Mosharafa Jurnal Pendidikan Matematika Volume 2. Nomor 2. Mei 2013 PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN PENDEKATAN NUMBER HEAD TOGETHER (NHT) TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIKA SISWA (Studi Kuasi Eksperimen pada Kelas Vi A dan Vi B di MTs. Muhammadiyah Bayubud Tahun Pelajaran 2012/ 2. Eva Noviani Sutisna Nanang STKIP Garut Abstract: In Mathematic Subject, the quality of inter pretation and respon are skill a special problem For the student, its because of math characteristic consists alot of terminology and symbols whitch is indicate that the ability of Math communicative is low. Base on that problem, to develop studentAos Math Comunicative skill, the whiner would try to Find out the best way to Improve its The wniter chooses Cooperative Learning Through Number Head Together (NHT) to develop studentAos mayh communicative. In this research the wniter uses experimental method that she gererates the data to get detail result. The population of study is the student of Vi of MTs. Muhammadiyah Bayubud Wanaraja Garut. The wniter takes random sample of the student, after analiting and experimenting the development of studentAos Math comunnicative ability through Cooperative Learning Number Head Together (NHT) is beter than a convertion Abstrak: Dalam matematika, kualitas interpretasi dan respon itu seringkali menjadi masalah istimewa. Hal ini sebagai salah satu akibat dari karakteristik matematika itu sendiri yang sarat dengan istilah dan symbol yang mengiindikasi bahwa kemampuan komunikasi matematika masih Berdasarkan masalah diatas, penulis mencoba mencari cara yang terbaik untuk meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematika siswa dengan pendekatan Kooperatif melalui teknik Number Head Together ( NHT). Penelitian ini penulis menggunakan metode kuasi eksperimen, polulasi yang diambila adalah kelas Vi MTs. Muhammadiyah Bayubud wanaraja Garut, dengan sempel acak. Setelah menganalisa dan eksperimen, diperoleh kesimpulan bahwa Kemampuan Komuniaksi Matematika siswa yang menggunakan pendekatan model pembelajaran Kooperatif Number Head Together (NHT) lebih baik dibandingkan pembelajaran Konvensional. ISSN 2086-4280 Mosharafa Jurnal Pendidikan Matematika Volume 2. Nomor 2. Mei 2013 Latar Belakang Masalah Kemampuan Komunikasi matematika merupakan hal yang sangat penting dan perlu ditingkatkan dalam komunikasi bisa membantu pembelajaran siswa tentng konsep matematika ketika mereka memerankan situasi, menggambar, menggunakan objek, memberikan laporan dan penjelasan verbal. Keuntungan sampingannya adalah bisa mengingatkan siswa bahwa mereka berbagi tanggung jawab dengan guru atas pembelajaran yang muncul dalam pembelajaran tertentu. Hal ini sesuai dengan yang diungkapkan oleh Turmudi (Aryan,2. bahwa aspek komunikasi dan penalaran hendaknya menjadi aspek penting dalam pembelajaran Aspek komunikasi melatih siswa untuk dapat mengkomunikasikan gagasannya, baik komunikasi lisan maupun komunikasi tulis. Permasalahan komunikasi matematik adalah permasalahan serius yang harus segera ditangani. Menyadari kenyataan di lapangan bahwa komunikasi matematis siswa masih tergolong rendah maka betapa pentingnya suatu teknik pembelajaran yang mampu memberikan rangsangan kepada siswa agar siswa menjadi aktif. Adapun pendekatan pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kemampuan komunikasi yang dapat melatih dan mengembangkan keterampilan sosial agar siswa tidak memdominasi pembicaran atau diam sama sekali. Untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematika siswa, peneliti mencoba untuk menerapkan model pembelajaran kooperatif dengan pendekatan Number Head Together (NHT). Dalam proses pembelajaran dengan ISSN 2086-4280 kooperatif dengan pendekatan Number Head Together (NHT), masing-masing siswa diberi nomor untuk mengkomunikasikan idenya masing-masing dan setiap siswa mempunyai kesempatan yang sama untuk mengkomunikasikan idenya, sehingga diasumsikan melalui model pembelajaran kooperatif dengan pendekatan Number Head Together (NHT) ini kemampuan matematika siswa dapat meningkat. Adapun salah satu ciri bahwa kemampuan komunikasi matematika siswa meningkat adalah siswa dapat mempelajari tentang penjelasan matematika dari orang lain dan siswa matematika yang dimilikinya. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka peneliti tertarik membuat penelitian Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Pendekatan Number Head Together (NHT) Kemampuan Komunikasi Matematika Siswa. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang, rumusan masalah dapat dirumuskan yaitu apakah terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif dengan pendekatan Number Head Together (NHT) terhadap kemampuan komunikasi matematika siswa, selanjutnya untuk lebih jelas akan dijabarkan dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan penelitian sebagai berikut : Bagaimana kemampuan komunikasi matematika siswa kelas Vi-A MTs. Muhammadiyah Bayubud kooperatif dengan pendekatan Number Head Together (NHT) Pada Pokok bahasan Luas Permukaan dan Volume Kubus dan Balok ? Bagaimana kemampuan komunikasi matematika siswa kelas Vi-B MTs. Mosharafa Jurnal Pendidikan Matematika Volume 2. Nomor 2. Mei 2013 Muhammadiyah Bayubud konvensional Pada Pokok bahasan Luas Permukan dan Volume Kubus dan Balok Apakah matematika siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif dengan pendekatan Number Head Together (NHT) lebih baik dari pada siswa Manfaat Penelitian Penelitian ini merupakan susunan memberikan manfaat. Adapun manfaat dari penelitian ini adalah Bagi guru Penelitian ini akan menambah pembelajaran yang dapat dijadikan khususnya pada pokok bahasan Luas Permukan dan Volume Balok dan Kubus. Bagi Instansi pendidikan Memberikan kontribusi dalam pembelajaran matematika dalam bidang kemampuan komunikasi matematika siswa Bagi peneliti Sebagai pengalaman langsung NHT mengembangkan proses pembelajaran matematika yang berkualitas. Hipotesis Hipotesis dari penelitian ini adalah sebagai berikut: adalah Kemampuan komunikasi matematika siswa yang kooperatif dengan pendekatan Number Head Together (NHT) lebih baik dari pada yang ISSN 2086-4280 Tinjauan Pustaka Model Pembelajaran Kooperatif Cooperative berarti bekerjasama dan Learning berarti belajar, jadi Cooperative Learning adalah belajar melalui kegiatan bersama (Alma, 2008: . Namun tidak semua belajar bersama adalah Cooperative Learning, dalam hal ini belajar bersama melalui teknik-teknik tertentu. Cooperatif Learning . embelajaran pembelajaran melalui kelompok kecil siswa yang saling bekerja sama dalam memaksimalkan kondisi belajar untuk mencapai tujuan belajar (Depdiknas, 2003:. Pembelajaran pemanfaatan kelompok kecil . -5 oran. dalam pembelajaran yang memungkinkan memaksimalkan belajar mereka dan belajar anggota lainnya dalam kelompok (Johnson, et al. , 1994: . Dari yang telah dikemukakan di atas, pada dasarnya model pembelajaran kooperatif merupakan metode pembelajaran yang mendorong siswa aktif dalam proses belajar mengajar, dengan cara saling bekerja sama dalam kelompok. Komunikasi Matematika Komunikasi secara umum dapat diartikan sebagai suatu peristiwa saling menyampaikan pesan yang berlangsung dalam suatu komunitas dan konteks budaya. Menurut Abdulhak (Irianto, 2003: . Komunikasi dimaknai sebagai proses penyampaian pesan dari pengirim pesan kepada penerima pesan melalui saluran tertentu untuk tujuan tertentu. Berikut ini adalah beberapa pengertian dari komunikasi matematika: Schoen. Bean Ziebarth (Irianto. Mosharafa Jurnal Pendidikan Matematika Volume 2. Nomor 2. Mei 2013 matematika adalah kemampuan siswa dalam hal menjelaskan suatu algoritma dan cara unik untuk pemecahan masalah, kemampuan siswa mengkonstruksi dan