Rahma Dini. Wayan Satria Jaya. Ambyah Harjanto. Filardi Anindito Pengembangan Modul Pembelajaran Tematik Tema 7 Subtema 1 Kelas V SDA Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. 1, . Pengembangan Modul Pembelajaran Tematik Tema 7 Subtema 1 Kelas V Sekolah Dasar Negeri 2 Sawah Brebes Tahun Pelajaran 2021/2022 Rahma Dini1. Wayan Satria Jaya2*. Ambyah Harjanto3. Filardi Anindito4 STKIP PGRI Bandar Lampung dinirahma70@gmail. com, 2wayan. satria@stkippgribl. cambyasoul@gmail. com, 4filardianindito@gmail. Abstract: This research aims to produce thematic learning modules as valid additional teaching materials and to khow both the theacherAos response and the learnerAos response to synthesize in learning. The modules used in this study are ADDIE to improve from Borg and Gall. type Research and Development (R&D), consisting of the five stage is Analysis. Design. Development. Implementation, and Evaluation. The intrument used in the data-collection process are kuisioner, interview, and documentataries. The validity and student response test uses the established and to lknow the teacherAos responses uses the interview desribed by descriptive explanation. The study is carried out in the grade V of elemenstary school 2 Sawah Brebes. This produced a product that was declared valid and received a value of 96,25% form materials experts, 88% of linguistisc and 84,61% if design expert. Student responsesn are at a rate of 90% of high ability, 94% of modesrate talent students, and 96% of lower talent students, while getting adequate responses from teachers because product can make learning easier. Keyword: ADDIE, module, thematic PENDAHULUAN Pada tahun 2019 terjadi sebuah wabah yang melanda dunia, tidak terkecuali Indonesia wabah tersebut menimbulkan berbagai kebiasaan baru dalam kehidupan masyarakat seperti aturan memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Wabah ini biasa disebut dengan covid-19. Dalam bidang pendidikan terdapat sebuah kebiasaan baru dimana proses pembelajaran berjalan dari rumah atau biasa disebut daring. Menurut UU No. 20 Tahun 2003 Pasal 1 ayat 15, pendidikan jarak jauh adalah pendidikan yang peserta didiknya terpisah dari pendidik dan pembelajarannya menggunakan berbagai sumber belajar melalui teknologi komunikasi, informasi, dan media lain. Hal ini menyebabkan terjadinya beberapa kendala dalam pembelajaran, salah satunya dari aspek bahan ajar yang kurang menunjang pembelajaran. Hal ini menyebabkan pembelajaran kurang optimal karena proses pembelajaran dilakukan melalui grup WhatsApp dengan guru mengirimkan video pembelajaran dan guru mengirimkan foto bahan ajar Rahma Dini. Wayan Satria Jaya. Ambyah Harjanto. Filardi Anindito Pengembangan Modul Pembelajaran Tematik Tema 7 Subtema 1 Kelas V SDA Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. 1, . Tematik kepada siswa. Hal ini terkadang menyebabkan kendala terkait kurangnya bahan ajar yang hanya dapat diakses melalui foto dari whatsapp tersebut sehingga terkadang peserta didik mengumpulkan tugas memakan waktu yang cukup lama dikarenakan hp yang dibawa orang tua berdagang dan kurangnya bantuan orang tua untuk memahami bahasa yang digunakan dalam bahan ajar tersebut. Dengan melihat keadaan pembelajaran berikut, peneliti menawarkan sebuah solusi untuk membantu mengoptimalkan proses pembelajaran dengan mengembangkan sebuah modul pembelajaran sebagai bahan ajar tambahan dalam Modul yang akan dikembangkan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah modul yang berbentuk elektronik namun dapat pula dicetak. Modul ini berbentuk pdf yang mana di dalamnya terdapat gambar-gambar yang menarik perhatian peserta didik dalam melakukan proses pembelajaran dan ditambahkan pula dengan sebuah video pembelajaran yang langsung diarahkan ke