Jurnal Emasains: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Volume IX Nomor 1 Maret Tahun 2020 Hal : 17 - 24 P-ISSN 2302-2124 E-ISSN 2622 8688 DOI : 10. 5281/zenodo. Pengembangan Media Pembelajaran E-Learning Berbasis Website pada Materi Persamaan dan Fungsi Kuadrat Development Of Web-Based E-Learning Media On Equation Materials And Quadratic Function Armando Gianfrancho Orlando Nguru a,*. Rosita Dwi Ferdiani b,*. Trija Fayeldic,* a,b,c Universitas Kanjuruhan Jl. Supriadi No. Malang. Indonesia *Pos-el: armandoorlan@gmail. coma, rositadf@unikama. idb, trija_fayeldi@unikama. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media e-learning berbasis website. Media ini merupakan sebuah media pembelajaran daring atau online yang dibuat dengan menggunakan bahasa pemograman PHP (Personal Home Pag. dan dapat diakses melalui PC (Personal Compute. atau Handphone melalui browser. Adanya penambahan fitur latex agar memudahkan user menggunakan simbol dan rumus matematika. Sedangkan fitur chat memudahkan siswa untuk berkonsultasi materi dengan guru secara online. Adapun tujuan utama dari penelitian yaitu mengetahui tingkat kevalidan, kelayakan dan keefektifan media e-learning berbasis website pada materi persamaan dan fungsi Penelitian ini menggunakan model Research and Development (R&D) dengan model 4D. Adapun tahapan dari model pengembangan 4D sebagai berikut: . Define, . Design, . Development, dan . Dissemination. Tingkat kevalidan berdasarkan validator ahli media, materi dan pembelajaran mendapatkan hasil berturut-turut 4,50 ahli media, 4,58 ahli materi dan 4,36 ahli Hasil ini menunjukan media sangat valid untuk digunakan sebagai media pembelajaran. Pada uji coba kelompok kecil dengan subjek sebanyak 6 orang siswa SMK Kelas XI didapatkan hasil kelayakan sebesar 4,34 dan dikategorikan sangat layak. Pada uji coba kelompok besar dengan subjek uji coba 20 orang siswa SMK Kelas XI didapatkan hasil keefektifan media melalui soal tes dengan nilai peresentase sebesar 95 %. Kata-Kata Kunci : E-learning. Website. Research and Development Abstract. This study aims to develop website-based e-learning media. This media is an online or online learning media created by using the PHP (Personal Home Pag. programming language and can be accessed via a PC (Personal Compute. or Mobile via a browser. The addition of the latex feature makes it easier for users to use symbols and mathematical formulas. While the chat feature makes it easy for students to consult the material with the teacher by online. The main purpose of the study is to determine the level of validity, feasibility and effectiveness of website-based e-learning media on the subject matter of equations and quadratic functions. This study uses a Research and Development(R&D) with a 4D model. The stages of the 4D development model are as follows: . Define, . Design, . Development, and . Dissemination. The validity level is based on the validator of media, materials and learning experts getting successively 4. 50 media experts, 4. materials experts, and 4. 36 learning experts. These results indicate that the media is very valid to be used as a learning media. In a small group trial with subjects as many as six students of Class XI Vocational School, students obtained 4,34 of the feasibility results and categorized as very feasible. In a large group trial with a trial subject of 20 students of Class XI Vocational School, the effectiveness of the media was obtained through the test with a percentage value of 95 %. Key Words: E-learning. Website. Research and Development maka kegiatan belajar akan menjadi efektif dan menyenangkan bagi siswa (Yuniati , 2. Salah satu media pembelajaran yang disenangi oleh siswa saat ini adalah media pembelajaran berbasis website. Terdapat beberapa websitee-learning di Indonesia yang sangat terkenal di bidang com dan di luar Indonesia terdapat Khan Academy. ByjuAos serta masih banyak Pada tahun 2017, siswa menggunakan ruang guru sudah tercatat lebih dari 6 juta dan masih terus bertambah. Berdasarkan data statistik siswa SD. SMP dan SMA yang menggunakan ruang guru kurang lebih sebanyak 25 juta (Gideon. Berarti pengguna dari ruang guru ini hampir disumbang oleh 25 persen dari total siswa di Indonesia. Data ini membuktikan bahwa, pelajar di Indonesia lebih banyak menyukai