ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB PENERAPAN PENYUSUNAN LAPORAN LABA RUGI BERDASARKAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (SAK) PADA GARASSI COFFEE DI KABUPATEN TABALONG Yatna*. Jamiah yatna99@gmail. com : jamiah. syahbana@yahoo. Program Studi Administrasi Niaga Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Tabalong Komplek Stadion Olah Raga Saraba Kawa Pembataan Tanjung Ae Tabalong Telp. /Fax . 2022484 Kode Pos 71571 Email : info@stiatabalong. ABSTRAK Laporan laba rugi (Loss & Profit/Income Statemen. merupakan suatu laporan yang memberikan informasi kinerja perusahaan menjalankan operasinya dalam jangka waktu tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan penyusunan laporan laba rugi berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) pada Garassi Coffee di Kabupaten Tabalong. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Populasi penelitian ini yaitu seluruh data penjualan dan beban yang ada pada Garassi Coffee pada tahun 2024. Sampel penelitian ini yaitu data-data yang relevan seperti pendapatan dan beban operasional pada Garassi Coffee selama satu tahun pada tahun 2024. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi dan dokumentasi. Teknis analisis data dalam penelitian ini yaitu analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan yang meningkat, diikuti oleh laba bersih yang stabil dan positif, dengan total laba setelah pajak sebesar Rp 387. 000 berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) lebih kecil dibanding perhitungan laporan laba rugi pada Garassi Coffee yaitu sebesar Rp 399. penyusunan laporan ini memberikan gambaran keuangan yang lebih jelas, membantu pemilik usaha dalam pengambilan keputusan, serta menjadi dasar evaluasi untuk pengembangan usaha ke depan karena penyusunan ini lebih rinci dan akurat . Kata Kunci : Laba Rugi. SAK. Garassi Coffee IMPLEMENTATION OF PROFIT AND LOSS STATEMENT PREPARATION BASED ON FINANCIAL ACCOUNTING STANDARDS (SAK) AT GARASSI COFFEE IN TABALONG REGENCY ABSTRACT A profit and loss statement (Loss & Profit/Income Statemen. provides information on a company's operational performance over a specific period. This research aims to understand the implementation of profit and loss statement preparation based on Financial Accounting Standards (SAK) at Garassi Coffee in Tabalong Regency. The study used a quantitative approach with a descriptive research type. The research population included all sales and expense data at Garassi Coffee in 2024. The research sample consisted of relevant data such as revenue and operational expenses at Garassi Coffee for one year in 2024. Data collection techniques used were observation and documentation. The data analysis technique employed in this study was descriptive The results indicate that with increased revenue, followed by stable and positive net profit, the total profit after tax calculated based on Financial Accounting Standards (SAK) was Rp 387,944,000, which is smaller compared to Garassi Coffee's own profit and loss statement calculation of Rp 399,694,000. The JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB preparation of this report provides a clearer financial picture, aids business owners in decision-making, and serves as a basis for evaluating future business development due to its more detailed and accurate nature. Keywords: Profit and Loss. SAK. Garassi Coffee PENDAHULUAN Laporan laba rugi (Loss & Profit /Iincome Statemen. adalah suatu laporan yang memberikan informasi kinerja perusahaan menjalankan operasinya dalam jangka waktu tertentu. Laporan ini hakekatnya melaporkan pendapatan dan beban serta laba/rugi selama periode tertentu. Antara hasil dengan beban ditandingkan sehingga diperoleh laba bersih . atching concep. Apabila hasil lebih besar dari beban, maka selisihnya laba bersih. Sebaliknya, apabila hasil lebih kecil dari beban, maka selisihnya rugi bersih. (Drs. Pirmatua Sirait , 2. Laporan keuangan memiliki peran yang sangat penting dalam mencerminkan kondisi dan kinerja keuangan suatu entitas, baik perusahaan besar, menengah, kecil, maupun perseorangan. Salah satu komponen utama dalam laporan keuangan adalah laporan laba rugi, yang menyajikan informasi mengenai pendapatan, beban, dan laba atau rugi yang diperoleh selama suatu periode tertentu. Pada tahun 1970-an SAK mengikuti standar praktik akuntansi Amerika Serikat (US GAAP), kemudian pada tahun 1990-an mulai berkiblat pada International Accounting Standards (IAS). Per 1 Januari 2015. SAK resmi mengadopsi penuh Standar Pelaporan Keuangan Internasional (IFRS), yang merupakan kelanjutan dari IAS. Standar Akuntansi Keuangan (SAK) adalah pedoman, standar atau prosedur yang digunakan para akuntan atau entitas dalam penyusunan laporan keuangan. SAK ditujukan untuk menghasilkan laporan keuangan yang informatif dan transparansi sehingga bisa digunakan berbagai pihak dalam meningkatkan kualitas laporan keuangan sesuai peraturan Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK IAI). Pemilihan SAK memberikan pedoman yang