aplikasi youtube (Septiani et al, 2. Video ini diharapkan dapat menambah wawasan peserta didik dalam belajar sehingga pembelajaran tidak membosankan. Selain itu video ini juga dapat diakses melalui barcode jika modul berbentuk cetak. Modul ini juga diupayakan menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh orang tua yang membantu peserta didik dalam proses pembelajaran. Unsur-unsur dalam pembelajaran salah satunya adalah penggunaan bahan ajar, salah satu jenis bahan ajar adalah modul. Modul dibagi menjadi beberapa jenis (Prastowo, 2020:. Dari aspek penggunaan modul, modul terbagi menjadi 2 jenis, yaitu modul untuk peserta didik berisi kegiatan belajar yang dilakukan peserta didik, dan modul untuk pendidik yang berisi petunjuk pendidik, tes akhir modul, dan kunci jawaban tes akhir modul, selain itu ia menambahkan modul adalah seperangkat bahan ajar yang disajikan secara sistematis sehingga penggunanya dapat belajar dengan atau tanpa seorang fasilitator/guru. Modul biasanya digunakan sebagai bahan ajar yang bertujuan untuk mempermudah proses pembelajaran dan terdiri dari unsur-unsur judul, petunjuk penggunaan, materi dan evaluasi. Modul ini dirasa dapat mempermudah dan mengoptimalkan proses pembelajaran karena proses pembelajaran yang dilakukan jarak jauh dan menggunakan handphone sebagai media utama proses pembelajaran dapat menunjang pembelajaran. Saat ini pembelajaran atau seperangkat pembelajaran yang digunakan adalah kurikulum 2013, di mana pembelajaran untuk anak Sekolah Dasar menggunakan pembelajaran berbasis Tema atau Tematik yang mengintegrasikan berbagai mata pelajaran (Siska, 2. Kemendikbud menjelaskan bahwa pembelajaran tematik terpadu menggunakan tema sebagai pemersatu kegiatan pembelajaran yang memadukan beberapa mata pelajaran sekaligus dalam sekali tatap muka, sehingga peserta didik dapat memiliki pengalaman belajar yang lebih bermakna, karena peserta didik melalui pengalaman langsung dalam memahami beberapa konsep yang mereka pelajari kemudian menghubungkannya ke beberapa konsep lain yang mereka kuasai. Rahma Dini. Wayan Satria Jaya. Ambyah Harjanto. Filardi Anindito Pengembangan Modul Pembelajaran Tematik Tema 7 Subtema 1 Kelas V SDA Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. 1, . Penelitian ini dilakukan dengan cara mengembangkan bahan ajar berupa modul pembelajaran dan bertujuan untuk melihat kevalidan dari produk yang dilakukan melalui proses development atau pengembangan dibantu oleh para ahli atau validator, selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk melihat respon guru dan peserta didik setelah menggunakan modul pembelajaran yang telah METODE Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian pengembangan atau Research and Development atau (R&D) tipe ADDIE yaitu Analisis. Design. Development. Implementation dan Evaluation menurut Sugiyono . Tujuan dari pengembangan ini adalah untuk mengembangkan atau menyempurnakan suatu produk (Supriyono et al, 2. Proses pengembangan pada penelitian ada 4 tahap yaitu: . Analisis, tahap ini dilakukan untuk mengetahui kondisi awal seperti menganalisis kurikulum, materi, kebutuhan, dll. Desain dimana proses perancangan awal produk yang akan dikembangkan. Development, pada tahap ini dilakukan pengembangan produk secara matang dan dilanjutkan dengan proses uji para ahli, ahli yang digunakan pada penelitian ini adalah ahli materi, ahli bahasa dan ahli . Implementasi, dimana setelah produk dinyatakan valid dan siap untuk digunakan dalam penelitian maka produk digunakan dalam pembelajaran. Evaluasi, yaitu mengevaluasi terkait dengan proses pembelajaran yang telah dilakukan menggunakan produk, untuk tahap ini digunakan respon guru, peserta didik, dan hasil evaluasi dari soal yang ada pada modul (Wicaksono et al, 2. Subjek dan tempat pada penelitian ini ialah siswa kelas VB Sekolah Negeri 2 Sawah Brebes. Sampel yang digunakan di kelas VB ini sejumlah 28 siswa, untuk uji respon peserta didik digunakan 3 sampel peserta didik dari berbagai kemampuan yang berbeda. Selain itu untuk uji kevalidan dilakukan oleh 3 ahli, yaitu ahli materi, ahli bahasa, dan ahli desain. Ahli-ahli tersebut yaitu dari dosen STKIP PGRI Bandar Lampung yang expert pada bidangnya. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: Angket atau kuisioner Angket atau kuisioner adalah sebuah pertanyaan tertulis yang diajukan untuk mendapat informasi dari responden. Angket ini digunakan untuk menemukan hasil kevalidan yang mana diberikan kepada para ahli yaitu ahli bahasa, ahli materi dan ahli desain. Selain itu untuk menguji respon guru dan peserta didik juga diajukan angket kepada guru dan peserta didik untuk mendapatkan informasi. Wawancara Rahma Dini. Wayan Satria Jaya. Ambyah Harjanto. Filardi Anindito Pengembangan Modul Pembelajaran Tematik Tema 7 Subtema 1 Kelas V SDA Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. 1, . Wawancara adalah pengajuan beberapa pertanyaan yang dilakukan secara Wawancara ini dilakukan peneliti kepada guru untuk mengetahui respon guru terhadap modul yang digunakan dalam pembelajaran. Dokumentasi. Dokumentasi adalah sebuah bukti untuk memperkuat pengumpulan data. Dokumentasi pada penelitian ini diambil ketika proses penelitian di HASIL DAN PEMBAHASAN Tahap pengembangan yang dilakukan pada penelitian ini meliputi 5 tahapan, yaitu: Tahap Analysis (Analisi. Tahap analisis dimana peneliti mencari masalah apa saja yang ada dalam proses pembelajaran Tema 7 Subtema 1. Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah observasi kelas. Analisis Kebutuhan Berdasarkan analisis kebutuhan yang peneliti temukan dari hasil observasi proses pembelajaran dan bahan ajar yang digunakan oleh peserta didik dalam melaksanakan pembelajaran, peneliti menemukan potensi masalah yang harus dikembangkan dari bahan ajar tematik yang digunakan yaitu bahasa yang digunakan pada bahan ajar tersebut kurang dekat dengan peserta didik dan orang tua yang membantu proses pembelajaran peserta didik secara daring pada saat peneliti mengobservasi pada kegiatan Pengenalan Lapangan Persekolahan II. Selain itu pada saat peneliti melakukan observasi awal dimana keadaan pembelajaran masih melalui pembelajaran jarak jauh maka ditemukan masalah yaitu kurangnya sumber belajaran dan media ajar bagi peseerta didik dimana hanya melalui bahan ajar tematik yang difoto melalui grup saja dan hanya beberapa peserta didik yang datang ke sekolah untuk meminjam buku bahan ajar sebagai sumber belajar jarak jauh. Analisis Kurikulum. Analisis kurikulum yang ditemukan oleh peneliti, kurikulum yang digunakan oleh SDN 2 Sawah Brebes adalah kurikulum 2013 yang mana menggunakan pembelajaran berbasis tema yang mengintegrasikan beberapa mata pelajaran menjadi satu tema tertentu. Kurikulum 2013 ini terdapat 4 subtema dalam satu tema dan 1 subtema terdapat 6 pembelajaran yang diselesaikan dalam 1 minggu atau 6 pertemuan. Analisis kurikulum yang dilakukan oleh peneliti juga menemukan adanya Kompetensi Inti, yang mana pada Kompetensi Inti (KI) ini memiliki 4 aspek yang harus dikuasai oleh peserta didik yaitu aspek Religius, sosial, pengetahuan dan keterampilan. Maka dari itu peneliti mengembangkan Rahma Dini. Wayan Satria Jaya. Ambyah Harjanto. Filardi Anindito Pengembangan Modul Pembelajaran Tematik Tema 7 Subtema 1 Kelas V SDA Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. 