e-ISSN: Jurnal Mantra: Manajemen Strategis Vol. 1 No. (Februari 2. Hal. 1 Ae 20 Analisis Pengaruh Rasio Profitabilitas. Solvabilitas. Aktivitas, dan Pasar terhadap Harga Saham pada Perusahaan Manufaktur: Subsektor Plastik dan Kemasan yang Terdaftar di BEI Esti Nur Hidayah1 Bambang Sugeng Dwiyanto2 1,2Manajemen. Universitas Proklamasi 45. Indonesia Penulis koresponden: bsugengd@gmail. Abstract. This study aimed to examine the effect of Return on Asset (ROA). Debt to Equity Ratio (DER). Total Asset Turnover (TATO), and Price to Book Value (PBV) on stock prices in manufacturing companies in the plastic subsector and packaging listed on Indonesia Stock Exchange year period 2015-2019. The population in this study were the manufacturing companies in the plastic subsector and packaging listed on the Indonesia Stock Exchange year period 2015-2019 that were 13 companies the sampling technique used in this study was purposive sampling method. The samples taken were 9 companies that published financial reports during the study period. The data analysis tools used were the classic assumption test . inearity test, normality test, multicollinearity test, heteroscedasticity test, and autocorrelation tes. , multiple regression analysis. F-test, t-test, and determination test. The results of this study indicated that the Return on Assets (ROA) had a positive effect but was insignificant on stock prices. The Debt to Equity Ratio (DER), and Price to Book Value (PBV) had a positive significant effect on stock prices. Meanwhile. Total Asset Turnover (TATO) had a negative significant effect on stock prices. Simultaneously, the effect of Return on Asset (ROA). Debt to Equity Ratio (DER). Total Asset Turnover (TATO), and Price to Book Value (PBV) had a significant effect on stock prices in the plastic subsector and packaging of companies listed on Indonesia Stock Exchange year period 2015-2019. Keywords: Debt to equity (DER). Price to book value (PBV). Return on assets (ROA). Stock Total asset turnover (TATO). Abstrak. Penelitian ini bertujuan mendeteksi besarnya pengaruh return on assets (ROA), debt to equity ratio (DER), total assets turnover (TATO), dan price to book value (PBV) Jurnal Mantra: Manajemen Strategis iC Vol. 1 No. 01 iC Februari 2024 terhadap harga saham perusahaan dalam industri sub-sektor plastik dan kemasan yang listed di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode tahun 2015-2019. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 13 perusahaan. Metode purposive sampling digunakan untuk menentukan sampelnya. Sebanyak sembilan perusahaan sampel terpilih dari industri yang menjadi obyek penelitian ini menerbitkan laporan keuangan secara rutin selama tahun Teknik analisis regresi linear berganda digunakan sebagai metode analisis dalam penelitian ini. Hasil analisis koefisiensi determinasi menunjukkan bahwa 60% variasi sampel ROA. DER. TATO, dan PBV mampu menjelaskan variasi pada harga saham. Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa variabel ROA berpengaruh positif terhadap perubahan harga saham, tetapi pengaruhnya tidak meyakinkan. Di sisi lain. DER dan PBV memiliki pengaruh signifikan dan positif terhadap harga saham, sedangkan TATO berpengaruh signifikan dan negatif terhadap harga saham. Sementara itu, pengaruh ROA. DER. TATO, dan PBV secara simultan berpengaruh secara signifikan terhadap harga saham perusahaan-perusahaan pada industri sub-sektor plastik dan kemasan yang listed di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2015-2019. Kata kunci: Debt to equity (DER). Harga saham. Price to book value (PBV). Return on assets (ROA). Total asset turnover (TATO). Info Artikel: Diterima: 27 September 2022 Disetujui: 09 Februari 2023 DOI: http://dx. org/10. 30588/jmt. Diterbitkan daring: 14 Februari 2023 LATAR BELAKANG Perkembangan teknologi pada era Revolusi Industri 4. 0 membuat para produsen semakin optimis menghadap itahun 2020. Namun, pada awal tahun 2020, pandemi global Covid-19 merebak. Pada 3 Maret 2020. Indonesia pertama kali menginformasikan bahwa virus Covid-19 telah menyerang ke wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Akibat pandemi Covid-19. Pembatasan sosial dalam skala Besar (PSBB) telah diterapkan di beberapa kota dan provinsi di Indonesia. Pandemi virus Covid-19 telah mengubah situasi secara global menjadi krisis ekonomi. Bahkan, beberapa negara memberlakukan aturan lockdown secara ketat. Pembatasan ruang gerak ini tentu sangat berdampak pada perekonomian pada umumnya. Salah satu yang terkena dampak tersebut adalah perusahaan Di tengah pandemi Covid-19 ini, perekonomian Indonesia mengalami kontraksi yang cukup besar, hingga sampai di ambang resesi ekonomi. Salah satu cara mengatasinnya adalah upaya membangkitkan kembali perekonomian Indonesia, yaitu melakukan investasi di pasar modal. Pada perusahaan manufaktur terdapat subsektor industri plastik dan kemasan. Dikutip dari website