menjelaskan sajian fenomena dunia nyata secara grafik, kata-kata/kalimat, persamaan, tabel dan sajian secara fisik. Greenes dan Schulman (Irianto, 2003: . mengatakan bahwa komunikasi matematika adalah kemampuan menyatakan ide matematika melalui ucapan, tulisan, demonstrasi dan melukiskannya secara visual dalam tipe yang berbeda. memahami, menafsirkan dan menilai ide yang disajikan dalam tulisan, lisan atau dalam bentuk visual. bermacam-macam representasi ide dan Dari beberapa pengertian di maka kemampuan mengungkapkan ide, pemikiran yang disajikan baik secara lisan maupun tulisan. Adapun komunikasi dalam penelitian ini adalah. Mengilustrasikan sebuah ide matematika ke dalam bentuk uraian yang Memvisualisasikan pernyataan ataupun persoalan matematika dengan menggunakan tabel, gambar dan Memberikan alasan rasional terhadap pernyataan ataupun persoalan matematika yang disajikan. Menggunakan notasi matematika secara Number Head Together (NHT) Number Heads Together (NHT) adalah suatu model pembelajaran yang lebih mengedepankan kepada aktivitas siswa dalam mencari, mengolah, dan melaporkan informasi dari berbagai sumber yang akhirnya dipresentasikan di depan kelas. Menurut Kagan, model pembelajaran Number Head Together (NHT) ini secara tidak langsung melatih siswa untuk saling berbagi informasi, mendengarkan dengan cermat serta berbicara dengan penuh perhitungan, sehingga siswa lebih produktif dalam pembelajaran. ISSN 2086-4280 Pendekatan pembelajaran Number Head Together (NHT) adalah suatu pendekatan pembelajaran yang digunakan untuk melatih dan mengembangkan keterampilan sosial dan kemampuan berkomunikasi agar siswa tidak mendominasi pembicaraan atau diam sama sekali, dengan cara membagi masingmasing siswa satu buah nomor berbicara, yang harus digunakan pada saat menjawab pertanyan yang diberikan oleh guru. Dalam proses pembelajaran dengan kooperatif dengan pendekatan Number Heads Together (NHT). Siswa dibentuk dalam beberapa kelompok, yang masingmasing kelompok terdiri dari 6 - 7 orang peran/tugas Kemudian masing-masing siswa diberi satu buah nomor berbicara. Setelah itu, masingmasing kelompok diberi tugas/masalah yang berbeda dengan tujuan untuk menghindari adanya persaingan antar kelompok. Setelah tugas/masalahnya, guru secara acak memangil salah satu nomor dari siswa untuk menjawab pertanyan dari guru, dan mempresentasikannya di depan kelas. Kemudian guru memanggil nomor lainnya untuk memberikan tanggapan. siswa yang sudah atau belum nomornya pekerjaanya, diminta untuk memperhatikan Sehingga dengan diterapkannya model pembelajaran kooperatif dengan pendekatan Number Heads Together (NHT), maka setiap siswa mempunyai kesempatan yang sama untuk berkontribusi dan tidak akan ada siswa yang mendominasi pembicaraan ataupun diam sama sekali. Langkah-langkah pembelajaran dengan pendekatan Number Head Together (NHT) adalah sebagai berikut : Persiapan Pembentukan kelompok dan penomoran Tiap kelompok harus memiliki buku paket atau buku panduan Mosharafa Jurnal Pendidikan Matematika Volume 2. Nomor 2. Mei 2013 Diskusi masalah Memanggil pemberian jawaban. Memberi Kesimpulan Pembelajaran Konvensional Pembelajaran konvensional adalah pembelajaran yang biasa dan umum dilakukan oleh para guru, atau juga merupakan model pembelajaran yang dilaksanakan secara klasikal. Menurut Djamarah . Metode pembelajaran konvensional adalah metode pembelajaran tradisional atau disebut juga dengan metode ceramah, karena sejak dulu metode ini telah digunakan sebagai alat komunikasi lisan antara guru dengan anak didik dalam proses belajar dan pembelajaran. Metode pembelajaran konvensional lebih dominan dengan metode ceramah biasa. Jadi. Kegiatannya guru hanya menerangkan dan siswa hanya mencatat apa yang disampaikan oleh guru. Pada pembelajaran tradisional . , potensi yang dimiliki siswa tidak berkembang karena pengetahuan yang diterima itu