MAHAROT: Journal of Islamic Education Vol. No. 2, 2023 ISSN: 2580-3980 . 2580-3999 . http://ejournal. id/index. php/maharot TRANSFORMATION AND EXISTENCE OF PONDOK PESANTREN TO FACE THE GLOBALIZATION OF EDUCATION TRANSFORMASI DAN EKSISTENSI PONDOK PESANTREN DALAM MENGHADAPI GLOBALISASI DUNIA PENDIDIKAN Received 04-10-2023 Revised 16-12-2023 Accepted 18-12-2023 DOI : 10. 28944/maharot. Samsiah Nur1. Rasyidin Bina2. Sri Masyitah3 STIT Ar-Raudlatul Hasanah Medan samsiahnur90rhs@gmail. com, 2rasidinaja1961@gmail. com, 3masyitahsri@gmail. Keywords: globalization of Kata kunci: Abstract Pondok pesantren is an indigenous and traditional educational institution in Indonesia which is able to exists in this era with a myriad of challenges and competitiveness. This institution is strongly proven to compete at recent time while keeping its Islamic values and characters. This article aims to investigate the process of transformation within the Pondok Pesantren, particularly Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Medan which is considered able to compete and adjust to the required system and development of education in Indonesia. This study applied qualitative approach with case study method by obtaining data from interview, observation and documentation. The results of the study showed that. pesantren is able to transform from a traditional method of learning into Islamic formal education institution and it is recognized by the government from kindergarten school level up to higher education . while maintaining its pesantren system, . science and knowledge Islamisation without dichotomy between religious lessons and non-religious lessons . and technology, . the skill Human sources of Pesantren graduates are maintain a noble character able to contribute and serve the community in all regions. The result of the study concluded that Pesantren institution is able to synergize to face the challenge of recent era by develop potential and religious human resources. Abstrak Pondok pesantren salah satu lembaga indigeneos Indonesia yang masih tetap eksis dalam menghadapi tanatangan zaman. Keberadaannya mampu bersaing meskipun harus menghadapi era globalisasi dunia pendidikan, dengan tetap mempertahankan nilai-nilai tradisi keIslamannya. Artikel ini bermaksud menelusuri bagaimana proses transformasi lembaga pondok pesantren, khususnya pesantren ArRaudlatul Hasanah Medan yang mampu menghadapi perkembangan Samsiah Nur. Rasyidin Bina. Sri Masyitah | MAHAROT Vol. No. 2, 2023 serta tantangan globalisasi pada dunia pendidikan melalui pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus yang data-datanya diperoleh melalui wawancara, observasi maupun dokumentasi. Dari penelitian tersebut ditemukan bahwa . pesantren mampu bertransformasi dari sebuah pengajian tradisional menjadi lembaga pendidikan Islam formal yang diakui pemerintah dari jenjang TK sampai perguruan tinggi, dengan tetap mempertahankan sistem pesantrennya, . Islamisasi ilmu pengetahuan tanpa mendikatomi pelajaran agama dengan pelajaran umum dan teknologi, . skill SDM lulusan pesantren disiapkan mampu bersaing dalam mengahadapi era globalisasi dengan tetap mempertahankan karekteristik santri yang berakhlak dan bermoral yang siap berkontribusi untuk masyarakat. Hasil yang diperoleh menunjukan, bahwa lembaga pesantren mampu bersinergi menghadapi tantangan zaman dalam menghasilkan lulusan yang potensial dan relegius. AMAHAROT: Journal of Islamic Education. This work is licensed under CC BY-NC-SA 4. PENDAHULUAN Dewasa ini globalisasi menjadi salah satu tantangan terbesar dalam dunia pendidikan, khususnya bagi Lembaga pondok pesantren yang merupakan salah satu jenis lembaga dakwah