e-ISSN 2597 Ae 7474 p-ISSN 2252 Ae 4835 JMBV Volume 13 No. 01 Tahun 2024 PENGARUH LIKUIDITAS LEVERAGE PROFITABILITAS DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP FINANCIAL DISTRESS PADA PERUSAHAAN SUB SEKTOR TRANSPORTASI Oleh Suhartono. Lilik Handayani. Fildzah Utammima Aisyah Nurkasim. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Balikpapan suhartono@stiebalikpapan. lilik@stiebalikpapan. fuan1264@gmail. Abstract This study aims to determine the effect of current ratio, debt to asset ratio, return on asset, and firm size on financial distress in transportation sub sector companies on the IDX for the 2018-2022 period. This research method uses quantitative methods. The sampling technique used is purposive sampling to obtain samples that meet the criteria. Data analysis used multiple linear regression analysis. The conclusion from the result of ths study are as follows: . current ratio has a negative and significant effect on financial distress in transportation sub sector . debt to asset ratio has a negative and significant effect on financial distress in transportation sub sector companies. return on asset has a positive and significant effect on financial distress in transportation sub sector companies. firm size has a positive and significant effect on financial distress in transportation sub sector companies. current ratio, debt to asset ratio, return on asset, firm size have a significant effect on financial distress in transportation sub sector companies. Keywords: Current Ratio (CR). Debt to Asset Ratio (DAR). Return on Asset (ROA). Firm Size. Financial Distress Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh current ratio, debt to asset ratio, return on asset, dan ukuran perusahaan terhadap financial distress pada perusahaan sub sektor transportasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2018-2022. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu purposive sampling untuk mendapatkan sampel yang sesuai kriteria. Analisis data yang digunakan analisis regresi linier berganda. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: . current ratio berpengaruh negatif dan signifikan terhadap financial distress pada perusahaan sub sektor transportasi, . debt to asset ratio berpengaruh negatif dan signifikan terhadap financial distress pada perusahaan sub sektor transportasi, . return on asset berpengaruh positif dan signifikan terhadap financial distress pada perusahaan sub sektor transportasi, . ukuran perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap financial distress pada perusahaan sub sektor transportasi, . current ratio, debt to asset ratio, return on asset, dan ukuran perusahaan berpengaruh dan signifikan terhadap financial distress pada perusahaan sub sektor transportasi. Kata kunci: Current Ratio (CR). Debt to Asset Ratio (DAR). Return on Asset (ROA). Ukuran Perusahaan. Financial Distress Jurnal Manajemen dan Bisnis Visioner | Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Balikpapan e-ISSN 2597 Ae 7474 p-ISSN 2252 Ae 4835 JMBV Volume 13 No. 01 Tahun 2024 PENDAHULUAN Dalam era globalisasi saat ini, perkembangan di dunia sangat pesat dan mempengaruhi persaingan dalam dunia bisnis menjadi semakin kompetitif. Setiap perusahaan harus memiliki manajemen yang kuat serta fundamental ekonomi yang baik agar dapat bersaing dengan perusahaan lainnya dan menghasilkan laba sesuai dengan yang diharapkan. Perusahaan yang tidak memiliki manajemen yang kuat akan kesulitan dalam menghadapi persaingan yang ada sehingga perusahaan akan mengalami penurunan keuangan atau Adanya pembatasan sosial berskala besar akibat pandemi COVID-19 di Indonesia mempengaruhi secara langsung pada perusahaan yang menyebabkan terjadinya penurunan drastis aktivitas Jika perusahaan tidak memiliki strategi yang cukup baik dalam mengatasi hal tersebut, maka besar kemungkinan suatu perusahaan akan mengalami kondisi penurunan keuangan selama beberapa tahun ke depan sehingga dapat mengakibatkan perusahaan berada pada kondisi financial Financial distress merupakan kondisi kesulitan keuangan yang dialami oleh sebuah perusahaan. Menurut (Hutabarat, 2021, p. financial distress adalah kondisi ketika suatu perusahaan tidak bisa memenuhi utangnya kepada pihak lain . karena mengalami kekurangan Financial distress merujuk pada melemahnya kondisi keuangan suatu membayar utang yang telah disepakati karena tidak memiliki dana yang cukup. Kondisi ini dapat terjadi pada perusahaan yang kurang bisa mengelola keuangannya dengan baik. Oleh karena itu, perusahaan perlu mengambil tindakan dan strategi yang tepat untuk mengatasi masalah keuangan sebelum mencapai tahap yang lebih parah. Dalam penelitian ini, financial distress diukur dengan menggunakan Altman ZScore. Berikut jumlah perusahaan sub sektor transportasi periode 2018-2022 yang mengalami financial distress: Jumlah perusahaan yang mengalami Financial Distress 2018 2019 2020 2021 2022 Jumlah perusahaan yang mengalami FD Diagram 1 Jumlah Perusahaan yang Mengalami Financial Distress Pada tabel 1. 1 dan diagram 1. menunjukkan jumlah perusahaan sub sektor transportasi yang mengalami financial mengalami fluktuatif. Pada tahun 2018 terdapat 12 perusahaan yang mengalami financial distress. Pada tahun 2019 dan 2020 mengalami financial distress paling banyak yaitu terdapat 14 perusahaan dan menunjukkan bahwa financial distress Pada tahun 2021 dan 2022 terdapat 13 perusahaan yang mengalami financial distress yang menunjukkan bahwa financial distress menurun. Perusahaan sub sektor transportasi mengalami penurunan pendapatan, serta mengelola keuangan secara efektif. Hal ini akan menjadi permasalahan bagi perusahaan sub sektor transportasi karena jika permasalahan tersebut terjadi secara terusmenerus maka perusahaan akan mengalami kebangkrutan yang berkepanjangan dan Jurnal Manajemen dan Bisnis Visioner | Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Balikpapan e-ISSN 2597 Ae 7474 p-ISSN 2252 Ae 4835 JMBV Volume 13 No. 01 Tahun 2024 menyebabkan