JURNAL MAPPESONA Program Studi Manajemen Pendidikan Islam IAIN Bone Vol. No. Oktober 2024 Restorasi Minat Baca Mahasiswa di Perpustakaan Perguruan Tinggi Kabupaten Bone Pasca Pandemi Covid-19 Mardhaniah, 2Maria Ulfah Syarif, 3Mardhati Institut Agama Islam Negeri Bone email: mardhaniahstain@gmail. ABSTRACT The recovery of students' interest in reading after the Covid-19 pandemic requires a serious strategy so that educational goals can still be achieved optimally. The research method used is field research with a library management science approach and qualitative data analysis. Based on field data, the comparison of the level of visits to libraries before and after the Covid-19 pandemic at the University of Muhammadiyah. Andi Sudirman University, and the Batari Toja Nursing Academy, the average number of visitors per day has not exceeded the number of visitors before Covid-19. Efforts have been made to restore students' interest in reading at the University of Muhammadiyah by promoting digital-based libraries. Andi Sudirman University Library by means of socialization, making slogans about the importance of reading, and improving facilities in the library. The Batari Toja Nursing Academy Library collaborates with lecturers so that students are given the task of reading and looking for references from the library. A strategy that can be used to restore students' interest in reading in the Post-Covid-19 Pandemic Higher Education Library is to promote the library by introducing several library applications and collaborating with lecturers in charge of courses to give assignments to the library in finding reading materials, as well as adding the latest collections for users including e-books, repositories and also introducing devices owned by the National Library such as IOS. Kata Kunci: Restorasi Minat Baca. Perpustakaan Perguruan Tinggi PENDAHULUAN Meskipun berbagai upaya dan berbagai metode pembelajaran telah dilakukan untuk mengatasi terhambatnya proses pembelajaran di masa pandemi covid-19, termasuk dilakukannya metode pembelajaran secara daring dengan memanfaatkan teknologi informasi dan media sosial, namun metode pembelajaran daring masih dikeluhkan dan dinilai tidak atau kurang efektif dalam memenuhi target dan tujuan pembelajaran (Muzdalifa 2. Untuk memulihkan minat baca mahasiswa pasca pandemi covid-19 diperlukan upaya dan strategi yang serius agar tujuan pendidikan tetap dapat tercapai secara optimal. Dalam hal ini diperlukan kebijakan pemerintah atau lembaga/institusi terkait yang diprogramkan secara matang, terencana, dan berdasarkan hasil pengkajian yang berbasis data lapangan (Rionga and Alwi 2. Melalui kebijakan tersebut road map pendidikan dapat dipetakan secara jelas dengan target yang tepat. Oleh karena itu, lembaga pendidikan dan instansi terkait terlebih dahulu perlu melakukan pengkajian dan penelitian guna menyusun konsep model pemulihan pendidikan yang akan Salah satu unsur yang juga tidak kalah pentingnya untuk dikaji adalah model restorasi JURNAL MAPPESONA Program Studi Manajemen Pendidikan Islam IAIN Bone Vol. No. Oktober 2024 minat baca mahasiswa di perguruan tinggi di perpustakaan pasca pandemi covid-19 sebagai bagian penting dalam proses belajar sampai pada pencapaian mutu lulusan. Upaya pemulihan mutu pembelajaran perguruan tinggi tidak cukup dengan memberikan fasilitas belajar daring atau penambahan fasilitas pendukung, melainkan juga diperlukan program kegiatan yang menggunakan strategi tertentu yang relevan dengan kondisi dan permasalahan yang Kalau perlu pemerintah mengeluargan regulasi khusus terkait upaya restorasi pendidikan dan secara khusus terkait dengan peningkatan minat baca mahasiswa (Baety and Munandar 2. Berdasarkan hasil survey tentang perbandingan metode pembelajaran daring dan luring semua informan menyatakan bahwa pembelajaran tatap muka lebih efektif untuk pencapaian tujuan Oleh karena itu, persiapan pembelajaran tatap muka perlu diupayakan dengan terlebih dahulu dilakukan restorasi . di berbagai elemen penunjang proses pembelajaran termasuk salahsatunya adalah restorasi minat baca di perpustakaan. Hasil observasi penelitian pendahuluan di tiga perguruan tinggi yang ada di Kabupaten Bone, yaitu Universitas Andi Sudirman (UNIASMAN). Universitas Muhammadiyah (UNIM), dan Akademi Keperawatan (Akpe. Batari Toja menunjukkan bahwa kunjungan ke perpustakaan untuk kegiatan membaca, penelusuran informasi, dan aktifitas lainnya menurun selama masa pandemi Oleh karena itu, dibutuhkan kiat-kiat khusus atau strategi tertentu agar pemanfaatan perpustakaan khususnya sebagai tempat membaca buku dapat pulih lebih cepat. Karena itulah penelitian ini penting untuk dilaksanakan guna menghasilkan konsep yang akuntabel dan akurat berdasarkan kajian ilmiah. Pembelajaran jarak jauh (PJJ) berlangsung cukup lama, kurang lebih selama tiga tahun menggunakan media hp atau laptop, sementara dalam media sosial ini juga menyiapkan fasilitas lain