Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) https://jamsi. jurnal-id. Vol. No. 2 Maret 2022. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jamsi. Pemanfaatan Metode Geolistrik 2 Dimensi dalam Mengidentifikasi Kemenerusan Lapisan Air Tanah di Dusun IID. Desa Jatimulyo. Kecamatan Jati Agung. Kabupaten Lampung Selatan Risky Martin Antosia*1. Rhahmi Adni Pesma2. Intan Andriani Putri3. Mokhammad Puput Erlangga4. Gestin Mey Ekawati5 1,2,3,4,5Program Studi Teknik Geofisika. Institut Teknologi Sumatera. Indonesia *e-mail: martin. antosia@tg. id1, rhahmi. pesma@tg. id2, andriani. putri@tg. erlangga@tg. id4, gestin@tg. Abstrak Sebagian warga yang tinggal di sekitar Dusun IID. Desa Jatimulyo. Kecamatan Jati Agung. Kabupaten Lampung Selatan. sering mengalami kekeringan air tanah pada sumur bor yang dimilikinya. Kedalaman sumur bor tersebut sekitar 10 meter, padahal ada sumur bor dengan kedalaman yang sama, kuantitas airnya banyak. Untuk mengatasi permasalahan ini, tim pengabdian kepada masyarakat menggunakan metode geolistrik untuk mengidentifikasi kemenerusan lapisan air tanah di dusun tersebut. Metode geolistrik 2 dimensi diaplikasikan di lokasi pengukuran agar dapat memberikan informasi persebaran nilai tahanan jenis listrik di area tersebut . ecara horizontal dan vertica. sepanjang bentangan 210 meter dengan jarak antar elektroda sebesar 14 meter. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa lapisan air tanah di sekitar lokasi memiliki kuantitas air tanah yang berbeda, dilihat dari persebaran nilai resistivitasnya . ahanan jenis listri. Informasi warga terkait kedalaman air tanah dan kuantitas air tanah, cocok dengan penampang resistivitas. Bagi warga yang tinggal di sebelah Barat, dapat memanfaatkan air tanah hanya dengan kedalaman sumur bor sekitar 10 meter. Namun, sebagai rekomendasi bagi warga di sebelah Timur, tim menyarankan untuk membuat sumur bor dengan kedalaman lebih dari 25 meter. Kata kunci: Desa Jatimulyo. Lapisan Air Tanah. Metode Geolistrik 2 Dimensi. Resistivitas Abstract Some of the residents living around IID Hamlet. Jatimulyo Village. Jati Agung District. South Lampung Regency. often experience groundwater drought in their bore wells. The depth of the drilled well is about 10 meters. even though there were drilled wells with the same depth, the quantity of water was large. To overcome this problem, the community service team used the geoelectrical method to identify the continuity of the groundwater layer in the hamlet. The 2-dimensional geoelectric method was applied at the measurement location to provide information on the distribution of electrical resistivity values in the area . orizontally and verticall. along a stretch of 210 meters with a distance between electrodes of 14 meters. The data processing result showed that the groundwater layer around the location had a different quantity of groundwater, seen from the distribution of the resistivity value. Residents' information regarding groundwater depth and groundwater quantity matched the resistivity cross-section. Residents in the West could use groundwater only with a drilled well depth of about 10 meters. However, as a recommendation for the residents in the East, the team suggests drilling wells with a depth of more than 25 meters. Keywords: Groundwater Layer. Jatimulyo Village. Resistivity. The 2-Dimensional Geoelectric Method PENDAHULUAN Air merupakan salah satu sumber daya alam yang ada di bumi. Air menjadi