JINACS: Volume 07 Nomor 03, 2026 (Journal of Informatics and Computer Scienc. ISSN : 2686-2220 Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Bonus Tahunan Karyawan Berdasarkan Kinerja Proyek Dengan Metode SAW Pada PT Wipin Tech Group Windy Aditya Ningrum1. Ronggo Alit2 Teknik Informatika. Universitas Negeri Surabaya 21019@mhs. 2ronggoalit@unesa. AbstrakAi Seleksi Pemberian bonus tahunan karyawan sering menghadapi permasalahan subjektivitas akibat belum tersedianya sistem penilaian kinerja yang terukur dan Kondisi tersebut berpotensi menurunkan motivasi kerja serta kepercayaan karyawan terhadap manajemen. Penelitian mengimplementasikan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) berbasis web dalam menentukan bonus tahunan karyawan pada PT Wipin Tech Group dengan menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW). Penilaian kinerja dilakukan berdasarkan lima kriteria, yaitu durasi proyek, kepuasan pelanggan, kualitas proyek, ketepatan laporan dan dokumen, serta inisiatif dan kemampuan problem solving. Pengembangan sistem mengikuti tahapan Software Development Life Cycle (SDLC) dengan prototype model yang melibatkan pengguna secara Hasil penelitian mengungkapkan bahwa sistem mampu melakukan perhitungan skor kinerja, perankingan karyawan, serta penentuan bonus secara objektif dan otomatis. Serta hasil evaluasi menyatakan bahwa metode SAW memiliki tingkat akurasi yang sangat baik dengan persentase kelayakan sebesar 98,68%, sehingga metode ini dinilai efektif dan layak digunakan sebagai metode pendukung pengambilan keputusan dalam sistem penentuan bonus tahunan karyawan. Pengujian sistem menggunakan Black Box. User Acceptance Testing (UAT) dan UI/UX Testing yang melibatkan user internal perusahaan dan 40 responden eksternal. Hasil testing memperoleh tingkat penerimaan sebesar 85,12% dengan kategori sangat baik. Dengan demikian, sistem yang dikembangkan dapat mendukung pengambilan keputusan manajemen secara adil, transparan, dan Kata KunciAi Sistem Pendukung Keputusan. Simple Additive Weighting (SAW). Penilaian Kinerja. Bonus Tahunan. Prototype Model. PENDAHULUAN Pemanfaatan teknologi informasi dalam dunia bisnis saat ini tidak hanya memiliki fungsi sebagai penyokong operasional, tetapi juga sebagai sarana strategis dalam penentuan sebuah keputusan . Salah satu keputusan utama dalam organisasi adalah pemberian bonus kepada karyawan, yang bertujuan untuk meningkatkan motivasi, loyalitas, dan produktivitas kerja . Sistem penilaian yang tidak terstruktur dan kurang transparan berpotensi menimbulkan ketidakpuasan serta menurunkan kepercayaan karyawan terhadap manajemen. PT Wipin Tech Group sebagai perusahaan digital agensi menghadapi permasalahan dalam menentukan bonus tahunan karyawan karena proses evaluasi kinerja proyek masih dilakukan secara manual dan cenderung subjektif. Penilaian tersebut belum sepenuhnya didasarkan pada indikator yang terukur dan konsisten. Oleh karena itu, sebuah sistem yang memiliki kemampuan dalam membantu manajemen dalam melakukan evaluasi kinerja secara terstruktur dan objektif sangat diperlukan. Sistem Pendukung Keputusan (SPK) menjadi jalan keluar yang paling tepat untuk mengatasi permasalahan tersebut. SPK dapat mengolah data kinerja karyawan menggunakan metode tertentu sehingga menghasilkan rekomendasi keputusan yang lebih saksama . Metode Simple Additive Weighting (SAW) menjadi pilihan dalam riset ini karena metode SAW mempunyai prosedur perhitungan yang simpel, mudah dipahami, serta