seperti games, face book, google, dan aplikasi lainnya, maka sering terjadi setelah pembelajaran selesai digunakan untuk main games dan semacamnya, bahkan waktu yang digunakan untuk main games lebih lama dari waktu belajar (Baety and Munandar 2. Dampak negatif dari penggunaan metode pembelajaran daring yang cukup lama bukan hanya pada masalah transformasi ilmu pengetahun yang kurang efektif, tetapi juga berdampak buruk bagi kesehatan siswa/mahasiswa yang pada gilirannya lebih jauh berdampak pada mental dan Hal inilah yang perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah, pemerhati pendidikan, dan masyarakat (KHAYAT 2. Menurut pengamatan dan informasi yang peneliti temukan, di Kabupaten Bone telah banyak orangtua yang mengeluhkan dampak negatif penggunaan HP sebagai media pembelajaran daring. Anak-anak tidak serius untuk memahami dan memiliki ilmu pengetahuan yang diinstruksikan oleh JURNAL MAPPESONA Program Studi Manajemen Pendidikan Islam IAIN Bone Vol. No. Oktober 2024 Pemulihan dari dampak negatif penggunaan HP pada siswa/mahasiswa perlu diupayakan dengan metode yang komprehensip dan berjalan secara simultan dari berbagai pendekatan (Pratomo and Gumantan 2. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi dampak jangka panjang terhadap kesehatan mental dan moral siswa/mahasiswa. (Fauziyah 2. Bertitiktolak dari fakta-fakta tersebut, maka penelitian ini akan mengisi satu bagian dari keperluan kajian akademik untuk dirumuskan konsep dan model restorasi khususnya yang berkaitan dengan pemulihan minat baca mahasiswa di perpustakaan perguruan tinggi. METODE PENELITIAN Penelitian ini adalah penelitian lapangan di tiga perpuruan tinggi yang ada di Kota Watampone yaitu. Universitas Muhammadiyah. Universitas Andi Sudirman, dan Akper Batari Toja. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan ilmu manajemen perpustakaan. Data primer dikumpulkan dengan menggunakan observasi, wawancara, dan angket. Teknik pengolahan data yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif. Analisis data yang digunakan adalah analisis kontekstual. Data yang ada dihubungkan dan diberi penjelasan secara kontekstual berdasarkan sudut pandang ilmu manajemen perpustakaan. Dalam proses analisis data digunakan pola pikir deduktif, induktif, dan komparatif. Penggunaan ketiga pola pikir ini disesuaikan dengan objek yang dibahas pada setiap subbab pembahasan. HASIL DAN PEMBAHASAN Perpustakaan Perguruan Tinggi Menurut Qalyubi, dkk. Perpustakaan perguruan tinggi adalah unit pelaksana teknis (UPT) yang ikut melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi bersama dengan unit lain di perguruan tinggi tersebut, dalam tugas kepustakawanan (Azizah et al. Sedangkan menurut Purwono, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1990, menyebutkan bahwa pada dasarnya perpustakaan adalah unsur penunjang yang perlu ada pada semua bentuk perguruan tinggi, sebagai unit pelaksana teknis (UPT) yang membantu terlaksananya Tridharma Perguruan Tinggi (Widodo et al. Definisi tersebut memiliki makna yang sama dengan pendapat Saleh dan Safitri yang menyebutkan bahwa tujuan perpustakaan perguruan tinggi diselenggarakan untuk menunjang terwujudnya program pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (Akbar 2. Perpustakaan perguruan tinggi dibentuk untuk mencapai tujuan dan mewujudkan beberapa Menurut Rahayuningsih fungsi perpustakaan perguruan tinggi, meliputi fungsi edukasi, fungsi informasi, fungsi riset, fungsi rekreasi, dan fungsi deposit sebagai pusat penyimpanan karya ilmiah (Widodo et al. JURNAL MAPPESONA Program Studi Manajemen Pendidikan Islam IAIN Bone Vol. No. Oktober 2024 Perpustakaan perguruan tinggi harus menyediakan berbagai sumber literatur yang digunakan dalam proses pembelajaran yang dilaksanakan di perguruan tinggi tersebut, menyediakan literatur untuk keperluan riset yang dilakukan oleh civitas akademika, dan literatur yang menunjang civitas akademika dalam melakukan pengabdian kepada masyarakat (Akbar 2. Perpustakaan perguruan tinggi sering disebut dengan Auresearch libraryAy, karena fungsi utamanya untuk sarana meneliti, dan meneliti merupakan salah satu kegiatan utama di perguruan tinggi (Widodo et al. Standardisasi Perpustakaan Istilah standardisasi berasal dari kata standar yang berarti satuan ukuran yang dipergunakan sebagai dasar pembanding, kualitas, nilai, hasil karya yang ada. Menurut Sutarno menyatakan bahwa standar adalah ukuran baku yang ditetapkan oleh badan yang berkompeten untuk soal karya (Mahoni Hal lebih khusus tentang perpustakaan perguruan tinggi terdapat pada Undang-Undang yang sama pada Pasal 24, yaitu sebagai berikut: Setiap perguruan tinggi menyelenggarakan perpustakaan yang memenuhi Standar Nasional Perpustakaan dengan memperhatikan Standar Nasional Pendidikan. Perpustakaan sebagaimana dimaksud pada ayat . memiliki koleksi, baik jumlah dan judul maupun jumlah eksemplarnya, yang mencukupi untuk mendukung pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Perpustakaan perguruan tinggi mengembangkan layanan perpustakaan berbasis teknologi informasi dan komunikasi. Setiap perguruan tinggi mengalokasikan dana untuk pengembangan perpustakaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan guna memenuhi standar nasional pendidikan dan standar nasional perpustakaan. Pada Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 Pasal 11 jelas dicantumkan bahwa StandarNasional Perpustakaan adalah sebagai berikut : Standar koleksi perpustakaan Standar sarana dan prasarana perpustakaan Standar pelayanan perpustakaan Standar tenaga perpustakaan Standar penyelenggaraan Standar pengelolaan JURNAL MAPPESONA Program Studi Manajemen Pendidikan Islam IAIN Bone Vol. No. Oktober 2024 Teknologi Informasi dan komunikasi Sebagai bagian dari perguruan tinggi, perpustakaan perguruan tinggi, sebagaimana yang telah dinyatakan sebelumnya menunjang pelaksanaan program perguruan tinggi yang bersinergi dengan tridharma perguruan tinggi, yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian serta pengabdian kepada masyarakat. Dengan demikian, tiap-tiap perguruan tinggi harus memiliki visi dan misi yang disesuaikan dengan visi dan misi perguruan tinggi tempat dimana dia berada (Nurjanah et al. Standar nasional perpustakaan merupakan kriteria minimal yang digunakan sebagai acuan penyelenggaraan, pengelolaan, dan pengembangan perpustakaan perguruan tinggi baik negeri maupun swasta yang ada di wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia (Ropei et al. Standar Nasional Perpustakaan yang telah disebutkan pada Pasal 11 Undang-Undang di atas, khususnya untuk perpustakaan perguruan tinggi, diuraikan lebih jelas lagi pada SNP 010:2011. Restorasi Kondisi Pasca Pandemi Covid-19 Restorasi dapat dipahami maknanya secara luas dan secara khusus. Sebelum memahami makna AorestorasiAo secara lebih luas, memahami makna kata secara semantik sangat penting agar tidak terjadi kesalahpahaman. Restorasi berasal dari bahasa Inggeris, yaitu dari kata AurestorationAy yang artinya adalah perbaikan, pemulihan, atau pemugaran (Mahoni 2. Secara bahasa restorasi adalah pengembalian atau pemulihan kepada keadaan semula, atau perbaikan suatu objek. Upaya restorasi dilakukan karena adanya kerusakan di beberapa bagian, sistem yang tidak berfungsi, atau faktor eksternal yang mempengaruhi sesuatu sehingga mengalami perubahan. Restorasi merupakan upaya yang dilakukan guna mengembalikan atau memulihkan kembali sesuatu yang rusak atau tercemar. Dalam kamus KBBI, restorasi adalah AuPengembalian atau pemulihan ke keadaan semula. pemugaran (Anon n. Secara lebih luas, restorasi adalah sebuah gerakan perubahan yang menyiratkan pembentukan ulang, pengenalan gagasan baru, tetapi dalam waktu bersamaan berupaya mengembalikan sesuatu Auyang hilangAy, berupa nilai, karakter, bahasa, adat, kebiasaan, pengetahuan dan kearifan lokal, toleransi, kebersamaan, persaudaraan, komunalitas, dan rasa kebangsaan (Surakarta and Surakarta 2. Restorasi adalah sebuah jalan tengah untuk menata kehidupan baru dengan memanfaatkan yang telah ada secara fundamental dan pencarian peluang baru sehingga menjadikan jati diri bangsa yang kokoh. Menjadi maju karena mengikuti perkembangan zaman tidak berarti harus kehilangan jati diri yang sudah melekat dan mengakar begitu kuat dalam kehidupan masyarakat. Orang yang kehilangan jati diri tidak sehat secara mental, tidak percaya diri, tidak menghargai diri sendiri, tidak puas dengan diri sendiri, dan diliputi perasaan negatif (Ramdhan 2. JURNAL MAPPESONA Program Studi Manajemen Pendidikan Islam IAIN Bone Vol. No. Oktober 2024 Restorasi bagian dari program perlindungan sosial, salah satu kegiatan yang diselenggarakan untuk meminimalisasi dampak buruk pasca terjadinya musibah atau terjadinya kerusakan pada sistem kehidupan. Mendefinisikan restorasi sebagai perlindungan sosial berarti Aurangkaian kebijakan dan program yang membantu kelompok rentan untuk mencegah, mengurangi dan/atau beradaptasi dengan risiko sampai pada tercapainya pemulihanAy (Machdum et al. Perlindungan sosial di Indonesia terdiri dari asistensi sosial dan asuransi sosial. Cook and Pincus menyebutkan bahwa asistensi sosial adalah salah satu bentuk perlindungan sosial yang bertujuan untuk meningkatkan standar hidup orang miskin dengan melaksanakan program bantuan uang tunai atau pemberian barang (Mitchell. Ring, and Spellman 2. Prinsip restorasi biasanya terdiri dari dua kegiatan utama, yaitu rekondisi dan revitalisasi. Rekondisi adalah mengembalikan kondisi yang rusak kepada kondisi yang baik seperti semula. Adapun revitalisasi adalah suatu proses yang dapat dipahami sebagai langkah, untuk memperbaiki atau menghidupkan kembali suatu hal yang penting agar dapat memberikan hasil dan manfaat yang Berbagai program yang memiliki tujuan baik, tetapi belum tereksekusi secara optimal dapat ditingkatkan melalui langkah revitalisasi (Yuliani 2. Restorasi harus ditujukan