Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2023. Halaman 141-149 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. Evaluasi Bahan Ajar Mata Kuliah Bahasa Inggris Mengacu Pada Pembelajaran English for Specific Purposes Yayan Dian Fitriansyah1. Cita Hikmah Yanti2. Finza Larasati3 Politeknik Pariwisata Palembang. Sematera Selatan. Indonesia Universitas Bina Darma. Sematera Selatan. Indonesia Universitas Muhammadiyah Palembang. Sematera Selatan. Indonesia Info Artikel _________________ Sejarah Artikel: Diterima: Maret, 2023 Disetujui: Maret, 2023 Dipublikasi: Maret, 2023 _________________ Kata kunci: Evaluasi. Bahan Ajar. Bahasa Inggris Keywords: Evaluation. Teaching Materials. English Subject Corresponding Author: Yayan Dian Fitriansyah Email: yayan@poltekparpalembang. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan persentase penggunaan materi ajar serta mengevaluasi kesesuaian materi yang diberikan pada mahasiswa semester 0 Program Studi Divisi Kamar di Politeknik Pariwisata Palembang. Bahan ajar mengacu pada pembelajaran ESP (English for Specific Purpose. yang meliputi aspek kemampuan mahasiswa dalam membaca, mendengarkan, menulis dan berbicara. 20 orang responden yang merupakan pelaku lapangan hotel yang terdiri dari para resepsionis dan manajer hotel membantu mengevaluasi studi ini hingga menghasilkan data sebagai berikut: bahan ajar yang telah disusun oleh para pengajar Bahasa Inggris di Program Studi Divisi Kamar telah memiliki kesesuaian terhadap kebutuhan kerja dan hampir semua materi ajar dinyatakan sangat penting dalam prosedur kerja di lapangan walaupun masih ada beberapa materi yang dianggap kurang penting dan tidak sesuai, hal tersebut dapat menjadi refleksi dan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas bahan ajar untuk mahasiswa Divisi Kamar. ABSTRACT This study aims to determine the percentage of use of teaching materials and to assess the suitability of the material provided to students of the Room Division study program at Palembang Tourism Polytechnic in Semester 0. Teaching materials relate to ESP (English for Specific Purpose. learning, which includes aspects of students' ability to read, listen, write and speak. 20 respondents who were hotel field workers, consisting of receptionists and hotel managers, helped evaluate this study to produce the following data: Instructional materials prepared by English teachers in the Room Division Study Program were suitable for the job requirements, and almost all of the instructional materials were indicated to be very important in workflows in the field, although there are still some materials that are considered less important and inappropriate, this can be a reflection and motivation to further improve the quality of the teaching materials for Room Division students. A 2023 Yayan Dian Fitriansyah. Cita Hikmah Yanti. Finza Larasati This is an open access article under the CC BY-SA 4. 0 license Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 141 | 149 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2023. Halaman 1-5 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. PENDAHULUAN Sebagai Bahasa internasional. Bahasa Inggris mampu mengantarkan para penggunanya dalam memperoleh pendidikan, pekerjaan atau pengalaman yang lebih baik. Bahasa Inggris merupakan salah satu Bahasa yang memiliki peran bervariasi sesuai dengan fungsinya (Halliday, 1. Penguasaan kemampuan berBahasa Inggris yang dapat diperoleh melalui jalur pendidikan formal ataupun pendidikan informal, memiliki peran yang sangat penting, guna memperoleh