Prosiding SINTESA Volume 7 tahun 2024 | E-ISSN 2810-0840 Analisis Fluktuasi Biaya Oprasional terhadap Pendapatan pada Laporan Laba Rugi Hotel The Jayakarta Bali Beach. Resort & Spa Ni Kadek Ayu Trisna Dewi1*. Luh Diah Citraresmi Cahyadi2 Program Studi Akuntansi. Fakultas Bisnis. Pariwisata. Pendidikan, dan Humaniora. Universitas Dhyana Pura. Jl. Raya Padang Luwih Tegaljaya Dalung Kuta Utara. Bali. Indonesia *Penulis korespondensi: 22111501061@undhirabali. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fluktuasi biaya operasional dan pengaruhnya terhadap pendapatan . pada Hotel The Jayakarta Bali Beach Resort & Spa di Legian. Kuta. Analisis dilakukan berdasarkan data laporan laba rugi hotel selama dua tahun terakhir. Data dikumpulkan menggunakan metode studi dokumentasi dengan memanfaatkan laporan keuangan yang mencakup informasi tentang biaya operasional, pendapatan, dan komponen keuangan lainnya yang relevan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif untuk mengidentifikasi pola perubahan biaya operasional dan dampaknya terhadap pendapatan hotel. Hasil penelitian menunjukkan adanya fluktuasi pada biaya operasional yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk tingkat okupansi, kegiatan operasional musiman, serta pengelolaan sumber daya hotel. Fluktuasi ini berdampak langsung pada pendapatan, yang terlihat dari pola kenaikan dan penurunan profitabilitas hotel selama periode penelitian. Analisis ini memberikan wawasan strategis bagi manajemen hotel untuk lebih mengontrol biaya operasional, meningkatkan efisiensi, dan mengoptimalkan pendapatan. Kata Kunci: fluktuasi biaya operasional, laporan laba rugi, pendapatan hotel Pendahuluan Industri perhotelan merupakan salah satu sektor yang berperan penting dalam perekonomian Indonesia, khususnya di daerah tujuan wisata utama seperti Bali. Bali dikenal sebagai destinasi wisata yang mendunia, menarik kunjungan wisatawan lokal dan mancanegara setiap tahunnya. Di antara kawasan yang paling banyak dikunjungi adalah Kuta dan Legian, yang menawarkan daya tarik budaya, keindahan pantai, serta fasilitas hiburan dan akomodasi yang lengkap. Kehadiran hotel-hotel berbintang di kawasan ini menjadikan sektor perhotelan sebagai penyumbang signifikan bagi perekonomian daerah, selain memberikan dampak positif terhadap penyerapan tenaga kerja serta pengembangan pariwisata. Salah satu hotel berbintang di Legian. Kuta, adalah Hotel The Jayakarta Bali Beach. Resort & Spa. Hotel ini menawarkan berbagai fasilitas untuk wisatawan lokal maupun mancanegara yang mencari pengalaman menginap yang nyaman dengan akses langsung ke pantai. Dengan persaingan yang ketat di industri perhotelan, pengelolaan biaya operasional menjadi aspek krusial Prosiding SINTESA Volume 7 tahun 2024 | E-ISSN 2810-0840 dalam menentukan daya saing dan stabilitas finansial hotel. Laporan laba rugi memiliki peran penting dalam menyediakan informasi keuangan terkait pendapatan dan biaya operasional, yang menjadi dasar pengambilan keputusan bagi manajemen hotel. Fluktuasi biaya operasional, seperti biaya tenaga kerja, pemeliharaan fasilitas, utilitas, dan biaya lain yang berkaitan dengan operasional hotel, dapat berdampak langsung pada pendapatan dan profitabilitas. Pada periode tertentu, misalnya saat tingkat okupansi tinggi, biaya operasional cenderung meningkat seiring dengan tingginya permintaan layanan, sedangkan pada masa sepi, biaya ini dapat menurun. Analisis terhadap fluktuasi biaya operasional dan pengaruhnya terhadap pendapatan pada laporan laba rugi memberikan wawasan yang bermanfaat dalam mengelola anggaran, menjaga efisiensi operasional, dan memaksimalkan laba. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara fluktuasi biaya operasional dan pendapatan di Hotel The Jayakarta Bali Beach. Resort & Spa selama dua tahun terakhir. Analisis ini diharapkan dapat membantu manajemen dalam menyusun strategi pengelolaan biaya operasional yang optimal, terutama dalam menghadapi perubahan tingkat okupansi yang Hasil analisis ini juga diharapkan mampu memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kestabilan keuangan hotel serta kontribusinya terhadap profitabilitas secara keseluruhan. Metode Adapun Metode Pengumpulan Data yang diambil yaitu: Observasi (Pengamata. Observasi adalah salah satu teknik pengumpulan data yang lebih spesifik dibandingkan teknik lainnya. Dalam penelitian ini, penulis melakukan pengamatan langsung di Hotel The Jayakarta Bali Beach. Resort & Spa, khususnya di bagian Finance Department, untuk mendapatkan informasi yang relevan dengan permasalahan yang diteliti. Wawancara Wawancara merupakan teknik pengumpulan data melalui proses tanya jawab secara lisan dan langsung. Pada penelitian ini, penulis melakukan wawancara dengan karyawan di bagian accounting Hotel The Jayakarta Bali Beach. Resort & Spa. Dokumentasi Dokumentasi adalah metode untuk mengumpulkan data dan informasi dalam bentuk buku, arsip, dokumen, tulisan, angka, atau gambar yang berupa laporan dan keterangan lain yang mendukung penelitian ini. Hasil dan Pembahasan The Jayakarta Hotel Beach Resort & Spa adalah hotel yang terletak di Jalan Werkudara. Legian. Kec. Kuta. Kabupaten Badung. Hotel ini dikelola oleh PT. Hotel Juwara Warga. The Jayakarta Hotel Beach Resort & Spa menyediakan berbagai layanan, seperti penyewaan kamar, penjualan makanan dan minuman, serta penyewaan fasilitas dan pelayanan tambahan bagi tamu. Pendapatan Prosiding SINTESA Volume 7 tahun 2024 | E-ISSN 2810-0840 utama hotel ini diperoleh dari penjualan kamar, restoran, serta penyewaan fasilitas lainnya yang tersedia di hotel. Analisis fluktuasi biaya operasional terhadap pendapatan pada laporan laba rugi The Jayakarta Hotel Beach Resort & Spa untuk tahun 2022 dan 2023, menggunakan parameter penelitian berdasarkan teori Cost-Volume-Profit (CVP), dapat dilihat pada tabel berikut: Tahun Tahun Table 1. Data Pendapatan dan Biaya Operasional Pendapatan(R. Biaya Biaya Variable Total Biaya Tetap(R. (R. Oprasonal (R. Table 2. Analisis Perhitungan Margin Kontribusi Pendapatan (R. Biaya Variabel (R. Margin Kontribusi (R. Margin kontribusi meningkat sebesar Rp 50. ,9%) dari tahun 2022 ke 2023. Peningkatan ini mencerminkan kemampuan perusahaan dalam meningkatkan pendapatan dengan proporsi yang jauh lebih besar dibandingkan kenaikan biaya variabel. Margin kontribusi, yang dihitung sebagai selisih antara pendapatan dan biaya variabel, menunjukkan sejauh mana pendapatan dapat menutupi biaya tetap dan menghasilkan laba. Pada tahun 2022, margin kontribusi berada di angka Rp 32. 459, sementara pada tahun 2023 meningkat signifikan menjadi Rp 82. Hal ini mengindikasikan bahwa perusahaan berhasil mengoptimalkan pengelolaan aktivitas operasional sehingga kenaikan biaya variabel, seperti utilitas dan bahan baku makanan dan minuman di restoran, tidak menghambat kemampuan untuk meningkatkan pendapatan secara substansial. Peningkatan ini juga menunjukkan bahwa efisiensi operasional berhasil dijaga meskipun terjadi peningkatan aktivitas usaha yang secara otomatis berdampak pada peningkatan biaya variabel. Dalam konteks hotel, peningkatan pendapatan umumnya berasal dari kenaikan tingkat hunian kamar, peningkatan penjualan makanan dan minuman, serta penyewaan fasilitas lainnya. Meskipun biaya variabel naik seiring peningkatan aktivitas ini, margin kontribusi tetap menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, yang mengindikasikan pengelolaan sumber daya dan operasional yang efektif. Secara keseluruhan, peningkatan margin kontribusi ini menjadi indikator positif bahwa perusahaan tidak hanya mampu menarik pendapatan lebih tinggi, tetapi juga dapat menjaga struktur biaya variabel tetap terkendali, sehingga memberikan kontribusi besar terhadap laba operasional. Prosiding SINTESA Volume 7 tahun 2024 | E-ISSN 2810-0840 Table 3. 