pendidikan Islam yang masih sangat berpengaruh di Indonesia. Pengaruh globalisasi tidak hanya berdampak pada aspek peningkatan ilmu dan skill saja maelainkan juga pada penurunan moral masyarakat dalam bersosial, sehingga tidak sedikit ditemukan berbagai macam tindakan kriminal ataupun perundingan yang terjadi di lingkungan sekolah yang menjadi cikal-bakal bakal masyrakat sosial yang diharapkan kedepannya. Kehawatiran masyarakat terhadap dampak globalisasi tersebut disambut oleh beberapa lembaga pondok pesantren modern di Indonesia dengan menawarkan program pembinaan akhlak dan moral siswa dengan tidak mengesampingkan peningkatan skill siswa khususnya dalam hal ilmu pengetahuan yang sedang Hal ini menjadi angin segar bagi pendidikan Islam dalam menghadapai era globalisasi saat ini. Sehingga meskipun pesantren dianggap sebagai lembaga pendidikan tradisonal yang sudah tumbuh dan berkembang sejak lama sebelum masa kemerdekaan, namun keeksistensisan pondok pesantren dalam dunia pendidikan tidak pudar meski harus mengalami transformasi pendidikan yang mengikuti perkembangan Pondok pesantren tersebut mengalami revitalisasi pendidikan Islam agar pendidikan tidak kontraproduktif dengan tujuan hakikatnya yaitu mencetak pribadi muslim ideal sebagai Abdullah sekaligus khalifatullah (Tantowi, 2. Samsiah Nur. Rasyidin Bina. Sri Masyitah | MAHAROT Vol. No. 2, 2023 Bagi lembaga pondok pesantren, khusunya di pondok pesantren modern ArRaudlatul Hasanah Medan yang awalnya hanya sebuah lembaga pengajian tradisional biasa, namun seiring perkembangan zaman ikut bertansformasi menjadi sebuah lembaga pendidikan Islam yang modern tanpa harus meninggalkan nilai-nilai keIslamannya dalam corak pendidikannya. Oleh karena itu lembaga pondok peantren Ar-raudlatul Hasanah Medan juga mengalami berbagai macam perubahan pada sistem pendidikannya dalam mengikuti kemajuan globalisasi sekarag ini. Menurut para ahli ada beberapa kecenderungan atau perubahan yang akan terjadi pada pendidikan di era Naisbitt, dkk . menyebutkan beberapa perubahan globalisasi khususnya sejak abad ke-21 diantaranya: . Perubahan dari masyrakat industri ke masyarakat informasi, . Dari teknologi rendah ke teknologi tinggi, . dari sentralisasi menuju desentralisasi, . dari ekonomi nasional menuju ke ekonomi dunia dan masih banyak perubahan lainnya. Maka beberbagai perubahan tersebut berimplikasi terhadap terhadap dunia pendidikan yang meliputi aspek kurikulum, manejemen pendidikan, tenaga kependidikan, strategi dan metode pendidikan. Dengan memperhatikan berbagai perkembangan dan perubahan pendidikan di dunia global, maka kehidupan manusia dari abad ke abad juga terjadi lompatan ilmu pengetahuan yang sangat berpengaruh terhadap model pendidikan di semua jenjang dan semua jenis pendidikan di Indonesia. Surya . mengemukakan beberapa karakteristik pendidikan di Indonesia di era globalisai yaitu. pertama, tiga fungsi dasar pendidikan nasional yang berfungsi untuk mencerdaskan anak bangsa, mempersiapkan tenaga kerja yang terampil dan ahli, serta mampu membina dan mengembangkan penguasaan berbagai cabang keahlian ilmu pengetahuan dan teknologi. Kedua. Sebagai Negara kepulauan yang berbeda suku dan agama dan bahasa, maka pendidikan tidak hanya sebagai proses transfer ilmu pengetahuan saja, melainkan mempunyai fungsi pelesatrian kehidupan bangsa dalam kesatuan nasional. Ketiga. Peningkatan hasil pembanguan akan mempengaruhi corak pendidikan nasioanl yaitu dengan adanya penggunaan berbagai inovasi Iptek, komunikasi, informatika dalam berbagai kegiatan pendidikan. Keempat, serta asas belajar sepanjang hayat harus menjadi landasan utama dalam mewujudkan pendidikan untuk mengimbangi tantangan