Dunamis: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani. Vol. No. Oktober 2026 Dunamis: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Volume 11. Nomor 1 (Oktober 2. ISSN 2541-3937 . , 2541-3945 . https://w. id/e-journal/index. php/dunamis DOI: 10. 30648/dun. Submitted: 3 Mei 2025 Accepted: 19 April 2026 Published: 2 Juni 2026 Yudas Iskariot dan Narasi Pengampunan: Menggugat Finalitas Penghakiman dalam Tradisi Kristen Tiopan Aruan Sekolah Tinggi Teologi Soteria Purwokerto tiopan@sttsoteria. Abstract The figure of Judas Iscariot has historically been labeled as a symbol of failure, betrayal, and eternal damnation. In many Christian traditions, the narrative of Judas Iscariot concludes with the final judgment, leaving no room for restoration or forgiveness. This article intends to challenge that understanding through a narrative approach and a hermeneutic of forgiveness, by re-examining the story of Judas Iscariot from theological, ethical, and pastoral perspectives. It compares the responses of remorse shown by Judas Iscariot and Peter, while also exploring insights from theologians such as Karl Barth. David Bentley, and Miroslav Volf. Thus, this paper highlights the possibility of forgiveness within God's plan of salvationAieven for the Auson of perdition. Ay Keywords: grace. Abstrak Tokoh Yudas Iskariot secara historis telah dilabel sebagai simbol kegagalan, pengkhianatan, dan kebinasaan kekal. Dalam banyak tradisi Kristen, narasi tentang Yudas Iskariot berujung pada finalitas hukuman, tanpa ruang untuk pemulihan atau pengampunan. Artikel ini berupaya menantang pemahaman tersebut melalui pendekatan naratif dan hermeneutika pengampunan, dengan menelaah kembali kisah Yudas Iskariot secara teologis, etis, dan pastoral, dan dengan membandingkan respons penyesalan Yudas Iskariot dan Petrus serta mengeksplorasi pemikiran dari teolog-teolog seperti Karl Barth. David Bentley, dan Miroslav Volf. Dengan demikian, tulisan ini menyoroti kemungkinan adanya ruang pengampunan dalam rencana keselamatan Allah, bahkan bagi Auanak kebinasaanAy sekalipun. Kata Kunci: kasih karunia. 38 CopyrightA 2026. Dunamis. ISSN 2541-3937 . , 2541-3945 . Dunamis: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani. Vol. No. Oktober 2026 PENDAHULUAN Dalam tradisi Kristen arus utama. Yudas Iskariot dikenang sebagai figur tragis bukan hanya sebagai tokoh pengkhianat, tetapi sebagai cermin kompleksitas kemanusiaan dan misteri pengampunan ilahi. yang menjadi simbol pengkhianatan. Label Merujuk pada tulisan-tulisan gereja sebagai Auanak kebinasaanAy (Yoh. se- awal, pandangan tentang Yudas Iskariot da- ring kali dipahami sebagai vonis teologis lam sejarah gereja memang didominasi oleh yang tidak bisa dicabut. Ia bukan hanya ga- stigma negatif. Misalnya dalam tulisan para gal sebagai murid Yesus Kristus, tetapi juga bapa gereja seperti Origenes. Tertulian ser- sebagai manusia yang dianggap tidak layak ta Agustinus. Yudas ditempatkan pada posi- menerima belas kasihan Allah. Dalam ber- si sebagai sosok yang tidak hanya berdosa bagai khotbah para pendeta di gereja. Yudas besar, tetapi juga secara esensial terkutuk. Iskariot sering kali dikontraskan dengan Agustinus, misalnya, yang sangat tegas me- Petrus, di mana Yudas Iskariot mati dalam ngatakan bahwa Yudas Iskariot memang se- keputusasaan, namun Petrus dipulihkan dan jak awal sudah ditentukan untuk binasa, men- dipakai kembali oleh Tuhan. Kontras ini jadi alat yang memungkinkan keselamatan menjadi dasar bagi banyak pengajaran bah- Allah tergenapi, namun tanpa ada sedikit pun wa Yudas Iskariot adalah contoh nyata dari harapan pemulihan. Dalam bukunya AuEnchi- keselamatan yang gagal. ridion on Faith. Hope, and Love,Ay Agustinus Namun, benarkah demikian? Apa- memberikan pandangannya bahwa Allah de- kah kisah Yudas Iskariot semata-mata ditu- ngan sengaja memakai kejahatan Yudas jukan untuk memperingatkan kita akan ba- Iskariot untuk tujuan yang mulia, dan atas hayanya pengkhianatan, ataukah terdapat la- kejahatan tersebut. Yudas Iskariot tetap mem- pisan naratif lain yang belum cukup dieks- 1 Akibat panda- plorasi? Bagaimana jika kita membaca ulang ngan Agustinus ini pada akhirnya memben- kisah Yudas Iskariot bukan dalam kerangka tuk pemahaman gereja abad pertengahan deterministik, melainkan dalam terang na- hingga modern tentang figur Yudas Iskariot. rasi pengampunan dan kasih karunia yang Dalam tinjauan banyak literatur dan radikal? Artikel ini berupaya menjawab per- pandangan tradisional gereja, gambaran tanyaan-pertanyaan tersebut dengan mem- Yudas Iskariot sebagai sosok terkutuk telah buka kembali diskusi tentang Yudas Iskariot, mengakar dalam tradisi Kristen sejak awal Agustine. Enchiridion of Faith. Hope and Love (New York: New City Press, 1. , 26-27. 