Fakhmi Zakaria dan Linda Ayu Oktoriza dan Suhita Whini Setyahuni dan Rissa Anandita: PENGARUH PEMAHAMAN RED FLAG TERHADAP DETEKSI KECURANGAN DENGAN PENGALAMAN AUDITOR SEBAGAI VARIABEL MODERASI JAKA Jurnal Akuntansi. Keuangan dan Auditing. Vol. 4 (No. , 2023. Hal: 195-204 http://publikasi. id/index. php/jaka PENGARUH PEMAHAMAN RED FLAG TERHADAP DETEKSI KECURANGAN DENGAN PENGALAMAN AUDITOR SEBAGAI VARIABEL MODERASI Fakhmi Zakaria1* dan Linda Ayu Oktoriza2 dan Suhita Whini Setyahuni3 dan Rissa Anandita4 1,2,3,Progdi Akuntansi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Dian Nuswantoro 4,Progdi Akuntansi Perpajakan. Sekolah Vokasi. Universitas Diponegoro 1,2,3,Jl. Nakula I No. 5-11 Semarang. Indonesia 4Jl. Erlangga Tengah No 17 Pleburan. Semarang. Indonesia Author email, 1. fakhmi@dsn. Lindaayu. okt@dsn. whinihita@dsn. rissaanandita@live. Diterima: Mei 2023. Direvisi: Mei 2023. Dipublikasikan: Mei 2023 ABSTACT The purpose of this research is to investigate the impact of red flags on fraud detection, the impact of auditor experience on fraud detection, and the capacity of auditor experience to mitigate the impact of red flags on fraud detection. This study's sample included 57 auditors from the Central Java Provincial Regional Inspectorate. This is quantitative research. Partial Least Squares (PLS) analysis is utilized for data analysis, and SmartPLS software is employed. According to the study's findings, red flags have a strong positive influence on fraud detection, auditor experience has a significant effect on fraud detection, and auditor experience cannot attenuate the effect of comprehending red flags on fraud detection. Keywords: red flag, auditor experience, fraud detection. ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki dampak red flag terhadap deteksi kecurangan, dampak pengalaman auditor terhadap deteksi kecurangan, dan kapasitas pengalaman auditor untuk mengurangi dampak red flag terhadap deteksi kecurangan. Sampel penelitian ini adalah 57 auditor dari Inspektorat. Wilayah Provinsi Jawa Tengah. Ini adalah penelitian kuantitatif. Analisis Partial Least Squares (PLS) digunakan untuk analisis data, dan perangkat lunak SmartPLS yang akan digunakan. Menurut temuan penelitian, red flag memiliki pengaruh positif yang kuat terhadap deteksi kecurangan, pengalaman auditor berpengaruh signifikan terhadap deteksi kecurangan, dan pengalaman auditor tidak dapat melemahkan pengaruh pemahaman red flag terhadap deteksi kecurangan. Kata Kunci: red flag, pengalaman auditor, deteksi kecurangan. ISSN 2723-2522 (Onlin. Jurnal Akuntansi. Keuangan dan Auditing. Vol. 4 (No. , 2023. Hal: 195-204 PENDAHULUAN Mendeteksi kecurangan merupakan upaya untuk mendapatkan sinyal awal terjadinya kecurangan, sekaligus membatasi ruang gerak pelaku kecurangan (Salem, 2. Saat mendeteksi kecurangan, auditor akan sering memulai dengan mengidentifikasi indikasi yang menunjukkan kemungkinan terjadinya kecurangan (Zimbelman et al. , 2. Karena tujuan yang mendasari dan banyaknya pendekatan kecurangan, deteksi kecurangan cenderung kurang memiliki titik terang atau kejelasan (Kassem & Higson, 2. Teori atribusi Fritz Heider yang diterbitkan pada tahun 1958, berusaha menjelaskan penyebab perilaku seseorang, dalam hal ini ketidakmampuan auditor untuk mengidentifikasi kecurangan. Dalam konteks audit, para ilmuwan sering menggunakan teori atribusi untuk menjelaskan perilaku auditor, penilaian kinerja, dan pengambilan keputusan. Kekuatan internal mendorong seorang auditor yang mengungkap kecurangan, dan elemen penentu terutama bergantung pada bakat mereka sendiri (Kartikarini & Sugiarto, 2. Padahal tekanan eksternal