Jurnal Arsitektur ALUR Ae Vol 4 No 1 Mei 2021 e-ISSN 2685-1490. p-ISSN 2615-1472 SEKOLAH TAMAN KANAK-KANAK INTERNASIONAL DI PEKANBARU DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR ORGANIK Nurlinda1. Pedia Aldy2. Muhd. Arief Al Husaini 3 Mahasiswa Program Studi Arsitektur. Fakultas Teknik. Universitas Riau, email: nurlinda3770@student. Dosen Program Studi Arsitektur. Fakultas Teknik. Universitas Riau, email: aldypedia@lecturer. Abstract Preschool Education is education to help the physical and spiritual growth and development of students outside the family environment before entering basic education (Depdikbud. Dirjen Dikdasmen, 1994: . Designing an International Kindergarten School intended to meet the needs of preschool education. This design aims to accommodate preschool education facilities in which there is an international standard of education by following the Camridge curriculum. This design uses an Organic Architecture approach. The approach is applied as or as a whole to the building. Organic architecture pays attention to the environment integrated with the site. The International Kindergarten School Approach teaches children to learn to be one with nature and the environment. Hula hoop rattan is a basic design concept that can connect education, children and organics. The concept was obtained because Hula Hoop is a children's game and is made of rattan which uses natural materials. Rattan has a flexible nature, elongated and rounded shape, when the rattan is halved it will become a cupped part. The shape and some of the characteristics of this rattan became the inspiration in the design of the International Kindergarten School. Keywords: Education. Kindergarten. Organic Architecture Abstrak Pendidikan Prasekolah adalah pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani anak didik diluar lingkungan keluarga sebelum memasuki pendidikan dasar (Depdikbud. Dirjen dikdasmen, 1994: . Perancangan Sekolah Taman Kanak-kanak Internasional yang dimaksud untuk memenuhi kebutuhan pendidikan prasekolah. Perancangan ini bertujuan untuk mewadahi fasilitas pendidikan prasekolah yang didalamnya terdapat pendidikan bertaraf Internasional dengan mengikuti kurikulum camridge. Perancangan ini menggunakan pendekatan Arsitektur Organik. Pendekatan diaplikasikan sebagai atau keseluruhan pada bangunan. Arsitektur organik memperhatikan lingkungan menyatu dengan tapaknya. Pendekatan Sekolah Taman Kanak-kanak Internasional ini mengajarkan anakanak agar belajar menyatu dengan alam dan lingkungannya. Hula hoop rotan adalah konsep dasar perancangan yang dapat menghubungkan pendidikan, anak-anak dan organik. Konsep didapat karena Hula hoop merupakan permainan anak-anak dan terbuat dari bahan rotan yang mana rotan memakai bahan Rotan memiliki sifat lentur, berbentuk memanjang dan bulat, bila rotan dibelah dua akan menjadi bagian yang setangkup. Bentuk dan beberapa sifat dari rotan ini menjadi inspirasi dalam perancangan Sekolah Taman Kanak-kanak Internasional. Kata-kunci : Pendidikan. Taman Kanak-kanak. Arsitektur Organik Pendahuluan Salah satu hal pokok amanat undang-undang adalah penyelenggaraan pendidikan dengan kualitas tinggi agar mampu menciptakan manusia yang memiliki pribadi dewasa-susila. Sekolah merupakan penghasil sumber daya manusia yang disebut juga dengan panggilan murid. Isu-isu diatas memberikan gambaran bahwa masyarakat tersebut telah