Penguatan Kapasitas Pemerintahan Desa dalam Menjalankan Adminstrasi Pemerintahan di Desa Batu Winangun Azwar . Eka Rizki Meiwinda . Lucyana . Rahmawaty Hasibuan . Zulkarnain . Universitas Baturaja 2,4,. Politeknik Negeri Sriwijaya Email: 1 azwardaya1@gmail. 2 ermeiwinda@polsri. 3 lucyana2584@gmail. 4 rahmawatyhasibuan@polsri. 5 mz. silalahi@polsri. ARTICLE HISTORY Received . Juni 2. Revised . Juli 2. Accepted . Juli 2. KEYWORDS Village Administration. Capacity Building. Governance. This is an open access article under the CCAeBY-SA license ABSTRAK Pemerintah desa yaitu kepala desa dan perangkat desa lainnya memiliki tugas dan tanggung jawab serta kewajiban untuk memberikan layanan yang dibutuhkan oleh masyarakat yang prosesnya harus melalui administrasi desa. Dalam pengadimistrasian desa, tata kelola harus berjalan dengan baik agar mencegah terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti hilangnya aset Pengabdian ini bertujuan untuk mengedukasi aparatur desa dalam mengerjakan sistem administrasi dan tata kelola pemerintahan desa. Selama kegiatan, peserta berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan serta mempelajari sistem tata kelola dan administrasi pemerintahan. Hasil dari kegiatan ini adalah bertambahnya kemampuan dan pengetahuan aparatur desa di Desa Battu Winangun mengenai sistem dan tata kelola administrasi desa. ABSTRACT The village government, namely the village head and other village officials, have duties and responsibilities as well as obligations to provide services needed by the community, the process of which must go through the village administration. In village administration, governance must run well to prevent unwanted things from happening, such as the loss of valuable assets. This community service aims to educate village officials in working on the village administration and governance system. During the activity, participants actively participated in the activities and studied the governance and administration system. The result of this activity is an increase in the ability and knowledge of village officials in Battu Winangun Village regarding the village administration system and governance. PENDAHULUAN Saat ini, penyelenggaraan pemerintahan di desa yang ada di Indonesia masih menghadapi sejumlah kendala dan tantangan, dimana salah satunya adalah pemerintah daerah yang harus turut mendampingi pemerintahan yang ada di desa (Linda, 2. Desa merupakan unit pemerintahan terkecil yang memiliki peranan yang strategis dalam pembangunan nasional dan peningkatan kesejahteraan masyarakat (Tano, 2. Kegiatan Observasi awal yang telah dilakukan di desa, mendapati gambaran awal kondisi desa dalam mengamati proses pengelolaan, operasional dan administrasi desa. Pada desa ini belum memiliki keteraturan sistem administrasi yang benar, rapi dan teratur agar dapat menyajikan informasi dengan mudah, sistemis dan bermanfaat terhadap penataan program, pengambilan keputusan dan evaluasi serta mengamati kegiatan penyelenggaraan pembangunan dan pemerintahan. Pemerintah desa yaitu kepala desa dan perangkat desa lainnya memiliki tugas dan tanggung jawab serta kewajiban untuk memberikan layanan yang dibutuhkan oleh masyarakat yang prosesnya harus melalui administrasi desa (Suryandi et al, 2. Berdasarkan Undang Ae Undang No. 6 tentang desa, menyatakan bahwa pemerintah desa dituntut untuk memiliki kemampuan dalam menjalankan tugas manajemen pemerintahan desa, yaitu manajemen yaitu manajemen perencanaan pembangunan, manajemen administrasi desa, dan manajemen pengelolaan keuangan pemerintah desa. Saat ini, masih banyak desa dan perangkat desa yang memiliki masalah terkait belum memadainya kemampuan perangkat desa dalam menjalankan fungsi manajemen pemerintahan, yaitu manajemen perencanaan pembangunan desa, manajemen administrasi desa, (Noor et al. , 2. Wawancara yang telah dilakukan bersama pemerintah desa menemukan beberapa masalah, yaitu Sumberdaya Manusia yang menyelenggarakan pemerintahan desa yang belum memiliki kapasitas dan kompetensi yang cukup dalam pengolahan dan analisis data serta belum sepenuhnya menguasai teknik pengolahan data dengan menggunakan bantuan dari komputer. Data yang tersedia terpisah-pisah dan tidak terintegrasi dalam dokumen yang komprehensif. Banyak data yang harus digali, diperbaharui dan diinput kedalam format dokumen. Sistem pengelolaan data masih manual Masih rendahnya efektivitas kelembagaan dan tata kelola