tidak bertahan lama dalam ingatan siswa karena bukan hasil dari mengkontruksi dan mengorganisasikan di benak pikiran siswa. langkah-langkah konvensional adalah sebagai berikut : Guru memberikan apersepsi terhadap siswa dan memberikan motivasi kepada siswa tentang materi yang diajarkan Guru memberikan motasi Guru menerangkan bahan ajar secara Guru memberikan contoh-contoh Guru memberikan kesempatan untuk Guru memberikan tugas kepada siswa yang sesuai dengan materi dan contoh soal yang telah diberikan Guru mengkonfirmasi tugas yang telah dikerjakan oleh siswa ISSN 2086-4280 Guru menyimpulkan inti pelajaran Pembelajaran dimaksud adalah pembelajaran yang biasa sehari-hari. Pembelajaran konvensional pada umumnya memiliki kekhasan tertentu dari model pembelajaran ini diantaranya adalah lebih mengutamakan hapalan daripada pengertian, menekankan pada keterampilan berhitung, mengutamakan hasil daripada proses, dan pengajaran berpusat pada guru. Metode mengajar yang lebih banyak digunakan guru dalam pembelajaran konvensioanl adalah metode ekspositori. Metode Penelitian Metode penelitian merupakan cara atau teknik yang digunakan peneliti dalam mengumpulkan data dan melakukan analisis data dengan tujuan untuk menjawab hipotesis yang diajukan dalam penelitian. Metode penelitian yang penulis gunakan adalah metode kuasi eksperimen, sebab penulis memberikan perlakuan terhadap dua kelompok untuk mengetahui hubungan antara perlakuan tersebut dengan setiap perlakuan yang dijadikan tolak ukurnya. Menurut Sugiyono . 0: . AuMetode penelitian kuasi eksperimen memiliki . , pengukuranpengukuran dampak . utcome measure. , dan unit-unit eksperiment . xperimental penempatan secara acak. Pada penelitian lapangan biasanya menggunakan rancangan eksperiment semu . uasi eksperime. Penelitian dilakukan pada dua kelompok yaitu kelompok eksperimen yang mendapatkan pembelajaran dengan metode Number Head Together (NHT) sedangkan kelompok yang kedua adalah kelompok kontrol yang mendapatkan pembelajaran Dan aspek yang diukur adalah prestasi belajar matematika siswa. Mosharafa Jurnal Pendidikan Matematika Volume 2. Nomor 2. Mei 2013 Variabel dan Desain Penelitian Menurut Sugiyono AuVariabel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen . Sedangkan variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebasAy. Adapun variabel-variabel yang didefinisikan pada penelitian ini adalah: Variabel bebas : Pendekatan model pembelajaran Number Head Together (NHT) dalam pembelajaran matematika Variabel terikat : Kemampuan Komuniaksi Matematika Adapun menurut Sukmadinata . dapat digambarkan sebagai berikut: Kel Prates Perlakuan Pascates Keterangan: : Pengelompokan dilakukan secara : Tes Awal : Tes Akhir : Perlakuan berupa pendekatan Number Head Together (NHT) terhadap kelas eksperimen dalam pembelajaran Populasi dan Sampel Populasi penelitian Penelitian MTs. Muhammadiyah Bayubud Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas Vi. Sampel penelitian Sampel pada penilitian ini terdiri dari dua kelas, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol yang dipilih dari kelas yang telah ada. Kelas Vi A untuk kelas eksperimen dan kelas Vi B untuk kelas kontrol. ISSN 2086-4280 Instrumen Penelitian Dalam penelitian ini instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah tes uraian. Subana & Sudrajat (Rosdiana, 2008 : . mengemukakan bahwa Auinstrument penelitian merupakan alat Bantu pengumpulan dan pengolahan data tentang variabel-variabel yang ditelitiAy. Sebelum instrument digunakan, reliabilitas, tingkat kesukaran dan daya Hal ini perlu peneliti lakukan sebab kriteria suatu instrumen yang baik dilihat dari keempat aspek tersebut. Adapun untuk menguji validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran dan daya mengujicobakan soal tersebut terlebih dahulu untuk dikerjakan oleh kelas lain yang sudah mempelajari materi pelajaran