Jurnal Pengabdian Masyarakat https://ojs. id/index. php/jukeshum/index E-ISSN: 2774-4698 Vol. 5 No. Januari 2025 Hal. FAMILY BASED EDUCATION IN PREVENTION OF ANEMIA IN PREGNANT WOMEN IN BANDAR KHALIFAH VILLAGE. PERCUT SEI TUAN PENDAMPINGAN PERAN KADER DALAM MENGURANGI KEJADIAN KEK PADA IBU HAMIL DI PMB SARFINA SEMBIRING Riska Susanti Pasaribu1*. Lidya Natalia Sinuhaji2. Ridesman3. Lasria Simamora4. Siska Suci Triana Ginting5. Marlina Simbolon6 1,2,3,4,5,6 STIKes Mitra Husada Medan. Medan. Indonesia E-mail Author: riskasusantinataliap@gmail. com ,lidyasinuhaji23@gmail. ridesman@mitrahusada. id, lasriasimamora@gmail. com, sergiojayden86@gmail. marlina@yahoo. Submitted: 26/06/2024 Reviewed: 20/12/2024 Accepted: 31/01/2025 ABSTRACT Cases of anemia caused by malnutrition, especially iron deficiency anemia, reach 75%. The prevalence of iron and other micronutrient deficiencies is a serious problem in developing countries. The incidence of anemia or lack of blood among pregnant women in Indonesia is still relatively high, at 48. Anemia is closely related to malnutrition, which is a multifactorial influence and interaction between food intake and frequency of infection. The prevalence of anemia among pregnant women at the Bandar Kalipah Community Health Center was recorded at 24. The community service method applied in this activity directly involves families in efforts to reduce the incidence of anemia in pregnant women, through lectures, counseling, discussions, and training. As an initial step, a pre-test and post-test analysis was carried out to measure family knowledge about anemia, in order to ensure an increase in family knowledge and participation in efforts to prevent anemia. The knowledge of pregnant women's families before . re-tes. and after . ost-tes. being given education on preventing anemia through family-based education showed good results, with a percentage of good knowledge of 23. 29% in the pre-test and increasing to 92. 0% in the post-test. Sufficient knowledge was recorded at 24. 70%, while low knowledge decreased to 3. This activity aims to provide education to families who accompany pregnant women and is carried out repeatedly and consistently in Bandar Khalifah Village, where pregnant women must be accompanied by their families during pregnancy check-ups. This activity was carried out in October 2024 by providing education on the causes of anemia, the process of anemia, prevention of anemia, and proper treatment for anemia. With this activity, there was an increase in knowledge, attitudes, and experience for families of pregnant women in efforts to prevent anemia. Keywords: Education. Family. Anemia Prevention ABSTRAK Kasus anemia 75% akibat kekurangan gizi adalah anemia defisiensi besi. Prevalensi defisiensi besi dan mikronutrien lainnya dan menjadi masalah utama pada negara berkembang. Angka kejadian anemia atau kekurangan darah pada ibu hamil di Indonesia masih relatif tinggi yakni sebesar 48,9%. Anemia dikaitkan dengan kekurangan gizi, yang merupakan pengaruh multifaktorial dan interaksi antara asupan makanan dan frekuensi infeksi. prevalensi anemia pada ibu hamil di Puskesmas Bandar Kalipah sebesar * Pasaribu. , dkk. JUKESHUM: Jurnal Pengabdian Masyarakat 24,9%. Metode pengabdian yang digunakan dalam kegiatan ini memberikan dan melibatkan keluarga secara langsung dalam mengurangi angka kejadian anemia padaibu hamil ini terdiri dari metode ceramah, penyuluhan, diskusi dan metode drill. Terlebih dahulu dilakukan analisis pre-test dan post-tes pengetahuan keluarga tentang anemia. Untuk memastikan peningkatan dan partisipasi keluarga dalampencegahan anemia. Pengetahuan keluarga ibu hamil sebelum (Pre tes. dan sesudah (Post tes. diberikannya edukasi tentang pencegahan anemia kepada melalui edukasi berbasis keluarga adalah pengetahuan baik 23,29% dan nilai post-test adalah 92,0%. Berpengetahuan cukup 24,70 % dan berpengetahuan rendah 52,01% menjadi 3,00%. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada keluarga yang mendampingi ibu hamil dilakukan secara berulang dan konsisten di Desa Bandar Khalifah, ibu hamil wajib didampingi oleh keluarga pada saat melakukan kunjungan kehamilan. Kegiatan ini dilakukan pada bulan Oktober 2024 dengan memberikan pendidikan tentang penyebab anemia, proses terjadinya anemia, pencegahan anemia, penanganan anemia secara tepat, dengan itu terdapat peningkatan pengetahuan dan sikap serta pengalaman bagi keluarga ibu hamil dalam pencegahan terjadi nya anemia. Kata Kunci: Edukasi. Keluarga. Pencegahan Anemia PENDAHULUAN Anemia merupakan masalah kesehatan global yang serius. Prevalensinya bervariasi tergantung pada faktor-faktor seperti kondisi sosial ekonomi, gaya hidup, pola makan, serta sikap dan perilaku individu terhadap kesehatan. Diperkirakan sekitar 50% kasus anemia disebabkan oleh kekurangan zat besi. Beberapa penyebab utama anemia meliputi kekurangan zat gizi mikro tertentu, seperti vitamin A, riboflavin (B. B6, folat (B. , dan B12. Selain itu, infeksi akut atau kronis, seperti malaria, tuberkulosis, infeksi jamur, skistosomiasis, dan HIV, juga dapat menyebabkan anemia. Kelainan dalam sintesis hemoglobin, seperti hemoglobinopati, juga merupakan faktor penyebab anemia (WHO, 2. Kasus anemia 75% akibat kekurangan gizi adalah anemia defisiensi besi. Prevalensi defisiensi besi dan mikronutrien lainnya dan menjadi masalah utama pada negara berkembang. Sering menjadi penyebab morbiditas dan mortalitas ibu dan perinatal. Anemia defisiensi besi pada ibu dapat mengakibatkan kesulitan persalinan fisik, pernapasan, palpitasi, kelelahan, tidur, kinerja kognitif dan perilaku, serta depresi pascapersalinan. Anemia pada kehamilan dikaitkan dengan peningkatan risiko preeklamsia, diare asin, infeksi, dan gula darah rendah (Wibowo. Norouono, 2. Angka kejadian anemia atau kekurangan darah pada ibu hamil di Indonesia masih relatif tinggi yakni sebesar 48,9%. Anemia dikaitkan dengan kekurangan gizi, yang merupakan pengaruh multifaktorial dan interaksi antara asupan makanan dan frekuensi infeksi. Meskipun risiko anemia Anda berubah sepanjang hidup Anda, ada saat-saat ketika Anda lebih rentan terhadap anemia. Fluktuasi ini disebabkan oleh perubahan cadangan zat besi, konsumsi zat besi, kebutuhan zat besi, atau kehilangan zat besi. Anak-anak di bawah usia lima tahun, wanita hamil dan wanita yang sedang hamil merupakan kelompok yang paling rentan terhadap Tanpa hemoglobin yang cukup, metabolisme tubuh dan sel saraf mungkin tidak berfungsi optimal. Ini mengurangi percepatan impuls saraf dan mengganggu sistem reseptor Pada anak-anak, anemia dapat menyebabkan menurunnya motivasi belajar, kelesuan, dan melemahnya sistem (Kemenkes. RI, 2. Gizi masih menjadi tantangan utama dalam kesehatan masyarakat di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Masalah gizi ini menjadi salah satu penyebab tidak langsung kematian ibu dan bayi yang sebenarnya dapat dihindari. Kondisi gizi yang buruk pada ibu saat hamil dapat berakibat serius bagi kesehatan ibu dan anak, salah satunya adalah lahirnya bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR). Bayi yang lahir dengan berat badan lahir rendah Vol. No. 1, 2025 JUKESHUM: Jurnal Pengabdian Masyarakat memiliki risiko kematian 10 hingga 20 kali lebih tinggi dibandingkan bayi yang lahir dengan berat badan normal. Oleh karena itu, penting untuk melakukan deteksi dini saat hamil guna menilai status gizi ibu (Bariyyah. Khoirul, 2. Selama masa kehamilan, anemia dapat memberikan dampak negatif yang cukup signifikan terhadap morbiditas dan mortalitas ibu dan janin. Dampak anemia yang dialami oleh janin antara lain meningkatnya risiko retardasi pertumbuhan intrauterin (IUGR), kelahiran prematur, kelahiran bayi dengan cacat lahir, berat badan lahir rendah (BBLR), dan kematian janin dalam kandungan. Sementara itu, dampak anemia pada ibu hamil antara lain berupa gejala sesak napas, kelelahan berlebihan, jantung berdebar, tekanan darah tinggi, gangguan tidur, preeklamsia, risiko keguguran, dan meningkatnya kemungkinan terjadinya perdarahan baik sebelum maupun saat melahirkan, bahkan dapat mengakibatkan kematian ibu. Anemia pada ibu hamil masih menjadi salah satu masalah gizi terbesar di Indonesia. Data yang dirilis oleh WHO menunjukkan bahwa Indonesia menempati urutan keempat di Asia dalam hal prevalensi penderita anemia pada tahun 2021. Angka kejadian anemia di Indonesia masih cukup tinggi (Kemenkes. RI, 2. Menurut (WHO, 2. , prevalensi anemia pada ibu hamil di Indonesia sebesar 40,5% pada tahun 2015 dan 42% pada tahun 2016. Indonesia merupakan salah satu negara berkembang dengan standar kesehatan yang rendah, hal ini dibuktikan dengan angka kematian ibu yang masih tinggi. Menurut data Kementerian Kesehatan Indonesia, angka kematian ibu di negara ini adalah 305 per 100. 000 pada tahun 2015. Tujuan Pembangunan Milenium (MDG. tahun 2015 masih belum tercapai sesuai harapan. Pembangunan Berkelanjutan (SDG. tahun Pada tahun 2020, angka kematian ibu (MMR) diperkirakan akan turun menjadi 70 per 000 kelahiran hidup. Jumlah ibu hamil di Kabupaten Deli Serdang sebanyak 47. 156 orang, yang terdiri dari K1 sebanyak 46. 638 orang. K4 sebanyak 46. 300 orang, ibu kekurangan energi kronik sebanyak 682 orang, dan mengonsumsi zat besi (F. 300 orang (BPS. Indonesia pada tahun 2019, prevalensi anemia pada ibu hamil di Puskesmas Bandar Kalipah Tembung tercatat sebesar 24,9%. Angka ini mengalami peningkatan sebesar 19,3% dibandingkan dengan tahun 2018. Oleh karena itu. Dinas Kesehatan berupaya untuk meningkatkan pelayanan kesehatan bagi ibu selama masa kehamilan. Pelayanan kesehatan merupakan salah satu upaya pencegahan penyakit berat yang dapat dialami oleh ibu hamil. Pelayanan antenatal merupakan pelayanan kesehatan yang diberikan kepada ibu hamil oleh tenaga medis yang terdiri dari dokter spesialis, dokter umum, bidan, dan asisten bidan, sesuai dengan standar pelayanan antenatal yang meliputi sepuluh aspek penting, yaitu: 1. Membantu ibu hamil mengelola berat badan berdasarkan usia kehamilan. Pengukuran tekanan darah. Penilaian status gizi melalui pengukuran lingkar lengan atas. Pengukuran tinggi fundus. Persentase dan pengukuran denyut jantung janin (DJJ). Vaksinasi tetanus toksoid. Pencegahan anemia melalui pemberian suplemen penambah darah, terutama tablet zat besi, minimal 90 tablet selama kehamilan. Pemeriksaan klinis. Penanganan atau perawatan Konsultasi atau diskusi mengenai kesehatan ibu dan janin (Wiratma. Dicky Yuswardi, 2. Penyediaan pelayanan kesehatan ibu dapat dievaluasi berdasarkan cakupan K1 dan K4. Cakupan K1 adalah jumlah ibu hamil yang telah mendapatkan kunjungan pemeriksaan kehamilan pertama dari tenaga kesehatan yang diukur terhadap target ibu hamil di satu wilayah kerja dalam kurun waktu satu tahun. Sedangkan cakupan K4 adalah jumlah ibu hamil yang telah mendapatkan pelayanan antenatal sesuai standar minimal, yaitu sebanyak empat kali pada setiap trimester sesuai jadwal yang dianjurkan, dibandingkan dengan target jumlah ibu hamil di wilayah kerja dalam kurun waktu satu tahun. Indikator ini difokuskan pada akses ibu hamil terhadap pelayanan kesehatan dan kemauan ibu hamil untuk menjalani pemeriksaan (Profil Vol. No. 1, 2025 JUKESHUM: Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Sergei, 2. Peran keluarga dalam upaya peningkatan kesehatan bertujuan untuk memperkuat pengetahuan, kesadaran, dan motivasi keluarga dalam memelihara dan meningkatkan Strategi pemberdayaan keluarga dalam konteks ini meliputi pendidikan kesehatan bagi anggota keluarga, pelaksanaan penyuluhan kesehatan, pemberian informasi tentang pelayanan kesehatan, dan evaluasi terhadap pelayanan