Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 Pages 124-134 ISSN: 2830-5868 (Onlin. ISSN: 2614-7831 (Printe. Journal Homepage: http://ejournal. stit-alkifayahriau. id/index. php/arraihanah Efektivitas Media Clay dalam Pengenalan Geometri Anak Usia Dini di TK Al-Umari Lia Dian Sari . Amilda2. Nyimas Atika3. Nyayu Soraya4. Lidia Oktamarina5 Abstract Keywords: Clay Media. Ability to Recognize Early Childhood. This study aims to analyze the effect of using clay media on improving the ability to recognize geometry in children aged 5-6 years at Al-Umari Kindergarten. The background of this study is based on the lack of stimulation given to children related to the introduction of geometric shapes in daily learning activities. This study uses a quantitative approach with an experimental method, as well as a one group pretest-posttest Data were collected through observation, testing, and The test instrument consisted of a pretest and posttest using Student Worksheets (LKPD) that had been tested for validity and The results of the analysis showed a significant increase in the ability to recognize geometry, with an average pretest score of 20. 1 and increasing to 28. 9 in the posttest. These findings indicate that clay media is effective in improving children's cognitive abilities in recognizing geometric shapes. In conclusion, clay media can be used as an alternative learning media that is interesting and useful for the development of early childhood cognitive abilities in the field of geometry. Kata kunci: Media Clay. Kemampuan Mengenal Geometri. Anak Usia Dini. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media clay terhadap peningkatan kemampuan mengenal geometri pada anak usia 5Ae6 tahun di TK Al-Umari. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kurangnya stimulasi yang diberikan kepada anak terkait pengenalan bentuk-bentuk geometri dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen, serta desain one group pretest-posttest. Data dikumpulkan melalui observasi, tes, dan dokumentasi. Instrumen tes terdiri dari pretest dan posttest menggunakan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kemampuan mengenal geometri, dengan rata-rata skor pretest sebesar 20,1 dan meningkat menjadi 28,9 pada Temuan ini menunjukkan bahwa media clay efektif dalam Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang. Kota Palembang. Indonesia Email: liadiansari14@gmail. Pendidikan Agama Islam. Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang. Kota Palembang. Indonesia Email: amilda_tarbiyah_uin@radenfatah. Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang. Kota Palembang. Indonesia Email: nyaimasatika@radenfatah. Pendidikan Agama Islam. Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang. Kota Palembang. Indonesia Email: nyayu. soraya_uin@radenfatah. Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang. Kota Palembang. Indonesia Email: lidiaoktamarina@radenfatah. Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 meningkatkan kemampuan kognitif anak dalam mengenali bentuk Kesimpulannya, media clay dapat dijadikan sebagai alternatif media pembelajaran yang menarik dan bermanfaat bagi pengembangan kemampuan kognitif anak usia dini dalam bidang geometri. Artikel Histori: Disubmit: Direvisi: Diterima: Dipublish: 02 Juni 2025 10 Juli 2025 14 Juli 2025 16 Juli 2025 Cara Mensitasi Artikel: Sari. Amilda. Atika. Soraya. , & Oktamarina. Efektivitas Media Clay Dalam Pengenalan Geometri Anak Usia Dini di TK Al-Umari. Jurnal ArRaihanah, 5 . , 124-134, https://doi. org/10. 53398/arraihanah. Korenpondensi Penulis: Lia Dian Sari, liadiansari14@gmail. DOI : https://doi. org/10. 