pemerintahan serta pelayanan masyarakat Rendahnya kapasitas dan kualitass pelayanan aparatur pemerintahan desa, masih terbatasnya akses masyarakat terhaadapt informasi penyelenggaraan pemerintahan desa Lemahnya koordinasi antara lembaga dan pemerintah daerah setempat dalam pembinaan desa. Jurnal Dehasen Untuk Negeri. Vol. 4 No. 2 Juli 2025 page: 301 Ae 304 | 301 Kemampuan sumberdaya perangkat desa masih sangat jauh dari harapan. Selama ini, aparatur perangkat desa masih kesulitan dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi dalam melaksanakan pekerjaannya sehingga banyak kerjaan yang dilakukan oleh perangkat desa terlihat kurang profesional dan belum menunjukkan hasil yang maksimal, namun masyarakat saat ini yang menginginkan penyelenggaraan pemerintahan desa yang mampu dan menjawab setiap tantangan dan tuntutan namun tidak memperhatikan sumberdaya aparatur pemerintahan desa yang tersedia. Sistem pemerintahan yang tidak diperhatikan dengan baik akan mengakibatkan kerugian bagi Ketertiban sistem administrasi dimulai dari tersedianya buku administrasi umum, kependudukan, pembangunan dan lain-lainnya (Wiralestari et al. , 2. Pemerintah desa dituntut agar dapat melakukan pengelolaan administrasi dengan baik sehingga menjamin keberlangsungan pelaksanaan pembangungan desa yang baik dan akuntabel (Hartati et al, 2. Desa juga memiliki anggaran besar yang berasal dari pemerintah pusat untuk mewujudkan kemerataan pembangunan daerah sehingga desa harus mempertanggungjawabkan tata kelola keungan dana desa tersebut secara transparan dan akuntabel agar dana desa yang telah diberikan dapat digunakan sebaik-baiknya untuk pembangunan di desa (Ningsih, 2. Dalam melakukan peningkatan kapasitas administrasi desa digunakan untuk mengoptimalkna pemanfaatan dana desa dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan (Wulandari dan Zulkarnaini, 2. METODE Kegiatan sosialisasi dan pelatihan penguatan kapasitas pemerintahan desa dalam menjalankan administrasi pemerintahan di Desa Battu Winangun telah dilaksanakan pada 15 Maret 2025 bertempat di Gedung pemerintahan desa. Pelaksanaan kegiatan dilakukan denga metode sosialisasi, ceramah dan presentasi interaktif mengenai tata kelola dan sistem administrasi Desa Battu Winangun. Tahapan kegiatan dilaksanakan sebagai berikut. Gambar 1. Work breakdown structure Pengabdian kepada Masyarakat Tahapan kegiatan pengabdian dilakukan dalam beberapa tahapan, yaitu Persiapan kegiatan Persiapan dilakukan dengan mengadakan observasi kepada perangkat desa Battu Winangun untuk mendapatkan informasi awal mengenai masalah administrasi desa yang ada. Dari observasi awal didapatkan banyak kekurangan. Pelaksanaan sosialisasi Pada tahap ini dilakukan kegiatan sosialisasi pada perangkat desa mengenai administrasi desa dan peningkatan sumberdaya aparatur desa Evaluasi dan Dokumentasi Evaluasi dilakukan dengan memberikan pertanyaan kepada peserta pelatihan HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Aktivitas Pelaksanaan kegiatan pelatihan dan sosialisasi penguatan administrasi pemerintahan pada aparatur desa Battu Winangun. Kecamatan Lubuk Raja. Kabupaten Ogan Komering Ulu Provinsi Sumatera Selatan dilaksanakan melalui metode ceramah, dan tatap muka antara nara sumber dan aparatur desa Battu Winangun. Kegiatan ini dilaksanakan di kantor Balai Desa Battu Winangun. Kegiatan ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu penyusunan materi, pelaksanaan sosialisasi, dokumentasi dan evaluasi. 302 | Azwar. Eka Rizki Meiwinda. Lucyana. Rahmawaty Hasibuan. Zulkarnain . Penguatan Kapasitas Pemerintahan Desa . Kegiatan awal yang dilakukan yaitu pelaksanaan observasi lapangan ke Desa Battu Winangun untuk mengetahui permasalahan mengenai administrasi desa dan aparatur desa. Observasi dapat diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap gejala yang tampak pada Observasi dilakukan dengan melakukan wawancara melalui beberapa pertanyaan yang telah ditentukan untuk mendapatkan permasalah yang dihadapi oleh aparatur desa pada Desa Battu Winangun. Pelaksanaan wawancara dilakukan langsung kepada informan dalam penguatan kapasitas administrasi desa. Lalu dilakukan penyusunan materi. Materi yang disajikan dalam sosialisasi dan pelatihan berupa power point yang berisi materi penguatan administrasi desa. Tahapan kegiatan selanjutnya adalah pelaksanaan sosialisasi. Kegiatan sosialisasi dilaksanakan oleh narasumber mengenai pentingnya mengisi buku