Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 13 No. 3 Tahun 2024 Formulasi Sediaan Nutrasetikal Powder Drink Kulit Bawang Merah Brebes (Allium cepa L. Alik Kandhita Febriani1. Rifqi Ferry Balfas*2. Yunika Purwanti3. Ifani Maesarah4 Fakultas Ilmu Kesehatan,Universitas Muhadi Setiabudi. Indonesia Fakultas Ilmu Kesehatan,Universitas Bhamada Slawi. Indonesia Fakultas Sains dan Teknologi. Universitas Muhadi Setiabudi. Indonesia e-mail: *2rifqi. balfas@gmail. Article Info Abstrak Article history: Submission September 2024 Review September 2024 Accepted September 2024 Indonesia, yang dikenal dengan keanekaragaman hayatinya yang melimpah, memiliki banyak tanaman obat yang berpotensi untuk dikembangkan. Salah satunya adalah bawang merah (Allium cepa L. ), yang merupakan komoditas sayuran unggulan dengan peranan penting bagi masyarakat, baik dari segi nilai ekonomi maupun kandungan Bawang merah mengandung berbagai metabolit sekunder, antara lain flavonoid, tanin, saponin, minyak atsiri, kaempferol, flavonglikosida, floroglusin, dihidroaliin, sikloaliin, metiallin, quercetin, dan polifenol. Selain itu, sulfur juga terdapat pada bagian umbinya. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan kulit bawang merah menjadi sediaan nutrasetikal berupa minuman serbuk . owder drin. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental di laboratorium, yaitu dengan memformulasi sediaan nutrasetikal powder drink kulit bawang merah dan uji fisik hasil penelitian dapat diketahui bahwa pengujian fisik sediaan sediaan powder drink kulit bawang merah memberikan hasil bahwa yang memenuhi pada uji kadar abu, pH, waktu larut, waktu alir dan kompresibilitas, walaupun tidak semua formula dapat memenuhi syarat. Sedangkan pada uji kadar air dan sudut diam sediaan powder drink kulit bawang merah tidak memenuhi persyaratan yang ada. Kata kunci:bawang merah, sediaan powder drink. Uji fisik sediaan. Ucapan terima kasih: Ditujukan pada Direktorat Riset. Teknologi Pengabdian Masyarakat (DRTPM) dan Direktorat Akademik Pendidikan Tinggi Vokasi (DAPTV) memberikan dana hibah Penelitian Dosen Pemula. Selain itu ucapan terima kasih untuk Laboratorium Terpadu Universitas Muhadi Setiabudi Brebes Laboratorium Farmasi Universitas Bhamada Slawi - Tegal untuk tempat Abstract Indonesia, known for its rich biodiversity, boasts many medicinal plants with significant development potential. One such plant is shallots (Allium cepa L. ), a valuable vegetable commodity that plays an important role in society due to its economic and nutritional Shallots are rich in various secondary metabolites, including flavonoids, tannins, saponins, essential oils, kaempferol, flavonglycosides, phloroglucin, dihydroaliin, cycloaliin, metiallin, quercetin, and polyphenols, with sulfur also present in the tubers. This research aims to formulate shallot skin into a nutraceutical powder drink. Using experimental laboratory methods, we formulated the shallot skin powder drink and conducted physical tests on the preparation. The results indicated that while the formulations met the criteria for ash content, pH, dissolution time, flow time, and compressibility, not all formulas satisfied the requirements. Specifically, the shallot skin powder drink did not meet the standards for water content and angle of repose. Keywords:, powder