Jurnal Totem | No. 1 | Vol. April 2020 PERANCANGAN MONUMEN PERJUANGAN SEBAGAI IDENTITAS KOTA SANGA-SANGA Elida Sefrina1. Prasetyo2. Lisa Astria Milasari3 1Mahasiswa Program Studi Arsitektur. Fakultas Teknik. Universitas 17 Agustus 1945 2&3Dosen Program Studi Arsitektur. Fakultas Teknik. Universitas 17 Agustus 1945 Jl. Ir. Juanda No. Samarinda 75124 Email : Sefrinaelidaels@gmail. ABSTRAK Perancangan Monumen Perjuangan Sebagai Identitas Kota Sanga-sanga berperan memperkenalkan sejarah dan potensi kota sebagai destinasi wisata di Kabupaten Kutai Kartanegara. Memperkuat identitas kota melalui monumen dengan tujuan memunculkan potensi alam serta sejarah perjuangan. Metode penelitian yaitu meliputi pengumpulan data, analisis, konsep dan Bentuk tampilan mengambil simbolis perjuangan yaitu tangan dan kobaran api menandakan berkobarnya semangat dalam memperjuangkan Sanga-sanga dengan lima kobaran menandakan 5 kelurahan di Sanga-sanga. Serta minyak bumi melambangkan potensi minyak bumi di kota Sanga-sanga. Hasil pembahasan menunjukkan besaran kebutuhan ruang 13548. 81 m2 dengan 2 bangunan sudah ada pada lokasi yaitu museum Merah Putih dan gedung Sandisa. Luas lahan 52000 m2. KDB 14700 m2 dan KDH 34300 m2. Pola gubahan massa terpusat terdiri dari bentuk-bentuk sekunder mengitari bangunan utama. Dengan meninjau konsep matahari diterapkan pada bangunan, jam 12 siang kepala monumen bersinar terang sehingga memperindah dan memberi point tambahan keagungan pada perancangan monumen perjuangan sebagai identitas kota Sanga-sanga. Kata Kunci : Monumen. Perjuangan. Minyak Bumi. ABSTRACT The planning of struggle as the identity of Sanga-sanga City introduces the history and potential of the city as a tourist destination in Kutai Kartanegara district. Strengthening our identity through monuments with the aim of bringing out the natural potential and history of struggle. The research methods include data collection, analysis, concept and drawing. The form of view takes the symbolic struggle of the hand and the flames signifies the spirit in the fight for the Sanga-sanga with the five inflammatory signifies 5 neighborhoods in Sanga-sanga. As well as petroleum symbolizes the potential of petroleum in the city of Sanga-sanga. The result of the discussion showed a space of need of 13548. 81 m2 with two existing buildings in the location of the Museum Merah Putih and Gedung Sandisa. Land area of 52000 m2. KDB 14700 m2. The centralized mass-forming pattern consists of secondary forms surrounding the main building. By reviewing the concept of the sun applied to the building, 12 noon the monument head shines brightly so beautify and give additional point of majesty to the design of the monument as the identity of Sanga-sanga city. Keywords: Monument. Struggle. Petroleum. PENDAHULUAN Kota Sanga-sanga memiliki luas wilayah 233,40 km2. Daerah yang berada dipesisir Kabupaten Kutai Kartanegara ini memiliki dua objek sejarah yang diambil sebagai tinjauan untuk merancang monumen perjuangan sebagai identitas kota Sanga-sanga, salah satunya monumen yang terkenal Totem - 24 Jurnal Totem | No. 1 | Vol. April 2020 yaitu Monumen Merah Putih, disinilah merupakan wadah pertahanan pertama yang persis menghadap ke muara sungai melawan tentara Belanda yang datang dengan kapal-kapal perang dan ingin kembali menguasai Sanga-sanga. Terdapat juga tugu yang berada ditengah kota Sangasanga yaitu Tugu Palagan yang