administrasi umum, buku administrasi keuangan, buku administrasi aparat desa, buku administrasi tanah khas desa, buku administrasi pembangunan desa dan lain-lain. Selain itu, penyimpanan buku ini juga harus diperhatikan penyimpanannya agar mudah untuk di akses dan dikelola dengan baik. Sosialisasi dilakukan dengan tujuan untuk menjelaskan maksud dan tujuan serta menggali informasi sebanyak Ae banyaknya dan mengenali permasalahan serta memetakan sumberdaya desa yang dapat bersinergi dalam mendukung keberhasilan program (Dako dan Ilham. Penyelesaian Masalah Kegiatan sosilisasi dilaksanakan dengan tujuan untuk mengenalkan aparat desa dan narasumber. Kegiatan dilakukan dengan ceramah dan pemaparan powerpoint di balai desa. Pemaparan yang dilakukan oleh narasumber dilakukan untuk memberikan pemahaman dan penekanan akan manfaat dari manajemen administrasi pemerintahan desa. Pada saat kegiatan sosialisasi yang telah dilakukan, para aparat desa banyak yang proaktif dalam kegiatan, hal ini dapat dilihat dari banyaknya peserta sosialisasi yang bertanya kepada narasumber mengenai materi yang disampaikan. Dari hasil sosialisasi yang disampaikan, diharapkan aparatur desa akan dapat menambah pemahanan dan pengetahuannya mengenai administrasi di desa sehingga sistem pengadministrasian pemerintahan yang ada di Desa Battu Winangun sehingga nantinya penerapan sistem administrasi dan tata kelola manajemen yang ada dapat berjalan dengan baik secara penggunaan dan pengelolaannya. Sistem administrasi dan tata kelola tersebut dilakukan untuk mempermudah dalam mengelola semua data yang ada di desa (Hartati et al. Dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat mengenai penguatan kapasitas administrasi pemerintahan yang telah dilakukan di Desa Battu Winangun ini telah menghasilkan beberapa hasil yang Hasil yang didapatkan dalam kegiatan ini adalah Peningkatan keterampilan dan pengetahuan aparatur desa di Desa Battu Winangun Pelayanan publik yang lebih efisien terhadap waktu Lebih baiknya kualitas perencanaan dan penganggaran desa di Desa Battu Winangun Gambar 2. Kegiatan Sosialisasi Dan Tanya Jawab Nara Sumber Dan Partisipan Pengembangan kapasitas merupakan suatu pendekatan utama yang dilakukan dengan tujuan untuk memperkuat kemampuan manusia agar dapat menentukan hal yang berguna bagi dirinya dan prioritas dalam hidupnya serta kemampuan mengorganisir diri untuk melakukan perubahan bagi masa Dalam pembangunan kapasitas memiliki dimensi, fokus dan tipe kegiatan, yaitu Dimensi pengembangan Sumberdaya Manusia, yaitu dengan melakukan peningkatan kemampuan teknis dengan melaksanakan kegiatan seperti training, praktik langsung, rekruitmen. Jurnal Dehasen Untuk Negeri. Vol. 4 No. 2 Juli 2025 page: 301 Ae 304 | 303 Dimensi penguatan organsasi, yaitu dengan meningkatkan tata manajemen untuk meningkatkan keberhasilan peran dan fungsi dengan melaksanakan kegiatan pelatihan kepemimpinan, struktur manajerial, komunikasi. Reformasi kelembagaain, yaitu dengan mengubah struktur kelembagaan secara makro dengan melalkukan aturan dengan mengubah kebijakan dan regulasi, reformasi konstitusi (Linda,2. Sistem administrasi yang tidak diperhatikan dengan baik akan mengakibatkan keruguan negara dan masyarakat. Dengan melaksanakan sistem pencatatan yang baik, maka akan mencegah kemungkinan hilangnya beberapa aset yang tidak tercatat di dalam buku administrasi umum. Sehingga penting sekali untuk dilakukan pencatatan beberapa aset tersebut. Pemahaman terkait pentingnya pengelolaan sistem administrasi yang baik dalam menjalankan tata kelola dalam pemerintahan desa belum disadari oleh aparatur desa setempat. Lemahnnya tata kelola administrasi ditunjukkan dengan masih rendahnya pengawasan yang dilakukan oleh pimpinan desa. Padahal pemimpin desa memiliki pernanan yang besar dalam mengelola sistem administrasi yang baik. Dengan baiknya sistem administrasi yang ada, maka akan memperlancar proses pembangunan. KESIMPULAN DAN SARAN Melalui keiaan pendampinan, pelaihan dan sosialisasi penguatan administrasi apaatur desa di Desa Battu Winangun ini, aparatur desa tidak hanya mendapatkan pemahaman teoritis tetapi juga meningkatkan keterampilan dalam menggunakan manajemen administrasi tata kelola desa. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terimakasih kepada aparatur desa di Desa Battu winangun atas Kerjasamanya, mulai dari diskusi awal dan menyediakan tempat untuk melakukan sosialisasi. DAFTAR PUSTAKA