sistematis, terukur. JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 menyusun laporan keuangan, khususnya laporan laba rugi. Melalui penerapan standar ini, informasi yang dihasilkan dalam laporan menjadi lebih relevan, andal, dan mudah dipahami baik oleh pelaku usaha maupun pihak eksternal. Laporan laba rugi adalah bagian dari laporan keuangan suatu entitas yang dihasilkan pada suatu periode akuntansi, yang menjabarkan unsur-unsur pendapatan dan beban perusahaan sehingga menghasilkan laba bersih pada periode tersebut. Semua penghasilan dan beban yang diakui dalam suatu periode harus disajikan secara keseluruhan, kecuali SAK mensyaratkannya. Berdasarkan DJPB (Kemenkeu, 2. Usaha Kecil, dan Menengah (UKM) mempunyai peran strategis dalam pertumbuhan perekonomian Indonesia. Jumlah UKM di Indonesia mencapai 99% dari total jumlah unit usaha di Indonesia dan menyumbang 60,5% PDB Indonesia serta mampu menyerap 96,9% dari total penyerapan tenaga kerja Penerapan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) menjadi solusi bagi pengusaha karena dirancang khusus untuk entitas kecil dengan karakteristik laporan yang lebih sederhana, mudah dipahami, dan relevan. Namun, implementasinya di lapangan masih sangat terbatas, baik karena keterbatasan sumber daya manusia, minimnya pelatihan, maupun kurangnya kesadaran akan pentingnya laporan keuangan. Bagi pelaku usaha, khususnya pada skala kecil dan menengah, penyusunan laporan laba rugi masih sering diabaikan karena dianggap rumit, kurang penting, atau belum dianggap sebagai prioritas. Hal ini juga terjadi pada Garassi Coffee, sebuah usaha yang beroperasi aktif dan memiliki perkembangan cukup signifikan dari sisi penjualan, namun belum memilikii laporan laba rugi yang disusun secara Garassi Coffee, dalam praktiknya selama ini hanya mencatat pemasukan melalui aplikasi kasir dan pengeluaran secara sederhana tanpa ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB mengklasifikasikan transaksi secara akuntansi dan tanpa menyusun laporan laba rugi yang utuh. Akibatnya. Garassi Coffee tidak memiliki informasi yang memadai mengenai perkembangan usaha secara periodik. Padahal laporan laba rugi sengat penting bagi Garassi Coffee untuk mengetahui apakah kegiatan operasional yang dilakukan menghasilkan keuntungan atau mengalami kerugian. Tanpa laporan ini, pengambilan keputusan yang berkaitan dengan strategi usaha, pengendalian biaya, maupun pengembangan bisnis akan menjadi kurang akurat dan berisiko menimbulkan kesalahan manajerial. Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka permasalahan yang dapat diidentifikasikan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Garassi coffee belum menyusun laporan keuangan secara formal sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK). Pencatatan keuangan masih bersifat sederhana dan hanya terbatas pada pencatatan penjualan melalui aplikasi kasir dan catatan pembelian bahan baku. Belum terdapat laporan laba rugi yang disusun secara sistematis dan lengkap, sehingga menyulitkan pemilik usaha dalam menilai kinerja keuangan usahanya secara akurat. Karena keterbatasan waktu, tenaga, dan dana menjadi pertimbangan dalam membatasi ruang lingkup laporan keuangan. Penelitian ini dibatasi hanya akan menganalisis laporan laba rugi, tanpa membahas laporan keuangan lain seperti neraca atau laporan arus kas. Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan, maka rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana penerapan penyusunan laporan laba rugi berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) pada Garassi Coffee di Kabupaten Tabalong. Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan penyusunan laporan laba rugi berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) pada Garassi Coffee di Kabupaten Tabalong. JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 TINJAUAN PUSTAKA Laporan Keuangan Laporan keuangan . inancial statemen. adalah informasi kuantitatif keuangan suatu entitas dalam periode tertentu, dan merupakan hasil proses Laporan keuangan ini bertujuan untuk menyediakan informasi entitas yang dapat dimanfaatkan oleh sejumlah besar pengguna . take holde. dalam pengambilan keputusan ekonomi (Drs. Pirmatua Sirait S. , 2. Jenis Laporan Keuangan Jenis-jenis laporan keuangan memiliki beberapa jenis yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan Berikut 5 jenis laporan keuangan menurut (Drs. Pirmatua Sirait S. , 2. Pedoman Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) : Laporan Neraca Laporan yang menunjukkan posisi keuangan perusahaan pada tanggal tertentu. Laporan Laba Rugi Laporan keuangan yang menggambarkan hasil usaha perusahaan dalam suatu periode tertentu. Laporan perubahan modal Laporan yang berisi jumlah dan jenis modal yang dimiliki pada saat ini. Laporan arus kas Laporan yang menunjukkan semua aspek yang berkaitan dengan kegiatan perusaahan, baik yang berpengaruh langsung atau tidak berpengaruh langsung. Laporan catatan atas laporan keuangan Laporan yang memberikan informasi apabila ada laporan keuangan yang memerlukan