pengalaman pendidikan dan pekerjaan yang lebih baik. Para penyelenggara pendidikan Bahasa Inggris dituntut untuk dapat memfasilitasi kebutuhan peserta didik secara formal pada berbagai tingkat pendidikan. Untuk dapat memfasilitasi kebutuhan peserta didik, para penyelenggara pendidikan Bahasa Inggris harus mengetahui bahwa pembelajaran Bahasa Inggris dibedakan sesuai dengan tujuannya yakni English for General Purpose (EGP) dan English for Specific Purposes (ESP). ESP atau Bahasa Inggris untuk tujuan khusus adalah suatu pendekatan baru dalam pengajaran dan penggunaan Bahasa Inggris untuk bidang dan kajian khusus yang sesuai dengan kebutuhan bidang ilmu dan profesi pengguna Bahasa Inggris tersebut. Schleppegrell & Bowman . memaparkan bahwa AuESP students are adults who already have some familiarity with English and are learning the language in order to communicate a set of professional skills and to perform particular job-related functionsAy. Makna dari pernyataan Schleppegrell & Bowman . tersebut adalah bahwa Mahasiswa ESP adalah mahasiswa yang sudah akrab dab terbiasa dalam penggunaan dan pembelajarab Bahasa Inggris dalam mengomunikasikan serangkaian keterampilan profesional dan untuk melakukan fungsi terkait pekerjaan tertentu. Di sektor perhotelan, para staf bertugas untuk melayani para pelanggan baik pelanggan lokal maupun asing. Untuk itu, kemampuan berBahasa Inggris juga sangat kemampuan berbahasa inipun tidak hanya sebatas tataran kemampuan reseptif yakni kemampuan menyimak dan membaca, tetapi juga kemampuan produktif yakni kemampuan berbicara dan menulis. Dengan demikian, para penyelenggara pendidikan dan atau pelatihan Bahasa Inggris hendaknya mampu mengetahui dan mempertimbangkan tujuan, fungsi, pendekatan serta cakupan materi yang akan diberikan kepada para pembelajar Bahasa Inggris. Namun. Banyak ditemukan para pengajar Bahasa lnggris di Program Studi non Bahasa Inggris untuk berbagai bidang di perguruan tinggi, tidak berkaitan dengan kebutuhan mahasiswa baik untuk kebutuhan akademik maupun untuk kebutuhan profesional sesuai dengan kebutuhan perguruan tinggi secara umum, dan kebutuhan program studi secara khusus. Hal ini juga nampak pada pembelajaran Bahasa Inggris di Program Studi Divisi Kamar Politeknik Pariwisata Palembang. Para dosen pengajar Bahasa Inggris pada Program Studi Divisi Kamar di Politeknik Pariwisata Palembang tidak menggunakan Buku ajar khusus tentang Program Studi Divisi Kamar, meskipun materi yang diberikan sudah memiliki konten Program Studi Divisi Kamar, namun kontennya masih belum terdokumentasi dalam sebuah Buku Ajar. Di sisi lain Program Studi Divisi Kamar dikategorikan dalam ESP atau Bahasa Inggris untuk tujuan khusus, sehingga pembelajaran yang dirancang harus disesuaikan dengan kebutuhan mahasiswa. Berkenaan dengan hal itu. Robinson . mengatakan bahwa dalam merancang program Bahasa Inggris untuk tujuan khusus (ESP), perlu dipertimbangkan tingkat kebutuhan terhadap Bahasa Inggris atau target sasaran (TSA) yang ingin dicapai oleh peserta didik. Hafizh dan Ratmanida . juga menambahkan problematika lain yang sering muncul adalah adanya kecenderungan dosen memberikan materi ajar yang tidak sesuai Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 142 | 149 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2023. Halaman 1-5 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. dengan tingkat kemampuan mahasiswa. Hal-hal ini berdampak sangat fatal dalam usaha dan upaya untuk meningkatkan kemampuan berBahasa Inggris mereka sekaligus dapat mengurangi tingkat motivasi belajarnya. Dengan