dibangun untuk mengenang jasa para pahlawan, telah berkorban membela Sanga-sanga. Ditinjau dari kedua objek sejarah ini belum menampilkan dengan kuat sejarah perjalanan kota Sanga-sanga yang memuat cerita awal dari sejarah yaitu potensi minyak bumi yang mengakibatkan terjadinya peperangan. Dari hasil survey yang dilakukan di kecamatan Sanga-sanga diberikan masukkan lokasi untuk membuat monumen baru yaitu di Taman Tugu Palagan. Berdasarkan hasil survey, lokasi Tugu Palagan Berada di tengah kota Sanga-sanga, merupakan titik keramain dan strategis yang dilalui sejarah. Menurut hasil wawancara. Tugu Palagan tersebut tidak mencerminkan histori dan identitas yang berarti. Selain itu, perhatian pemerintah terhadap Tugu Palagan kurang terlihat pada lokasi tersebut padahal dipakai untuk acara memperingati 27 januari setiap tahunnya. Dilokasi Taman Tugu Palagan ditutup dan tidak terurus didasari itulah lokasi tersebut di usulkan sebagai lokasi perancangan Monumen Perjuangan Sebagai Identitas Kota Sanga-sanga. Dari uraian di atas, alasan dibuatnya monumen baru di Taman Tugu Palagan diharap dapat menjadi identitas kota yang dapat menangkap sejarah dan potensi kota Sanga-sanga, dengan memadukan sosial budaya masyarakat sehingga menciptakan spirit kota yang penting untuk menjaga identitas kota agar terus bertahan dalam perubahan waktu. Serta disediakan wadah destinasi alternatif yaitu Museum Tiga Dimensi . D). METODE PENELITIAN Metode pengumpulan data yang digunakan antara lain. Data primer merupakan sumber data yang diperoleh langsung dari sumber asli . idak melalui perantar. berupa opini subjek . secara individual atau kelompok, hasil observasi terhadap suatu benda . , kejadian atau kegiatan, dan hasil pengujian. Pada perancangan ini, data primer diperoleh dari survey lokasi tapak dan Data sekunder sendiri merupakan data penelitian yang diperoleh peneliti secara tidak langsung melalui media perantara umumnya berupa bukti, catatan atau laporan historis yang telah tersusun dalam arsip yang dipublikasikan dan yang tidak dipublikasikan. Adapun metode analisa yaitu Analisa Kebutuhan Ruang. Analisa site. Analisa Ruang dan Gubahan Ruang, analisa Massa dan Gubahan Massa. Analisa Bentuk Bangunan. Analisa Struktur, dan Analisa utilitas. Konsep arsitektur adalah suatu gagasan yang digeneralisasikan yang pada awalnya didorong oleh analisa yang telah dilakukan. Perancagan Monumen Perjuangan sebagai identitas kota Sangasanga ini terdapat beberapa sub konsep, untuk lebih jelasnya diapaparkan sebagai berikut : Konsep KDB. KDH, kebutuhan luasan site , konsep penataan tapak konsep bentuk bangunan dalam perancangan ini meliputi bentuk tampilan atau fasad serta konsep bentuk bangunan. konsep struktur dan konsep . HASIL DAN PEMBAHASAN Lokasi Perancangan Site berada di Jalan Slamet Riadi. Sanga-sanga Dalam. Pada site terdapat bangunan Tugu Palagan yang berdampingan dengan Museum Merah Putih Sanga-sanga dan Gedung Sandisa yang keadaannya kurang diperhatikan dan semakin jarang dikunjungi wisatawan. Lokasi site dikelilingi jalan, disebelah Utara terdapat jalan Selamet Riyadi dan Dr. Sutomo . alan lingkunga. , lebar 4 meter dengan penutup jalan cor beton. Sebelah Barat dan Selatan jalan Madrasah . alan lingkunga. memiliki lebar 4 meter dengan penutup cor beton. Sedangkan pada bagian Timur merupakan jalan lokal dengan lebar 8 meter dengan penutup jalan yaitu aspal yaitu jalan Jendral