dan perkembangan zaman, yaitu dengan menyediakan Samsiah Nur. Rasyidin Bina. Sri Masyitah | MAHAROT Vol. No. 2, 2023 berbagai macam sumber-sumber belajar dan mengembangakan publikasi dan penelitian dalam berbagai bidang terkait. Beberapa bentuk corak perubahan pendidikan di era global tersebut memberikan inspirasi kepada praktisi pendidikan Islam, khususnya pesantren yang dikenal sebagai lembaga pendidikan Islam tradisonal Indonesia yang mau tidak mau harus mampu mengikuti perkembangan zaman agar tetap eksis di dunia pendidikan yang diakui secara global dan tetap mempertahankan nilai-nilai keIslamannya. Maka hadirlah beberapa pondok pesantren modern yang mengkolaborasikan antara pendidikan umum dengan pendidikan sistem pesantren. Salah satunya adalah pondok pesantren Ar-raudlatul Hasanah Medan. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk meneliti bagaimana proses transformasi pondok pesantren modern Ar-Raudlatul Hasanah Medan yang sudah mampu bertahan selama 40 tahun lebih menghadapi perkembangan dan tantangan dunia pendidikan di tengah-tengah globalalisasi yang semakin meluas. Peneliti meyakini bahwa proses transformasi pondok pesantren Ar-raudlatul Hasanah Medan ini juga tentu banyak dialami oleh beberapa pondok pesantren lainnya ketika menghadapi era globalisasi dunia pendidikan. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus (Sugiyono, 2. Sumber pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi sebagai sumber data primer dan juga menggunakan sumber data skunder berupa buku, jurnal maupun artikel terkait. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan model Saldana. Miles dan Huberman yang terdiri dari kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan (Michael et al. , 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Sejarah dan Transformasi Pondok Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Dalam KBBI transformasi bermakna perubahan . entuk, sifat, fungsi dan sebagainy. berubah dari keadaan yang sebelumnya menjadi baru sama sekali (Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, 2. Senada dengan pernyataan Zaeny . transformasi adalah sebuah proses perubahan secara berangsur-angsur sehingas sampai pada tahap ultimate, atau mengendalikan suatu bentuk ke bentuk lain. Samsiah Nur. Rasyidin Bina. Sri Masyitah | MAHAROT Vol. No. 2, 2023 Adapun dalam hal ini peneliti ingin menjelaskan bagaimana sebuah proses trnsformasi atau perubahan yang dialami pondok pesantren Ar-raudlatul Hasanah Medan yang sudah melakukan proses perubahan selama kurang lebih 40 tahun dalam menghadapi dinamika sistem dan proses pendidikannya. Cikal bakal pondok pesantren ini lahir dari sebuah budaya pengajian masyarakat untuk membahas masalah-masalah keIslaman serta pembacaan wirid yasianan yang dilakukan secara rutin. Kegiatan tersebut dilakukan semenjak tahun 1970 silam di daerah Paya Bundung tepatnya di desa Tanah Karo yang bernama Simpang Pergandengan. Pengajian yang awalnya dilakukan di rumah-rumah warga sekitar kemudian berubah menjadi sebuah tempat mushala ketika bapak H. Ahkam Tarigan mewakafkan tanahnya seluas 256,5 m untuk menjadi tempat pengajian bagi warga setempat (Rasyidin, 2. Dari tempat yang sederhana itu kemudian lahir sebuah impian besar dari bapak Ahkam Tarigan untuk mendirikan sebuah Lembaga Pendidikan Islam yang melahirkan pemimpin-pemimpin handal bagi Negara dan umat. Dan cita-cita besar itu ternyata terwujud melalui kerja keras keluarga besar Tarigan dengan ustaz Usman Husni yang menjadi penggerak sekaligus pembimbing utama pengajian pada saat itu. Sehingga pada tahun 1982 lahirnya sebuah lembapa pendidikan pesantren Tarbiyah Islamiyah yang diberi nama Ar-Raudlatul