53398/arraihanah. PENDAHULUAN Pendidikan merupakan proses sistematis yang tidak hanya mencakup penguasaan teori, tetapi juga praktik yang bertujuan membentuk individu berkarakter dan berdaya guna dalam kehidupan sosial (Chelsi Yuliana 2. Sejak dini, anak-anak memerlukan pendidikan yang tepat guna dalam mengembangkan potensi mereka secara optimal, baik secara intelektual, emosional, sosial, maupun moral (Taufik 2. Pendidikan anak usia dini (PAUD) memegang peran penting sebagai fondasi perkembangan anak, terutama dalam membentuk kesiapan belajar dan karakter sejak usia 0 hingga 6 tahun (Pertiwi 2. Pendidikan pada masa kanak-kanak harus dirancang agar menarik dan menyenangkan. Salah satu pendekatan yang terbukti efektif adalah penggunaan media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik anak. Media tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu guru, tetapi juga sebagai sarana komunikasi visual yang dapat merangsang keaktifan dan konsentrasi anak dalam belajar (Magdalena 2. Dengan bantuan media yang tepat, materi pelajaran dapat disampaikan secara lebih konkret dan menyenangkan, sehingga mencegah kebosanan dan meningkatkan motivasi belajar anak (Nurfadhilah 2. Dalam implementasinya, pendidikan yang baik harus mempertimbangkan gaya belajar anak dan media yang digunakan. Gaya belajar yang menyenangkan akan memotivasi anak untuk lebih aktif dan terlibat dalam proses pembelajaran (Lestari 2. Salah satu aspek penting dalam pembelajaran anak adalah pemanfaatan media sebagai alat bantu yang dapat memudahkan penyampaian materi dan meningkatkan pemahaman siswa (Magdalena 2. Media pembelajaran menjadi jembatan komunikasi antara guru dan peserta didik, khususnya untuk anak usia dini yang membutuhkan pendekatan visual, kinestetik, dan konkret (Nurahman 2. Salah satu media pembelajaran yang relevan digunakan adalah media clay atau tanah liat. Media ini bersifat lentur, mudah dibentuk, dan berasal dari bahan alam, sehingga dapat merangsang kreativitas serta motorik halus anak (Farida 2. Melalui proses membentuk, anak dapat mengenali bentuk geometri secara konkret dan menyenangkan. Penelitian sebelumnya yang dilakukan menunjukkan bahwa penggunaan tanah liat sebagai alat peraga edukatif mampu meningkatkan kreativitas dalam mengenal bentuk geometri (Rahayu Namun, fokus utama penelitian tersebut adalah pada aspek kreativitas anak. Berbeda dari itu, penelitian ini menitikberatkan pada kemampuan awal anak dalam mengenali bentuk-bentuk geometri dasar, bukan sekadar pengembangan keterampilan motorik kreatif. Di sinilah letak novelty dari penelitian ini. Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 Research gap yang ingin dijawab dalam studi ini adalah minimnya penelitian yang secara spesifik mengkaji efektivitas media clay terhadap kemampuan kognitif anak dalam mengenali bentuk geometri secara sistematis. Sementara mayoritas studi sebelumnya lebih fokus pada aspek afektif dan psikomotorik, kajian ini menempatkan kemampuan kognitif anak sebagai pusat Oleh karena itu, penelitian ini penting dilakukan untuk memberikan pemahaman yang lebih dalam mengenai peran media konkret seperti clay dalam mendukung perkembangan kognitif anak usia dini, khususnya dalam aspek geometri dasar. Dengan demikian, novelty dari penelitian ini adalah pendekatannya yang lebih spesifik terhadap pengenalan bentuk geometri sebagai indikator kemampuan kognitif awal anak usia 5Ae6 Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara empiris apakah penggunaan media clay berpengaruh signifikan terhadap kemampuan mengenal bentuk geometri pada anak usia dini di TK Al-Umari. Desa Talang Baru. Kecamatan Muara Pinang. Kabupaten Empat Lawang. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, karena bertujuan menguji secara empiris pengaruh penggunaan media clay terhadap kemampuan mengenal bentuk geometri anak usia dini. Pendekatan ini menekankan pada pengumpulan data numerik dan analisis statistik untuk menguji hipotesis secara objektif. (Waruwu 2. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan desain pre-eksperimental berbentuk one group pretest-posttest design. Desain ini memungkinkan peneliti untuk membandingkan kondisi sebelum dan sesudah perlakuan dalam kelompok yang sama, sehingga memudahkan untuk mengetahui pengaruh perlakuan secara langsung (Sugiyono, 2. Populasi penelitian adalah seluruh anak kelompok B usia 5Ae6 tahun di TK Al-Umari. Desa Talang Baru. Kecamatan Muara Pinang. Kabupaten Empat Lawang, dengan jumlah total 10 anak. Penelitian menggunakan teknik sampling jenuh, yaitu semua anggota populasi dijadikan sampel karena jumlahnya kecil . urang dari 30 oran. (Suriani, 2. Meskipun jumlah sampel kecil, validitas internal penelitian tetap dapat dipertahankan dengan kontrol desain yang ketat dan perlakuan yang konsisten. Selain itu, untuk memperkuat validitas eksternal secara statistik, digunakan perhitungan effect size (CohenAos . untuk menunjukkan signifikansi praktis hasil penelitian. Instrumen yang digunakan berupa Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang dikembangkan oleh peneliti berdasarkan indikator kemampuan mengenal bentuk geometri. Terdapat 9 butir soal observasi, di antaranya: . Anak dapat membedakan bentuk lingkaran, segitiga, dan persegi. Anak mampu membentuk ulang bentuk dasar dengan clay. Anak menyebutkan nama bentuk geometri secara tepat. Setiap butir soal dinilai dengan rubrik empat tingkat: Skor 1: Belum Berkembang Skor 2: Mulai Berkembang Skor 3: Berkembang Sesuai Harapan Skor 4: Berkembang Sangat Baik Instrumen ini telah diuji validitas menggunakan korelasi Pearson Product Moment dan dinyatakan valid karena r-hitung > r-tabel. Uji reliabilitas menghasilkan nilai CronbachAos Alpha sebesar 0,871, yang menunjukkan bahwa instrumen reliabel. Teknik Pengumpulan Data yaitu: . Observasi: dilakukan selama proses pembelajaran menggunakan media clay. Tes: pretest dan posttest menggunakan LKPD. Dokumentasi: untuk merekam kegiatan dan hasil karya anak. Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 Teknik Analisis Data yaitu melalui beberapa tahapan: . Uji Validitas dan Reliabilitas: untuk memastikan kelayakan instrumen. Uji Normalitas (Kolmogorov-Smirno. : untuk melihat distribusi . Uji Homogenitas (Levene's Tes. : untuk memastikan kesamaan varians. Uji Hipotesis (Paired Sample t-Tes. : untuk mengetahui pengaruh perlakuan. Analisis Effect Size: menggunakan rumus CohenAos d untuk mengukur besarnya pengaruh secara praktis. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Adapun hasil penelitian ini dibagi menjadi beberapa uji instrumen yakni hasil uji validitas uji reliabilitas data penelitian, uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis. Berikut adalah hasil dari penelitian: Uji Validitas Dari pelaksanaan yang dikerjakan untuk menguji validitas instrumen yang meliputi sembilan butir amatan peneliti sudah berdiskusi dengan dua validator ahli sebagai dasar melakukan tes untuk mendapatkan data nilai anak sebelum dan setelah diberikan media clay. Sembilan butir amatan dijadikan lembar instrumen melalui empat alternatif penilaian. Pengujian validitas instrumen dilakukan menggunakan person product moment dengan program SPSS 26 untuk menyamakan jumlah r-hitung dengan r-tabel. Mengenai hasil pengujian butir instrumen kemampuan mengenal geometri anak sebagai berikut : Tabel 1. Tabel Uji Validitas Correlation is significant at the 0. 05 level . -taile. **. Correlation is significant at the 0. 