efektif dalam menghasilkan peringkat alternatif berdasarkan bobot kriteria. Penelitian ini berpusat pada pengembangan SPK yang berlandaskan web untuk mendukung penentuan bonus tahunan karyawan berdasarkan kinerja proyek. Dalam peningkatan sistem, digunakan model prototype untuk menjaga fungsi sistem yang dibangun sesuai dengan kebutuhan pengguna. Model prototype memungkinkan pengguna terlibat secara nyata dalam proses upaya perencanaan konsep melalui evaluasi dan pemberian masukan terhadap rancangan sistem sejak tahap awal . Pendekatan ini diharapkan dapat menghasilkan SPK berbasis web yang bukan hanya akurat secara perhitungan, tetapi harus selaras dengan kebutuhan operasional perusahaan dalam mendukung penentuan bonus tahunan karyawan berdasarkan kinerja proyek. II. METODE PENELITIAN Tahapan penelitian dilaksanakan secara terstruktur dengan metode prototype model. Berikut adalah alur penelitian yang JINACS: Volume 07 Nomor 03, 2026 (Journal of Informatics and Computer Scienc. ISSN : 2686-2220 TABEL I DATA KRITERIA DAN BOBOT Kode Kriteria Nama Kriteria Durasi Proyek Kepuasan pelanggan Kualitas Proyek Ketepatan Laporan & Dokumen Inisiatif & Problem Solving Bobot Data Alternatif Berikut adalah sampel data alternatif pada digital agensi PT Wipin Tech Group yang digunakan. Gbr. 1 Kerangka peneitian prototype model Identifikasi Kebutuhan Tahap pertama dalam model prototyping dimulai dengan proses identifikasi masalah melalui observasi langsung terhadap alur penilaian kinerja yang berjalan di PT Wipin Tech Group. Observasi dilaksanakan oleh seorang peneliti yang sekaligus memiliki peran menjadi Manajer Operasional, sehingga pemahaman mengenai proses evaluasi, hambatan implementasi, serta kebutuhan sistem telah diperoleh dari kegiatan operasional sehari-hari. Untuk memastikan bahwa permasalahan yang diidentifikasi sesuai dengan kebutuhan, peneliti akan mengadakan sesi diskusi internal bersama manajemen operasional Analisis Kebutuhan Tahap analisis kebutuhan awal dilakukan untuk meningkatkan pemahaman terkait proses bisnis yang terlaksana serta mengidentifikasi kebutuhan dasar dari sistem bonus yang akan dikembangkan. Metode SAW Metode Simple Additive Weighting (SAW) adalah jenis metode pengambilan keputusan multikriteria yang kerap digunakan dalam upaya penentuan alternatif terbaik yang didasari dengan sejumlah kriteria dan bobot tertentu. Prinsip dasar metode SAW yaitu melakukan penjumlahan nilai terbobot dari setiap kriteria untuk masing-masing alternatif, sehingga diperoleh nilai preferensi yang digunakan sebagai dasar perankingan. Kebutuhan Data Pada metode Simple Additive Weighting (SAW), data kebutuhan adalah sekumpulan data awal yang harus disiapkan sebelum proses perhitungan dilakukan. Data ini berfungsi sebagai bahan dasar untuk menilai dan membandingkan setiap alternatif terpilih didasari dengan syarat yang telah ditentukan. Data Kriteria dan Bobot Pada penentuan bonus tahunan yang didapat oleh karyawan adalah berdasarkan pada kriteria sebagai berikut dengan total bobot 100%. TABEL i DATA ALTERNATIF Kode Alternatif Nama Alternatif Dihan Amalita Tania Indira Ridwan Rahmatillah Diva Indri Hani Dafa Darma Rizky Arya Luhung Domisili Sidoarjo Surabaya Surabaya Sidoarjo Sidoarjo Sidoarjo Sidoarjo Sidoarjo Nilai Alternatif terhadap Kriteria Data berupa nilai numerik setiap alternatif pada setiap kriteria. TABEL i DATA SIMULASI PENILAIAN KINERJA PROYEK Alternatif 2, 1, 0, -1, 1 0, -1, 0, 1, 3, 2, 1, 0, 2 -1, -1, 0, 0, -2 0, 1, 1, 