JOURNAL OF HUPO_LINEA VOL. 5 NO. A Lembaga Anotero Scientific Pekanbaru JHL Journal of Hupo_Linea https://ejournal. org/index. php/hupo Upaya Bank Indonesia dalam Menyehatkan Sektor Perbankan Nasional Ropida Yulianti1. Imelin Sagita S Pardosi2. Marleni Debora Boymau3. Khofifah Salsabila4 1,2,3,4 Universitas Pelita Bangsa Cikarang. Indonesia Abstract: Banking institutions play an important role in driving a country's economy. Bank Indonesia (BI) as the monetary authority has the responsibility to maintain the stability of the national banking system. This research analyzes BI's efforts to make banking institutions healthier through strengthening regulations, increasing supervision, and developing a modern payment system. Qualitative research methods are used by analyzing data from official reports, journal articles and related news. The research results show that BI has strengthened the banking regulatory and supervisory system to mitigate risks, as well as developing safe and innovative payment infrastructure. These steps contribute significantly to creating a healthy banking environment, increasing financial inclusion, and supporting national economic stability and growth. With continued efforts. BI is expected to continue to maintain the resilience of the banking sector and improve the welfare of the Indonesian people. Keywords: Bank Indonesia. Banking Stability. Banking Regulation. Banking Supervision. Payment Systems. Financial Inclusion. Economic Growth Pendahuluan Bank memainkan peran penting dalam menggerakkan roda ekonomi, membantu perkembangan bisnis, dan meningkatkan taraf hidup masyarakat. Bank berperan sebagai penghubung antara pihak yang membutuhkan dana . dengan pihak yang memiliki dana berlebih . (Hutauruk, 2. Institusi perbankan menghimpun dana dari nasabah dalam bentuk deposito dan menyalurkannya kepada individu, pelaku usaha, dan pemerintah melalui Aktivitas perbankan ini berperan penting dalam memutar dana dalam perekonomian , mendorong investasi, dan mendukung meningkatkan perekonomian (Antony et al. , 2. Institusi perbankan tidak hanya menyalurkan dana, tetapi juga menyediakan berbagai layanan keuangan lainnya. Bank menawarkan beragam produk dan layanan, seperti tabungan, giro, deposito, pinjaman, kartu kredit, dan transfer uang. Keberadaan bank mempermudah masyarakat dalam mengelola keuangan mereka, serta mendukung kelancaran kegiatan bisnis dan perdagangan (Engwa et al. , 2. Nilai tukar mata uang asing juga berperan penting dalam profitabilitas perbankan. Aktivitas perdagangan valuta asing, yang dikenal sebagai FX (Foreign Exchang. , melibatkan berbagai pelaku dengan tujuan berbeda. Bank memperoleh keuntungan dari aktivitas ini melalui spread . elisih harga beli dan jua. dan komisi. Fluktuasi nilai tukar mata uang asing memungkinkan bank untuk mendapatkan pendapatan dari biaya dan selisih kurs (Loen & Ericson, 2. Nilai tukar mata uang yang kuat terhadap negara lain merupakan salah satu indikator perekonomian yang positif. Penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar, misalnya, menunjukkan peningkatan perekonomian nasional dan berdampak positif bagi institusi *Corresponding author: ropidayuli50@gmail. 2024 Anotero Publisher. All right reserved. https://ejournal. org/index. php/hupo Ropida yulianti. Imelin Sagita S pardosi. Marleni Debora Boymau. Khofifah Salsabila. Journal of Hupo_Linea Vol. 5 No. keuangan perbankan. Hal ini terjadi karena perusahaan yang ingin mengembangkan usahanya dan meningkatkan ekspor akan membutuhkan kredit dari bank. Pendapatan dari bunga kredit ini pada akhirnya akan meningkatkan profitabilitas bank (Sari, 2. Kenaikan Suku Bunga (BI Rat. memegang peran penting bagi industri perbankan. Hal ini memengaruhi minat dan keinginan masyarakat untuk menabung dan berinvestasi melalui produk-produk perbankan. Semakin banyak dana yang dihimpun dari nasabah, semakin besar pula kemampuan bank untuk menyalurkan dana tersebut dalam bentuk kredit. Penyaluran kredit yang lebih tinggi ini pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan bank (Fisman Adisaputra. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keputusan Bank Indonesia (BI) untuk menaikkan suku bunga acuan (BI Rat. dari 6,00% menjadi 6,25% pada tanggal 23-24 April 2024. Keputusan ini diambil dalam rangka menjaga stabilitas perekonomian Indonesia di tengah berbagai tantangan global dan domestik, seperti meningkatnya inflasi global, tekanan pada nilai tukar rupiah, dan upaya untuk memperkuat prospek meningkatkan ekonomi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis lebih mendalam alasan di balik keputusan BI untuk menaikkan BI Rate, serta dampaknya terhadap stabilitas perekonomian dan sektor perbankan di Indonesia. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi para pembuat kebijakan, pelaku pasar, dan masyarakat luas. Inflasi adalah kondisi di mana harga-harga secara umum terus meningkat, bukan hanya satu atau dua barang saja. Hal ini menyebabkan nilai uang semakin turun. Menurut (Manulang,1. , inflasi terjadi akibat peredaran uang yang semakin banyak di masyarakat. Semakin banyak uang yang beredar, semakin tinggi pula permintaan barang dan jasa. Hal ini mendorong kenaikan harga. Akibat inflasi, daya beli masyarakat menurun. Dengan pendapatan yang sama, mereka bisa membeli lebih sedikit barang dan jasa dibandingkan sebelum inflasi Hal ini dijelaskan oleh (Cristanti et al. , 2. bahwa inflasi secara riil menurunkan tingkat pendapatan masyarakat. Bank Indonesia memegang peran krusial dalam menjaga stabilitas inflasi agar tetap rendah dan terkendali. Hal ini menjadi indikator penting bagi kesehatan perekonomian nasional dan menunjukkan pengelolaan perekonomian yang baik. Dari sudut pandang masyarakat dan dunia usaha, inflasi merupakan faktor signifikan yang memengaruhi pengambilan keputusan. Oleh karena itu, peran inflasi juga penting bagi pemerintah dalam menetapkan kebijakan perekonomian yang tepat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat (Utari et al. , 2. Suku bunga acuan, juga dikenal sebagai BI rate, ditetapkan oleh Bank Indonesia sebagai standar bagi institusi kuangan bank di Indonesia. BI Rate disesuaikan dengan kondisi perekonomian oleh bank Indonesia. Dalam rapat Dewan Gubernur (RDG) sebulan sekali. Bank Indonesia mengeluarkan kebijakan untuk mencapai sasaran operasional kebijakan moneter melalui pengelolaan likuiditas di pasar uang. Perkembangan suku bunga Pasar Uang Antar Bank Overnight (PUAB O/N) adalah bukti implementasi kebijakan tersebut. Tingkat bunga adalah harga yang harus dibayar oleh peminjam untuk mendapatkan dana dari pemberi pinjaman dalam jangka waktu yang disepakati (Darmawi 2. , perbedaan antara tingkat bunga pinjaman nominal, yang digunakan sebagai referensi untuk menentukan besarnya bunga yang harus dibayar oleh peminjam (Sukirno 2. Perubahan suku bunga diharapkan berdampak pada bunga tabungan dan pinjaman. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif digunakan untuk menganalisis alasan di balik keputusan Bank Indonesia (BI) dalam menaikkan suku bunga acuan (BI Rat. sebesar 6,25%. Data kualitatif ini diperoleh dari laporan resmi Bank Indonesia, artikel jurnal, dan berita yang relevan. Analisis konten digunakan untuk Ropida yulianti. Imelin Sagita S pardosi. Marleni Debora Boymau. Khofifah Salsabila. Journal of Hupo_Linea Vol. 5 No. mengidentifikasi dan menganalisis alasan-alasan yang dikemukakan oleh Bank Indonesia dalam keputusannya untuk menaikkan BI rate. Hasil dan Pembahasan Alasan Dibalik Kenaikan BI rate dalam stabilisasi ekonomi Bank Indonesia (BI) memainkan peran krusial dalam menjaga kelancaran dan stabilitas sistem perbankan di Indonesia. Kerjasama erat antara pemerintah, bank, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam meningkatkan kualitas perbankan nasional. BI menjalankan tugas pengawasan terhadap berbagai aspek sistem keuangan, termasuk konsistensi, kredit, tabungan, pembayaran, manajemen risiko, dan kebijakan perbankan. Regulator. BI memiliki kewenangan untuk mengatur sistem perbankan nasional melalui pembentukan Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) dan menangani berbagai Sebagai permasalahan yang dihadapi oleh bank. Upaya BI ini bertujuan untuk menciptakan sistem perbankan yang sehat, kuat, dan terpercaya, sehingga dapat mendorong meningkatkan perekonomian nasional dan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat Indonesia. (Khairi & Dalimunthe, 2. Menangani kegagalan bank merupakan tanggung jawab kolektif yang dipikul pemerintah, bank, dan masyarakat pengguna jasa perbankan. Dalam hal ini. Bank Indonesia (BI) memainkan peran penting dalam menstabilkan perekonomian melalui berbagai Upaya BI ini berkontribusi signifikan dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi keuangan. Pembentukan Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) dan berbagai inisiatif regulasi lainnya merupakan contoh langkah konkret yang diambil BI untuk memastikan keamanan dan kesehatan sistem perbankan. Dengan menjaga stabilitas, kelancaran, dan kepercayaan masyarakat terhadap sektor keuangan. BI turut mendorong meningkatkan perekonomian nasional dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Penguatan modal, peningkatan manajemen risiko, dan peningkatan daya tahan institusi perbankan terhadap kondisi perekonomian yang sulit adalah bukti bahwa langkah-langkah yang diambil oleh Bank Indonesia (BI) untuk menyehatkan institusi perbankan telah menguntungkan perekonomian . Berikut ini adalah beberapa contoh dampak tindakan BI pada penyehatan institusi perbankan: Meningkatkan Sistem Peraturan dan Pengawasan Perbankan Penguatan regulasi dan pengawasan perbankan adalah hasil dari upaya BI untuk menyehatkan institusi perbankan. Ini merupakan tindakan sistematis dan komprehensif yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan dan stabilitas sektor perbankan, yang merupakan komponen penting dari sistem keuangan nasional. Bank Indonesia (BI) telah mengambil berbagai langkah untuk menjawab tantangan pasar keuangan global dan memastikan ketangguhan sistem perbankan di tengah meningkatnya risiko. BI telah berupaya untuk menjaga stabilitas sektor perbankan dengan mengantisipasi dan mengelola risiko yang muncul akibat kondisi perekonomian global yang dinamis. Dalam rangka menjamin penerapan prinsip-prinsip kehati-hatian dalam operasional bank. Bank Indonesia (BI) telah memperketat regulasi dan pengawasan terhadap industri perbankan. Mengingat peran sentral perbankan dalam mendorong meningkatkan perekonomian yang berkelanjutan. BI telah memutakhirkan dan memperkuat kerangka regulasi guna menciptakan lingkungan yang lebih aman dan terkendali bagi sektor perbankan beroperasi. Studi (Purnamasari, 2. Tindakan-tindakan yang dilakukan Bank Indonesia (BI) menunjukkan upayanya dalam meningkatkan stabilitas sektor perbankan melalui penerapan regulasi yang lebih ketat dan pengawasan yang lebih kuat terhadap institusi-institusi