kemenperin. id, industri plastik dan kemasan memegang perana kunci sebagai alat distributor sektor strategis lainnya, seperti makanan dan minuman Jurnal Mantra: Manajemen Strategis iC e-ISSN: 0101-2024 . , farmasi, kosmetik, dan elektronik. Dalam Rencana Induk Pengembangan Industri Nasional (RIPIN). Kementerian Perindustrian (Kemenperi. telah menetapkan industri hilir plastik menjadi area prioritas untuk dikembangkan sejak tahun 2015 hingga 2019. Pertumbuhan industri plastik dan kemasan masih sangat tinggi dan potensinya masih cukup besar, karena sektor tersebut mencakup hilir kimia yang selama ini merupakan rantai pasok barang konsumsi. Hingga tahun 2017, jumlah industri plastik tercatat mencapai 925 perusahaan yang bisnisnya memproduksi beraneka ragam jenis barang Total produksi pada sektor ini mencapai 4,68 juta ton. Pertumbuhan industri plastik dan kemasan yang terus berlanjut mengindikasikan bahwa perusahaan memiliki kinerja yang baik, sehingga hal itu berdampak terhadap harga sahamnya. Fluktuasi harga saham di pasar modal niscaya berjalan seiring perubahan waktu. Saat suatu manajemen dapat mencapai prestasi dalam pengelolaan perusahaannya, maka saham perusahaan tersebut akan diminati para pemodal. Terjadinya perubahan fundamental harga saham dapat dijelaskan dengan menggunakan teori sinyal. Brigham dan Houston . menyatakan bahwa teori signaling menggunakan informasi yang disajikan kepada pemegang saham oleh manajemen untuk menggambarkan perspektif pemegang saham tentang potensi perusahaan di masa depan. Langkah ini dilakukan untuk memberikan kode atau sinyal kepada investor terhadap prospektus perusahaan ke depannya, sehingga investor atau pemodal dapat menilai dan membedakan perusahaan yang berkualitas baik dengan perusahaan yang kurang mampu berkembang. Isyarat ini dapat diberikan oleh perusahaan dalam bentuk kinerja yang baik. Perusahaan yang berkinerja baik akan mempengaruhi harga sahamnya di pasar. Namun, isu lingkungan yang menerpa sektor plastik dan kemasan di Indonesia berkaitan dengan kampanye diet plastik terus digaungkan oleh pemerintah dan aktivis lingkungan hidup, sehingga secara tidak langsung berdampak terhadap perusahaan plastik dan kemasan. Di sisi lain, dampak pandemi virus Covid-19 membuat pergerakan manusia semakin dibatasi. Hal itu membuat masyarakat mulai beradaptasi dengan kebiasaan normal baru atau new normal, misalnya pemesanan makanan secara online atau pun belanja online yang menggunakan plastik. Sementara itu, produksi di sektor plastik pada tahun 2019 mencapai 7,23 ton dan mampu 300 tenaga kerja . ikutip dari website economy. Dalam penelitiannya. Cahyaningrum dan Antikasari . dalam penelitiannya menyatakan bahwa Pengaruh earning per share, price to book value, return on assets, dan return on equity terhadap harga saham di sektor Keuangan. Hasilnya menunjukkan variable-variable bebas (EPS. PBV. ROA, dan ROE) berpengauh positif secara serentak dan parsial terhadap variabel harga saham pada periode 2010-2014. Desiana . menganalisis dampak PER. EPS, dividend yield (DYR), dividend payout ratio (DPR). Book Value Per Share (BVS), dan PBV terhadap harga saham perusahaan sub-sektor makanan dan minuman yang tergabung dalam Jakarta Islamic Index (JII). Hasil penelitian tersebut menunjukkan DER dan EPS berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Namun. PER. TATO, dan ROA tidak berpengaruh terhadap harga saham. Widayanti dan Colline . Jurnal Mantra: Manajemen Strategis iC Vol. 1 No. 01 iC Februari 2024 menemukan bahwa DER dan EPS berpengaruh signifikan terhadap harga saham, sebaliknya CR. TATO, dan ROA tidak berpengaruh signifikan. NurAoaidawati . menyatakan menyebutkan bahwa CR. DER, dan TAT0 tidak terlalu berpengaruh terhadap perubahan harga saham. Hanya ROA yang ditemukan berpengaruh secara meyakinkan terhadap harga saham secara parsial. Sari . menemukan pengaruh rasio-rasio keuangan terhadap harga saham pada perusahaan manufaktur yang sahamnya listed di Bursa Efek Indonesia. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa hanya QR yang berpengaruh signifikan secara parsial terhadap harga saham, sedangkan ROA. ROE, dan DER secara parsial tidak mempengaruhi perubahan harga Di sisi lain. QR. ROA. ROE, dan DER berpengaruh signifikan terhadap harga saham secara simultan. Berdasarkan uraian tersebut, maka tujuan penelitian ini adalah menguji pengaruh profitabilitas, solvabilitas, aktivitas, dan rasio pasar terhadap harga saham perusahaan-perusahaan dalam industri sub-sektor plastik dan kemasan yang listed di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode tahun 2015-2019. KAJIAN LITERATUR Analisis Laporan Keuangan Analisis laporan adalah merupakan suatu langkah untuk menguraikan isi laporan keuangan berdasar unsur-unsurnya, menelaah masing-masing unsur rekening tersebut, dan menelaah kaitan di antara pos-pos atau rekening tersebut dengan maksud untuk memperoleh pemahaman yang utuh dan wajar