memiliki pandangan pentingnya kualitas pendidikan tinggi yang dimulai sejak dini. Salah satu opsi yang diinginkan adalah sekolah bertaraf internasional. Selain itu juga untuk menjadikan murid yang melakukan pendidikan mampu bersaing dan mengikuti kemajuan pada bidang pendidikan internasional. Pengertian sekolah Internasional menurut Badan Pertimbangan Pendidikan yaitu sekolah asing maupun nasional yang didirikan dan diselenggarakan oleh suatu yayasan yang dibentuk berdasarkan peraturan perundang-undangan Indonesia yang mutunya diakui oleh dunia Internasional. Maka sekolah internasional atau sekolah bertaraf internasional adalah sekolah Jurnal Arsitektur ALUR Ae Vol 4 No 1 Mei 2021 e-ISSN 2685-1490. p-ISSN 2615-1472 yang menerapkan sistem pendidikannya berdasarkan sekolah-sekolah yang berada di luar negeri. Menurut Ben Schmit . Regional Director Southeast and Pasific Cambridge International, terdapat 218 sekolah di Indonesia yang telah menerapkan kurikulum Cambridge International. Ini meningkat dari yang sebelumnya 180 sekolah pada dua tahun lalu. Kurikulum Cambridge International mengelompokan jenjang belajarnya yang disebut Cambridge Pathway menjadi 4 bagian. Schmit juga mengatakan ada tiga keuntungan utama yang diberikan kepada para siswa sekolah internasional yaitu fasih berbahasa Inggris dan Bahasa Indonesia , memiliki wawasan Internasional, dan dapat mengembangkan kompetensi dan pengetahuan menurut standar global. Permasalahan yang ditemui seperti kurangnya sekolah Taman Kanak-kanak Internasional di Kota Pekanbaru. Peminat yang tinggi menimbulkan angka penolakan atau gugur tidak diterima sangat tinggi. Calon siswa yang ditolak akhirnya akan memasuki sekolah biasa dengan kualitas yang berbeda. Permasalahan selanjutnya adalah sekolah biasa menimbulkan resiko sosialisasi yang tertutup atau kedaerah tertentu, berbeda dengan sekolah internasional yang akan bertemu dengan multi ras dan etnis sehingga akan memberikan pemahaman sosialisasi bersifat universal. Hal tersebut tentu berbeda dengan sekolah internasional yang disiapkan fasilitas tenaga pengajar, dan sistem kompetisi yang baik. Pada sekolah taman kanak-kanak internasional murid diarahkan untuk lebih aktif serta memberikan kesempatan pada murid, memilih subyek pelajaran yang mereka paling minati. Ini akan membuat mereka bisa fokus dan kemampuannya semakin terasah dalam proses belajar mengajar melalui kurikulum yang diterapkan, dan memperoleh kesempatan dalam mengembangkan kreativitas sesuai bakat dan minatnya melalui ekstrakurikuler. Saat ini kondisi lingkungan yang semakin memburuk serta ditambah bencana berkepanjangan di Provinsi Riau harus disikapi dari semua lini usia. Arsitektur organik adalah sebuah filosofi arsitektur yang mengangkat keselarasan antara tempat tinggal manusia dan alam, melalui desain yang mendekatkan dengan harmonis antara lokasi bangunan, perabot, dan lingkungan menjadi bagian dari satu komposisi, dipersatukan dan saling berhubungan . Maka Sekolah Taman Kanak-kanak Internasioal di Pekanbaru yang akan dirancang akan menggunakan tema pendekatan Arsitektur Organik guna membuat para anak-anak dapat berbaur dengan lingkungan dan Tinjauan Pustaka Taman Kanak-kanak Taman Kanak- kanak (TK) adalah jenjang pendidikan formal pertama yang memasuki anak usia 4-6 tahun, sampai memasuki pendidikan dasar. Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1990, tentang pendidikan prasekolah BAB I pasal 1 disebutkan: Aupendidikan prasekolah adalah pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani anak didik diluar lingkungan keluarga sebelum memasuki pendidikan dasar (Depdikbud. Dirjen dikdasmen, 1994: . Pendidikan Taman Kanak-kanak mempunyai konsep belajar sambil bermain. Pendidikan Taman Kanakkanak sebaiknya harus menyenangkan dan dapat membuat anak biasa mengikuti pelajaran dengan baik. Pendidikan bagi anak TK menyangkut aspek bahasa, aspek sosial, dan dapat mengembangkan motoric halus dan kasar pada anak. Menurut Gardener . dalam (Suriansyah dan Aslamiah, 2. Pembelajaran di Taman Kanakkanak (TK) hendak disesuaikan dengan usia anak yang masih suka bermain, kegiatan pembelajaran Calistung . aca tulis berhitun. harus diintegrasikan dalam kegiatan bermain, dalam program eksplorasi maupun dalam kegiatan sentra. Dalam kegiatan belajar berhitung misalnya dapat dilakukan dengan permainan-permainan berhitung, ini tidak hanya berkaitan dengan kemampuan kognitif saja, tetapi juga kesiapan mental sosial dan emosional serta menumbuhkan kecerdasan anak, khususnya kecerdasan logicomathematics. Tujuan Pendidikan Taman Kanak-kanak Berdasarkan beberapa undang-undang tentang Taman Kanak-kanak, ada tiga tujuan yang hendak dicapai dari pelaksanaan Taman Kanak- kanak, yaitu: Membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut (Pasal 1 ayat 14 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2. Mengembangkan kepribadian dan potensi diri sesuai dengan tahap perkembangan peserta didik (Penjelasan Pasal 28 ayat 3 Undang- Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2. Membantu meletakkan dasar kearah perkembangan sikap, pengetahuan, keterampilan, dan daya cipta yang diperlukan oleh anak didik dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya dan untuk Jurnal Arsitektur ALUR Ae Vol 4 No 1 Mei 2021 e-ISSN 2685-1490. p-ISSN 2615-1472 pertumbuhan serta perkembangan selanjutnya (Pasal 3 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 1. Karakteristik Kurikulum Sekolah Bertaraf Internasional Beberapa karakteristik sekolah internasional, diantaranya berupa ciri khas sebagai berikut (Balitbang Depdiknas, 2. Sekolah Internasional telah memenuhi seluruh SNP Sekolah yang sudah memenuhi seluruh Standar Nasional Pendidikan (SNP) merupakan sekolah yang telah melaksanakan standar isi, standar poses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005. Sekolah Internasional mengacu pada standar pendidikan OECD Kurikulum Sekolah Internasional diperkaya dengan mengacu pada standar pendidikan salah satu negara anggota Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) dan/atau negara maju lainnya yang dianggap mempunyai keunggulan tertentu dalam bidang pendidikan. Kurikulum Camridge Menurut Hepi Risenasari . ada empat karakteristik sistem pendidikan Cambridge yang berbeda dengan kurikulum nasional dan kurikulum Internasional lain, yaitu: Kegiatan belajar mengajar sekolah diselenggarakan dalam bahasa Inggris, sehingga kemampuan berbahasa Inggris siswanya sangat unggul. Sedari dini siswa sudah diperkenalkan dengan international outlook. Hal ini membuat siswa mengetahui perbedaan di tiap negara. Sistem pendidikannya modern dan selalu up to date. Hal ini penting untuk mempersiapkam siswa menjadi future leader Arsitektur Organik Arsitektur organik adalah cabang ilmu di dunia arsitektur yang mempelajari perencanaan dan