39 CopyrightA 2026. Dunamis. ISSN 2541-3937 . , 2541-3945 . Dunamis: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani. Vol. No. Oktober 2026 sejarah gereja. Dalam Injil. Yudas Iskariot yang dengan tegas menyatakan pengkhia- ditampilkan sebagai pengkhianat (Mat. natan Yudas Iskariot sebagai bagian dari 14-. , dirasuki iblis (Yoh. , dan di- providensi Allah. Yudas Iskariot menjadi sebut Auanak kebinasaanAy (Yoh. Pe- instrumen kehendak Allah, tetapi tidak ter- nafsiran gereja sepanjang sejarah kemudian masuk dalam keselamatan. 5 Pada akhirnya, mengembangkan pemahaman bahwa ketiga pandangan Calvin ini mewarnai liturgi, se- hal ini mengarah pada status kebinasaan ni, dan budaya Kristen Barat, di mana Yudas Yudas Iskariot. 2 Ketiga label ini memben- Iskariot tampil sebagai figur jahat tanpa ha- tuk simpulan teologis bahwa Yudas Iskariot Sebaliknya. Petrus mendapat ruang ditentukan untuk binasa dan mustahil untuk Namun, pendekatan ini menim- Pandangan ini diperkuat oleh bulkan persoalan etis dan pastoral. Jika ka- salah satu bapa gereja yang berpengaruh, sih karunia Allah tak terbatas, mengapa Tertullianus, yang menyatakan dengan te- Yudas Iskariot dikecualikan? Mengapa pe- gas bahwa dosa Yudas Iskariot lebih berat nyesalan Yudas Iskariot tak mendapat tem- daripada Petrus karena Petrus segera berto- pat, sementara Petrus dipulihkan? bat, sedangkan Yudas Iskariot mengakhiri Di sisi lain, beberapa teolog kon- hidupnya dengan gantung diri, yang menja- temporer mencoba membuka ruang pemba- di tanda final kebinasaannya. caan yang lebih manusiawi terhadap Yudas Origenes pada awalnya sedikit mem- Iskariot. Misalnya. Hans Urs von Balthasar berikan nuansa yang berbeda dibandingkan dalam bukunya AuDare We Hope That All dengan pendapat Tertullianus, yang mem- Men Be Saved?Ay mempertanyakan asumsi buka kemungkinan belas kasih Allah sam- keselamatan yang tertutup bagi individu se- pai menjangkau Yudas Iskariot, namun pa- perti Yudas Iskariot. Argumennya terletak da akhirnya dia tetap terperangkap oleh tra- pada pemahaman bahwa penghakiman final disi sehingga dia juga setuju bahwa Yudas belum terjadi, sehingga tidak ada seorang Iskariot akan mengalami kehancurannya. pun yang berhak menyimpulkan bahwa Hal ini semakin diperkuat oleh John Calvin. Yudas Iskariot sudah pasti binasa atau bah- Evans. The First Christian Theologians: An Introduction to Theology in the Early Church (Oxford: Blackweell Publishing, 2. , 202-4. Tertullianus. AuDe Paenitentia,Ay in Ante-Nicene Fathers. Vol. 3, ed. Alexander Roberts and James Donaldson (Peabody. MA: Hendrickson Publisher, 1. , 661. Origenes. AuContra Celsum, 4. 72,Ay in Origen: Contra Celsum, ed. Henry Chadwick (Cambridge: Cambridge University Press, 1. , 212. John Calvin. Institutes of the Christian Religion (Peabody. MA: Hendrickson Publisher, 2. , 236. 40 CopyrightA 2026. Dunamis. ISSN 2541-3937 . , 2541-3945 . Dunamis: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani. Vol. No. Oktober 2026 kan bahwa siapa pun di dunia binasa. 6 Da- Sekarang jika ditarik lebih jauh da- sar pemahamannya terletak pada tidak ter- lam konteks pastoral dan homiletik, sosok batasnya kasih karunia Allah kepada setiap Yudas Iskariot sering kali dijadikan simbol manusia yang dikasihi-Nya. Allah yang me- kehancuran akibat dosa yang tidak terampu- ngasihi manusia ciptaan-Nya, maka Dia sen- Padahal, jika ditelusuri lebih saksama, diri yang punya hak atas klaim selamat atau nasib tragis Yudas Iskariot seharusnya bisa tidaknya seseorang. menjadi refleksi tentang bagaimana komu- Sejalan dengan Balthasar, dengan se- nitas gereja memperlakukan mereka yang dikit pengembangan. James Breech dalam jatuh ke dalam dosa berat. Sehingga perta- AuThe Silence of JesusAy memandang Yudas nyaannya untuk gereja saat ini: apakah ge- Iskariot sebagai representasi umat manusia reja membuka ruang pemulihan, atau malah yang masih terus bergumul dengan moral- mempercepat kehancuran mereka melalui nya sendiri di tengah lingkungan di mana stigma dan penghakiman? Mengenai hal ini, dia berada. Dalam konteks Yudas