drink preparation, physical testing of the formulation. DOI A. A2020Politeknik Harapan Bersama Tegal Alik Kandhita Febriani . Rifqi Ferry Balfas . Yunika Purwanti . Ifani Maesarah . Vol 3 ( 3 ) 2024 , pages 365-369 Alamat korespondensi: Prodi S1 Farmasi Universitas Bhamada SLawi Jl. Cut Nyak Dien No. Griya Prajamukti. Kalisapu. Kec. Slawi. Kabupaten Tegal. Jawa Tengah 52416 E-mail: rifqi. balfas@gmail. p-ISSN: 2089-5313 e-ISSN: 2549-5062 Alik Kandhita Febriani . Rifqi Ferry Balfas . Yunika Purwanti . Ifani Maesarah . Vol 3 ( 3 ) 2024 , pages 365-369 A. Pendahuluan Indonesia, keanekaragaman hayatinya yang melimpah, memiliki banyak tanaman obat yang berpotensi untuk dikembangkan. Salah satunya adalah bawang merah (Allium cepa ), yang merupakan komoditas sayuran unggulan dengan peranan penting bagi masyarakat, baik dari segi nilai ekonomi maupun kandungan gizinya. Hampir semua masakan menggunakan bawang merah sebagai bumbu penyedap. Selain itu, komoditas ini juga menjadi sumber pendapatan dan peluang kerja yang signifikan untuk pertumbuhan ekonomi daerah. Meskipun para petani menunjukkan minat yang tinggi dalam membudidayakan bawang merah, mereka masih menghadapi berbagai tantangan dalam proses produksinya, baik yang bersifat teknis maupun ekonomis . Bawang merah mengandung berbagai metabolit sekunder, antara lain flavonoid, tanin, saponin, minyak atsiri, kaempferol, flavonglikosida, floroglusin, dihidroaliin, sikloaliin, metiallin, quercetin, dan polifenol. Selain itu, sulfur juga terdapat pada bagian umbinya . Produk nutrasetikal adalah istilah baru yang berasal dari gabungan kata "nutrition" . dan "pharmaceutical" . bat-obata. Nutrasetikal merujuk pada zat yang berupa makanan dan minuman yang memberikan manfaat medis untuk kesehatan, termasuk dalam pencegahan dan pengobatan penyakit. Bentuk nutrasetikal dapat terdiri dari matriks pangan . akanan dan minuma. serta matriks non-pangan . eperti kapsul, bubuk, cairan, dan table. , yang mencakup suplemen makanan dan minuman serta obat-obatan herbal . Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan kulit bawang merah Brebes menjadi sediaan nutrasetikal berupa minuman serbuk . owder drin. Sediaan ini diharapkan dapat menjadi pilihan minuman kesehatan yang mendukung pola hidup sehat. Metode Metode dalam penelitian ini menggunakan metode eksperimental di laboratorium. Metode ini digunakan untuk memformulasi sediaan nutrasetikal powder drink kulit bawang merah dan uji fisik sediaan. Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah peralatan gelas pyrex seperti: thermometer, erlenmeyer, beaker glass, corong kaca, gelas ukur, botol vial, cawan penguap, pipet tetes, kertas saring, pHmeter, timbangan analitik (Fujits. Flow tester, alat uji kompresibilitas, moisture analzer, oven (Kri. , krus, penjepit krus, tanur, waterbath, kompor gas, baskom, mixer (Philip. , blender (Mitochib. , kain flannel, sendok kayu, wajan cekung, pisau, stopwatch dan ayakan mesh Bahan Kulit bawang merah Brebes (Allium cepa aggregatu. , etanol 96%, tween 80, maltodekstrin, carboxymethyl cellulose. Prosedur Kerja Persiapan Sampel Kulit bawang merah (Allium Cepa L. dicuci dengan air mengalir dan dikeringkan dengan diangin-anginkan. Setelah itu disortasi kering untuk memisahkan kulit bawang yang rusak karena proses pencucian dan pengeringan. Ekstraksi Kulit