kata lain, materi ajar Bahasa Inggris perlu mempertimbangkan tingkat kesesuaiannya baik untuk skala kebutuhan maupun untuk tingkat Keberhasilan suatu pengajaran akan ditentukan oleh banyak faktor diantaranya pemilihan materi ajar. Sehubungan dengan ini, materi yang dipakai haruslah tepat dan menarik agar membuat mahasiswa berminat dan termotivasi dalam belajar Bahasa Inggris (Ardat, 1. Materi yang baik dan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa perlu didapatkan sebelum proses pembelajaran dimulai. Sebuah proses evaluasi terhadap materi ajar layak ajar. Hutchinson . menyampaikan bahwa terdapat beberapa cara dalam menentukan materi yang layak ajar, yakni: . menetapkan kriteria, . analisis subjektif, . analisis objektif, dan . Dalam menetapkan kriteria, perlu disesuaikan antara materi ajar yang disediakan oleh pengajar Bahasa Inggris dengan kebutuhan yang diprediksi akan diperoleh dari lapangan yang menjawab tentang kebutuhan topik dan kemampuan berBahasa Inggris . untuk para staf perhotelan dan mahasiswa Program Studi Divisi Kamar di Politeknik Pariwisata Palembang. Materi yang diperoleh melalui buku- buku, latihan-latihan, dan silabus akan menjawab kemampuan berBahasa apa dan topik-topik apa yang tercakup dalam materi ajar Bahasa Inggris. Menurut Hutchinson . , analisis subjektif adalah Hasil Persentase untuk melihat kebutuhan Bahasa Inggris di lapangan yang berhubungan dengan kemampuan berBahasa dan topik pada bidang membaca, mendengarkan, menulis dan berbicara, sedangkan analisis objektif adalah Hasil Persentase tentang cakupan materi ajar yang berhubungan dengan kemampuan berBahasa yang juga pada bidang membaca, mendengarkan, menulis dan berbicara. METODE Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui jenis kemampuan Bahasa Inggris dan cakupan materi Bahasa Inggris yang harus dikuasai mahasiswa Program Studi Divisi Kamar di Politeknik Pariwisata Palembang, sehingga kegiatan pembelajaran Bahasa Inggris untuk para mahasiswa divisi kamar di Politeknik Pariwisata Palembang ini dapat terselenggara sesuai dengan kebutuhan pembelajaran Bahasa Inggris khususnya kebutuhan dalam dunia kerja. Metode deskriptif dapat diartikan sebagai prosedur pemecahan masalah yang diselidiki dengan menggambarkan keadaan subjek atau objek dalam penelitian dapat berupa orang, lembaga, masyarakat dan yang lainnya yang pada saat sekarang berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau apa adanya. Metode penelitian deskriptif menjawab permasalahan yang sedang dihadapi dengan mengumpulkan data, klasifikasi, analisis, kesimpulan, dan laporan. Subjek penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah materi Bahasa Inggris yang mencakup integrated skill dalam kemampuan berBahasa yaitu membaca, mendengarkan, menulis dan sehingga nantinya hasil analisis kebutuhan ini bisa digunakan untuk mengetahui jenis kemampuan serta cakupan materi yang dibutuhkan mahasiswa Divisi Kamar di Politeknik Pariwisata Palembang dalam menunjang profesi mereka di dunia kerja. Penyajian data dalam penelitian ini berbentuk persentase. Maksmal persentase 100%, artinya semua responden memberikan masukannya terhadap derajat kepentingan sebuah Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 143 | 149 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2023. Halaman 1-5 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. materi, dan minimal persentase adalah 0%, artinya tidak ada responden yang memberikan masukannya terhadap derajat kepentingan sebuah materi. Hal ini dimaksudkan agar penjelasan secara mudah digambarkan dan