Iskariot. Anthony Bloom mengingatkan gereja saat dia bergumul atas moralnya di bawah teka- ini bahwa dosa terberat bukanlah kejatuhan nan sosial-politik dan ekspektasi mesianis itu sendiri, tetapi keputusasaan seseorang Dengan tegas James Breech yang jatuh dalam dosa namun tidak melihat mengatakan bahwa pengkhianatan Yudas belas kasihan Allah melalui orang yang ada Iskariot bukan hanya sekadar soal uang atau di sekitarnya. keserakahan saja, tetapi kompleksitas keke- Bahkan kalau kita merujuk pada teks cewaannya serta ketegangan batinnya seba- Alkitab sendiri, misalnya dalam Matius 27: gai seorang murid yang melihat Tuhan Yesus 3-5, menyiratkan pergumulan Yudas Iskariot tidak memenuhi ekspektasi nasionalis bang- setelah perbuatannya. Ia mengembalikan sa Yahudi kala itu. 7 Oleh sebab itu, dapat uang perak dan menyatakan penyesalannya, disimpulkan bahwa Yudas Iskariot tidak se- namun komunitas keagamaannya menolak dang melakukan pengkhianatan, melainkan tanggung jawab dan tidak menawarkan pe- dia hanya gagal dalam memahami jalan sa- Begitu juga dengan para murid lib Yesus Kristus. Tuhan Yesus yang lainnya, yang sudah ber- Hans Urs von Balthasar. Dare We Hope That All Me Be Saved? (California: Ignatius Press, 1. , 2324. James Breech. The Silence Of Jesus (Minneapolis: Fortress Press, 1. , 112. Anthony Bloom. Beginning to Pray (New Jersey: Paulist Press, 1. , 45. 41 CopyrightA 2026. Dunamis. ISSN 2541-3937 . , 2541-3945 . Dunamis: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani. Vol. No. Oktober 2026 sama-sama dengan Yudas Iskariot kurang tidak hanya soal kejatuhan, melainkan men- lebih tiga setengah tahun, yang tidak ada ke- jadi pelajaran tentang harapan kepada ma- tika Yudas Iskariot menyesali perbuatan- nusia yang bergumul dalam kehidupannya. Sehingga dapat disimpulkan, dalam hal ini. Yudas Iskariot sebetulnya pada saat itu sedang terperangkap dalam sistem keagamaan yang kaku dan di tengah manusia egois yang tidak mampu menampung kerapuhan Gereja yang seharusnya menjadi rumah bagi orang-orang yang gagal, bergumul, menyesal dalam hidupnya, bukan hanya sekadar tempat orang saleh berkumpul Dengan demikian, artikel ini berupaya tidak hanya meninjau kembali posisi Yudas Iskariot dalam sejarah teologi, tetapi juga merefleksikan sikap gereja masa kini terhadap orang-orang yang jatuh. Apakah gereja masih memandang dosa besar sebagai akhir dari segala kehidupan seseorang? Ataukah gereja tetap membuka ruang pengampunan dan kesempatan bagi mereka yang melakukan dosa besar untuk bertobat, me- METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan penulis adalah studi kepustakaan. Studi kepustakaan adalah metode penelitian kualitatif yang dilakukan dengan mengumpulkan data atau informasi dari berbagai sumber tertulis seperti buku teologi, artikel ilmiah, jurnal, maupun dokumen lain yang relevan dengan pembahasan topik. Data tersebut kemudian dianalisis secara interpretatif untuk membangun argumen, sintesis dan refleksi teologis dengan kajian tokoh Yudas Iskariot dalam tradisi Kristen yang berkembang di tengah seminari atau di tengah gereja selama ini serta narasi pengampunan dan finalitas penghakiman dalam perspektif teologi, pastoral, dan etika Kristen. HASIL DAN PEMBAHASAN Eksplorasi Naratif Alkitab minta pengampunan kepada Tuhan? Mela- Narasi tentang Yudas Iskariot tidak lui artikel ini, diharapkan muncul pemaha- hanya hadir dalam satu versi tunggal, tetapi man yang sama bahwa kasih Allah akan se- tersebar dalam Injil, dengan penekanan pa- lalu melampaui kegagalan manusia, sebesar da perspektif yang berbeda. Hal ini menun- apa pun kegagalan tersebut, dan bahwa na- jukkan bahwa kisah Yudas Iskariot bukan rasi tentang pengkhianatan Yudas Iskariot hanya sekadar catatan historis saja, melain- Brenna Manning. The Ragamuffin Gospel (Colorado: Multmonah, 2. , 28. 