kesehatan yang diterima. Peran keluarga dalam bidang kesehatan meliputi pengenalan masalah kesehatan yang dihadapi, pengambilan keputusan terkait masalah kesehatan tersebut, perawatan bagi anggota keluarga yang sakit, modifikasi lingkungan rumah yang dapat memengaruhi kesehatan keluarga, dan pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan yang tersedia. Berdasarkan survei yang ditemukan dilapangan bahwa, dari 17 ibu hamil datang melakukan junjungan antenatal K1 dan K4 terdapat 13 ibu hamil dengan HB <10 g/dL. Hal ini merupakan batas normal terendah HB pada ibu hamil. Dari wawancara yang dilakukan, ibu hamil melakukan pekerjaan rumah setiap hari dan mengurus anak serta mengalami gangguan pola tidur, hal ini dapat menjadi penyebab ibu hamil mengalami anemia. Dengan upaya melibatkan keluarga ibu hamil seperti memberikan dukungan moriil, dukungan psikis, termasuk dalam memberikan perhatian serta membantu dalam mengurangi aktifitas fisik ibu hamil, sangat dibutuhkan oleh ibu hamil. Dengan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, maka dapat memberikan edukasi kepada keluarga ibu hamil untuk ikut serta dalam memberikan dukungan selama proses kehamilan yang sering diabaikan oleh masyarakat pada umumnya. Keterlibatan keluarga dalam program pemerintah bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan yang dimulai dari keluarga. Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) merupakan serangkaian kegiatan yang dirancang untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, serta mencegah dan menangani timbulnya masalah kesehatan yang menyasar keluarga, kelompok, dan masyarakat secara keseluruhan. Sedangkan Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) meliputi kegiatan dan/atau serangkaian kegiatan pelayanan kesehatan yang ditujukan untuk meningkatkan kesehatan, mencegah, menyembuhkan penyakit, mengurangi penderitaan akibat penyakit, dan memulihkan kesehatan perorangan. Program Indonesia Sehat dilaksanakan berdasarkan tiga pilar utama, yaitu: . penerapan paradigma sehat, . penguatan pelayanan kesehatan, dan . pelaksanaan jaminan kesehatan nasional (JKN) (Profil Kesehatan Deli Serdang, 2. Implementasi paradigma kesehatan dilakukan melalui strategi pengarusutamaan kesehatan dalam pembangunan, penguatan upaya promotif dan preventif, serta pemberdayaan Penguatan pelayanan kesehatan dilakukan dengan menerapkan strategi peningkatan akses pelayanan kesehatan, optimalisasi sistem rujukan, dan peningkatan mutu dengan pendekatan continuum of care dan intervensi berbasis risiko kesehatan. Sedangkan implementasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dilakukan dengan strategi perluasan sasaran dan manfaat, serta pengendalian mutu dan biaya. Semua upaya tersebut diarahkan untuk mencapai kondisi masyarakat dengan keluarga sehat. Pengetahuan ini juga dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari dan disebarluaskan kepada ibu hamil di wilayah kerja terkait. Dengan demikian, dampak dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini akan semakin meluas di masyarakat. Kegiatan ini dapat terus berlanjut dan meluas hingga menjangkau lebih banyak ibu hamil dan masyarakat pada umumnya. Pengetahuan dan pemahaman yang tepat, setiap ibu hamil dapat menjalani kehamilan yang sehat dan terhindar dari anemia sehingga persiapan persalinan dapat berlangsung secara fisiologis. Vol. No. 1, 2025 JUKESHUM: Jurnal Pengabdian Masyarakat METODE Metode ini digunakan dalam kegiatan pengabdian yang melibatkan langsung keluarga untuk menurunkan angka kejadian anemia pada ibu hamil, yang terdiri dari metode ceramah, penyuluhan dan diskusi. Metode ini digunakan sebagai strategi pelaksanaan pengembangan. Metode ini didorong untuk memahami materi yang diberikan dan untuk mendorong tujuan agar mempertimbangkannya dengan sermat. Petugas kesehatan atau fasilitator akan memberikan informasi penting tentang pencegahan anemia. Hal ini berfokus pada peran keluarga dalam mendukung ibu hamil. Topik yang dibahas dalam pengabdian ini meliputi pentingnya asupan zat besi, pola makan sehat, dan metode praktis untuk mencegah anemia selama kehamilan. Jumlah ibu hamil yang terlibat dalam kegiatan layanan ini adalah 38 orang. Kuesioner diisi dan dianalisis dengan komputerisasi untuk menentukan nilai pengetahuan keluarga. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasilnya dari kegiatan memberikan edukasi kepada keluarga yang mendampingi ibu hamil dilakukan secara berulang dan konsisten di Desa Bandar Khalifah, ibu hamil wajib didampingi oleh keluarga pada saat melakukan kunjungan kehamilan. Kegiatan ini dilakukan pada bulan Oktober 2024 dengan memberikan pendidikan tentang penyebab anemia, proses terjadinya anemia, pencegahan anemia, penanganan anemia secara tepat, dengan itu terdapat peningkatan pengetahuan dan sikap serta pengalaman bagi keluarga ibu hamil dalam pencegahan terjadi nya anemia. Table 1. Pengetahuan Keluarga tentang Anemia Pada Ibu Hamil Pengetahuan tentang Anemia Pre- test (%) Post test(%) Baik 23,29 24,70 5,00 52,01 3,00 Table 1. Menunjukan hasil analisis pengetahuan sebelum (Pre tes. dan sesudah (Post tes. diberikannya edukasi tentang pencegahan anemia kepada melalui edukasi berbasis keluarga adalah pengetahuan baik 23,29% dan nilai post-test adalah 92,0%. Berpengetahuan cukup 24,70 % dan berpengetahuan rendah 52,01% menjadi 3,00% dari hasil tersebut peningkatan pengetahuan melalui edukasi berbasis keluarga meningkat dengan baik. Hasil analisis ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Mulia. Sri, 2. bahwa ibu hamil yang didukung suami dalam mengonsumsi tablet FE terdapat sebanyak 62 ibu hamil yang patuh mengonsumsi tablet Fe dan hasil perhitungan antara dukungan suami dan dukungan ibu, sebanyak 60 ibu hamil . ,7%) memenuhi konsumsi tablet FE. Suami merupakan orang pertama yang memberikan dukungan kepada istrinya sebelum orang lain memberikan dukungan. Katagori Vol. No. 1, 2025 JUKESHUM: Jurnal Pengabdian Masyarakat Gambar 1. Ibu Hamil melakukan kunjungan antenatal didampingi oleh keluarga yang tinggal bersama dengan Ibu Hamil Pelayanan kesehatan harus terus memberikan saran dan informasi tentang cara mencegah anemia, termasuk : Pemeriksaan kehamilan secara rutin untuk mengetahui risiko anemia, menjelaskan pentingnya suplemen zat besi yang dikonsumsi ibu hamil secara rutin, menyebutkan gizi yang baik dan buruk bagi ibu hamil. Dukungan dari suami dan anggota keluarga juga diperlukan untuk memotivasi dan mengingatkan ibu hamil agar terus melakukan tindakan pencegahan anemia. Para suami harus memantau kesehatan istri mereka, mendampingi mereka saat pemeriksaan kehamilan, dan memberitahukan kepada mereka tentang status kehamilan dan saran-saran dari tenaga kesehatan profesional. Gambar 2. Pemeriksaan Kesehatan Ibu Hamil Hal ini menunjukkan kegiatan pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh tenaga medis terhadap ibu hamil melalui kunjungan kehamilan di posyandu yang telah ditentukan dengan melibatkan suami dan keluarga selama masa kehamilan untuk pencegahan anemia ibu hamil. Vol. No. 1, 2025 JUKESHUM: Jurnal Pengabdian Masyarakat Gambar ini menunjukkan kegiatan petugas kesehatan yang melakukan pemeriksaan fisik dan penilaian kesehatan langsung terhadap wanita hamil. Tes ini meliputi pengukuran tekanan darah, pemeriksaan berat badan, dan pemeriksaan kadar hemoglobin untuk mendeteksi gejala Tujuan dari tes ini adalah untuk memastikan bahwa ibu hamil berada dalam kondisi kesehatan yang optimal dan untuk mendeteksi adanya masalah kesehatan yang memerlukan perhatian lebih lanjut. Selama pemeriksaan, tenaga medis tidak hanya fokus pada aspek medis, tetapi juga memberikan konseling kepada ibu hamil tentang pentingnya nutrisi yang tepat dan pemantauan kesehatan secara