Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Volume 8 No 2. Novenber 2024 e-ISSN 2580-0531, p-ISSN 2580-0337 DOI:10. 32696/ajpkm. v%vi%i. Pelatihan Gamelan Degung Sebagai Upaya Penguatan Implementasi Kurikulum Merdeka Bagi Kelompok Kerja Guru Kec. Cisaat Kab. Sukabumi Irna Khaleda Nurmeta1. Aiman Faiz2*. Fathia Frazna Az-Zahra3. Siti Anisa Suganda F4. Rizkia Wahyu Ananda5. Shakira Anadella6. Reiza Maulidia7 Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 1, 4, 5 Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Universitas Muhammadiyah Sukabumi. Sukabumi,Indonesia Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Universitas Muhammadiyah Cirebon. Cirebon. Indonesia 3, 6, 7 Teknik Informatika. Universitas Muhammadiyah Sukabumi. Sukabumi. Indonesia Email: 1irnakhaleda@ummi. id, 2*aimanfaiz@umc. id, 3*fathiafrazna@ummi. sitianisasugandafutri@gmail. com, 5rizkiawahyuananda@gmail. com, 6anadellashakira@gmail. reizasenjaya5@gmail. Abstrak Kebermanfaatan alat musik gamelan yang dapat dijadikan sebuah materi pembelajaran P5 tema kearifan lokal belum sepenuhnya terlaksana di sekolah-sekolah khususnya bagi yang sudah mempunyai alat musik Jika dilihat dari pengadaan alat musik tersebut, pemerintah sudah mengeluarkan sejumlah dana untuk mendukung kegiatan pembelajaran seni tradisional di sekolah, hanya saja ini menjadi sebuah kerugian negara karena pelaksanaan dilapangan belum diimbangi oleh daya dukung tenaga pengajar yang mumpuni pada akhirnya tidak dapat menghasilkan sebuah kegiatan maupun karya bagi siswa. Pemanfaatan maupun penggunaan alat gamelan pada program pemerintah ini belum berjalan secara optimal khususnya di Kec. Cisaat Kab. Sukabumi. Metode pelaksanaan pengabdian pada mitra KKG di Kec. Cisaat Kab. Sukabumi terdiri dari: Sosialisasi. Pelatihan, dan Penerapan Teknologi. Dalam kegiatan pengabdian yang difokuskan pada pelatihan Gamelan ini penulis dan tim menggunakan website Gamelan EduWeb sebagai media bantu bagi guru mempelajari materi pelatihan. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan guru dalam memainkan gamelan setelah melakukan pelatihan selama 12x Implikasi pelatihan menjadikan guru memiliki kompetensi dalam mengajarkan gamelan degung pada para siswa sebagai upaya mengimplementasikan pendidikan karakter pada Kurikulum Merdeka. Kata kunci: Gamelan. Degung. Seni. Kurikulum. Merdeka Abstract The usefulness of gamelan musical instruments that can be used as learning materials for P5 local wisdom themes has not been fully implemented in schools, especially for those who already have gamelan musical When viewed from the procurement of these musical instruments, the government has spent several funds to support traditional arts learning activities in schools, it's just that this has become a state loss because the implementation in the field has not been matched by the carrying capacity of qualified teaching staff, in the end, it cannot produce an activity or work for students. The utilization and use of gamelan equipment in this government program has not been running optimally, especially in the Cisaat sub-district. Sukabumi district. The method of implementing the service to KKG partners in the Cisaat subdistrict. Sukabumi district consists of: Socialisation. Training, and Application of Technology. In this service activity, which focused on Gamelan training, the author and team used