dijelaskan, sehingga memudahkan para pembaca dalam menilai dan memberikan masukan untuk penelitian yang akan dilakukan pada masa yang akan datang. Data analisis subjektif dikumpulkan melalui metode survei dengan instrumen kuesioner yang dibagi menjadi 4 pilihan yaitu sangat tidak penting (STP), tidak penting (TP), penting (P), dan sangat penting (SP) serta juga menggali mengenai tingkat kesesuaian dengan 2 pilihan yaitu sesuai dan tidak sesuai. Pengumpulan data analisis subjektif bertujuan untuk mengetahui kebutuhan jenis kemampuan dan cakupan materi Bahasa Inggris yang dibutuhkan di lapangan dimana dipilih 20 pekerja hotel sebagai responden sampel dalam pengisian kuesioner ini, sedangkan data analisis objektif dikumpulkan melalui Hasil Persentase dokumen berupa materi-materi ajar yang telah diberikan selama ini di Program Studi Divisi Kamar di Politeknik Pariwisata Palembang. Analisis objektif dilakukan untuk memperoleh gambaran apakah materi yang diajarkan selama ini telah sesuai atau cocok dengan kebutuhan di lapangan. Untuk mengetahui persentase tingkat kebutuhan topik-topik tertentu pada kemampuan Bahasa Inggris, maka digunakan rumus sebagai berikut: X 100% Keterangan: P = besaran atau skor persentase X = jumlah keseluruhan responden yang menjawab pertanyaan N = jumlah keseluruhan responden yang dijadikan sampel HASIL Kegunaan materi ajar dibagi menjadi 4 . aspek yaitu, mendengarkan, menulis, membaca dan berbicara. Beberapa materi aspek yang diHasil Persentase antara lain adalah Menerima Reservasi Hotel. Menangani Keluhan. Layanan Kamar, dan Mendengarkan Pertanyaan. Tabel 1. Hasil Persentase Materi Aspek Mendengarkan Persentase Jawaban Kuesioner (%) Materi Menerima Reservasi Hotel Menangani Keluhan Layanan Kamar Mendengarkan Detail Pertanyaan STP Tabel 1 adalah Hasil Persentase Materi Aspek Mendengarkan. Pada materi Menerima Reservasi Hotel hotel 100 persen resonden menjawab sangat penting. Materi Menangani Keluhan layanan kamar 100 persen responden memberikan jawaban bahwa materi ini Sangat Penting. Sejalan pula dengan materi ke tiga pada Tabel 1, yaitu mengenai Layanan Kamar. Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 144 | 149 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2023. Halaman 1-5 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. bahwa 100 persen responden menyatakan bahwa materi ini Sangat Penting. Sedikit berbeda pada Materi Aspek Mendengarkan Detail Pertanyaan, hanya 80 persen responden menyatakan sangat penting dan 20 persen menyatakan penting. Dapat disimpulkan secara keseluruhan, bahwa, semua materi Aspek Mendengarkan adalah Sangat Penting. Tabel 2. Hasil Persentase Materi Aspek Membaca Persentase Jawaban Kuesioner (%) Materi Membaca Email Membaca Brosur Membaca Peta STP Tabel 2 di atas adalah Hasil Persentase Materi Aspek Membaca. Materi Aspek Membaca sebanyak 3 materi, yaitu: Membaca Email. Membaca Brosur, dan Membaca Peta. Pada materi Membaca Email, sebanyak 80 persen responden menyatakan bahwa materi ini Sangat Penting, sementara 20 persen responden menyatakan bahwa materi ini Penting. Pada materi Membaca Brosur, sebanyak 40 persen responden menyatakan penting dan 60 persen responden menjawab tidak penting. Pada materi Membaca Peta, sebanyak 35 persen responden menjawab Penting dan 65 persen menjawab Tidak Penting. Tabel 3. Hasil Persentase Materi Aspek Berbicara Materi Menerima Reservasi Memberi Informasi Menangani Keluhan Check in Check out Memberi Tahu Arah Prosedur Housekeeping Menangani Layanan Kamar persentase Jawaban Kuesioner (%) STP Tabel 3 menunjukkan hasil