Hasanah, penamaan dilandasi dari surah AnNaba ayat 32. pada jilid pertama halaman 16 dalam tafsir Al-Shawy (Al-Showi, 2. disebutkan bahwa maksud kata AuHadaiqAy yaitu Ar-Raudlatul Hasanah . aman surga yang inda. Dengan harapan pesantren kelak bisa menjadi taman yang indah bagi para pewakif maupun pelajarnya yang berjihad di jalan Allah. Setelah proses yang panjang pada tanggal 18 Oktober 1982 bertepatan dengan 1 Muharram 1403 H dideklarasikanlah pendirian pondok Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah secara resmi yang disaksikan oleh masyarakat Paya Bundung dengan antusias karena sudah lama mendambakan sebuah lembaga pendidikan agama di kampung mereka. Awalnya sistem pembelajaran pesantren Ar-Raudlatul Hasanah bermula dari pembukaan Pendidikan Kulliyatul MuAoalimin Al-Islamiyah (KMI) pada tahun 1986, yaitu dimana sistem belajar madrasah yang masih pulang hari atau tidak mondok. Proses pembelajaran ini dijalankan bertahun-tahun. Namun setiap tahun muridnya semakain banyak dari berbagai pelosok daerah, hal ini menjadi kabar menggembirakan pagi pengasuh maupun Badan Wakaf, sehingga dengan niat dan tekat bulat Badan Wakaf Samsiah Nur. Rasyidin Bina. Sri Masyitah | MAHAROT Vol. No. 2, 2023 ingin mendirikan Pendidikan Pesantren yang utuh dengan sistem bermukim . , tapi tidak menghilangkan sistem belajar yang masih pulang hari hingga tahun 1988. Adapun sistem kurikulum pesantren ini dikendalikan oleh tim Kulliyatul Muallimin Al-Islamiyyah (KMI) yang menyerap sistem pendidikan pesantren modern Darussalam Gontor di Ponorogo dengan model perpaduan antara sekolah formal dengan memadukan model pembelajaran pondok pesantren, yaitu pembelajaran agama diajarakna sebagaimana di pondok pesantren pada umumnya dengan membaca kitab kuning dengan metode sorogan dan dekat dengan sistem peraturan asramanya yang harus mondok dan bertahan dengan suasana kehidupan pesantren yang berlangsung selama 24 jam. Pelajaran agama dan umum diberikan seimbang dalam jangka 6 tahun dan ditambahi dengan ekstrakurikuler seperti pendidikan keterampilan, kesenian, olahraga, organisasi dan lain sebagainya sebagai penunjang kegiatan santri di Dalam Perkembangannya, misi pendididkan dan orientasi pondok pesantren terus mengalami perubahan dan perkembangan sesuai dengan arus kemajuan zaman yang ditandai dengan munculnya IPTEK. Hal ini sebagaimana yang dipaparkan oleh Chotib dalam Muttaqin dan Pitara . bahwa para pengamat sosial mengidentifikasi perubahan-perubahan yang berdampak terhadap pesantren. Pertama, terjadinya teknologisasi, kedua, perilaku yang semakin fungsional, ketiga, penguasaan informasi dan teknologi, dan keempat, kehidupan masyarakat yang makin sistemik dan terbuka. Maka hal inilah yang juga memicu adanya transformasi sistem pendidikan di pondok pesantren Ar-raudlatul Hasanah Medan, yang awalnya didirikan sebagai pusat yang bersifat tradisional, lalu kemudian menjadi sebuah madrasah dan berkembang menjadi sebuah lembaga pendidikan pesantren yang menerapkan pola pendidikan modern dengan kurikulum yang berintegrasi antara sistem belajar pola lama dengan pola baru agar tetap mampu mengikuti perkembangan zaman namun tidak menginggalkan sejarah dan karakteristik kepesantrenan. Karena menurut Daulay dalam Jamaluddin . menjelaskan bahwa para santri harus dididik yang mencakup 3 AuHAy. Pertama, head . , yaitu mengisi otak santri dengan ilmu pengetahuan. Kedua, heart . , yaitu mengisi hati santri dengan iman dan takwa. Ketiga, hand . , yaitu kemampuan bekerja. Perubahan kurikulum pesantren Ar-raudlatul Hasanah ini dapat dilihat dari adanya pendidikan sekolah formal yang terus berkembang di samping pendidikan Samsiah Nur. Rasyidin Bina. Sri Masyitah | MAHAROT Vol. No. 2, 2023 tradisional seperti belajar kitab kuning secara bandongan atau sorogan. Selain perubahan kurikulum, pola pelaksanaan pendidikan di pondok pesantren Ar-raudlatul Hasanah ini juga mengalami transformasi yaitu dari segi otoritas dan operasionalisasi dalam melaksanakan serangkaian sistem dan metode belajar mengajar. Yang awalnya pesantren ini hanya sebuah pengajian tradisonal dengan sistem belajar sorogan atau bandongan di sebuah Mushala, kemudian berubah menjadi sebuah lembaga pendidikan Islam yang memiliki sebuah gedung atau tempat belajar yang diasuh oleh Ust. Husni sebagai pengsuh pertama yang sistem belajarnya masih belum memiliki asrama pesantren, sehingga santri-santriwati masih pulang pergi dari rumah. Lalu kemudian berjalan waktu banyak para pewakif yang menginfaqkan tanahnya sehingga secara struktural bangunan pondok pesantren Ar-raudlatul Hasanah Medan terus berkembang dan bertaransformasi menjadi pondok pesantren yang besar dengan fasilitas belajar mengajar yang lengkap dan maju tanpa meninggalkan nilai-nilai Begitupun dalam hal transformasi sistem pembelajarannya, yang awalnya masih menggunakan metode belajar mengajar sorogan atau bandongan kemudian didesain dengan metode pembelajaran aktif antara guru dengan murid sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik. Namun dengan tidak meninggalkan nilai-nilai tradisi pesantren, seperti disiplin, ikhlas, tekun, adab dan berahlak pada guru dan kyainya. Seperti hal ini lah transformasi pesantren yang biasa disebut dengan perubahan dari bentuk salaf ke khalaf atau perubahan yang menunjukan pada pendidikan tradisional ke modern. Hal ini didukung karena para perintis dan pengasuh pondok pesantren Ar-raudlatul Hasanah Medan merupakan alumni pondok pesantren Darusalam Gontor yang diketuai oleh ust. Usman Husni. Syahid Murqam,Basron Sudarmanto. Maghfur Abdul Halim. Norman dan Muhammad Bustami. Junaidi dan Rasyidin Bina dll. Sehingga sedikit banyak pondok pesantren Ar-raudlatul hasanah ini memakai sistem KMI yang ada di Gontor sebagai pelopor pondok pesantren Modern pertama di Indonesia. Sebagaimana pesantren lainnya, yang pada awalnya adalah gerakan keagamaan, tapi seiring berkembangnya zaman mulai meluaskan gerakan dan tujuan baik di bidang pendidikan, sosial keagamaan, sosial kemasyarakaan, ekonomi, budaya bahkan dibidang politik dan pemerintahan. Hal ini dibuktikan dengan transformasi pesantren Samsiah Nur. Rasyidin Bina. Sri Masyitah | MAHAROT Vol. No. 2, 2023 salaf menjadi pesantren modern yang di dalamnya mengintegrasikan pendidikan dan kesalihan agama dengan pendidikan umum dan kemaslahatan science (Bisri, 2. Eksistensi Pondok Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Medan Sebelum peneliti menjelaskan eksistensi pesantren Ar-Raudltul Hasanah Medan, maka terlebih dulu akan dijelaskan apa itu eksistensi. Dalam Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, dijelaskan bahwa eksistensi artinya keberadaan, keadaan atau adanya (Setiawan, 2. Sedangkan menurut Zainal Abidin . eksistensi adalah suatu proses yang dinamis, suatu menjadi atau mengada. Jadi dalam hal ini peneliti tidak akan membahas makna eksistensisme lebih dalam secara filsafat, namun lebih tepatnya ingin mengungkapkan sebuah proses yang dinamis menjadi atau mengada akan sesuatu. Hal ini sesuai dengan kata eksistensi itu sendiri keberadaan melampaui. Eksistensi pondok pesantren Ar-Raudlatul Hasanah di mata masyarakat semakin diakui baik dan berkembang setiap tahunnya, apalagi dengan adanya kurikulum yang menyesuaikan kurikulum kementrian Agama yang setara dengan pendidikan umum di sekolah, menjadikan pesantren Ar-Raudlatul Hasanah memiliki nilai plus bagi