sistem pembelajaran daring (Onlin. Adanya kebutuhan siswa yang kurang terpenuhi disekolah, sehingga siswa lebih memilih sistem pembelajaran tersebut dan terdapat beberapa kemudahan yang ditawarkan oleh penyedia layanan seperti kemudahan akses dan flexible. Penyedia layanan menginginkan model pembelajaran yang berbeda dengan model pembelajaran konvensional, sehingga ada pembaruan dalam proses berfikir siswa. Berdasarkan hasil pengamatan peneliti pada bulan Oktober 2019, ditemukan bahwa SMK Yayasan Pendidikan 17 Selorejo telah disediakan sarana berupa komputer dan wifi yang dapat digunakan oleh siswa. Fasilitas tersebut sudah layak untuk menyelenggarakan pembelajaran dengan model e-learning. Siswa SMK Yayasan Pendidikan 17 juga telah Oleh karena itu, mereka tentu sudah siap menerima pembelajaran dengan e-learning. Namun demikian masih sedikit guru yang menggunakan media pada proses e-learning. Kebanyakan metode pembelajaran yang sering digunakan oleh guru masih bersifat konvensional dan tanpa menggunakan PENDAHULUAN Perkembangan teknologi dunia saat ini pada fase revolusi industri 4. 0 (Industrial Revolution/IR. yang telah merubah aktivitas keseharian manusia menjadi lebih Sebanyak 75% dari semua aktivitas manusia sekarang ini telah menggunakan internet, sains, matematika dan teknologi (Sadikin & Hakim, 2. Teknologi pada IR 4. 0 saat ini telah berkembang sangat cepat dan menyeluruh di semua kalangan dan bidang, salah satunya adalah Perubahan yang terjadi pada bidang pendidikan ditandai dengan proses pembelajaran secara konvensional beralih menggunakan inovasi pendidikan digital (Suryatmojo, 2. Inovasi digital dalam bidang pendidikan berupa perubahan pembelajaran berbasis teknologi dan informasi (IT), salah satunya menggunakan media interaktif dalam proses Penggunaan media interaktif sangat bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam mempelajari suatu materi (Farida & Ferdiani, 2. Salah satu media interaktif dalam proses pembelajaran adalah penggunaan elearning (Pembelajaran Onlin. E-learning merupakan kegiatan pembelajaran yang elektronikdalam menyampaikan, menilai serta memudahkan suatu proses belajar mengajar secara interaktif kapanpun dan E-learning meniadakan batasan ruang dan waktu serta dapat memotivasi siswa untuk lebih aktif dan mandiri mencari materi dan pembelajaran. Fasilitas yang ditawarkan e-learning membantu guru dan siswa dalam berinteraksi atau berdiskusi tanpa harus melihat batas waktu pertemuan Siswa tidak terpaku lagi pada text book, karena di dalam e-learning terdapat materi baru yang disajikan melalui lembar kerja, slide, maupun video pembelajaran. Pada jaman milenial saat ini, sangat marak pembuatan media yang sangat canggih dalam menunjang proses belajar Munculnya variasi pembelajaran Jurnal Emasains: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Volume IX Nomor 1 Maret Tahun 2020 Hal : 17 - 24 P-ISSN 2302-2124 E-ISSN 2622 8688 DOI : 10. 5281/zenodo. Secara umum metode konvensional diartikan sebagai metode pembelajaran yang hanya menggunakan media buku teks . edia ceta. , whiteboard dan spidol serta metode ceramah (Harsono dkk. , 2. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru matematika, biasanya mengalami kesulitan membuat media pembelajaran yang bersifat interaktif dan menarik, sehingga suasana pembelajaran yang tercipta dalam proses kegiatan belajar mengajar lebih terfokuskan pada guru. Hal ini diperparah apabila guru berhalangan hadir, siswa tidak belajar maupun mengerjakan tugas yang diberikan. Selain melakukan wawancara pada pengajar, peneliti juga mewawancarai beberapa siswa di Kelas XI. Menurut beberapa siswa, guru jarang menggunakan media pembelajaran lain selain menggunakan LCD untuk menampilkan materi berupa Powerpoint khususnya pada mata pelajaran matematika. Oleh sebab itu, siswa harus mengikuti bimbingan belajar di luar jam sekolah agar lebih memahmi materi yang belum tersampaikan dan belum dimengerti. Fakta lain yang ditemukan oleh peneliti adalah, 13 dari 56 siswa mengikuti bimbingan belajar online baikruangguru. com ataupun Quipper dengan biaya masing-masing Rp. 000/bulan dan Rp. 000/bulan untuk paket intensif dan satu bulan kelas Konten yang didapatkan dari bimbingan belajar online tersebut berupa video penjelasan materi yang dibuat semenarik mungkin dengan tambahan