e-ISSN 2549-9661 Volume: 9. No. Juli-Desember 2022 Halaman: 212-222 Magister Manajemen Pendidikan FKIP Universitas Kristen Satya Wacana jurnalkelola@gmail. Pengaruh Media Pembelajaran dan Lingkungan Akademis Terhadap Minat Belajar Mahasiswa Dyah Ayu Puri Palupi Universitas Kristen Surakarta dyahayupuripalupi@gmail. Mardanung Patmo Cahjono Universitas Kristen Surakarta mardanung@gmail. ABSTRACT Smartphone has changed the role of the computer. Every assignment has been done using Many students depend on this device for everything. This research aimed to find the effect of learning media and academic environment on learning motivation. This a quantitative research and the object is the students of Economic Faculty Universitas Kristen Surakarta. Data is obtained by distributing a set of questionnaires and the hypothesis is analyzed by multiple regression. The conclusion is there is a positive effect between learning media and learning motivation and there is a positive effect between the academic environment and learning motivation. So, it is hoped that lecturers could be more creative in giving a lecture and improving some games in giving a lecture Keywords: Learning Media. Academic Environment. Learning Motivation Article Info Received date: 3 Desember 2022 Revised date: 7 Desember 2022 PENDAHULUAN Aspek penentu kualitas sebuah bangsa ditentukan dari tingkat kecerdasan warga Sehingga pendidikan merupakan faktor utama dalam upaya mencerdaskan Saat ini kemajuan teknologi informasi mengalami perkembangan yang pesat. Kemajuan teknologi informasi berdampak di semua bidang termasuk pendidikan. Banyak para dosen dan mahasiswa memperoleh manfaat dari perkembangan teknologi informasi ini. Bahkan tidak sedikit mahasiswa yang mengerjakan tugas-tugasnya dengan mengandalkan internet. Dengan adanya gadget di dua dasawarsa terakhir ini, semua komunikasi dan informasi menjadi sangat Accepted date: 19 Desember 2022 Dan akhirnya muncul ketergantungan disediakan oleh teknologi informasi ini. Ada penelitian yang menyatakan bahwa gadget sangat mempengaruhi prestasi belajar Nurmalasari dan (Nurmalasari & Wulandari, 2. menyatakan bahwa gadget mengganggu konsentrasi belajar mahasiswa. Prestasi mahasiswa cenderung menurun karena interaksi dengan gadget menurunkan minat belajar dan membuat mahasiswa menjadi tidak fokus di kelas. Mahasiswa lebih memilih bermain gadget daripada mendengarkan penjelasan materi yang disampaikan oleh Hal Fakta di lapangan banyak Pengaruh Media Pembelajaran dan Lingkungan Akademis . | Dyah A. Palupi & Mardanung P. Cahjono dosen yang mengeluh karena mahasiswa lebih memperhatikan pemaparan materi di kelas. Berdasarkan hal-hal tersebut diatas maka perlu diselesaikan dalam penelitian ini, yaitu: mengetahui pengaruh media pembelajaran dan lingkungan akademis terhadap minat belajar Penelitian-penelitian menunjukkan ada keragaman hasil penelitian tentang pengaruh penggunaan telepon pintar bagi para mahasiswa. Menurut (Resti, 2. penggunaan smartphone akan membuat mahasiswa berkurang perhatiannya pada proses pembelajaran, jam belajar menurun dan tidak fokus di ruang kelas. (Al Fawareh & Jusoh, 2. menyatakan bahwa smartphone saat ini telah menggantikan peran komputer dan penggunaan aplikasi surat elektronik semakin Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa penggunaan gadget menyita waktu dan konsentrasi dalam proses pembelajaran. Mahasiswa di Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Surakarta masih banyak yang menggunakan smartphone pada saat menerima materi di kelas. Bahkan ada yang menggunakan media sosial di kelas, sehingga mengabaikan penyampaian materi oleh dosen pengampu. Dan hal ini sangat mengganggu dalam proses Merupakan hal yang mendesak dilakukan oleh dosen untuk mengoptimalkan smartphone sebagai media pembelajaran, bisa menggunakan metode games aplikasi. Sebagai suatu kebaruan dalam penelitian ini adalah penggunaan media pembelajaran melalui smartphone dan hal ini menjadi pembeda dengan penelitian terdahulu. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk mengembangkan sebuah penelitian yang terkait dengan penggunaan smartphone sebagai media pembelajaran. Diharapkan interaksi dosen dan mahasiswa bisa lebih baik, dan perhatian mahasiswa di kelas terhadap materi yang disampaikan juga lebih Media pembelajaran membantu dosen untuk mentransfer ilmu pengetahuan kepada mahasiswa dengan menggunakan cara yang menarik, dan membuat proses pembelajaran menjadi lebih efektif. Media pembelajaran yang menarik dapat memotivasi mahasiswa karena meningkatkan minat belajar mahasiswa (Naz, 2. Oleh karena itu, teknologi pendukung proses pembelajaran diharapkan dapat diterapkan bersama-sama dengan generasi milenial, yaitu dengan menerapkan teknologi baru dalam media pembelajaran yang menggunakan komputer dan gadget sehingga dapat menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan (Suh, 2. Gadget dan teknologi yang tersebar luas, menawarkan peluang untuk memperluas capaian dan proses pembelajaran jarak jauh secara online terbuka secara luas, tidak hanya meningkatkan akses materi pembelajaran tapi juga mengembangkan metode pembelajaran baru (Sharples et al. , 2. Membangkitkan minat mahasiswa dan mendorong mahasiswa untuk menghabiskan waktu lebih lama dalam mengerjakan tugas mereka adalah masalah yang sering dihadapi oleh para pendidik. (Lee et al. , 2. , menyatakan bahwa minat belajar mahasiswa dan cara mengajar dosen memiliki hubungan yang erat dan berpengaruh pada output belajar mahasiswa. Minat belajar mahasiswa dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor individu dan faktor Kedua faktor tersebut saling berhubungan, yaitu faktor individu dapat dikembangkan dan diperdalam dengan faktor situasional yang menghasilkan pengalaman belajar bagi mahasiswa. Dan sebaliknya minat belajar mahasiswa bisa mengalami penurunan, bila lingkungan sekitar tidak mendukung (B. Conel, 2. Lingkungan penggabungan dari beberapa faktor. Utamanya Kelola: Jurnal Manajemen Pendidikan. Vol. No. Juli-Desember 2022 adalah dosen yang santai, memiliki keseimbangan yang baik, dan orang yang Perilaku profesionalnya dibumbui dengan selera humor yang baik. Perilaku mahasiswa bercermin dari perilaku dosennya. (Dalton, 1. Untuk lingkungan pembelajarannya, harus memiliki komponen lingkungan yang ideal, seperti meja kursi, ventilasi, pendingin ruangan dan sebagainya (Ado, 2. Pada intinya lingkungan kelas harus mendukung proses pembelajaran yang baik, menumbuhkan semangat belajar dan dapat memberikan kenyamanan bagi mahasiswa untuk belajar. Mudahnya penggunaan akses fasilitas pembelajaran dan pendukung pembelajaran dapat meningkatkan kepuasan mahasiswa (Windasari et al. , 2. , selain itu ketersediaan teknologi seperti akses jurnal dan wifi juga berkontribusi dalam memberikan kepuasan kepada mahasiswa METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian Subyek dalam penelitan ini yang menjadi adalah seluruh mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Surakarta sejumlah 78 orang. Sampel diambil menggunakan teknik Sensus. Sampel yang diambil adalah seluruh mahasiswa yang berjumlah 78 orang. Pengumpulan Data Primer dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik penyebaran Kuesioner. Indikator media pembelajaran menurut (Naz, 2. yang dikembangkan adalah : - Media cetak - Media grafis - Media fotografi - Media audio - Televisi/video - Komputer - Game dan simulasi Data diperoleh dengan menggunakan kuesioner yang dirujuk dari (KljuniN & Vukovac, 2. yang terdiri dari 7 item pertanyaan, yang meliputi: - Penggunaan media untuk memberikan informasi perkuliahan - Penggunaan media untuk menyampaikan materi perkuliahan - Mahasiswa menggunakan media untuk mencari bahan dan tugas kuliah - Pemasangan aplikasi di telepon pintar untuk media pembelajaran - Penggunaan media untuk penyusunan jadwal kuliah, pencatatan, dan presentasi - Mahasiswa dapat belajar dari gadget tanpa perlu mencetaknya - Mahasiswa lebih suka mendapatkan informasi perkuliahan menggunakan media Data Lingkungan Akademik diperoleh dengan menggunakan kuesioner yang dirujuk dari (Kirkwood & Price, 2. yang terdiri dari 7 item pertanyaan, yang meliputi: C Suasana kelas berupa e-classroom C Fasilitas Laboratorium mendukung pembelajaran metode game dengan gadget C Ketersediaan internet memadai C Kemudahan dalam mengunduh dan menggunakan perangkat lunak sebagai sumber