Jurnal Harpodon Borneo Vol. No. April 2022 ISSN: 2087-121X PERTUMBUHAN DAN KUALITAS ANGGUR LAUT (Caulerpa lentilifer. DENGAN PERENDAMANAN PUPUK ORGANIK CAIR PADA MEDIA TERKONTROL GROWTH AND QUALITY OF SEA GRAPES (Caulerpa lentilifer. BY SOAKING LIQUID ORGANIC FERTILIZER IN CONTROLLED MEDIA Kartina*, 1Awaludin, 1Nelawati, 1Nurasmi, 2Gazali Salim. Jurusan Akuakultur. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. UBT. Tarakan, 77123. Indonesia Jurusan Manajemen Sumber Daya Perairan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. UBT. Tarakan, 77123. Indonesia email: kartina@borneo. ABSTRAK Caulerpa lentillifera atau dikenal dengan anggur laut adalah salah satu jenis rumput yang potensial untuk dikembangkan. Rumput laut jenis ini banyak digemari masyarakat dari dalam maupun luar negeri karena memiliki nilai ekonomis yang sangat penting yaitu sebagai bahan makanan segar dan bahan untuk obat-obatan. Upaya dalam meningkatkan produksi C. lentillifera dapat dilakukan melalui rekayasa dengan penambahan pupuk dalam budidayanya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui dosis pupuk organik cair yang dapat memberikan pertumbuhan terbaik bagi C. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan terdiri dari perendaman pupuk organic cair (POC) dengan dosis P0 . ml/L). P1 . ,5 ml/L). P2 . ,5 ml/L) dan P3 . ,5 ml/L), dengan 3 kali ulangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis sidik ragam one way (ANOVA). Berdasarkan hasil analisis statistic ANOVA diketahui bahwa pemberian pupuk organik cair memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap laju pertumbuhan spesifik dan berat kering C. Dosis terbaik ditunjukkan pada perlakuan perendaman pupuk 1,5 ml/L (P. , dengan nilai laju pertumbuhan spesifik sebesar 3,27% dan nilai berat kering sebesar 1,70 gr berbeda nyata dengan perlakuan lainnya (P <0. Dari segi kualitas. lentilifera yang direndam dengan pupuk cair 1,5 ml/L (P. , menghasilkan kandungan protein yang cukup tinggi sebesar 19,05%. Data kualitas air yang meliputi suhu, pH, dan DO menunjukkan nilai yang masih dapat ditoleransi untuk pertumbuhan rumput laut C. Pengukuran kualitas air dalam penelitian ini meliputi suhu yang berkisar 26 -28 oC. Salinitas berkisar 31-35 C, pH berkisar antara 6,83 -7,05. Sedangkan DO berkisar antara 5,98 Ae 6,90 mg/l. Kata Kunci: Caulerpa lentilifera. Kualitas. Pertumbuhan. Pupuk organik. ABSTRACT Caulerpa lentillifera or known as sea grape is one type of grass that has the potential to be developed. This seaweed is very popular because it has a very important economic value, namely as a fresh food ingredient and an ingredient for medicines. Efforts to increase the production of C. can be done through engineering with the addition of fertilizers in its The purpose of this study was to determine the dose of liquid A Hak Cipta Oleh Jurnal Harpodon Borneo Tahun 2022 Pertumbuhan dan Kualitas Anggur Laut (Caulerpa lentilifer. (Kartina, dk. organic fertilizer that could provide the best growth for C. This study used an experimental method with a completely randomized design (CRD). The treatments consisted of soaking liquid organic fertilizer (POC) with doses of P0 . ml/L). P1 . 5 ml/L). P2 . 5 ml/L) and P3 . 