penjelasan tertentu. Analisis Laporan Laba Rugi Laporan laba rugi adalah laporan yang disusun sistematis, isinya penghasilan yang diperoleh perusahaan dikurangi dengan bebanbeban yang terjadi dalam perusahaan selama periode tertentu. Dalam laporan laba rugi menjabarkan elemen-elemen penghasilan dan beban perusahaan sehingga menghasilkan suatu laba . tau rug. Untuk perusahaan jasa istilah penghasilan dalam laporan laba rugi adalah Untuk perusahaan dagang dan ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB manufaktur istilah penghasilan dalam laporan keuangan adalah penjualan (Sujarweni V. , 2. Laporan laba rugi merupakan komponen dari laporan keuangan suatu perusahaan pada suatu peiode akuntansi yang didalamnya memberikan informasi terkait pendapatan dan biaya perusahaan yang dapat menghasilkan suatu keuntungan atau kerugian bersih (Kasmir, 2. Laporan laba rugi dapat disajikan secara bulanan, tahunan, triwulanan atau berdasarkan konsep pemadanan antara biaya dan pendapatan . atching cost and Laporan laba rugi meringkaskan hasil dari kegiatan perusahaan selama periode akuntansi Laporan ini sering dipandang sebagai laporan akuntansi yang paling penting dalam laporan tahunan. Kegiatan perusahaan selama periode tententu mencakup aktivitas rutin atau operasional, di samping aktivitas-aktivitas yang sifatnya tidak rutin dan jarang muncul. Di samping itu perusahaan mungkin memutuskan untuk menghentikan lini bisnis tertentu, melakukan perubahan metode akuntansi, melaporkan itemitem luar biasa. Aktivitas-aktivitas ini perlu dilaporkan dengan semestinya agar pembaca laporan keuangan memperoleh informasi yang (Dr. Mamduh & Prof. Dr. Abdul, 2. Fungsi Laporan Laba Rugi Laporan laba rugi memiliki fungsi-fungsi bagi perusahaan (Fahmi, 2. Berikut merupakan fungsi-fungsi dari laporan laba rugi yaitu sebagai Bahan pertimbangan keuangan. Laporan laba rugi dapat berfungsi sebagai pertimbangan keuangan dari transaksi-transaksi yang dilakukan dalam kegiatan operasional perusahaan selama periode tertentu . arian, mingguan, bulanan, dan tahuna. yang dapat menghasilkan keuntungan ataupun kerugian. Mengetahui kinerja perusahaan. Laporan laba rugi dapat menjadi indikator untuk melihat kinerja suatu perusahaan yang dapat ditinjau dari akun pendapatan dan beban yang dihasilkan oleh perusahaan selama periode waktu tertentu. JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 Mengetahui pergerakan atau tren perusahaan. Tren perusahaan dalam laporan laba rugi yang dihasilkan dari beberapa kurun waktu tertentu, menganalisis dan mengevaluasi terkait kinerja, keuntungan dan kerugian perusahaan. Indikator Laba Rugi Menurut (Rustiana. Maryati, & Dyarini, 2. indikator yang menyusun laporan laba rugi dapat dijelaskan secara singkat sebagai berikut : Pendapatan dari penjualan Jumlah yang dibebankan kepada pelanggan untuk barang dagang yang dijual, baik secara tunai maupun kredit, dilaporkan pada seksi ini. Harga pokok penjualan Harga pokok atau biaya dari barang dagang yang dijual selama periode tersebut. Biasa juga disebut sebagai harga pokok penjualan . ost of goods sold atau cost of sale. Berikut contoh perhitungan Harga Pokok Penjualan (HPP). Laba kotor Kelebihan penjualan bersih terhadap harga pokok barang dagang yang dijual disebut laba kotor . ross profi. Beban operasi Contoh-contohnya meliputi gaji pegawai kantor, penyusutan peralatan kantor, dan perlengkapan kantor yang digunakan. Laba dari operasi Laba kotor yang melebihi total biaya operasional disebut laba operasi atau . ncome from operation. Pendapatan lain-lain dan beban lain-lain Pendapatan dari sumber selain bisnis utama lain-lain. Untuk perusahaan dagang, ini termasuk pendapatan bunga, pendapatan sewa, dan pendapatan dari penjualan aset tetap Laba bersih Angka terakhir pada laporan laba rugi disebut laba bersih . et incom. atau kerugian bersih . et los. Bentuk Laporan Laba Rugi ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Menurut (Sujarweni V. , 2. Laporan laba rugi disajikan dalam bentuk-bentuk sebagai Bentuk Single Step Didalam laporan laba rugi bentuk Single Step, untuk akun penghasilan dikelompokkan terlebih dahulu, kemudian baru dijumlahkan. Kemudian dibagian bawah pendapatan baru Jumlah pendapatan dikurangi jumlah beban, selisihnya merupakan laba bersih atau rugi bersih. Bentuk Multiple Step Bentuk multiple step untuk pendapatan perlu dipisahkan antara pendapatan pokok dengan pendapatan diluar usaha pokok, serta memisahkan beban usaha utama dengan beban diluar usaha. Laporan laba/rugi menurut bentuk bertahap dapat disusun sebaga berikut. Laporan laba rugi multiple step menggunakan tiga tiga formula akuntansi yang berbeda untuk mengetahui nilai akhir pada laba bersih: Laba Kotor = Penjualan bersih Ae Biaya barang jual . Pendapatan Operasi = Laba kotor Ae Beban . Penghasilan bersih = penghasilan operasi item non-operasi Definisi Standar Akuntansi Keuangan (SAK) Standar Akuntansi Keuangan (SAK) adalah standar praktik akuntansi yang digunakan di Indonesia, yang disusun dan diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan yang dibentuk oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Standar akuntansi ini mengatur hal tentang pembuatan, penyusunan, hingga proses pencatatan dan penyajian data-data akuntansi dengan tujuan laporan keuangan menjadi seragam dan mudah dipahami oleh para pengguna. Pada tahun 1970-an SAK mengikuti standar praktik akuntansi Amerika Serikat (US GAAP), kemudian pada tahun 1990-an mulai berkiblat pada International Accounting Standards (IAS). Per 1 Januari 2015. SAK resmi mengadopsi penuh Standar Pelaporan Keuangan Intenasional (IFRS), yang merupakan kelanjutan dari IAS. Standar JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 Akuntansi Keuangan menghasilkan laporan keuangan yang informatif dan transparansi sehingga bisa digunakan berbagai pihak dalam pengambilan keputusan ekonomi dan meningkatkan kualitas laporan keuangan sesuai peraturan Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK IAI). Karakteristik laporan keuangan menurut SAK Keterpahaman Relevansi Materialitas Keandalan Bentuk Prudensi Kelengkapan Keterbandingan Ketepatwaktuan Berdasarkan (IAI, 2. pada Laporan Laba Rugi Entitas dapat mencakup akun-akun sebagai Pendapatan Beban keuangan Beban pajak Entitas menyajikan akun dan bagian dari akun dalam laporan laba rugi jika penyajian tersebut relevan untuk memahami kinerja keuangan entitas. Laporan laba rugi memasukkan semua penghasilan dan beban yang diakui dalam suatu periode, kecuali ED SAK mensyaratkan lain. ED SAK mengatur perlakuan atas dampak koreksi atas kesalahan dan perubahan kebijakan akuntansi yang disajikan sebagai penyesuaian retrospektif terhadap periode yang lalu dan bukan sebagai bagian dari laba atau rugi dalam periode terjadinya Definisi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) UKM merupakan singkatan dari Usaha Kecil dan Menengah (UKM). UKM adalah ragam usaha yang dilakukan dengan ragam usaha yang dilakukan dengan skala kecil sampai dengan UKM tidak menjadi suatu kommponen suatu perusahaan baik cabang ataupun anak perusahaan ataupun usaha dengan skala yang besar. Dijelaskan pada Undang-undang NO. 20 Tahun 2008 mengenai usaha kecil, mikro, serta Di UU No. 20 Tahun 2008 dijelaskan ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB usaha kecil merupakan bisnis yang memiliki pendapatan dari 300 juta hingga 2,5 miliar setiap Usaha menengah merupakan usaha yang memiliki pendapatan 2,5 miliar hingga 50 miliar setiap tahunnya. Karyawan yang dimiliki oleh usaha menengah harus sekitar 30 hingga 100 Kerangka Konseptual Kerangka konseptual dalam penelitian ini dibangun berdasarkan teori-teori yang relevan mengenai penerapan SAK, dengan fokus pada penyusunan laporan keuangan khususnya laporan laba rugi. Berdasarkan literatur yang ada, penerapan SAK bertujuan untuk memberikan pedoman yang jelas dalam penyusunan laporan keuangan bagi umkm agar dapat meningkatkan transparansi dan pemahaman tentang kinerja Dalam penelitian ini, variabel utama yang dianalisis adalah penerapan prinsip-prinsip SAK pada umkm Garassi Coffee, dengan fokus pada penerapan laporan laba rugi sebagai bagian dari laporan keuangan yang lengkap dan akurat. Gambar 1. Kerangka Konseptual Garassi Coffee Penyusunan Laporan Laba Rugi Penyusunan Laporan Laba Rugi Berdasarkan SAK Hasil Penelitian Sumber : Data Diolah, 2025 METODE PENELITIAN Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan jenis penelitian deskriptif. Menurut (Sugiyono P. , 2. , metode kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/ statistik, dengan tujuan untuk menggambarkan dan menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Sedangkan jenis penelitian deskriptif adalah JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai masing-masing variabel, baik satu variabel atau lebh sifatnya indipenden untuk mendapatkan gambaran tentang variabel-variabel tersebut (Sujarweni V. , 2. Pendekatan kuantitatif dipilih karena penelitian ini bertujuan untuk pengumpulan dan menganalisis data keuangan secara terukur dan objektif, dan untuk menilai sejauh mana penerapan penyusunan laporan keuangan khususnya laporan laba rugi berdasarkan SAK pada Garassi Coffee. Populasi dan Sampel Menurut (Sugiyono, 2. , populasi adalah keseluruhan elemen yang akan dijadikan wilayah Elemen populasi adalah keseluruhan subyek yang akan diukur, yang merupakan unit yang diteliti. Adapun populasi pada penelitian ini yaitu seluruh data laporan penjualan dan beban yang ada pada Garassi Coffee di Kabupaten Tabalong selama periode tahun 2024. Menurut (Sugiyono, 2. , sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Adapun sampel pada penelitian ini yaitu data-data yang relevan seperti pendapatan dan beban operasional yang dilakukan oleh Garassi Coffee Kabupaten Tabalong selama satu tahun khusunya pada tahun 2024. Menurut (Sugiyono, 2. , data sekunder adalah data yang diperoleh peneliti secara tidak langsung melalui dokumen atau laporan yang telah tersedia. Oleh karena itu, penggunaan laporan keuangan selama satu tahun dalam penelitian kuantitatif diperbolehkan, selama data tersebut relevan dan mendukung tujuan penelitian. Sumber Data Penelitian ini menggunakan sumber data sekunder yang diperoleh dari berbagai referensi yang relevan untuk mendukung analisis mengenai penyusunan laporan laba rugi berdasarkan SAK pada Garassi Coffee. Sumber data sekunder yang digunakan mencakup pedoman resmi tentang SAK yang diterbitkan oleh lembaga-lembaga, bukubuku akuntansi yang membahas tentang penyusunan laporan keuangan, serta jurnal-jurnal ilmiah yang mengkaji topik terkait dengan usaha kecil dan penerapan standar akuntansi. ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Teknik Pengumpulan Data Observasi Observasi sebagai teknik pengumpulan data yang spesifik bila dibandingkan dengan teknik yang lain yaitu wawancara dan kuesioner (Sugiyono P. Data yang didapatkan dari proses observasi yaitu mengetahui secara langsung pengelolaan keuangan yang dilakukan Garassi Coffee yang mana masih menggunakan laporan keuangan sederhana. Dokumentasi Metode mengumpulkan data dengan mencatat data- BIAYA BAHAN BAKU Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember BULAN OMZET Januari TOTAL BIAYA OPERASIONAL data yang sudah ada. Dalam penelitian ini, teknik dokumentasi yang digunakan untuk memperoleh informasi berupa dokumen tertulis dari lokasi penelitian. Dokumentasi yang diperoleh oleh peneliti yaitu catatan transaksi pendapatan dan pengeluaran pada periode yang sudah ditetapkan. Teknik Analisis Data Menurut (Sugiyono, 2. , analisis data merupakan kegiatan setelah data dari seluruh responden terkumpul. Teknis analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknis mendeskripsikan data-data yang telah diperoleh pada saat melakukan penelitian atau pengamatan pada Garassi Coffee dari data yang diperoleh dapat dilakukan analisis data sebagai berikut: Mengidentifikasi data laporan keuangan laba rugi antara lain yaitu pendapatan dan beban. JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 Melakukan perhitungan laporan keuangan dengan melakukan metode laporan laba rugi. Dalam melakukan perhitungan ini dibagi menjadi dua tahap yaitu : Mengumpulkan data produksi selama periode tertentu serta mengumpulkan biaya pendapatan dan beban. Mendiskripsikan perhitungan Harga Pokok Penjualan (HPP) dan laporan laba rugi. Melakukan penyusunan laporan laba rugi berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan (SAK). HASIL DAN PEMBAHASAN Rekaptulasi Penjualan dan Pengeluaran pada Garassi Coffee Pencatatan data penjualan dan pengeluaran pada Garassi Coffee, diketahui bahwa jumlah penjualan dan biaya bahan baku yang di catat setiap bulan mengalami fluktuasi. Fluktuasi tersebut dapat disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya perubahan jumlah konsumen, variasi pengeluaran bahan baku, serta kondisi pasar yang mempengaruhi penjualan. Tabel 1. Rekaptulasi Penjualan dan Pengeluaran Garassi Coffee Sumber : Garassi Coffee Berdasarkan tabel 1. rekaptulasi data penjualan . dan pengeluaran yang terdiri dari biaya bahan baku serta biaya operasional pada Garassi Coffee, dapat diuraikan sebagai berikut: pada bulan Januari, omzet yang diperoleh sebesar Rp 68. 000 dengan pengeluaran untuk biaya bahan baku sebesar Rp 27. 500 dan biaya operasional sebesar Rp 13. Memasuki bulan Februari, terjadi kenaikan omzet menjadi Rp 000, naik sebesar Rp 4. 000 dibanding bulan sebelumnya. Biaya bahan baku juga meningkat menjadi Rp 27. 500, sedangkan biaya operasional tetap sebesar Rp 13. Pada bulan Maret, omzet sedikit menurun menjadi Rp 72. 000, namun masih tergolong stabil. Biaya bahan baku sebesar Rp 27. 500 dan biaya operasional tetap diangka Rp 13. ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Dibulan April, omzet naik menjadi Rp 000, meningkat sebesar Rp 6. 000 dari bulan maret. Pengeluaran bahan baku Rp 500, sedangkan biaya operasional naik tipis menjadi Rp 13. bulan Mei mencatat omzet sebesar Rp 75. 000 dengan biaya bahan baku Rp 29. 500 dan biaya operasional tetap Rp terjadi sedikit penurunan omzet sebesar Rp 2. 000 dari bulan sebelumnya. Pada bulan Juni terjadi kenaikan signifikan daalam omzet sebesar Rp 82. 000 naik sebesar Rp 000 dibanding bulan Mei. Biaya bahan baku meningkat menjadi Rp 34. 000, dan biaya operasional juga naik menjadi Rp 13. selanjutnya bulan Juli mencatat omzet sebesar Rp 000 dengan biaya bahan baku Rp 000 dan biaya operasional tetap Rp terjadi penurunan omzet sebesar Rp 000 dari bulan Juni. Pada bulan Agustus, omzet naik menjadi Rp 85. 000, naik sebesar Rp 6. 000 dari bulan Juli. Pengeluaran juga meningkat dengan biaya bahan baku Rp 000 dan biaya operasional tetap di Rp Bulan September menunjukkan peninngkatan omzet menjadi Rp 84. 000 dengan biaya bahan baku Rp 37. 000 dan biaya operasional tetap Rp 13. walaupun menurun sedikit dibanding Agustus, pengeluaran tetap naik. Pada bulan Oktober, terjadi penurunan omzet menjadi Rp 80. 000 dengan biaya bahan baku Rp 000 dan biaya operasional tetap Rp Bulan November mencatat omzet sebesar Rp 83. 000 dengan biaya bahan baku Rp 37. 