untuk menyelesaikan permasalahan degradasi suatu kegiatan, program, lembaga, atau kawasan yang menyebabkan hilangnya fungsi, peran, outcome dan income. Akibat terjadinya degradasi suatu kegiatan, program, lembaga, atau kawasan, maka akan mengalami gangguan fungsi, peran, dan pendapatan (Gunawan 2. Salah satu upaya restorasi yang penting diperhatikan adalah keterlibatan pemerintah Indonesia dengan mengadakan kebijakan pemulihan pasca terjadinya kerusakan akibat suatu bencana, baik yang disengaja oleh manusia maupun yang tidak disengaja. Hal ini penting untuk dilakukan karena dengan pertimbangan bahwa kegiatan restorasi merupakan bagian dari Upaya rehabilitasi atau perbaikan sistem kehidupan, baik lingkungan sosial, maupun lingkungan alam (Anugra. Yusup, and Erwina 2. Konsep penciptaan manuasia sebagai Aukhalifah fi al-ardhAy dimaknai oleh para ahli tafsir sebagai konsep yang mengandung nilai restorasi. Pada dasarnya manusia diciptakan di atas permukaan bumi disertai tugas, fungsi dan tanggungjawab untuk melakukan perbaikan. Pemanfaatan sumber daya alam haruslah diiringan dengan upaya untuk melestarikan sumber daya alam tersebut dan dilarang melakukan kerusakan. Hal ini merujuk pada QS. al-Baqarah: 30 dan alRum: 41 (Hadi 2. Tidak dapat dipungkiri, wabah Covid-19 berdampak pada aktivitas di berbagai sektor, ekonomi, pendidikan, politik, sosial. Kesehatan, dan lain-lain, baik di negara berkembang maupun di negara maju secara holistik. Pandemi Covid-19 dan tindakan pengekangan terkait terus JURNAL MAPPESONA Program Studi Manajemen Pendidikan Islam IAIN Bone Vol. No. Oktober 2024 menyebabkan kerusakan besar dan gangguan terhadap berbagai sektor secara global. Dampak dari Covid-19 di Indonesia menyebabkan ekonomi menurun, produktifitas pendidikan terganggu, dan angka pengangguran dan kemiskinan bertambah besar (Nizar 2. Untuk itu, diperlukan kebijakan pengelolaan kelembagaan yang tepat setelah pandemi Covid-19, mengingat sumber daya manusia dan lembaga berperan penting sebagai salah satu penggerak program nasional, di samping sebagai penyedia jasa layanan. Oleh karena itu, kebijakan di sektor pendidikan perlu disesuaikan dengan kebijakan yang ada pada program pemulihan dari dampak negatif Covid-19 (Syahri 2. Dalam hal ini termasuk merestorasi minat baca pengguna perpustakaan agar fungsi perpustakaan sebagai pusat informasi dapat optimal. Covid-19 membawa dampak negatif pada bertambahnya volume sampah medis dan sampah rumahtangga, terhambatnya proses daur ulang sampah, minimnya pemeliharaan sarana publik dan Kawasan wisata alam. Dampak tersebut mendorong kreatifitas untuk merubah prilaku dan strategi pasca Covid-19 agar dapat pulih dan berkembang lebih maju (Kutzbach and Pogach Oleh sebab itu, ada dua persoalan mendesak, sekaligus mendasar yang perlu diperhatikan dengan sungguh untuk mengatasi dampak negatif Covid-19 yaitu. Membangun kesadaran dalam komunikasi interpersonal. Membangun dan mengubah pola pikir dan kebiasaan (Fauziyah 2. Strategi Restorasi Untuk Pemulihan dan Perbaikan Minat Baca Menurut Sari Viciawati Machdumsari. Sofyan Cholid. Annisah Anis, dan Johanna Debora Imelda, bahwa aktifitas dan minat membaca merupakan kebiasaan dan budaya yang berkembang dapat mengarahkan pada kondisi yang positif dan dapat pula negatif. Faktor lingkungan dan kondisi sosial dapat mempengaruhi minat dan budaya membaca, karena itu, diperlukan strategi atau metode tertentu dalam penanganannya, terutama dalam kondisi terjadi gangguan. (Machdum et al. Sejalan dengan teori tersebut. Gita Savitri menulis dalam Thesisnya bahwa kebiasaan yang tidak produktif merupakan citra negatif yang perlu dicarikan solusi restoratif. Restorasi citra perlu dilakukan agar kebiasaan buruk yang tidak produktif dapat diatasi dan penemuan strategi pemulihan menjadi kunci awal untuk memulai restorasi. (Savitri n. Kedua teori tersebut pada dasarnya memiliki makna yang sama bahwa kondisi abnormal memerlukan penanganan khusus yang diberikan atau dilakukan setelah terlebih dahulu dilakukan Adapun restorasi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah pemulihan dan perbaikan minat baca mahasiswa di perpustakaan perguruan tinggi pasca pandemi covid-19 agar tugas dan fungsinya lebih meningkat dalam melahirkan sarjana yang lebih berkualitas. JURNAL MAPPESONA Program Studi Manajemen Pendidikan Islam IAIN Bone Vol. No. Oktober 2024 Tujuan restorasi adalah untuk membantu memberdayakan, membimbing, mengajak, dan meningkatkan kesadaran mahasiswa untuk kembali memaksimalkan kegiatannya di perpustakaan agar mutu akademik yang dimiliki oleh mahasiswa pasca pandemi covid-19 mengalami peningkatan dibanding di masa pandemi. Dewasa ini, minat baca mahasiswa sangat minim. Selain disebabkan oleh dampak Covid19, juga disebabkan oleh kemudahan teknologi informasi bagi mahasiswa untuk mencari informasi dari internet selain buku. Indikator endahnya minat baca mahasiswa tergambar pada kunjungan ke perpustakaan kampus