5 ml/L), and made 3 repetitions. The data obtained were analyzed using one way analysis of variance (ANOVA). Based on the results of the analysis of variance (ANOVA) it was found that the application of liquid organic fertilizer had a significantly different effect on the specific growth rate and dry weight of C. The best dose was shown in the 1. 5 ml/L fertilizer immersion treatment (P. , with a specific growth rate value of 27% and a dry weight value of 1. 70 g which were significantly different from other treatments (P <0. In terms of quality. lentilifera soaked in 5 ml/L (P. liquid fertilizer, produced a fairly high protein content of Water quality data including temperature, pH, and DO showed a value that was still tolerable for the growth of C. lenitilifera seaweed. Water quality measurements in this study included temperatures ranging from 26 28 AC, salinity ranging from 31-35AC, pH ranging from 6. 05, while DO ranged from 5. 98 - 6. 90 mgL1. Kata Kunci: Caulerpa lenitlifera. Growth. Organic Fertilizer. Quality. PENDAHULUAN Sektor perikanan adalah salah satu sumber daya alam yang sangat potensial untuk dikembangkan dalam menunjang keberhasilan perekonomian masyarakat Dunia, khususnya Indonesia. Salah satu potensi sumber daya perikanan yang banyak dikembangkan hingga saat ini Indonesia merupakan salah satu negara eksportir rumput laut penting di Asia. Menurut kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tahun 2012, target produksi meningkat dari 9,78 juta ton pada tahun 2019 menjadi 12,3 juta ton di tahun KKP telah merancang rencana ekstensifikasi lahan budidaya baik maupun keterbukaan lahan baru. Rumput laut adalah salah satu sumber daya laut yang paling penting di dunia dan digunakan sebagai makanan manusia, pakan ternak dan bahan baku untuk banyak industri. Selain itu, rumput laut juga digunakan sebagai pupuk untuk tanaman pertanian dan hortikultura karena adanya mineral, unsur hara dan zat pengatur tumbuh didalamnya (Moller et al. , 1. Salah satu rumput laut yang potensial untuk dikembangkan adalah rumput laut jenis Caulerpa lentillifera. Rumput laut ini banyak digemari karena mempunyai nilai ekonomis yang sangat penting sebagai bahan makanan segar obat-obatan (Yudasmara, 2. Menurut Azizah . lentillifera mempunyai kandungan gizi yang cukup tinggi sebagai sumber protein nabati, mineral maupun vitamin. Produksi rumput laut jenis C. lentillifera tergolong masih rendah, sebab sampai saat ini produksi C. lentillifera masih mengandalkan hasil dari alam sehingga bergantung pada Permintaan rumput laut ini terus meningkat, namun produksinya belum dapat tercukupi. Hal ini dikarenakan produksinya yang bersifat musiman dan masih banyak mengandalkan hasil dari Oleh sebab itu perlu adanya upaya dalam meningkatkan produksi C. lentillifera melalui rekayasa dengan penambahan pupuk dalam budidayanya. A Hak Cipta Oleh Jurnal Harpodon Borneo Tahun 2022 Jurnal Harpodon Borneo Vol. No. April 2022 Saat ini petani sulit menggunakan pupuk organik 100% karena ketergantungan yang tinggi terhadap pupuk sintetis seperti Urea. Za dan KCl. Penggunaan pupuk sintetik dalam jangka pendek dapat mempercepat masa tanam karena unsur hara dapat langsung diserap oleh Namun dalam jangka panjang dapat menimbulkan dampak negatif. Faktor lingkungan telah diketahui sebagai faktor pembatas dalam budidaya rumput lautf. Limbah organik dan pupuk hayati merupakan sumber alternatif untuk memenuhi kebutuhan nutrisi Aplikasi berlebihan akan menyebabkan kerusakan pada lingkungan, pertanian dan masalah Berbagai upaya telah dilakukan untuk