Sudirman. Berdasarkan Perda Kabupaten Kutai Kartanegara No. 9 Tahun 2013 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2013-2033. Kecamatan Sanga-sanga A Totem - 25 Jurnal Totem | No. 1 | Vol. April 2020 termasuk dalam kawasan peruntukan pariwisata budaya dan ilmu pengetahuan sebagaimana dimaksud pada pasal 33 ayat 2. Sehingga Perancangan Monumen Perjuangan Sebagai Identitas Kota Sanga-sanga sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Kutai Kartanegara. Gambar 1 Lokasi Site Gambar 1. Lokasi Site Sumber: Penulis 30 Maret 2019 Analisa Perencanaan Kebutuhan Ruang Analisa Kebutuhan Ruang mengkaji segala sesuatu yang berhubungan dengan ruang dan aktivitas dalam Perancangan Mounumen Perjuangan termasuk pola hubungan ruang yang menghasilkan suatu data yang berupa analisa kebutuhan ruang yang terbentuk dari adanya aktivitas pelaku kegiatan dalam Perancangan Monumen Perjuangan ini dibagi menjadi 4 kelompok, dengan data sebagai berikut: Tabel 1. Analisa Perencanaan Kebutuhan Ruang No. Pelaku Kelompok Kegiatan Monumen Pengunjung Kegiatan Kebutuhan Ruang Datang Ke Museum Merah Putih Melihat Kendaraan Peninggalan Perjuangan Ke Gedung Sandisa Ke Rumah Dinas Masuk Monumen Membeli Tiket Berkunjung ke Museum 3D Mengadakan pertemuan dan merenungkan perjuangan Naik ke atas monumen Melihat Pemandangan kota Membeli Souvenir Membeli Makan dan Minum Merokok Entrance Parkir pengunjung Museum Merah Putih Kolam KapalPanggung Mobil Jeepz Gedung Sandisa Rumah Dinas Pertamina Lobby Ruang Antri Tiket Ruang Museum 3D Ruang Auditorium Lift Tangga Sky Lobby Toko Souvenir Pujasera Ruang Merokok Totem - 26 Jurnal Totem | No. 1 | Vol. April 2020 No. Pelaku Kelompok Kegiatan Monumen Kelompok Kegiatan Pengelola Kepala Monumen Kegiatan Kebutuhan Ruang Menyusui Buang air kecil/ besar Ruang Ibu Menyusui Toilet Perempuan Toilet Laki-laki Toilet Khusus Difable Datang Memimpin segala urusan di Memimpin Rapat Buang Air Kecil/ Besar - Entrance - Parkir pengelola/ Basement - Lobby Kantor - Ruang Kepala Monumen - Ruang Rapat - Toilet - Entrance - Parkir pengelola /Basement - Lobby Kantor - Ruang Kabag. Umum - Ruang Rapat - Toilet Kabag Umum Datang Mengawasi pekerjaan dan bertanggung jawab mengenai bidang tata usaha, keuangan dan pemeliharaan monumen. Mengikuti Rapat Buang Air Kecil/ Besar Datang Mengawasi pekerjaan dan bertanggung jawab mengenai museum 3D, pemandu/ pemasaran dan keamanan. Mengikuti Rapat Buang Air Kecil/ Besar Datang Membuat dokumen serta suratsurat dan yang berkaitan Menyimpan dokumen Mengikuti Rapat Buang Air Kecil/ Besar Datang Mengatur keuangan monumen Mengikuti Rapat Buang Air Kecil/ Besar Kabag Operasional Koordinator Tata Usaha Koordinator Keuangan Koordinator Pemeliharaan Datang Mengatur keuangan monumen Mengikuti Rapat Buang Air Kecil/ Besar Koordinator Museum Datang Mengelola Museum 3D Mengikuti Rapat Buang Air Kecil/ Besar - Entrance - Parkir pengelola/ Basement - Lobby Kantor - Ruang Kabag. Umum - Ruang Rapat - Toilet - Entrance - Parkir pengelola/ Basement - Lobby Kantor - Ruang Koor. Tata Usaha - Ruang Arsip - Ruang Rapat - Toilet Umum - Entrance - Parkir pengelola/ Basement - Lobby Kantor - Ruang Koor. Keuangan - Ruang Rapat - Toilet Umum - Entrance - Parkir pengelola/ Basement - Lobby Kantor - Ruang Koor. Keuangan - Ruang Rapat - Toilet Umum - Entrance - Parkir pengelola/ Basement - Lobby Kantor - Ruang Koor. Museum - Ruang Rapat - Toilet Umum Totem - 27 Jurnal Totem | No. 1 | Vol. April 2020 No. Pelaku Kelompok Kegiatan Monumen Koordinator Pemandu/ Pemasaran Kegiatan Kebutuhan Ruang Datang Mengarahkan dan mempromosikan monumen. Mengikuti Rapat Buang Air Kecil/ Besar - Entrance - Parkir pengelola/ Basement - Lobby Kantor - Ruang Koor. Pemasaran - Ruang Rapat - Toilet Umum - Entrance - Parkir pengelola/ Basement - Lobby Kantor - Ruang Koor. Keamanan - Ruang Rapat - Toilet Umum - Entrance - Parkir pengelola/ Basement - Lobby Kantor - Staff Tata Usaha - Staff Keuangan - Staff Museum - Toilet Umum Koordinator Keamanan Datang Mengawasi dan memerintah penjagaan keamanan monumen Mengikuti Rapat Buang Air Kecil/ Besar Staff Datang Bekerja sesuai bidang Buang Air Kecil/ Besar Kelompok Kegiatan Penunjang Penjual Pengunjung Kelompok Kegiatan Service Cleaning Service Datang Berjualan Membuang Sampah Buang Air Kecil/ Besar Menikmati taman Merokok Menyusui Datang Membersihkan area monumen Membuang Sampah Buang Air Kecil/ Besar Teknisi Datang Mengawasi sistem MEE Buang Air Kecil/ Besar Guide Ticketing Datang Memandu dan memfotokan Buang Air Kecil/ Besar Datang Menjual tiket Buang Air Kecil/ Besar Security Datang Menjaga keamanan monumen Buang Air Kecil/ Besar - Entrance - Parkir pengunjung - Pujasera - Toko Souvenir - Bak Sampah - Toilet Umum - Gazebo - Ruang Merokok - Ruang Asi - Entrance - Parkir pengelola - R. Peralatan - Bak Sampah - Toilet Umum - Entrance - Parkir pengelola - Ruang Pompa - Ruang Gardu - Ruang Mesin (Gense. - Toilet Umum - Entrance - Parkir pengelola - Ruang Guide - Toilet Umum - Entrance - Parkir pengelola - Ruang Tiket - Toilet Umum - Entrance - Parkir pengelola - Ruang Security - Pos Jaga Totem - 28 Jurnal Totem | No. 1 | Vol. April 2020 No. Pelaku Kelompok Kegiatan Monumen Operator CCTV Kegiatan Kebutuhan Ruang Datang Memantau Keamanan melalui Buang Air Kecil/ Besar - Toilet Umum - Entrance - Parkir pengelola - Ruang CCTV - Toilet Umum Sumber : hasil analisa, 2019 Analisa Perencanaan Besaran Ruang Besaran ruang yang terbentuk dari adanya analisa rekab ruang kegiatan dalam Perencanaan Monumen Perjuangan ini, yang selanjutnya menghasilkan suatu besaran ruang dengan data rekab besaran sebagai berikut : Tabel 2. Analisa Besaran Ruang Kelompok Bangunan Monumen Penunjang Perkerasan lain-lain Luas Ruang . 87684 m2 768 m2 05 m2 Parkiran 3858,125 m2 Total Kebutuhan Ruang Sumber : hasil analisa, 2019 Konsep KDB. KDH. Kebutuhan Luasan Site Pada perhitungan ini terlihat bahwa kebutuhan ruang pada perancangan Monumen Perjuangan hanya 10646 m2. Dengan KDB 30% dari luas lahan 49000 m2 yaitu 14700m2 maka tidak melebihi ketentuan KDB, artinya bahwa lahan yang disediakan mampu menampung luas ruang yang direncanakan Sisa ruang KDB akan digunakan sebagai ruang terbuka pada perancangan atau menjadi koefisien dasar hijau (KDH). Luas Lahan Keseluruhan: 52000 m2 = 5. 2 Ha Kebutuhan Ruang : 10646 m2 KDB 30% = 0. 3 x 49000 m2= 14700 m2 KDH 70% = 0. 