0, 0 2, 2, 3, 1, 2 0, 0, -1, -1, 0 1, 1, 2, 2, 1 4, 4, 3, 3, 4 2, 3, 2, 2, 3 4, 3, 4, 4, 3 3, 2, 2, 3, 2 3, 3, 3, 4, 4 4, 4, 4, 4, 4 3, 3, 3, 2, 2 4, 3, 3, 4, 4 85, 90, 87, 80, 88 75, 70, 72, 68, 73 90, 92, 88, 91, 89 70, 72, 74, 69, 71 85, 88, 90, 86, 87 95, 97, 96, 94, 96 78, 80, 82, 79, 80 90, 92, 91, 89, 93 91, 90, 85, 87, 89 70, 75, 72, 68, 73 95, 90, 93, 94, 92 70, 75, 72, 74, 73 90, 85, 87, 88, 89 100, 98, 97, 99, 98 85, 87, 83, 84, 86 95, 97, 96, 94, 98 4, 5, 5, 4, 4 3, 3, 2, 2, 3 5, 5, 4, 5, 5 2, 2, 3, 2, 3 4, 4, 4, 4, 5 5, 5, 5, 5, 5 3, 3, 3, 2, 3 5, 4, 4, 5, 5 Menghitung SAW Metode Simple Additive Weighting (SAW) dilaksanakan melalui tahap-tahap sistematis untuk memperoleh nilai preferensi dan peringkat alternatif. Tahapan perhitungannya adalah sebagai berikut JINACS: Volume 07 Nomor 03, 2026 (Journal of Informatics and Computer Scienc. ISSN : 2686-2220 Rata-Rata Nilai Proyek Untuk Setiap Tahun Hitung rata-rata dari masing-masing kriteria berdasarkan data nilai alternatif. Hitung Skor Akhir Hitung skor akhir untuk setiap karyawan dengan rumus metode SAW sebagai berikut. TABEL IVV HASIL RATA-RATA NILAI PROYEK Alternatif ycO! = Oc# "!" . c" . yc!" ) Keterangan notasi : A Alternatif . : P1. P2. P3. P4. P5. A Indeks Kriteria . c! ) = ya1 . cEycuycnycu yaycaycycnyco yayceycycyc. c" ) = ya2 . cEycuycnycu ycOycoycyycaycu yaAycaycoycnyco ycEycuycycnycycnyc. A Total Kriteria . = 5 A Bobot Kriteria . c" ) : Normalisasi Data Sebelum menghitung skor akhir, kita perlu melakukan normalisasi untuk setiap kriteria. Normalisasi dilaksanakan melalui cara pembagian nilai setiap karyawan dengan nilai maksimum dari kriteria Hitung normalisasi data dengan rumus. Normalisasi untuk cost kriteria (C. cO! ) = 0. 2 ycycuycycyco ya1 . aycycycaycycn ycEycycuycyceyc. cO" ) = 0. 25 ycycuycycyco ya2 . ayceycyycycaycycaycu ycEyceycoycaycuyciyciycayc. cO# ) = 0. 3 ycycuycycyco ya3 . aycycaycoycnycycayc ycEycycuycyceyc. cO$ ) = 0. 15 ycycuycycyco ya4 . ayceycyceycyycaycycaycu yaycaycyycuycycaycu yccycaycu yaycuycoycyceycoycuycycaycyc. cO% ) = 1 ycycuycycyco ya5 . aycuycnycycnycaycycnyce yccycaycu ycyycycuycaycoyceyco ycIycuycoycycnycuyc. yc!" = TABEL VI HASIL SKOR AKHIR DAN RANKING KARYAWAN ycU Oe ycu#!$ ycu#%& Oe ycu#!$ Rank Normalisasi untuk benefit kriteria (C2,C3,C4,C. yc!" = ycu!" max ycu!" Keterangan notasi : c! ) = ya1 . aycycycaycycn ycEycycuycyceyc. c" ) = ya2 . ayceycyycycaycycaycu ycEyceycoycaycuyciyciycayc. c# ) = ya3 . aycycaycoycnycycayc ycEycycuycyceyc. c$ ) = ya4 . ayceycyceycyycaycycaycu yaycaycyycuycycaycu & yaycuycoycycoyceyc. c% ) = ya5 . aycuycnycycnycaycycnyce & ycEycycuycaycoyceyco ycIycuycoycycnycuyc. Nama Dafa Darma Tania Indira Luhung Diva Indri Hani Dihan Rizky Arya Amalita Ridwan Rahmatillah Skor Hitung Bonus Tahunan Dari perhitungan sebelumnya, telah mendapatkan skor akhir untuk setiap karyawan. Selanjutnya adalah menghitung bonus yang akan didapatkan untuk masingmasing Disimulasikan bonus maksimum yang akan diterima adalah sebesar Rp 10. 