01 level . -taile. Berdasarkan tabel diatas, diketahui bahwa taraf signifikan pada r tabel sebesar 5% yakni 0,632. Dampak dari perhitungan Sembilan butir instrumen yang sudah di ujikan mendapat rhitung yang lebih besar dari rtabel sehingga ditarik kesimpulan didapat indikator yang akan digunakan untuk penelitian valid. Dengan demikian indikator tersebut bisa dipakai untuk melaksanakan observasi akhir . ost tes. Hasil analisis data menunjukkan adanya peningkatan signifikan terhadap kemampuan mengenal bentuk geometri pada anak usia 5Ae6 tahun setelah menggunakan media clay dalam Berdasarkan hasil uji korelasi Pearson antar butir instrumen, beberapa item menunjukkan hubungan yang kuat dan signifikan terhadap total skor. Misalnya. Item 4 menunjukkan korelasi tinggi terhadap skor total dengan nilai r = 0. 806 dan p = 0. 006, diikuti oleh Item 6 . = 0. 798, p = 0. , dan Item 7 . = 0. 744, p = 0. Temuan ini menunjukkan Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 bahwa item-item tersebut memiliki kontribusi besar dalam mengukur peningkatan kemampuan mengenal bentuk geometri yang relevan dengan perlakuan media clay. Peningkatan kemampuan tersebut tidak dapat dilepaskan dari peran aktif anak dalam memanipulasi objek konkret melalui aktivitas membentuk clay. Penggunaan media clay memberikan pengalaman belajar yang nyata dan menyenangkan bagi anak-anak, sehingga membantu mereka dalam mengenali dan membedakan bentuk-bentuk dasar geometri seperti lingkaran, persegi, segitiga, dan persegi panjang. Hasil ini selaras dengan teori perkembangan kognitif Jean Piaget yang menempatkan anak usia 2Ae7 tahun dalam tahapan praoperasional. Pada tahap ini, anak memiliki keterbatasan dalam berpikir logis secara abstrak, namun sangat responsif terhadap objek konkret dan aktivitas simbolik (Aisyah Izza Hamida 2. Media clay memenuhi kebutuhan ini karena dapat diraba, dibentuk, dan dimanipulasi langsung oleh anak. Melalui proses tersebut, anak tidak hanya belajar mengenali bentuk tetapi juga mengembangkan koordinasi motorik halus dan kemampuan visual-spasial. Lebih lanjut. Lev Vygotsky melalui konsep Zona Proksimal Perkembangan (ZPD) menjelaskan bahwa anak mampu mencapai pemahaman yang lebih tinggi ketika dibimbing oleh orang dewasa atau teman sebaya. Dalam konteks ini, penggunaan media clay yang dipandu oleh guru memungkinkan anak untuk berinteraksi, meniru, dan menerima arahan secara langsung dalam proses mengenal bentuk geometri. Media clay menjadi alat bantu yang efektif dalam menjembatani jarak antara kemampuan aktual anak dan potensi perkembangannya. Uji Reliabilitas Setelah melakukan uji validitas perhitungan indeks instrumen tes dilakukan reliabilitas pada butir soal yang dinyatakan valid sebanyak sembilan butir instrumen. Instrumen dinyatakan reable apabila nilai alpha Ou 0,06 dari alat ukur. Tabel 2. Uji Reliabilitas Reliability Statistics N of Cronbach's Items Alpha Kesimpulan tabel diatas serta perincian uji reliabilitas bahwasanya dari sembilan butir instrumen yang telah diujikan mendapat hasil uji reliabilitas melalui nilai Cronchbach Alpha sebesar 0,871 Ou 0,06. Sehingga hasil ini dikatakan reliabel serta memenuhi syarat sebagai alat ukur dalam pengambilan data pada penelitian yang akan dilaksanakan oleh peneliti. Instrumen penelitian ini terdiri dari 9 butir soal yang digunakan untuk mengukur kemampuan anak dalam mengenal bentuk geometri. Berdasarkan hasil uji reliabilitas, nilai CronbachAos Alpha sebesar 0. 871 menunjukkan bahwa instrumen memiliki tingkat konsistensi internal yang sangat tinggi. Menurut George & Mallery . , nilai alpha Ou 0. 8 termasuk dalam kategori "baik" . , dan mendekati atau di atas 0. 9 tergolong "sangat baik" . Dengan demikian, hasil ini mengindikasikan bahwa alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini cukup handal untuk mengukur kemampuan geometri anak usia dini secara konsisten. Tingginya reliabilitas ini menunjukkan bahwa setiap butir dalam instrumen mampu mengukur konstruk yang sama, yakni kemampuan anak dalam mengenali bentuk-bentuk dasar Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 Hal ini diperkuat dengan hasil analisis korelasi antar-item sebelumnya, yang juga menunjukkan konsistensi antar butir dengan skor total. Nilai CronbachAos Alpha sebesar 0. 