perusahaan menghasilkan laba. KAJIAN LITERATUR Teori Signal (Spence . mengungkapkan bahwa isyarat atau signal memberikan suatu sinyal, pihak pengirim . emilik informas. berusaha memberikan potongan informasi relevan yang dapat dimanfaatkan oleh pihak Selanjutnya, dengan pemahaman terhadap sinyal tersebut pihak penerima akan menyesuaikan perilakunya. Sinyal yang diberikan berbentuk informasi yang menggambarkan keadaan perusahaan. Akuntansi Menurut (IAI, 2019, p. , akuntansi adalah ilmu mencatat, menganalisis, dan mengkomunikasikan transaksi atau kejadian ekonomi suatu entitas bisnis, yang bertujuan untuk menghasilkan dan melaporkan informasi yang relevan bagi berbagai pihak yang berkepentingan dalam mengambil Menurut (Grave et al. , 2022, p. akuntansi adalah suatu sistem yang menyediakan informasi laporan keuangan kepada berbagai pemakai atau pembuat keputusan mengenai aktivitas bisnis dari suatu satu kesatuan ekonomi. Menurut (Sidauruk, 2021, p. menyatakan bahwa akuntansi adalah sebuah sistem informasi yang menghasilkan informasi keuangan kepada pihak-pihak yang berkepentingan mengenai aktivitas ekonomi dan kondisi suatu perusahaan. Akuntansi Keuangan Menurut (Grave et al. , 2022, p. akuntansi keuangan merupakan informasi akuntansi yang memberikan informasi pada pihak-pihak di luar perusahaan yang bukan perusahaan seperti kreditur, pemerintah, masyarakat, dan investor. Menurut (Sidauruk, 2021, p. akuntansi keuangan merupakan bidang yang berhubungan dengan pelaporan keuangan yang terutama ditujukan kepada pihak eksternal perusahaan seperti pemegang saham, calon investor, kreditor, dan Menurut (Hery, 2015, p. , akuntansi akuntansi/keuangan bagi pemakai eksternal pemerintah, dan pemasok. Laporan Keuangan Menurut (PSAK No. 1, 2020, p. terstruktur dari posisi keuangan dan kinerja keuangan suatu entitas. Menurut (Grave. Sari & Wulandari, 2021, p. , laporan keuangan adalah laporan yang dibuat pada akhir periode Laporan merupakan hasil dari proses akuntansi yang mengkomunikasikan data keuangan atau aktivitas perusahaan kepada pihak-pihak yang berkepentingan . Menurut (Kasmir, 2019, p. , laporan keuangan adalah laporan yang menunjukkan kondisi keuangan perusahaan pada saat ini atau dalam suatu periode tertentu. Analisis Laporan Keuangan Menurut (PSAK No. 1, 2020, p. analisis laporan keuangan merupakan suatu penyajian terstruktur dari posisi keuangan dan kinerja keuangan suatu entitas dengan tujuan untuk memberikan informasi keuangan, dan arus kas entitas yang bermanfaat bagi pengguna laporan keuangan dalam pengambilan keputusan. Menurut (Hery, 2020, p. , analisis laporan keuangan merupakan suatu proses untuk membedah laporan keuangan ke dalam unsur-unsurnya dan menelaah masing-masing dari unsur tersebut dengan tujuan untuk memperoleh pemahaman yang baik dan tepat atas laporan keuangan. Menurut (Astuti. Sembiring. Supitriyani. Azwar & Susanti, 2021, p. , analisis laporan keuangan adalah suatu proses penelaahan laporan keuangan dan proses mempelajari hubungan serta tendensi atau kecenderungan untuk menentukan posisi keuangan dan hasil operasi serta unsur- Jurnal Manajemen dan Bisnis Visioner | Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Balikpapan JMBV Volume 13 No. 01 Tahun 2024 mengevaluasi dan memprediksi kondisi keuangan perusahaan dan juga mengevaluasi hasil-hasil yang telah dicapai perusahaan pada masa lalu dan sekarang. Analisis Rasio Keuangan Menurut (Sujarweni, 2019, p. analisis rasio keuangan merupakan aktivitas untuk menganalisis laporan keuangan dengan cara membandingkan satu akun dengan akun lainnya yang ada dalam laporan keuangan. Menurut (Pratama, 2022, p. analisis rasio keuangan digunakan untuk berdasarkan pos-pos laporan keuangan pada satu periode tertentu. Menurut (Seto et al. , 2023, p. analisis rasio keuangan dapat diartikan sebagai kegiatan membandingkan angkaangka yang ada di dalam laporan keuangan perusahaan dengan cara membagi angka yang satu dengan angka lainnya dalam satu komponen laporan keuangan berdasarkan periode waktu. Financial Distress Menurut (Hutabarat, 2021, p. financial distress adalah kondisi ketika suatu perusahaan tidak bisa memenuhi utangnya kepada pihak lain . karena mengalami kekurangan dana Menurut (Irawan et al. , 2023, p. financial distress dapat diartikan sebagai fase melemahnya situasi keuangan yang terjadi sebelum kebangkrutan atau likuidasi. Menurut (Kamaludin, 2015, p. financial distress merupakan salah satu ciri suatu perusahaan yang sedang diterpa masalah keuangan. Current Ratio (CR) Menurut (Seto et al. , 2023, p. , rasio likuiditas merupakan rasio yang digunakan dalam mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi utang jangka pendeknya dengan periode kurang dari satu tahun. Menurut (Anwar, 2019, p. , current ratio yaitu rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam membayar utang jangka pendeknya dari aset lancarnya. e-ISSN 2597 Ae 7474 p-ISSN 2252 Ae 4835 Menurut (Kasmir, 2019, p. , rasio lancar atau current ratio merupakan rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar utang jangka pendek atau utang yang segera jatuh tempo pada saat ditagih secara keseluruhan. Debt to Asset Ratio (DAR) Menurut (Syaiful et al. , 2022, p. rasio leverage adalah rasio yang digunakan untuk mengetahui seberapa banyak kegiatan perusahaan yang dibiayai oleh utang. Menurut (Hery, 2016, pp. 166Ae. , rasio utang terhadap aset atau debt to asset ratio merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur perbandingan antara total utang dan total aset. Menurut (Hantono, 2018, p. , debt to asset ratio adalah rasio yang mengukur bagian aset yang digunakan untuk menjamin keseluruhan utang. Return on Asset (ROA) Menurut (Seto et al. , 2023, p. , rasio profitabilitas adalah rasio yang digunakan dalam mengukur seberapa besar kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan atau profit. Menurut (Seto et al. , 2023, p. , return on asset merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur seberapa besar laba bersih yang