the Gamelan EduWeb website as a medium for teachers to learn the training material. The implementation results showed an increase in teachers' knowledge and skills in playing Gamelan after conducting training for 12x meetings. The implications of the training make teachers competent in teaching gamelan degung to students as an effincreasedort to implement character education in the Merdeka Curriculum. Keywords: Gamelan. Degung. Curicculum. Merdeka Submit: Oktober 2024 Diterima: Oktober 2024 Publis: November 2024 Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC-BY-NC-ND 4. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) PENDAHULUAN Gamelan Degung, seni tradisional Indonesia yang diwariskan dari nenek moyang tersebar di daerah Jawa Barat. Berdasarkan Subandi(Subandi et al. , 2. menyebutkan bahwa gamelan degung berasal dari kaum elit atau priyai . angsawan Sund. Kemudian ditinjau dari beberapa literatur menyebutkan bahwa istilah gamelan degung sendiri berasal dari kata AungadegAy . dan AuagungAy artinya megah atau AupangagungAy . Sehingga pada masa tersebut gamelan degung lebih popular dan hidup sebagai sarana hiburan para menak/bangsawan dan berfungsi sebagai media penyambutan para tamu agung di lingkungan Keraton ataupun lingkungan Pendopo. Gamelan degung semakin populer di Tatar Sunda dan dihargai oleh masyarakat. Kehadirannya bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai pengiring dalam upacara adat bahkan menjadi bagian dari pendidikan sebagai upaya untuk tetap mempertahankan eksistensi musik gamelan disetiap generasi yang menjadi isu krusial ditengah arus Di era globalisasi, selain menjadi fasilitator dan motivator, guru juga memikul tanggung jawab untuk menanamkan nilai nilai karakter agar siswa tidak terbawa oleh laju globalisasi yang bergerak cepat (Fikriyah & Faiz, 2. Penanaman nilai khususnya di sekolah dasar merupakan bentuk upaya untuk mengefisiensikan implementasi nilai karakter, karena usia dini merupakan masa Ae masa kritis anak yang pengaruhnya akan membawa dampak sampai dewasa(Wahyuni & Hasanah. Selaras dengan hal tersebut. Faiz menyebutkan bahwa Aupraksis pembelajaran menjadi tempat yang sangat representatif dalam penanaman nilai-nilai karakterAy(Faiz & Soleh, 2. Esensi pendidikan karakter tidak hanya menanamkan nilai-nilai moral dan karakter pada umumnya tetapi juga harus mampu mengakari konteks budaya melalui kearifan lokal. dkk(Nurmeta et al. , 2. mengungkapkan bahwa AuKearifan lokal merupakan kebiasaan dan gaya hidup yang Vol. 8 No. November 2024 lahir dan berkembang di lingkungan masyarakat tertentuAy. Kearifan lokal merupakan relevansi yang dapat di integrasikan dengan pendidikan karakter, dan juga merupakan aktualisasi upaya pemulihan nilai budaya itu sendiri. Hal tersebut sejalan dengan pendapat Faiz, dkk (Faiz & Soleh, 2. yang mengungkapkan bahwa AuPengembangan karakter berbasis kearifan lokal ini merupakan upaya mempersiapkan remaja pada era globalisasi dengan membangun karakter dan kecintaan pada nilai budaya kearifan lokalAy, salah satunya ialah musik Gamelan. Alat musik gamelan memiliki potensi sebagai materi pembelajaran P5 tema kearifan lokal. Sayangnya, penerapannya di sekolah-sekolah masih belum optimal, terutama di sekolah yang sudah memiliki alat gamelan. Meskipun pemerintah telah mengeluarkan dana untuk mendukung pembelajaran seni tradisional, kurangnya menyebabkan