PARADOKS Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 9 No. November - Januari e-ISSN : 2622-6383 doi: 10. 57178/paradoks. Dukungan Sebaya dan Adaptabilitas Karier Mahasiswa Generasi Z: Career Decision Self-Efficacy sebagai Variabel Mediasi Qoriana Puspita Sari1. Rini Sarianti2* Email korespondensi: rini_sarianti@fe. Universitas Negeri Padang. Sumatera Barat. Indonesia1*,2 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh peer support terhadap career adaptability dengan career decision self-efficacy (CDSE) sebagai variabel mediasi pada mahasiswa Generasi Z di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Padang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausal. Data dikumpulkan melalui kuesioner Google Form kepada 120 mahasiswa tingkat akhir Program Studi Manajemen yang berusia 20Ae24 tahun dan sedang berada dalam fase persiapan memasuki dunia Teknik analisis data menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peer support berpengaruh positif dan signifikan terhadap career adaptability. Selain itu, peer support juga memiliki pengaruh positif terhadap career decision self-efficacy. Lebih lanjut, career decision self-efficacy terbukti berpengaruh positif terhadap career adaptability. Temuan penting lainnya adalah career decision self-efficacy berperan secara signifikan sebagai variabel mediasi dalam hubungan antara peer support dan career adaptability, sehingga dukungan teman sebaya mampu menguatkan adaptasi karier mahasiswa melalui peningkatan keyakinan diri dalam pengambilan keputusan karier. Penelitian ini menegaskan pentingnya lingkungan sosial yang suportif sebagai strategi penguatan psikologis bagi mahasiswa dalam menghadapi transisi akademik menuju dunia kerja. Secara teoretis, temuan ini memperkaya kajian pengembangan karier dengan menjelaskan mekanisme psikologis bagaimana dukungan sosial sebaya bekerja melalui peningkatan efikasi diri dalam pengambilan keputusan karier untuk membentuk adaptabilitas karier mahasiswa. Kata kunci: Peer Support. Career Adaptability. Career Decision Self-Efficacy. Generasi Z This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Pendahuluan Perubahan cepat dalam lingkungan kerja global menuntut setiap individu memiliki kesiapan menghadapi dinamika dunia profesi. Generasi muda, khususnya mahasiswa tingkat akhir, kini diharapkan mampu mengembangkan kemampuan beradaptasi terhadap tuntutan pekerjaan dan ketidakpastian pasar kerja. Kompetensi tersebut dikenal sebagai career adaptability, yaitu kesiapan psikologis untuk menghadapi perubahan, transisi, dan tantangan karier (Savickas & Porfeli, 2. Di tengah situasi persaingan tenaga kerja yang semakin ketat, perguruan tinggi diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya mempunyai pengetahuan akademik, tetapi juga mampu menavigasi proses transisi karier dengan percaya diri. Penelitian terbaru menegaskan pentingnya kemampuan adaptasi karir bagi keberhasilan mahasiswa memasuki dunia kerja. Individu dengan tingkat adaptabilitas karier yang tinggi terbukti mampu menghadapi perubahan, mengelola tekanan profesional, dan membuat keputusan karier yang strategis (Hamzah et al. , 2021. Zhang et , 2. Pada Generasi Z, konteks ini semakin relevan karena kelompok ini hidup di tengah Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9 . | 1014 revolusi digital, perubahan teknologi, dan volatilitas pasar kerja global. Banyak studi juga menempatkan faktor sosial sebagai determinan penting dalam memengaruhi kesiapan karier mahasiswa, termasuk dukungan lingkungan sosial seperti teman sebaya. Namun demikian, penelitian sebelumnya masih menunjukkan keterbatasan dalam menjelaskan bagaimana faktor eksternal, terutama peer support, dapat diterjemahkan menjadi kemampuan adaptif karier secara nyata. Beberapa riset menemukan hubungan positif antara dukungan sosial dan adaptabilitas karier, tetapi mekanisme psikologis yang menjelaskan hubungan tersebut belum sepenuhnya dibahas secara komprehensif. Sebagian besar studi tidak mempertimbangkan peran perantara internal seperti keyakinan diri mengambil keputusan karier, padahal efikasi diri merupakan kunci dalam mengubah dukungan lingkungan menjadi tindakan proaktif (Zhang & Huang, 2018. Agoes Salim et al. Kesenjangan ini membuka peluang riset yang lebih mendalam. Berdasarkan celah tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh peer support terhadap