pengajaran dan perkuliahan secara bebas dan terbuka C Dosen memanfaatkan fasilitas teknologi dalam pembelajaran C Kenyamanan ruang kelas dan perpustakaan C Ketersediaan akses jurnal internasional secara gratis Data Minat belajar diperoleh dengan menggunakan kuesioner yang dirujuk dari (Kirkwood & Price, 2. yang terdiri dari 7 item pertanyaan, yang meliputi: C Media pembelajaran membantu mahasiswa mendapatkan hasil yang lebih baik dalam C Media pembelajaran membantu mahasiswa memahami materi secara lebih mendalam Pengaruh Media Pembelajaran dan Lingkungan Akademis . | Dyah A. Palupi & Mardanung P. Cahjono C Media pembelajaran membantu mahasiswa menyelesaikan tugas dengan lebih baik C Media pembelajaran membantu mahasiswa menggali lebih banyak topik C Media pembelajaran membantu mahasiswa meningkatkan keterampilan manajemen C Media pembelajaran membantu mahasiswa meningkatkan karir dan peluang kerja dalam jangka panjang C Media pembelajaran membantu mahasiswa dalam belajar di luar kelas. Analisis Data didahului dengan penilaian validitas data. Cara menentukan valid mengkonsultasikan hasil perhitungan korelasi dengan tabel nilai koefisien korelasi pada taraf kesalahan 5% atau taraf signifikansi 95% sebesar 0,361. Apabila rhitung > rtabel maka item pertanyaan dikatakan valid. Hasil uji validitas pada variabel media pembelajaran, lingkungan akademik, dan minat belajar menunjukkan semua item adalah valid, karena nilai corrected item-total correlation pada semua item > 0,361. Uji reliabilitas adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner yang mempunyai indikator dari variabel atau konstruk. Suatu kuesioner dinyatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pernyataan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu. Hasil uji reliabilitas instrumen setiap variabel menunjukkan bahwa semua variabel mempunyai reliabilitas yang sangat tinggi karena mempunyai nila alpha cronbach > 0,7. Dalam penelitian ini setekah kuesioner diisi oleh responden, maka dilakukan pengolahan data dengan menggunakan metode analisis regresi linear berganda, yaitu untuk menguji pengaruh secara parsial dari variabel media pembelajaran terhadap minat belajar dan dari variabel lingkungan akademik terhadap minat belajar. Serta menguji pengaruh media pembelajaran dan lingkungan akademik terhadap minat belajar. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Analisis statistik deskriptif dilakukan menggunakan program Software Statistical and Service Solution (SPSS) versi 24 untuk mengetahui jumlah data (N), nilai terendah . , nilai tertinggi . , nilai rata-rata . , dan standar deviasi. Berikut ini Tabel 1 yang merupakan hasil pengujian statistik deskriptif dari masing-masing variabel adalah sebagai berikut: Tabel 1. Hasil Uji Statistik Deskriptif Descriptive Statistics Minimum Maximum Mean Std. Deviation -2,64 ,53 ,0385 ,32006 ,01 ,35 ,0795 ,09570 Valid N . Sumber: Data diolah, 2022 Berdasarkan tabel 1 terlihat bahwa variabel X1 (Media Pembelajara. berkisar antara - 2,64 sampai dengan 0,53 mempunyai rata-rata 0,0385 dengan standar deviasi 0,32006. Variabel X2 . ingkungan akademi. berkisar antara 0,01 sampai dengan 0,35 mempunyai rata-rata 0,0795 dengan standar deviasi 0,09570. Hasil Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Residual Uji normalitas digunakan untuk menguji apakah nilai residual yang dihasilkan dari regresi berdistribusi normal atau tidak. Model regresi dapat dikatakan baik apabila berdistribusi normal. Jika tidak berdistribusi normal maka persamaan regresi dapat diragukan kebenarannya. Dalam penelitian ini Kelola: Jurnal Manajemen Pendidikan. Vol. No. Juli-Desember 2022 penulis menggunakan metode uji One Sample Kolmogorov-Smirnov. Data normal apabila nilai signifikansi lebih dari 0,05 yang bisa dilihat di Asymp. Sig. -taile. Berikut ini disajikan Tabel 2 yang merupakan hasil uji normalitas residual: Tabel 2. Hasil Uji Normalitas . One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Parametersa,b Mean ,0000000 Std. Deviation ,49536323 Most Extreme Absolute ,060 Differences Positive ,060 Negative -,057 Test Statistic ,060 Asymp. Sig. -taile. ,200 Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. This