dapat meningkatkan kinerja pelaku UMKM agar dapat mempertahankan, meningkatkan, dan mengembangkan usahanya melalui peningkatan kompetensi kewirausahaan dan etos kerja yang Rumusan masalah penelitiani ini: Apakah terdapat pengaruh kompetensi kewirausahaan terhadap kinerja pelaku UMKM di Pasar Induk Kota Tangerang? Apakah terdapat pengaruh etos kerja terhadap kinerja pelaku UMKM di Pasar Induk Kota Tangerang? Apakah terdapat pengaruh kompetensi kewirausahaan dan etos kerja secara simultan . ersama-sam. terhadap kinerja pelaku UMKM di Pasar Induk Kota Tangerang? Tujuan penelitian ini adalah sebagai Untuk mengetahui pengaruh kompetensi kewirausahaan terhadap kinerja pelaku UMKM di Pasar Induk Kota Tangerang. Untuk mengetahui pengaruh etos kerja terhadap kinerja pelaku UMKM di Pasar Induk Kota Tangerang. Untuk mengetahui pengaruh kompetensi kewirausahaan dan etos kerja secara simultan . ersama-sam. terhadap kinerja pelaku UMKM di Pasar Induk Kota Tangerang. II. TINJAUAN PUSTAKA Kinerja Menurut Mangkunegara . Kinerja Karyawan . restasi kerj. adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai tanggung jawab yang diberikan Setiap perusahaan atau instansi selalu berusaha agar karyawan berprestasi dalam bentuk memberikan kinerja yang baik. Menurut Wirawan . Kinerja Karyawan dipengaruhi oleh tiga faktor yaitu: Faktor Lingkungan Eksternal seperti kehidupan ekonomi, politik, kehidupan sosial, budaya dan agama masyarakat, dan . Faktor Internal Karyawan seperti bakat dan sifat pribadi, kreativitas, pengetahuan pengalaman kerja, keadaan fisik, etos kerja. Disiplin Kerja. Motivasi Kerja, sikap kerja dan kepuasan kerja. Faktor Lingkungan Internal Organisasi seperti kebijakan organisasi, strategi organisasi. Kompensasi, kepemimpinan dan teman sekerja. Penilaian Kinerja karyawan merupakan masalah penting bagi seluruh pengusaha. Namun demikian, kinerja yang memuaskan tidak terjadi secara otomatis, dimana hal ini cenderung akan makin terjadi dengan menggunakan sistem penilaian manajemen yang baik. John Miner dalam Sudarmanto . mengemukakan 4 dimensi yang dapat dijadikan sebagai tolok ukur dalam menilai kinerja, itu: Kualitas, yaitu tingkat kesalahan, kerusakan, kecermatan. Kuantitas, yaitu jumlah pekerjaan yang dihasilkan. Penggunaan waktu dalam kerja, yaitu tingkat ketidakhadiran, keterlambatan, waktu kerja efektif atau jam kerja hilang. Kerjasama dengan orang lain dalam bekerja. Jadi Kinerja Karyawan berdasarkan Sudarmanto . dapat dinilai atau diukur dengan indikatornya: . kualitas pekerjaan, . jumlah pekerjaan, . penggunaan waktu, dan . kerja sama. Kompetensi Menurut Brian E. Becher. Mark Huslid (Sudarmanto, 2015:. mendefinisikan kompetensi sebagai pengetahuan keahlian, kemampuan, atau karakteristik pribadi individu yang mempengaruhi secara langsung kinerja Kompetensi merupakan penguasaan terhadap tugas, keterampilan, sikap, dan apresiasi yang diperlukan untuk menunjang keberhasilan. Berdasarkan pengertian tersebut di atas kompetensi merupakan suatu karakteristik yang ada pada diri seseorang, sehingga mampu memahami dan melakukan untuk memprediksi sekelilingnya dalam suatu pekerjaan atau situasi. Beberapa aspek yang terkandung dalam konsep kompetensi menurut Gordon dalam Sutrisno . sebagai berikut: Pengetahuan . Kesadaran dalam bidang kognitif. Misalnya seorang karyawan mengetahui cara melakukan identifikasi belajar dan bagaimana melakukan pembelajaran yang baik sesuai dengan kebutuhan yang ada dengan efektif dan efisien di perusahaan. Pemahaman . Kedalam kognittif dan afektif yang dimiliki individu. Misalnya seorang karyawan dalam melaksanakan pembelajaran