persentase untuk delapan . materi di Aspek Berbicara. Enam . materi pada Aspek Berbicara memiliki persentase sebesar 100 persen. Enam . materi tersebut, dapat digunakan di masa yang akan datang pada Bahan Ajar Bahasa Inggris Program Studi Divisi Kamar, yaitu: Menerima Reservasi. Menangani Keluhan. Check in. Check out, yaitu responden menyatakan sangat penting pada materi check in, check out, dan Prosedur Housekeeping. Sebanyak 80 persen dari responden, menyatakan bahwa Materi Memberi Informasi Sangat Penting dan 20 persen menyatakan bahwa materi ini Penting. Perihal Materi Memberi Tahu Arah, sebanyak 60 persen menyatakan bahwa materi ini Sangat Penting, sebanyak 30 persen menyatakan bahwa materi ini Penting, dan sebanyak 10 persen menyatakan bahwa materi ini Tidak Penting. Terakhir, pada Materi Menangani Layanan Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 145 | 149 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2023. Halaman 1-5 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. Kamar, sebanyak 70 persen responden menyatakan bahwa materi ini Sangat Penting, dan sebanyak 30 persen responden menyatakan bahwa materi ini Penting. Kesimpulan dari Materi Aspek Berbicara adalah materi dalam Kategori Sangat Penting. Namun, untuk perubahan yang lebih sempurna. Bahan Ajar ini dapat ditambahkan beberapa materi untuk menggantikan Materi Memberi Tahu Arah. Tabel 4. Hasil Persentase Materi Aspek Menulis Persentase Jawaban Kuesioner (%) Materi STP Menulis Form Check in Menulis Laporan Menulis Rincian Pemesanan Menulis Email Tabel 4 memberikan Hasil Presentase yang cukup bervarian pada Aspek Menulis. Materi Menulis Form Check in dinyatakan penting bagi 30 persen responden, dan 70 persen menyatakan tidak penting. Pada Materi Menulis Laporan terdapat 50 persen responden menyatakan Sangat Penting dan 50 persen menyatakan Penting. Pada Materi Menulis Rincian Pemesanan, 100 persen responden menyatakan sangat penting. Sedangkan pada Materi Menulis Email, 40 persen responden menyatakan sangat penting dan 60 persen responden menyatakan penting. Secara rata-rata dapat disimpulkan bahwa, semua materi pada Aspek Menulis adalah Penting. Berikut adalah deskripsi Hasil Persentase hasil kuesioner tentang kesesuaian Bahan Ajar. Kesesuaian juga menjadi penting selain derajat kepentingan yang dijelaskan pada bagian sebelumnya. Secara sederhana, penelitian ini membagi Kategori Kesesuaian menjadi dua . , yaitu: Sesuai dan Tidak Sesuai. Untuk Bahan Ajar mendengarkan dapat dilihat pada Tabel 5. Tabel 5 di bawah ini menggambarkan kesesuaian Bahan Ajar Aspek Mendengarkan 100 persen, untuk semua materinya Sesuai. Tabel 5. Hasil Persentase Kesesuaian Bahan Ajar Aspek Mendengarkan Persentase Kesesuaian (%) Materi Sesuai Tidak sesuai Menerima Reservasi hotel Menangani Keluhan layanan kamar Mendengarkan detail Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 146 | 149 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2023. Halaman 1-5 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. Pada Tabel 6 di bawah ini digambarkan Persentase Kesesuaian Bahan Ajar Aspek Membaca. Aspek Membaca memiliki Tiga . Materi Membaca Email mendapatkan 75 persen responden dengan tanggapan Sesuai, dan 25 persen responden dengan tanggapan Tidak Sesuai. Materi Membaca Brosur mendapatkan 40 persen responden dengan tanggapan Sesuai, dan 60 persen responden dengan tanggapan Tidak Sesuai. Terakhir, pada Materi Membaca Peta, sebanyak 45 persen responden dengan tanggapan Sesuai, dan 55 persen responden dengan tanggapan Tidak Sesuai. Kesimpulannya, untuk Kesesuaian Bahan Ajar Aspek Membaca dinyatakan Tidak Sesuai. Tabel 6. Hasil Persentase Kesesuaian Bahan Ajar Aspek Membaca Persentase Kesesuaian (%) Materi Membaca Email Membaca Brosur Membaca Peta Sesuai Tidak sesuai Tabel 7 menggambarkan kesesuaian aspek menulis. 