000 maka dapat dihitung dengan formula TABEL V HASIL NORMALISASI Alternatif Alternatif A Alternatif . : P1. P2. P3. P4. P5. A Indeks Kriteria . A Nilai Normalisasi 4yc!" 5 yaAycuycuycyc! = Viy yaAycuycuycyc#%& TABEL VII HASIL PEROLEHAN BONUS Rank Alternatif Nama Dafa Darma Tania Indira Luhung Diva Indri Hani Dihan Skor Bonus JINACS: Volume 07 Nomor 03, 2026 (Journal of Informatics and Computer Scienc. Rizky Arya Amalita Ridwan Rahmatillah 0. ISSN : 2686-2220 Tahapan Iterasi Model Prototype Pada tahapan prototype model, proses pengembangan sistem mengalami satu kali iterasi. Iterasi ini dilaksanakan sesuai dengan hasil evaluasi serta saran yang diperoleh dari pengguna pada tahap pengujian awal prototipe. Desain Sistem Desain sistem adalah rancangan sistem yang dikembangkan sebagai solusi atas permasalahan yang telah diidentifikasi pada tahap analisis. Desain sistem disusun untuk menggambarkan tahapan kerja, struktur sistem, serta hubungan antara pemakai dan sistem secara menyeluruh. Berikut adalah Use case diagram pada sistem manajemen proyek untuk menentukan bonus tahunan karyawan berdasarkan kinerja proyek. Gbr. 2 Use Case Diagram Sistem Gbr. 4 Activity Diagram Login Semua Role Gbr. 5 Activity Diagram Menu Kinerja Proyek Berikut adalah flowchart penerapan metode SAW pada sistem manajemen proyek untuk menentukan bonus tahunan karyawan berdasarkan kinerja proyek. Gbr. 3 Flowchart Penerapan Metode SAW Pada Sistem Activity Diagram digunakan untuk memberikan gambaran tahapan aktivitas dan proses kerja yang terlaksana dalam sistem secara terstruktur dan berurutan. Berikut adalah activity diagram pada sistem manajemen proyek untuk menentukan bonus tahunan karyawan berdasarkan kinerja proyek. Gbr. 6 Activity Diagram Menu Peringkat dan Insentif JINACS: Volume 07 Nomor 03, 2026 (Journal of Informatics and Computer Scienc. ISSN : 2686-2220 Gbr. 7 Activity Diagram Menu Hasil Akhir Gbr. 10 Activity Diagram Menu Ranking Karyawan Gbr. 11 Activity Diagram Menu Rangkuman Keuangan Gbr. 8 Activity Diagram Menu Manajemen Karyawan Gbr. 12 Activity Diagram Menu Informasi Insentif Class diagram dimanfaatkan untuk memberikan gambaran struktur statis suatu sistem. Diagram ini menggambarkan bagaimana sistem dibangun dari kumpulan kelas, serta hubungan yang terjadi antar kelas Berikut merupakan class diagram pada sebuah sistem manajemen proyek untuk menentukan bonus tahunan karyawan berdasarkan kinerja proyek. Gbr. 9 Activity Diagram Menu Panduan Poin JINACS: Volume 07 Nomor 03, 2026 (Journal of Informatics and Computer Scienc. ISSN : 2686-2220 Gbr. 15 Dokumentasi Kegiatan Evaluasi Customer Gbr. 13 Class Diagram Sistem Entity Relationship Diagram (ERD) merupakan alat pemodelan yang diaplikasikan untuk menunjukkan suatu struktur data dalam suatu sistem secara konseptual. ERD berfungsi untuk menunjukkan bagaimana data disimpan, dikelompokkan, serta saling berhubungan satu sama lain di dalam basis data . Berikut adalah ERD pada sistem manajemen proyek untuk menentukan bonus tahunan karyawan berdasarkan kinerja proyek. Masukan Customer Tahapan masukan dari customer merupakan tahap dalam pengembangan sistem di mana customer dilibatkan untuk memberikan pendapat, saran, dan penilaian terhadap prototype atau sistem yang telah dibuat. Tahap ini bertujuan untuk memperoleh umpan balik langsung dari customer sebagai pengguna akhir supaya kerja sistem yang sedang dalam ppaya peningkatan selaras dengan kebutuhan dan ekspektasi mereka. Masukan dari customer menjadi dasar penting dalam proses penyempurnaan sistem sebelum masuk ke tahap pengembangan atau implementasi Pengembangan Sistem Sistem dibangun menggunakan framework Laravel sebagai platform pengembangan karena mampu mendukung pembuatan aplikasi berbasis web secara terstruktur dan Laravel menyediakan kerangka kerja yang jelas sehingga proses penyempurnaan sistem dapat dilakukan secara sistematis dan mudah dipahami. Laravel mengimplementasikan arsitektur Model-ViewController (MVC) yang melakukan pemisahan