animasi yang mendukung penjelasan Quipper dan ruangguru menjadi salah satu solusi yang dipilih siswa agar lebih memahami materi yang diberikan di Biasanya materi yang diberikan oleh guru berupa dokumen yang dikirim menggunakan Whatsapp dan soal test berbasis Googleform. Pilihan Sekolah menjadi tempat belajar dan menimba ilmu bagi siswa, berubah fungsi menjadi tempat Adapun penyelesaian dari tugas tersebut, siswa harus belajar di luar sekolah dengan alasan waktu pembelajaran di kelas tidak cukup. Hal ini, diperparah apabila siswa kelas XI wajib menjalankan PRAKERIN (Praktek Kerja Industr. minimal 3 bulan di luar sekolah dan tetap mengikuti pembelajaran. Penelitian mengembangkan suatu web platform . pembelajaran berbasis e-learning pada mata pelajaran matematika dengan materi Persamaan dan Fungsi Kuadrat. Web ini akan berisikan konten materi yang dibuat dalam bentuk video berdurasi 5 Selain itu akan dilengkapi dengan fitur pendukung seperti Geogebra Online. Personal chating. Group Discussion. Online Test dan masih banyak lagi fitur pendukung lainnya. METODE PENELITIAN Penelitian pengembangan dilakukan di kelas XI SMK Yayasan Pendidikan 17 Selorejo. Pada penelitian pengembangan ini, peneliti menerapkan model penelitian yang dikemukakan oleh Thiagarajan, yaitu (Define. Design. Development. Disseminatio. Jenis data pada penelitian pengembangan ini adalah data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif yang diperoleh adalah data berupa angket yang disebarkan kepada siswa, kesimpulan dari hasil angket nanti akan menunjukkan keberhasilan dari produk media website ini. Data kualitatif ini adalah data berupa kritik dan saran dari responden yang digunakan sebagai evaluasi dan acuan peneliti dalam Berikut merupakan gambaran dari prosedur pengembangan yang dilakukan mengikuti tahapan berikut : Validasi website e-learning diperoleh melalui 3 lembar validasi, yaitu validator materi, pembelajaran dan media. Hasil kelayakan media diperoleh dari respon angket 6 orang siswa yang dikembangkan sesuai dengan indikator dari aspek bahasa, penyajian dan tampilan melalui uji kelompok kecil. Hasil keefektifan website elearning diambil dari soal tes 20 orang siswa pada uji coba kelompok besar. HASIL DAN PEMBAHASAN Setelah melakukan tahap analisis dan tahap desain produk, rancangan yang telah ditetapkan menghasilkan media websiteelearning. Media pembelajaran ini terdiri dari website E-learning sebagai admin, pengajar dan siswa. Tampilan dan deskripsi produk yang terdapat pada website Elearning, yaitu : Menu Register. Menu Login. Tampilan Website E-learning sebagai Adminyang memiliki fitur diantaranya: Beranda Admin,Pengumuman. Fitur Pesan. Menu Siswa. Tampilan Menu Pengajar. Menu Tugas. Menu Materi. Komentar Materi. Manajemen Kelas. Pengaturan. Hapus Data. Tampilan Website E-learning Sebagai Pengajar yang memiliki fitur diantaranya : Menu Pengumuman. Menu Pesan. Menu Jadwal Mengajar . Menu Tugas. Menu Materi. Menu Komentar Saya. Menu Filter Siswa. Filter Pengajar Tampilan Website E-learningpada Siswa yang lebih sederhana dibandingkan dengan tampilan admin dan pengajar, yang memiliki fitur diantaranya : Menu Beranda. Menu Pesan. Menu Jadwal Mata Pelajaran. Menu Tugas. Menu Materi. Menu Komentar Saya Gambar 1. Prosedur pengembangan Data yang dihasilkan dari penelitian websitee-learning berdasarkan lembar validasi, kelayakan dan tes hasil belajar siswa. Lembar validasi dan kelayakan berupa angket skala dan kriteria skor penilaian dengan 5 skala Likert. Berikut skala Likert yang digunakan sebagai pedoman penskoran validasi: Tabel 1. Skala Likert Kriteria Penilaian Sangat Setuju Setuju Ragu-ragu Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Skala Sumber dari (Maryuliana dkk, 2. Jurnal Emasains: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Volume IX Nomor 1 Maret Tahun 2020 Hal : 17 - 24 P-ISSN 2302-2124 E-ISSN 2622 8688 DOI : 10. 5281/zenodo. Hasil validasi ahli pembelajaran Berdasarkan pembelajaran matematika didapatkan ratarata skor penilaian pada aspek materi adalah 4,20, aspek kebahasaan 4,75, aspek penyajian 4,33, aspek tampilan menyeluruh 4,20 dan aspek media terhadap media pembelajaran 4,40. Sehingga media website e-learning mendapatakan rata-rata jumlah skor 4,36 dari validasi ahli pembelajaran. Nilai tersebut terletak pada skala kriteria 4,00