diperoleh dari pengelolaan seluruh aset yang dimiliki perusahaan. Menurut (Hery, 2016, p. , hasil pengembalian atas aset atau return on asset merupakan rasio yang menunjukkan seberapa besar kontribusi aset dalam menciptakan laba bersih. Menurut (Van Horne & Wachowicz, 2016, p. , return on asset merupakan rasio yang mengukur efektivitas perusahaan dalam menghasilkan laba dari keseluruhan aset yang tersedia dalam perusahaan. Ukuran Perusahaan Menurut (Hartono, 2013, p. , ukuran perusahaan adalah suatu skala dimana dapat mengklasifikasikan besar kecil perusahaan menurut berbagai cara . otal aset, log size, nilai pasar, dan lain-lai. Menurut (Brigham & Houston, 2013, p. , ukuran perusahaan merupakan ukuran Jurnal Manajemen dan Bisnis Visioner | Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Balikpapan e-ISSN 2597 Ae 7474 p-ISSN 2252 Ae 4835 JMBV Volume 13 No. 01 Tahun 2024 besar kecilnya sebuah perusahaan yang ditunjukkan atau dinilai oleh total aset, total penjualan, jumlah laba, beban pajak, dan lain-lain. Menurut (Effendi & Ulhaq, 2021, p. ukuran perusahaan merupakan besar kecilnya satu perusahaan yang dapat dinilai dari total aset, total penjualan, dan jumlah tenaga kerja. Hubungan Antara Variabel Penelitian dan Perumusan Hipotesis Pengaruh Current Ratio terhadap Financial Distress Adanya dalam membayar utang jangka pendeknya dengan menggunakan aset lancarnya. Current ratio yang tinggi menunjukkan bahwa perusahaan memiliki aset lancar yang tinggi, dan jika perusahaan memiliki aset lancar yang terlalu tinggi maka perusahaan tersebut tidak mengelola modal kerjanya dengan efisien dan mengakibatkan adanya uang yang menganggur. Oleh karena itu, semakin tinggi nilai current ratio maka mengalami kondisi financial distress Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh (Mappadang et al. , 2. dan (Rosid, 2. yaitu current ratio memiliki pengaruh positif signifikan terhadap financial distress. H1: Current berpengaruh positif dan signifikan terhadap financial distress pada perusahaan sub sekor transportasi. Pengaruh Debt to Asset Ratio terhadap Financial Distress Adanya debt to asset ratio dapat perusahaan yang didanai dengan utang. Semakin tinggi nilai debt to asset ratio maka kemungkinan terjadinya kondisi financial distress semakin besar. Hal ini disebabkan membiayai aktivitasnya dengan utang maka semakin besar pula beban bunga yang harus ditanggung, dan jika perusahaan tidak mampu melunasi utangnya, maka akan berdampak pada kegiatan operasional perusahaan dan berpotensi mengalami financial distress. Sehingga semakin besar nilai debt to asset ratio maka semakin besar kemungkinan terjadinya financial distress. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh (Mappadang et al. membuktikan bahwa debt to asset ratio mempunyai pengaruh positif terhadap financial distress. Namun, jika perusahaan menggunakan utang sebagai dana untuk menambah modal serta memperluas target pasar maka akan meningkatkan volume penjualan dan menghasilkan laba yang besar sehingga perusahaan akan terhindar dari kondisi financial distress. Oleh karena itu, semakin tinggi nilai debt to asset ratio maka semakin rendah kemungkinan perusahaan mengalami financial distress. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh (Silalahi et al. , 2. dan (Bachtiar & Handayani, 2. membuktikan bahwa debt to asset ratio mempunyai pengaruh negatif dan signifikan terhadap financial distress. H2: Debt to asset ratio secara parsial berpengaruh dan signifikan terhadap financial distress pada perusahaan sub sekor transportasi. Pengaruh Return On Assets terhadap Financial Distres Adanya return on asset dapat menunjukkan tingkat efektivitas penggunaan aset suatu perusahaan dalam menghasilkan Perusahaan yang memiliki nilai return on asset yang tinggi artinya perusahaan tersebut tidak perlu mencari sumber dana eksternal atau dana tambahan untuk menutupi biaya operasionalnya. Hal ini dikarenakan perusahaan menggunakan aset dengan efisien dalam menghasilkan Dengan demikian, semakin tinggi tingkat return on asset, maka peluang perusahaan dalam Jurnal Manajemen dan Bisnis Visioner | Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Balikpapan e-ISSN 2597 Ae 7474 p-ISSN 2252 Ae 4835 JMBV Volume 13 No. 01 Tahun 2024 keuangan atau financial distress akan semakin rendah. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh (Silalahi et al. , 2. dan (Mappadang et al. , 2. menunjukkan bahwa return on asset secara parsial berpengaruh negatif terhadap financial H3: Return on asset secara parsial berpengaruh negatif dan signifikan terhadap financial distress pada perusahaan sub sekor transportasi. Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap Financial Distress Adanya ukuran perusahaan dapat menggambarkan kemampuan perusahaan dalam mengelola perusahaannya, serta dapat mempengaruhi kinerja keuangan dan risiko Perusahaan dengan jumlah aset yang besar akan lebih mudah untuk melakukan perluasan usaha dan meningkatkan kinerjanya melalui aset yang dimilikinya. Sehingga semakin tinggi nilai ukuran perusahaan maka perusahaan semakin mampu menutupi utang-utangnya. Dengan demikian, semakin tinggi nilai ukuran perusahaan maka semakin rendah peluang perusahaan mengalami financial Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh (Silalahi et al. , 2. menunjukkan bahwa ukuran perusahaan secara parsial berpengaruh negatif signifikan terhadap financial distress. H4: Ukuran perusahaan secara parsial berpengaruh negatif dan signifikan terhadap financial distress pada perusahaan sub sekor transportasi Pengaruh Current Ratio. Debt to Asset Ratio. Return on Asset, dan Ukuran Perusahaan Terhadap Financial Distress Menurut (Hutabarat, 2021, p. financial distress adalah kondisi ketika suatu perusahaan tidak bisa memenuhi utangnya kepada pihak lain . karena mengalami kekurangan dana. Menurut (Irawan et al. , 2023, p. , financial distress dapat diartikan sebagai fase melemahnya situasi keuangan yang terjadi sebelum kebangkrutan atau likuidasi. Kondisi ini dapat terjadi karena sebuah perusahaan memiliki jumlah utang yang lebih besar perusahaan tidak memiliki dana yang cukup saat membayar kreditur. H5: Current Ratio. Debt to Asset Ratio. Return on Asset, dan Ukuran Perusahaan berpengaruh signifikan Terhadap Financial Distress. Kerangka Berpikir Gambar 2 Kerangka Pemikiran METODOLOGI PENELITIAN Rancangan Penelitian Pada diperlukan adanya suatu perancangan metode atau langkah yang harus dilakukan peneliti untuk memecahkan permasalahan dalam mencapai tujuan penelitian. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan penelitian kuantitatif. Batasan Penelitian Batasan dalam penelitian ini bertujuan permasalahan utama guna menghindari ketidakkonsistenan dalam hasil penelitian. Batasan dalam penelitian ini tertuju pada Jurnal Manajemen dan Bisnis Visioner | Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Balikpapan JMBV Volume 13 No. 01 Tahun 2024 objek perusahaan sub sektor transportasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2018-2022 dan memiliki laporan keuangan tahunan yang lengkap sesuai variabel yang diinginkan. Definisi Operasional Variabel Dependen (Y) Financial Distress (Y) (Hutabarat, 2021, p. , financial distress adalah kondisi ketika suatu perusahaan tidak bisa memenuhi utangnya kepada pihak lain . karena mengalami kekurangan dana. Indikator financial distress pada perusahaan sub sektor transportasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia menurut (Silalahi et al. , (Mappadang et al. , 2. , (Rosid, 2. , (Oktaviani & Yanthi, 2. , dan (Bachtiar & Handayani, 2. , adalah: Z-Score = 6,56 X1 3,26 X2 6,72 X3 1,05 X4 Keterangan: X1 = Working Capital / Total Assets X2 = Retained Earnings / Total Asset X3 = EBIT / Total Asset X4 = Market Capitalization / Book Value of Equity Variabel Independen (X) Current Ratio (X. (Anwar, 2019, p. current ratio yaitu rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam membayar utang jangka pendeknya dari aset lancarnya. Rumus yang digunakan (Silalahi et al. , 2. (Mappadang et al. , 2. , (Rosid, 2. , dan (Oktaviani & Yanthi, 2. (CR) = Aset Lancar Utang Lancar Debt to Asset Ratio (X. (Hery, 2016, pp. 166Ae. , rasio utang terhadap aset atau debt to asset ratio merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur perbandingan antara total utang dan total aset. Rumus yang digunakan e-ISSN 2597 Ae 7474 p-ISSN 2252 Ae 4835 (Silalahi et al. , 2. , (Mappadang et al. , dan (Bachtiar & Handayani, 2. Total Utang Total Aset Return on Asset (X. (Hery, 2016, p. , hasil pengembalian atas aset atau return on asset merupakan rasio yang menunjukkan seberapa besar kontribusi aset dalam menciptakan laba Rumus yang digunakan (Silalahi et , 2. , (Mappadang et al. , 2. , (Rosid, 2. , dan (Bachtiar & Handayani, 2. (DAR) = (ROA) = Laba Bersih Total Aset Ukuran Perusahaan (X. (Hartono, 2013, p. ukuran perusahaan adalah suatu skala dimana dapat perusahaan menurut berbagai cara. Rumus yang digunakan (Silalahi et al. , 2. , dan (Mappadang et al. , 2. Ukuran Perusahaan = Ln (Total Ase. Populasi. Sampel Teknik Pengumpulan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah 22 perusahaan sub sektor transportasi yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia pada tahun 2018-2022. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Purposive sampling yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu yang dimana disesuaikan dengan tujuan atau masalah Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 7 perusahaan sub sektor Sumber dan Jenis Data Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dengan menggunakan data asli yaitu laporan keuangan perusahaan. Jenis data yang digunakan yaitu data kuantitatif yaitu jenis Jurnal Manajemen dan Bisnis Visioner | Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Balikpapan JMBV Volume 13 No. 01 Tahun 2024 data yang berupa angka yang dapat diukur dan dihitung secara pasti menggunakan variabel angka atau bilangan. Metode Pengumpulan data Studi Kepustakaan (Literature Stud. Pengumpulan data yang dilakukan dengan metode dokumentasi dengan cara mempelajari dan mengambil data dari artikel, jurnal, buku, dan literatur yang berkaitan dengan objek yang diteliti. Observasi Penelitian mengumpulkan data-data yang dibutuhkan terhadap suatu objek penelitian. Dokumentasi Teknik dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data dari laporan keuangan tahunan perusahaan sub sektor transportasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2018-2022. Metode Analisis Data Analisis Statistik Deskriptif Menurut (Sujarweni, 2015, p. statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menggambarkan berbagai karakteristik data yang berasal dari suatu Dalam statistik deskriptif seperti penyajian data melalui mean, median, modus, presentil, desil, kuartil dalam bentuk analisis angka maupun gambar atau Uji Asumsi Klasik Menurut (Ghozali, 2018, p. , uji asumsi klasik digunakan untuk mendeteksi terpenuhinya asumsi-asumsi dalam model menginterpretasikan data agar lebih relevan dalam melakukan analisis. Uji asumsi klasik yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji normalitas data, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, dan uji autokorelasi dengan menggunakan statistic computer SPSS (Statistical Product Service Solutio. e-ISSN 2597 Ae 7474 p-ISSN 2252 Ae 4835 Uji Normalitas Data Menurut (Ghozali, 2018, p. , uji normalitas dilakukan untuk menguji apakah dalam model regresi variabel independen dan dependen atau keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak. Rumus yang digunakan uji normalitas dalam penelitian ini adalah uji Kolmogorov-Smirnov dengan ketentuan jika signifikansi > 0,05 maka data berdistribusi normal dan jika signifikansi < 0,05 maka tidak berdistribusi normal. Uji Multikolinearitas Menurut (Ghozali, 2018, p. , uji multikolinearitas digunakan untuk menguji apakah suatu model regresi penelitian terdapat korelasi antar variabel independen. Untuk mengetahui ada atau tidaknya gejala multikolinearitas