dalam pengelolaan data, logika aplikasi, dan tampilan gambar Gbr. 14 Entity Relationship Diagram Sistem antarmuka . Pada sistem ini. Model digunakan untuk mengelola data yang berkaitan dengan karyawan, kriteria, . Prototype Sistem bobot, dan nilai penilaian. Controller berperan dalam mengatur Prototype sistem pada penelitian ini diwujudkan dalam alur proses sistem, termasuk proses perhitungan metode Simple bentuk wireframe yang dibuat menggunakan aplikasi Figma. Additive Weighting (SAW) dan pengolahan data input dari Wireframe merupakan rancangan visual awal yang pengguna. Sementara itu. View digunakan untuk menampilkan menampilkan struktur halaman, tata letak komponen, serta antarmuka sistem agar mudah digunakan oleh pengguna. alur interaksi pengguna tanpa menekankan aspek desain visual secara detail. Testing Sistem Pengujian sistem manajemen proyek dalam penentuan . Evaluasi Customer bonus tahunan karyawan dilakukan melalui beberapa tahap Evaluasi customer adalah proses penilaian yang pengujian guna memberikan gambaran bahwa sistem memiliki dilakukan untuk mengetahui tingkat kepuasan, kebutuhan, fungsi yang sesuai dengan kebutuhan fungsional dan nonserta pengalaman pelanggan terhadap produk atau sistem fungsional serta layak digunakan dalam lingkungan yang digunakan. Evaluasi ini memiliki tujuan untuk operasional. Tahapan pengujian yang diterapkan meliputi uji memberikan gambaran ketepatan bahwa solusi yang fungsional dengan menerapkan metode Black Box, uji pada diberikan telah selaras dengan harapan customer dan penerimaan pengguna melalui User Acceptance Testing (UAT), mendukung tujuan penggunaan sistem. serta pengujian antarmuka dan pengalaman pengguna (UI/UX Melalui evaluasi customer dapat mengidentifikasi Testin. kelebihan, kekurangan, serta aspek yang perlu ditingkatkan Pengujian Black Box memiliki tujuan agar dapat memeriksa agar kualitas sistem atau layanan menjadi lebih baik. kinerja beberapa fungsi utama sistem dengan membandingkan JINACS: Volume 07 Nomor 03, 2026 (Journal of Informatics and Computer Scienc. ISSN : 2686-2220 data masukan yang diberikan dan keluaran yang dihasilkan, tanpa peninjauan struktur internal atau logika program. Tindakan uji ini dilakukan untuk mengetahui bahwa setiap fitur sistem berjalan sesuai dengan kebutuhan dan spesifikasi yang telah dirancang. Selanjutnya, tindakan uji UAT dan UI/UX dilaksanakan untuk penilaian terhadap kesiapan sistem dari perspektif pemakai akhir. Pengujian UAT difokuskan pada kesesuaian sistem dengan kebutuhan bisnis serta kemampuannya dalam mendukung proses penentuan bonus karyawan secara objektif. Sementara itu, pengujian UI/UX dilakukan untuk mengevaluasi kualitas tampilan antarmuka, kemudahan penggunaan, dan kenyamanan pengguna saat berinteraksi dengan sistem. dengan kinerja proyek mellaui metode simple additive weighting (SAW) pada PT Wipin Tech Group. Hasil Antar Muka Sistem Halaman Login Semua Role Pada Gbr 16 adalah tampilan dari halaman login untuk semua role yang sudah sesuai dengan mockup yang telah Untuk masuk ke halaman selanjutnya harus mengisi data berupa username dan password yang telah dibuat sebelumnya. TABEL VII REKAPITULASI TESTING Total = 12 responden Pernyataan Skala Penilaian 1 2 3 - - - - - - - - - - - - - - - - - Total Skor Aktual Skor Ideal Gbr. 16 Halaman Login Semua Role Halaman Dashboard Pengelola Dashboard ini dirancang memberikan gambaran umum tentang performa karyawan secara keseluruhan kepada Gbr. 17 Halaman Dashboard Pengelola