1, . modul pembelajaran sesuai dengan kurikulum yang digunakan oleh peserta didik dalam pembelajaran di sekolah. Analisis Peserta Didik Analisis peserta didik yaitu peneliti mengambil sampel siswa kelas VB yang berjumlah 28 peserta didik. Terdapat beberapa siswa yang cenderung pasif dan jarang mengumpulkan tugas secara daring yang disebabkan oleh keterbatasan handphone yang digunakan bersamaan dengan orang tua dan harus mengikuti orang tua berdagang ke pasar untuk dapat menggunakan handphone namun terkadang bahan ajar yang harus digunakan tertinggal di rumah. Analisis Materi Analisis materi yang digunakan peneliti adalah mengembangkan modul pembelajaran dari bahan ajar Tema 7 AuPeristiwa dalam kehidupanAy Subtema 1 AuPeristiwa Kebangsaan masa PenjajahanAy dengan muatan PPKn. Bahasa Indonesia. IPS. SbdP dan IPA. Tahap Design (Desai. Tahap ini adalah tahap merancang produk berupa modul pembelajaran Tematik yang meliputi mengumpulkan materi melalui bahan ajar tematik yang digunakan siswa dan sumber lainnya. Tahap ini juga menentukan komponen modul, warna produk, mengumpulkan gambar dan variasi lainnya yang akan digunakan dalam proses pembuatan modul. Dalam tahap ini juga peneliti menentukan komponen dari modul yang berisikan halaman judul, prakata, daftar isi, cara menggunakan buku, identitas atau pemilik modul, pemetaan kompetensi dasar, tujuan pembelajaran, pembelajaran mandiri Subtema 1. Evaluasi Pembelajaran Subtema 1 atau Penilaian Harian 1, daftar isi dan biografi penulis. Klasifikasi modul yang direncanakan pada tahapan ini yaitu modul akan dimuat oleh Tema 7 Subtema 1 yang berisi 5 muatan mata pelajaran. Pada modul ini akan dirancang sebuah modul yang dapat diakses elektronik agar lebih fortabel untuk pembelajaran jaraj jauh maupun pembelajaran tatap muka. Modul ini juga akan dilengkapi dengan media pembelajaran tambahan berupa video pembelajaran yang akan diarahkan kepada aplikasi youtube. Tahap Development (Pengembanga. Pada tahap ini produk dikembangkan hingga tahap akhir setelah itu diuji cobakan kepada validator ahli materi, ahli bahasa, dan ahli desain. Pada tahap ini dilakukan revisi produk sampai kepada katagori valid sehingga dapat dilakukan penelitian yaitu pada tahap implementasi. Hasil dari pendapat validator tersebut dapat dijelaskan pada tabel berikut. Rahma Dini. Wayan Satria Jaya. Ambyah Harjanto. Filardi Anindito Pengembangan Modul Pembelajaran Tematik Tema 7 Subtema 1 Kelas V SDA Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. 1, . Validator Materi Bahasa Desain Tabel 1. Hasil ujicoba kevalidan oleh ahli Presentase Katagori Catatan 96,25 % Sangat Tambahkan Valid Keresidenan Tambahkan Gunakan huruf miring pada bahasa asing Layak Valid 1. Penggunaan kata daring No. absen menjadi Perhatikan ejaan Perhatikan kutipan 84,61 % Sangat Cantumkan keterangan Valid Dominasi warna biru Perhatikan ukuran huruf Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa rata-rata presentasi mendapatkan katagori valid dan dapat dilakukan penelitian atau diimplementasikan di sekolah dengan beberapa revisi yang harus dilakukan. Tahap Implementation (Implementas. Pada tahap ini dilakukan pengaplikasian produk yang telah dinyatakan layak oleh para ahli atau validator. Pengaplikasian ini dilakukan di SDN 2 Sawah Brebes kelas VB. Pada pengaplikasian ini dilakukan uji kelompok kecil dan uji kelompok besar. Uji kelompok kecil dilakukan hanya setengah jumlah peserta didik di kelas sedangkan untuk uji kelompok besar dilakukan jumlah siswa Pengaplikasian ini dilakukan sesuai dengan materi yang ada pada produk yaitu Tema 7 Subtema 1. Pada tahap ini dilakukan pembelajaran sebagaimana mestinya setelah itu dilakukan evaluasi pada akhir pembelajaran. Evaluasi ini dilakukan dalam bentuk google form yang terdapat pada akhir produk. Setelah siswa melakukan pembelajaran dan mendapatkan nilai, pada tahap ini dilakukan pula uji respon guru dan siswa. Uji respon guru dilakukan menggunakan instrumen berupa Hasil wawancara kepada