000 dan biaya operasional naik sedikit menjadi Rp 13. Terakhir pada bulan Desember, omzet tertinggi dalam setahun tercatat sebesar Rp 88. 000 omzet naik sebesar Rp 000 dengan biaya bahan baku Rp 38. dan biaya operasional tetap di Rp 13. Tabel 2. Peralatan operasional Garassi Coffee JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 PERALATAN riring, dl. Rp 12. rok presso cup sealer Rp 50. Total Rp 80. Sumber: Garassi Coffee Peralatan-peralatan ini tergolong sebagai asset tetap karena memiliki masa manfaat lebih dari satu tahun dan digunakan secara berulang dalam kegiatan operasional harian. Perhitungan Harga Pokok Penjualan (HPP) Pada Usaha Garassi Coffee Menurut (Sujarweni, 2. untuk menghitung harga pokok penjualan harus diperhatikan terlebih dahulu unsur-unsur yang berhubungan dengan harga pokok penjualan. Meskipun dalam praktiknya Garassi Coffee belum menyusun laporan keuangan secara formal, perhitungan harga pokok penjualan (HPP) tetap diperlukan untuk mengetahui besarnya biaya yang dikeluarkan dalam proses penyediaan produk yang dijual. Berikut adalah rumus dan perhitungan harga pokok penjualan pada usaha Garassi Coffee: HPP = Persediaan awal barang dagangan pembelian bersih Ae persediaan akhir HPP = Barang yang tersedia untuk dijual Ae persediaan akhir Tabel 3. Perhitungan Harga Pokok Penjualan (HPP) Penjualan Rp 68. Potongan penjualan Return penjualan Penjualan bersih Rp 68. Persediaan awal Rp 1. Pembelian Rp 27. Beban angkut pembelian Rp 100. Potongan pembelian Return pembelian Total persediaan Rp 28. Persediaan akhir Rp 1. 000 Harga pokok penjulan Rp 27. Laba kotor Rp 41. ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Beban biaya: Beban gaji karyawan Rp 11. Beban listrik Beban air Beban internet Beban perlengkapan Rp 300. Total beban usaha Rp 13. 000 Laba bersih sebelum pajak Rp 28. Sumber : Data Diolah, 2025 Harga Pokok Penjualan (HPP) dalam laporan laba rugi disusun untuk mengetahui total biaya barang yang dijual selama satu periode akuntansi. Perhitungannya dengan mencatat penjualan kotor sebesar Rp 68. tidak terdapat potongan penjualan maupun retur, maka jumlah ini menjadi penjualan bersih. Selanjutnya, perhitungan HPP dimulai mencatat persediaan awal sebesar Rp 1. 000 selama periode berjalan, dilakukan pembelian barang dagang sebesar Rp 27. Karena tidak ada potongan, retur, maka jumlah ini menjadi pembelian bersih. Persediaan awal dan pembelian dijumlahkan sehingga total persediaan menjadi Rp nilai ini kemudian dikurangi dengan persediaan akhir sebesar Rp 1. 000, sehingga diperoleh Harga Pokok Penjualan (HPP) sebesar Rp 27. Laba kotor kemudian dihitung dengan mengurangi HPP dari penjualan bersih, yaitu sebesar Rp 41. kemudian dikurangi Pendapa Septemb Bulan Novemb Oktober Perhitungan Laba Rugi pada Garassi Coffee Perhitungan Laba Rugi Garassi Coffee dihitung secara perbulan menggunakan rumus laba Laba rugi = pendapatan usahaAe beban usaha Laba kotor = total pendapatan - HPP Tabel 4. Penyusunan laba rugi pada Garassi Coffee Bulan Pendapata Januari Februari Maret April Penjualan Pendapatan Jumlah Laba bersih Pendapatan Total Harga Beban Beban Pendapa Bulan Mei Juni Juli Agustus Desember Penjuala n bersih Pendapat an bunga Pendapat an sewa Total Harga Beban Beban Jumlah Jumlah Laba Laba Penjuala n bersih Pendapat an bunga Pendapat an sewa Total Harga Beban Beban beban sebesar Rp 13. 000 untuk mendapatkan laba bersih sebelum pajak sebesar Rp 28. JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 Sumber : Data Diolah, 2025 ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Pada tabel 4. menyajikan perhitungan keuntungan pada Garassi Coffee selama periode Januari hingga Desember 2024. Laporan ini menunjukkan bahwa pendapatan utama Garassi Coffee berasal dari penjualan bersih, tanpa adanya pendapatan tambahan dari bunga ataupun sewa. Pada awal tahun, pendapatan penjualan bersih tercatat sebesar Rp 68. 000 dan mengalami kenaikan secara bertahap hingga mencapai puncuknya pada bulan Desember sebesar Rp hal ini menunjukkan adanya pertumbuhan aktivitas usaha selama tahun Peningkatan diikuti dengan kenaikan Rp27. 500 pada bulan Januari dan mencapai Rp 000 pada bulan Desember. Secara keseluruhan, laporan laba rugi ini mencerminkan kinerja keuangan Garassi Coffee yang cukup stabil dan menunjukkan tren pertumbuhan yang positif menuju akhir tahun. Hal ini menunjukkan kemampuan usaha dalam meningkatkan penjualan dan menjaga efesiensi biaya operasional sepanjang tahun 2024. Penyusunan Laporan Laba Rugi Berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) Laporan laba rugi menurut SAK disusun pendapatan dan beban usaha selama periode tertentu, sehingga menghasilkan informasi tentang laba atau rugi bersih yang diperoleh entitas. Tabel 5. Penyusunan laba rugi berdasarkan SAK GARASSI COFFEE LAPORAN LABA RUGI UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR DESEMBER 2024 Jumlah Laba . Beban pajak Laba . setelah pajak Laba . Beban pajak Laba . GARASSI COFFEE LAPORAN LABA RUGI UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR DESEMBER 2024 Septemb Novemb Desembe Pendapatan: Oktober Pendapatan Pendapatan