871 tidak hanya menunjukkan konsistensi instrumen, tetapi juga mencerminkan efektivitas pendekatan pembelajaran yang digunakan. Ketika instrumen digunakan dalam konteks pembelajaran yang sesuai dengan tahap perkembangan anak . raoperasional dan ZPD), hasilnya tidak hanya reliabel secara statistik, tetapi juga bermakna secara edukatif. Oleh karena itu, pendekatan pembelajaran berbasis media konkret seperti clay dapat dijadikan sebagai strategi yang selaras dengan teori perkembangan dan efektif dalam meningkatkan kemampuan kognitif anak usia dini. Uji Normalitas Pengujian normalitas dilaksanakan supaya menguji data terdistribusi normal atau tidak memakai data hasil pretest dan posttest kriteria hasil uji normalitas nilai signifikansi Ou 0,05, sehingga bisa disimpulkan bahwa nilai residual terdistribusi normal. Berikut ini uji normalitas kolmogrov Smirnov program SPSS 26: Tabel 3. Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Parametersa,b Most Extreme Differences Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. Berlandaskan hasil uji normalitas pada tabel ditas dari sepuluh sampel dengan nilai normal parameters mean . 0000000 dan standar deviation . 32682411 sehingga nilai absolute 0,246, positive 0,178, dan negative -246. Maka berdasarkan nilai tersebut diketahui asymptonic signifikan 2-tailed 0,087 atau lebih dari taraf signifikansi sebesar 0,05. Dengan demikian taraf signifikan lebih besar sehingga data dapat dikatakan terdistribusi normal. Dalam uji normalitas ini peneliti melakukan pengukuran menggunakan data hasil perintah dan poster yang bertujuan untuk mengetahui apakah data berdifusi normal atau tidak pada uji normalitas ini peneliti menggunakan uji komogroup smirnov program SPSS versi 26 dengan cara perbandingan normalitas data pretest dan proses melebihi taraf signifikan 0,05 yakni sebesar 0,087. Sebagaimana ketentuan dari hasil Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 normalitas data apabila hasil uji komograf semirnof signifikansi lebih dari alpha maka data dinyatakan berdiskusi normal namun jika sebaliknya data hasil uji lebih kecil dari nilai alpha sehingga data dinyatakan tidak berdiskusi normal (Novita 2. Sehingga sesuai dengan pengambilan keputusan jika nilai lebih besar dari tafsidifikasi maka data yang ada dalam penelitian ini berdistribusi normal. Distribusi normal pada data residual mengindikasikan bahwa perbedaan antara nilai observasi dan nilai prediksi . ampak perlakua. tersebar merata tanpa penyimpangan ekstrim. Ini memperkuat validitas statistik dari temuan peningkatan hasil belajar. Distribusi normal residual menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan anak dalam mengenal bentuk geometri bukan hasil dari outlier atau efek tidak wajar, melainkan mencerminkan proses pembelajaran yang berlangsung konsisten dan alami. Peningkatan ini sangat bisa dijelaskan melalui pendekatan konstruktivis, di mana anak membangun pemahamannya sendiri melalui interaksi dengan lingkungan belajar yang mendukung. Hasil uji normalitas mendukung integritas data dan menegaskan bahwa peningkatan kemampuan mengenal geometri pada anak usia dini merupakan hasil dari proses pembelajaran yang efektif dan merata. Ini menunjukkan bahwa media clay bukan hanya menarik secara estetis, tetapi juga secara fungsional mendukung perkembangan kognitif anak sesuai prinsip-prinsip Strategi ini terbukti relevan untuk diterapkan di TK karena cocok dengan karakteristik perkembangan anak, sekaligus dapat menjadi acuan bagi guru dalam merancang pembelajaran berbasis pengalaman konkret. Uji Homogenitas Uji homogenitas dilakukan setelah uji normalitas untuk melihat kesamaan data pada pretest dan posttest anak dengan membandingkan nilai