atas laporan keuangan itu sendiri. Analisis laporan keuangan adalah suatu proses pertimbangan untuk mengevaluasi kondisi keuangan dan kinerja operasional saat ini dan masa-masa sebelumnya, dengan tujuan utama menemukan perkiraan dan proyeksi yang paling mungkin tentang kondisi dan kinerja perusahaan di masa depan. Menurut Harahap . , analisis laporan keuangan menguraikan pos-pos laporan keuangan menjadi informasi yang lebih detail dan menelaah hubungan yang signifikan atau bermakna antara data kuantitatif dan non-kuantitatif dengan tujuan untuk mengetahui kondisi keuangan lebih dalam. Karena hal itu sangat penting dalam untuk pengambilan keputusan yang tepat. Analisis Rasio Keuangan Menurut Kasmir . , analisis rasio keuangan adalah kegiatan membagi dan memperbandingkan nilai angka yang tercantum dalam laporan keuangan dengan satu angka tertentu. Harahap . menyatakan bahwa istilah analisis rasio keuangan dilakukan dengan membandingkan antara satu pos dengan pos laporan keuangan lainnya yang terkait, relevan, dan signifikan. Beberapa indikator rasio dapat digunakan dalam mengukur kinerja perusahaan. Kasmir . menyebutkan jenis-jenis rasio yang biasa digunakan perusahaan sebagai berikut: Jurnal Mantra: Manajemen Strategis iC e-ISSN: 0101-2024 a. Rasio Profitabilitas Rasio profitabilitas merupakan ukuran kemampuan manajemen perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dari semua aktiva dan sumber daya yang digunakannya, seperti aktivitas, produksi, penjualan, uang tunai, dan lain-lain. Alat pengukuran profitabilitas antara lain NPM. ROA. ROE, dan ROI. Rasio Solvabilitas Rasio solvabilitas mengukur kemampuan keuangan perusahaan untuk melunasi seluruh hutang-hutangnya apabila perusahaan akan dilikuidasi. Cara mengukurnya dapat dilakukan dengan cara membandingkan kewajiban terhadap total aset . iabilities to assets rati. , atau membandingkan kewajiban atas modal sendiri . iabilities to equity rati. , rasio utang jangka panjang terhadap modal sendiri, dan kemampuan membayar bunga dari laba operasinya . imes interest earne. Rasio Aktivitas Rasio aktivitas mengukur efektivitas kegiatan operasional yang dilakukan perusahaan dalam menjalankan operasi bisnis, seperti penjualan, pembelian, maupun aktivitas lainnya dalam satu periode. Rasio aktivitas meliputi perputaran dana yang ditanamkan dalam piutang untuk satu periode . eceivable turnove. , berapa kali persediaan berputar . nventory turnove. , seberapa efektif modal kerja menghasilkan penjualan . orking capital turnove. , berapa penjualan yang dicapai atas penggunaan aktiva tetap yang dimiliki . ixed-assets turnove. , dan perbandingan penjualan atas aktiva keseluruhan . otal asset turnove. Rasio Pasar Rasio pasar merupakan informasi gambaran bagi publik atas nilai perusahaan yang umumnya diungkapkan pada basis atas saham, misalnya mengukur kinerja pasar relatif terhadap nilai buku saham, pendapatan atau dividen yang diperoleh per lembar sahamnya (EPS), price to earning ratio, market capitalization ratio, dividen yang dihasilkan, dan dividend payout ratio. Menurut Sartono . , harga saham terbentuk oleh adanya sejumlah penawaran dan permintaan saham di pasar modal. Saat terjadi permintaan melebihi penawaran yang ada, harga saham akan cenderung naik. Sebaliknya, ketika penawaran yang ada lebih banyak dibandingkan permintaan, maka harga saham cenderung turun. Brigham dan Houston . menyatakan bahwa harga saham dapat digunakan sebagai indikator kekayaan pemilik saham. Upaya memaksimalkan harga saham identik mengarah pada upaya memaksimalkan kekayaan pemilik saham perusahaan. Model Penelitian Model dalam penelitian ini menggambarkan keterkaitan atau pengaruh antara variabel independen yang terdiri atas return on assets (ROA), debt to equity ratio (DER), total assets turnover (TATO), dan price to book value (PBV) terhadap variabel dependen harga Jurnal Mantra: Manajemen Strategis iC Vol. 1 No. 01 iC Februari 2024 saham pada perusahaan manufaktur sub-sektor plastik dan kemasan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2015-2019 yang ditunjukkan pada Gambar 1. Return on Asset (ROA) Debt to Equity Ratio (DER) Harga Saham Total Asset Turnover (TATO) Price Book Value (PBV) Gambar 1. Model Penelitian Return on Asset (ROA) terhadap Harga Saham Menurut Fahmi . Return on Assets (ROA) adalah ukuran kemampuan aset yang diinvestasikan untuk memberikan pengembalian yang diharapkan. ROA adalah salah satu faktor fundamental yang menyebabkan investor tertarik atas suatu saham. Artinya. ROA dapat mempengaruhi keberanian investor membeli saham dengan harga tertentu. Penelitian Cahyaningrum dan Antikasari . , dan NurAoaidawati . mengungkapkan ROA berpengaruh secara signifikan terhadap harga saham secara parsial. Dari uraian tersebut, maka penelitian ini merumuskan hipotesis kesatu (H. sebagai berikut: H1: Return on assets (ROA) berpengaruh secara signifikan terhadap harga saham. Debt to Equity Ratio (DER) terhadap Harga Saham Kasmir . menyatakan bahwa debt to equity ratio (DER) adalah perbandingan hutang dengan modal sendiri. Perbandingan ini juga menggambarkan seberapa besar modal pemilik dapat digunakan untuk menutupi hutangnya kepada pihak luar. Investor memahami bahwa hutang digunakan sebagai cara alternatif bagi perusahaan untuk menjalankan bisnis, apabila mereka memperoleh utilitas dari biaya yang dikeluarkan dari hutang tersebut. Dengan demikian, hutang yang besar tidak serta merta berpengaruh atas keputusan pemodal dalam berinvestasi pada saham. Jika penggunaan hutang tersebut mengakibatkan operasional perusahaan secara efisien, maka hal itu akan memberikan dampak ke arah positif bagi para investor untuk berinvestasi pada perusaJurnal Mantra: Manajemen Strategis iC e-ISSN: 0101-2024 haan tersebut melalui pembelian sahamnya. Sebagaimana hasil penelitian Desiana . Widayanti dan Colline . , serta Ahmad . yang menyatakan bahwa DER berpengaruh terhadap perubahan harga saham. Oleh karena itu, penelitian ini merumuskan hipotesis kedua (H. sebagai berikut: H2: Debt to equity ratio (DER) secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham. Total Assets Turnover (TATO) terhadap Harga Saham Kasmir . menunjukkan bahwa perputaran aktiva total (TATO) digunakan untuk menilai perputaran semua aset yang dimiliki perusahaan terhadap berapa jumlah rupiah penjualan yang diperoleh. Menurut Harahap . , perputaran aktiva total (TATO) diukur berdasarkan penjualan yang dicapai, sehingga hal itu menentukan seberapa tingkat kemampuan semua aktiva untuk memperoleh omzet penjualan. Semakin tinggi tingkat perputaran total aset (TATO), maka penjualan bersih perusahaan yang dicapai akan cenderung semakin tinggi dan kondisi tersebut dapat memberikan ekspektasi keuntungan yang lebih tinggi bagi perusahaan. Namun. Desiana . Widayanti dan Colline . dan Siti NurAoaidawati . meyatakan bahwa TATO tidak terlalu berpengaruh terhadap perubahan harga saham. Hal ini juga dapat dipahami karena meningkatnya penjualan tidak otomatis meningkatkan laba jika tidak disertai efesiensi dalam pembiayaan, sehingga penelitian ini merumuskan hipotesis (H. H3: Total assets turnover (TATO) secara parsial berpengaruh negatif dan signifikan terhadap harga saham. Price to book value terhadap harga saham. Menurut Tjiptono dan Darmadji . , price to book value (PBV) menggambarkan berapa kuat harga pasar atas nilai buku suatu saham. Semakin tinggi perbandingan ini maka dampaknya harga saham juga semakin tinggi, artinya semakin baik kinerja perusahaan tersebut. Pasar atau para investor menghargai perusahaan lebih tinggi disbandingkan dengan jumlah dana yang diinvestasikannya. Price to book value (PBV) memberi investor wawasan langsung tentang seberapa sering harga pasar saham dinilai dari nilai Hal ini penelitian Cahyaningrum & Antikasari . menyatakan PBV berpengaruh signifikan terhadap harga saham, sehingga dalam penelitian ini hipotesis keempat (H. dirumuskan sebagai berikut: H4: Price to book value (PBV) secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham. Jurnal Mantra: Manajemen Strategis iC Vol. 1 No. 01 iC Februari 2024 Return on assets (ROA), debt to equity ratio (DER), total assets turnover (TATO) dan price to book value (PVB) terhadap harga saham Dari penelitian-penelitian terdahulu menjelaskan hubungan tiap variabel terhadap harga saham secara parsial, maka hipotesis kelima (H. dirumuskan sebagai berikut: H5: Return on assets (ROA), debt to equity ratio (DER), total assets turnover (TATO), dan price to book value (PBV) berpengaruh signifikan terhadap harga saham secara simultan. METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Penelitian ini mengunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Sebagaimana dikemukakan oleh Sugiyono . , metode penelitian kuantitatif berlandaskan falsafah positivism, sedangkan populasi atau sampel tertentu didiskripsikan melalui pengumpulan data dengan menggunakan instrumen penelitian dan menganalisis data secara kuantitatif/statistik untuk menguji hipotesis yang telah dirumuskan. Sugiyono . juga menegaskan bahwa pendekatan deskriptif digunakan untuk menjelaskan keberadaan variabel bebas, baik hanya satu variabel atau lebih . ariabel yang tidak terikat atau variabel beba. tanpa membuat perbandingan variabel itu sendiri dan mencari hubungan dengan variabel lain. Penelitian ini menggunakan sumber data primer. Sugiyono . menyebutkan bahwa data primer dikumpulkan dari sumber data primer, misalnya melalui responden Di sisi lain, data sekunder juga digunakan dalam penelitian ini yang diperoleh melalui akses sumber data sekunder secara online pada website BEI . dan website dari masing-masing perusahaan plastik dan kemasan yang terdaftar di BEI pada periode tahun 2015-2019. Variabel Penelitian Jenis variabel yang digunakan dalam penelitian ini meliputi variabel bebas dan variabel terikat. Variabel Bebas (Independe. Sugiyono . menyatakan variabel independen . adalah variabel yang keberadaannya dianggap berpengaruh atau menyebabkan perubahan terhadap variabel Variable bebas dalam penelitian ini disimbolkan dengan Xn . =jumlah variabe. Menurut Sekaran . , variabel independen . adalah variabel yang dapat berpengaruh secara positif atau negatif terhadap variabel terikat. Variabel bebas yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas Return on Assets (ROA). Debt to Equity Ratio (DER). Total Assets Turnover Ratio (TATO), dan Price to Book Value (PBV). Jurnal Mantra: Manajemen Strategis iC e-ISSN: 0101-2024 Variabel Terikat (Depende. Sugiyono . menyatakan bahwa variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas yang disimbolkan dengan Y, sedangkan Sekaran . menyebutkan bahwa variabel terikat sebagai variabel yang menjadi perhatian utama peneliti yang dipengaruhi oleh variabel lain. Definisi Operasional Variabel Return on Asset (X. Menurut Fahmi . Return on Assets (ROA) adalah ukuran kemampuan aset yang diinvestasikan untuk memberikan pengembalian yang diharapkan. Menurut Kasmir . , rumus menghitung Retun on Asset (ROA) adalah: Debt to Equity Ratio (X. Menurut Kasmir . , debt to equity ratio (DER) adalah membandingkan hutang dengan modal sendiri. Cara meghitungnya yaitu dengan memperbandingkan keseluruhan hutang yang meliputi hutang lancar dan hutang jangka panjang dengan seluruh modal sendiri. Perbandingan ini juga menggambarkan sampai seberapa besar modal pemilik dapat menutupi hutangnya kepada pihak luar. Debt to equity ratio (DER) dapat dirumuskan sebagai berikut: Total Asset Turnover (X. Kasmir . menyatakan bahwa perputaran aktiva total (TATO) digunakan untuk menilai perputaran semua aset yang dimiliki perusahaan terhadap berapa jumlah rupiah penjualan yang diperoleh. Menurut Harahap . , perputaran aktiva total (TATO) diukur berdasarkan penjualan yang dicapai dan menentukan seberapa tingkat kemampuan semua aktiva memperoleh omzet penjualan. Menurut Kasmir . , rumus untuk memperoleh TATO adalah: Jurnal Mantra: Manajemen Strategis iC Vol. 1 No. 01 iC Februari 2024 Price to book value (X. Price to book value (PBV) digunakan untuk mengukur pergerakan harga pasar saham terhadap nilai buku saham (Cahyaningrum et al. , 2. Menurut Tjiptono dan Darmadji . , price to book value (PBV) menggambarkan seberapa kuat harga pasar atas nilai buku suatu saham. Cara menghitung price to book value (PBV) dengan rumus sebagai berikut: Populasi. Metode Sampling, dan Sampel Populasi Menurut Sugiyono . , populasi adalah domain umum yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kuantitas, ukuran, dan karakteristik tertentu yang ditentukan oleh peneliti untuk diteliti dan kemudian ditarik kesimpulan. Penelitian ini memiliki populasi sebanyak 13 perusahaan manufaktur sub-sektor plastik dan kemasan yang terdaftar di BEI periode tahun 2015-2019. Sampling dan Sampel Dalam penelitian ini, metode sampling yang digunakan adalah metode purposive Purposive sampling adalah teknik penentuan atau pemilihan sampel dengan mempertimbangkan proporsi tertentu (Sugiyono,2018:. Alasan pemilihan metode sampling dengan menggunakan metode purposive sampling agar sampel terpilih adalah anggota populasi yang karakteristik atau kriterianya memenuhi sesuai dengan yang telah ditentukan dalam penelitian ini. Karakteristik yang ditentukan dalam penelitian ini adalah: Perusahaan industri sub sektor plastik dan kemasan yang bergabung di Bursa Efek Indonesia selama periode tahun 2015-2019. Perusahaan industri sub sektor plastik dan kemasan yang tidak mengalami delisting selama periode tahun 2015-2019. Perusahaan industri sub sektor plastik dan kemasan yang bergabung di Bursa Efek Indonesia dan telah memiliki laporan keuangan lengkap selama tahun 2015-2019. Berdasarkan kriteria yang ditentukan tersebut, sampel yang diperoleh sebanyak 9 perusahaan sub sector plastik dan kemasan yang terdaftar di BEI pada periode 2015-2019. Metode Pengumpulan Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data sekunder adalah data yang tidak secara langsung diperoleh dalam pengumpulan data dari sumber Jurnal Mantra: Manajemen Strategis iC e-ISSN: 0101-2024 aslinya (Sugiyono, 2018:. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah laporan tahunan keuangan perusahaan-perusahaan . industri sub sektor plastik dan kemasan periode 2015-2019 yang diperoleh dari website Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui situs w. id dan melalui situs web perusahaan plastik dan kemasan masingmasing sampel untuk periode tahun 2015-2019 serta sumber-sumber lainnya Teknik Analisis Data Dalam menganalisis data, penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda. Data sekunder yang diperoleh diolah dengan menggunakan program Software Statistical Product and Service Solution (SPSS) version 25. Persamaan regresi berganda yang diperoleh berdasar olahan SPSS ditunjukkan pada persamaan . Y = 1u1 2u2 3u3 4u4 e ------------------------------------------. Keterangan: Y = Harga Saham = Koefisien konstanta 1 = Koefisien regresi u1 2 = Koefisien regresi u2 3 = Koefisien regresi u3 4 = Koefisien regresi u4 u1 = return on assets (ROA) u2 = debt to equity ratio (DER) u3 = total assets turnover (TATO) u4 = price to book value (PVB) e = Tingkat error. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Uji Asumsi Klasik Uji Linearitas Tabel 1. Hasil Uji Linearitas ROA (X1ne. ANOVA Harga Saham * X1 New Between Groups (Combine. Linearity Deviation From Linearity 2,359 1,512 2,782 Sig. 0,089 0,226 0,074 Variabel pertama yaitu ROA (X. harus dilakukan penyederhanaan data terlebih dahulu, sehingga menghasilkan X1new (Tabel . Hasil uji linearitas pada variabel X1new diartikan hubungan antara variabel ROA (X1ne. dan Harga Saham (Y) mendekati hubungan Jurnal Mantra: Manajemen Strategis iC Vol. 1 No. 01 iC Februari 2024 linear, karena tingkat Signifikan linearity niainya 0,226 > 0,05 tetapi tingkat signifikansi deviation from linearity adalah 0,074 > 0,05. Tabel 2. Hasil Uji Linearitas DER (X. ANOVA Table Harga Saham * DER (X. Between Groups (Combine. Linearity Deviation From Linearity 1,786 9,521 1,565 Sig. 0,197 0,015 0,260 Variabel kedua yaitu DER (X. dengan variabel Harga Saham (Y) memiliki hubungan linear karena tigkat sig. linearity nilainya 0,015 < 0,05 dan tingkat sig. deviation from linearity nilainya 0,260 > 0,05. Tabel 3. Hasil Uji Linearitas TATO (X. ANOVA Table Harga Saham * TATO (X. Between Groups (Combine. Linearity Deviation From Linearity 2,309 17,374 1,866 Sig. 0,092 0,002 0,162 Variabel ketiga yaitu TATO (X. memiliki hubungan linear secara signifikan dengan variabel Harga Saham (Y), hal ini ditunjukkan tingkat sig. linearity nilainya 0,002 < 0,05 dan tingkat sig. deviation from linearity nilainya 0,162 > 0,05. Tabel 4. Hasil Uji Linearitas PBV (X. ANOVA Table Harga Saham * PBV (X. Between Groups (Combine. Linearity Deviation From Linearity 1,399 22,679 0,808 Sig. 0,340 0,002 0,692 Variabel keempat yaitu PBV (X. terhadap variabel Harga Saham (Y) ada hubungan linear secara signifikan karena tingkat sig. linearity nilainya 0,002 < 0,05 dan tingkat sig. deviation from linearity nilainya 0,692 > 0,05. Jurnal Mantra: Manajemen Strategis iC e-ISSN: 0101-2024 b. Uji Normalitas Tabel 5. Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Normal Parametersab Most Extreme Differences Mean Std. Deviation Abolute Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from daa. Liliefors Significance Correction. This is a lower bound of the true significance. Sumber: Output data SPSS 25 (Lampiran 3. Unstandarzed Residual 0,000000 243,84176980 0,094 0,094 -0,061 0,094 Uji normalitas menggunakan Kolmogorov-Smirnov pada Tabel 5 menyatakan besaran residual berdistribusi normal yang dibuktikan besaran Asymp. Sig. -sis. sebesar 0,200 atau lebih besar dari 0,05. Uji Multikolinearitas Ghozali . menyatakan bahwa uji multikolonieritas bertujuan untuk menguji ada atau tidaknya kolerasi antarvariabel bebas . dalam model regresi. Tabel 6. Hasil Uji Multikolinearitas Model (Constan. ROA (X. DER (X. TATO (X. PBV (X. Unstandardized Coefficients Std Error 198,463 164,121 16,617 10,823 380,285 128,771 -261,554 79,191 149,495 28,764 Standardized Coefficients Beta 0,213 0,403 -0,331 0,566 Collinearity Statistics Tolerance 0,520 0,537 0,918 0,973 VIF 1,921 1,861 1,1089 1,027 Dependent Variable: Harga Saham (Y) Sumber: Output data SPSS 25 Menurut Ghozali . 8:107-. , model tidak mengandung gejala multikolinearitas, apabila besaran Tolerancenya > 0,10 dan besaran VIF < 10,00. Berdasarkan Tabel 6. Hasil uji multikolinearitas dalam penelitian ini terbukti tidak adanya kolerasi antarvariabel bebas . dalam model regresi yang digunakan. Hal ini ditunjukkan besaran Tolerence variabel bebas bernilai > 0,10 dan besaran VIF variabel bebas < 10,00. Jurnal Mantra: Manajemen Strategis iC Vol. 1 No. 01 iC Februari 2024 d. Uji Heteroskedastisitas Uji Heteroskesdatisitas dimaksudkan mengkaji terjadi atau tidaknya ketidaksamaan penyimpangan dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain dalam model regresi (Ghozali, 2018:. Gambar 2. Hasil Uji Heterokedastisitas Scatterplot Jika ada pola yang jelas . ergelombang, melebar kemudian menyempi. pada gambar scatterplot, serta titik-titikya tidak menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y, maka dikatakan terjadi heterokedastisitas Ghozali . Berdasarkan scatterplot Gambar 2, maka data sampel disimpulkan tidak ada gejala heterokedastisitas. Uji Autokoleritas Uji autokolerasi bertujuan untuk menguji apakah ada kolerasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode t-1 . dalam model regresi linier yang digunakan (Ghozali, 2018:. Tabel 7. Hasil Uji Autokolerasi Model Model Summaryb R Square Adjusted R Std. Error of Square the Estimate 0,600 0,560 255,743 DurbinWatson 1,764 aPredictors: (Consta. PBV(X. DER(X. ,TATO(X. ,ROA(X. bDependent