perancangan arsitektur dengan mengambil sumber alam berupa makhluk hidup, ataupun yang berhubungan dengan makhluk hidup sebagai dasar dalam mengolah bentuk dan fungsi bangunan. Menurut Ganguly . alam Rasikha, 2. Arsitektur Organik Adalah perasaan hidup yang integritas, suka cita, kebebasan, persaudaraan, kerukunan, keindahan, dan cinta yang menyatukan antara lingkungan harmoni dan lingkungan hidup manusia melalui desain arsitektur organik. Dimana Arsitektur organik memiliki komposisi yang saling berkaitan terdiri dari bangunan dan lingkungan sekitarnya. Para ahli yaitu seperti Frank Lloyd Wright. Antoni Gaudy dan Rudolf Steiner menggambarkan lewat caranya masing-masing, inspirasi dari prinsip kehidupan alam. H a l i n i seringkali mengarah pada bentuk-bentuk bebas dan ekspresif. Namun, bukan dimaksudkan sebagai imitasi alam, tetapi sebagai pendukung manusia sebagai mahluk yang hidup dan kreatif. Arsitektur Organik Menurut Frank Lloyd Wright Menurut Frank Lloyd Wright . alam Widati, 2. , bangunan harus berada bersama alam, dimiliki oleh alam, sehingga antara alam dan bangunan dapat hidup bersama. Kemudian Widati menyebutkan bahwa falsafahnya tentang arsitektur memberi pengertian bahwa setiap permasalahan arsitektur pemecahannya selalu berhubungan dengan alam atau lingkungan, seperti iklim, topografi dan bahan bangunan. Beberapa karakteristik arsitektur organik Frank Llyoid Wright . alam Handayani 2. adalah sebagai Kesederhanaan dan Ketenangan Memaksimalkan keterbukaan yang dimasukan ke dalam struktur membentuk satu kesatuan yang terpadu sehingga jenis dekorasi yang alami dan tenang. Ada Banyak Gaya Rumah Prinsip ini memungkinkan ekspresi dari kepribadian atau pun identitas yang dimiliki masing Ae masing klien, walaupun pada dasarnya rancangan Wright memberi konstribusi dan signifikan yang selalu ada pada desain rancangan. Korelasi Alam. Topografi dengan Arsitektur Bangunan yang didirikan harus menyesuaikan lingkungan yang mana mempertimbangkan aspek dan potensi yang ada pada lingkungan tersebut sehingga terkesan selaras dengan lingkungan. Warna Alam Dalam merancang suatu desain pada bangunan, bahan Ae bahan yang digunakan harus selaras Jurnal Arsitektur ALUR Ae Vol 4 No 1 Mei 2021 e-ISSN 2685-1490. p-ISSN 2615-1472 dengan warna alam. Dimana warna tersebut dapat terkonektifikasi secara langsung dengan alam Sifat Bahan Sifat bahan dan tekstur yang di gunakan dalam perancangan suatu banguanan haruslah menggunakan material yang mempertahankan tekstur material tersebut, dimana material kayu, maka pengaplikasian seperti wujud dari kayu. Memunculkan karakteristik suatu material atau Integritas Rohani dalam Arsitektur Frank Llyoid Wright memiliki kepercayaan bahwa kualitas yang di miliki bangunan mempercayai bawah kualitas bangunan harus sejalan dengan kualitas manusia. Artinya bangunan harus memberikan sukacita dan suasana yang layak bagi penghuni. Hal ini menurutnya lebih penting dari banyak gaya. Metode Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan dan pengolahan data pada perancangan sekolah taman kanak-kanak internasional adalah sebagai berikut: Survei Untuk tahap awal dari perancangan sekolah taman kanak-kanak internasional adalah melakukan survei terlebih dahulu terkait fungsi dan lokasi perancangan yang telah ditentukan. Analisa Site Analisa site dilakukan untuk mengetahui beberapa aspek penting yang ada di lingkungan site, seperti