2 Analisis Rasio Biaya Operasional terhadap Pendapatan Tahun Pendapatan (R. Biaya Operasional (R. Rasio Biaya Operasional (%) 78,38% 53,69% Penurunan rasio biaya operasional terhadap pendapatan dari 78,4% pada tahun 2022 menjadi 53,7% pada tahun 2023 menunjukkan adanya peningkatan efisiensi dalam pengelolaan biaya operasional. Meskipun biaya operasional meningkat dalam nominal, pendapatan hotel juga meningkat secara signifikan, yang menyebabkan biaya operasional lebih terkendali terhadap pendapatan yang Hal ini menunjukkan bahwa hotel mampu meningkatkan pendapatan lebih cepat daripada peningkatan biaya operasional, yang berarti mereka berhasil mengelola biaya dengan lebih efisien. Fluktuasi biaya operasional pada hotel menunjukkan pengelolaan yang baik, dengan peningkatan efisiensi operasional yang signifikan. Hotel mampu memanfaatkan pendapatan untuk meningkatkan margin kontribusi dan menjaga pengelolaan biaya tetap dan variabel dengan efektif. Break-Even Point (BEP) Mengukur pendapatan minimum untuk menutup seluruh biaya: BEP 2022 = Biaya Tetap y . - (Biaya Variabel y Pendapata. ) = Rp1,290,493,783 y . - (Rp1,161,066,816 y Rp33,542,202,. ) = Rp1,290,493,783 y 0. 9654 = Rp1,337,158,514 Pada tahun 2022, biaya tetap hotel sebesar Rp1. 783 dengan kontribusi margin sebesar 96,54% . - Biaya Variabel y Pendapata. Dengan perhitungan tersebut. BEP berada pada nilai Rp1. 514, yang berarti bahwa hotel harus menghasilkan pendapatan minimum sebesar nilai ini untuk menutupi seluruh biaya tetap dan variabel. BEP 2023 = Rp1,740,297,012 y . - (Rp1,569,183,619 y Rp84,104,498,. ) = Rp1,740,297,012 y 0. 9813 = Rp1,772,398,091 Pada tahun 2023, biaya tetap meningkat menjadi Rp1. sedangkan kontribusi margin tetap tinggi di angka 98,13%. Perubahan ini mendorong kenaikan BEP menjadi Rp1. Kenaikan ini menunjukkan bahwa hotel membutuhkan pendapatan yang lebih besar untuk menutupi biaya operasional yang lebih tinggi. Dari analisis fluktuasi biaya operasional terhadap pendapatan Hotel The Jayakarta Bali Beach. Resort & Spa, dapat disimpulkan: Fluktuasi biaya operasional terhadap pendapatan pada Hotel The Jayakarta Bali Beach. Resort & Spa menunjukkan pengelolaan keuangan dan operasional yang efektif. Meskipun nominal biaya operasional meningkat dari tahun 2022 ke 2023, rasio biaya operasional terhadap pendapatan mengalami penurunan dari 78,4% menjadi 53,7%. Hal ini mencerminkan peningkatan efisiensi dalam pengelolaan biaya, di mana pendapatan hotel tumbuh lebih cepat dibandingkan peningkatan biaya operasional. Selain itu, peningkatan margin kontribusi yang signifikan menunjukkan bahwa hotel mampu menjaga proporsi biaya variabel tetap terkendali, meskipun aktivitas usaha meningkat. Dengan kontribusi margin yang lebih besar, hotel Prosiding SINTESA Volume 7 tahun 2024 | E-ISSN 2810-0840 berhasil menutupi biaya tetap dan menghasilkan keuntunang lebih tinggi. Secara keseluruhan, fluktuasi biaya operasional terhadap pendapatan ini mencerminkan keberhasilan hotel dalam mengoptimalkan pengelolaan operasional sehingga mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan dan profitabilitas usaha. Simpulan Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa pengelolaan biaya operasional pada The Jayakarta Hotel Beach Resort & Spa selama tahun 2022 dan 2023 telah menunjukkan efisiensi yang cukup baik. Kenaikan pendapatan yang signifikan sebesar 150,8% dari tahun 2022 ke 2023 mencerminkan keberhasilan dalam meningkatkan kinerja bisnis. The Jayakarta Hotel Beach Resort & Spa telah menunjukkan kinerja yang baik dalam mengelola fluktuasi biaya operasional terhadap pendapatan. Namun, penguatan dalam elemen pengendalian internal dan optimalisasi proses operasional masih diperlukan untuk memastikan keberlanjutan dan stabilitas finansial hotel di masa UCAPAN TERIMA KASIH