kebutuhan utama bagi makhuk hidup, terutama manusia. Kebutuhan air semakin meningkat seiring bertambahnya populasi manusia. Salah satu sumber air yang banyak digunakan adalah air Masyarakat yang tinggal di Dusun IID Desa Jatimulyo, banyak membuat sumur gali maupun sumur bor untuk mendapatkan air tanah. Dusun tersebut berjarak 3,76 km dari kampus Institut Teknologi Sumatera dan memiliki kurang lebih 100 kepala keluarga. Pengalaman beberapa warga dalam membuat sumur bor, kedalaman air tanah yang diperoleh berbeda-beda. Sebagian orang berhasil mendapatkan air tanah dengan membuat sumur bor pada kedalaman sekitar 10 meter dengan kuantitas air yang banyak. Namun, ada juga sumur bor dengan P-ISSN 2807-6605 | E-ISSN 2807-6567 Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) https://jamsi. jurnal-id. Vol. No. 2 Maret 2022. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jamsi. kedalaman yang sama, memiliki kuantitas air yang lebih sedikit . epat kering ketika digunakan dan harus menunggu dengan waktu yang cukup lama agar sumur tersebut terisi air kembal. , sehingga sebagian warga yang lain harus melakukan pengeboran lebih dari 10 meter. Untuk itu, perlu adanya suatu metode pengidentifikasian lapisan air tanah agar dapat memberikan informasi kepada masyarakat mengenai kemenerusan lapisan dan kondisi air tanah di sekitar Dusun IID Desa Jatimulyo. Pendekatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat adalah dengan memperkenalkan suatu metode kerekayasaan dalam bidang ilmu kebumian, yaitu metode geolistrik. Penggunaan metode tersebut telah banyak dilakukan oleh beberapa peneliti di bidang air tanah, dalam dan luar negeri. Peneliti dalam negeri ada Farishi et . Rizka & Satiawan . , dan Setiawan et al. yang melakukan identifikasi lapisan air tanah di sekitar kampus Institut Teknologi Sumatera. Lalu ada Kuswadi . dan Manrulu et al. melakukan hal yang sama, masing-masing di sekitar kampus Politeknik Negeri Lampung dan Universitas Cokroaminoto Palopo. Kemudian, salah satu tim peneliti luar negeri melakukan investigasi air tanah di kota Bulawayo. Zimbabwe (Muchingami et al. , 2. Hasil dari metode geolistrik memberikan gambaran informasi jenis-jenis batuan bawah permukaan bumi berdasarkan nilai resisitivitas. Kemudian, dari jenis batuan-batuan tersebut diidentifikasi batuan yang menjadi lapisan air tanah berdasarkan sifat fisiknya secara umum. Pada kegiatan pengabdian ini, metode geolistrik 2 dimensi diterapkan untuk melihat kemenerusan suatu lapisan air tanah . engacu pada penelitian Djereng et al. Hakim & Manrulu . Manrulu et al. , dan Sastrawan & Latifan . METODE Secara umum, ada 4 tahapan dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian ini, yaitu survei awal, pengambilan data, pengolahan dan analisis data, serta sosialisasi hasil kegiatan kepada warga sekitar. Urutan dari tahapan-tahapan tersebut dapat dilihat pada Gambar 1. Pada tahapan survei awal, tim terlebih dahulu bertemu dengan kepala Dusun IID dan meminta keterangan terkait sumur warga. Setelah itu, tim mendatangai kantor Desa jatimulyo untuk meminta izin pelaksanaan kegiatan pengabdian di Dusun IID. Kemudian, tim melakukan pengecekan lokasi dan penentuan posisi untuk melakukan pengambilan data. Gambar 1. Tahapan pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat . Gambar 2. Pemilihan lokasi . posisi bentangan arah Barat, dan . posisi bentangan arah Timur P-ISSN 2807-6605 | E-ISSN 2807-6567 Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) https://jamsi. jurnal-id. Vol. No. 2 Maret 2022. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jamsi. Area yang dipilih untuk melakukan pengukuran adalah area yang membentang lurus tanpa hambatan dan area yang dapat mewakili informasi yang sudah diberikan oleh kepala Gambar 2 menunjukkan lokasi yang dipilih oleh tim sebagai tempat pengambilan data. Hasil yang diperoleh dari survei tersebut menunjukkan bahwa bentangan lurus maksimal sepanjang 210 meter dan hanya di daerah tersebut aktivitas warga tidak begitu terganggu . idak banyak orang yang melewati area tersebu. Tahapan selanjutnya adalah pengambilan data metode geolistrik metode 2 dimensi. Secara singkat, metode geolistrik merupakan suatu metode yang memanfaatkan energi listrik yang diberikan pada permukaan bumi . melalui elektroda arus A dan B. Kemudian arus yang mengalir melalui elektroda tersebut diukur menggunakan Amperemeter dan nilai beda potensial diukur melalui elektroda M dan N menggunakan Voltmeter. Sususan elektroda beserta alat ukurnya dapat dilihat pada Gambar 3. Alat geolistrik yang dimaksud terdiri dari sumber energi listrik dan alat ukur (Amperemeter dan Voltmete. Kemudian peralatan lengkap yang digunakan pada proses pengambilan data dapat dilihat pada Tabel 1. Karena jumlah elektroda yang dimiliki sebanyak 16 buah, jarak antar elektroda sebesar 14 meter pada bentangan sepanjang 210 meter. Elektroda tersebut dipasang dari mulai titik nol meter . ebelah Barat pada titik G. hingga titik 210 meter . ebelah Timur pada titik G. Posisi lintasan pada peta dapat dilihat pada Gambar 4. Tabel 1. Peralatan utama metode geolistrik 2D. Nama Barang Jumlah . Alat geolistrik 1 set Elektroda 16 buah Kabel @105 meter 4 gulung Gambar 3. Sususan elektroda dan alat ukur (A = Amperemeter dan V = Voltmete. dalam metode geolistrik . dopsi dari Manrulu et al. , 2018. Sastrawan & Latifan, 2. Gambar 4. Posisi lintasan pengukuran metode geolistrik 2 dimensi P-ISSN 2807-6605 | E-ISSN 2807-6567 Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) https://jamsi. jurnal-id. Vol. No. 2 Maret 2022. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jamsi. Setiap elektroda yang terpasang diberikan penomoran dari 1 hingga 16. Dalam satu kali pengukuran, hanya dibutuhkan 4 elektroda . eperti pada Gambar . Karena kabel yang tersedia ada 4 gulung, pemasangan kabel pada elektroda dilakukan secara bergantian setiap 4 elektroda. Pengukuran data pertama dilakukan dengan memasang kabel-kabel pada elektroda 1-4, elektroda 1 dan 4 sebagai elektroda arus (A-B) serta elektroda 2-3 sebagai elektroda potensial (M-N). Selanjutnya, pengukuran data kedua pada elektroda 2-5 . osisi setiap fungsi elektroda arus dan potensial harus selalu mengacu pada Gambar . Jika pengukuran sudah mencapai elektroda 16, pengukuran telah selesai pada ycu = 1 . ihat Gambar . Setelah itu, pengukuran kembali dilakukan untuk ycu = 2, artinya pemasangan kabel-kabel dilakukan dengan selang 1 elektroda, yaitu pada elektroda 1, 3, 5, dan 7. Lalu melakukan pengukuran pada elektroda 2, 4, 6, dan seterusnya hingga mencapai elektroda 16. Pengukuran ini dilakukan hingga mencapai ycu = 5 . engan ketentuan pada ycu = 3 selang 2 elektroda, ycu = 4 selang 3 elektroda, dan ycu = 5 selang 4 elektrod. , sehingga totalnya ada 35 data yang diukur . ihat Gambar . dan semua data tersebut dicatat sesuai dengan form yang telah disediakan. Utamanya, pada form tersebut berisi data posisi elektroda, jarak antar elektroda . , serta nilai arus . ayayaA ) dan beda potensial . cOycAycA ) yang diukur. Gambar 5. Susunan 16 elektroda beserta representasi data yang diukur pada setiap nilai n . dopsi dari Djereng dkk. , 2. Total waktu yang dibutuhkan dalam proses pengambilan data pada satu bentangan sekitar 3 jam, mulai dari persiapan peralatan di lokasi, memberikan tanda di atas tanah untuk ditancapkan elektroda, membentang kabel-kabel, hingga melakukan semua pengukuran data. Dalam proses tersebut, diperlukan minimal 4 orang yang membantu memindahkan kabel-kabel dan memasangnya pada elektroda. Gambar 6 memperlihatkan proses pengambilan data di . Gambar 6. Proses pengambilan data . anggota tim memantau penancapan elektroda pada tanah dan pemasangan kabel pada elektroda, serta . anggota tim melakukan pengukuran data menggunakan alat geolistrik P-ISSN 2807-6605 | E-ISSN 2807-6567 Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) https://jamsi. jurnal-id. Vol. No. 2 Maret 2022. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jamsi. Tahapan berikutnya pada pengabdian ini yaitu pengolahan dan analisis data. Pengolahan data menggunakan perangkat lunak Spreadsheet. Text Editor, dan Res2DInv. Data yang dicatat saat pengukuran disalin ulang pada perangkat lunak Spreadsheet. Pada perangkat tersebut dilakukan perhitungan mencari nilai tahanan jenis listrik . uUyca ) dengan mengacu pada Hakim & Manrulu . Manrulu et al. Sastrawan & Latifan . , serta Gambar 3. Berikut persamaan yang digunakan untuk menghitung nilai tahanan jenis listrik tersebut, ycO yuUyca = 2yuUyca ycAycA Lalu data tersebut dikonversi . asih menggunakan perangkat Spreadshee. menjadi suatu bentuk data yang sesuai dengan format pada perangkat Res2DInv. Data tersebut disalin pada perangkat lunak Text Editor untuk diubah ke dalam bentuk format dot-dat (. Kemudian file dalam bentuk dot-dat tersebut dibuka pada perangkat lunak Res2DInv. Perangkat tersebut merupakan perangkat umum yang khusus digunakan untuk mengolah data geolistrik 2 dimensi. Hasil yang diperolah dari pengolahan data tersebut berupa gambar yang menunjukkan pesebaran nilai tahanan jenis listrik . ama lainnya adalah resistivita. di lokasi pengukuran, secara horizontal . earah bentanga. dan vertikal . e bawah permukaan bum. Setelah itu, analisis dilakukan secara visual dengan melihat pola persebaran tahanan jenis listriknya dengan dibantu data penunjang berupa informasi kedalaman sumur air tanah warga yang tinggal di sekitar lokasi pengukuran. Terakhir, tim melakukan sosialisasi hasil kegiatan kepada warga Dusun IID. Dalam sosialisasi tersebut, warga diberikan informasi kemenerusan lapisan air tanah di sekitar area pengambilan data. Kemudian tim memberikan rekomendasi kepada warga terkait kedalaman sumur bor yang harus dibuat. HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 2 merupakan data pengukuran metode geolistrik 2 dimensi beserta hasil perhitungan nilai resistivitas . olom terakhi. menggunakan persamaan . Tabel 3 adalah konversi data pada perangkat lunak Spreadsheet, yang siap disalin pada perangkat lunak Text Editor. Berdasarkan Tabel 3, pada baris 1, 2, dan 4 secara berurutan merupakan informasi berupa nama lintasan, spasi elektroda pada ycu = 1, dan jumlah data pengukuran. Baris 3, 5, dan 6, serta 4 baris terakhir adalah informasi default dalam melakukan pengolahan data geolistrik 2 Lalu pada kolom pertama mulai dari baris ke-7 hingga baris ke-41 merupakan posisi tengah . cuyccycaycycyco dalam satuan