yang semakin berkurang. Perpustakaan hanya ramai pada saat ujian atau ada tugas dari dosen yang mengharuskan mereka membaca di perpustakaan. Minat baca di perpustakaan proses transformasi pengetahuan dalam sistem pendidikan yang berkualitas, kebiasaan membaca perlu dibarengi kebijakan yang senantiasa dikembangkan sesuai kebutuhan zaman. Strategi orangtua, dosen, dan pejabat lembaga pendidikan sangat berperan mendorong peningkatan minat baca di perpustakaan (Widodo et al. Rendahnya minat baca mahasiswa di perustakaan menjadi indikasi berubahnya sistem belajar, dari pola belajar interaktif menjadi pola belajar individualis. Membaca di perpustakaan dapat menciptakan interaksi sosial dengan sesama pengunjung atau dengan pengelola perpustakaan, sehingga dampak posistifnya bukan hanya dari aspek transformasi pengetahuan melainkan juga transformasi prilaku, psikologis, dan sosial. Perbandingan Tingkat Kunjungan ke Perpustakaan Sebelum dan Sesudah Pandemi Covid-19 di Perguruan Tinggi Kabupaten Bone Perbedaan jumlah kunjungan ke perpustakaan perguruan tinggi sebelum, pada saat, dan pasca Covid-19 menunjukkan adanya pengaruh sebab-akibat antara kedua variable tersebut. Hasil penelitian pada tiga perguruan tinggi yang ada di Kota Watampone yang menjadi lokasi pengambilan data mendapatkan hasil sebagai berikut: Pengunjung Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Bone 2019 - 2023 Tahun Jumlah Keterangan Sebelum Covid-19 Masa Covid-19 Masa Covid-19 Pasca Covid-19 Pasca Covid-19 JURNAL MAPPESONA Program Studi Manajemen Pendidikan Islam IAIN Bone Vol. No. Oktober 2024 Data ini menunjukkan bahwa saat ini . jumlah pengunjung perpustakaan Universitas Muhammadiyah Bone belum mencapai jumlah pengunjung seperti pada saat sebelum pandemi Covid-19. Perbandingan tingkat kunjungan ke Perpustakaan Universitas Andi Sudirman Watampone sebelum Covid-19 rata-rata banyak 30 orang per hari. Pada masa Covid-19 perpustakaan masih buka, tetapi rata-rata jumlah mahasiswa yang masuk ke perpustakaan menurun menjadi sekitar 15 orang per hari. Setelah Covid-19 atau saat ini rata-rata jumlah mahasiswa yang berkunjung di perpustakaan mulai meningkat kembali sebanyak sekitar 35 orang per hari (Tarmizi. SH. MH. Wawancar. Pengunjung Perpustakaan Universitas Andi Sudirman 2019 - 2023 Tahun Jumlah Keterangan Sebelum Covid- Masa Covid-19 Masa Covid-19 Pasca Covid-19 Pasca Covid-19 Saat ini . di perpustakaan Universitas Andi Sudirman jumlah pengunjungnya ratarata per hari belum melampaui jumlah pengunjung pada saat sebelum Covid-19. Meskipun pimpinan perguruan tinggi beserta para dosen dan pengelola perpustakaan punya kepedulian dan perhatian besar dalam mengantisipasi dampak negatif dari Covid-19 terhadap menurunnya minat baca mahasiswa di perpustakaan (Asniati. IP. IP: Wawancar. Perbandingan tingkat kunjungan ke Perpustakaan Akademi Keperawatan Batari Toja Watampone sebelum Covid-19 rata-rata banyak 40 - 50 orang per hari. Pada masa Covid-19 perpustakaan masih buka, tetapi rata-rata jumlah mahasiswa yang masuk ke perpustakaan menurun menjadi sekitar 10 - 15 orang per hari. Setelah Covid-19 atau saat ini rata-rata jumlah mahasiswa yang berkunjung di perpustakaan mulai meningkat kembali, tetapi belum mencapai angka seperti sebelum Covid-19, yaitu sebanyak sekitar 20 - 25 orang per hari (Asriani Ningsih. Pust. Wawancar. JURNAL MAPPESONA Program Studi Manajemen Pendidikan Islam IAIN Bone Vol. No. Oktober 2024 Pengunjung Perpustakaan Akademi Keperawatan Batari Toja 2019 2023 Tahun Jumlah Keterangan Sebelum Covid- 40 - 50 10 - 15 Masa Covid-19 10 - 15 Masa Covid-19 15 - 20 Pasca Covid-19 20 Ae 25 Pasca Covid-19 Jumlah pengunjung perpustakaa di Akademi Keperawatan Batari Toja saat ini . belum mencapai jumlah pengunjung seperti pada saat sebelum pandemi Covid-19. Data ini sama dengan yang terjadi di Universitas Muhammadiyah Bone. Menurunnya jumlah pengunjung disebabkan oleh pengaruh cara belajar mahasiswa pada masa Covid-19, yang pada masa itu mahasiswa lebih memilih mencari informasi memalui media internet. Upaya dan Strategi yang Telah Dilakukan oleh Perguruan Tinggi di Kabupaten Bone Untuk Merestorasi Minat Baca Mahasiswa di Perpustakaan Pasca Covid-19 Pihak Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Bone punya perhatian dan kepedulian untuk meningkatkan jumlah pengunjung dan minat baca di perpustakaan. Upaya yang telah dilakukan untuk merestorasi atau meningkatkan kembali minatbaca mahasiswa di perpustakaan Universitas Muhammadiyah Bone adalah dengan cara melakukan promosi perpustakaan berbasis Pengelola perpustakaan tetap gencar melakukan promosi perpustakaan melalui sosial media dan memasuki beberapa group WA Mahasiswa untuk menyampaikan arahan agar mereka mau dan sadar akan pentingnya banyak membaca buku, jurnal, dan hasil-hasil riset di perpustakaan (Fitriani. Pd. Wawancar. Informasi dari beberapa mahasiswa di Universitas Muhammadiyah yang diwawancarai, ternyata didapatkan data yang sama