lain-lain Jumlah Beban: JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 Pendapatan Pendapatan lain-lain Jumlah Beban: April Beban listrik Beban air Beban Beban Maret Beban listrik Beban air Beban Beban Jumlah Februari Beban gaji Beban gaji Januari GARASSI COFFEE LAPORAN LABA RUGI UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR DESEMBER 2024 Pendapatan: Mei Juni Juli Agustus Pendapatan Pendapatan lain-lain Jumlah Beban: HPP Pendapatan: HPP HPP Beban gaji Beban listrik Beban air Beban Beban ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Jumlah Laba . Beban pajak Laba . setelah pajak Sumber : Data Diolah, 2025 Berdasarkan tabel 5. hasil laporan laba rugi berdasarkan SAK pada Garassi Coffee untuk periode Januari hingga Desember 2024, dapat diketahui seluruh pendapatan diperoleh dari aktivitas operasional tanpa ada pendapatan lainlain. Pendapatan bulanan mengalami peningkatan, dari Rp 68. 000 pada bulan Januari hingga Rp 000 pada bulan Desember. Harga Pokok Penjualan (HPP) juga meningkat seiring naiknya penjualan, dari Rp 27. 500 menjadi Rp beban operasional terdiri dari bebang gaji, listrik, air, internet, dan perlengkapan. Jumlah beban relatif stabil sepanjang tahun, laba bersih setelah pajak menunjukkan pertumbuhan positif, dari Rp 27. 500 pada bulan Januari hingga sebesai Rp 35. 000 pada bulan Desember. PEMBAHASAN Penyusunan laporan keuangan menjadi bagian penting dalam proses pengelolaan usaha, salah satu laporan utama yang menggambarkan kinerja keuangan adalah laporan laba rugi. Namun, pada kenyataannya banyak pelaku usaha masih belum menerapkan penyusunan laporan ini secara Hal ini juga terjadi pada Garassi Coffee, sebuah usaha mikro yang bergerak dibidang Sampai saat ini. Garassi Coffee belum menyusun laporan laba rugi secara formal. Dalam konteks ini. Standar Akuntansi Keuangan (SAK) hadir sebagai pedoman penyusunan laporan keuangan yang disesuaikan dengan karakteristik yang ada. Berdasarkan (IAI, 2. SAK ditujukan agar pelaku usaha dapat menyusun laporan keuangan secara sederhana namun tetap relevan. Laporan laba rugi yang disusun sesuai SAK harus memuat informasi mengenai pendapatan, beban, dan laba atau rugi usaha dalam periode tertentu. Berdasarkan data pencatatan selama Januari hingga JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 Desember 2024, dilakukan penyusunan laporan laba rugi Garassi Coffee sesuai ketentuan SAK. Dari hasil penyusunan, diketahui bahwa seluruh pendapatan berasal dari kegiatan operasional, yaitu penjualan makanan dan minuman di Kafe. Tidak terdapat pendapatan diluar usaha selama periode Total Garassi Coffee menunjukkan tren yang meningkat setiap bulan, yang dimulai dari Rp 68. 000 pada bulan Januari hingga mencapai Rp 88. 000 pada bulan Desember. Kenaikan pendapatan ini menunjukkan bahwa Garassi Coffee mengalami pertumbuhan dalam volume penjualan yang konsisten, meskipun tidak terdapat perluasan usaha secara signifikan selama tahun berjalan. Peningkatan pendapatan merupakan indikator utama bagi usaha dalam menilai pertumbuhan usahanya secara internal, sekaligus mencerminkan efektifitas strategi pemasaran dan layanan. Harga Pokok Penjualan (HPP) juga turut meningkat seiring dengan peningkatan penjualan. Selain HPP, komponen penting lainnya adalah beban operasional. Beban ini meliputi bebang aji karyawaan, listrik, air, internet, dan perlengkapan Beban operasional per bulan relative tetap, berkisar antara Rp 13. 000 hingga Rp ini menunjukkan struktur biaya tetap yang konsisten, dengan gaji sebagai komponen terbesar yaitu Rp 11. 000 per bulan. Beban tetap yang stabil menandakan efesiensi dalam pengelolaan biaya operasional harian. Setelah dikurangi dengan pajak penghasilan. Garassi Coffee mencatat laba bersih setiap Secara keseluruhan, laba usaha tahunan Garassi Coffee mencapai Rp 399. 500 dan setelah dikurangi pajak penghasilan menjadi sebesar Rp 387. 000 peningkatan laba bersih ini mencerminkan keberhasilan Garassi Coffee dalam menjaga keseimbangan antara pendapatan dan beban. Sesuai dengan pernyataan (Kasmir, 2. , laba bersih merupakan tolak ukur utama untuk menilai keberhasilan keuntungan dari aktivitas utama perusahaan. Dengan menyusun laporan laba rugi berdasarkan SAK. Garassi Coffee memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB kondisi keuangannya. Informasi ini dapat digunakan oleh pemilik usaha dalam pengambilan keputusan bisnis, seperti penambahan investasi, efisiensi biaya, hingga evaluasi terhadap strategi Lebih dari itu, penerapan standar akuntansi yang sesuai juga membuka peluang bagi pelaku usaha untuk memperoleh akses pembiayaan dari perbankan atau Lembaga keuangan lainnya. Secara keseluruhan, penerapan SAK dalam penyusunan laporan laba rugi pada Garassi Coffee merupakan Langkah awal yang sangat penting dalam proses pembenahan sistem akuntansi Laporan yang disusun tidak hanya menggambarkan kinerja keuangan, tetapi juga menjadi alat kendali dan perencanaan usaha ke Hal ini sesuai dengan tujuan SAK untuk mendorong pelaku usaha agar memiliki sistem pencatatan keuangan yang sederhana, transparan, dan bermanfaat. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan mengenai penyusunan laporan laba rugi berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) pada Garassi Coffee, maka dapat disimpulkan bahwa sebelum dilakukan penyusunan berdasarkan standar akuntansi. Garassi Coffee belum memiliki laporan laba rugi secara formal. Pencatatan keuangan hanya dilakukan secara sederhana melalui aplikasi yang ada di kasir dan catatan manual tanpaa klasifikasi akun dan struktur pelaporan yang sesuai dengan prinsip akuntansi. Dengan menggunakan data transaksi Garassi Coffee selama periode Januari hingga Desember 2024, laporan laba rugi berhasil disusun SAK. Penyusunan dilakukan dengan menghitung pendapatan usaha, harga pokok penjualan (HPP), serta beban operasional untuk memperoleh laba bersih Dan perhitungan laporan laba rugi tahunan menunjukkan tren pendapatan dan laba yang meningkat secara konsisten selama satu tahun, dengan total laba bersih setelah pajak sebesar Rp 387. 000 berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) lebih kecil dibanding perhitungan laporan laba rugi pada Garassi Coffee JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 yaitu sebesar Rp 399. Karena penyusunan ini lebih rinci mengacu pada struktur laporan laba rugi menurut Standar Akuntansi Keuangan (SAK). SARAN Adapun saran yang dapat peneliti berikan untuk Garassi Coffee, yaitu: Bagi Pelaku Usaha Pemilik penyusunan laporan keuangan khususnya laporan laba rugi yang sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) untuk mengolah keuangan usaha agar dapat mengetahui kinerja dan mengolah keuangan usaha agar dapat mengetahui kinerja dan posisi keuangan usaha yang lebih akurat. Bagi Peneliti Selanjutnya Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji laporan keuangan lainnya seperti neraca atau arus kas, serta melibatkan lebih dari satu usaha agar hasil penelitian lebih bervariasi dan mendalam. DAFTAR PUSTAKA Al Kindy. , & Susilowati. Aguatu. Penerapan SAK EMKM penyusunan laporan laba rugi pada UMKM. Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Manajemen, 2, 160-187. Andayani. Wangkar. , & Pinatik. Oktober . Analisis laporan keuangan umkm berdasarkan standar akutansi keuangan entitas mikro, kecil, dan menengah (SAK EMKM) pada CV. Eka Niaga . Riset Akuntansi dan Manajemen Pragmatis, 2, 208-218. Anita. Septembe. Analisis Penerapan Laporan Keuangan Laba Rugi Berdasarkan SAK EMKM pada Usaha Sasa Resto di Kota Metro. Jurnal Riset Ilmu Akuntansi, 1, 304-317. , & P. Analisis Laporan Keuangan. Yogyakarta: UPP STIM YKPN. Drs. Pirmatua Sirait. Analisis Laporan Keuangan. Yogyakarta: Ekuilibria. ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Drs. Pirmatua Sirait. Pelaporan dan Laporan Keuangan Edisi 2. Yogyakarta: Graha Ilmu. Fahmi. Analisis Kinerja Keuangan. Bandung: ALFABETA,cv. Hasyim. Pentingnya Laporan Keuangan Bagi UMKM. Retrieved . Lestari. , & Epriliyana. Septembe. Penerapan Standar Akuntansi Keuangan EMKM dalam Penyusunan Laporan Keuangan Pada Usaha Kerajinan Sangkar Burung Desa Sukowono Kabupaten Jember. Journal of Accounting and Finance, 1, 74-78. IAI. Penerapan standar akutansi keuangan (SAK) entitas mikro, kecil, dan menengah (EMKM) dalam penyanjian laporan keuangan usaha mikro kecil dan (UMKM). MALANG: International Research and Development for Human Beings. IAI. Exposure draft, standar akutansi keuangan entitas mikro, kecil, dan Jakarta: IFAC International Federation of Acountants. Indonesia. SAK Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro. Kecil, dan Menengah. Jakarta: Ikatan Akuntan Indonesia. Kariyoto. Analisis Laporan Keuangan. Malang. Indonesia: UB Press. Kasmir. Analisis Laporan Keuangan. Jakarta: RajaGrafinfo Persada. Kemenkeu, . UMKM Hebat. Perekonomian Nasional Meningkat. Kurniawan. Analisis laporan laba rugi dalam penjualan kue pada home industry nona manis di desa Kaliwining Kecamatan Rambipuji Kabupaten Jember. JEMBER: Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. Maraswati. Penyusunan laporan laba rugi pada usaha kerupuk rambak family berdasarkan standar akutansi keuangan JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 entitas mikro kecil dan menengah (SAK EMKM). Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro . Sari. Sari. , & Utari Panjaitan. Mare. Pedampingan Penyusunan Laporan Laba Rugi Berdasarkan SAK EMKM & Koperasi pada Usaha Mie Ayam & Bakso Solo Legowo. Jurnal Dehasen Mengabdi, 1, 41-44. Rajagukguk. Desember . Pentingnya Laporan Keuangan Bagi UMKM. Retrieved from KPPN Solok. Rustiana. Maryati, & Dyarini. Analisis Laporan Keuangan. Jakarta Selatan. Indonesia: UM Jakarta Press. Sitompul. Analisis Penerapan Laporan Laba Rugi Berdasarkan SAK Indonesia untuk EMKM pada Toko Ayra Petshop Periode Tahun 2023. ELESTE: Economic Skill Journal. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta. Sugiyono. Metode Penelitian Binis (Pendekatan Kuantitatif. Kualitatif. Kombinasi, dan R&D). Bandung: Alfabeta. Sujarweni. Akuntansi UMKM (Usaha Mikro Kecil Menenga. Yogyakarta: PT. PUSTAKA BARU.