Variable: HARGA SAHAM (Y) Sumber: Output data SPSS 25 Jurnal Mantra: Manajemen Strategis iC e-ISSN: 0101-2024 Pendapat Imam Ghozali . tidak bergejala saling berkolerasi, apabila DW terletak di antara dU dan . -dU). Nilai dU dicari pada distribusi besaran tabel DurbinWatson berdasarkan jumlah variabel bebas . dan jumlah sampel . pada tingkat signifikansi 0,05. Hasilnya besaran dU . < Durbin Watson . < . -dU . , sehingga diartikan tidak bergejala saling berkolerasi. Uji Hipotesis Analisis Regresi Linear Berganda Tabel 8. Hasil Analisis Regresi Berganda Coefficientsa Model (Constan. ROA (X. DER (X. TATO (X. PBV (X. Unstandardized Coefficients Std. Error 198,463 164,121 16,617 10,823 380,285 128,771 -261,554 79,191 149,495 28,764 Standardized Coefficients Beta 0,213 0,403 -0,331 0,566 Sig 1,209 1,535 2,953 -3,175 5,586 0,234 0,133 0,005 0,003 0,000 Collinearity Statistics Tolerance VIF 0,520 0,537 0,918 0,973 1,921 1,861 1,1089 1,027 aDependent Variable:HARGA SAHAM (Y) Sumber: Output Data SPSS 25 Berdasarkan Tabel 8, persamaan regresi model penelitian ini dirumuskan pada persamaan . Y = 198,463 16,617 X1 380,285 X2 Ae251,454 X3 149,495 X4 e ------------------------. Berdasarkan pendapat Imam Ghozali . , jika tingkat sig. < 0,05, maka hasil tersebut dapat dimaknai bahwa variabel bebas (X) secara parsial mempengaruhi perubahan variabel terikat (Y). Hasil uji t pada Tabel 8 menunjukkan nilai t variabel ROA (X. 0,133 > 0,05, artinya ROA (X. memiliki pengaruh positif tetapi terhadap harga saham meskipun tidak Nilai t variabel DER (X. 0,005 < 0,05, bisa diartikan DER (X. berpengaruh positif signifikan terhadap variabel terikat (Y), yaitu harga saham. Nilai TATO (X. 0,003 < dari 0,05, artinya TATO (X. berpengaruh tetapi dengan arah negatif signifikan terhadap variabel terikat (Y) yaitu harga saham. Nilai PBV (X. 0,000 < 0,05, artinya PBV (X. berpengaruh positif secara meyakinkan terhadap variabel terikat harga saham (Y). Jurnal Mantra: Manajemen Strategis iC Vol. 1 No. 01 iC Februari 2024 b. Uji F (Simulta. Tabel 9. Hasil Uji F (Simulta. ANOVAa Model Regression Residual Sum of Squares 3924592,328 2616187,583 Mean Square 981148,082 65404,690 Sig. 15,001 ,000b Total 6540779,911 Dependent Variable: HARGA SAHAM (Y) Predictors: (Constan. PBV(X. DER(X. TATO(X. ,ROA(X. Sumber: Output data SPSS 25 Ghozali . menyatakan jika nilai Sig. < 0,05, artinya variabel bebas (X) secara bersama-sama mempengaruhi perubahan variabel terikat (Y). Tabel 9 menunjukkan bahwa tigkat Sig. 0,000 < dari 0,05 yang berarti bahwa ROA (X. DER (X. TATO (X. dan PBV (X. secara simultan mempengaruhi perubahan harga saham (Y). Uji Determinasi (R. Tabel 10. Hasil Uji R2 Model Summaryb Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 0,600 0,560 255,743 Predictors: (Consta. PBV (X. DER(X. TATO (X. ROA (X. Dependent Variable: HARGA SAHAM (Y) Sumber: Output data SPSS 25 DurbinWatson 1,764 Berdasarkan tabel output SPSS pada Tabel 10. Model Summary pada Tabel 11 menunjukkan nilai koefisien determinasi atau R Square sebesar 0,600. R Square 0,600 ini tidak lain adalah pengkudratan koefisien kolerasi atau R yaitu 0,775x0,775=0,600. Besaran koefisien determinasi (R Squar. adalah 0,600 atau 60%, angka tersebut bermakna bahwa variable ROA (X. DER (X. TATO (X. , dan PBV (X. secara simultan menyebabkan perubahan pada variabel (Y) sebesar 60%, sedangkan nilai selebihnya . % - 60% = 40%) disebabkan oleh variabel atau faktor lain di luar persamaan regresi ini. Pembahasan Pengaruh Return on Asset (ROA) terhadap Harga Saham Hasil tabel output SPSS Coefficients yang menunjukkan tingkat Sig. 0,133. Hal ini berarti tingkat Sig. 0,133 > 0,05, sehingga disimpulkan bahwa Ha1 ditolak dan H01 diterima, sehingga besar atau kecilnya nilai (ROA) perusahaan plastik & kemasan yang bergabung di BEI tidak ada pengaruhnya terhadap harga saham pada perusahaan itu sendiri. Jurnal Mantra: Manajemen Strategis iC e-ISSN: 0101-2024 Tidak berpengaruhnya nilai Return on Assets (ROA) disebabkan dalam data penilitian ditemukan perusahaan yang rugi dan berakibat pada penurunan harga saham. Data yang diperoleh ternyata nilai Return on Assets (ROA) setiap perusahaan 2015Ae2019 berubah secara fluktuatif sehingga menyebabkan nilai (ROA) tidak ada pengaruhnya tarhadap perubahan harga saham perusahaan plastik dan kemasan di Bursa Efek Indonesia. Hasil ini selaras dengan hasil yang dilakukan oleh Ahmad . dan Sari . yang menyatakan tidak adanya pengaruh (ROA) terhadap perubahan harga saham. Pengaruh debt to equity ratio (DER) ke perubahan harga saham Pada hasil olahan SPSS Coefficients diperoleh tingkat Sig. hitung sebesar 0,005, sehingga tingkat sig. 0,005 < 0,05, dapat diartikan Ha2 diterima dan H02 ditolak. Kesimpulannya, (DER) secara parsial mempengaruhi searah dan signifkan terhadap perubahan Harga Saham. Investor memahami berapa banyak hutang yang dapat digunakan perusahaan untuk menutupi biaya operasionalnya, sehingga