yang akan diberikan kepada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Jika soal yang telah dibuat telah memenuhi kriteria soal yang baik maka soal yang baru dapat diujikan kepada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil Penelitian Analisis Data Tes Awal . re-tes. Analisis data tes awal yang diperoleh dari kelas eksperimen dan kelas kontrol adalah untuk mengetahui kemampuan awal siswa sebelum diberikan perlakuan. Setelah semua data yang diperlukan dalam penelitian ini lengkap, maka selanjutnya penulis melakukan pengolahan data tes awal berdasarkan langkah-langkah pengolahan Tabel 1 Deskripsi Hasil Data Pre-test Kelas N Rata- Simpangan Baku Eksperimen 25 5. Kontrol Mosharafa Jurnal Pendidikan Matematika Volume 2. Nomor 2. Mei 2013 Dari data tes awal untuk kelas eksperimen diperoleh rata-rata 5. 9 dan simpangan baku 2,7 sedangkan untuk kelas kontrol rata-rata 5. 6 dan simpangan baku Uji Normalitas Data Awal Untuk menguji normalitas data tes awal, analisis data yang digunakan adalah uji Chi Kuadrat. Dari perhitungan uji ChiKuadrat diperoleh data sebagai berikut: Tabel 2 Hasil Uji Normalitas Data Pre-test Nilai ycya Kelas A 2 hitung A 2 tabel Eksperimen 11,88 Kontrol Kriteria Berdistribusi Tidak Normal Berdistribusi Normal Berdasarkan tabel 2 di atas, hasil perhitungan uji Chi-Kuadrat data tes awal pada pada kelas eksperimen berdistribusi tidak normal , maka dilanjutkan dengan Uji Mann Whitney Uji Kesamaan Dua Rata-rata Kemampuan Tes Awal Pengujian hipotesis pada hasil tes awal ini menggunakan uji dua pihak, yakni perhitungannya dengan menggunakan uji Mann Whitney, sebab sudah diketahui bahwa salah satu dari kedua data hasil tes awal ini berdistribusi tidak normal . Setelah diperoleh Zhitung = 0,92 dan Ztabel = 2,24 pada taraf signifikansi 5%. Sehingga diperoleh nilai Zhitung berada pada interval Zhitung 0,92 < Ztabel 2,24, maka Ho diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan kemampuan komunikasi matematika awal siswa antara siswa yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran Number Head Together (NHT) dengan siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional. Uji Normalitas Tes Akhir Untuk menguji normalitas data tes awal, analisis data yang digunakan adalah uji Chi Kuadrat. Dari perhitungan uji Chi Kuadrat diperoleh data sebagai berikut : ISSN 2086-4280 Tabel 3 Hasil Uji Normalitas Data Postest Nilai ycya Kelas A 2 hitung A 2 tabel Eksperimen 7,247 Kontrol 2,010 Kriteria Berdistribusi Normal Berdistribusi Normal Dari Data diatas terliat bahwa kedua kelas berdistribusi normal maka dilanjutkan dengan Uji homogenitas dua varians dimaksudkan untuk mengetahui apakah kedua data memiliki varians yang homogen atau tidak. Uji Homogenitas Dua Varians Dari hasil perhitungan diperoleh hasil bahwa Fhitung=1,70 < Ftabel=1,98 pada taraf signifikansi 5%, maka dapat disimpulkan kedua varians homogen. Uji t Karena sebaran datanya mempunyai varians yang homogen, maka pengolahan data dilanjutkan pada uji t, dari hasil perhitungan diperoleh thitung =3,48 dan ttabel = 1,68 pada taraf signifikan 5% sehingga diperoleh Aet0,975. OtOt0,975. maka H0 ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkkan bahwa kemapuan komunikasi matematika siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif dengan pendekatan Number Head Together (NHT) lebih baik dari pada pembelajaran konvensional. Pembahasan Dari pembahasan di atas diperoleh hasilhasil penelitian yaitu Pada pertemuan pertama, siswa tampak belum cukup memahami cara belajar dengan model menggunakan pembelajaran Number Head Together (NHT) karena metode ini adalah metode yang baru bagi mereka. Siswa pada umumnya belum memahami dengan baik matematika dengan model menggunakan pembelajaran Number Head Together (NHT). Hal ini sangat wajar karena pembelajaran dengan model menggunakan pembelajaran Number Head Together