42 CopyrightA 2026. Dunamis. ISSN 2541-3937 . , 2541-3945 . Dunamis: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani. Vol. No. Oktober 2026 kan memiliki muatan teologis yang bera- wa Yesus memilih dia bukan suatu kekeli- gam tergantung pada penafsiran penulisan ruan melainkan ketetapan-Nya, karena pang- Injil. Oleh karena itu, mengeksplorasi atau gilan Yesus ditujukan untuk membawa se- mempelajari teks-teks ini sangat penting mua orang kepada rekonsiliasi, termasuk me- guna memahami kompleksitas Yudas Iskariot reka yang jatuh dalam dosa. 10 Hal ini berarti dalam korelasinya dengan kasih karunia bahwa Yudas Iskariot merupakan represen- Allah dan potensi terjadinya pemulihan da- tasi manusia yang penuh dosa, rapuh,11 na- lam hidupnya sendiri. Melalui pembacaan mun dia juga tetap dalam jangkauan kasih kritis terhadap teks-teks Injil yang memba- karunia Allah. has Yudas Iskariot ini, dapat ditemukan ke- Pandangan Barth ini penting karena mungkinan narasi alternatif dibandingkan menggeser perspektif tradisional yang ke- dengan narasi finalistik yang selama ini di- rap menganggap Yudas Iskariot binasa. Barth percayai dan diajarkan oleh gereja. justru melihat bahwa ketika Yudas Iskariot Pemilihan Yudas Iskariot sebagai Murid Yesus Kristus dipilih oleh Yesus secara langsung, itu merupakan perwujudan radikal dari kasih karunia Allah itu untuk semua orang. Dengan Injil Markus 3:13-19 . Luk. Barth menunjukkan keberanian 12-. mencatat bahwa Yudas Iskariot ada- Allah untuk menyentuh sisi tergelap dari lah bagian dari kelompok kedua belas mu- manusia, sekaligus bentuk penolakan terha- rid Yesus yang dipilih langsung oleh Yesus. dap determinisme fatalistik. Fakta ini menunjukkan bahwa sejak awal Senada dengan Barth. Wright. Yudas Iskariot berada dalam lingkungan in- dalam bukunya AuJesus and the Victory of tim dengan Yesus dengan berbagai pelaya- God,Ay menegaskan bahwa pemilihan Yudas nan yang dilakukan oleh Yesus. Hal ini ber- Iskariot memiliki pesan teologis yang kuat, arti bahwa pemilihan Yudas Iskariot adalah bahwa Kerajaan Allah itu tidak hanya seka- benar-benar dipilih, bukan semacam kekeli- dar bagi orang yang saleh saja, namun bagi ruan semata. Karl Barth melihat pemilihan semua orang, yang berkonflik, gagal, dan eks- Yudas Iskariot merupakan penegasan bah- trimnya bagi mereka yang menolak Mesias. Karl Barth. Church Dogmatics IV/1 (T&T Clark, 2. , 245-47. Raymond E. Brown. The Death of the Messiah: From Gethsemane to the Grave (New York: Yale University, 1. , 623-25. Wirght. Jesus and the Victory of God (Fortress Press, 1. , 543-45. 43 CopyrightA 2026. Dunamis. ISSN 2541-3937 . , 2541-3945 . Dunamis: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani. Vol. No. Oktober 2026 Semua orang tidak bisa dilepaskan dari ca- parkan dengan jelas bahwa ketika Yudas kupan belas kasihan Allah yang melampaui Iskariot menerima roti dari Yesus, langsung kategorisasi moral manusia. Balthasar mem- kerasukan iblislah dia. Ayat ini sering dimak- beri komentar tegas mengenai hal ini: jika nai sebagai indikasi Yudas Iskariot, setelah Kristus benar-benar adalah penanggung do- kerasukan iblis, berada dalam kendali iblis sa manusia. Yesus Kristus mati di kayu sa- Namun. Raymond E. Brown, lib untuk semua orang, maka setiap orang, mengkritisi bahwa perlu memahami simbol termasuk Yudas Iskariot, berada dalam ca- dan konteks Injil Yohanes yang penuh de- kupan kasih-Nya. Komentar Balthasar yang ngan dikotomi gelap dan terang. 14 Yang me- lebih lanjut mengenai Yudas Iskariot men- mungkinkan bahwa meskipun Yudas Iskariot jadi salah satu yang menerima kasih karunia kerasukan iblis, tindakannya itu tetap dalam Allah: setiap orang perlu melihat terang ranah tanggung jawab manusia. kasih Allah dalam pemilihan Yudas Iskariot menjadi murid Yesus. Oleh karena itu, pemilihan Yudas Iskariot menjadi murid Yesus tidak bisa dipahami hanya sebatas simplistik sebagai ketetapan menuju kebinasaan, melainkan harus dilihat dari narasi ilahi yang menyingkapkan kedalaman kasih karunia Allah kepada semua orang. Hal yang sama juga perlu dipahami oleh gereja sebagai tantangan pastoral: memahami dosa, kegagalan, dan Peran Yudas Iskariot dalam Pengkhianatan: Dengan demikian. Brown hendak membuka ruang untuk memahami Yudas Iskariot bukan hanya sekadar sebagai korban kekuatan supranatural, tetapi sebagai pribadi yang mengambil sebuah keputusan salah dalam hidupnya di tengah pergumulan spiritualnya serta situasi politik yang mencekam. Hal ini berarti bahwa tindakannya itu sama seperti yang dialami oleh banyak orang, di mana manusia juga sering terjebak dalam pergumulan eksistensial, di mana kebebasan dan determinasi ilahi saling bersinggungan. Yohanes 13:21-30 Senada dengan Brown. Barret Injil Yohanes memuat salah satu juga memberi komentar bahwa Yohanes te- narasi paling kuat mengenai pengkhianatan tap memberikan tanggung jawab moral ke- Yudas Iskariot. Dalam Yohanes 13:27 dipa- pada Yudas Iskariot dalam tindakannya yang Hans Urs von Balthasar. Dare We Hope: AuThat All Men Be SavedAy?. With. A Short Discourse on Hell (San Francisco: Ignatius Press, 1. , 116-18. Brown. The Death of the Messiah: From Gethsemane to the Grave, 1380-83. 