Tsaqila Jurnal Pendidikan dan Teknologi [TJPT] Vol 1 Nomor 1 Juli 2021, hal: 1-4 ISSN: 2807-6273 IMPLEMENTASI SEKOLAH BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI SMA NEGERI 1 BANDAR DEWI GUSTINA 1Fakultas Agama Islam,Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara email: dewigustina@gmail. Abstrak Sehubungan dengan tuntutan kearah profesionalisme tenaga pendidik dan kependidikan, maka semakin dirasakannya desakan untuk peningkatan mutu pendidikan pada setiap jenis dan jenjang pendidikan yang telah menjadi komitmen pendidikan nasional. Isu klasik yang selalu muncul selama ini ialah : usaha apa yang paling tepat untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan? Oleh karenanya penting untuk memahami terlebih dahulu bagaimana mengelola pendidik dan tenaga kependidikan tersebut. Kata Kunci : sekolah, kearifan lokal. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. PENDAHULUAN Pembelajaran merupakan bagian yang sangat penting dari suatu pendidikan. Dewasa ini pelaksanaan pembelajaran disekolah pada kenyataan terjadi cenderung bersifat konvensional, pembelajaran yang terjadi masih didominasi oleh aktivitas guru. Pembelajaran berbasis kearifan lokal adalah suatu pendekatan pembelajaran konstektual yang mempelajari isu-isu budaya yang ada dilingkungan sekitar tempat tinggal. Pembelajaran agar lebih bermakna mahasiswa diharapkan mampu mengaitkan hal- hal yang telah dipelajari dikelas dengan kehidupan nyata. Belajar dengan cara tersebut harus menerapkan pembelajaran Pembelajaran konstektual merupakan konsep belajar yang mengaitkan materi yang sedang diajarkan dengan dunia nyata mahasiswa. Mahasiswa mampu membuat hubungan antara pengetahuan yang dimiliki dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari- hari, salah satunya dengan menggunakan kearifan lokal. Pemanfaatan konteks pembelajaran lokal tersebut memungkinkan peserta didik dapat mengambil prinsip- prinsip ilmiahsesuai dengan lingkungan tempat tinggal mereka. Selain itu pemanfaatan pembelajaran dengan kearifan lokal tersebut dapat meningkatkan hubungan peserta didik dengan masyarakat sekitar dan dapat mengaitkan pengetahuan lokal dengan pengetahuan modern. Jurnal Homepage: https://aksaqilajurnal. com/index. php/aksaqila Tsaqila Jurnal Pendidikan dan Teknologi [TJPT] Vol 1 Nomor 1 Juli 2021, hal: 1-4 ISSN: 2807-6273 METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan penelitian kualitatif karena menyajikan data yang berupa kata- kata dan bahasa. apabila dilihat dari permasalahan yang diteliti, penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Yang bertujuan untuk mendeskripsikan suatu keadaan, melukiskan dan mengambarkan implementasi sekolah berbasis kearifan lokal di SMA NEGERI 1 Bandar. Oleh karena itu, penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 21 desember- 23 desember di SMA NEGERI 1 Bandar kecamatan Bandar, kabupaten bener meriah, aceh. SMA NEGERI 1 Bandar adalah salah satu sekolah di kecamatan Bandar yang merupakan tempat penelitian ini di laksanakan. HASIL Penelitian yang dilakukan oleh peneliti pada tanggal 21 desember- 23 desember menghasilkan beberapa data yang diperoleh dari hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi mengenai implementasi sekolah berbasis kearifan lokal. Pemahaman kepala sekolah, tim pengembang sekolah berbasis kearifan lokal, dan guru tentang sekolah berbasis kearifan lokal. Pemahaman tentang sekolah berbasis kearifan lokal diperoleh peneliti dengan tehnik wawancara yang dilakukan kepada informan. Informan dalam penelitian ini meliputi kepala sekolah, tim pengembang, dan guru. Kepala sekolah mendefinisikan sekolah berbasis kearifan lokal adalah sekolah menerapkan atau mengintegrasikan kearifan lokal yang ada dilingkungan setempat dalam proses Definisi tersebut berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan peneliti kepada kepala sekolah pada tanggal 21 desember 2020. Wawancara berikutnya dilakukan kepada tim pengembang sekolah berbasis kearifan lokal yang berjumlah 2 Ausekolah berbasis kearifan lokal adalah suatu kondisi dimana sekolah itu dalam pembelajaran atau materi pelajaran mengimplementasikan kelokalan dimana sekolah itu beradaAy. Dari wawancara tersebut data dapat diperoleh bahwa sekolah berbasis kearifan lokal menurut tim pengembang sekolah berbasis kearifan lokal adalah sebuah kondisi sekolah yang mengintegrasikan kearifan lokal lingkungan tempat tinggalnya didalam pembelajaran yang berlangsung disekolah. Dan kami melanjutkan wawancara dengan guru SMA NEGERI 1Bandar mengenai definisi