teratur. Melibatkan suami dan keluarga dalam mengurangi aktifitas fisik ibu hamil, memberikan dukungan psikis dan dukungan emosional agar dapat meningkatkan kesejahteraan kesehatan fisik, mental ibu hamil selama masa kehamilan serta kesiapan dalam menjelang persalinan. Anemia selama kehamilan dapat berdampak buruk pada kesehatan ibu dan bayi. Pada ibu, anemia dapat menyebabkan kelelahan, kemampuan kerja menurun, gangguan fungsi kekebalan tubuh, peningkatan risiko penyakit jantung dan infeksi, penurunan kualitas hidup, keguguran/aborsi, kelahiran prematur, dan berat badan lahir rendah (BB<2. 500 gra. dan tinggi badan (PB<48 c. , serta dapat menjadi penyebab perdarahan hebat. Resiko anemia juga pada bayi sangat berdampak meningkatkan resiko penyebab kematian janin dalam kandungan (KJDK). APGAR Score yang rendah, perlambatan pertumbuhan dan perkembangan janin (Atzmardina. Zita, 2. Kurangnya pemahaman masyarakat tentang anemia pada ibu hamil menjadi salah satu kendala yang menyebabkan kurang mendukungnya keluarga dalam melakukan pencegahan anemia pada ibu hamil. Meskipun penyuluhan anemia belum sepenuhnya disosialisasikan pada ibu hamil, namun hal tersebut merupakan hasil wawancara awal dengan beberapa keluarga yaitu sebagai pendamping ibu hamil. Keluarga perlu mendapatkan penyuluhan yang komprehensif dengan melibatkan keluarga karena mereka terlibat dalam upaya pencegahan anemia pada tingkat kesehatan khususnya pada ibu hamil. Oleh karena itu, mengenali risiko anemia pada ibu hamil dan melakukan sosialisasi untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang anemia pada ibu hamil di masyarakat, karena deteksi dini anemia dengan pemeriksaan HB merupakan hal yang harus dilakukan. Nilai dan peningkatan upaya pencegahan dan penanggulangan anemia pada ibu hamil (Lasria Yolivia Aruan, 2. Kegiatan ini juga sejalan dengan kegiatan pengabdian yang dilakukan oleh (Putri, 2. dengan mengemukakan kesimpulan bahwa memberikan edukasi mengenai pencegahan anemia berbasis keluarga kepada ibu hamil terbukti efektif, yang ditunjukkan oleh peningkatan signifikan dalam pengetahuan ibu hamil setelah edukasi dilakukan. Hal yang sama, ke depannya, edukasi serupa dapat dilanjutkan untuk memperkuat kerja sama antara tenaga kesehatan, ibu hamil, dan keluarga dalam upaya pencegahan anemia selama kehamilan. KESIMPULAN Kegiatan Pengabdian Kepada masyarakat dilakukan pada Bulan Oktobrt 2024 di Desa Bandar Khalipah Kecamatan Percut Sei Tuan dengan jumlah sasaran 38 orang. Kegiatan dilakukan terlebih dahulu dengan survei dan pembagian kuesioner dengan metode pre-test dan post tes. Metode kegiatan digunakan seperti kegiatan ini memberikan dan melibatkan keluarga secara langsung dalam mengurangi angka kejadian anemia padaibu hamil ini terdiri dari metode ceramah, penyuluhan, diskusi dan metode drill. Hasil analisis terdapat peningkatan pengetahuan setelah diberikan edukasi secara tepat dan komprehensif. Hasil analisis Vol. No. 1, 2025 JUKESHUM: Jurnal Pengabdian Masyarakat pengetahuan sebelum (Pre tes. dan sesudah (Post tes. diberikannya edukasi tentang pencegahan anemia kepada melalui edukasi berbasis keluarga adalah pengetahuan baik 23,29% dan nilai post-test adalah 92,0%. Berpengetahuan cukup 24,70 % dan berpengetahuan rendah 52,01% menjadi 3,00% dari hasil tersebut peningkatan pengetahuan melalui edukasi berbasis keluarga meningkat dengan signifikan. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pemangku kepentingan yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, sehingga kegiatan dapat diselesaikan dengan baik. Kepada kepala Desa yang terlibat secara langsung dalam mendukung kegiatan pengabdian ini, kepada kepala Puskesmas yang memberikan ijin selama kegiatan berlangsung. Terutama kepada sasaran yaitu ibu hamil dan keluarga ibu hamil yang berperan dalam meningkatkan kesehatan melalui dukungan dan motivasi kepada ibu hamil. REFERENSI