potensi ini tidak sepenuhnya Negara. Pemanfaatan maupun penggunaan alat gamelan pada program pemerintah ini belum berjalan secara optimal khususnya di Kec. Cisaat Kab. Sukabumi. hasil survey yang dilakukan pada 41 Sekolah Dasar yang tersebar di Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi. Dari 41 Sekolah Dasar, hanya 12 yang memiliki alat musik gamelan. Dari 12 sekolah tersebut, 4 diantaranya memiliki guru yang ahli dalam memainkan gamelan, sementara 8 sekolah lainnya tidak memiliki guru dengan keahlian tersebut. Hal ini menyebabkan alat gamelan terbengkalai, rusak, dan tidak dimanfaatkan sepenuhnya oleh siswa. Berikut ini hasil observasi kondisi gamelan dari salah satu sekolah di Kec. Cisaat Kab. Sukabumi: Gambar 1. Kondisi Gamelan Degung di Kec. Cisaat Kab. Sukabumi Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Berdasarkan permasalahan prioritas yakni: Minimnya kompetensi guru dalam diperlukan adanya Pelatihan Terampil Gamelan Degung bagi para guru dalam mempelajari alat musik gamelan. Kurangnya kompetensi guru dalam memainkan alat musik gamelan berdampak pada keterbatasan pelatihan gamelan pada siswa, maka dari itu diperlukan pelatihan bagi guru-guru yang berfokus pada metode pengajaran gamelan untuk siswa yang kemudian dapat diimplemetnasikan kedalam kurikulum merdeka P5 tema kearifan Keterbatasan jumlah pelatih untuk mengajarkan gamelan kepada para guru sehingga diperlukan media berupa teknologi yang dapat membantu guru mempelajari materi gamelan secara mandiri kapanpun dan dimanapun. Hasil kajian pada beberapa platform, belum tersedia aplikasi maupun website khusus terkait materi-materi gamelan yang bisa Adapun aplikasi atau website yang sudah ada hanya menyediakan fitur bermain gamelan secara digital, bukan menyediakan bahan ajar seperti teknikteknik tabuhan dalam gamelan. METODE PELAKSANAAN Kegiatan masyarakat ini berlangsung dari bulan Agustus-Oktober 2024 bertempat di Sekretariat KKG Kec. Cisaat Kab. Sukabumi. Durasi pelatihan ini sebanyak 12x pertemuan yang setiap pertemuannya dilaksanakan selama 2-4 jam. Peserta dalam kegiatan ini sebanyak 13 orang yang merupakan pengurus KKG di tingkat Sekolah Dasar terdiri dari empat Gugus yakni Gugus Gadis. Gunungjaya. Cisaat dan Sukamanah. Adapun pelatih dalam kegiatan pelatihan gamelan degung ini ialah peneliti itu sendiri dengan bidang keilmuan Pendidikan Seni Musik, serta dibantu oleh pelatih dari luar yakni Bapak Otas Agustina. Pd. Gr yang merupakan Guru SD Vol. 8 No. November 2024 sekaligus seniman musik tradisional di Sukabumi. Pengabdian beberapa tahapan yaitu: . Sosialisasi. Kegiatan sosialisasi terlebih dahulu dilakukan kepada para pemangku kebijakan yakni Pengawas dan K3S di lingkungan Kec. Cisaat Kab. Sukabumi untuk memaparkan program yang dilakukan selama 3 bulan di lapangan. Pelatihan. Kegiatan pelatihan gamelan pada mitra KKG di Kec. Cisaat Kab. Sukabumi melibatkan beberapa pihak yang kompeten dalam pengabdian ini. Penerapan Teknologi. Dalam kegiatan pengabdian yang difokuskan pada pelatihan Gamelan ini penulis dan tim menggunakan website Gamelan EduWeb https://gamelaneduweb. com/ yang berisi materi dan video tutorial pelatihan gamelan. Website ini dibuat sebagai media untuk memfasilitasi para guru berlatih mandiri. Pendampingan Evaluasi. Tim pendampingan akan melaksanakan kegiatan pengabdian dengan mitra sebanyak 12 kali. Terdiri dari 3 