merupakan sinyal red flag dalam penelitian ini (Suartana, 2. Seorang auditor yang melakukan pekerjaan deteksi kecurangan harus memiliki keahlian, khususnya di bidang forensik dan investigasi (Tuanakotta, 2. Akibatnya, auditor harus mampu mendeteksi kecurangan. Salah satu kompetensi internal adalah kemampuan untuk memanfaatkan pengetahuan dalam melaksanakan proses audit sehingga investigasi dapat dilakukan secara cermat, intuitif, dan objektif. Kapasitas investigasi merupakan faktor auditor internal yang harus dimiliki auditor investigasi untuk menemukan sinyal kecurangan dan bukti Deteksi kecurangan yang efektif memerlukan faktor internal dan eksternal yang secara khusus menjawab masalah tentang persepsi sosial, yang juga terkait dengan persepsi diri (Kelley, 1. Persepsi diri auditor sangat penting dalam menentukan apakah red flag menunjukkan tanda-tanda kecurangan atau hanya kesalahan. Akibatnya, auditor internal harus memahami red flags untuk dapat mendeteksi gejala kecurangan yang terjadi di sekitarnya (Fullerton & Durtschi, 2. Red flag adalah situasi yang tidak biasa atau berbeda dari kondisi biasa, atau sinyal kecurangan dalam laporan keuangan (Duffield & Grabosky, 2. Masih ada variasi dalam hasil studi berdasarkan penyelidikan sebelumnya. Sebagai hasilnya, peneliti melihat hubungan antara pemahaman red flag dan deteksi kecurangan menggunakan variabel moderasi. Variabel moderasi ini diidentifikasi dari (Knapp & Knapp, 2. , penelitian yang menyajikan pengalaman auditor sebagai variabel kuasi-moderator, dengan hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman dapat meningkatkan penilaian risiko yang terkait dengan kecurangan. Teori atribusi menunjukkan bahwa hasil audit yang efektif dapat dipengaruhi oleh kekuatan internal, terutama pengalaman auditor. Pengalaman kerja dianggap sebagai faktor penting dalam kinerja auditor (Januarti, 2. Seperti yang dinyatakan oleh Nair atau Kamalanabhan . , pengalaman auditor dapat mengontrol hubungan antara sikap dan perilaku seseorang terhadap kinerja dalam manajemen dan audit Peneliti tertarik untuk meneliti pengalaman auditor untuk memitigasi pengaruh pemahaman red flag terhadap deteksi kecurangan berdasarkan latar belakang tersebut. TINJAUAN PUSTAKA Deteksi Kecurangan Fraud didefinisikan sebagai praktik kecurangan, penipuan, dan praktik lain yang tidak tepat bagi individu atau organisasi dan dapat mengakibatkan kerugian finansial bagi individu, organisasi, atau pihak lain (Guelpa et al. , 2. Karena kecurangan sedang meningkat, metode deteksi harus digunakan dan dieksekusi secara konstan. Mencari indikasi, sinyal, atau red flag adalah beberapa metode untuk mengidentifikasi kecurangan (Kurniawan, 2. Pengertian red flag adalah kondisi yang tidak biasa atau indikasi kecurangan dalam laporan keuangan (Duffield & Grabosky, 2. Menurut (Sanjaya Adi Putra & Dwirandra, 2. , red flag Fakhmi Zakaria dan Linda Ayu Oktoriza dan Suhita Whini Setyahuni dan Rissa Anandita: PENGARUH PEMAHAMAN RED FLAG TERHADAP DETEKSI KECURANGAN DENGAN PENGALAMAN AUDITOR SEBAGAI VARIABEL MODERASI membantu dalam menentukan adanya kecurangan. Berbeda dengan (Mustika, 2. , penelitian ini tidak menemukan hubungan antara red flag dan identifikasi kecurangan. Red flag Mencari indikasi, sinyal, atau tanda bahaya dapat menjadi teknik yang berguna untuk mengidentifikasi kecurangan (Kurniawan, 2. Situasi yang aneh atau berbeda dari situasi biasanya, atau yang mengindikasikan pemalsuan laporan keuangan, dianggap sebagai red flag (Duffield dan Grabosky, 2. Red flag terbukti memiliki pengaruh yang menguntungkan dalam mengidentifikasi kecurangan dalam penelitian yang dilakukan oleh (Pratama et