7 x 49000 m2= 34300 m2 A Konsep Monumen Ditinjau dari Matahari dan Angin Pancaran sinar yang ditangkap oleh kepala monumen yang terbuat dari kaca sehingga pada jam tertentu tepatnya jam 12 siang kepala monumen akan bersinar terang sehingga memperindah dan memberi point tambahan keagungan pada perancangan monumen perjuangan sebagai identitas kota Sanga-sanga. Gambar 1. Konsep Tinjauan Terhadap Matahari Sumber: Hasil Konsep, 2019 Totem - 29 Jurnal Totem | No. 1 | Vol. April 2020 Konsep monumen yang di tinjauan terhadap angin bentuk dari monumen melingkar sehingga memungkinkan angin yang berhembus mengenai bangunan menyebar tanpa tekanan lebih. A Konsep Bentuk Bangunan Simbolis dari perjuangan diambil tangan yang mengepal keluar dari percikan darah mengartikan bahwa mencerminkan semangat perjuangan hingga tetes darah penghabisan sedangkan untuk minyak bumi mengambil simbolis alat bor minyak dan tangki minyak bumi. Tangan saling Gambar 4. Konsep Bentuk Bangunan Sumber: Hasil Konsep, 2019 Dalam konsep bentuk bagaimana menyatukan analisa bentuk yang telah diperoleh hingga menjadi satu kesatuan dengan memperhatikan prinsip-prinsip desain arsitektur. Konsep Skala bangunan Sesuai teori skala bangunan pada bab dua bahwa skala monumental diterapkan pada perancangan agar merasakan keagungan, maka perbandingan yang memungkinkan diterapkan pada site yaitu D/H = 1 cenderung memperhatikan detail dari pada keseluruhan bangunan. D/H = 1 D = 1 x tinggi bangunan. D = 1 x 74 meter . D = 74 meter. Berarti sudut pandang terbaik untuk melihatdetail monumen berada pada kejauhan 74 meter dari monumen. Gambar 5. Pandangan Skala Monumental Sumber: Hasil Konsep, 2019 Totem - 30 Jurnal Totem | No. 1 | Vol. April 2020 Dari pengembangan konsep bentuk tersebut maka konsep skala, material dan warna disesuaikan dengan analisa yang dilakukan pada bab empat dan kebutuhan lainnya. Konsep Warna pada Monumen Perjuangan Pemilihan warna pada Monumen Perjuangan mengambil warna dasar yaitu warna putih dengan penambahan elemen-elemen warna yang terdapat dari material yang digunakan. Sedangkan konsep untuk melambangkan tetesan minyak bumi yang terdapat pada atas monumen diberi beberapa warna adapun konsep warna kepala monumen ialah sebagai berikut : Gambar 7. Warna Pada Kepala Monumen Sumber: Hasil referensi, 2019 A Konsep Struktur pada Monumen Perjuangan Adapun konsep struktur pada perancangan Monumen Perjuangan terdiri dari tiga struktur yaitu atas,tengah dan bawah. A Konsep Struktur Atas Seperti yang telah di analisa pada bab sebelumnya struktur atas yang dipakai pada bangunan Monumen Perjuangan ialah pelat beton pracetak, pelat beton bertulang dan space frame. Sedangkan untuk bangunan penunjang menggunakan rangka baja ringan. A Konsep Struktur Tengah Konsep struktur tengah di antaranya dinding, kolom, dan balok. Dan terdapat core tengah pada bangunan yang menambah kekuatan dan juga sebagai jalur utilitas pada inti A Konsep Struktur Bawah Dari analisa struktur bawah yang telah dibahas sebelumnya struktur bawah yang diguanakan pada Monumen Perjuangan yaitu diambil alternatif 2 yaitu Pondasi jaring rusuk beton pasak vertikal (JRB). Karena dirasa dapat memikul beban diatasnya sedangkan untuk struktur bawah bangunan penunjangan rata-rata terdiri satu lantai saja jadi menggunakan pondasi batu gunung. Konsep Utilitas Adapun konsep utilitas pada perancangan monumen perjuangan yaitu penerapan pada objek atau bangunan, berikut konsep utilitas : A Sistem Air Bersih Menggunakan PDAM yang telah tersedia seluran nya disekitar tapak. Jaringan air bersih menggunakan sistem tangki tekan yaitu air yang telah ditampung dalam tangki bawah, dipompakan kedalam tangki tertutup sehingga udara didalamnya terkompresi. Air dari tangki tersebut dialirkan ke dalam sistem distribusi bangunan. Pompa bekerja secara otomatik yang diatur oleh suatu detector tekanan, yang menutup/ membuka saklar motor listrik penggerak