kondisi dan potensi tapak, peraturan, batas-batas site, view, sirkulasi, analisa orientasi matahari dan analisa angin, analisa vegetasi, analisa kebisingan, analisa view. Data tersebut diperoleh dari dokumentasi berupa foto dan gambaran yang dibutuhkan untuk analisis terkait perancangan. Studi Literatur Studi literatur menggunakan data literatur yang mendukung untuk perancangan seperti jurnal, buku, artikel, blog, peraturan terkait dan tugas akhir yang memiliki kedekatan yang sama dengan perancangan yang dibuat. Studi literatur digunakan untuk mendapatkan gambaran yang menyeluruh tentang apa yang diteliti dan bagaimana mengerjakannya. Paradigma Perancangan Metode perancangan pada Sekolah Taman Kanak-kanak Internasional ini adalah dengan menerapkan prinsip Ae prinsip Arsitektur Organik Frank Lloyd Wright yang di transformasikan ke dalam perancangan Sekolah Taman Kanak-kanak. Prinsip Arsitektur Organik menurut Frank Lloyd Wright akan di terapkan pada bangunan Sekolah Taman Kanak-kanak Internasional yaitu, bangunan dan site, material, hunian, ruang, proporsi dan skala. Strategi Perancangan Langkah-langkah yang dilakukan untuk dapat merancang Sekolah Taman Kanak-kanak Internasional di Pekanbaru dengan Pendekatan Arsitektur Organik yang baik adalah survei, analisa tapak, penzoningan, analisa fungsi, analisa ruang, konsep, tatanan massa, bentuk massa, tatanan ruang, sirkulasi, denah dan utilitas, struktur, fasad, lansekap, hasil perancangan. Lokasi Perancangan Lokasi perancangan berada di jalan Arifin Ahmad. Kecamatan Marpoyan Damai. Kota Pekanbaru dengan luas lahan A 10. 000m2 dan Koefisien Dasar Bangunan 50% dengan jenis tanah relatif datar. Jurnal Arsitektur ALUR Ae Vol 4 No 1 Mei 2021 e-ISSN 2685-1490. p-ISSN 2615-1472 Gambar 1. Lokasi Perancangan Sumber : Google maps, 2020 Bagian ini menjelaskan jenis metode yang digunakan, dapat disertai rincian metode pengumpulan data dan metode analisis data yang digunakan. Pada bagian ini juga dapat dijelaskan perspektif yang mendasari pemilihan metode tertentu. Analisis dan Konsep Perancangan Kebutuhan Ruang Berikut ini adalah rekapitulasi jumlah luasan seluruh kebutuhan ruang yang terdapat pada Sekolah Taman Kanak-kanak Internasional yaitu: Tabel 1. Kebutuhan Ruang Kebutuhan Ruang Luas . Fasilitas kelas TK usia 4-5 tahun Fasilitas kelas TK usia 5-6 tahun 2195,55 Fasilitas pengelola utama 445,64 Fasilitas penunjang 1359,75 Fasilitas servis Total Luas Bangunan 386,64 2817,75 Fasilitas kebutuhan ruang luar Total Keseluruhan 204,39 Konsep Konsep pada sekolah taman kanak-kanak internasional ini adalah AuHula hoop rotanAy. Hula hoop rotan merupakan salah satu jenis permainan anak-anak. Penerapan konsep ini bertujuan untuk mengenalkan suatu objek yang dikenal pada anak, hal ini juga dapat memicu fungsi otak anak dalam mengingat objek. Metode desain berbasis konsep Arsitektur Organik yang menekankan harmonisasi antara manusia, bangunan dan lingkungannya tepat diterapkan untuk Sekolah Taman Kanak-kanak Internasional, karena penerapannya memungkinkan terjadinya interaksi yang intensif antara manusia dengan alam melalui integrasi bangunan dengan tapak. Konsep tersebut diterapkan pada penataan interior ruang bersifat terbuka dan fasilitas pendukungnya dirancang mengutamakan kenyamanan, keamanan dan memberikan kebebasan kepada penggunanya sehingga anak-anak dapat mengekspresikan imajinasi serta fantasi. Dapat dicontohkan