bahwa mereka tidak mengetahui adanya program khusus yang dilaksanakan oleh perpustakaan untuk menarik mahasiswa datang di perpustakaan dalam rangka restorasi atau pemulihan minat baca mahasiswa di perpustakaan. Namun. Sebagian mahasiswa mengatakan bahwa boleh jadi ada programnya tetapi saya sendiri tidak mengetahui hal itu (Muhammad Ikhsan. Wawancar. Strategi yang telah digunakan untuk merestorasi atau memulihkan minat baca mahasiswa di Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Bone pasca pandemi Covid-19 yaitu. JURNAL MAPPESONA Program Studi Manajemen Pendidikan Islam IAIN Bone Vol. No. Oktober 2024 . Melakukan promosi perpustakaan dengan memperkenalkan beberapa aplikasi perpustakaan . Bekerjasama dengan dosen pengampuh matakuliah untuk memberi tugas ke perpustakaan dalam mencari bahan bacaan. Menambah koleksi terbaru untuk pemustaka dengan pengadaan koleksi yg sebelumnya belum ada. Pengadaan ini dilakukan dengan cara memberi form kepada pemustaka untuk mengisi bahan bacaan apa yang di butuhkan. Menggunakan beberapa perangkat aplikasi perpustkaan seperti e-book, repository dan memperkenalkan juga perangkat yang di miliki Perpusnas seperti IOS (Wisna Ramdani. Pust. Wawancar. Strategi ini dianggap dapat meningkatkan minat baca mahasiswa di perpustakaan. Faktor yang mendukung keberhasilan strategi tersebut pastinya tidak lepas dari dukungan pimpinan dan kerjasama dengan sejawat, seperti kerjasama dengan pihak Ketua Prodi untuk mendorong mahasiswanya untuk masuk di perpustakaan. Adapun faktor yang dapat menjadi penghambat adalah karna kurangnya minat baca mahasiswa dan juga masih banyaknya dosen yang melakukan pembelajaran daring jadi mahasiswa jarang ke kampus. Sehingga sampai saat ini statistik pengunjung perpustakaan belum pulih 100% seperti pada saat sebelum terjadinya Covid-19. Tapi dengan menggunakan beberapa strategi dan metode promosi itu setidaknya perpustakaan sudah mulai ramai di kunjungi (A. Erna Rasyid. Sos. Wawancar. Semua mahasiswa yang diwawancarai mengaku datang ke perpustakaan ketika ada tugas dari dosen untuk mencari data dari perpustakaan. Dominan mahasiswa yang masuk di perpustakaan disebabkan adanya tugas untuk membuat makalah, resume, atau skripsi yang ditugaskan oleh dosen. Jika tidak ada arahan dari dosen untuk mengambil data dari perpustakaan, maka mahasiswa lebih memilih menggunakan referensi dari internet (Sudarmi. Wawancar. Mahasiswa tidak mengetahui adanya kegiatan yang dilaksanakan perpustakaan untuk meningkatkan minat baca mahasiswa. Data yang diperoleh dari lima mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Bone, ditemukan data yang sama bahwa mahasiswa tidak mengetahui adanya strategi khusus yang digunakan oleh pengelola perpustakaan dalam rangka merestorasi minat baca mahasiswa (Sugira. Wawancar. Pengelola perpustakaan Universitas Andi Sudirman Watampone mempunyai perhatian dan kepedulian untuk meningkatkan minat baca mahasiswa di perpustakaan, khususnya pasca Covid-19. Ada beberapa upaya yang telah dilakukan untuk mengatasi rendahnya jumlah pengunjung perpustakaan, yaitu: Sosialisasi JURNAL MAPPESONA Program Studi Manajemen Pendidikan Islam IAIN Bone Vol. No. Oktober 2024 Sosialisasi dilakukan pengelola perpustakaan kepada para mahasiswa dan setiap pelaksanaan orientasi bagi mahasiswa baru, . Membuat slogan-slogan mengenai pentingnya membaca Menampilkan slogan-slogan mengenai pentingnya membaca buku yang dipasang pada pinggiran rak-rak buku di perpustakaan, . Meningkatkan fasilitas Penambahan fasilitas dan sarana penunjang perpustakaan seperti pengadaan AC dan wi-fi perpustakaan, serta menambah jumlah koleksi buku (Tarmizi. SH. MH. Wawancar. Beberapa mahasiswa di Uniasman yang diwawancarai menyampaikan bahwa, mereka tidak mengetahui adanya upaya atau program khusus yang dilaksanakan oleh perpustakaan untuk memulihkan kembali minat baca mahasiswa di perpustakaan. Kalaupun ada kemungkinan informasinya tidak sampai kepada mahasiswa (Musdalifa. Wawancar. Strategi yang telah digunakan untuk merestorasi atau memulihkan minat baca mahasiswa di perpustakaan Universitas Andi Sudirman Watampone pasca pandemi Covid-19 adalah strategi memanfaatkan moment dan strategi melibatkan dosen dalam mendorong dan mengarahkan mahasiswa untuk aktif datang membaca di perpustakaan. Kedua strategi itu digunakan secara khusus untuk merestorasi atau memulihkan minat baca mahasiswa di perpustakaan pasca pandemi Covid-19. Strategi ini berhasil meningkatkan jumlah pengunjung dan minat baca mahasiswa di perpustakaan sebagaimana terlihat pada tabel sebelumnya perbandingan jumlah pengunjung perpustakaan sebelum dan sesudah Covid-19. Faktor yang mendukung keberhasilan strategi itu adalah faktor tata letak perpustakaan, faktor fasilitas perpustakaan, serta faktor penyelesaian tugas kuliah dan tugas akhir (Tarmizi. SH. MH. Wawancar. Adapun faktor yang dapat menghambat keberhasilan strategi itu adalah faktor ketersediaan jumlah buku yang masih