career adaptability, menguji pengaruh peer support terhadap career decision selfefficacy, serta menelaah peran mediasi career decision self-efficacy dalam hubungan antara peer support dan career adaptability pada mahasiswa Generasi Z di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Padang. Dengan mengintegrasikan tujuan tersebut, kebaruan penelitian ini terletak pada pengujian simultan hubungan langsung dan tidak langsung antarvariabel menggunakan kerangka Career Construction Theory, sehingga tidak hanya memetakan hubungan empiris antarvariabel tetapi juga menjelaskan bagaimana mekanisme psikologis internal bekerja dalam menerjemahkan dukungan sosial menjadi adaptabilitas karier mahasiswa tingkat akhir. Dalam perspektif Career Construction Theory, peer support dipandang sebagai konteks sosial yang menyediakan sumber daya adaptif . daptivity resource. bagi individu untuk membangun kesiapan psikologis dalam menghadapi tugas perkembangan karier. Interaksi dengan teman sebaya memungkinkan mahasiswa melakukan refleksi diri, pertukaran informasi, serta validasi sosial terhadap pilihan karier, yang secara langsung memperkuat keyakinan akan kemampuan diri dalam membuat keputusan karier. Dengan demikian, peer support tidak hanya berfungsi sebagai faktor eksternal, tetapi menjadi stimulus konstruktif yang mengaktifkan career decision self-efficacy sebagai mekanisme psikologis internal yang menjembatani pengaruh lingkungan sosial terhadap adaptabilitas Konsep inti penelitian merujuk pada tiga variabel utama, yaitu peer support, career adaptability, dan career decision self-efficacy. Peer support didefinisikan sebagai persepsi mahasiswa terhadap bantuan, saran, dan dukungan dari teman sebaya dalam menghadapi tugas perkembangan karier, baik secara emosional maupun informasional (Zhang & Huang, 2. Career adaptability dipahami sebagai sumber daya psikologis untuk mengatasi transisi dan mengelola ketidakpastian karier (Savickas & Porfeli, 2. , sementara career decision self-efficacy merujuk pada keyakinan diri mahasiswa dalam menjalankan tugas pengambilan keputusan karier, mulai dari penilaian diri hingga pemecahan masalah (Taylor & Betz, 1. Dengan meninjau teori dan temuan empiris sebelumnya, penelitian ini menghadirkan pemahaman kontekstual mengenai kontribusi dukungan teman sebaya dalam membangun adaptabilitas karier melalui mediasi efikasi diri pada generasi muda di lingkungan perguruan tinggi. Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9 . | 1015 Metodologi Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian kausal. Pendekatan ini dipilih karena sesuai untuk menjawab pertanyaan penelitian mengenai hubungan langsung dan tidak langsung antara peer support, career decision self-efficacy, dan career adaptability dalam konteks mahasiswa Generasi Z. Desain kuantitatif memungkinkan pengujian hipotesis melalui pengukuran terstruktur serta analisis statistika guna melihat kekuatan pengaruh antarvariabel yang diteliti. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan pendekatan Partial Least SquareAeStructural Equation Modeling (PLS-SEM) karena metode ini berorientasi pada prediksi hubungan antarvariabel laten serta efektif digunakan untuk menguji model mediasi secara simultan, khususnya pada ukuran sampel moderat dan model penelitian yang bersifat pengembangan teoritis. Penelitian dilaksanakan pada mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Padang yang termasuk dalam kategori Generasi Z dan berada di tingkat akhir pendidikan. Populasi dalam penelitian ini adalah jumlah orangorang yang tergolong Generasi Z di FEB UNP jurusan manajemen berdasarkan rentang umur 20-24 tahun. Diperoleh sampel penelitian yang memenuhi kriteria sebanyak 120 Data dikumpulkan menggunakan instrumen berupa kuesioner berbasis skala Likert yang disusun berdasarkan indikator teoretis dari ketiga variabel penelitian. Tabel 1 Indikator Ketiga Variabel Variables Career Adaptability Code X1. X1. X1. X1. X2. X2. X2. X3. Concern Control Curiosity Confidence Career Information Suggestion Emotional Support Peer Role Models Self Appraisal X3. X3. X3. X3. Occupational Information Goal Selection Planning Problem Solving Peer Support Career Decision Self Efficacy Indicator Major Reference (Savickas Porfeli, (Zhang Huang, (Taylor & Betz, 1. Sumber: Data Instrumen Penelitian (Diolah pada Desember 2. Hasil Penelitian dan Pembahasan Hasil