is a lower bound of the true significance Sumber: Data diolah, 2022 Berdasarkan Tabel 2 dapat diketahui bahwa hasil pengujian normalitas setelah eliminasi data outlier sebanyak 10 data dan melakukan transformasi, data yang tersisa menjadi 80 data dan nilai Asymp. Sig. - taile. yang diperoleh dari pengujian One Sample Kolmogorov-Smirnov adalah sebesar 0,200 yang menunjukkan bahwa nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 maka dapat diketahui bahwa nilai residual telah berdistribusi dengan Uji Multikolinearitas Uji Multikolinearitas digunakan untuk mengetahui apakah terdapatkorelasi antara variabel independen. Terdapat kriteria yang harusdipenuhi dalam uji multikolinearitas yaitu nilai Tolerance harus lebih dari 0,1 dan nilai Variance Inflation Factor (VIF) harus kurang dari 10,maka dapat dinyatakan bahwa tidak terdapat multikolinearitas antar variabel Jika diketahui bahwa terdapat hubungan saling terikat antar variabel independen, maka pengujian tidak bisa Berikut disajikan tabel 3 yang merupakan hasil pengujian Multikolinearitas: Tabel 3. Hasil Uji Multikolinearitas Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Std. Error (Co 5,252 1,145 ,754 ,178 -2,421 ,599 Standa Coeffi ci ents Beta Sig. VIF 4,585 ,000 ,390 4,228 ,000 ,991 1,009 -,375 -4,040 ,000 ,982 1,019 Dependent Variable: Y Sumber: Data diolah, 2022 Collin Statisti Tolera Pengaruh Media Pembelajaran dan Lingkungan Akademis . | Dyah A. Palupi & Mardanung P. Cahjono dan Lingkungan akademis memiliki nilai Tolerance lebih dari 0,1 dan nilai Variance Inflation Factor (VIF) dari ketiga variabel tersebut kurang dari 10. Berdasarkan hasil pengujian maka dapat diketahui bahwa tidak terjadi masalah multikolinearitas. Uji Heteroskedastisitas Berikut disajikan tabel 4 yang merupakan hasil pengujian Heteroskedastisitas: Berdasarkan tabel 3 merupakan hasil pengujian multikolinearitas, dapat diketahui bahwa hasil pengujian multikolinearitas untuk nilai Tolerance variabel X1 sebesar 0,991, variabel X2 sebesar 0,982, dan variabel X3 sebesar 0,976. Sedangkan nilai untuk Variance Inflation Factor (VIF) variabel X1 sebesar 1,009, variabel X2 sebesar 1,019. Sehingga diketahui bahwa variabel Media Pembelajaran Tabel 4. Hasil Uji Heteroskedastisitas Coefficientsa Model Standar Coeffic i ents Beta Unstandardized Coefficients Std. Error 4,707 4,933 -,746 -3,697 ,768 2,581 -,109 -,161 Sig. ,954 ,343 -,972 -1,433 ,334 ,156 a Dependent Variable: Y Sumber: Data diolah, 2022 Berdasarkan tabel di atas maka dapat dilihat bahwa nilai signifikasi (Si. dari masing-masing variabel > 0,05 atau lebih besar dari 5% yang berarti dari masing-masing variabel x1 (Media Pembelajara. dan X2 (Lingkungan Akademi. tidak terjadi gejala Uji Autokorelasi Uji autokorelasi dapat digunakan statistik uji durbin-watson (D-W) dengan kriteria atau batasan terjadinya autokorelasi sebagai berikut: Jika nilai Durbin-Watson <-2 maka terdapat autokorelasi positif. Jika nilai Durbin-Watson >2 maka terdapat autokorelasi negatif. Jika nilai Durbin-Watson diantara -2 sampai 2, maka tidak terdapat autokorelasi Tabel 5. Hasil Uji Autokorelasi Model Summaryb Mod Square Adjuste Square Std. Error of Estimate Durbin Watso ,405a ,164 ,135 1,32429 1,781 Predictors: (Constan. X1. X2 Dependent Variable: Minat belajar Sumber: Data diolah, 2022 Berdasarkan hasil uji autokorelasi pada tabel 5 di atas dapat dilihat bahwa nilai Durbin- Watson sebesar 1,781. Nilai DW berada diantara -2 sampai 2, yang artinya tidak terjadi Kelola: Jurnal Manajemen Pendidikan. Vol. No. Juli-Desember 2022 masalah autokorelasi pada model regresi penelitian, sehingga model regresi layak Untuk memastikan bahwa tidak adanya masalah autokorelasi, maka dapat dilihat juga melalui gambar kurva lonceng di bawah ini, dengan dasar pengambilan keputusan, apakah terjadi autokorelasi atau tidaknya yaitu: Jika D < DL atau D > 4-DL, maka adanya masalah autokorelasi. Jika DU < D < 4-DU, maka tidak terjadi Jika DL < D < DU atau 4-DU < D < 4-DL artinya tidak ada kesimpulan. Gambar 1. Kurva lonceng autokorelasi Durbin Watson Berdasarkan gambar kurva di atas, makavariabel independen terhadap variabel dependen. dapat dilihat bahwa nilai DU= 1,715 < D= 1,781