44 CopyrightA 2026. Dunamis. ISSN 2541-3937 . , 2541-3945 . Dunamis: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani. Vol. No. Oktober 2026 15 Sama halnya dengan N. Penyesalan Yudas Iskariot: Matius 27:3-5 Wright, juga menempatkan apa yang dila- Matius adalah satu-satunya Injil yang kukan oleh Yudas Iskariot tetap dalam wa- memperlihatkan penyesalan Yudas Iskariot cana kejahatan struktural dan personal, di atas perbuatannya. Penyesalan Yudas Iskariot mana individu dapat terjebak dalam kejaha- memakai kata metameletheis, yang berarti tan yang kecil sampai kepada kejahatan yang perubahan pikiran atau perasaan duka yang Sehingga dapat dikatakan bahwa Hal ini berbeda dengan metanoia, tindakan yang dilakukan Yudas Iskariot me- yang merujuk pada pertobatan menyeluruh rupakan bagian dari dinamika teologis yang yang berakhir pada perubahan hidup secara menunjukkan bahwa dosa manusia nyata dan Walaupun demikian, penyesalan kontekstual, di mana keputusan-keputusan Yudas Iskariot tetap perlu diberikan apre- yang dibuat manusia, baik kecil maupun be- siasi yang mendalam, karena penyesalan itu sar, dan ketika salah akan berujung pada ke- adalah pergumulan batin yang autentik, bu- terasingan spiritual, tetapi itu bukan hasil pak- kan hanya sekadar emosional yang dang- saan mutlak, melainkan keputusan pribadi 17 Tindakan Yudas Iskariot mengemba- yang memiliki implikasi soteriologis. likan uang perak dan mengakhiri hidupnya Oleh sebab itu, ketika membaca ki- justru memperlihatkan kepada kita bahwa sah Yudas Iskariot, perlu dibaca sebagai re- dia terjerat dalam keputusasaannya karena fleksi tentang bagaimana manusia bisa men- ia merasa tidak mendapat ruang pengam- jadi kekuatan jahat, namun tidak kehilangan punan dari komunitas religius di mana ia tanggung jawab pribadinya. Dengan demi- bergabung, yang terlihat dari bagaimana kian, melalui pendekatan yang ditawarkan imam kepala menolak pengembalian uang ini, kita membantu dan memperkaya pema- yang dilakukan oleh Yudas Iskariot. haman kita tentang peran Yudas Iskariot. Matius memperlihatkan kepada kita bukan hanya sebagai tokoh pengkhianat da- tindakan Yudas Iskariot dan tidak diterima- lam drama penyaliban Yesus Kristus, tetapi nya oleh Imam Kepala uang yang dikemba- juga sebagai sebuah cerminan kompleksitas likan mencerminkan ketegangan teologis eksistensi manusia di hadapan Allah dan antara keadilan dan belas kasih dalam ko- Barrett. The Gospel According to St. John, 2nd ed. (Philadelphia: Westminster Press, 1. Wright. Evil and the Justice of God (Downers Grove. IL: InterVarsity Press, 2. , 64-68. von Balthasar. Dare We Hope: AuThat All Men Be SavedAy?. With. A Short Discourse on Hell, 115-20. 45 CopyrightA 2026. Dunamis. ISSN 2541-3937 . , 2541-3945 . Dunamis: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani. Vol. No. Oktober 2026 munitas religius. 18 Tindakan Yudas Iskariot mun dia mendapat kesempatan untuk meng- mengembalikan uang yang ia terima meru- ungkapkan kasihnya kepada Kristus. Seba- pakan bentuk confession by act, yakni peng- liknya. Yudas Iskariot tidak pernah mempe- akuan dosa yang mendalam melalui tinda- roleh momen serupa. Perbedaan nasib ini kan nyata. Namun, karena ulah kelompok bukan terletak pada bobot dosa moral yang religius yang dia percayai tidak membuka mereka lakukan, tetapi lebih pada bagaima- pengampunan baginya. Yudas Iskariot akhir- na komunitas memberi ruang pertobatan nya terjerumus ke dalam keputusasaan dan dan pemulihan, di mana Petrus mempero- hilangnya harapannya yang berakibat pada lehnya, sedangkan Yudas Iskariot tidak. kematiannya melalui bunuh diri. 19 Dalam Ini memperlihatkan bahwa penyem- konteks pastoral, keputusasaan yang diala- buhan spiritual seseorang sangat bergan- mi Yudas Iskariot bukan hanya akibat rasa tung pada komunitas di mana ia berada. Da- bersalahnya, melainkan kegagalan sistem lam konteks pastoral modern, ini menjadi religius dan sosial di sekitarnya, yang tidak pengingat bahwa gereja harus bersikap se- ada untuk dirinya ketika dia dalam pergu- bagai tempat yang memberi ruang pengam- mulan penyesalan. 