Totem - 31 Jurnal Totem | No. 1 | Vol. April 2020 Gambar 8. Sistem jaringan air bersih Sumber: Hasil konsep, 2019 Instalasi air bersih digunakan ukuran pipa PVC diameter AAy tipe AW ini digunakan sebagai saluran induk air bersih dari tangki air atau PAM yang masuk ke dalam bangunan, kemudian dicabang menggunakan seluruh instalasi pipa saluran air bersih dengan diameter AAy. A Sistem Air Kotor Pipa air kotor minimal diameter 80 mm . dengan kemiringan adalah 1% hingga 2 % yang dihitung dari panjang saluran pipa horizontal. Sedangkan untuk pipa air kotoran manusia saluran pipa 4 inch dengan kemiringan 2% sampai maksimal 3%. Jaringan air kotor pada perancangan monumen diatur sesuai dengan sistem jaringan yang telah dijelaskan pada skema di analisa. Gambar 9. Sistem jaringan air kotor Sumber: Hasil Konsep, 2019 A Sistem Air Hujan Pipa air hujan dengan kemiringan minimal 0,5 % sampai dengan 1 % dan pipa yang diijinkan minimal diameter 3 inch sampai dengan 3 inch. A Sistem Jaringan Listrik Sesuai pada pembahasan pada bab sebelumnya jarringan listrik pada perancangan Monumen Perjuangan ini menggunakan dua sumber yaitu dari PLN dan Genset berikut alur perencanaan jaringan listrik PLN pada site serta detail sistem jaringan genset pada bangunan. Totem - 32 Jurnal Totem | No. 1 | Vol. April 2020 Gambar 10. Jaringan Listrik Sumber: Hasil Konsep, 2019 A Sistem Peneranngan/ Pencahayaan Cahaya pada bangunan monumen dibagi dua yaitu cahaya alami dan buatan untuk pencahayaan alami bangunan monumen menggunakan solatube yaitu dengan memanfaatkan sinar matahari dan juga dapat menghemat listrik pada siang hari. Gambar 13. Solatube Sumber: Hasil referensi, 2019 KESIMPULAN Dari hasil pembahasan pada perencanaan monumental perjuangan di Kota Sanga-sanga, yaitu : Besaran kebutuhan ruang 13548. 81 m2 dengan pembagian 5 massa bangunan dengan 2 bangunan yang sudah ada pada lokasi yaitu museum Merah Putih dan gedung Sandisa. Luas lahan 52000 m2. KDB 14700 m2 dan KDH 34300 m2. Pola gubahan massa terpusat terdiri dari sejumlah bentuk-bentuk sekunder mengitari bangunan utama. Dengan meninjau konsep matahari yang diterapkan pada bangunan bahwa pada bulan Maret dan September matahari tepat diatas bangunan maka pada bulan tersebut pengunjung dapat melihat pancaran sinar yang ditangkap oleh kepala monumen yang terbuat dari kaca, pada jam 12 siang kepala monumen akan bersinar terang sehingga memperindah dan memberi point tambahan keagungan pada perancangan monumen perjuangan sebagai identitas kota Sanga-sanga. Sedangkan pada ruangan bawah seperti basement menggunakan solatube yaitu masih memanfaatkan cahaya alami dari matahari. Konsep bentuk yang ditampilkan dalam monumen mengambil simbolis bentuk perjuangan yaitu tangan dan kobaran api menandakan berkobarnya semangat dalam memperjuangkan Sangasanga dengan lima kobaran menandakan 5 kelurahan di Sanga-sanga. Serta simbolis minyak bumi melambangkan potensi minyak bumi di kota Sanga-sanga. Untuk struktur atas pada monumen menggunakan pelat beton pracetak sedangkan pada bentukkan melengkung atap menggunakan space frame. Monumen terdiri dari 6 lantai dengan ketinggian 74 meter dengan menggunakan pondasi bawah yaitu pondasi jaring rusuk beton pasak vertikal (JRB). Monumen berperan untuk memperkenalkan sejarah dan potensi kota Juang sebagai destinasi wisata di Kabupaten Kutai Kartanegara. Totem - 33 Jurnal Totem | No. 1 | Vol. April 2020 DAFTAR PUSTAKA