memerangi konsekuensi kerugian dari input bahan kimia dalam pertanian (Faiza et al. , 2. Pupuk hayati, pupuk organik dan biokontrol telah muncul sebagai komponen yang menjanjikan untuk mengintegrasikan sistem pasokan nutrisi dalam pertanian. Sistem produksi pertanian organik bertujuan untuk mempromosikan dan meningkatkan kesehatan agroekosistem, keanekaragaman hayati, siklus biologis dan aktivitas biologis tanah (Sing et al. Pemupukan dapat meningkatkan produksi tanaman karena pemberian pupuk adalah upaya penambahan nutrien pada tanaman untuk kelangsungan hidupnya (Suniti & Suada, 2012. Silea & Masitha, 2. Pemberian pupuk dapat dilakukan dengan cara perendaman rumput laut sebelum dilakukannya pemeliharan (Yuliana et al. , 2. namun pemberian pupuk harus dengan dosis yang sesuai untuk pertumbuhan rumput laut. Penelitian ini akan mengkaji penggunaan pupuk organik cair dengan dosis yang berbeda, untuk mengetahui dosis optimal terhadap pertumbuhan dan kualitas anggur laut. Febriani et al. , melaporkan bahwa perendaman lenitilifera selama 6 jam sebelum pemeliharaan mampu meningkatkan laju ISSN: 2087-121X pertumbuhan spesifik anggur laut. Jenis POC yang digunakan adalah Multitonik dikarenakan penggunaannya yang lebih ramah lingkungan, terjangkau oleh masyarakat dan memiliki kandungan nutrien yang lengkap, dan mudah ditemukan ditoko pertanian khususnya di Kota Tarakan. METODOLOGI Waktu dan Tempat Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret - Juni 2021, di Mini Hatchery Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan dan Laboratorium Kualitas Air. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Universitas Borneo Tarakan. Alat dan Bahan Anggur laut (C. yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari Balai Besar Budidaya Ikan Takalar. Sulawesi Selatan, sedangkan pupuk yang digunakan adalah pupuk organic cair (POC) Multitonik sebagai perlakuan, serta urea dan ponska sebagai pupuk Alat untuk pengukuran kualitas air terdiri dari refractometer, pH meter. Spektrofotometer dan DO meter. Untuk mengukur berat segar dan berat kering menggunakan timbangan analitik. Prosedur Kerja Bibit anggur laut diaklimatisasi terlebih dahulu untuk penyesuaian lingkungan kurang lebih selama 3 hari. Setelah itu dilakukan seleksi bibit dengan ciri-ciri bibit segar, berwarna hijau cerah dan bebas dari hama Bobot awal penebaran bibit yaitu10 gr. Media yang digunakan berupa stereoform box ukuran 20 L dengan beberapa modifikasi yaitu dilengkapi ragil net ukuran 20x20 cm dengan volume air 20liter bersalinitas 28 - 32 ppt (Guo et al. Media diberikan urea dan ponska sebagai pupuk A Hak Cipta Oleh Jurnal Harpodon Borneo Tahun 2022 Pertumbuhan dan Kualitas Anggur Laut (Caulerpa lentilifer. (Kartina, dk. Penebaran bibit dilakukan pada waktu sore hari. Sebelum bibit ditebar, telah dilakukan perendaman pupuk organik cair selama 6 jam sesuai dosis Pergantian dilakukan tiap tujuh hari sekali sebanyak 70% (Suniti et al. , 2. Analisis Proksimat Metode Pengukuran Kualitas Air Rancangan Penelitian Monitoring Suhu dan salinitas dilakukan 2 hari sekali pada waktu pagi dan sore hari sedangkan pH dan DO dilakukan pada akhir penelitian yang dilakukan di Laboratorium Kualitas Air Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Penelitian penelitian eksperimen dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) mengacu pada penelitian Silea dan Maslitha . Perlakuan