hutang yang besar tidak serta merta berpengaruh atas keputusan pemodal dalam berinvestasi di saham. Jika penggunaan hutang tersebut menghasilkan operasional secara efesien, maka akan memberikan dampak ke arah positif bagi para investor untuk berinvestasi pada perusahaan tersebut. Hutang dapat digunakan sebagai cara alternatif bagi perusahaan untuk melakukan bisnis jika mereka dapat memperoleh utilitas dari biaya yang dikeluarkan oleh hutang. Ketika sebuah perusahaan menggunakan dana berupa hutang, perusahaan akan menanggung beban bunga. Beban bunga yang dibayarkan ini dapat sebagai pengurang pajak sehingga dapat menghasilkan keuntungan yang lebih besar. Hal ini tentunya akan disambut baik oleh calon investor. Selama perusahaan tidak kesulitan membayar utangnya, tentunya akan meningkatkan keyakinan investor dalam menanam-kan modalnya dengan membeli saham perusahaan. Hasil ini serupa dengan penelitian Widayati, et. dan Ahmad . yang menyatakan bahwa (DER) memiliki pengaruh signifikan terhadap Harga saham. Pengaruh Total Asset Turnover (TATO) terhadap harga saham Pada tabel output SPSS Coefficients dengan nilai Sig. 0,003. Artinya < 0,05, dan disimpulkan bahwa Ha3 diterima dan H03 ditolak. Atau bahwa (TATO) secara parsial berpengaruh negatif dan signifkan terhadap perubahan Harga Saham. Hasil analisis mengisyaratkan investor menggunakan total assets turnover (TATO) sebagai pengukur kinerja untuk memprediksi harga saham perusahaan plastik dan kemasan. Bagian dari properti yang akan dijual. Semakin tinggi tingkat perputaran total asset (TATO), berarti penjualan bersih perusahaan yang dicapai akan semakin tinggi, dan dapat memberikan ekspektasi keuntungan yang lebih tinggi bagi perusahaan. Laba perusahaan yang besar mendorong investasi pemodal dan menaikkan nilai saham. Simpulan ini berlawanan dengan hasil penelitian Widayati et al. dan NurAoaidawati . yang menyatakan bahwa (TATO) tidak mempengaruhi terhadap perubahan harga saham. Jurnal Mantra: Manajemen Strategis iC Vol. 1 No. 01 iC Februari 2024 Pengaruh Price to Book Value (PBV) terhadap harga saham Pada tabel hasil 4. 12 output SPSS AuCoefficientsAy dengan tingkat Sig. sebesar 0,000 berarti < 0,05, maka dapat dikatakan bahwa Ha4 diterima dan H04 ditolak. Sehingga diambil kesimpulan bahwa secara partial price to book value (PBV) mempengaruhi signifkan menaikkan nilai Saham. Rasio harga terhadap nilai buku (PBV) menggambarkan seberapa tinggi nilai buku saham dihargai di pasar. Semakin tinggi perbandingan ini maka dampaknya harga saham juga semakin tinggi, artinya semakin baik kinerja perusahaan Pasar atau para investor menghargai perusahaan lebih tinggi dibandingkan dengan jumlah dana yang diinvestasikannya Price to book value (PBV) memberi investor wawasan langsung tentang seberapa sering harga pasar saham dinilai dari nilai bukunya. Investor akan berinvestasi pada perusahaan dengan kinerja yang baik, artinya penilaian investor terhadap perusahaan akan sangat mempengaruhi terhadap keputusan investasi. Rasio harga terhadap nilai buku (PBV) menggambarkan penilaian pasar terhadap prospek keuangan perusahaan. Artinya, dengan membeli saham, investor memiliki tingkat kepercayaan prospek kedepannya Perusahaan tersebut. Hal senada telah disampaikan Cahyaningrum et al. dan Desiana . yang menyatakan bahwa (PBV) memiliki pengaruh meyakinkan terhadap perubahan Harga saham. Pengaruh (ROA), (DER), (TATO), dan (PBV) terhadap Harga saham Pada tabel output SPSS Anova dengan tingkat Sig. 0,000 artinya < 0,05, dan maknanya adalah menerima Ha dan menolak H0, sehingga dapat disimpulkan bahwa (ROA), (DER), (TATO), serta (PBV) secara simultan berpengaruh signifikan terhadap perubahan Harga Saham. KESIMPULAN DAN SARAN Simpulan Dari hasil analisis dan pembahasan-pembahasan, penelitian ini menyimpulkan beberapa hal. Berdasarkan Tabel 9, variabel ROA (X. DER (X. , dan PBV (X. dinyatakan berpengaruh positif dengan nilai koefisien regresi ROA (X. DER (X. sebesar 380,285, dan PBV (X. 495, sedangkan variabel TATO (X. berpengaruh negatif dengan nilai koefisien regresi sebesar -251,454 terhadap harga saham (Y). Berdasarkan uji t . , variabel ROA (X. berpengaruh positif, tetapi tidak signifikan sebesar 0,133 terhadap harga saham (Y). Variabel DER (X. dan PBV (X. berpengaruh positif dan signifikan dengan nilai DER (X. sebesar 0,005 dan PBV (X. sebesar 0,000, sedangkan variabel TATO (X. berpengaruh negatif dan signifikan dengan nilai sebesar 0,003 terhadap harga saham (Y). Berdasarkan uji F (Simulta. , variabel ROA (X. DER (X. TATO (X. , dan PBV (X. berpengaruh positif dan signifikan sebesar 0,000 terhadap harga saham (Y). Berdasarkan besaran koefisien determinasi (R. , penelitian ini memprediksi bahwa kenaikan Harga Jurnal Mantra: Manajemen Strategis iC e-ISSN: 0101-2024 Saham (Y) dikarenakan adanya pengaruh kuat dari variabel ROA (X. DER (X. TATO (X. , dan PBV (X. , yaitu sebesar 60% dan faktor lain sebesar 40%. Saran