Mosharafa Jurnal Pendidikan Matematika Volume 2. Nomor 2. Mei 2013 (NHT) masih merupakan sesuatu yang baru bagi siswa. Hal lainnya yaitu dari segi waktu yang terbatas, sehingga beberapa rencana dilaksanakan sedikit tergesa-gesa. Namun demikian, proses pembelajaran dipertemuan selanjutnya secara umum berjalan dengan baik dan sesuai rencana. Sehingga diperoleh kesimpulan bahwa pembelajaran Number Head Together (NHT) lebih baik dari model pembelajaran konvensional, tentunya dengan didukung oleh yang memuat 5 langkah dalam model pembelajaran menggunakan pembelajaran Number Head Together (NHT) yaitu persiapan, pembentukan kelompok dan penomoran, diskusi masalah, pemanggilan nomor atau pemberian jawaban, dan memberikan kesimpulan. Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh Ali . bahwa: AuPendekatan Number Head Together (NHT) suatu pendekatan yang digunakan untuk melatih dan mengembangkan keterampilan sosial dan kemampuan berkomunikasi agar siswa tidak mendominasi pembicaraan atau diam sama sekali, dengan cara membagi masing-masing siswa satu buah nomor berbicara, yang harus digunakan pada saat menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guruAy. Seperti yang telah dikemukakan di atas, dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa yang mendapakan pembelajaran dengan model pembelajaran Number Head Together (NHT) lebih baik dari pada siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan Kemampuan Komuniaksi matematika Siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan metode Number Head Together (NHT) lebih aktif dari pada siswa yang mendapatkan pembelajaran konvensional. Penutup Kesimpulan Dari analisis data pembahasan hasil penelitian pada kelas Vi-A sebagai kelas ISSN 2086-4280 eksperimen menggunakan pendekatan model pembelajaran Number Head Together (NHT) dan kelas Vi-B sebagai kelas kontrol menggunakan model pembelajaran Konvensional di MTs. Muhammadiyah Bayubud Wanaraja, maka dapat ditarik Kemampuan komunikasi matematika siswa setelah diberikan pembelajaran dengan Pendekatan Number Head Together (NHT) berada pada kategori Baik. Kemampuan komunikasi matematika siswa setelah pembelajaran dengan model pembelajaran termasuk kategori Kemampuan komuniaksi matematika antara siswa yang menggunakan model pembelajaran dengan Number Head Together (NHT) lebih baik dari pada siswa yang menggunakan pembelajaran Berdasarkan simpulan diatas, maka terdapat Pengaruh Model Pembelajaran dengan Pendekatan Number Head Together (NHT) terhadap Kemampuan Komuniaksi Matematika Siswa. Saran Berdasarkan kesimpulan di atas, maka penulis mengemukakan beberapa saran sebagai berikut: Untuk Guru, pembelajaran Number Head Together (NHT) melalui berbagai pendekatan sebagai alternatif pembelajaran pada materi Luas Permukan dan Volume Balok dan Kubus. Sedangkan dalam memberikan penghargaan sebaiknya jangan terlalu difokuskan pada skornya saja, tetapi juga pada keaktifan siswa baik itu dalam bertanya maupun dalam menjawab pertanyaanAepertanyaan yang diberikan oleh teman atau guru, disampaikan dalam mengumpulkan ide- Mosharafa Jurnal Pendidikan Matematika Volume 2. Nomor 2. Mei 2013 idenya sehingga dapat menambah semangat siswa dalam belajar. Untuk Instansi Pendidikan. Pembelajaran Number Head Together (NHT) bisa dijadikan bahan kajian dan perbandingan para peneliti lainnya pembelajaran di depan kelas Untuk Peneliti Berikutnya. Penelitian ini hanya berlaku untuk siswa kelas Vi MTs Muhammadiyah Bayubud, oleh karena itu sangat dimungkinkan untuk dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pembelajaran matematika pembelajaran Number Head Together (NHT) dengan populasi dan jenjang yang lebih luas serta pokok bahasan yang berbeda. Hal ini bertujuan agar penerapan pembelajaran matematika dengan menggunakan model Number Head Together (NHT) semakin baik sebagai media yang efektif di dunia Daftar Pustaka