terdiri dari P0 . anpa POC sebagai contro. erendaman POC 1,5 ml/. erendaman POC 2,5 ml/. dan P3 . erendaman POC 3,5 ml/. parameter yang diukur dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Spesific Growth Rate (SGR) Pengukuran laju pertumbuhan spesifik (SGR) mengikuti rumus Guo et . SGR = ln / t y 100% a. Keterangan: SGR : Laju pertumbuhan spesifik (% per har. : Berat akhir . : Berat awal . : Waktu percobaan . Pengukuran komposisi kimia terdiri dari uji protein, karbohidrat, lemak, kandungan abu dilakukan pada akhir penelitian di Laboratroium nutrisi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Universitas Borneo Tarakan. Analisis Data Data yang diperoleh dari penelitian dianalisis menggunakan Analisis Ragam one way ANNOVA dengan SPSS V23, untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan dan jika terdapat beda nyata dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT). HASIL DAN PEMBAHASAN Secara umum laju pertumbuhan spesifik C. lentilifera mengalami pemeliharaan (Gambar . Meskipun menunjukkan nilai pertumbuhan spesifik yang rendah dibandingkan dengan anggur laut yang diberikan perlakuan. Berdasarkan hasil analisis statistik, perlakuan perendaman POC memberikan pengaruh yang nyata (P >0. A Hak Cipta Oleh Jurnal Harpodon Borneo Tahun 2022 Jurnal Harpodon Borneo Vol. No. April 2022 ISSN: 2087-121X Gambar 1. Laju pertumbuhan spesifik (SGR). Keterangan: P0 . P1 perendaman dosis POC I, 5 ml/L. P2 perendaman dosis POC 2, 5 ml/L. P3 perendaman POC 3, 5 ml/L. Keterangan: Nilai dengan huruf superskrip yang berbeda menunjukkan hasil yang berbeda nyata diantara perlakuan. Berdasarkan perendaman POC pada bibit anggur laut sebelum tanam, memberikan pengaruh yang berbeda nyata (P<0,. Pada Gambar 1. menunjukkan nilai SGR terbaik yaitu pada perlakuan P1 (POC dosis 1,5 ml/L) dan nilai ini berbeda nyata dengan perlakuan P0 dan P2, namun tidak berbeda nyata dengan perlakuan P3. Peningkatan dosis pupuk pada perlakuan P2 . ,5 ml/L), justru sedikit menurunkan nilai SGR, namun nilai tersebut tidak berbeda nyata dengan P3 (POC 3,5 ml L/L). diduga dosis POC sebesar 1,5 ml/L merupakan dosis yang optimal untuk mendukung pertumbuhan anggur laut, artinya dosis ini sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi untuk mendukung pertumbuhan bibit, sehingga saat dosis ditingkatkan, menghasilkan pertumbuhan yang lebih Susilowati et al. , . melaporkan bahwa peningkatan dosis pemupukan tidak selalu meningkatkan pertumbuhan dan biomassa tanaman pada C. Menurut Yin et al . , nutrisi yang tidak memadai atau berlebihan tidak cocok untuk rumput laut karena dapat menghambat pertumbuhan. Adanya pertumbuhan rumput memasuki tahap perpanjangan sel, karena tersedianya unsur hara yang cukup untuk pertumbuhan (Alamsjah et , 2. Pupuk cair Multitonik kaya akan unsur hara diantranya C Organik= 4,85%, pH= 5,42. P2O5= 1,03%. K2O= 4,75%. Fe=0,01%. Mn=11,38 ppm. Cu= 1,19 ppm. Zn= 6,84ppm. B<1,00 ppm. Co=1,14 ppm. Mo<1,00 ppm. Unsur S. Ca. Na. Mg. Fe. Cu. Zn. Mn. Co dan Mo merupakan elemen penting untuk pertumbuhan alga (Kwaroe et al. , 2. Nitrogen dan fosfor adalah dua nutrient penting untuk pertumbuhan alga. Budidaya alga membutukan beberapa makro nutrient terutama nitrogen, fosfor dan kalium (Guo et al. , 2. Perlakuan tanpa pemberian pupuk terendah dibandingkan dengan perlakuan yang diberi tambahan POC. Terbukti dari 14 hari pemeliharaan, semua pertumbuhan