20 Dengan demikian, ki- punan kepada semua orang yang melakukan sah Yudas Iskariot bukan hanya tragedi per- Memang jika diperhatikan. Yudas sonal, tetapi juga kritik terhadap komunitas Iskariot kelihatannya tidak mencari komu- religius yang gagal menjalankan fungsi pas- nitasnya ketika dia jatuh dalam dosa, berbe- da dengan Petrus yang merespons kegaga- Kontras dengan Petrus: Lukas 22 dan Yohanes 21 lannya dengan mencari komunitasnya. Namun, meskipun begitu, komunitas religius, dalam hal ini gereja, perlu mengambil tin- Perbandingan antara Yudas Iskariot dakan untuk mendekatkan diri kepada manu- dan Petrus menjadi tema penting dalam sia yang jatuh dalam dosa. Rowan Williams eksplorasi naratif ini. Petrus yang secara menegaskan bahwa gereja idealnya harus terang-terangan di hadapan orang banyak menghidupi praksis pengampunan dan sela- menyangkal Yesus sebanyak tiga kali, na- lu menyediakan ruang bagi kerapuhan ma- Brown. The Death of the Messiah: From Gethsemane to the Grave, 1069-71. Gabriel Marcel. Homo Viator: Introduction to a Metaphysic of Hope (London: Gollancs, 1. , 7378. John Swinton. Raging with Compassion: Pastoral Responses to the Problem of Evil (Grand Rapids. MI: Eerdmans, 2. , 131-36. Wright. The Resurrection of the Son of God (Minneapolis: Fortress Press, 2. , 613-15. 46 CopyrightA 2026. Dunamis. ISSN 2541-3937 . , 2541-3945 . Dunamis: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani. Vol. No. Oktober 2026 nusia, tanpa terburu-buru menjatuhkan vo- Yudas Iskariot tetap menyisakan ruang bagi nis final. belas kasih ilahi, sekalipun narasi tradisio- Simbolisme Anak Kebinasaan: Yohanes nal cenderung menutup kemungkinan tersebut. 17:12 Dalam Yohanes 17:12. Yudas Iskariot disebut sebagai Auanak kebinasaan. Ay Frasa Hermeneutika Pengampunan dan Kasih Karunia ini kerap ditafsirkan sebagai label ontologis Dalam bagian ini, penulis akan me- kekal bagi Yudas Iskariot. Namun, jika di- ninjau ulang kisah Yudas Iskariot dalam te- perhatikan lebih jauh, istilah itu dituliskan rang teologi dan kasih karunia. Narasi ten- dalam konteks Semitik yang lebih bersifat tang Yudas Iskariot selama ini sering kali idiomatik, yang menggambarkan arah hi- dibaca dalam kerangka deterministik bahwa dup atau konsekuensi tindakan seseorang. Yudas Iskariot sudah ditakdirkan binasa dan bukan status metafisik yang abadi. 23 Frasa tidak mungkin menerima keselamatan. Na- ini hanya merujuk pada konsekuensi tragis mun, melalui pendekatan kasih karunia ini, ketimbang penetapan predestinasi absolut. Yudas Iskariot tidak berada di luar jangkau- Oleh sebab itu, penggunaan kata Auanak ke- an belas kasihan Allah. binasaanAy yang merujuk kepada Yudas Iskariot haruslah dipahami dalam kerangka fungsi naratifnya untuk menunjukkan bah- Karl Barth: Kristus sebagai Perwakilan Semua Manusia wa perbuatan yang dilakukan Yudas Iskariot Karl Barth sangat tegas mengatakan menuju kepada kehancuran atau kebinasa- bahwa Yesus itu penanggung dosa seluruh Itu berarti, bahwa status kekalnya tidak umat manusia berdosa di dunia ini. Dia me- dapat disimpulkan dengan memakai frasa ngutip Yohanes 1:29b. AuLihatlah Anak dom- Auanak kebinasaan,Ay apalagi konsep finalitas ba Allah, yang menghapus dosa dunia. Ay Barth penghakiman sepenuhnya menjadi hak Allah, menuliskan bahwa dalam karya penebusan tidak seorang pun manusia yang mempu- Kristus, tidak ada manusia yang dikecuali- nyai hak. Dengan demikian, perspektif ini kan karena Dia menjadi korban pendamaian membuka ruang untuk melihat bahwa kisah dan penghakiman untuk seluruh umat ma- Rowan Williams. Ressurrection: Interpreting the Easter Gospel (London: Darton. Longman & Todd, 2. , 68-70. James D. Dunn. The Theology Of Paul The Apostle (Michigan: William B. Eerdmans, 1. , 497. Bruce. The Gospel of John: Introduction. Exposition and Notes (Grand Rapids. MI: Eerdmans, 1. , 329. 47 CopyrightA 2026. Dunamis. ISSN 2541-3937 . , 2541-3945 . Dunamis: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani. Vol. No. Oktober 2026 25 Barth juga jelas menolak gagasan ministik tentang kutukan kekal bagi indivi- tentang pemilihan ganda . ouble predesti- du tertentu. 27 Memang tidak ada klaim dari natio. dan justru menegaskan bahwa di da- Balthasar tentang keselamatan universal, na- lam Kristus. Allah menanggung hukuman mun ia tetap mendorong pengharapan teolo- Dengan gagasan Barth ini. Yudas gis bahwa tidak ada satu pun manusia yang Iskariot yang mengkhianati Yesus secara secara final dikutuk, termasuk Yudas Iskariot. teologis tetap termasuk dalam cakupan pe- Miroslav Volf: Logika Pengampunan dan nebusan Kristus. Yudas Iskariot bukan ber- Salib ada di luar jangkauan pendamaian ilahi melalui Yesus Kristus di kayu salib, karena penderitaan Kristus bukan hanya solidaritas dengan orang saleh saja, melainkan dengan seluruh umat manusia, termasuk Yudas Iskariot. Volf menekankan bahwa pengampunan bukanlah pengabaian terhadap kejahatan, melainkan konfrontasi terhadap kejahatan dengan dasar kasih. 