mete. antara elekroda M dan N dari setiap pengukuran dengan menggunakan persamaan berikut untuk melakukan perhitungannya . imbol yang digunakan pada formula merujuk pada Tabel . , ycuyccycaycycyco = yca [ . cA ycAOe. Kolom kedua pada baris 7-41 dari Tabel 3 sama dengan kolom 7 pada Tabel 2 dan kolom ketiga pada baris 7-41 sama dengan kolom terakhir pada Tabel 2. Selanjutnya, semua data pada Tabel 3 disalin pada perangkat Text Editor yang berformat dot-txt (. , lalu disimpan dengan format yang sama. Kemudian lakukan ubah nama . file tersebut menjadi dot-dat (. Untuk lebih jelasnya penggunaan perangkat lunak Res2DInv dalam mengolah data geolistrik 2 dimensi, dapat melihat penjelasan yang dibuat oleh Marsan . Gambar 7 adalah hasil pengolahan data menggunakan perangkat Res2DInv. Dilihat dari aspek geologi. Desa Jatimulyo berada pada formasi Lampung. Demikian juga kampus Institut Teknologi Sumatera berada pada formasi Lampung. Oleh karena itu, berdasarkan Farishi et al. Rizka & Satiawan . , dan Setiawan et al. Lampung didominasi lapisan batuan tuff, pasir tuffan, dan lempung tuffan. Menurut mereka (Farishi et al. , 2019. Rizka & Satiawan, 2019. dan Setiawan et al. , 2. , lapisan air tanah yang baik berada pada lapisan batuan pasir tuffan. Dengan melihat pola persebaran nilai resistivitas pada Gambar 7, kemungkinannya terdapat 2 lapisan batuan, yaitu lapisan batuan pasir tuffan P-ISSN 2807-6605 | E-ISSN 2807-6567 Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) https://jamsi. jurnal-id. Vol. No. 2 Maret 2022. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jamsi. dan batuan tuff. Lapisan 1-2 yang ditandai pada Gambar 7 merupakan batuan pasir tuffan serta lapisan 3 adalah batuan tuff. Walaupun lapisan 1 dan 2 berupa jenis batuan yang sama, ada perbedaan dari segi nilai resistivitasnya . ilai resistivitas juga direpresentasikan dengan Ada kemungkinan bahwa lapisan 1 adalah batuan pasir tuffan yang tidak tersaturasi air, sedangkan lapisan 2 adalah batuan pasir tuffan yang tersaturasi air . apat juga disebut sebagai lapisan air tana. Batuan pasir tuffan dapat menjadi lapisan air tanah karena memiliki porositas yang baik (Rizka & Satiawan, 2. , sehingga dapat menyimpan air. Batuan berpori yang terisi air memiliki nilai resistivitas yang lebih kecil dari pada yang tidak terisi dengan air. Tabel 2. Data pengukuran metode geolistrik 2 dimensi berserta perhitungan nilai resistivitas No. yea yeC . A) ycycycA . V) yyIyeC . 10 11 1 10 11 12 1 10 11 12 13 1 11 12 13 14 1 12 13 14 15 1 13 14 15 16 1 10 12 2 11 13 2 10 12 14 2 11 13 15 2 10 12 14 16 2 10 13 3 11 14 3 12 15 3 10 13 16 3 10 14 4 11 15 4 12 16 4 11 16 5 Warga yang tinggal di sekitar titik G2 . osisi nol meter pada Gambar 7 dan posisi pada peta dapat dilihat kembali pada Gambar . memiliki sumur bor pada kedalaman 10 meter dengan kuantitas air tanah yang cukup banyak, dibandingkan dengan warga yang tinggal di sekitar titik G1 dengan kuantitas air tanahnya yang sedikit walaupun pada kedalaman sumur bor yang sama. Dengan melihat kembali Gambar 7, lapisan 2 di sebelah Barat mayoritas memiliki nilai resistivitas kecil . arna bir. , kemungkinan kuantitas air tanahnya sangat Semakin ke arah Timur, nilai resistivitasnya semakin membesar . alaupun ada air tanahnya, kuantitasnya sedikit dan cepat kerin. Hal ini selaras dengan informasi sumur air P-ISSN 2807-6605 | E-ISSN 2807-6567 Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) https://jamsi. jurnal-id. Vol. No. 2 Maret 2022. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jamsi. tanah yang dimiliki warga yang tinggal di sekitar dusun tersebut. Untuk warga yang tinggal di sebelah Timur, memang perlu untuk membuat sumur bor dengan kedalaman lebih dari 25 Walapun penampang hasil pengolahan data hanya menunjukkan informasi persebaran resistivitas hingga kedalaman 35 meter . al ini karena bentangan bebas hambatan yang diperoleh hanya 210 mete. dari polanya dapat dilihat ada kemungkinan semakin dalam, batuannya masih merupakan lapisan air tanah. Dengan demikian, adanya kegiatan ini memberikan informasi kepada masyarakat Dusun IID Desa Jatmulyo mengenai kedalaman lapisan air tanah, sehingga warga dapat memperkirakan perkiraan biaya yang harus dikeluarkan dalam pembuatan sumur bor. Tabel 3. Konversi data yang siap disalin pada perangkat lunak Text Editor. Jati Mulyo P-ISSN 2807-6605 | E-ISSN 2807-6567 Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) https://jamsi. jurnal-id. Vol. No. 2 Maret 2022. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jamsi. Tidak jauh dari area pengukuran, terdapat suatu lokasi yang akan dibangun sebuah Tim mendatangi langsung warga yang ada di lokasi tersebut dan menyampaikan informasi kemungkinan kedalaman air tanah. Warga sekitar memberikan respon positif kepada tim, atas kegiatan yang sudah dilaksanakan. Dengan adanya kegiatan ini, mereka sangat terbantu ketika akan membuat sumur bor. Mereka juga mengharapkan bahwa kegiatan seperti ini dapat dilakukan di daerah lain, yang juga membutuhkan informasi serupa terkait air tanah. Gambar 7. Hasil pengolahan data menggunakan perangkat lunak Res2DInv. Gambar 8. Sosialisasi hasil kegiatan pada warga yang akan membangun sebuah rumah. KESIMPULAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berhasil dalam memberikan informasi kemenerusan lapisan air tanah di Dusun IID. Desa Jatimulyo. Kecamatan Jati Agung. Kabupaten Lampung Selatan. Walapun informasi yang diberikan kurang dalam karena keterbatasan bentangan di area pengambilan data, tim dapat memberikan arahan kepada warga setempat dalam membuat sumur bor. Bagi warga yang tinggal di sebelah Barat, dapat memanfaatkan air tanah hanya dengan kedalaman sumur bor sekitar 10 meter. Namun, bagi warga sebelah Timur harus membuat sumur bor dengan kedalaman lebih dari 25 meter . alaupun arahannya tidak tepat berada pada kedalaman berapa, minimal warga sekitar tahu gambaran besarnya dan harus mempersiapkan budget yang lebih tinggi untuk membuat sumur bo. Dari kegiatan ini juga, warga sekitar memberikan respon positif kepada tim pengabdian kepada masyarakat dari program studi Teknik Geofisika Institut Teknologi Sumatera, atas informasi tersebut. berharap kegiatan serupa yang berhubungan dengan pemanfaatan air tanah, dapat dilakukan di daerah lain. UCAPAN TERIMA KASIH Tim pengabdian kepada masyarakat mengucapkan terima kasih banyak kepada warga Dusun IID Desa Jatimulyo yang telah berpartisipasi menyukseskan kegiatan ini. Tim juga berterima kasih kepada mahasiswa program studi Teknik Geofisika Institut Teknologi Sumatera. P-ISSN 2807-6605 | E-ISSN 2807-6567 Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) https://jamsi. jurnal-id. Vol. No. 2 Maret 2022. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jamsi. yang telah membantu pelaksanaan pengambilan data di lokasi. Kegiatan ini dapat terlaksana melalui program pengabdian kepada masyarakat secara mandiri melalui dana swadaya tim. DAFTAR PUSTAKA