40 persen responden menyatakan sesuai pada materi membuat laporan dan menulis form check in dan 60 persen menyatakan tidak sesuai. Namun pada materi membuat rincian kamar semua responden menyatakan sesuai. Dan untuk materi menulis email, terdapat 50 persen responden menyatakan sesuai dan 50 persen lainya menyatakan tidak sesuai. Sedangkan pada aspek berbicara dapat dilihat dari tabel berikut ini. Tabel 7. Hasil Persentase Kesesuaian Bahan Ajar Aspek Menulis Persentase Kesesuaian (%) Materi Menulis form check in Menulis laporan Menulis rincian Menulis email Sesuai Tidak sesuai Pada aspek berbicara yang terdapat pada Tabel 8 di atas, terdapat penjelasan presentase mengenai 8 materi. Pada materi check in, check out, menerima reservasi kamar, menangani keluhan dan layanan kamar dinyatakan sesuai oleh seluruh responden. Namun, pada materi memberikan informasi tidak memperoleh persentase 100% sesuai, ada sebanyak 70 persen responden yang menyatakan sesuai dan 30 persen menyatakan tidak sesuai. Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 147 | 149 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2023. Halaman 1-5 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. Tabel 8. Hasil Persentase Kesesuaian Bahan Ajar Berbicara Persentase Kesesuaian (%) Materi Menerima reservasi kamar Memberi informasi Menangani keluhan Check in Check out Memberi tahu arah Prosedur housekeeping Menangani layanan kamar Sesuai Tidak sesuai PEMBAHASAN Dari data-data di atas, dapat ditarik sebuah penjelasan umum mengenai keadaan Bahan Ajar. Keadaan yang diambil berdasarkan kegunaan sebuah Buku Ajar dari masingmasing aspek. Tiap-tiap aspek memiliki beberapa materi yang di dalamnya. Kesimpulannya. Nilai Bahan Ajar terkait kegunaan sebesar 87. 3%, yang berarti Bahan Ajar ini sangat penting. Penjelasan secara lebih baik dapat dilihat pada Gambar 1 di bawah ini. Gambar 1. Kegunaan Bahan Ajar Dari data-data di atas, dapat ditarik sebuah penjelasan umum mengenai kesesuaian Bahan Ajar. Berdasarkan template kesesuaian sebuah Buku Ajar dari masing-masing aspek, terdapat beberapa hal yang akan menjadi masukan untuk dilakukan perubahan pada Buku Ajar. Kesimpulannya. Nilai Bahan Ajar sebesar 87. 3%, yang berarti Bahan Ajar ini sangat Penjelasan secara lebih baik dapat dilihat pada Tabel 5 di bawah ini. Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 148 | 149 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2023. Halaman 1-5 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. Gambar 2. Kesesuaian Bahan Ajar SIMPULAN Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi materi ajar Bahasa Inggris yang diterapkan pada Mahasiswa Semester 0 Program Studi Divisi Kamar. Materi ajar meliputi 4 aspek penting dalam kemampuan berbahasa. menulis, mendengarkan, berbicara dan Evaluasi ini memberikan gambaran tentang kesesuaian materi dengan apa yang akan dihadapi mahasiswa di lapangan dan merujuk pada tiga prinsip dalam pengembangan bahan ajar yaitu prinsip relevansi, prinsip konsistensi dan prinsip kecukupan. Perihal kegunaan Bahan Ajar, terdapat aspek membaca dan menulis perlu mendapatkan pendalaman untuk beberapa materinya disesuaikan dengan kebutuhan industri. Selanjutnya, pada bagian kesesuaian, aspek menulis dan membaca yang perlu disesuaikan ulang dengan kebutuhan industri. DAFTAR PUSTAKA