bagian yaitu perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Adapun alur pengabdian tersebut sebagai berikut: Tahap Perencanaan Melakukan studi pendahuluan dan melakukan analisis problem untuk dicari solusi Bersama, menyusun kerangka pemikiran dengan tim pelaksana pengabdian dan menyusun program, melakukan forum grup diskusi dengan para guru KKG, menyusun waktu dan pelaksanaan pembagian tugas antar anggota pelatihan, ,enyusun materi pelatihan, angket validasi Pre-Test, pedoman kemudahan website dan format penilaian tes praktik gamelan. Tahap Pelaksanaan. Pada awal kegiatan pengabdian, untuk mengukur sejauh mana pemahaman para guru maka tim pengabdian melakukan FGD berupa wawancara serta pre-test praktik untuk mengetahui kemampuan awal dalam menabuh Selanjutnya tim pengabdian mulai melakukan sosialisasi dan Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) pelatihan kepada mitra, adapun pertemuan pelatihan sebanyak 13 kali yang terdiri dari pertemuan ke-1 ialah pemaparan materi secara teoritis tentang AuInternalisasi Teknologi di Dunia Pendidikan. Harmoni Tradisi dan Nilai-Nilai Luhur dalam Budaya Sunda, dan Literasi Teknologi Gamelan EduWebAy Pada pertemuan 2-4, tim pelatihan gamelan memberikan teknik tabuhan dasar dilakukan dengan metode drill. Selanjutnya pada pertemuan 5 peserta dibagi menjadi dua kelompok yakni kelompok Pola Tabuhan Salancaran dan kelompok Pola Tabuhan Lagu Ageung. Pertemuan guru-guru mempelajari materi sesuai dengan kelompoknya masing-masing. Pada pertemuan ke-8 para guru mulai penggunaan Gamelan EduWeb untuk mengoptimalkan proses latihan dan Penggunaan Gamelan EduWeb dilakukan oleh para guru dengan melihat notasi tabuhan maupun mempelajari materi melalui video tutorial terkait tabuhan yang telah Dalam pengabdian, mitra berperan dalam pengkoordinasian peserta pelatihan. Evaluasi. Pada pertemuan akhir tim pelatih melakukan ujian praktik dimana setiap guru memainkan materi sesuai dengan Tes praktik ini dilakukan oleh pelatih serta penonton yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kemampuan praktik para guru setelah dilakukan proses pelatihan sebanyak 12 kali. Untuk merefleksikan kegiatan, tim pelatih pengabdian melakukan kegiatan wawancara untuk mengetahui kekurangan yang perlu diperbaiki, kesan dan pesan selama pengabdian berlangsung. Vol. 8 No. November 2024 HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian ini berlangsung dari bulan Agustus-Oktober 2024 meliputi beberapa tahapan diantaranya Persiapan. Pelaksanaan dan Evaluasi. Persiapan Pengabdian, kegiatan ini dilakukan pada bulan Agustus-September dengan agenda koordinasi teknis pada pihak mitra yakni Kelompok Kerja Guru (KKG) Kec. Cisaat Kab. Sukabumi. Koordinasi ini meliputi penentuan jadwal, tempat, waktu pelatihan. FGD, wawancara dan pengisian pre-test. Selain melaksanakan koordinasi dengan pihak mitra, peneliti juga membagi dua tim pengabdian yakni untuk menyiapkan konten Gamelan dan Design Tim pertama difokuskan untuk melakukan kajian literatur terkait sejarah Gamelan, jenis-jenis Gamelan, waditra Gamelan, dan notasi-notasi tabuhan pada Gamelan. Lalu tim kedua difokuskan membuat UI/UX Design dimulai dari penentuan colour pallet, logo, hingga tata letak konten. Selain itu, tim pengabdian juga membuat penilaian pre-test post test yang sering digunakan ketika intervensi (Hati, 2. yang dalam hal ini terkait pada materi pelatihan pengetahuan Gamelan dan angket validasi tingkat kemudahan penggunaan website Gamelan EduWeb. Selanjutnya, tim pengabdian menyusun konsep pembukaan pelatihan dengan mengundang para pemangku kebijakan LPPM Universitas Muhammadiyah Sukabumi. Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S). Pengawas dan guru-guru yang merupakan peserta pelatihan Gamelan Degung. Acara pembukaan terdiri dari pemaparan kegiatan yang disampaikan oleh Ketua Pengabdian, serah terima aset kepada pihak mitra, lalu dilanjutkan dengan pemaparan materi Internalisasi Digital di Dunia Pendidikan yang disampaikan oleh narasumber Ibu Ratu Verlaili E. ST. dan pemaparan materi Harmoni Tradisi dan Nilai-Nilai Luhur dalam Budaya SundaAy oleh Narasumber Bapak Otas Agustina. dan Literasi Teknologi Gamelan EduWeb oleh tim pengabdian Ibu Fathia Frazna AzZahra. Pelaksanaan pelatihan berlangsung selama 12 hari dimulai pada tanggal 7Ae25 Oktober Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) 2024 di Sekretariat KKG Kec. Cisaat Kab. Sukabumi. Adapun durasi pelatihan berlangsung selama 6 jam setiap Kegiatan ini dihadiri oleh 13 orang guru terdiri dari empat Gugus yakni Gugus Gadis. Gunungjaya. Cisaat dan Sukamanah. Sebelum pelatihan dilakukan, peneliti memberikan lembar angket (Pretes. untuk mengetahui tingkat pengetahuan terkait Gamelan Degung. Materi Pelatihan Pada proses pelatihan ini, peneliti dibantu oleh pelatih yang memang memiliki keahlian pada Gamelan Degung. Peneliti dan pelatih sepakat untuk memberikan tiga materi kepada guru-guru yakni Pola Tabuhan Dasar. Pola Tabuhan Salancaran dan Pola Tabuhan Lagu Ageung. Praktik menabuh Gamelan Degung di hari ke-1 ialah materi Pola Tabuhan Dasar dimana setiap guru mendapatkan kesempatan menabuh satu alat gamelan secara bergantian. Pada beberapa guru yang kesulitan menabuh alat tertentu sehingga peneliti dan bersangkutan untuk mencoba alat lain yang dirasa mudah dipelajari sesuai Cara ini dilakukan oleh tim pengabdian dengan tujuan agar guru merasa lebih mudah dalam mempelajari materi pelatihan. Peran pelatih yang memberikan kebebasan kepada para guru dalam memilih alat gamelan sesuai dengan kemampuannya merupakan salah satu kompetensi pelatih dalam upaya mencapai keberhasilan pelatihan (Saputri et al. Pada pertemuan ke 2-4 materi yang dipelajari ialah Pola Tabuhan Salancaran yang di pertemuan ini guruguru mempelajari Salancaran Catrik. Teknis latihannya ialah menabuh Gamelan secara bergantian. Setiap guru diberikan notasi Salancaran Catrik sebagai acuan nada- nada yang dimainkan sesuai dengan notasi yang telah diberikan. Selama tiga pertemuan tersebut, peneliti bersama dengan pelatih melakukan observasi terhadap Vol. 8 No. November 2024 tingkat kemampuan setiap guru dalam menabuh Gamelan. Lalu untuk memaksimalkan kompetensi tersebut, maka dibuat menjadi dua kelompok yakni kelompok Tabuhan Lagu Salancaran dan kelompok Tabuhan Lagu Ageung. Pembagian kelompok atau dapat disebut dengan grouping kemampuan masing-masing guru yang didasarkan atas pandangan bahwa (Tedjawati, 2. Gambar 2. Proses Pelatihan Gamelan Kelompok pertama yakni kelompok Tabuhan Lagu Salancaran mempelajari materi pola tabuh catrik, kulu-kulu dan sinyur yang terdiri dari 8 orang, sedangkan kelompok Tabuhan Lagu Ageung mempelajari tabuhan Galatik Mangut terdiri dari 5 orang. Pembagian memaksimalkan tingkat kemampuan guru dalam