visual ruang yang mengakomodasi kebebasan dan imajinasi anak adalah area bermain yang dirancang dengan pola melingkar dengan permainan penurunan level lantai dengan material yang tidak membahayakan, anak-anak bisa bebas bermain, mengembangkan imajinasinya dan pengawas dapat memantau dengan maksimal. Jurnal Arsitektur ALUR Ae Vol 4 No 1 Mei 2021 e-ISSN 2685-1490. p-ISSN 2615-1472 Gambar 2. Konsep Bentuk Bangunan Pengolahan massa bangunan mampu mengungkapkan maksud dari bentuk yang memiliki makna kebebasan dengan cara memperlihatkan ruang terbuka yang luas yg berada pada tengah bangunan sehingga bangunan tersebut memberikan kesan alami dan menyatu dengan alam . Bentuk atap akan memainkan permainan level. Gambar 3. Bentuk Bangunan Konsep Fasad Fasad yang digunakan pada bangunan yaitu menggunakan double fayade dengan motif anyaman rotan yaitu mata bintang. Area yang memiliki insensitas cahaya matahari tinggi, dengan penambahan unsur-unsur tanaman agar insensitas panas yang masuk kedalam bangunan tidak terlalu tinggi. Gambar 4. Konsep fasad bangunan Jurnal Arsitektur ALUR Ae Vol 4 No 1 Mei 2021 e-ISSN 2685-1490. p-ISSN 2615-1472 Konsep Interior Interior pada ruangan-ruangan tertentu seperti ruangan serbaguna menggunakan material-material yang dapat menunjang sistem akustik pada ruangan seperti karpet pada dinding dan lantai agar tidak mengganguu pengunjung lain, sedangkan pada lobby menggunakan material alami seperti kayu, kaca dan lain sebagainya. Gambar 5. Konsep Interior Lobby Konsep Tapak Pencapaian menuju tapak hanya dapat diakses melalui jalur utama yaitu Jalan Arifin Ahmad. Pencapaian ke bangunan memiliki satu akses masuk dan satu akses keluar namun masih pada jalan yang sama yaitu Jalan Arifin Ahmad. Area lanskap akan didesain sebagai sirkulasi, kawasan parkir serta taman yang akan memperindah tapak. Untuk area parkir kendaraan juga akan dibedakan antara parkir kendaraan pengunjung dengan parkir kendaraan pengelola. Gambar 6. Konsep Pencapaian. Entrance, dan Sirkulasi Penerapan Tema Pada Rancangan Pada perancangan Sekolah Taman Kanak-kanak Intrenaisonal ini menggunakan penerapan prinsip Ae prinsip Arsitektur Organik Frank Lloyd Wright beberapa prinsip Arsitektur Organik Frank Lloyd Wright yang diterapkan yaitu : Bangunan tidak mengubah site Bangunan pada site memiliki hubungan yang sangat erat, hubungan antara site dan bangunan merupakan faktor utama bagi arsitektur organik dalam mendesain. Bangunan wright menjadi satu kesatuan yang tidak terpisah dari lansekap dan site. Bangunan dan site menjadi suatu karya yang terhubung. Aspek perancangan : Site pada perancangan ini tidak akan dirubah. Perancangan yang diilhami alam, dimana perancangan ini mendasari desain bentuk dan tampilan bangunan, tata massa bangunan mengikuti bentuk pada site atau menyesuaikan bentuk site. Jurnal Arsitektur ALUR Ae Vol 4 No 1 Mei 2021 e-ISSN 2685-1490. p-ISSN 2615-1472 Gambar 7. Massa dalam site Material bangunan Material yang digunakan untuk meningkatkan karakter yang diciptakan pada bangunan mengoptimalkan masing masing warna, tekstur dan kekuatan. Bentuk dari bangunan yang mencerminkan atau memunculkan ekspresi pada unsur alam dari material yang digunakan : Kaca Kaca menjadi suatu aplikasi yang baik dan sempurna dalam memasukan view yang ada pada luar bangunan, begitu juga yang terlihat pada dalam bangunan seperti interior. Aspek perancangan: Material kaca ini