yaitu dengan melihat besarnya nilai Variance Inflation Factor (VIF) dan Tolerance. Suatu model regresi yang independen multikolinearitas adalah yang mempunyai nilai VIF <10 dan angka tolerance >0,1. Namun, jika nilai VIF >10 dan nilai tolerance <0,1 maka terjadi gejala Uji Heteroskedastisitas Menurut (Ghozali, 2018, p. , uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variabel dan residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Untuk menguji ada atau tidaknya heteroskedastisitas dapat dilakukan dengan menggunakan uji SpearmanAos rho, yaitu mengorelasikan variabel independen dengan nilai Unstandardized Residual. Apabila nilai signifikansinya >0,05 maka tidak terjadi Namun, apabila nilai <0,05 Uji Autokorelasi Menurut (Ghozali, 2018, p. , uji autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi linier ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode t-1 . Model regresi yang baik adalah yang bebas dari Namun, apabila terjadi Jurnal Manajemen dan Bisnis Visioner | Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Balikpapan e-ISSN 2597 Ae 7474 p-ISSN 2252 Ae 4835 JMBV Volume 13 No. 01 Tahun 2024 autokorelasi maka dinamakan problem Untuk mendeteksi ada atau tidaknya autokorelasi dapat dilakukan dengan menggunakan uji Durbin Watson (DW). Adapun kriteria pengambilan keputusan ada tidaknya autokorelasi yaitu sebagai berikut: 0 < d < dl autokorelasi positif. dl O d O du artinya tidak ada autokorelasi positif. 4 Ae dl < d < 4 artinya ada autokorelasi 4 Ae du O d O 4 Ae dl artinya tidak ada autokorelasi negatif. du < d < 4 Ae du artinya tidak ada autokorelasi positif dan negatif. Analisis Regresi Berganda Menurut (Ghozali, 2018, p. , analisis regresi linear berganda merupakan analisis untuk mengetahui pengaruh variabel independen yang jumlahnya lebih dari satu terhadap satu variabel dependen. Model menjelaskan hubungan dan mengukur independen terhadap variabel dependen. Berikut persamaan regresi linier berganda: Y = a 1X1 - 2X2 - 3X3 - 4X4 e Uji Koefisien Parsial . Menurut (Afiffudin & Lestari, 2017, p. , uji koefisien determinasi parsial digunakan untuk mengetahui sejauh mana kontribusi dari setiap variabel independen. Jika variabelnya konstan terhadap variabel kontribusinya terhadap variabel dependen. Uji determinasi parsial juga digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh dari masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen. Uji Koefisien Determinasi Ganda (R. Menurut (Ghozali, 2018, p. , uji koefisien determinasi ganda (R. yaitu mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel Nilai R2 adalah antara nol dan satu . ttabel, maka H0 ditolak dan Hal menunjukkan bahwa semua variabel independen secara individu memiliki signifikan terhadap variabel dependen. A Jika thitung < ttabel, maka H0 diterima dan Hal menunjukkan bahwa semua variabel independen secara individu tidak memiliki hubungan atau pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen. Uji Simultan (Uji F) Menurut (Ghozali, 2018, p. , uji f digunakan untuk membuktikan kebenaran hipotesis, untuk mengetahui sejauh mana variabel-variabel bersama-sama variabel dependen. Untuk menguji hipotesis F dengan kriteria pengambilan keputusan sebagai berikut: dan Ha diterima. Artinya bahwa semua variabel Artinya semua variabel Jurnal Manajemen dan Bisnis Visioner | Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Balikpapan e-ISSN 2597 Ae 7474 p-ISSN 2252 Ae 4835 JMBV Volume 13 No. 01 Tahun 2024 independen secara simultan atau bersama-sama memiliki hubungan atau pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen. Jika Fhitung < Ftabel, maka H0 diterima dan Ha ditolak. Artinya semua variabel independen secara simultan atau bersama-sama signifikan terhadap variabel dependen. HASIL ANALISIS PEMBAHASAN DATA DAN Analisis Data Analisis Statistik Deskriptif Tabel 1 Hasil Analisis Statistik Deskriptif Berdasarkan tabel 1, berikut hasil analisis statistik deskriptif dari masingmasing variabel: Current ratio (CR) Variabel current ratio yang diukur dengan aset lancar dibandingkan dengan utang lancar memiliki nilai minimum sebesar 0,03 dari PT. Air Asia Indonesia (CMPP) pada tahun 2020 dan 2021. Sedangkan nilai maximum sebesar 7,68 dari Express Transindo Utama (TAXI) pada Nilai rata rata sebesar 0,9774 < standar deviasi sebesar 1,80683, nilai ratarata lebih kecil daripada nilai standar Hal ini berarti data current ratio tersebut bersifat heterogen. Debt to asset ratio (DAR) Variabel debt to asset ratio yang diukur dengan total utang dibandingkan dengan total aset memiliki nilai minimum sebesar 0,16 dari Express Transindo Utama (TAXI) pada tahun 2021 dan 2022. Sedangkan nilai maximum sebesar 3,14 dari Express Transindo Utama (TAXI) pada tahun 2020. Nilai rata-rata sebesar 0,9549 > standar deviasi 0,63777, nilai rata-rata lebih besar daripada nilai standar deviasi. Hal ini berarti data debt to asset ratio tersebut bersifat homogen atau nilai simpangan baku memiliki tingkat nilai rendah. Return on asset (ROA) Variabel return on asset yang diukur dengan laba bersih dibandingkan dengan total aset memiliki nilai minimum sebesar 0,66 dari Express Transindo Utama (TAXI) pada tahun 2018. Sedangkan nilai maximum sebesar 2,07 dari Express Transindo Utama (TAXI) pada tahun 2021. Nilai rata-rata sebesar -0,0514 < standar deviasi 0,41265, nilai rata-rata lebih kecil daripada nilai standar deviasi. Hal ini berarti data current ratio tersebut bersifat heterogen. Ukuran perusahaan (UP) Variabel ukuran perusahaan yang diukur dengan logaritma natural dari total aset memiliki nilai minimum sebesar 25,01 dari Express Transindo Utama (TAXI) pada Sedangkan nilai maximum sebesar 29,61 dari Adi Sarana Armada (ASSA) pada tahun 2022. Nilai rata-rata sebesar 27,2671 > standar deviasi 1,36622, nilai rata-rata lebih besar daripada nilai standar deviasi. Hal ini berarti data ukuran perusahaan tersebut bersifat homogen atau nilai simpangan baku memiliki tingkat nilai Financial distress (FD) Variabel dependen yaitu