Bawang Merah sebanyak 50gr diekstraksi dengan penyarian menggunakan Teknik blanching selama 5 menit pada suhu Kemudian diblender dengan air perbandingan 1:1 selama A 3 menit. Hasil blender disaring dengan kertas saring, maka dihasilkan sari kulit bawang merah . Formulasi Sediaan Formula sediaan powder drink kulit bawang merah disajikan pada tabel 1. Penelitian ini dirancang dengan tiga formula yang berbeda dari konsentrasi ekstrak kulit bawang merah. Pertama, campur serbuk kulit bawang merah, tween 80, dan, maltodekstrin. Blender sampai berbusa lalu letakkan busa pada aluminium foil. Keringkan di oven pada suhu 700C selama 2-3 jam. Kemudian keluarkan dari oven, lalu blender sampai menjadi serbuk halus. Ayak dengan ayakan 80 mesh . Tabel 1. Formulasi sediaan powder drink kulit bawang merah. Alat Formula Alik Kandhita Febriani . Rifqi Ferry Balfas . Yunika Purwanti . Ifani Maesarah . Vol 3 ( 3 ) 2024 , pages 365-369 Nama Bahan Ekstrak Kulit Bawang Merah Maltodekstrin Tween 80 Carboxymehy l Cellulose Akuades Ad 100 F II F i Ad 100 Ad 100 stopwatch hingga semua sudah mengalir dan stopwatch dimatikan lalu dihitung waktu alirnya . Uji Sudut Istirahat Pengujian sudut istirahat dilakukan dengan memasukkan 10 gram sampel ke dalam corong alat flow tester. Corong flow tester dipasang 10 cm dari permukaan datar. Lalu dihitung diameter dan tinggi kerucut yang terbentuk dari serbuk . Uji Fisik Sediaan Powder Drink Organoleptik Uji organoleptik untuk sediaan powder drink dapat berupa pengamatan terhadap warna, aroma, dan tekstur sediaan . Uji Kadar Abu Sampel ditimbang sejumlah 1 gram lalu dimasukkan ke dalam krus. Kemudian krus dipijarkan perlahan. Kemudian dinaikkan secara bertahap hingga A600 AC. Lalu didinginkan dalam desikator. Abu yang ada dalam krus ditimbang kemudian dihitung persentasenya terhadap berat awal sampel . Uji Kadar Air Sampel 1 g ditimbang dalam cawan moisture balance pada suhu 105AC lalu ditutup. beberapa menit muncul hasil kadar airnya dan dapat dihitung . Uji pH Sampel ditimbang sejumlah 1 gram lalu dilarutkan dengan pelarut akuades. Alat pH meter dicelupkan ke dalam larutan sampel maka akan muncul angka pada layer alat . Uji Waktu Larut Sampel 5 g dilarutkan dalam 250 ml air, lalu aduk homogenkan dengan magnetic stirrer dengan kecepatan 150 rpm. Uji ini dilakukan pada tiga suhu yang berbeda: dingin . AC), suhu ruang . AC), dan hangat . AC). itu dicatat kecepatan pelarutan menggunakan stopwatch untuk dapat mengukur waktu yang diperlukan sampai sampel terlarut sempurna dalam air . Uji Waktu Alir Sampel 10 gram serbuk dimasukan ke dalam corong dan ditutup di bagian bawahnya. Setelah itu dibuka sambil menyalakan Uji Kompresibilitas Penentuan kompresibilitas dapat dilakukan dengan data yang diperoleh dari bulk density dan tapped density . Hasil dan Pembahasan Pada penelitian ini ekstraksi dari 50gr kulit bawang merah menghasilkan 200ml sari yang didapatkan untuk dilanjutkan membuat formulasi, ekstraksi dan formulasi dilakukan dari tahapan sortasi basah, sortasi kering, penghalusan, pengendapan dan pemanasan. Tujuan dari proses penghalusan sampel adalah untuk merusak atau memecahkan selsel yang ada dalam sampel, sehingga organel sel dapat keluar dan larut dalam air. Selain itu, menghaluskan gumpalan kristal yang telah kering, dengan tujuan mengurangi ukuran partikel . Formulasi yang sudah didapat dari F I. F II dan F i dilakukan uji fisik sediaan powder drink kulit bawang merah. Uji Fisik sediaan powder drink yang dilakukan yaitu uji Organolpetik, kadar abu, kadar air, pH, waktu kompresibilitas, hasil yang sudah didapat sebagai berikut: Uji Organoleptik Uji organoleptik dilakukan untuk mengenali karakteristik atau keaslian tanaman yang digunakan dalam pembuatan serbuk instan. Pengujian ini mencakup observasi terhadap aroma, warna, rasa, dan tekstur serbuk instan Pada uji organoleptik sediaan powder drink kulit bawang merah data disajikan pada tabel 2. Tabel 2. Hasil uji organoleptis sediaan powder drink kulit bawang merah. Formula Alik Kandhita Febriani . Rifqi Ferry Balfas . Yunika Purwanti . Ifani Maesarah . Vol 3 ( 3 ) 2024 , pages 365-369 Uji Warna Bentuk Aroma F II Merah Merah bata muda bata Padat Padat Sedikit khas Sedikit F i ketidakstabilan fisik produk . Pada uji kadar air sediaan powder drink kulit bawang merah data disajikan pada tabel 4. Tabel 4. Hasil uji kadar air sediaan powder drink kulit bawang merah. Merah bata Padat Sedikit Uji Pada FI. FII dan Fi memiliki bentuk dan aroma yang sama, sedangkan hasil dari warna adanya perbedaan dari segi Warna tersebut dipengaruhi dari semakin banyak bahan yang digunakan menghasilkan warna yang semakin tua . Uji Kadar Abu Kadar abu adalah kombinasi dari komponen anorganik atau mineral yang terdapat dalam bahan pangan. Bahan pangan memiliki kandungan 96% bahan organik dan air, dan sisanya unsur mineral yang dikenasebagai zat anorganik atau kadar abu. Uji kadar abu memperlihtakan total mineral bahan pangan. Pada saat pembakaran, bahan organik akan terbakar habis, sedangkan komponen anorganiknya tetap ada. Hasil dari yang tersisa disebut kadar abu . Hasil kadar abu disajikan dalam tabel 3. Tabel 3. Hasil uji kadar abu sediaan powder drink kulit bawang merah. Uji Kadar Abu Formula F II F i Kadar Air F i Hasil uji kadar air pada F I memiliki hasil yang paling tinggi dibandingkan dengan yang lain yaitu 8. 74%, dalam persyaratan yang ditetapkan bahwa kadar air tidak mememuhi syarat mutu kadar air pada sediaan powder drink tradisional O 3% . Pada bawang merah memiliki kandungan air awal yang tinggi hingga 86. 7% sehingga mempengaruhi dalam uji kadar air . Uji pH Pengujian pH dilakukan untuk menentukan tingkat keasaman suatu memastikan bahwa produk tersebut aman untuk dikonsumsi oleh makhluk hidup dan tidak yang dapat menyebabkan iritasi . Uji pH pada sediaan powder drink kulit bawang merah sebanyak tiga kali replikasi dan menghasilkan rata-rata yang disajikan pada tabel 5. Tabel 5. Hasil uji pH sediaan powder drink kulit bawang merah. Hasil uji kadar abu pada F I yang memenuhi persyaratan kadar abu dalam sediaan powder drink tidak lebih 5% . Pada F II dan F i tidak memenuhi karena lbh dari 1. sehingga Kadar abu yang tinggi berkorelasi dengan adanya kandungan mineral yang semakin besar dan kadar mineral juga tinggi . Uji Kadar Air Pengujian kadar air dilakukan untuk mengukur jumlah kandungan air dalam Mikroorganisme dapat tumbuh ketika kadar air yang terlalu tinggi dan dapat menyebabkan Formula F I F II Uji Formula F II F i Hasil pengujian pH menunjukkan bahwa FI. FII dan Fi memenuhi rentang standar, sehingga powder drink kulit bawang merah aman untuk Rentang pH yang diharapkan untuk serbuk