digunakan di berbagai fasad, jendela. Pengaplikasian kaca ini karena kaca mempuyai sifat transparan, yang mana penggunaannya dapat memasukan view dari luar bangunan ke dalam bangunan, sehingga dapat memberi kesan dekat dengan alam. Gambar 8. Material Kaca Batu bata Batu bata merupakan material yang berasal dari alam dimana batu bata ini salah satu pengaplikasian material yang bagus pada bangunan dan terkesan alami. Aspek perancangan: Material batu bata di aplikasikan pada beberapa dinding bangunan, karena penggunaan material batu bata berasal dari tanah dan berasal dari ala Gambar 9. Material Batu bata Kayu Kayu sebagai material alam yang sederhana dan paling banyak diaplikasikan pada setiap bangunan, karena kayu sebagai penghawaan yang bersifat sejuk dan material ini mudah untuk Aspek perancangan: Material kayu yang akan diaplikasikan pada dinding, struktur, dekorasi dan penutup lantai. Material ini memiliki daya lentur dan daya tarik yang kuat. Jurnal Arsitektur ALUR Ae Vol 4 No 1 Mei 2021 e-ISSN 2685-1490. p-ISSN 2615-1472 Gambar 10. Material Kayu Beton Beton merupakan salah satu material industri yang kuat dan kokoh apabila diaplikasikan pada dinding, pengaplikasian beton ini sangat mudah untuk di bentuk dan diaplikasikan pada bangunan. untuk itu beton merupakan salah satu material yang sangat baik dan ramah terhadap lingkungan. Beton digunakan sebagai material struktur pengikat dinding pada bangunan. Gambar 11. Material Beton Cahaya Cahaya merupakan elemen yang sangat penting untuk pengaplikasian pada arsitektur organik. Cahaya juga memberikan suasana pada setiap ruangan. Cahaya sangat diperlukan bagi bangunan, untuk memaksimalkan cahaya yang masuk ke dalam bangunan. melalui beberapa material yaitu seperti matrial kaca, skylight. Sehingga membuat pantulan cahaya yang masuk secara maksimal. Hunian Bangunan harus memberikan rasa aman dan nyaman. Penghuni yang ada dalam bangunan tidak boleh merasa kurang privasi atau merasa tidak nyaman. Hunian pada Sekolah Taman Kanak-kanak Internasional digunakan selama 24 jam untuk pengawasan sekolah, maka bangunan harus memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna. Ruang Ruang yang memiliki ukuran yang luas, dan ruangan haruslah mengalir bebas dari interor satu ke interior lainnya yang artinya memiliki satu kesatuan ruangan, sehingga dari satu ruangan mampu mewakili ruangan yang lainnya. Aspek perancangan: Setiap ruangan dibedakan dengan pengaplikasian interior dan suasana yang berbeda sesuai dengan fungsi masing masing. Gambar 12. Tata ruang Proposi dan skala Proporsi dalam menyelaraskan material dan dengan manusia untuk mendapatkan keseluruhan detail rancangan, bertujuan untuk membuat hubungan antara manusia dengan arsitektur menjadi nyaman dan Sehingga, menimbulkan suatu identitas pada bangunan yang menjadi tolak ukur dalam arsitektur organik, mulai dari warna, kekuatan, tekstur dan ukuran. Material alam juga bisa dikombinasikan dengan material modern. Alam Aspek perancangan: Jurnal Arsitektur ALUR Ae Vol 4 No 1 Mei 2021 e-ISSN 2685-1490. p-ISSN 2615-1472 Dimana bangunan dapat mengaplikasikan suasana luar bangunan dapat terkoneksi ke dalam bangunan. sehingga pengguna yang berada didalam ruangan tetap merasakan atau menghadirkan suasana alam. Dengan dibantu oleh bukaan Ae bukaan pada ruangan baik berupa kaca, teras, atau bukaan langsung. Gambar 13. Pengaplikasian bangunan Kesederhanaan