al. Namun, berbeda dengan (Mustika, 2. , penelitian ini tidak menemukan hubungan antara red flag dan deteksi kecurangan. Pengalaman Auditor Pengalaman kerja diyakini sebagai indikator penting, kinerja auditor (Januarti, 2. Auditor mengintegrasikan kemampuan auditnya dengan informasi sebelumnya. (Widyastuti 2. menemukan bahwa auditor yang berpengalaman memiliki pengetahuan yang lebih besar dan daya ingat struktur yang lebih besar dari pada auditor pemula. (Andriyanti dengan Latrini 2. menemukan hubungan yang menguntungkan antara pengalaman audit dan deteksi kecurangan dalam penelitiannya. Pengembangan Hipotesis Pengaruh Pemahaman Red flag terhadap Deteksi Kecurangan Auditor ketika sedang berhadapan dengan suatu red flag saat melakukan audit akan mencoba menemukan penyebabnya dan membuat kesimpulan tentang red flag tersebut. Red flag adalah kondisi yang aneh atau berbeda dari kondisi normal atau indikasi kecurangan dalam laporan keuangan (Duffield & Grabosky, 2. Auditor mampu menganalisis sinyal-sinyal tersebut dengan cermat, meskipun munculnya tanda bahaya tidak selalu menunjukkan adanya Sehingga persepsi diri seorang auditor berperan penting dalam menyimpulkan apakah red flag mengarah pada gejala kecurangan atau hanya sebuah kesalahan. Saat dihadapkan dengan red flag dalam suatu audit, auditor akan berusaha untuk menentukan penyebab dan menarik kesimpulan mengenai red flag tersebut. Red flag adalah situasi yang tidak biasa atau keluar dari kebiasaan normal, atau sinyal kecurangan dalam laporan keuangan (Duffield & Grabosky, 2. Auditor dapat dengan hati-hati memeriksa sinyal-sinyal ini, meskipun munculnya red flag tidak selalu mengindikasikan adanya kecurangan. Akibatnya, persepsi diri auditor sangat penting dalam menentukan apakah red flag mengindikasikan kecurangan atau hanya sebuah kesalahan. Kesadaran akan tanda bahaya, diikuti dengan pemeriksaan menyeluruh atas semua penyimpangan yang menyertainya, akan membantu auditor dalam menemukan bukti kecurangan (Prasetyo & Darmayanti, 2. dalam hasil (Pratama et al. , 2. , red flag meningkatkan kapasitas auditor untuk mendeteksi kecurangan. Semakin besar pemahaman auditor terhadap tanda bahaya yang ditemukan, semakin efektif dalam mengidentifikasi kecurangan. Jadi, dapat dihipotesiskan sebagai berikut: H1: Pemahaman red flag berpengaruh terhadap deteksi kecurangan. Pengaruh Pengalaman Auditor terhadap Deteksi Kecurangan Pengalaman melakukan audit berpengaruh terhadap kemungkinan auditor menemukan kecurangan (Setiawan & Fitriani, 2. Pengalaman merupakan faktor penentu signifikan dari kredensial profesional auditor. Pengalaman auditor meliputi proses pembelajaran lengkap yang telah dijalani auditor dalam rangka meningkatkan kualitasnya (Knapp & Knapp, 2. Andriyanti dan Latrini . melihat adanya hubungan yang menguntungkan antara pengalaman audit dan deteksi kecurangan, dimana seorang auditor dengan banyak pengalaman Jurnal Akuntansi. Keuangan dan Auditing. Vol. 4 (No. , 2023. Hal: 195-204 tidak hanya akan dapat menemukan kesalahan atau kecurangan yang tidak biasa dalam laporan keuangan, tetapi mereka juga akan dapat memberikan informasi yang lebih akurat. temuan dibandingkan dengan auditor dengan sedikit pengalaman. Hal ini dikarenakan auditor yang berpengalaman memiliki pengetahuan dan mental model yang lebih kuat dibandingkan auditor pemula (Larasati & Puspitasari, 2. Sehingga dapat dihipotesiskan: H2: Pengalaman auditor berpengaruh terhadap deteksi kecurangan. Kemampuan pengalaman auditor memoderasi pengaruh pemahaman red flag terhadap deteksi Auditor harus dapat mengidentifikasi indikasi red flag yang mungkin menyiratkan Mustika . tidak menemukan