instan adalah antara 5 hingga 7 . Uji Waktu Larut Pengujian waktu larut dilakukan untuk mengukur lamanya proses pelarutan suatu sediaan. Satu indicator dari kelarutan adalah indikator dari sifat fisik serbuk. Semakin tinggi kelarutan. Alik Kandhita Febriani . Rifqi Ferry Balfas . Yunika Purwanti . Ifani Maesarah . Vol 3 ( 3 ) 2024 , pages 365-369 semakin banyak komponen yang dapat terlarut . Hasil waktu larut disajikan pada tabel 6. Tabel 6. Hasil uji waktu larut sediaan powder drink kulit bawang merah. Uji Waktu Larut (Deti. Formula F II F i disajikan pada tabel 8. Tabel 8. Hasil uji sudut diam sediaan powder drink kulit bawang merah. Sudut Diam . Uji Waktu Alir Tujuan dari waktu alir untuk mengetahui sifat alir dari sediaan powder drink yang dibuat, dengan cara mengalirkan sejumlah serbuk dalam suatu alat . , hasil uji waktu alir disajikan pada tabel 7. Tabel 7. Hasil uji waktu alir sediaan powder drink kulit bawang merah. Uji Waktu Alir ram/deti. Formula F II F i Hasil uji sudut diam dari setiap formulasi tidak memenuhi standar yang ditetapkan, yaitu antara 25o hingga 45o. Sudut diam granul dipengaruhi oleh kadar kelembapan. jika kelembapan tinggi, sudut diam serbuk akan meningkat. Hal ini disebabkan oleh gaya kohesi yang kuat antara partikel, yang menyebabkan terbentuknya gumpalan yang sulit untuk mengalir . Uji waktu larut sediaan powder drink kulit bawang merah pada yang paling cepat larut yaitu pada F II sebesar 22. detik sehingga semua formula powder drink memenuhi daya larut yang baik dengan persyaratan kurang dari 5 menit . Uji Formula F II F i Uji Kompresibilitas Nilai kompresibilitas mencerminkan sifat aliran serbuk, di mana nilai yang lebih rendah menunjukkan kualitas aliran yang lebih baik dibandingkan dengan nilai yang tinggi . Hasil uji kompresibilitas disajikan pada tabel 9. Tabel 9. Hasil uji kompresibilitas sediaan powder drink kulit bawang Kompresibil 30 itas (%) Hasil menunjukan bahwa Fi lebih lama waktu mengalir dari pada FI dan FII, dikarenkana Fi memiliki kadar air yang lebih tinggi. Uji waktu alir mememunhi dalam kecepatan waktu alir O 10 detik dalam 100 gram serbuk sehingga tidak boleh lebih dari Ou 10gram/detik, tersebut memenuhi persyaratan . Uji sudut diam Uji sudut diam dilakukan pada sediaan powder drink kulit bawang merah. Pengujian ini adalah lanjutan dari uji waktu alir, yang menggambarkan kemampuan alir sediaan melalui sudut kerucut yang terbentuk. Jika kerucut yang dihasilkan semakin datar, maka sudut diam yang terukur akan semakin kecil, menunjukkan bahwa sifat alirnya kurang baik . Hasil uji sudut diam Uji Formula F II F i Kompresibilitas yang diperoleh dari sediaan minuman serbuk instan adalah 30%, yang mengindikasikan bahwa persentase kompresibilitas tersebut termasuk dalam kategori buruk, dengan rentang antara 25-32% . Simpulan Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa pengujian fisik sediaan sediaan powder drink kulit bawang merah memberikan hasil bahwa yang memenuhi pada uji kadar abu, pH, waktu larut, waktu alir dan kompresibilitas, walaupun tidak semua formula dapat memenuhi syarat. Sedangkan pada uji kadar air dan sudut diam sediaan powder drink kulit bawang merah tidak memenuhi persyaratan yang ada. Alik Kandhita Febriani . Rifqi Ferry Balfas . Yunika Purwanti . Ifani Maesarah . Vol 3 ( 3 ) 2024 , pages 365-369 Pustaka