sekolah berbasis kearifan lokal. Semua guru sepakat bahwa sekolah berbasis kearifan lokal mengandung arti bahwa dalam menjalankan proses pembelajarannya baik didalam kelas maupun diluar kelas sekolah selalu diintegrasikan dengan kearifan lokal setempat. Pengembangan Sekolah Berbasis Kearifan Lokal di SMA NEGERI 1 BANDAR. Berikut ini beberapa strategi yang diterapkan oleh sekolah: Membuat Team Work. Hasil wawancara yang dilakukan kepada kepala sekolah membuktikan bahwa di SMA NEGERI 1 BANDAR terdapat tim pengembang sekolah berbasis kearifan lokal. Tugas tim pengembang kearifan lokal yaitu mengkoordinasi mengimplementasikan kearifan lokal khususnya dalam pembelajaran, sehingga ada kesinambungan antara kelas rendah dan kelas tinggi. Misalkan untuk kelas rendah dikenalkan dulu tentang umbi- umbian terus kelas tinggi nanti cara mengelolanya. Menyediakan Fasilitas Penunjang. Hasil wawancara dan studi dokumentasi menujukkan bahwa terdapat fasilitas penunjang kegiatan berbasis kearifan lokal. Kepala sekolah mengatakan bahwa sekolah menyediakan beberapa fasilitas penunjang ekstrakulikuler karawitan seperti alat karawitan serta ruang karawitan. Jurnal Homepage: https://aksaqilajurnal. com/index. php/aksaqila Tsaqila Jurnal Pendidikan dan Teknologi [TJPT] Vol 1 Nomor 1 Juli 2021, hal: 1-4 ISSN: 2807-6273 sedangkan untuk ekstra kulikuler olah pangan lokal terdapat satu set alat masak, penggiling kelapa, pengering tepung. Menyiapkan Strategi Pelaksanaan. Sekolah mengatakan bahwa kearifan lokal yang dikembangkan diSMA NEGERI 1 BANDAR adalah olah pangan lokal, karawitan, batik, dan tari. Dalam pengembangannya sekolah melakukan beberapa cara yaitu mengembangkannya melalui ekstra kulikuler, terintegrasi kedalam pembelajaran, dan melalui mata pelajaran pengembangan diri. Menjalin Kerja sana dengan pihak luar. Pihak sekolah sudah melakukan kerja sama dengan pihak luar untuk mengembangkan sekolah berbasis kearifan lokal. Pernyataan tersebut disampaikan oleh kepala sekolah pada seni wawancara pada tanggal 21 desember 2020 hasil wawancara yang kami lakukan kepada tim dan guru juga menghasilkan data yang sama dengan kepala sekolah. PEMBAHASAN Pemahaman kepala sekolah, tim pengembang dan guru tentang sekolah berbasis kearifan Dari deskripsi data yang telah meneliti jabarkan diatas, kepala sekolah memahami sekolah berbasis kearifan lokal sebagai kondisi sekolah yang menerapkan kearifan lokal kedalam suasana pembelajaran. Tim pengembang memahami sekolah berbasis kearifan lokal sebagai penerapan pembelajaran mengintegrasikan kearifan lokal stempat. Strategi pengembangan sekolah berbasis kearifan lokal di SMA NEGERI 1 BANDAR. Deskripsi data diatas menunjukkan bahwa sekolah telah melakukan 5 strategi dalam mengembangkan sekolah berbasis kearifan lokal yaitu membuat team work, menyediakan fasilitas penunjang, menyiapkan strategi pelaksaan, melakukan kerja sama dengan pihak luar, dan melakukan kerja sama dengan masyarakat. Strategi pengembangan sekolah berbasis kearifan lokal juga disebutkan oleh jamal makmur asmani . yang menjelaskan beberapa alternative kiat sukses pengembangan sekolah berbasis kearifan lokal antara lain membuat team work bekerja sama dengan aparat desa dan tokoh masyarakat, mempersiapkan software dan hardware, menyiapkan strategi pelaksaan, studi banding, mencari investor, membuka pasar,mempersiapkan siswa- siswi yang terampil, mempersiapkan home company,dan melibatkan masyarakat sekitar. KESIMPULAN Berdasarkan hasil peneliti dan pembahasan, maka penelitian ini dapat disimpulkan, sebagai Pemahaman pengertian sekolah berbasis kearifan lokal antara kepala sekolah tim pengembang dan guru pada hakikatnya sama. Kepala sekolah memahami sekolah berbasis kearifan lokal sebagai kondisi sekolah yang menerapkan kearifan lokal kedalam suasana pembelajaran. Tim pengembang memahami sekolah berbasis kearifan lokal sebagai penerapan pembelajaran dengan mengintegrasikan kearifan lokal setempat. Guru memahami mengkaitkan pembelajaran dengan kearifan lokal yang ada disekitar. SMA NEGERI 1 BANDAR mengimplementasikan kearofan lokal beruba olah pangan lokal, karawitan, tari dan batik. SMA NEGERI 1 BANDAR melakukan 5 strategi pengembangan sekolah berbasis kearifan lokal yang membuat team work, menyiapkan fasilitas penunjang, melakukan Jurnal Homepage: https://aksaqilajurnal. com/index. php/aksaqila Tsaqila Jurnal Pendidikan dan Teknologi [TJPT] Vol 1 Nomor 1 Juli 2021, hal: 1-4 ISSN: 2807-6273 strategi pelaksaan, melakukan kerjasama dengan pihak luar, dan menjalin kerjasama dengan masyarakat. REFERENSI