spesifik yang lebih tinggi dan berbeda nyata dengan control. Nilai tertinggi sebesar 3,27% yaitu pada P1. Sari et al. menyatakan dengan lama pemeliharaan yang sama namun pertumbuhan yang rendah karena ketersediaan nutrien belum tercukupi untuk kebutuhan C. lentillifera sehingga dengan penambahan pupuk akan memberikan hasil pertumbuhan yang Nutrien sangat dibutuhkan untuk A Hak Cipta Oleh Jurnal Harpodon Borneo Tahun 2022 Pertumbuhan dan Kualitas Anggur Laut (Caulerpa lentilifer. (Kartina, dk. pertumbuhan rumput laut sehingga nutrien harus sesuai dengan kebutuhan rumput laut. Kekurangan nutrien akan menghambat pertumbuhan rumput laut sedangkan kelebihan nutrien akan mempengaruhi pertumbuhan rumput Menurut Guo et al. spesies alga yang berbeda memiliki toleransi yang berbeda untuk berbagai konsentrasi nutrient, nutrien yang berlebih pada alga dapat menghambat pertumbuhannya. Selain tanaman, pertumbuhan juga dapat diukur dari pertambahan biomassa yang dihasilkan oleh tanaman. Biomassa mencakup jaringan tanaman di atas dan di bawah tanah. Biomassa sering dilaporkan sebagai massa per satuan luas . mOe2 atau Mg haOe. dan biasanya dikenal sebagai berat kering . ir (Hougton, 2. Pendekatan yang digunakan untuk pengukuran biomassa adalah menimbang berat segar dan berat kering tanaman. Berat segar ditentukan tanpa merusak tanaman dan nilainya dapat berbeda tergantung kadar air dalam akumulasi senyawa oganik yang disintesis tanaman dari senyawa Unsur hara yang diserap tanaman dari lingkungan juga memberi kontribusi pada berat kering tanaman (Sitompul dan Guritno, 1. Berat kering tanaman adalah gambaran dari fotosintesis selama tanaman melakukan proses pertumbuhan, 90% dari berat kering tanaman merupakan hasil dari Dari hasil perhitungan Anova menunjukan hasil yang berbeda nyata (P<0,. Pada perlakuan P1 dengan nilai berat kering 1,70 gr berbeda nyata dengan perlakuan P0 dengan berat 0,35 gr, namun pada perlakuan P3 dengan dosisi 3,5 ml/L tidak berbeda nyata dengan perlakuan P2 dengan dosis 2,5 ml/L meskipun demikian semua berat kering pada perlakuan P1. P2 dan P3 berbeda nyata dengan P0 . (Tabel . Ini menunjukkan pupuk dasar saja belum dapat memenuhi kebutuhan nutrisi dari anggur laut. Sehingga dengan penambahan POC yang kaya akan nutrisi mempengaruhi peningkatan berat segar maupun berat kering tanaman. Syekfani . bahwa dengan pemberian pupuk organik, unsur hara yang tersedia dapat diserap tanaman dengan baik karena itulah pertumbuhan daun lebih lebar dan fotosintesis terjadi lebih banyak. Hasil fotosintesis inilah yang diduga untuk membuat sel-sel batang, daun dan akar sehingga dapat mempengaruhi bobot kering tanaman. Tabel 1. Berat segar dan berat kering C. lentilifera dengan dosis perendaman POC Perendaman POC Berat segar akhir . Berat kering . l /L) P0 . 10,29A 0,3a 0,35A 0,6a P1. 15, 80A 0,44c 1,70 A 0,7c P2 . 13,18A 0,37b 0,98 A 0,4b P3 . 14,95 A 0,15b 1,18A 0,1b Keterangan: Nilai dengan huruf superskrip yang berbeda menunjukkan hasil yang berbeda nyata diantara perlakuan A Hak Cipta Oleh Jurnal Harpodon Borneo Tahun 2022 Jurnal Harpodon Borneo Vol. No. April 2022 Menurut Larcher . berat kering tanaman merupakan penimbunan hasil bersih asimilasi CO2 yang dilakukan selama pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Pertumbuhan tanaman dianggap sebagai suatu penimbunan berat kering hal ini dapat disimpulkan semakin baik pertumbuhan