28 Salib adalah tempat di mana Allah memikul keberdosaan, kejahatan manusia, bukan sebagai penghu- David Bentley Hart: Kritik Neraka Kekal kuman saja. Dengan penekanan Volf ini, jika David Bentley Hart mengkritik dok- ini diterapkan dalam kasus Yudas Iskariot, trin neraka kekal. Ia menyebut bahwa Allah maka pengkhianatannya bukanlah dosa yang yang adalah kasih dan memungkinkan pen- melampaui pengampunan, melainkan seba- deritaan abadi, maka itu mustahil dan secara liknya, justru dosa Yudas Iskariot telah di- moral menjijikkan. 26 Itu sebabnya dia me- pikul di kayu salib, sebab kasih Allah itu ja- nyarankan universalitas penyelamatan, di ma- uh lebih besar daripada dosa manusia yang na seluruh ciptaan nantinya akan dipulih- paling besar. Salib tidak sekadar menghu- Sehingga dalam kerangka ini, tidak kum dosa, tetapi menanggungnya, di mana mustahil juga membayangkan kalau Yudas belas kasihan Allah tertuju kepada dosa ma- Iskariot, nantinya akan diselamatkan oleh 29 Dengan demikian, seharusnya na- anugerah ilahi. Hal yang sama juga dengan rasi tentang Yudas Iskariot tidak pernah Balthasar, yang menolak keyakinan deter- ditutup dengan asumsi final, sebab kasih Barth. Church Dogmatics IV/1, 232. David Bentley Hart. That All Shall Be Saved: Heaven. Hell, and Universal Salvation (New Haven: Yale University Press, 2. , 64. von Balthasar. Dare We Hope That All Me Be Saved?, 64. Miroslav Volf. Free of Charge: Giving and Forgiving in a Culture Stripped of Grace (Grand Rapids: Zondervan, 2. , 146-49. Rowan Williams. Tokens of Trust: An Introduction to Christian Belief (Louisville: Westminiter John Knox Press, 2. , 95-96. 48 CopyrightA 2026. Dunamis. ISSN 2541-3937 . , 2541-3945 . Dunamis: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani. Vol. No. Oktober 2026 Allah jauh lebih besar daripada keputusasa- berian pengampunan, termasuk bagi mere- an Yudas Iskariot. ka yang gagal total. 30 Dengan cara pandang Validasi Penyesalan Yudas Iskariot dalam ini. Yudas Iskariot bukanlah simbol kutu- Kerangka Hermeneutik Kasih Karunia kan, melainkan juga figur potensi pemuli- Narasi tentang Yudas Iskariot kerap dibingkai dalam nada tragis dan finalistik, di mana ia dikenal sebagai pengkhianat Yesus yang tidak akan mendapat tempat dalam keselamatan. Namun, apabila narasi ini dilihat dari kerangka hermeneutik kasih karunia, mempertimbangkan penyesalan Yudas Iskariot atas perbuatannya (Mat. 27:3-. maka kasih karunia ilahi tertuju juga kepada dia, sama seperti kasih karunia yang dialami oleh Petrus yang telah menyangkal Yesus sampai tiga kali. Jika Petrus dapat dipulihkan, mengapa Yudas Iskariot tidak? Siapa- han yang terputus dengan Allah. Sehingga, dengan menutup kemungkinan kasih karunia pada Yudas Iskariot, sama saja artinya membatasi jangkauan belas kasihan ilahi yang tidak terbatas, yang mampu bekerja di wilayah-wilayah yang sering kali tidak dipahami secara legalistik, dan juga kasih karunia Allah itu terbuka sampai akhir, bukan sistem statis yang tertutup. Dengan demikian, validasi penyesalan Yudas Iskariot melalui kerangka hermeneutik kasih karunia, menjadi peringatan bagi gereja agar tidak gegabah memberikan kah yang mampu menilai penyesalan Yudas vonis final kepada manusia yang jatuh ke Iskariot yang tidak ada tempat bagi dia di dalam dosa. Selain itu, pendekatan ini men- dalam keselamatan? Dan siapakah yang jadi diskusi baru dalam teologi keselama- mampu menakar kasih karunia Allah kepa- Bukan untuk meromantisasi pengkhia- da Yudas Iskariot? Kasih karunia Allah bu- natan, tetapi untuk menolak pembacaan hi- kan sekadar menilai perbuatan lahiriah, me- tam putih yang menyempitkan makna kasih lainkan menilai hati. Di balik pengkhianatan Yudas Hermeneutik kasih karunia meng- Iskariot sampai kepada kematiannya yang undang pembacaan Alkitab bukan hanya tragis, mungkin tersimpan pelukan hangat dengan kacamata keadilan atau pembala- kasih karunia Allah di dalamnya, yang tidak san, tetapi melalui belas kasihan dan hara- pernah disaksikan oleh dunia. pan pemulihan. Inti narasi salib adalah pem- Volf. Free of Charge: Giving and Forgiving in a Culture Stripped of Grace, 103. Wright. Surprised by Hope. Re-Issue (London: SPCK, 2. , 187. 