nilai-nilai Hal tersebut terbukti ada ribuan calon santri yang mendaftar ke pesantren setiap tahunnya yang selalu mengalami peningkatan jumlah pendaftar. Beberap situs di google mengenai beberapa pesantren terbaik dan unggulan yang menjadi rekomendasi di kota Medan, salah satunya adalah pesantren modern Arraudlatul Hasanah Medan. Keeksistensian pondok pesantren Ar-raudlatul Hasanah Medan semakin maju dan berkembang sebagai lembaga pendidikan Islam yang mampu bersaing di era Hal ini karena ijazah pondok pesantren sudah mendapat pengakuan dari dalam dan luar negeri dan telah melakukan kerjasama ke berbagai macam perguruan tinggi di dalam dan luar negeri. Oleh karenanya banyak di antara alumni santri yang melanjutkan pendidikan di berbagai perguruan tinggi ternama dalam negeri maupun luar negeri, di antaranya seperti Akademi Militer. Akademi Kepolisisan. UI. USU,STAN. UIN. UPI ,UNJ,IPB,UGM dll, begitupun juga dengan alumni yang telah melanjutkan studi di luar negeri seperti di A-Azhar University. IIU Malaysia. University of Madina. University of Afrika. Aligar University India. Al-Iman University Yaman. Stockholm Swedia. Doshisha Jepang dan masih banyak lagi. Keberhasilan alumni dalam Samsiah Nur. Rasyidin Bina. Sri Masyitah | MAHAROT Vol. No. 2, 2023 meneruskan pendidikan ternama di dalam maupun di luar negeri ini menandakan kemampuan mereka dalam bersaing di era globalisasi pendidikan yang terus dan semakin berkembang. Meskipun sedikit mengalami transformasi sistem pendidikannya, namun tidak meninggalkan tujuan awalnya sebgai lembaga pendidik/ Tarbiyah dan juga sebagai lembaga dakwah dan lembaga sosial di masyarakat. Hal ini dapat dilihat dari visi pondok pesantren yaitu AuSebagai lembaga kaderisasi dan layanan masyarakat yang bermutu, semata-mata untuk ibadah kepada Allah SWT dan mengharap ridho Allah serta implementasi fungsi khalifah Allah di muka bumi. Ay Secara kelembagaan, transformasi dan eksistensi pesantren Ar-Raudlatul Hasanah juga terlihat dari terus berkembangnya program pendidikan dalam beberapa jenjang, yaitu mulai Pendidikan Anak Usia Dini. Raudlatul Athfal. Madrasah Ibtidaiyyah. Madrasah diniyah Takmiliyah. Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah hingga Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah. Secara tidak langsung pesantren Ar-raudlatul Hasanah berusaha untuk mengembangkan pendidikan di segala lini dengan tujuan dakwah Islam sebagai visi pondok pesantren yang diaktulisasikan melalui proses pengkaderan ulama dan pemimpin umat yang diimplementasikan secara terstruktural dari setiap jenjang pendidikan yang kemudian pelaksanaannya dilakukan oleh alumni dan mahasiswa sebagai delegasi daAoi atau pendidik di lingkungan binaan atau masjid-masjid yang ada di sekitar masyarakat. Secara singkat, peranan pondok pesantren masuk dalam dunia globalisasi pendidikan tidak lain dan tidak bukan hanya untuk mempraktikan semboyan yang selalu digaungkan kepada santrinya yaitu AuFi ayyi ardhin tathaAou fa anta masulun Aoan Islamiha. Ay Yang bermakna di manapun kamu berada, maka kamu akan ditanya pertanggungjawaban tentang keIslamanmu. Santri-santri pondok pesantren Ar-Raudlatul Hasanah dikaderisasi menjadi individu yang unggul dan berkualitas, baik secara akademik maupun praktisi dan pengemban dakwah melalui program belajar yang diberikan secara seimbang antar pelajaran agama dan umum dengan tambahan ekstrakurikuler yang melatih berbagai bidang keterampilan dan kegiatan olahraga lainnya untuk menunjang kegiatan minat dan bakat para santri selama berada di pondok pesantren. Seperti berorganisasi, program berpidato tiga bahasa . , latihan jurnalistik, pengembangan bakat dan seni, bela diri, dan berbagai