terbatas, dan faktor kemajuan teknologi sehingga mahasiswa lebih memilih mengerjakan tugas kuliah dengan penggunakan referensi online (Muh. Dzul Akhyar. IP. Wawancar. Mahasiswa tidak mengetahui adanya strategi khusus yang digunakan oleh pengelola perpustakaan dalam rangka merestorasi minat baca mahasiswa. Dari lima mahasiswa sebagai informan, semuanya mengaku tidak mengetahui adanya strategi khusus yang dilakukan perpustakaan untuk memulihkan dan meningkatkan minat baca mahasiswa di perpustakaan pasca vandemi covid-19 (Andi Tenri Addeng. Wawancar. Pengelola Perpustakaan Akademi Keperawatan Batari Toja Watampone jumlahnya sangat terbatas, yang aktif hanya satu orang, sehingga perhatian dan kepedulian untuk JURNAL MAPPESONA Program Studi Manajemen Pendidikan Islam IAIN Bone Vol. No. Oktober 2024 meningkatkan jumlah pengunjung dan minat baca di perpustakaan meskipun ada tetapi belum Upaya yang telah dilakukan untuk merestorasi atau meningkatkan kembali minat baca mahasiswa di perpustakaan Akademi Keperawatan Batari Toja Watampone adalah dengan cara melakukan kerjasama dengan para dosen agar mahasiswa diberikan tugas membaca dan mencari rujukan dari perpustakaan (Rahmawati. IPust. Wawancar. Menurut Rahmawati upaya dan program yang pernah dilakukan oleh pengelola perpustakaan adalah kegiatan bedah buku. Adapun kegiatan lain belum ada yang diketahui (Rahmawati. Wawancar. Mahasiswa akan ramai berkunjung ke perpustakaan manakala ada penugasan dari dosen, sehingga salah satu cara yang dapat ditempuh dalam rangka meramaikan perpustakaan adalah kerjasama dengan dosen untuk memberikan penugasan kepada mahasiswa (Husni. Mahasisw. Strategi yang telah digunakan untuk merestorasi atau memulihkan minat baca mahasiswa di Perpustakaan Akademi Keperawatan Batari Toja Watampone pasca pandemi covid-19 yaitu. Memberikan apresiasi kepada pembaca buku terbanyak di setiap akhir tahun akademik. Pemenangnya diberikan hadiah untuk memotivasi mahasiswa agar rajin datang membaca di perpustakaan seperti temannya yang berhasil mendapatkan apresiasi/hadiah. Bekerjasama dengan dosen pengampuh matakuliah agar mewajibkan mahasiswa membaca buku atau jurnal di perpustakaan dalam penyelesaian tugas seperti pembuatan makalah, resume, atau laporan (Mashunadia. Wawancar. Meskipun upaya dan strategi ini telah dilakukan, namun belum mampu memberikan hasil yang maksimal. Hal ini disebabkan mahasiswa sudah terbiasa mencari referensi menggunakan media internet atau melalui media sosial. Faktor kesadaran mahasiswa menjadi faktor utama yang diharapkan dapat meningkatkan jumlah pengunjung dan minat baca di perpustakaan (Asriani. Wawancar. Mahasiswa Akper Batari Toja tidak mengetahui adanya strategi khusus yang telah dilakukan oleh pengelola perpustakaan dalam rangka merestorasi minat baca mahasiswa pasca pandemi covid-19 (Husni. Wawancar. Inovasi yang Dilakukan oleh Perguruan Tinggi di Kabupaten Bone Untuk Merestorasi Minat Baca Mahasiswa di Perpustakaan Pasca Covid-19 Inovasi yang dilakukan oleh pengelola Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Bone untuk memulihkan kembali minat baca mahasiswa di perpustakaan adalah dengan cara meningkatkan sosialisasi melalui media sosial tentang program dan kegiatan baru yang disiapkan di perpustakaan yang dapat menunjang kenyamanan mahasiswa untuk menelusuri informasi dan pengetahuan yang diperlukan (Wisna Ramdani. Wawancar. Inovasi yang dilakukan pada dasarnya JURNAL MAPPESONA Program Studi Manajemen Pendidikan Islam IAIN Bone Vol. No. Oktober 2024 bersifat pendekatan, artinya berusaha mendekatkan mahasiswa kepada perpustakaan dengan melakukan inovasi sarana dan fasilitas secara berkala dan berkelanjutan. Selin itu, juga dilakukan inovasi kegiatan berupa meningkatkan bantuan layanan langsung kepada mahasiswa yang datang mencari sumber informasi di perpustakaan (Wisna Ramdani. Wawancar. Kondisi riil Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Bone saat ini masih membutuhkan tambahan sarana prasarana dan fasilitas, karena belum memenuhi Standar Nasional Perpustakaan (SNP 010:2. Inovasi yang dilakukan oleh pengelola Perpustakaan Universitas Andi Sudirman untuk merestorasi minat baca mahasiswa di perpustakaan adalah melakukan sosialisasi melalui media sosial seperi WA grup mahasiswa dan dosen dan istagram, menampilkan slogan-slogan mengenai pentingnya membaca buku yang dipasang pada pinggiran rak-rak buku di perpustakaan. Selain itu, juga dilakukan penambahan fasilitas dan sarana penunjang perpustakaan seperti pengadaan AC dan wi-fi perpustakaan, serta menambah jumlah koleksi buku (Asniati. IP. IP. Wawancar. Inovasi yang unik yang dilakukan oleh pengelola Perpustakaan Universitas Andi Sudirman adalah pemasangan slogan-slogan mengenai pentingnya membaca buku yang dipasang pada pinggiran rak-rak buku. Inovasi ini cukup sederhana, namun jika direnungkan makna isi pesan-pesan yang ditulis, maka dapat menggugah kesadaran mahasiswa akan pentingnya rajin