guru menunjukkan respon yang cukup baik. Menurut Anta Hari Komala . , untuk modul sudah baik sangat mudah dipahami bagi anak anak apalagi dilengkapi dengan gambar yang membuat daya tarik atau minat anak untuk membaca. Penggunaan modul dalam pembelajaran juga mempermudah guru menjelaskan materi dan menghemat waktu karena siswa juga dapat menemukan pengetahuannya secara mandiri dan dapat berdiskusi secara aktif dengan teman yang lainnya. Sedangkan untuk uji respon peserta didik, peneliti mengambil sampel responden peserta didik yang terdiri dari 3 orang peserta didik dengan kemampuan yang berbeda. Rahma Dini. Wayan Satria Jaya. Ambyah Harjanto. Filardi Anindito Pengembangan Modul Pembelajaran Tematik Tema 7 Subtema 1 Kelas V SDA Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. 1, . Chelsea Van Helen dengan kemampuan katagori tinggi V = F/N x 100% V = 45/50 x 100% V = 90% katagori Sangat Setuju A Bima Elvan Pratama dengan katagori sedang V = F/N x 100% V = 47/50x 100% V = 94,54% katagori Sangat Setuju A M. Affad Rizky Asyura dengan katagori rendah. V = F/N x 100% V = F/N x 100% V = F/N x 100% V = 48/50 x 100% V = 96% katagori Sangat Setuju. Selain melalui angket peserta didik juga menyampaikan beberapa tanggapannya mengenai penggunaan modul dalam pembelajaran. Penggunaan modul ini menghasilkan tanggapan yang baik dari peserta didik, peserta didik merasa pembelajaran lebih menyenangkan karena terdapat video pembelajaran yang dapat menunjang proses pembelajaran dan gambar-gambar yang terdapat pada modul juga mempermudah peserta didik dalam menambah pengetahuan yang disampaikan dalam modul. Tahap Evaluation (Evaluas. Setelah tahap implementasi dilanjutkan dengan tahap evaluasi, yaitu tahap akhir dimana pembelajaran yang telah dilakukan dievaluasi untuk mengetahui kelayakan dari produk. Tahap evaluasi ini digunakan sebuah instrumen berupa soal terkait dengan pengetahuan yang telah dipelajari peserta didik dari modul. Soal yang diajukan berisikan 5 muatan mata pelajaran yang telah terdapat pada modul pembelajaran. Terdiri dari 10 soal pilihan ganda yang dikirim melalui melalui daftar nilai yang telah diperoleh peserta didik dinyatakan telah lebih dari 70% lulus KKM dan rata-rata nilai yang diperoleh para peserta didik adalah 78,96 dimana telah mencapai standar kelulusan KKM kelas yang terdapat pada SDN 2 Sawah Brebes yaitu >70% lulus KKM. Oleh karena itu, dinyatakan penggunaan modul telah layak dalam pembelajaran. Penggunaan modul atau tidak menggunakan modul telah layak untuk Jadi dalam tahap implementasi sampai dengan evaluasi ini menggunakan angket, wawancara dan ditambahkan dengan evaluasi berupa soal yang didapatkan menghasilkan katagori telah layak digunakan dilihat dari nilai yang diperoleh siswa maupun dilihat dari respon guru dan peserta didik. Rahma Dini. Wayan Satria Jaya. Ambyah Harjanto. Filardi Anindito Pengembangan Modul Pembelajaran Tematik Tema 7 Subtema 1 Kelas V SDA Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. 1, . SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa dalam pengembangan Modul Pembelajaran Tema 7 Subtema 1 Kelas V SDN 2 Sawah Brebes 2021/2022 ini dinyatakan telah layak digunakan dalam Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah sebagai Proses mendapatkan katagori layak digunakan tersebut terdapat pada tahapan development atau pengembangan yang telah divalidasi oleh ketiga ahli yaitu ahli materi, bahasa, dan ahli media. Dari segi materi mendapatkan nilai 96,25% dengan katagori sangat valid, dari ahli bahasa mendapatkan nilai 78% dengan katagori layak valid, dan dari ahli desain mendapatkan nilai 84,61 dengan katagori sangat valid. Respon guru terhadap modul pembelajaran ini diperoleh nilai 89,0% dengan katagori sangat praktis/sangat efektif. DAFTAR PUSTAKA