Berdasarkan hasil rekapitulasi pada tabel, total skor aktual yang diperoleh adalah 942, sedangkan skor ideal yang dapat dicapai adalah 1020. Nilai ini kemudian digunakan untuk menghitung persentase rata-rata tingkat penerimaan sistem oleh pengguna dengan rumus berikut. ycEycyceycyceycuycycaycyce = ycEycyceycyceycuycycaycyce = &'() ',-. &'() 012. !4"4 Halaman Peringkat dan Insentif Role Pengelola Dashboard ini dirancang memberikan gambaran umum tentang performa karyawan secara keseluruhan kepada x 100% x 100% = 92,35% Nilai persentase sebesar 92,35% menunjukkan bahwa hasil pengujian pada aspek fungsional maupun non-fungsional sistem memperoleh kriteria AuSangat BaikAy berdasarkan skala i. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini memberikan hasil sebuah sistem yang berlandaskan web yang dapat diakses melalui alamat https://spk. Sistem ini dirancang untuk menentukan bonus untuk karyawan setiap tahun yang didasari Gbr. 18 Halaman Peringkat dan Insentif Role Pengelola Halaman Nilai Kinerja Proyek Role Pengelola Menu Nilai Kinerja Proyek adalah fitur yang digunakan oleh pengelola untuk melihat daftar karyawan dan mengelola data kinerja proyek mereka. JINACS: Volume 07 Nomor 03, 2026 (Journal of Informatics and Computer Scienc. ISSN : 2686-2220 Halaman Peringkat Role Karyawan Menu Ranking Karyawan memungkinkan karyawan untuk melihat peringkat mereka dan karyawan lain berdasarkan skor kinerja. Fitur ini mendorong transparansi dan kompetisi sehat di antara karyawan. Gbr. 19 Halaman Nilai Kinerja Proyek Role Pengelola Gbr. 23 Halaman Peringkat Role Karyawan Gbr. 20 Halaman Selengkapnya Nilai Kinerja Proyek Role Pengelola Halaman Hasil Akhir Role Pengelola Menu Hasil Akhir menampilkan hasil perhitungan SAW untuk seluruh karyawan berdasarkan nilai rata-rata kinerja proyek mereka. Halaman ini menjadi sumber data utama untuk penentuan ranking dan bonus karyawan. Gbr. 24 Halaman Selengkapnya Riwayat Penilaian Role Karyawan Halaman Rangkuman Keuangan Role Keuangan Role keuangan hanya dapat melihat informasi rangkuman keuangan. Halaman informasi rangkuman keuangan menampilkan data statistik rangkuman Gbr. 21 Halaman Hasil Akhir Role Pengelola Halaman Panduan Poin Menu Panduan Poin menyediakan informasi tentang panduan dalam penilaian kinerja proyek, yang mencakup kriteria penilaian, bobot, dan skala nilai. Fitur ini membantu karyawan untuk memahami bagaimana kinerja dinilai dan bagaimana bonus dihitung. Gbr. 25 Halaman Selengkapnya Riwayat Penilaian Role Karyawan Halaman Informasi Insentif Untuk melihat informasi insentif. Role keuangan dapat mengakses menu informasi insentif dan sistem menampilkan data informasi insentif. Gbr. 22 Halaman Panduan Poin Role Pengelola JINACS: Volume 07 Nomor 03, 2026 (Journal of Informatics and Computer Scienc. ISSN : 2686-2220 Gbr. 26 Halaman Informasi Insentif Role Keuangan Analisis Akurasi Perhitungan Metode SAW pada Proses Manual dan Implementasi Sistemsan Perbandingan ini dilakukan menggunakan studi kasus dan data yang sama, meliputi alternatif, kriteria, bobot, serta nilai penilaian yang identik. Tujuan dari tindakan pembandingan ini adalah untuk memberikan gambaran kepastian terkait implementasi metode SAW pada sistem telah berjalan sesuai dengan konsep dan tahapan perhitungan SAW secara teoritis. Selain itu, perbandingan ini juga digunakan untuk melihat tingkat kesesuaian dan selisih hasil antara perhitungan manual dan perhitungan berbasis sistem, yang selanjutnya dianalisis menggunakan perhitungan