financial distress yang diukur dengan Altman Z-Score memiliki nilai minimum sebesar -47,82 dari Express Transindo Utama (TAXI) pada Sedangkan nilai maximum sebesar dari 0,94 Adi Sarana Armada (ASSA) pada tahun 2021. Nilai rata-rata sebesar -9,9969 < standar deviasi 10. nilai rata-rata lebih kecil daripada nilai standar deviasi. Hal ini berarti data financial distress tersebut bersifat heterogen. Jurnal Manajemen dan Bisnis Visioner | Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Balikpapan e-ISSN 2597 Ae 7474 p-ISSN 2252 Ae 4835 JMBV Volume 13 No. 01 Tahun 2024 Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Tabel 2 Hasil Uji Normalitas Berdasarkan tabel 2 diatas, menunjukkan hasil uji normalitas data melalui One sample Kolmogorov Smirnov Test, diinterpretasikan bahwa nilai Asymp sig. sebesar 0,200 > 0,05, maka dapat diartikan bahwa nilai residual berdistribusi Uji Multikolinearitas Tabel 3 Hasil Uji Multikolinearitas tidak terjadi multikolinearitas antara variabel Uji Heteroskedastisitas Tabel 4 Hasil Uji Heteroskedastisitas Berdasarkan hasil uji heteroskedastisitas pada tabel 4. 10 menunjukkan bahwa nilai signifikansi CR sebesar 0,258 serta nilai signifikansi DAR sebesar 0,949 serta nilai signifikansi ROA sebesar 0,390 dan nilai signifikansi UP sebesar 0,711, maka semua variabel independen dalam penelitian ini heteroskedastisitas karena mempunyai nilai signifikansi > 0,05. Uji Autokorelasi Tabel 5 Hasil Uji Autokorelasi Berdasarkan hasil pada tabel 3 diatas. CR memiliki nilai tolerance sebesar 0,569 serta DAR sebesar 0,738 serta ROA sebesar 0,640 dan UP sebesar 0,812 yang dapat diartikan bahwa semua variabel independen memenuhi kriteria tolerance yaitu > 0,10. Kemudian nilai VIF yang diperoleh dari CR sebesar 1,758 serta DAR sebesar 1,355 serta ROA sebesar 1,563 dan UP sebesar 1,232 yang dapat diartikan bahwa semua variabel independen memenuhi kriteria VIF < 10. Hasil uji multikolinearitas menyimpulkan bahwa model regresi pada penelitian ini Berdasarkan hasil uji autokorelasi pada 11 bahwa nilai Durbin Watson menunjukan nilai sebesar 2,138 yang menunjukkan bahwa dW berada diantara angka dU dan 4-dU. Jumlah sampel 35 (N) dan jumlah variabel independen 4 (K=. , sehingga dari distribusi nilai tabel diperoleh dari tabel Durbin Watson bahwa nilai dU sebesar 1,7259. Namun karena pengambilan keputusan dilakukan dengan ketentuan dU < d < 4-dU, maka persamaannya 1,7259 < 2,138 < 2,2741. Dapat disimpulkan bahwa Jurnal Manajemen dan Bisnis Visioner | Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Balikpapan e-ISSN 2597 Ae 7474 p-ISSN 2252 Ae 4835 JMBV Volume 13 No. 01 Tahun 2024 penelitian ini tidak terjadi autokorelasi positif maupun negatif. Analisis Regresi Linier Berganda Tabel 6 Hasil Analisis Regresi Linear Berganda Berdasarkan hasil analisis data diatas, maka dapat disimpulkan bahwa hasil menghasilkan persamaan sebagai berikut: Berdasarkan persamaan model regresi interpretasikan sebagai berikut: Nilai koefisien konstanta atau yaitu sebesar -39,446 artinya apabila variabel current ratio, debt to asset ratio, current ratio, dan ukuran perusahaan adalah nol maka nilai financial distress adalah bernilai -39,446 dengan asumsi bahwa variabel independen lainnya bernilai nol atau tetap . ateris paribu. Nilai koefisien regresi dari variabel likuiditas yang diindikator keuangan current ratio / CR (X. adalah sebesar 5,065 dengan arah negatif. Artinya apabila current ratio meningkat sebesar 1 . maka financial distress akan mengalami penurunan sebesar 5,065 independen lainnya bernilai nol atau tetap . ateris paribu. Nilai koefisien regresi dari variabel leverage yang diindikator keuangan debt to asset ratio / DAR (X. adalah sebesar -11,135 dengan arah negatif. Artinya apabila debt to asset ratio meningkat sebesar 1 . maka financial distress akan mengalami penurunan sebesar 11,135 dengan asumsi bahwa variabel independen lainnya bernilai nol atau tetap . ateris Nilai koefisien regresi dari variabel profitabilitas yang diindikator keuangan return on asset / ROA (X. adalah sebesar 7,571 dengan arah positif. Artinya apabila return on asset meningkat sebesar 1 . maka financial distress akan mengalami kenaikan sebesar 7,571 dengan asumsi bahwa variabel independen lainnya bernilai nol atau tetap . ateris paribu. Nilai koefisien regresi dari ukuran perusahaan / UP (X. adalah sebesar 1,666 dengan arah positif. Artinya apabila ukuran perusahaan meningkat sebesar 1 . maka financial distress akan mengalami kenaikan sebesar 1,666 dengan asumsi bahwa variabel financial distress lainnya bernilai nol atau tetap . ateris paribu. Uji Koefisien Determinasi Parsial . Tabel 7 Hasil Uji Koefisien Determinasi Parsial . Berdasarkan hasil pengujian tabel 4. diketahui besarnya r2 pada variabel CR (Current Rati. sebesar 61,77% yang diperoleh dari koefisien determinasi parsial untuk variabel current ratio yaitu sebesar . Besarnya pengaruh variabel DAR (Debt to Asset Rati. sebesar 55,80% yang diperoleh dari koefisien determinasi parsial untuk variabel debt to asset ratio yaitu sebesar (-0,. Besarnya pengaruh ROA Jurnal Manajemen dan Bisnis Visioner | Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Balikpapan JMBV Volume 13 No. 01 Tahun 2024 (Return On Asse. sebesar 17,47% yang diperoleh dari koefisien determinasi parsial untuk variabel return on asset yaitu sebesar . Besarnya pengaruh UP (Ukuran Perusahaa. sebesar 12,46% yang diperoleh dari koefisien determinasi parsial untuk variabel ukuran perusahaan yaitu sebesar . Dapat disimpulkan hasil persentase paling rendah sebesar 12,46% variabel ukuran perusahaan secara parsial tidak berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap financial distress. Hal ini dapat menjadikan variabel lain atau menambah variabel yang lebih mendukung terhadap pengaruh financial distress. Uji Koefisien Determinasi Ganda (R. Tabel 8 Hasil Uji Koefisien Determinasi Ganda (R. Berdasarkan hasil analisis data pada 14 menginterpretasikan bahwa nilai koefisien determinasi ganda (Adjusted