signifikansi Ou 0,05 maka dapat dikatakan homogen namun jika nilai signifikansi O ,05 maka data tidak dapat dikatakan homogen. Dibawah ini uji homogenitas levene memakai program SPSS 26. Tabel 4. Uji Homogenitas Test of Homogeneity of Variances Levene Statistic hasil belajar Sig. Based on Mean Based on Median Based on Median with adjusted df Based on trimmed Pada tabel diatas diketahui nilai levene statistic pada based on mean 0,061, based on median 0,056, based on median and with adjusted df 0,056, based on trimmed mean 0,060, dan df1 bernilai 1, df2 bernilai 18 dan 17. sehingga nilai nilai tersebut dihasilkan signifikasi uji homogenitas levene pada program SPSS versi 26 untuk ke empat data dari based on mena sampai based on trimmed mean memperoleh hasil lebih besar dari alpha ( >0,. Sehingga dapat Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 disimpulkan bahwa data hasil belajar kemampuan mengenal geometri pada anak bersifat Uji homogenitas ini dilakukan peneliti untuk melakukan pengukuran apakah data yang didapatkan memiliki kesamaan atau homogen dengan cara melakukan uji homogenitas levene menggunakan program SPSS versi 26 . Dengan ketentuan hasil bisa diucapkan homogen kalau nilai sig lebih besar dari alpha 0,05 maka termasuk data homogen. Adapun hasil perhitungan uji coba yang peneliti lakukan mendapatkan nilai signifikan sebesar 0,815 dan nilai alpha 0,05 maka dari itu pengambilan keputusan yang peneliti tentukan dari membandingkan hasil nilai signifikansi lebih besar dari pada alpha. yaitu 0,815 lebih besar dari 0,05 artinya data kemampuan mengenal geometri anak bersifat homogen. Hasil homogenitas ini memberikan dukungan kuat bagi validitas uji pengaruh . yang dilakukan setelahnya. Karena varians kemampuan anak sebelum dan sesudah perlakuan bersifat homogen, maka peningkatan yang terjadi dapat lebih diyakini berasal dari perlakuan media clay, bukan karena perbedaan karakteristik awal antar individu. Hasil ini dapat dikaitkan dengan pendekatan konstruktivisme dalam pendidikan, khususnya pemikiran Jean Piaget dan Lev Vygotsky. Anak usia 5Ae6 tahun berada dalam fase praoperasional (Piage. , yang ditandai dengan perkembangan pesat kemampuan visual, manipulatif, dan simbolik. Homogenitas varians memperkuat dugaan bahwa perbedaan skor hasil belajar disebabkan oleh pembelajaran berbasis media konkret, bukan oleh faktor individual seperti tingkat kecerdasan awal atau motivasi belajar. (Nugroho 2022, . Uji homogenitas yang signifikan ini memperkuat integritas desain eksperimen yang digunakan. Temuan ini menegaskan bahwa strategi pembelajaran dengan media clay dapat diterapkan secara luas pada kelompok anak usia dini yang memiliki latar belakang kemampuan yang relatif homogen. Selain itu, pendekatan pembelajaran berbasis manipulasi objek konkret sejalan dengan prinsipprinsip pembelajaran konstruktivis, di mana anak bukan hanya penerima informasi, tetapi aktor utama dalam membangun pemahamannya sendiri melalui interaksi, pengalaman langsung, dan bantuan sosial. Uji Hipotesis Uji hipotesis dilaksanakan untuk mengetahui kemampuan mengenal geometri sebelum dan sesudah diberikan perlakuan media clay. Apabila data telah teruji normal dan homogen maka selanjutnya dilakukan uji hipotesis dengan one sample t-test . Dengan kriteria nilai signifikan 2-tailed < 0,05 , maka H0 ditolak. Dan Ha diterima, berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara variable inidivenden terhadap dependen, begitu sebaliknya. Dibawah ini merupakan perolehan dari pengujian hipotesis one sample t-test . Tabel 5. Deskripsi Statistik Skor Kemampuan Mengenal Geometri Group Statistics Std. Std. Error Mean Deviation Mean hasil belajar mengenal geometri Pada tabel di atas deskripsi statistik skor kemampuan mengenal geometri pada jumlah Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 sampel sepuluh anak mendapat nilai rata-rata . pretest sebesar 20,10 standar deviasi 4. dan standar eror mean 1. 