menabuh gamelan sehingga dapat mengefektifkan proses latihan karena para guru dapat lebih fokus pada tabuhannya masing-masing, selain itu juga setiap kelompok dapat melakukan peer teaching yakni saling berbagi dan mengajarkan materi tabuhannya satu sama lain (Permania, 2. Integrasi Teknologi Selain memberikan pelatihan gamelan degung secara langsung, peneliti juga teknologi digital bernama Gamelan EduWeb dalam proses latihan. Teknologi digital ini telah banyak diteliti bahwa dapat memungkinkan pendekatan secara personal dan adaptif Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) terhadap kebutuhan setiap (Suhartini et al. , 2. Vol. 8 No. November 2024 gamelan, . pola tabuhan, . sikap menabuh gamelan, . melatih Adapun hasilnya dapat dilihat pada grafik dibawah ini: Pengetahuan Gamelan Degung Gambar 3. Website Gamelan EduWeb Gamelan EduWeb dibuat sebagai media yang dapat membantu guru memahami materi pelatihan Gamelan Degung. Konten dari website ini ialah literatur gamelan, notasi tabuhan serta video tutorial sesuai materi yang dipelajari oleh guru-guru. Pada pelaksanaannya, tidak jarang ditemukan para guru mengalami kendala dalam menghafal notasi maupun pola tabuhan, atau ada juga beberapa guru yang tidak membawa notasi yang telah di print, sehingga pada pertemuan 8-12 pelatih membiasakan para guru untuk dapat belajar mandiri mengulas kembali materi dengan melihat Gamelan EduWeb yang didalamnya berisi notasi-notasi tabuhan serta video Pre test Post tes Gambar 5. Hasil Pretest-posttest Berdasarkan grafik di atas, dapat terlihat perbedaan yang cukup signifikan yakni adanya peningkatan pengetahuan guru mengenai Gamelan Degung yang semula para guru belum Secara keseluruhan, pelatihan ini berbentuk praktik akan tetapi dalam prosesnya secara tidak langsung juga para guru mendapatkan pengetahuan secara teoritis mengenai Gamelan Degung. Lalu evaluasi berikutnya yang dilakukan yakni melalui sebuah tes yakni seperangkat stimulus untuk mendapatkan jawaban dijadikannya penetapan skor angka (Putra. Zakarias. Aria, 2. Adapun tes yang dilakukan dalam bentuk tes praktik yang dinilai secara individu dan kelompok untuk mengetahui kemampuan akhir dari pelatihan Gamelan Degung. Gambar 4. Pelatihan menggunakan Website Gamelan EduWeb . Evaluasi Evaluasi pelatihan dilaksanakan dalam bentuk pengisian post test untuk mengukur pengetahuan guru terkait Gamelan Degung yakni . konsep gamelan degung, . penguasaan alat Gambar 6. Tes Praktik Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Vol. 8 No. November 2024 Setiap kelompok memainkan pola tabuhannya masing-masing dan tim penilai melakukan penilaian secara individual dengan aspek penilaian . ketepatan nada tabuhan, . ketepatan ritmik tabuhan, . ketepatan tempo tabuhan, . kekompakan memainkan Tes praktik yang dilakukan oleh pelatih secara individual dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 1. Hasil tes praktik individual menabuh gamelan Nama Aspek Penilaian Nilai Guru Intan Nur 25 21 2 2 88 Intan Sari Lisnawati 2 20 2 2 85 Wiwi 2 2 88 Widiarni Nuryanti 2 2 85 Wirnata Ai Meli 2 2 88 2 2 85 Nurlaela Dewi 2 2 85 Nurhayati 5 Ery 2 2 89 Taufik Risna 2 2 90 Risnawati 5 2 2 90 Sranggini 2 2 85 Marwan Lia 2 2 88 Nuraeni 2 2 80 Deri Rata-Rata penguasaan lagu. Adapun hasilnya penilaiannya ialah sebagai berikut: Berdasarkan tabel di atas, tes praktik individual yang dinilai oleh pelatih