49 CopyrightA 2026. Dunamis. ISSN 2541-3937 . , 2541-3945 . Dunamis: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani. Vol. No. Oktober 2026 Refleksi Teologis dan Pastoral nyalahi karakter Injil yang gereja seharus- Ketika membicarakan kemungkinan nya tampilkan selalu. Gereja seharusnya me- keselamatan Yudas Iskariot, bukan hanya nampilkan pengampunan bagi setiap orang. sekadar perdebatan akademik, melainkan Sehingga dalam terang ini. Yudas Iskariot harus menyentuh ranah eksistensial dan pas- perlu dibaca sebagai panggilan bagi gereja Ketika Yudas Iskariot menjadi simbol untuk menjadi ruang penyembuhan, bukan kemanusiaan yang gagal total, sehingga ti- ruang vonis. dak layak bahkan tidak ada tempat untuk Jika demikian, gereja harus selalu dia diselamatkan, maka dalam refleksi teo- terpanggil untuk merawat mereka yang me- logisnya ia bukan hanya pengkhianat tetapi rasa seperti Yudas Iskariot, yang disalahpa- juga menjadi cerminan manusia berdosa hami dan tidak mendapatkan keselamatan yang terus bergumul di antara penyesalan ketika dia melakukan kesalahan fatal. Kisah dan harapan. Timothy Keller pernah menu- Yudas Iskariot tidak lagi dilihat sebagai liskan bahwa Injil itu bukan tentang orang bentuk penghukuman, melainkan menjadi baik yang diselamatkan, melainkan tentang peringatan dan sekaligus harapan. Pelaya- orang berdosa yang dikasihi secara radikal nan yang dilakukan gereja harus menyentuh oleh Allah. tempat di mana rasa malu dan pengampu- Dengan demikian, refleksi pastoral nan bertemu. 34 Gereja tidak hanya berfokus mendorong gereja untuk menolak logika pada pelayanan soal doktrin semata, bahkan penghakiman yang finalistik, sebab jika di- sampai mendebatkan doktrin antara gereja perhatikan, justru banyak orang yang da- satu dengan yang lain, tetapi harus dipasti- tang ke gereja dengan luka dan kegagalan kan kehadiran gereja memberikan kesem- Mereka datang ke gereja bukan untuk buhan bagi orang yang sakit yang datang ke mendapatkan penghakiman, melainkan un- tuk mencari harapan di tengah kehancuran Gereja hadir memberikan kesembu- Jika sampai gereja lebih cepat meng- han bukan isapan jempol belaka karena na- hakimi daripada membuka pintu penghara- rasi Alkitab sendiri menunjukkan bahwa pan untuk pemulihan, maka kita sedang me- keselamatan sering kali hadir dalam bentuk Reconciliation (Nashville: Abingdon Press, 1. Henri J. Nouwen. The Wounded Healer: Ministry in Contemporary Society (New York: Doubleday, 1. , 38. Timothy Keller. The Prodigal God: Recovering the Heart of the Christian Faith (New York: Dutton, 2. , 30. Miroslav Volf. Exclusion and Embrace: A Theological Exploration of Identity. Otherness, and 50 CopyrightA 2026. Dunamis. ISSN 2541-3937 . , 2541-3945 . Dunamis: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani. Vol. No. Oktober 2026 yang tak terduga. Banyak orang di dalam gai pengkhianat, tetapi juga sebagai simbol Alkitab adalah orang yang sakit, orang yang dari kasih karunia Allah yang besar dan pe- melakukan kesalahan, namun kasih karunia nuh misteri. Yudas Iskariot menjadi cermi- tetap mengarah kepada mereka. Oleh sebab nan bagi banyak orang di zaman sekarang, itu, kita diajak untuk selalu melihat kasih yang gagal, melakukan kesalahan fatal, yang karunia bekerja dalam misteri dan tidak per- tidak mendapatkan ruang pengampunan di nah terkurung dalam legalistik yang dibuat lingkungannya atau bahkan di gereja. De- oleh manusia. Dengan demikian, kisah Yudas ngan membuka ruang teologis bagi pemu- Iskariot harus dibaca sebagai undangan bagi lihan Yudas Iskariot, kita sedang membuka gereja untuk tetap rendah hati di hadapan ruang pastoral bagi mereka yang tidak la- misteri keselamatan. Tidak ada seorang pun Sebab kasih karunia Allah tidak per- yang berhak mengklaim bahwa seseorang memperoleh keselamatan dan yang lainnya Bagi Tuhan, tidak ada seorang pun yang terlalu jauh dari kasih-Nya, begitu juga tidak ada kegagalan sebesar apa pun yang otomatis menutup pintu pengampunan. Gereja yang memahami ini tidak hanya mengajarkan pengampunan, tetapi juga akan menghidupinya, sehingga gereja menjadi kabar baik bagi semua orang, terkhusus bagi mereka yang seperti Yudas Iskariot, yang masih terus-menerus bergumul dalam kehi- nah benar-benar hilang. DAFTAR PUSTAKA