harus mempunyai pemahaman yang baik tetang karakteristik dan kondisi secara efektif dan . Kemampuan/Keterampilan . Sesuatu yang dimiliki oleh individu yang melaksanakan tugas atau pekerjaan yang dibebankan kepadanya. Misalnya, kemampuan karyawan dalam memilih metode kerja yang dianggap lebih efektif dan efisien. Nilai . Suatu standar perilaku yang telah diyakini dan secara psikologis telah menyatu dalam diri seseorang. Misalnya, standar perilaku para karyawan dalam melaksanakan tugas . ejujuran, keterbukaan, demokratis dan lain-lai. Sikap . Perasaan . enang-tidak senang, sukatidak suk. atau reaksi terhadap suatu rangsangan yang datang dari luar. Misalnya, reaksi terhadap krisis ekonomi, perasaan terhadap kenaikan gaji dan sebagainya. Minat . Kecenderungan seseorang untuk melakukan suatu perbuatan. Misalnya, melakukan sesuatu aktivitas tugas. Berkaitan kewirausahaan, berikut adalah dimensi-dimensi kompetensi kewirausahaan, dalam penelitian ini . karakteristik dan kondisi secara efektif dan efisien menjalankan usaha. keterampilan dalam memilih metode efektif untuk usahanya, . nilai yaitu perilaku entrepreneurship . sikap, yaitu memiliki sikap yang positf dalam menjalankan usahanya dan . minat, yaitu kecenderungan untuk Etos Kerja Menurut Sinamo . , etos kerja dapat diartikan sebagai konsep tentang kerja atau paradigma kerja yang diyakini oleh seseorang atau sekelompok orang sebagai baik dan benar yang diwujudnyatakan melalui perilaku kerja mereka secara khas. Menurut Mulyadi . bahwa etos kerja merupakan jiwa dan semangat kerja yang dipengaruhi oleh cara pandang terhadap Cara pandang ini bersumber pada nilai- nilai yang tumbuh, berkembang, dan dianut oleh seseorang masyarakat. Berpijak pada pengertian bahwa etos kerja menggambarkan suatu sikap, maka dapat ditegaskan bahwa etos kerja mengandung makna sebagai aspek evaluatif yang dimiliki oleh individu . dalam memberikan terhadap kegiatan kerja. Menurut (Darodjat, 2015:. untuk mengetahui apakah etos kerja atau semangat kerja pegawai di suatu instansi itu dalam kondisi tinggi atau rendah dapat dilihat dari dimensi dan indikator menurut (Darodjat, 2015:. , yaitu Kerja Keras Kerja keras adalah bentuk usaha yang terarah dalam mendapatkan sebuah hasil dengan menggunakan energi sendiri sebagai input . odal kerj. Indikatornya melirputi: kerja aktualisasi, kerja amanah, kerja Kerja Cerdas Kerja cerdas adalah bentuk usaha terarah untuk mendapatkan sebuah hasil dengan menggunakan mesin kecerdasan sebagai daya ungkit prestasi kerja. Indikatornya melirputi: kerja seni, kerja Kerja Ikhlas Kerja ikhlas adalah bentuk usaha terarah dalam mendapatkan sebuah hasil dengan menggunakan kesucian hati sebagai manifestasi kemuliaan dirinya. Indikatornya melirputi: kerja rahmat, kerja ibadah, kerja Berdasarkan uraian di atas, dimensi dan indikator mengenai etos kerja dalam penelitian ini adalah: . Kerja Keras, dengan ndikatornya melirputi: kerja aktualisasi, kerja amanah, kerja . Kerja Cerdas dengan indikatornya melirputi: kerja seni, kerja kehormatan, dan . Kerja Ikhlas deangan indikatornya melirputi: kerja rahmat, kerja ibadah, kerja pelayanan. Dari uraian di atas hipotesis penelitian Hipotesis ke 1 : Terdapat UMKM di Pasar Induk Kota Tangerang Hipotesis ke 2 : Terdapat pengaruh etos kerja UMKM di Pasar Induk Kota Tangerang Hipotesis ke 3 : Terdapat dan etos kerja secara simultan . ersama-sam. kinerja pelaku UMKM di Pasar Induk Kota Tangerang. METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian dengan rumusan asosiasif bersifat kausal dengan pendekatan kuantitatif yaitu penelitian yang dilakukan untuk