didapatkan rata-rata kemampuan guru Selain penilaian individu dari pelatih, tim pengabdian juga mengumpulkan hasil penilaian dari para penonton sebagai umpan balik dari kompetensi para guru setelah mengikuti pelatihan, dengan aspek penilaian . kekompakan, . penampilan dan . Tabel 2. Hasil tes praktik kelompok menabuh gamelan Kelompok Aspek Penilaian Nilai Kategori Terampil Terampil Cukup Terampil Berdasarkan hasil evaluasi di atas, secara keseluruhan para guru berhasil memiliki pengetahuan terkait Gamelan Degung, serta mampu memainkan pola-pola tabuhan yang dipelajari selama kurang lebih 12x pertemuan baik secara individual maupun Kemampuan ini tentunya memiliki implikasi pada pengajaran gamelan degung untuk para siswa di sekolah masing-masing peserta. Hal ini juga sebagai salah satu upaya agar guru dapat mengimplementasikan kurikulum merdeka melalui pembelajaran seni tradisional. Namun meskipun dapat dikatakan cukup berhasil, program pengabdian ini ini masih memiliki beberapa kekurangan diantaranya: Para guru hanya menguasai satu alat saja, belum mampu menguasai seluruh alat dan pola tabuhan dalam Gamelan. Pemberian materi mengenai metode pengajaran gamelan kepada siswa yang belum dapat terlaksana . Pemberian materi pola tabuhan Upacara Adat belum dapat terlaksana Kapasitas penyimpanan website masih terbatas sehingga beberapa video tutorial diupload pada laman Youtube dan menautkannya di Gamelan EduWeb KESIMPULAN Tahapan kegiatan yang telah dilaksanakan perancangan website Gamelan EduWeb, pembukaan pelatihan, proses pelatihan sebanyak 12x pertemuan, pelaksanaan kegiatan, monitoring dan evaluasi. Adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) dari para guru dalam memainkan gamelan degung tentunya dapat berdampak terhadap pengajaran gamelan bagi para siswa, optimalisasi alat gamelan di sekolah dan penanaman pendidikan karakter dalam Implementasi Kurikulum Merdeka. Vol. 8 No. November 2024 Fasilitator Dan Hasil Belajar Peserta Pelatihan Keluarga Sehat. Jurnal Pendidikan Nonformal, 14. , 22. https://doi. org/10. 17977/um041v14i1p Subandi. Julia, & Gusrayani. Jurnal pena ilmiah: vol 2. No 1 . Faiz. , & Soleh. Implementasi pendidikan karakter berbasis kearifan JINoP (Jurnal Inovasi Pembelajara. , 7. , 68Ae77. https://doi. org/10. 22219/jinop. Fikriyah, & Faiz. Penanaman Karakter Melalui Peran Pendidik Dalam Menghadapi Tantangan Di Era Globalisasi. Jurnal PGSD, 5. , 25Ae https://doi. org/10. 32534/jps. Hati. Evaluasi Skor Pre-Test dan Post-Test Peserta Pelatihan Pelayanan Kontrasepsi bagi Dokter dan Bidan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan di BKKBN Provinsi Jawa Tengah. Jurnal Edutrained : Jurnal Pendidikan Dan Pelatihan, 7. , 67Ae https://doi. org/10. 37730/edutrained. Nurmeta. Humaedi. , & Ainurrafa. Engklek Local Wisdom - Based Dance Movement Learning in Elementary Schools. 301Ae311. Permania. Penggunaan Model Simulasi Peer TeachingUntuk Meningkatkan Kemampuan Guru Dalam Pengelolaan Pembelajaran Tematik di SDN Tojong 1 Kota Sukabum. Putra. Zakarias. Aria. Upaya Peningkatan Keterampilan Sight Reading Mahasiswa PIM IV Piano Melalui Penerapan Program Super Sight-Reading Secrets di Jurusan Pendidikan Seni Musik FBS UNY. Jurnal Pendidikan Seni Musik, 6. , 277Ae283. Saputri. Purwito. , & Widianto. Pengaruh Kompetensi Fasilitator Dan Hasil Belajar Peserta Pelatihan Keluarga Sehat. Jurnal REFERENSI