hubungan antara red flag dan fraud detection. Karena red flag yang muncul tidak secara akurat menunjukkan kecurangan organisasi. Auditor harus memahami red flag agar dapat mendeteksi gejala kecurangan yang terjadi di sekitarnya (Fullerton & Durtschi, 2. Menurut Kiswanto dan Maulana . , auditor yang berpengalaman maupun tidak memiliki varians dalam menemukan hal-hal yang unik tetapi tidak ada perbedaan ketika mengidentifikasi item-item yang umum. Faktor-faktor non-umum ini dapat dianggap sebagai tanda bahaya untuk penyelidikan ini. Menurut (Jaffar et al. , 2. auditor yang memiliki pengetahuan yang substansial akan lebih mudah untuk melihat tanda bahaya yang mengindikasikan kecurangan karena jumlah dan jenis kejadian yang teridentifikasi lebih banyak dari pada auditor dengan pengalaman yang lebih sedikit. Akibatnya, diharapkan keahlian sebelumnya auditor dalam menangani red flag akan berdampak pada deteksi kecurangan. Akibatnya, auditor yang lebih berpengalaman akan menemukan lebih banyak gejala red flag untuk menentukan kebenaran atau kegagalan dari gejala kecurangan ini yang berdampak pada deteksi kecurangan. Dengan demikian, dapat H3: Pengalaman auditor memoderasi pengaruh pemahaman red flag terhadap deteksi METODE PENELITIAN Ini adalah studi kausalitas asosiatif yang mencari bukti empiris tentang pengaruh memahami red flag pada deteksi kecurangan, dengan pengalaman auditor sebagai variabel Penelitian ini dilaksanakan di Inspektorat wilayah Provinsi Jawa Tengah. Populasi adalah area generalisasi, yang terdiri dari hal-hal atau orang-orang yang menampilkan fitur dan atribut tertentu yang peneliti tentukan dan simpulkan. Populasi survei ini terdiri dari 143 auditor dari Inspektorat Provinsi Jawa Tengah. Ciri-ciri sampel adalah sebagian dari keseluruhan populasi. Pendekatan sampel jenuh digunakan untuk menentukan sampel, yang menunjukkan bahwa semua individu dari populasi adalah sampel. Namun, hanya ada 57 auditor yang siap terlibat dalam penelitian ini. Definisi Operasional . Deteksi Kecurangan (Variabel Terika. Indikator berikut digunakan untuk menilai struktur deteksi kecurangan (Arens et al. - Komunikasi antara tim audit - Tanya jawab atau wawancara dengan klien - Faktor-faktor risiko - Prosedur analitis - Informasi lainnya . Pemahaman Red flag (Variabel Beba. Fakhmi Zakaria dan Linda Ayu Oktoriza dan Suhita Whini Setyahuni dan Rissa Anandita: PENGARUH PEMAHAMAN RED FLAG TERHADAP DETEKSI KECURANGAN DENGAN PENGALAMAN AUDITOR SEBAGAI VARIABEL MODERASI Indikator yang digunakan untuk mengukur konstruk pemahaman red flag adalah sebagai berikut (Gullkvist & Jokipi, 2. - Tekanan - Peluang - Rasionalisasi . Pengalaman Auditor (Variabel Moderas. Dalam indikator yang digunakan untuk mengukur konstruk pengalaman auditor menurut Sukriah et al . adalah sebagai berikut (Segah, 2. - Lamanya bekerja sebagai auditor - Banyaknya suatu tugas pemeriksaan yang pernah dilakukan Teknik Analisis Data Teknik analisis yang dipakai adalah analisis Partial Least Square (PLS), data diolah menggunakan software SmartPLS. Tahap-tahap pengujiannya adalah sebagai berikut (Ghozali & Latan, 2. Pengujian Outer Model - Uji validitas: kriteria pengambilan keputusannya adalah nilai loading factor dan nilai Average Variance Extracted (AVE) > 0,5. - Uji reliabilitas: kriteria pengambilan keputusannya adalah nilai CronbachAos Alpha dan composite reliability > 0,6 . Pengujian Inner Model - R-Square - Uji hipotesis HASIL DAN DISKUSI Gambar 1. Model Struktural Jurnal Akuntansi. Keuangan dan Auditing. Vol. 4 (No. , 2023. Hal: 195-204 Outer Model Uji Validitas dan Reliabilitas Tabel 1. Uji Validitas Konvergen dan Uji Reliabilitas Deteksi