mengetahui hubungan antara dua ataulebih variabel. Menurut Sugiyono . rumusan masalah asosiatif adalah suatu rumusan masalah penelitian yang bersifat menanyakan hubungan antara dua variabel atau lebih. Lanjut Sugiyono . menambahkan hubungan kausal adalah hubungan yang bersifat sebab akibat. Jadi disini ada variabel independen . ariabel yang mempengaruh. dan dependen . Menurut Sugiyono . Pendekatan kuantitatif adalah: AuSebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen kuantitatif/statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Ay Operasonlaisasi Variabel Berikut adalah operasionalisasi varabel Tabel 1. Operasionalisasi Variabel Kompetensi Kewirausahan (X. No. Variabel Dimensi Indikator Item Pengetahuan tentang Pengetahuan Pengetahuan tentang karakter Kompetensi Pemahaman secara efektif Kewirausahaan menjalankan usaha (X. Pemahaman Pemahaman secara efisien menjalankan usaha Keterampilan dalam memilih cara Keterampilan dan alternatif Memiliki nilai perilaku Nilai memiliki sikap yang positf dalam Sikap menjalankan usahanya kecenderungan untuk beraktifitas Minat pada pengembangan sebagai Sumber: Gordon dalam Sutrisno . Tabel 2. Operasionalisasi Variabel Etos Kerja (X. Variabel Dimensi Kerja Keras Etos Kerja (X. Kerja Cerdas Kerja Ikhlas Sumber: Gordon dalam Sutrisno . Indikator Kerja aktualisasi diri Kerja adalah amanah Kerja adalah panggilan Kerja adalah seni Kerja adalah kehormatan Kerja adalah rahmat Kerja adalah ibadah Kerja adalah melayani No. Item Tabel 3. Operasionalisasi Variabel Kinerja Pelaku UMKM (Y) No. Variabel Dimensi Indikator Item Tingkat Kesalahan Tingak Kerusakan Kualitas Kecermatan Kinerja Pelaku Jumlah pekerjaan yang Kuanitas UMKM (X. Kehadiran Waktu Efektifitas kerja Keselarasan Kerja asama Sumber: John Miner dalam Sudarmanto . Populasi dan Sampel Penelitian Menurut Sugiyono . populasi adalah Auwilayah generalisasi yang terdiri atas, obyek atau subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannyaAy. Adapun populasi pada penelitian ini, adalah pelaku UMKM yang ada di Pasar Induk Tanah Tinggi sekitar 110 orang. Untuk menghitung penentuan jumlah dikembangkan, maka pengambilan sampel menggunakan rumus Slovin (Husen U, 2014:. Perhitungan pengambilan sampel menggunakan nA 1 A Ne 2 , dimana n adalah rumus Slovin, sampel. N adalah ukuran populasi, dan e adalah . araf kesalaha. pengambilan sampel yang masih dapat Untuk nilai e ini, peneliti menggunakan nilai sebesar 10 %, mengingat kondisi pada saat penelitain sedang pandemi Covid-19 sehingga dibatasi untuk berkomunikasi terhadap banyak orang dan mengukuti protokol kesehatan untuk mengindari penyebaran Covid -19. Untuk kebutuhan proses analisis data, jumlah sampel yang diambil adalah 55 responden, dengan teknik random sampling. Dalam penelitian teknik pengumpulan data yaitu angket untuk data primer yang digunakan adalah kuisioner. Penulis telah mempersiapkan daftar pertanyaan yang diarahkan pada pokok pembahasan yang akan diisi oleh pihak-pihak terkait di organisasi. Teknik Analisis Data Uji Persyaratan Data Uji Validitas dan Reliabilitas Uji . ntuk mengetahui kesahihan butir pertanyaan atau pernyataa. , sehingga data yang digunakan dalam analisis selanjutnya adalah datayang diambil berdasarkan butir pertanyaan yang valid, sedangkan butiryang tidak valid dinyatakan gugur dan langsung di drop . idak diikutkan alam pengujian selanjutny. Keputusan mengenai validitas butir item dengan membandingkan rhitung dengan Apabila rhitung lebih besar daripada rtabel . h>r. maka butir instrumen tersebut valid, tetapi sebaliknya bila rhitung lebih kecil daripada rtabel . h