R. sebesar 0,702. Dapat disimpulkan bahwa hal ini menunjukkan variabel financial distress pada perusahaan sub sektor transportasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2018-2022 yang dapat dikaitkan dengan variabel current ratio, debt to asset ratio, return on asset, dan ukuran perusahaan senilai 70,2% dan sisanya 29,8% dikaitkan dengan variabel lain diluar model yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini. Hasil Pengujian Hipotesis Uji Parsial (Uji . Uji t digunakan untuk menunjukkan besarnya pengaruh variabel penelitian antara dependen dan independen secara parsial. Berikut hasil uji t dapat dilihat pada tabel e-ISSN 2597 Ae 7474 p-ISSN 2252 Ae 4835 Tabel 9 Hasil Uji Parsial (Uji . Berdasarkan hasil data tabel diatas diketahui bahwa hasil analisis uji t dapat dijelaskan sebagai berikut: Nilai thitung pada variabel current ratio (CR) adalah sebesar -6,965, kemudian untuk menentukan nilai ttabel dengan cara ttabel = a . (N-K-. = 0,05 . -4-. = 0,05 . Nilai ttabel dapat dilihat pada kolom signifikansi 0,05 baris ke 30 dengan hasil perhitungan ttabel diperoleh sebesar 2,042. Sehingga nilai thitung 6,965 > nilai ttabel 2,042. Selain itu juga dapat dilihat dari nilai signifikansinya variabel current ratio memiliki nilai 0,000 < 0,05 yang artinya H0 ditolak dan Ha diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel current ratio secara parsial berpengaruh negatif dan signifikan terhadap financial distress yang diukur dengan Altman ZScore. Dengan disimpulkan bahwa penelitian ini tidak mendukung hipotesis pertama sehingga H1 ditolak. Nilai thitung pada variabel debt to asset ratio (DAR) adalah sebesar 6,157, kemudian untuk menentukan nilai ttabel dengan cara ttabel = a . (N-K-. = 0,05 . -4-. = 0,05 . Nilai ttabel dapat dilihat pada kolom signifikansi 0,05 baris ke 30 dengan hasil perhitungan ttabel diperoleh sebesar 2,042. Sehingga nilai thitung 6,157 > nilai ttabel 2,042. Selain itu juga dapat dilihat dari nilai signifikansinya variabel debt to asset ratio memiliki nilai 0,000 < 0,05 yang artinya H0 ditolak dan Ha diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel debt to asset ratio secara Jurnal Manajemen dan Bisnis Visioner | Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Balikpapan JMBV Volume 13 No. 01 Tahun 2024 parsial berpengaruh negatif dan signifikan terhadap financial distress yang diukur dengan Altman Z-Score. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penelitian ini mendukung hipotesis kedua sehingga H2 diterima. Nilai thitung pada variabel return on asset (ROA) adalah sebesar 2,522, kemudian untuk menentukan nilai ttabel dengan cara ttabel = a . (N-K-. = 0,05 . -4-. = 0,05 . Nilai ttabel dapat dilihat pada kolom signifikansi 0,05 baris ke 30 dengan hasil perhitungan ttabel diperoleh sebesar 2,042. Sehingga nilai thitung 2,522 > nilai ttabel 2,042. Selain itu juga dapat dilihat dari nilai signifikansinya variabel return on asset memiliki nilai 0,017 < 0,05 yang artinya H0 ditolak dan Ha diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel return on asset secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap financial distress yang diukur dengan Altman ZScore. Dengan disimpulkan bahwa penelitian ini tidak mendukung hipotesis ketiga sehingga H3 ditolak. Nilai thitung pada variabel ukuran perusahaan adalah sebesar 2,070, kemudian untuk menentukan nilai ttabel dengan cara ttabel = a . (N-K-. = 0,05 . -4-. = 0,05 . Nilai ttabel dapat dilihat pada kolom signifikansi 0,05 baris ke 30 dengan hasil perhitungan ttabel diperoleh sebesar 2,042. Sehingga nilai thitung 2,070 > nilai ttabel 2,042. Selain itu juga dapat dilihat dari nilai signifikansinya variabel return on asset memiliki nilai 0,047 < 0,05 yang artinya H0 ditolak dan Ha diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel ukuran perusahaan secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap financial distress yang diukur dengan Altman Z-Score. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penelitian ini tidak mendukung hipotesis keempat sehingga H4 ditolak. e-ISSN 2597 Ae 7474 p-ISSN 2252 Ae 4835 Uji Simultan (Uji F) Uji F digunakan untuk menunjukkan apakah variabel independen yaitu current ratio, debt to asset ratio, return on asset, dan ukuran perusahaan memiliki pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel dependen yaitu financial distress yang diukur dengan Altman Z-Score. Ketentuan pengambilan keputusan dalam uji F adalah jika signifikansi < 0,05 maka variabel independen secara simultan berpengaruh terhadap variabel dependen. Namun, jika nilai signifikansi > 0,05 maka variabel berpengaruh terhadap variabel dependen. Hasil uji F dapat dilihat pada tabel dibawah Tabel 10 Hasil Uji Simultan (Uji F) Berdasarkan hasil pengujian data pada tabel diatas, dapat diketahui nilai Fhitung adalah sebesar 21,032. Kemudian untuk memperoleh nilai Ftabel dapat dicari jumlah sampel (N) sebanyak 35 dan banyak variabel penelitian (K) yaitu 4 dengan pada persamaan Ftabel = (K. N-K) = . 31 yang artinya nilai Ftabel dapat dilihat pada kolom ke 4 baris ke 31 dengan hasil perhitungan Ftabel yang diperoleh senilai 2,68, sehingga dapat disimpulkan bahwa Fhitung 21,032 > Ftabel 2,68 yang artinya bahwa H0 ditolak dan Ha diterima dan nilai signifikansi 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa current ratio, debt to asset ratio, return on asset, dan ukuran perusahaan secara simultan berpengaruh dan signifikan terhadap financial distress yang diukur dengan Altman Z-Score. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penelitian ini mendukung hipotesis kelima sehingga H5 Jurnal Manajemen dan Bisnis Visioner | Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Balikpapan JMBV Volume 13 No. 01 Tahun 2024 Pembahasan Pengaruh current ratio terhadap financial distress Berdasarkan hasil dari penelitian menunjukkan bahwa likuiditas yang diukur dengan current ratio memiliki koefisien regresi bernilai negatif -5,065. Hasil penelitian berdasarkan tabel 4. 