akurasi dalam bentuk persentase. TABEL Vi HASIL METODE SAW PADA SISTEM Rank Alternatif Nama Dafa Darma Tania Indira Luhung Diva Indri Hani Dihan Rizky Arya Amalita Ridwan Rahmatillah Skor Akurasi dihitung dengan membandingkan jumlah hasil keputusan yang sesuai dengan total keseluruhan data pengujian. Semakin tinggi nilai akurasi yang didapatkan, maka semakin baik kinerja sistem dalam memberikan hasil keputusan yang benar dan konsisten. yaycoycycycaycycn = L1 Oe ycO ycycnycycyceyco Oe ycO ycoycaycuycycayco O ycu100% ycO ycoycaycuycycayco TABEL VIX AKURASI PERBANDINGAN METODE SAW HITUNG MANUAL DAN SISTEM Alternatif Dafa Darma Tania Indira Luhung Diva Indri Hani Dihan Rizky Arya Amalita Ridwan Rahmatillah Skor Manual Skor Sistem Selisih Absolut Akurasi (%) Selanjutnya adalah menghitung tingkat akurasi sistem secara keseluruhan. Perhitungan akurasi ini memiliki tujuan untuk memberikan gambaran sejauh mana kesesuaian hasil perhitungan sistem terhadap perhitungan manual yang dijadikan sebagai acuan. Nilai akurasi dihitung berdasarkan rata-rata tingkat akurasi dari seluruh alternatif yang diuji, sehingga dapat memberikan gambaran umum mengenai ketepatan implementasi metode SAW pada sistem yang Ocyaycoycycycaycycn ycyyceyc yaycoycyceycycuycaycycnyce yaycoycyceycycuycaycycnyce yaycoycycycaycycn ycNycuycycayco = = 98. yaycoycycycaycycn ycNycuycycayco = Hasil perbandingan antara perhitungan metode SAW secara manual dan perhitungan sistem menunjukkan tingkat akurasi sebesar 98,68%. Perbedaan nilai yang muncul bersifat kecil dan tidak berpengaruh signifikan terhadap hasil keputusan, yang disebabkan oleh perbedaan presisi pembulatan. Hal ini menunjukkan bahwa implementasi metode SAW pada sistem telah terlaksana dengan baik dan sesuai dengan perhitungan IV. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan yang telah terlaksana. Sistem Pendukung Keputusan penentuan bonus tahunan karyawan pada PT Wipin Tech Group menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW) memiliki kemampuan dalam memberikan proses penilaian yang objektif dan transparan berdasarkan lima kriteria utama, yaitu durasi proyek, kepuasan pelanggan, kualitas proyek, ketepatan laporan dan dokumen, serta inisiatif dan kemampuan pemecahan masalah. Implementasi metode SAW pada sistem menunjukkan tingkat akurasi yang sangat baik sebesar 98,68%, sehingga metode ini dinilai efektif dalam mendukung pengambilan keputusan. Sistem berbasis web yang dikembangkan menggunakan framework Laravel dengan pendekatan prototype memungkinkan akses informasi secara real-time, mempercepat proses evaluasi kinerja, serta mendukung peningkatan efektivitas kerja. Hasil pengujian Black Box menggambarkan seluruh fungsi sistem terlaksana sesuai spesifikasi, hasil uji UAT menyatakan sistem dapat diterima oleh pengguna, dan pengujian UI/UX memberikan gambaran tingkat kepuasan yang sangat baik dengan persentase kelayakan sebesar 92,35%, sehingga sistem dinyatakan layak digunakan baik dari sisi fungsionalitas maupun pengalaman UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat-Nya sehingga artikel ini dapat terselesaikan dengan baik. Ucapan terima kasih disampaikan kepada orang tua, dosen pembimbing, serta rekan-rekan yang telah memberikan dukungan dan arahan selama proses Apresiasi juga diberikan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelesaian artikel ini, serta penghargaan kepada diri sendiri atas ketekunan dan konsistensi dalam menjalani setiap tahapan penelitian. REFERENSI