Penelitian Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada mahasiswa Generasi Z di FEB UNP, penelitian ini menghasilkan informasi mengenai karakteristik responden serta deskripsi empiris dari setiap variabel yang diteliti. Uraian hasil penelitian tersebut disajikan secara sistematis sesuai dengan urutan pembahasan pada bagian berikut: Karakteristik Berdasarkan Responden Masuk Berdasarkan hasil penyebaran kuesioner diperoleh hasil sebagai berikut: Tabel 2 Karakteristik Responden Berdasarkan Responden Masuk Keterangan Total Responden Masuk Responden yang Memenuhi Kriteria Responden yang Tidak Memenuhi Kriteria Jumlah Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9 . | 1016 Persentase (%) 88,89% 11,11% Analisis Deskriptif Variabel Penelitian Variabel Career Adaptability dapat diukur dengan 20 item pertanyaan, diketahui bahwa nilai rerata yang didapat sebesar 3,90 dengan TCR sebesar 78,76%. Artinya, ratarata jawaban responden terhadap career adaptability berada dalam kategori cukup, yang menunjukkan bahwa responden telah memiliki kemampuan adaptasi karier yang memadai dalam menghadapi perencanaan, pengendalian, keingintahuan, dan kepercayaan diri terkait karier, namun kemampuan tersebut masih perlu ditingkatkan agar lebih optimal dalam menyesuaikan diri dengan tuntutan dan perubahan dunia kerja. Variabel Peer Support dapat diukur dengan 15 item pertanyaan, diketahui bahwa nilai rerata yang didapat sebesar 3,65 dengan TCR 82,60%. Artinya, rata-rata jawaban responden terhadap peer support berada dalam kategori tinggi, yang menunjukkan bahwa responden memperoleh dukungan teman sebaya yang baik dalam bentuk informasi dan saran karier, dukungan emosional, serta keteladanan dari rekan sebaya, sehingga peer support berperan positif dalam membantu responden menghadapi dan mengembangkan proses adaptasi karier. Variabel Career Decision Self Efficacy dapat diukur dengan 25 item pertanyaan, diketahui bahwa nilai rerata yang didapat sebesar 4,33 dengan TCR 83,20%. Artinya, rata-rata jawaban responden terhadap career decision selfefficacy berada dalam kategori tinggi, yang menunjukkan bahwa responden memiliki tingkat keyakinan diri yang baik dalam menilai kemampuan diri, memahami informasi pekerjaan, menetapkan tujuan karier, serta mengeksplorasi dan mengambil keputusan karier secara tepat, meskipun pada beberapa item masih ditemukan capaian pada kategori cukup yang mengindikasikan adanya ruang untuk peningkatan. Hasil Analisis Data Teknik analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah SEM-PLS dengan menggunakan software SmartPLS 4. Metode PLS digunakan karena tidak membutuhkan sampel yang besar dan tujuan prediksi dengan menggunakan pendekatan PLS diasumsikan bahwa semua ukuran variance berguna untuk dijelaskan (Sihombing, 2. Analisa data menggunakan software SmartPLS dilakukan melalui dua tahapan, yaitu Model Pengukuran (Measurement Model/Outer Mode. dan Model Struktural (Structural Model / Inner Mode. Berdasarkan analisis SmartPLS, seluruh indikator variabel dinyatakan valid dengan nilai factor loading > 0,7 dan Average Variance Extracted (AVE) > 0,5. Uji reliabilitas menunjukkan nilai CronbachAos Alpha dan Composite Reliability di atas 0,7, yang berarti instrumen sangat reliabel. Gambar 1 Hasil Anlisis Data Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9 . | 1017 Untuk memastikan bahwa model struktural memiliki kualitas prediktif yang memadai, evaluasi model juga dilakukan melalui pengujian koefisien determinasi (RA), ukuran efek . A), serta analisis efek mediasi. Nilai RA menunjukkan proporsi variasi career adaptability dan career decision self-efficacy yang dapat dijelaskan oleh peer support, sedangkan nilai fA digunakan untuk menilai kekuatan pengaruh masing-masing jalur struktural dalam model. Hasil evaluasi ini disajikan setelah pengujian hipotesis untuk memperkuat interpretasi temuan penelitian. Pengujian Hipotesis Hasil Pengujian menunjukkan: Peer Support ke Career Adaptability: Memiliki nilai koefisien jalur yang positif dan signifikan . -value < 0,. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi dukungan teman, semakin baik kemampuan adaptasi karier mahasiswa. Peer Support ke Career Decision Self-Efficacy: Berpengaruh positif signifikan, menandakan dukungan sosial memperkuat keyakinan diri mahasiswa. Efek Mediasi: Analisis mediasi menunjukkan bahwa Career Decision Self-Efficacy berperap sebagai mediator parsial yang signifikan antara peer support dan career adaptability. Besaran efek mediasi dikonfirmasi melalui nilai indirect effect dan Variance Accounted For (VAF), yang menunjukkan bahwa sebagian pengaruh peer support terhadap career adaptability disalurkan melalui peningkatan career decision self-efficacy, sehingga memperkuat peran mekanisme psikologis internal dalam kerangka Career Construction Theory. Pembahasan Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh peer support (X) terhadap career adaptability (Y), dengan career decision self-efficacy (M) sebagai variabel mediasi pada mahasiswa Generasi Z di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Padang. Pengaruh Peer Support terhadap Career Adaptability Berdasarkan hasil analisis data distribusi frekuensi untuk variabel peer support yang diukur melalui 15 item pernyataan, diperoleh nilai rata-rata sebesar 3,65 atau setara dengan 82,60% dan berada dalam kategori tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa dukungan teman sebaya yang diterima responden tergolong baik, baik dalam bentuk pemberian informasi karier, dukungan emosional, maupun keteladanan dari rekan sebaya. Sementara itu, hasil analisis data distribusi frekuensi untuk variabel career adaptability yang diukur melalui 20 item pernyataan menunjukkan nilai rata-rata sebesar 3,90 atau sebesar 78,76% dan berada dalam kategori cukup, yang berarti bahwa kemampuan adaptasi karier responden sudah memadai namun masih perlu ditingkatkan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa peer support berpengaruh positif dan signifikan terhadap career adaptability, sehingga hipotesis yang menyatakan adanya pengaruh peer support terhadap career adaptability dalam penelitian ini diterima. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Koen et al. yang membuktikan bahwa dukungan sosial dari teman sebaya memiliki pengaruh positif terhadap kemampuan individu dalam beradaptasi dengan perubahan dan tuntutan Penelitian tersebut menyatakan bahwa semakin tinggi dukungan teman sebaya yang diterima, maka semakin baik pula kemampuan adaptasi karier individu. Selain itu, penelitian yang dilakukan oleh Rachmawati dan Lestari . juga mendukung hasil penelitian ini, yang menunjukkan bahwa peer support berpengaruh positif dan signifikan terhadap career adaptability. Studi ini menjelaskan bahwa teman sebaya berperan penting sebagai sumber informasi, motivasi, dan penguatan psikologis dalam proses Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9 . | 1018 pengembangan karier. Temuan ini mengindikasikan bahwa pada konteks Generasi Z, peer support berfungsi sebagai sumber adaptif yang membantu mahasiswa membangun kesiapan psikologis dalam menghadapi transisi karier yang penuh ketidakpastian. Interaksi dengan teman sebaya memungkinkan terjadinya pertukaran pengalaman, validasi sosial, serta pembentukan makna karier yang relevan dengan karakteristik generasi digital. Penelitian ini membuktikan bahwa peer support berpengaruh positif dan signifikan terhadap career Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa dukungan teman sebaya yang kuat dapat meningkatkan kemampuan adaptasi karier individu. Implikasinya, institusi pendidikan perlu merancang kebijakan dan program pembelajaran kolaboratif yang mendorong interaksi positif antar mahasiswa sebagai bagian dari strategi penguatan kesiapan karier Generasi Z. Pengaruh Peer Support terhadap Career Decision Self-Efficacy Berdasarkan hasil analisis data distribusi frekuensi untuk variabel peer support yang diukur melalui 15 item pernyataan, diperoleh nilai rata-rata sebesar 3,65 atau setara dengan 82,60% dan berada dalam kategori tinggi, yang berarti bahwa peer support berada pada kondisi yang baik. Sementara itu, hasil analisis data distribusi frekuensi dari variabel career decision self-efficacy yang diukur melalui 25 item pernyataan menunjukkan nilai rata-rata sebesar 4,33 atau sebesar 83,20% dan berada dalam kategori tinggi, yang menunjukkan bahwa tingkat keyakinan responden dalam pengambilan keputusan karier tergolong baik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa peer support mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap career decision self-efficacy pada mahasiswa generasi Z, sehingga hipotesis pada penelitian ini diterima. Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa dukungan teman sebaya berperan penting dalam meningkatkan keyakinan individu dalam mengambil keputusan karier. Penelitian yang dilakukan oleh Lent et al. menemukan bahwa dukungan sosial, khususnya dari teman sebaya, memiliki dampak signifikan terhadap career decision selfefficacy. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa individu yang memperoleh dukungan positif dari lingkungan sosialnya cenderung lebih percaya diri dalam menentukan pilihan Selain itu, penelitian oleh Santrock dan Yuniarti . juga menunjukkan bahwa peer support berpengaruh positif terhadap peningkatan keyakinan diri dalam proses pengambilan keputusan karier. Dalam konteks Generasi Z, dukungan teman sebaya menjadi semakin krusial karena kelompok ini cenderung mengandalkan validasi sosial dan pengalaman kolektif dalam membangun kepercayaan diri. Peer support berperan sebagai mekanisme psikologis yang memperkuat persepsi kompetensi diri dalam menghadapi pilihan karier yang kompleks dan dinamis. Penelitian ini membuktikan bahwa peer support berpengaruh positif dan signifikan terhadap career decision self-efficacy. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa dukungan teman sebaya yang kuat dapat meningkatkan keyakinan mahasiswa dalam menentukan dan merencanakan kariernya. Oleh karena itu, kebijakan pendidikan tinggi perlu mengintegrasikan pendekatan mentoring sebaya dan diskusi karier berbasis kelompok untuk memperkuat efikasi diri karier Pengaruh Career Decision Self-Efficacy Terhadap Career Adaptability Berdasarkan hasil analisis data distribusi frekuensi untuk variabel career decision selfefficacy dengan nilai rata-rata dari 18 item pertanyaan adalah 4,33 atau sebesar 86% dan berada dalam kategori tinggi, yang berarti bahwa career decision self-efficacy responden Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9 . | 1019 tergolong tinggi dan menunjukkan keyakinan diri yang baik dalam pengambilan keputusan karier. Sementara itu, hasil analisis data distribusi frekuensi dari variabel career adaptability dengan nilai rata-rata dari 20 item pertanyaan adalah 3,90 atau sebesar 78,5% dan berada dalam kategori cukup, yang berarti bahwa kemampuan adaptasi karier mahasiswa gen Z tergolong memadai namun masih perlu peningkatan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa career decision self-efficacy mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap career adaptability pada mahasiswa generasi Z di Kota Padang dan hipotesis penelitian ini diterima. Temuan ini sejalan dengan penelitian Pratama & Suryani . yang dipublikasikan dalam Jurnal Psikologi Terapan Indonesia, yang menunjukkan bahwa career decision selfefficacy berpengaruh positif dan signifikan terhadap career adaptability mahasiswa. Penelitian tersebut menemukan bahwa semakin tinggi keyakinan diri mahasiswa dalam mengambil keputusan karier, maka semakin baik kemampuan mereka dalam menyesuaikan diri dengan tuntutan dunia kerja. Studi ini menunjukkan bahwa self-efficacy karier berperan penting sebagai faktor utama dalam pembentukan adaptasi karier yang Selain itu, penelitian Wijaya & Putri . dalam Jurnal Riset Manajemen dan Bisnis juga menunjukkan bahwa career decision self-efficacy memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap career adaptability pada mahasiswa yang sedang memasuki dunia Penelitian tersebut menyatakan bahwa mahasiswa dengan tingkat self-efficacy yang tinggi cenderung memiliki kesiapan adaptasi yang lebih baik dalam menghadapi tantangan pekerjaan dan perubahan karier. Secara psikologis, career decision self-efficacy berperan sebagai sumber daya internal yang memungkinkan mahasiswa merespons tantangan karier secara proaktif, fleksibel, dan terarah, yang sangat dibutuhkan oleh Generasi Z dalam menghadapi pasar kerja yang tidak stabil. Penelitian ini membuktikan bahwa career decision self-efficacy berpengaruh positif dan signifikan terhadap career adaptability. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa peningkatan career decision self-efficacy akan mendukung kemampuan adaptasi karier seseorang. Institusi pendidikan disarankan mengembangkan kebijakan penguatan self-efficacy melalui layanan bimbingan karier berbasis refleksi diri dan experiential learning. Pengaruh Career Decision Self-Efficacy Dalam Memediasi Peer Support Terhadap Career Adaptability Berdasarkan hasil analisis data distribusi frekuensi untuk variabel career decision selfefficacy dengan nilai rata-rata dari 18 item pertanyaan adalah 4,33 atau sebesar 86% dan berada dalam kategori tinggi, yang berarti bahwa tingkat keyakinan diri mahasiswa dalam mengambil keputusan karier tergolong tinggi dan berpengaruh positif signifikan. Sementara itu, hasil analisis data distribusi frekuensi dari variabel career adaptability dengan nilai rata-rata dari 20 item pertanyaan adalah 3,90 atau sebesar 78,5% dan berada dalam kategori cukup, yang berarti bahwa kemampuan adaptasi karier mahasiswa gen Z tergolong memadai melalui dukungan teman sebaya dan career decision self-efficacy. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa career decision self-efficacy berperan sebagai variabel mediasi yang mampu memperkuat hubungan antara peer support dengan career adaptability pada mahasiswa generasi Z di FEB UNP. Penelitian ini membuktikan bahwa peer support berpengaruh positif dan signifikan dalam meningkatkan career adaptability mahasiswa, terutama melalui peran mediasi career decision self-efficacy. Hal ini sejalan dengan penelitian Pratama & Suryani . Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9 . | 1020 yang menyatakan bahwa pengaruh dukungan sosial dari teman sebaya terhadap kemampuan adaptasi karier semakin kuat ketika career decision self-efficacy berperan sebagai mediator. Secara keseluruhan, temuan ini menegaskan bahwa dukungan teman sebaya tidak secara langsung meningkatkan adaptabilitas karier, tetapi bekerja melalui mekanisme psikologis internal berupa penguatan keyakinan diri dalam pengambilan keputusan karier. Temuan ini memiliki implikasi penting bagi kebijakan pendidikan tinggi, khususnya dalam merancang ekosistem kampus yang suportif dan berorientasi pada pengembangan kesiapan karier Generasi Z. Simpulan Penelitian Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai pengaruh peer support terhadap career adaptability dengan career decision self-efficacy sebagai variabel mediasi pada mahasiswa Generasi Z di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Padang, dapat disimpulkan bahwa peer support berpengaruh positif dan signifikan terhadap career adaptability. Semakin tinggi dukungan teman sebaya yang diterima mahasiswa, semakin baik kemampuan adaptasi karier yang mereka miliki. Selain itu, peer support juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap career decision selfefficacy, yang menunjukkan bahwa dukungan sosial dari teman sebaya berperan penting dalam meningkatkan keyakinan diri mahasiswa dalam mengambil keputusan karier. Selanjutnya, career decision self-efficacy terbukti memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap career adaptability, sehingga semakin tinggi keyakinan diri mahasiswa dalam proses pengambilan keputusan karier, semakin kuat pula kemampuan adaptasi karier yang Hasil analisis mediasi mengonfirmasi bahwa career decision self-efficacy secara signifikan memediasi hubungan antara peer support dan career adaptability, yang menegaskan bahwa dukungan teman sebaya tidak hanya berdampak langsung, tetapi juga bekerja melalui mekanisme psikologis internal berupa penguatan efikasi diri dalam pengambilan keputusan karier. Temuan ini memiliki implikasi praktis bagi institusi pendidikan, khususnya Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Padang, untuk mendorong terciptanya interaksi sosial yang positif melalui kegiatan kolaboratif, mentoring, dan workshop pengembangan karier, serta memfasilitasi program peningkatan career decision self-efficacy seperti pelatihan pengambilan keputusan dan simulasi perencanaan karier guna memperkuat kesiapan adaptasi karier mahasiswa Generasi Z. Namun demikian, penelitian ini memiliki keterbatasan karena hanya melibatkan mahasiswa Program Studi Manajemen FEB UNP dan menggunakan pendekatan kuantitatif berbasis kuesioner, sehingga generalisasi temuan masih terbatas dan belum sepenuhnya menggambarkan pengalaman subjektif Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk memperluas cakupan responden ke institusi dan wilayah lain, menambahkan variabel relevan seperti motivasi intrinsik, resiliensi, atau modal sosial, serta mengombinasikan pendekatan kuantitatif dengan metode kualitatif guna memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai pembentukan career adaptability pada Generasi Z. Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9 . | 1021 Daftar Pustaka