345, sedangkan nilai rata rata mean posttest 28. 90, standar deviasi 4. dan standar eror mean 1. maka apabila hasil nilai rata-rata prestest dan posttest di bandingkan akan menunjukkan peningkatan pada hasil belajar kemampuan mengenal geometri dengan bantuan media clay. Uji hipotesis ini dilaksanakan untuk mengetahui hasil dari kemampuan mengenal geometri anak sebelum diberikan treatment dan sehabis diberikan treatment media clay apakah terdapat pengaruh atau tidak dengan kesimpulan ho ditolak dan ha diterima berarti terdapat pengaruh yang signifikan terhadap variabel independen dan dependen tetapi jika H 0 diterima dan Ha maka tidak diperoleh pengaruh yang signifikan dari variabel independen dan independen oleh karena itu peneliti melakukan uji hipotesis dengan melihat hasil nilai signifikan lebih kecil dari pada alpha 0,05 saat ini diperoleh nilai hasil perhitungan SPSS uji t. Dengan keteantuan jika thitung O ttabel atau nilai signifikansi lebih kecil dari alpha 0. 05 maka data dikatakan memiliki pengaruh atau H0 ditolak dan Ha diterima, dan sebaliknya jika nilai signifikansi lebih besar dari nilai alpha maka data dikatakan tidak memiliki pengaruh H0 diterima dan Ha Tabel 6. Hasil Uji One Sample T Test Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances t-test for Equality of Means Sig Equal kemampu variances mengenal assumed Sig. Std. Confidence Mean Error Interval of Differ Differ Difference Lower Upper - -4. Equal - 17. - -4. Berdasarkan tabel diatas pada hasil hipotes one sampel t test program SPSS versi 26 Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 diketahui pada nilai levene untuk kesetaraan varian f atau uji statistik uji levene 0,061dan signifikan 807 lalu untuk equality of means pada equal variances assumed atau asumsi varian yang sama thitung sebesar -4477 , df atau derajat kebebasan sebesar 18, signifikan 2-tailed sebesar 0,000, selisih rata-rata sebesar - 8. 800, selisih kesalahan sebesar 1. 966, sert pada equal variances not assumend atau asumsi varian yang tidak sama thitung sebesar -4477, df sebesar 17928, signifikan 2- tailed sebesar 0,000 selisih rata-rata sebesar -8. 800, selisih kesalahan sebesar 1. Lalu pada interval keyakinan perbedaan hasil belajar mengenal kemampuan geometri sebelum diberikan treatment dan setelah diberikan treatment media clay. dengan nilai lover atau paling rendah 12,930 dan upper atau atas -4670. Selain itu pada hasil perbandingan nilai signifikan 2-tailed 0,000 < 0,05 dengan demikian dapat disimpulkan bahwa H0 di tolak dan Ha diterima yang artinya terdapat pengaruh media clay terhadap kemampuan mengenal geometri anak usia 5-6 tahun di TK Al Umari desa talang baru KESIMPULAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media clay memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan mengenal bentuk geometri pada anak usia 5Ae6 tahun di TK AlUmari. Desa Talang Baru. Kecamatan Muara Pinang. Kabupaten Empat Lawang. Hal ini dibuktikan melalui peningkatan skor rata-rata dari pretest sebesar 20,1 menjadi 28,9 pada posttest. Uji hipotesis menggunakan paired sample t-test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 . < 0,. , yang berarti hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternatif diterima. Selain itu, perhitungan nilai effect size menggunakan rumus CohenAos d menghasilkan nilai sebesar 2,0 yang tergolong dalam kategori very large effect size. Ini menunjukkan bahwa pengaruh penggunaan media clay tidak hanya signifikan secara statistik, tetapi juga kuat secara praktis dalam konteks pendidikan anak usia dini. Kontribusi teoretik dari penelitian ini adalah memperkuat teori pembelajaran berbasis media manipulatif yang efektif untuk