perbankan. Dengan mengimplementasikan aturan dan ketentuan yang lebih rigid. BI bermaksud untuk memitigasi berbagai risiko seperti risiko kredit, risiko konsistensi, dan risiko pasar yang dapat mengancam ketahanan industri perbankan. Ropida yulianti. Imelin Sagita S pardosi. Marleni Debora Boymau. Khofifah Salsabila. Journal of Hupo_Linea Vol. 5 No. Penguatan pengawasan perbankan oleh Bank Indonesia (BI) juga meliputi pengawasan pasar yang lebih aktif dan responsif. BI dapat mengurangi risiko sistemik dan meningkatkan ketahanan sektor perbankan terhadap gejolak perekonomian dengan menerapkan kebijakan makroprudensial (Fadha & Eriyanto, 2. Kebijakan makroprudensial yang diterapkan Bank Indonesia (BI) memungkinkan institusi ini untuk mendeteksi risiko secara dini, termasuk risiko yang menyebar dan berkembang secara sistemik di seluruh sistem keuangan. Dengan kemampuan ini. BI dapat mengambil tindakan-tindakan yang sesuai untuk menanggulangi risiko-risiko tersebut sebelum berdampak lebih luas. Pengembangan Sistem Pembayaran Modern Bagian dari upaya Bank Indonesia (BI) untuk menciptakan lingkungan perbankan yang sehat adalah pengembangan sistem pembayaran kontemporer. Ini juga merupakan upaya untuk menjadi Sektor perbankan yang responsif terhadap perkembangan teknologi dan mampu mengakomodasi kebutuhan perekonomian dan keuangan yang terus berubah. Infrastruktur keuangan nasional diperkuat melalui penggunaan teknologi terbaru, standarisasi proses transaksi, dan penguatan infrastruktur. Institusi perbankan dapat menggunakan ini untuk meningkatkan layanan mereka, mengurangi risiko transaksi, dan membuat transaksi lebih mudah diakses bagi seluruh masyarakat. Di sektor perbankan, inklusi keuangan dan kecepatan transaksi telah dipercepat berkat upaya BI untuk Mengembangkan infrastruktur sistem pembayaran elektronik seperti QR Code Indonesian Standard dan uang elektronik BI juga mendorong fintech dan digitalisasi layanan keuangan. Dengan menerapkan sistem pembayaran yang nyaman sekaligus kreatif. BI dapat meningkatkan meningkatkan bisnis dan meningkatkan daya saing perbankan. Dengan mengintegrasikan teknologi finansial secara seimbang antara inovasi dan keamanan. Bank Indonesia (BI) berupaya menciptakan ekosistem keuangan yang fleksibel dan responsif terhadap kebutuhan nasabah. Di sisi lain. Bank Indonesia (BI) menekankan akan pentingnya dalam pengawasan serta regulasi yang tepat terhadap sistem pembayaran untuk menjaga stabilitas institusi perbankan. Penindakan ini mencakup penerapan standar keamanan tingkat tinggi, kebijakan anti pencucian uang, dan pengawasan tingkat tinggi terhadap penyelenggara sistem pembayaran serta institusi keuangan digital. Dengan ini. BI berperan dalam memastikan keamanan dan kesehatan institusi perbankan. Pada akhirnya memberikan sebuah manfaat bagi pelaku usaha, industri keuangan, dan masyarakat umum melalui pengembangan sistem pembayaran yang modern. Tindakan ini memberikan landasan yang kuat untuk meningkatkan status perekonomian di Indonesia yang berkelanjutan dan inklusif. Penutup Salah satu dari dua efek tindakan Bank Indonesia (BI) dalam meningkatkan BI rate adalah untuk stabilisasi ekonomi, yaitu dengan meningkatkan regulasi dan pengawasan perbankan dan mengembangkan sistem pembayaran modern. Terbukti bahwa BI telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap stabilitas perekonomian Indonesia melalui penguatan regulasi, peningkatan pengawasan, dan pengembangan sistem pembayaran modern. BI dapat terus memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas perekonomian Indonesia dan meningkatkan inklusi keuangan bagi semua lapisan masyarakat. Referensi