15 dengan nilai thitung sebesar -6,965, seperti yang diketahui bahwa nilai ttabel dengan jumlah (N) sebanyak 35 sebesar 1,697, sehingga nilai thitung 6,965 > ttabel 2,042 dan nilai signifikansi yang diperoleh sebesar 0,000 < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel current ratio berpengaruh negatif dan signifikan terhadap financial distress pada perusahaan sub sektor transportasi. Hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh (Oktaviani & Yanthi, 2. bahwa current ratio berpengaruh negatif dan signifikan terhadap financial distress. Namun bertolak belakang dengan hasil penelitian dari (Mappadang et al. , 2. , dan (Rosid, 2. yang menyatakan bahwa current ratio berpengaruh positif dan signifikan terhadap financial distress. Pengaruh debt to Asset Ratio terhadap financial distress Berdasarkan hasil dari penelitian menunjukkan bahwa leverage yang diukur dengan debt to asset ratio memiliki koefisien regresi bernilai negatif -11,135. Hasil penelitian berdasarkan tabel 4. dengan nilai thitung sebesar -6,157, seperti yang diketahui bahwa nilai ttabel dengan jumlah (N) sebanyak 35 sebesar 2,042, sehingga nilai thitung 6,157 > nilai ttabel 2,042 dan nilai signifikansi yang diperoleh sebesar 0,000 < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel debt to asset ratio berpengaruh negatif dan signifikan terhadap financial distress pada perusahaan sub sektor transportasi. Hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh (Silalahi et al. , 2. dan (Bachtiar & Handayani, 2. bahwa debt to asset ratio e-ISSN 2597 Ae 7474 p-ISSN 2252 Ae 4835 berpengaruh negatif dan signifikan terhadap financial distress. Namun bertolak belakang dengan hasil penelitian dari (Mappadang et , 2. yang menyatakan bahwa debt to asset ratio berpengaruh positif dan signifikan terhadap financial distress. Pengaruh return on asset terhadap financial distress Berdasarkan hasil dari penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas yang diukur dengan return on asset memiliki koefisien regresi bernilai positif 7,571. Hasil penelitian berdasarkan tabel 4. 15 dengan nilai thitung sebesar 2,522, seperti yang diketahui bahwa nilai ttabel dengan jumlah (N) sebanyak 35 sebesar 2,042, sehingga nilai thitung 2,522 > nilai ttabel 2,042 dan nilai signifikansi yang diperoleh sebesar 0,017 < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel return on asset berpengaruh positif dan signifikan terhadap financial distress pada perusahaan sub sektor transportasi. Hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh (Rosid, 2. bahwa return on asset berpengaruh positif dan signifikan terhadap financial distress. Namun bertolak belakang dengan hasil penelitian dari oleh (Silalahi et , 2. dan (Mappadang et al. , 2. yang menyatakan bahwa return on asset berpengaruh negatif dan signifikan terhadap financial distress. Pengaruh terhadap financial distress Berdasarkan hasil dari penelitian menunjukkan bahwa ukuran perusahaan memiliki koefisien regresi bernilai positif 1,666. Hasil penelitian berdasarkan tabel 15 dengan nilai thitung sebesar 2,070, seperti yang diketahui bahwa nilai ttabel dengan jumlah (N) sebanyak 35 sebesar 2,042, sehingga nilai thitung 2,070 > nilai ttabel 2,042 dan nilai signifikansi yang diperoleh sebesar 0,047 < 0,05, sehingga dapat disimpulkan berpengaruh positif dan signifikan terhadap financial distress pada perusahaan sub sektor transportasi. Jurnal Manajemen dan Bisnis Visioner | Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Balikpapan e-ISSN 2597 Ae 7474 p-ISSN 2252 Ae 4835 JMBV Volume 13 No. 01 Tahun 2024 Hasil penelitian mendukung hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh (Mappadang et al. , 2. bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap financial distress. Namun bertolak belakang dengan hasil penelitian dari (Silalahi et al. , 2. yang menyatakan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap financial distress. Pengaruh current ratio, debt to asset ratio, return on asset, dan ukuran perusahaan terhadap financial distress Berdasarkan hasil pengujian secara simultan . ji F) menunjukkan bahwa variabel independen dalam penelitian ini yaitu current ratio (X. , debt to asset ratio (X. , return on asset (X. , dan ukuran perusahaan (X. secara bersama-sama berpengaruh dan signifikan terhadap financial distress pada perusahaan sub sektor transportasi. Hasil ini didapat dari 16 bahwa nilai Fhitung 21,032 > Ftabel 2,68 dan nilai signifikansi uji statistik yang diperoleh sebesar 0,000 yang mempunyai nilai lebih kecil dari 0,05 . ,000 < 0,. yang artinya bahwa H0 ditolak dan Ha Hal ini berarti bahwa variabel independen yaitu current ratio, debt to asset ratio, return on asset, dan ukuran bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap financial distress pada perusahaan sub sektor KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pengujian hipotesis tentang pengaruh current ratio, debt to asset ratio, return on asset, dan ukuran perusahaan terhadap financial distress pada perusahaan sub sektor transportasi, dapat disimpulkan sebagai berikut: Berdasarkan hasil analisis penelitian yang dilakukan, dapat diketahui bahwa current ratio berpengaruh negatif dan signifikan terhadap financial distress Berdasarkan hasil analisis penelitian yang dilakukan, dapat diketahui bahwa debt to asset ratio berpengaruh negatif dan signifikan terhadap financial distress pada perusahaan sub sektor Berdasarkan hasil analisis penelitian yang dilakukan, dapat diketahui bahwa return on asset berpengaruh positif dan signifikan terhadap financial distress Berdasarkan hasil analisis penelitian yang dilakukan, dapat diketahui bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap financial distress pada perusahaan sub sektor Berdasarkan hasil analisis penelitian yang dilakukan, dapat diketahui bahwa current ratio, debt to asset ratio, return on asset, dan ukuran perusahaan berpengaruh dan signifikan terhadap financial distress pada perusahaan sub sektor transportasi. Saran