Kecurangan Pemahaman Red Pengalaman Auditor Cronbach's Alpha Composite Reliability Average Variance Extracted (AVE) Pada Gambar 1 di atas, nilai loading factor semua item pertanyaan > 0,7, dan pada Tabel 1, semua nilai AVE > 0,5, maka berarti bahwa semua item pertanyaan adalah valid. Nilai CronbachAos Alpha dan Composite Reliability semua variabel > 0,7 yang berarti bahwa semua variabel adalah reliabel. Outer Model R-Square Tabel 2. Uji R-Square Deteksi Kecurangan R Square R Square Adjusted Nilai R-Square pada tabel di atas sebesar 0,679. Artinya, 67,9% perubahan pada deteksi kecurangan dipengaruhi oleh pemahaman red flag, pengalaman auditor, sedangkan sisanya . ,1%) dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti. Uji Hipotesis Tabel 3. Uji Hipotesis Pemahaman Red flag -> Deteksi Kecurangan Pengalaman Auditor -> Deteksi Kecurangan X*Z -> Deteksi Kecurangan Original Sample (O) T Statistics (|O/STDEV|) Values Hasil uji hipotesis pada tabel di atas menyatakan bahwa: - Pemahaman red flag berpengaruh positif . idak ada tanda minus pada koefisien 0,. value < 0,. terhadap deteksi kecurangan. - Pengalaman auditor berpengaruh positif . idak ada tanda minus pada koefisien 0,. value < 0,. terhadap deteksi kecurangan. - Pengalaman auditor tidak mampu memoderasi pengaruh red flag terhadap deteksi kecurangan karena memiliki nilai p value sebesar 0,247 (> 0,. Pengaruh Pemahaman Red flag terhadap Deteksi Kecurangan Menurut temuan dipenelitian ini, memahami red flag memiliki pengaruh menguntungkan yang kuat terhadap deteksi kecurangan. semakin tinggi kesadaran auditor terhadap tanda bahaya, semakin baik kapasitas auditor untuk mengidentifikasi kecurangan. Red flag adalah situasi yang tidak biasa atau di luar kebiasaan, atau sinyal kecurangan dalam Fakhmi Zakaria dan Linda Ayu Oktoriza dan Suhita Whini Setyahuni dan Rissa Anandita: PENGARUH PEMAHAMAN RED FLAG TERHADAP DETEKSI KECURANGAN DENGAN PENGALAMAN AUDITOR SEBAGAI VARIABEL MODERASI laporan keuangan (Duffield & Grabosky, 2. Sesuai dengan teori atribusi, menunjukkan bahwa hasil audit yang efektif dapat dipengaruhi oleh kekuatan internal, terutama pemahaman auditor dalam menyimpulkan kondisi red flag yang mengarah pada kecurangan atau hanya merupakan kesalahan. Pemahaman tentang red flag sangat dibutuhkan oleh auditor untuk mengungkap gejala-gejala kecurangan yang terjadi di sekitarnya (Fullerton & Durtschi, 2. Ketika ada tanda bahaya, auditor akan lebih fokus pada situasi yang tidak biasa ini untuk menggali bukti guna mendeteksi dugaan kecurangan sesegera mungkin (Hegazy & Kassem. Temuan penelitian ini sejalan dengan temuan Hegazy dan Kassem . dan Pratama et al. , yang menemukan bahwa red flag memiliki pengaruh yang menguntungkan pada deteksi kecurangan. Ketika auditor mengindikasikan adanya red flag, auditor akan lebih fokus dan berhati-hati dalam mengumpulkan bukti-bukti yang memadai terkait dengan red flag, sehingga dampaknya terhadap pendeteksian kecurangan semakin baik. Kesadaran yang memadai terhadap red flag, diikuti dengan analisis mendalam tentang red flag, akan membantu auditor dalam menemukan bukti kecurangan (Pratama et al. , 2. Pengaruh Pengalaman Auditor terhadap Deteksi Kecurangan Menurut temuan penelitian ini, keahlian auditor memiliki pengaruh menguntungkan yang cukup besar terhadap deteksi kecurangan. semakin banyak pengalaman yang dimiliki auditor, semakin besar kapasitas auditor untuk mengidentifikasi kecurangan. Menurut teori atribusi, kekuatan internal, khususnya keahlian auditor, dapat memengaruhi temuan audit yang Pengalaman kerja dianggap sebagai indikator penting kinerja auditor (Januarti, 2. Dalam konteks ini, pengalaman