Arsitektur organik itu merupakan arsitektur dengan kesederhanan dikarenakan kualitas buatan yang positif dimana dapat melihat bukti pemikiran, dan banyaknya rencana, kekayaan akan detail dan rasa kelengkapan yang ditemukan dalam desain rancangan. Bentuk dan dekorasi yang sederhana pada perancangan dan dapat menyelaraskan bangunan dengan alam sekitar. Vegetasi Vegetasi dimanfaat untuk mempercantik view kedalam tapak, dan dapat mereduksi suara dari suara kendaraan yang lalu lalang Vegetasi di tanam di bagian barat dan timur dari tapak, guna memberikan bayangan sehingga bangunanpun terlindungi dari panas matahari yang berlebihan. Jenis- jenis vegetasi yang digunakan Jati dan johar yang sudah ada di dalam site digunakan sebagai peneduh Bambu Digunakan untuk memberi kesan alami pada bangunan. Selain itu dapat juga sebagai bahan kerajinan bagi para muridnya. Teh-tehan, bougenville rendah berfungsi sebagai vegetasi pembatas pada jalur sirkulasi. Rumput manila/rumput jepang sebagai penutup permukaan tanah . Selain itu juga berfungsi untuk menghindari cidera anak pada saat jatuh. Tanaman bunga yang indah dan berbau harum untuk mempercantik taman. Tanaman buah, sayuran (Tomat, bayam, kangkung, cabai, dll. sebagai bahan ilmu pengetahuan yang terdapat di laboratorium alam. Gambar 14. Vegetasi Kesimpulan dan Saran Kesimpulan dari perancangan Sekolah Taman Kanak-kanak Internasional di Pekanbaru dengan Pendekatan Arsitektur Organik diantaranya: Sekolah Taman Kanak-kanak Internasional di Pekanbaru merupakan tempat untuk mewadahi segala aktifitas pendidikan anak di usia dini guna membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Sekolah Taman Kanakkanak Internasional di Pekanbaru akan memfasilitasi segala kebutuhan fisik baik ruang luar maupun ruang dalam yang sesuai dengan tahapan perkembangan anak dan juga pendidik dan tenaga kependidikan serta pengunjung lainnya. Perancangan Sekolah Taman Kanak-kanak Internasional di Pekanbaru menerapkan pendekatan arsitektur organik dengan menggunakan prinsip Frank Llyod Wright yang memiliki beberapa prinsip yang harus diperhatikan dan dipertimbangkan. Prinsip-prinsip tersebut diantaranya alam yang selaras Jurnal Arsitektur ALUR Ae Vol 4 No 1 Mei 2021 e-ISSN 2685-1490. p-ISSN 2615-1472 dengan bangunan dimana bangunan mengikuti keselarasan alam, yaitu bentukan massa pada bangunan menyesuaikan site, penggunaan material alami, material yang digunakan pada bangunan merupakan material yang dominan berasal dari alam, dan material ekspos industrialis, hunian yang memberikan identitas terhadap pengguna. Pada bentukan massa bangunan yang memiliki satu bentukan, yang berasal dari bentukan geometri sederhana dari penjabaran konsep, bentukan tersebut diaplikasikan pada bentuk bangunan dengan mempertimbangkan proporsi pada bangunan. Sekolah Taman Kanak-kanak internasional ini berfungsi sebgai tempat pendidikan dimana bangunan mampu menyelaraskan bangunan dengan alam sekitar, dengan bantuan alam. Hubungan fungsi sekolah taman kanak-kanak internasional dengan pendekatan arsitektur organik membuat penulis menerapkan konsep dasar yaitu Auhula hoop rotanAy dalam perancangan, konsep hula hoop rotan merupakan konsep yang menghubungkan pendidikan, fokus, keseimbangan, dan salah satu permainan anak-anak. Konsep juga memanfaatkan segala potensi alam yang ada disekitar tapak sebagai salah satu penyelarasan bangunan terhadap alam. Daftar Pustaka