macam olahraga lainnya, yang semuanya itu disiapkan Samsiah Nur. Rasyidin Bina. Sri Masyitah | MAHAROT Vol. No. 2, 2023 agar SDM lulusan pondok pesantren mampu bersaing dari berbagai bidang dengan tetap menjadikan dakwah Islam sebagai tujuan utamanya. Dalam hal ini istilah pesantren tidak memberikan AuikanAy kepada santri sebagai bekal dalam berdakwah, melainkan memberikan AukailAy sebagi alat yang digunakan untuk memperoleh ikan apa saja, yaitu berdakwah berbagai lini. Oleh karena itu, di pesantren ini tidak ada istilah dikotomi antara pelajaran agama dengan pelajaran umum, keduanya diseimbangkan dan diselaraskan dengan berpedaoman bahwa semua ilmu itu bersumber dari Allah. Dan harus dijadkan sebagai ladang dakwah yang akan digali dan dikembangkan semaksimal mungkin supaya generasi Islam ikut maju dan berkembang mengikuti era globalisasi dunia pendidikan dengan tetap mengemban nilai dakwah di dalamnya. Azra dalam Triono, dkk . menyebutkan bahwa eksistensi pesantren memiliki tiga peranan penting, pertama, pesantren sebagai pusat transmisi pengetahuan keagamaan, kedua, sebagai penjaga dari tradisi Islam, dan ketiga, sebagai pusat reproduksi ulama. Secara singkat, peran pesantren Ar-raudlatul Hasanah sebagai lembaga dakwah, lembaga pendidikan dan juga sebagai lembaga sosial mempersiapkan individu-individu yang handal di berbagai bidang dengan SDM lulusan yang bermutu untuk kepentingan dan kemajuan Islam. Bangsa dan Negara. Hal ini selaras dengan visimisi pendidikan di era global yang memperhatikan berbagai perkembangan kehidupan manusia dari abad ke abad yang sangat mempengarahui model dan sistem pendidikan yang berwawasan dan berkarakteristik. Maka pondok Pesantren modern khususnya di Ar-Raudlatul Hasanah ikut berusaha mewujudkan cita-cita bangsa dengan mendidik santri-santriwati yang tidak hanya faham dalam agamanya tapi juga unggul dengan ilmu dan keterampilannya. SIMPULAN Transformasi pondok Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Medan terus berkembang mengikuti zaman meskipun harus menghadapi berbagai tantangan, misalnya seperti dalam pendirian yayasan yang tidak bisa dilegalitaskan atas struktur tanah wakaf, namun harus melalui sebuah yayasan. Sehingga muncul lah sebuah struktur yayasan tanah wakaf pondok Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Medan yang kini sudah mampu mendirikan lembaga pendidikan di dalamnya mulai dari program pendidikan Taman Kanak-Kanak sampai Perguruan Tinggi. Ini menunjukan bahwa eksistensi Pondok Samsiah Nur. Rasyidin Bina. Sri Masyitah | MAHAROT Vol. No. 2, 2023 Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Medan semakin diminati dan dilirik oleh masyarakat, khususnya Medan di Sumatera Utara. Hal ini terlihat dari bertambahnya peminat calonsantri-santriwati setiap tahunnya setaip pendaftaran tahun ajaran baru. Transformasi dari segi metode dan sistem pembelajaran di pesantren. Meski awal mula pesantren dijalankan dengan sistem pulang hari, maka kini pondok pesantren sudah menerapkan sistem mondok dengan segala fasilitas yang memadai untuk para santri-santriwati. Begitupun dengan adanya Islamisasi ilmu dengan tidak mendikotomi mata pelajaran agama dengan pelajaran umum, sehingga semua bidang ilmu diberikan secara seimbang dengan tidak meninggalkan karakteristik santri yang Hal mempersiapkan SDM lulusan untuk memiliki berbagai keterampilan dengan kegiatan ekstrakurikuler yang juga dapat mendukung minat dan bakat santri-santri selama menjalani proses pendidikan di dalamnya. Sehingga santri tidak didik sebagai calon daAoi yang berilmu tetapi juga dibekali dengan berbagai keterampilan untuk mengahadapi tantangan saat terjun di masyarakat global. DAFTAR PUSTAKA