tanaman maka berat kering juga semakin Kandungan Nutrisi Selain pertumbuhannya, kualitas rumput laut juga menjadi faktor penting ISSN: 2087-121X untuk memenuhi kebutuhan nutrisi Faktor lingkungan seperti suhu air, salinitas, intensitas cahaya, dan kandungan nutrisi rumput laut seperti lemak, serat, dan protein (Harwanto et Berikut ini adalah kandungan nutrisi dari rumput laut yang dipelihara dengan penambahan pupuk organik cair. Perlakuan yang mendapatkan nilai kandungan nutrisinya meliputi protein, karbohidrat, lemak dan kandungan abu (Tabel . Tabel 2. Kandungan nutrisi C. lentilifera setelah perendaman POC. Kandungan nutrisi (%) Literatur* Protein 19,05 7-13%. Karbohidrat 15,80 37,23-48,95% Lemak 2,60 2,64-3,06% Kadar abu 22,70 24,21% *Kumar et al, 2011 Hasil dari uji protein pada penelitian ini relatif lebih tinggi dari penelitian Kumar et al. yang melaporkan bahwa kisaran kadar protein lentillifera berkisar 7-13%, sedangkan berdasarkan penelitian Matanjun et al. dan Hong et al. kandungan protein C. lentilifera yaitu berkisar 5,8-10,41%. Pada penelitian diperoleh kandungan protein mencapai 19,05%. Hal ini diduga karena pengaruh dari kandungan yang ada pada POC (Multitoni. POC mengandung Ca. Leiwakabessy dan Sutandi, . , melaporkan Ca perkembangan akar, berperan dalam perpanjangan sel, sintesis protein dan pembelahan sel. Protein sangat penting bagi tubuh karena berfungsi sebagai zat pembangun, membentuk berbagai jaringan baru, mengganti jaringan yang rusak dan Protein berperan dalam pembentukan enzim dan hormon penjaga metabolisme didalam tubuh (Matanjun et Protein memanfaatkan unsur karbon yang terkandung didalamnya sebagai sumber energi pada saat kebutuhan energi tidak terpenuhi oleh karbohidrat dan lemak. Karbohidrat menunjukan hasil jauh lebih rendah dari hasil penelitian Kumar et al. , . yaitu 37, 23-48, 95 %. Hal ini diduga akibat upaya survive karena suhu dan salinitas yang tidak optimal, respirasi dalam hal ini konsumsi karbohidrat untuk menghasilkan energi selama proses mempertahankan diri pada kondisi lingkungan yang kurang optimal. Dari hasil penelitian, kandungan lemak yang diperoleh yaitu sebesar 2,60%. Kandungan lemak rumput laut C. lentillifera yang rendah ini sangat baik untuk kesehatan manusia sehingga rumput laut ini aman dikonsumsi dalam jumlah banyak dan dapat dikembangkan pemanfaatannya sebagai salah satu bahan penyusun utama pada makanan diet rendah lemak. Ortiz et al. menyatakan bahwa lemak rumput laut umumnya tersusun oleh poli asam lemak A Hak Cipta Oleh Jurnal Harpodon Borneo Tahun 2022 Pertumbuhan dan Kualitas Anggur Laut (Caulerpa lentilifer. (Kartina, dk. tak jenuh (PUFA) khususnya PUFA C18 yang merupakan asam lemak tak jenuh Kandungan lemak rumput laut pada umumnya kurang dari 4% dan secara umum lebih rendah dari tanaman darat (Kumar et al. Hasil dari penelitian kadar abu diatas yang menunjukan nilai 22,70% lebih kecil dari penelitian (Kumar et al. yang menyatakan kadar abu C. lentillifera yaitu 24, 21%. Kadar abu C. lentillifera yang cukup rendah pada penelitian ini berhubungan dengan kandungan mineral yang tinggi yang diduga berasal dari habitatnya rumput laut serta salinitas tinggi. Selama penelitian juga dilakukan pengukuran kualitas air yang meliputi suhu, salinitas. DO dan pH. Secara rinci disajikan pada tabel 3. Berdasarkan data dari hasil penelitian pada tabel 3. bahwa suhu air selama penelitian