membaca. Inovasi yang dilakukan oleh pengelola Perpustakaan Akademi Keperawatan Batari Toja untuk merestorasi minat baca mahasiswa di perpustakaan adalah memberikan apresiasi kepada pembaca buku terbanyak di setiap akhir tahun akademik. Pemenangnya diberikan hadiah untuk memotivasi mahasiswa agar rajin datang membaca di perpustakaan seperti temannya yang berhasil mendapatkan apresiasi/ hadiah. Selain itu, juga dilakukan inovasi berupa bekerjasama dengan dosen agar mewajibkan mahasiswa membaca buku atau jurnal di perpustakaan dalam penyelesaian tugas seperti pembuatan makalah, resume, atau laporan (Asriani Ningsih. Pust. Wawancar. Pemberian reward . sebagai bentuk apresiasi kepada mahasiswa yang paling rajin masuk membaca ke perpustakaan merupakan inovasi unik yang dilakukan oleh pengelola Perpustakaan Universitas Andi Sudirman untuk merestorasi minat baca mahasiswa di Namun saat ini bentuk hadiah yang diberikan masih sederhana berupa buku bacaan yang telah disiapkan untuk 3 orang pemenang. Adapun informasi dari mahasiswa pada tiga perguruan tinggi tempat penelitian (Uniasman. UNIM, dan Akper Batari Toj. , hal-hal yang perlu dilakukan sebagai upaya inovasi oleh pihak perpustakaan untuk meningkatkan jumlah pengunjung dan merestorasi minat baca mahasiswa di perpustakaan adalah: JURNAL MAPPESONA Program Studi Manajemen Pendidikan Islam IAIN Bone Vol. No. Oktober 2024 Menambah koleksi buku-buku yang terbaru dan sesuai dengan prodi, bukan hanya buku referensi dan buku ajar, melainkan juga jenis buku lainnya karena minat mahasiswa berbedabeda. Menambah fasilitas dan sarana penunjang yang dapat membuat mahasiswa tertarik, merasa nyaman dan mudah mendapatkan informasi yang dibutuhkan di perpustakaan. Menyemarakkan perpustakaan dengan kegiatan-kegiatan yang dapat memotivasi mahasiswa masuk dan membaca di perpustakaan, seperti bedah buku, memberikan reward . kepada mahasiswa yang jumlah kunjungannya terbanyak, memberikan reward . kepada mahasiswa yang paling banyak mengenal dan mengetahui jumlah koleksi dan isi buku-buku yang ada di perpustakaan, lomba menulis karya ilmiah di perpustakaan, dan lain-lain. Hendaknya kegiatan-kegiatan itu dilakukan secara berkala dan berkesinambungan ( Musdalifa. Wawancar. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Perbandingan tingkat kunjungan ke perpustakaan sebelum dan sesudah pandemi Covid-19 di tiga perguruan tinggi Kabupaten Bone yaitu Universitas Muhammadiyah Bone. Universitas Andi Sudirman, dan Akademi Keperawatan Batari Toja Watampone, ketiganya jumlah pengunjungnya rata-rata per hari belum melampaui jumlah pengunjung pada saat sebelum Covid-19. Meskipun pimpinan perguruan tinggi beserta para dosen dan pengelola perpustakaan punya kepedulian dan perhatian besar dalam mengantisipasi dampak negatif dari Covid-19 terhadap menurunnya minat baca mahasiswa di perpustakaan. Upaya yang telah dilakukan oleh tiga perguruan tinggi untuk merestorasi minat baca mahasiswa adalah sebagai berikut. Universitas Muhammadiyah Bone dengan cara melakukan promosi perpustakaan berbasis digital. Perpustakaan Universitas Andi Sudirman Watampone dengan cara sosialisasi, membuat slogan-slogan mengenai pentingnya membaca, dan meningkatkan fasilitas di perpustakaan. Perpustakaan Akademi Keperawatan Batari Toja Watampone dengan cara melakukan kerjasama dengan para dosen agar mahasiswa diberikan tugas membaca dan mencari rujukan dari perpustakaan. Strategi yang dapat digunakan untuk merestorasi minat baca mahasiswa di Perpustakaan Perguruan Tinggi Pasca Pandemi Covid-19 adalah di Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Bone: Melakukan promosi perpustakaan dengan memperkenalkan beberapa aplikasi perpustakaan dan JURNAL MAPPESONA Program Studi Manajemen Pendidikan Islam IAIN Bone Vol. No. Oktober 2024 . Bekerjasama dengan dosen pengampuh matakuliah untuk memberi tugas ke perpustakaan dalam mencari bahan bacaan. Menambah koleksi terbaru untuk pemustaka dengan pengadaan koleksi yg sebelumnya belum ada. Pengadaan ini dilakukan dengan cara memberi form kepada pemustaka untuk mengisi bahan bacaan apa yang di butuhkan. Menggunakan beberapa perangkat aplikasi perpustkaan seperti e-book, repository dan memperkenalkan juga perangkat yang di miliki Perpusnas seperti IOS. Rekomendasi Direkomendasikan kepada pimpinan perguruan tinggi dan pengelola perpustakaan perguruan tinggi yang ada di Kabupaten Bone agar melakukan pengkajian untuk merumuskan strategi yang relevan guna merestorasi minat baca mahasiswa pasca Covid-19. Direkomendasikan kepada pimpinan perguruan tinggi dan pengelola perpustakaan perguruan tinggi agar melakukan sosialisasi kepada para dosen dan mahasiswa bahwa perlu dilakukan upaya bersama untuk merestorasi minat baca mahasiswa. Direkomendasikan kepada pemerintah dan kementerian/lembaga yang menangani pendidikan dan perpustakaan nasional agar membuat kebijakan dan atau regulasi untuk merestorasi minat baca mahasiswa di perpustakaan. DAFTAR PUSTAKA