meningkatkan kemampuan kognitif dasar anak, khususnya dalam aspek pengenalan bentuk geometri. Secara praktis, penelitian ini memberikan bukti bahwa media clay adalah alat yang efektif, mudah diakses, dan aplikatif dalam kegiatan pembelajaran di kelas TK. DAFTAR KEPUSTAKAAN Aisyah Izza Hamida. "Pengaruh Media Tangram terhadap Kemampuan Mengenal Bentuk Geometri Anak Usia Dini. PAUD. " Lectura: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 2021: 45. Aryati. Tatik. "Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini Bagi Tumbuh Kembang Anak The Importance OfChildhood Education For Child Development. " Jurnal Dinamika Pendidikan Dasar, 2024: Chelsi Yuliana, dkk. Pengantar Ilmu Pendidikan. Jambi: PT. Sonpedia Publishing Indonesia, 2024. Cholik. Abdul. "Pengaruh Pemanpaatan Media Oleh Pendidik PAUD Terhadap Prestasi Belajar Anak Didik di PAUD Darma Wanira Desa Kwadungan Kecamatan Gampengrejo Kabupaten Kediri. " Jurnal Pinus, 2021: 176. Evi Rahayu. Syahri Ramadhan. Nelia Guswanti. Roby Seprya, & Inmaryanto. Penggunaan Alat Peraga Edukatif Media Tanah Liat Untuk Meningkatkan Kemampuan Mengenal Bentuk Geometri Pada Anak Usia Dini . Mitra Ash-Shibyan: Jurnal Pendidikan Dan Konseling, 5. , https://doi. org/10. 46963/mash. Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 Farida. Intan Rahayu dan. "Pengaruh tanah liat terhadap Kreativitas Anak Usia Dini Taman Kanakkanak Aisyah 2 Tanjung Aur Padang. " Journal of Early Childhood Islamic Education , 2020: Lestari. Filipin. Memahami Karakteristik Anak. Madiun: CV. Bayfa Cendekia Indonesia, 2020. Magdalena. Ina. "Pentingnya Media Pembelajaran untuk meningkatkan Minat Belajar Siswa di SD Negeri Merayu Selatan. " Jurnal Edukasi dan Sains, 2023: 313. Mengembangkan Media Pembelajaran Interaktif Onet Board Berbasis Seling Untuk Memperkenalkan Huruf Hijaiyah Dalam Berbagai Posisi Kepada Anak-Anak Usia 5-6 Tahun (E. Hutami & S. Ramli . Trans. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia, 1. , 37-50. https://doi. org/10. 71049/9npe5p88 Nadia Suriani. Rosnita. "Konsep populasi dan sampling serta pemilihan partisipan ditinjau dari penelitian ilmiah pendidikn. " Jurna Pendidikan Islam, 2023: 30. Novita. Anggria. Seni Belajar Matematika Anak Usia Dini dengan Metode Montessori. Yogyakarta: CV Diandra Primamitra Media. , 2021. Nugroho. Ari R. Biostatistik Sebuah Aplikasi SPSS Dalam Bidang Kesehatan Dan Kedokteran. Yogyakarta: Jejak pustaka, 2022. Nurahman. Alif. "Peran serta Media Pembelajaran dalam memfasilitasi Belajar Anak Usia Dini. " AlAthfal: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 2021: 107. Nurfadhilah. Septy. "Penerapan media pembelajaran untuk meningkatkan minat belajar siswa SD Negeri Khoiri i Malang. " Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial, 2021: 248. Pertiwi. Dian. "Persepsi orang tua terhadap pentingnya baca tulis hitung anakusia 5-6 Tahun. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 2021: 63-71. Rahayu. Evi. "penggunaan alat peraga edukatif Media Tanah Liat Untuk Meningkatkan Kemampuan Mengenal Bnetuk Geometri Pada Anak Usia Dini. " Jurnal Pendidikan dan Konseling, 2022: Taufik. Andi Muhammad. Dasar-dasar Pendidikan. Makassar: Rizmedia Publishing, 2024. Waruwu. Marina. "Pendekatan Penelitian Pendidikan : Metode Penelitian Kualitatif. Metode PenelitianKuantitaif dan metode penelitian kombinasi. " Jurnal Pendidikan , 2023: 201. Winayati. Astuti. , & Yuniarni. Upaya Meningkatkan Pemahaman Geometri Melalui Alat Permainan Edukatif Balok pada Anak 4-5 Tahun. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa, 4. , 1-13. Yufada. , & Yulsyofriend . Penerapan Keterampilan Menyimak Anak Usia Dini melalui Bercerita dengan Gambar Seri di TK N 1 Tanjung Gadang. Ar-Raihanah: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 2. , 88-96. https://doi. org/10. 53398/jr.