berkisar antara 26 -28 oC yang menunjukan bahwa nilai parameter yang kurang optimal untuk pertumbuhan C. Kusmawati et al. menyatakan bahwa kisaran suhu air yang optimal untuk budidaya anggur laut yaitu 28-30oC kisaran suhu tersebut masih ditoleransi dalam budidaya anggur laut. Suhu yang terlalu rendah dapat mempengaruhi daya larut gas - gas yang diperlukan untuk proses fotosintesis seperti CO2 dan O2 hal ini sesuai dengan (Luning, menyatakan bahwa suhu perairan yang tinggi dapat berdampak kematian pada rumput laut seperti dalam proses fotosintesis, kerusakan enzim dan Sedangkan pada suhu rendah, membrane protein dan lemak dapat mengalami kerusakan sebagai terbentuknya Kristal didalam sel, sehingga mempengaruhi pertumbuhan rumput laut. Table 3. kisaran kualitas air media selama penelitan Parameter Suhu Salinitas Kisaran 26 - 28 oC 31 - 35 ppt 6,83 -7,05 5,98 - 6,90 Salinitas adalah kadar garam terlalut dalam air. Pengukuran salinitas pengukuran salinitas berkisar antara 3135 ppt, kisaran salinitas yang kurang stabil diduga rumput laut latoh C. lentillifera ini tidak tahan terhadap fluktuasi salinitas yang terlalu tinggi. Salinitas dapat berpengaruh terhadap proses osmoregulasi pada tumbuhan rumput laut. Kepekatan yang berbeda antara cairan didalam dan diluar sel, mendorong golgi untuk terus berusaha Hal tersebut berdampak pada pemanfaatan energi yang lebih besar Literatur 28 - 30 C (Kusmawati et al. 27 - 32 ppt (Guo et al. 6,8 Ae 9,6 (Burdames dan Ngangi 2. 3,84 - 8 mg/l (Wanstasen, 2. perkembagan rumput laut, hal ini tidak sesuai dengan pendapat (Guo et al. bahwa kisaran salinitas yang optimal untuk budidaya anggur laut yaitu 27-32 ppt. Hasil dari pengukuran pH selama pemeliharaan berkisar antara 6,83 -7,05 yang menunjukan bahwa kisaran pH masih berada dalam batas yang layak untuk pertumbuhan C. lentillifera hal ini dipertegas oleh pendapat Burdames dan Ngangi . bahwa kisaran pH 6,8 Ae 9,6 merupakan nilai pH yang masih dapat ditoleransi, alga dapat hidup dan melakukan pertumbuhan. Sedangkan pH kurang dari 4,0 sebagian tumbuhan air A Hak Cipta Oleh Jurnal Harpodon Borneo Tahun 2022 Jurnal Harpodon Borneo Vol. No. April 2022 mati, karena tidak dapat bertoleransi pada pH yang rendah (Ruslaini dan Iba. Nilai oksigen terlarut yang terukur selama penelitian berkisar antara 5,98 6, 90 mg/l yang menunjukan bahwa kisaran oksigen terlarut sesuai dengan kelayakan pertumbuhan yang dinyatakan oleh (Wanstasen, 2. , kisraan DO yang optimal untuk pertumbuhan anggur laut berkisaran 3,84 Ae 8 mg/l. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Pemberian pupuk organik cair memberikan pengaruh nyata terhadap laju pertumbuhan spesifik dan berat kering C. Secara umum pertumbuhan spesifik dan berat kering ditunjukan pada perlakuan P1 dengan dosis 1,5 ml/L. Saran Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan penambahan durasi pemeliharaan hingga layak panen (A40 har. untuk mengetahui pengaruh UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih disampaikan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), atas bantuan dana penelitian melalui Program Pendanaan Penelitian Berbasis Visi Universitas Borneo Tarakan Tahun 2021 dan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. UBT yang telah memfasilitasi pelaksanaan penelitian ini serta pihakpihak yang telah bekerjasama dan tidak dapat disebutkan satu persatu. ISSN: 2087-121X DAFTAR PUSTAKA