auditor mengacu pada proses pembelajaran penuh yang telah dijalani auditor dalam rangka meningkatkan kualitasnya (Knapp & Knapp, 2. Menurut teori atribusi, kekuatan internal, khususnya keahlian auditor, dapat memengaruhi temuan audit yang efektif. Hal ini karena pengalaman baik secara teknis maupun psikologis membentuk keterampilan seseorang (Rumengan & Rahayu, 2. Temuan penelitian ini sejalan dengan (Andriyanti & Latrini, 2. yang menemukan bahwa variabel pengalaman audit memiliki pengaruh yang menguntungkan terhadap kapasitas untuk mengidentifikasi kecurangan. Akibatnya, auditor yang berpengalaman memiliki beragam klaim perilaku curang, yang berpengaruh dalam mendeteksi kecurangan lebih berhasil (Larasati & Puspitasari, 2. Kemampuan Pengalaman Auditor Memoderasi Pengaruh Pemahaman Red flag terhadap Deteksi Kecurangan Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa pengalaman auditor tidak mampu memoderasi pengaruh pemahaman red flag terhadap deteksi kecurangan. Hal ini dikarenakan selama auditor menerapkan prosedur audit dan profesionalisme dalam melakukan audit, auditor masih mampu mendeteksi kecurangan. Selain itu, hasil ini juga disebabkan oleh kecenderungan responden yang kurang berinteraksi antara pengalaman auditor dengan red flag, sehingga interaksi antara pengalaman auditor dengan red flag tidak berpengaruh terhadap deteksi kecurangan. Mungkin ada variabel lain yang memiliki pengaruh terhadap pendeteksian kecurangan tetapi tidak menjadi variabel dalam penelitian ini. Auditor yang berpengalaman memiliki perbedaan dalam hal menemukan item yang tidak umum, tetapi tidak memiliki perbedaan dalam hal menemukan item yang umum. Dalam penelitian ini, item yang tidak biasa ini dapat diartikan sebagai red flag (Jaffar et al. , 2. Saat dihadapkan dengan red flag selama audit, auditor akan berusaha mengidentifikasi penyebab dan menarik kesimpulan mengenai red flag tersebut. Menurut Jaffar et al. , auditor dengan tingkat keahlian yang tinggi akan lebih mudah mengungkap red flag dalam mendeteksi kecurangan karena jumlah dan jenis kejadian red flag yang dialami lebih banyak daripada auditor yang kurang Namun, temuan studi tersebut menunjukkan bahwa keahlian auditor memiliki pengaruh yang kecil terhadap deteksi kecurangan. Temuan penelitian ini mendukung temuan Jurnal Akuntansi. Keuangan dan Auditing. Vol. 4 (No. , 2023. Hal: 195-204 Fullerton dan Durtschi . dan Okpianti . yang menemukan bahwa pengalaman auditor tidak berpengaruh terhadap kemampuan auditor dalam mengidentifikasi kecurangan. Hal ini karena auditor dapat menemukan kecurangan selama ia menerapkan standar dan profesionalisme audit serta melakukan operasi audit yang sejalan dengan etika profesi auditor. KESIMPULAN Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa: Pemahaman red flag berpengaruh positif signifikan terhadap deteksi kecurangan, semakin baik pemahaman red flag, semakin baik kemampuan auditor untuk mendeteksi kecurangan. Pengalaman auditor berpengaruh positif signifikan terhadap deteksi kecurangan, semakin banyak pengalaman auditor, semakin baik kemampuan auditor dalam mendeteksi kecurangan. Pengalaman auditor tidak mampu memoderasi pengaruh pemahaman red flag terhadap deteksi Hasil dari penelitian ini dapat digunakan acuan bagi peneliti berikutnya mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan auditor dalam mendeteksi kecurangan. Saran bagi auditor yaitu diharapkan meningkatkan kemampuan dalam memahami red flag agar semakin baik dalam mendeteksi adanya kecurangan. Sedangkan bagi kantor inspektorat diharapkan untuk rutin mengadakan diklat untuk auditor di bidang pendeteksian kecurangan. DAFTAR PUSTAKA