Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Agustus 2025 ISSN: 2721-1533 ANALISIS KELAYAKAN ISI BUKU SISWA KELAS IV SD/MI BAB 6 AuSATU TITIKAy BERDASARKAN STANDAR BSNP Nurul Aeny1. Panca Dewi Purwati2. Ifah Niya Sari Sholihah3 . Ayu Pratiwi4. Ifa Aulia Najwa5. Aulia Rahma Hanyfania6. Jamiatun Maylani7 Universitas Negeri Semarang. Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Ilmu Pendidikan dan Psikologi, nurulaeny393@students. id, pancadewi@mail. ifahniya21@students. id, ayupratiwi08@students. aulia055@students. id, auliarahmahany@students. maylanijamiatun@students. ABSTRAK: Buku teks merupakan salah satu sumber belajar yang sangat penting dalam proses pembelajaran di Sekolah Dasar. Namun, masih terdapat kendala terkait kesesuaian isi, bahasa, penyajian, dan kegrafikaan pada buku teks dengan standar yang sudah ditetapkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek isi, bahasa, penyajian dan kegrafikan pada buku teks Bahasa Indonesia SD/MI kelas IV khususnya pada bagian 6 yang berjudul AuSatu TitikAy. Metode yang digunakan adalah pendekatan dekriptif kualitatif sesuai dengan metode penelitian yang disampaikan oleh Sugiyono. Data dikumpulkan melalui pengamatan dan kajian mendalam terhadap buku tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isi buku sudah sesuai dengan Kompetensi Isi dan Kompetensi Dasar yang berlaku. Penyajian materi tersusun secara sistematis dan mudah dipahami oleh siswa. Bahasa yang digunakan dalam buku sudah menggunakan bahasa yang baku dan mudah dimengerti oleh siswa Kelas IV. Pada bagian kegrafikan, buku ini memiliki tata letak yang rapi dan ilustrasi yang menarik sehingga dapat membantu pemahaman siswa terhadap materi. Meskipun demikian, terdapat beberapa bagian yang perlu diperbaiki, seperti kaliamt yang kurang lugas. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi bahwa buku teks Bahasa Indonesia kelas IV SD/MI khususnya pada bagian 6 sudah memenuhi standar kelayakan menurut BSNP. Sehingga buku ini dapat digunakan dalam pembelajaran dengan beberapa perbaikan untuk meningklatkan kualitas buku. KATA KUNCI: Bahasa Indonesia. Buku teks. Isi buku. Kegrafikan. Kelas IV SD/MI. Penyajian ABSTRACT: Textbooks are one of the most important learning resources in the learning process at elementary However, there are still challenges related to the suitability of content, language, presntation, and graphics int student books according to the standars set by the National Education Standars Agency (BSNP). This study aims to analyze the aspects of content, language, presentation, and graphics in the Indonesian language textbook for grade IV elementary/madrasah ibtidaiyah (SD/MI), especially in chapter 6 entitled AuOne PointAy. The method used is a qualitative descriptive approach following tha research method proposed by Sugiyono. Data were collected through observation and in-depth review of the book. The results show that the bookAos content aligns with the applicapble Core Competencies and Basic Competencies. The matterial is presented systematycal and is easy for students to understand. The language used in the book is formal and easy to comprehend by grade IV students. Regarding grapichs, the book has a neat layout and attractive illustrations thst help students understand the Nevertheless, some parts need improvement, such as sentences that are less clear. This study is expected to provide information that the Indonesian language textbook for grade IV SD/MI, especially chapter 6, meets the eligibity standars according to BSNP. Therefore, this book can used in learning with some improvements to enhance its quality. KEYWORDS: Indonesian language. Textbook. Content. Grapichs. Grade IV Elementary School. Presentation PENDAHULUAN Dalam dunia pendidikan materi pembelajaran umumnya dikemas dalam sebuah buku atau yang biasa dikenal oleh masyarakat luas dengan istilah buku teks. Buku teks merupakan sarana penting dalam proses pembelajaran di jenjang pendidikan dasar. Buku teks bagi siswa berfungsi tidak hanya sebagai sumber materi, tetapi juga sebagai alat bantu guru dalam menyampaikan pembelajaran sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan siswa (Suryana, 2. Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Agustus 2025 ISSN: 2721-1533 (Khoriyah, 2021, hlm. menyatakan bahwa buku teks adalah buku yang digunakan dalam mengoptimalkan proses pembelajaran dalam bentuk tertulis yang disusun oleh para author yang ahli dibidangnya yang dilengkapi sarana-sarana pengajaran serta mudah dipahami, sehingga dapat menunjang suatu program pembelajaran. Hal ini juga serupa dengan pernyataan oleh (Wati, 2021, hlm. yang menyatakan bahwa buku teks ialah suatu buku yang disusun berdasarkan kurikulum yang berlaku sebagai kepentingan pembelajaran. Berdasarkan Permendiknas RI Nomor 11 Tahun 2005 tentang Buku Teks Pelajaran Pasal 2 Ayat 3 menyatakan bahwa untuk menambah pengetahuan dan wawasan setiap siswa, guru bisa menyarankan siswa untuk membaca buku pengayaan dan buku referensi dalam proses Buku teks merupakan buku yang sudah ditetapkan sebagai panduan dalam pembelajaran. Pengertian tersebut menunjukkan idealnya buku teks sesuai dengan kurikulum pendidikan nasional dan berfungsi menunjang terbentuknya kompetensi lulusan siswa. Buku teks sebagai sumber belajar menjadi pegangan. Oleh karena itu, penyususnannya disesuaikan dengan tujuan Buku teks yang baik sebaiknya memiliki tingkat keterbacaan yang tinggi, wacana memenuhi aspek keterbacaan, serta informasi yang disajikan mudah dipahami (Pebriana, 2. Buku teks yang digunakan dalam pembelajaran di sekolah dasar harus memenuhi standar kelayakan yang ditetapkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Standar kelayakan BSNP mencakup empat aspek utama yaitu, kulitas isi, penyajian, bahasa, dan grafik yang disesuaikan dengan kurikulum pendidikan nasional. Meskipun Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) telah menetapkan standar kelayakan buku teks pelajaran sebagai acuan dalam penyusunan dan penggunakan buku ajar di sekolah, faktanya masih banyak buku teks yang beredar luas dan digunakan oleh guru dalam kegiatan pembelajaran yang masih belum memenuhi standar kriteria tersebut. Hal ini membuktikan bahwa belum semua buku teks pelajaran melalui proses evaluasi kelayakan secara menyeluruh sesuai dengan kriteria BSNP, sehingga kualitas buku tersebut belum dapat dijamin secara optimal. Situasi ini tentu berpotensi menghambat efektivitas pembelajaran dan pencapaian kompetensi dasar siswa, khususnya pada di jenjang pendidikan dasar. Buku teks Bahasa Indonesia kelas IV SD/MI pada bagian 6 yang berjudul AuSatu TitikAy merupakan salah satu buku yang digunakan dalam kurikulum merdeka dan menjadi fokus kajian dalam penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kayalakan buku teks tersebut secara komprehensif berdasarkan standar BSNP, dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Analisis ini meliputi beberapa aspek penting yang menjadi indikator utama kelayakan buku teks, yaitu kulitas isi buku, terutama dari segi kesesuaian isi bab 6 dengan elemen dan Capaian Pembelajaran yang diharapkan dalam kurkikulum merdeka, serta menilai keaktualan atau kemutahiran materi yang disajikan. Selain itu, penelitian juga mendeskripsikan kualitas bahasa yang digunakan, termasuk ketepatan penggunaan ejaan dan kelugasan bahasa agar mudah dipahami oleh siswa kelas IV. Kualitas penyajian dinilai dari kemampuan buku membangkitkan motivasi belajar siswa dan keberadaan soal latihan pada setiap akhir bab sebagai bentuk evaluasi Terakhir, penelitian menilai kualitas tampilan atau kegrafikan buku, mulai dari ukuran buku, jenis, serta format huruf yang mudah dibaca, hingga penggunaan ilustrasi yang medukung pemahaman materi dan menarik perhatian siswa. Penelitian ini dapat digunakan sebagai sumber untuk melakukan revisi dan perbaikan buku teks, jika memang ada bagian yang perlu diperbaiki. METODE PENELITIAN Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Agustus 2025 ISSN: 2721-1533 Penelitian yang digunakan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Menurut Sugiyono . 0, hlm. metode penelitian kualitatif merupakan metode penilitan yang digunkan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, dimana peniliti adalah sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi atau gabungan, analisis data bersifat induktif, dan hasil penelitian kualitatif menekankan makna dari pada generalisasi. Hal ini juga selaras dengan pendapat Bogdan dan Biklen dalam (Sugiyono, 2020 hlm. yang menyatakan bahwa metode penilitian kualitatif deskriptif adalah pengumpulan data yang berbentuk kata-kata atau gambar-gambar, sehingga tidak menekankan pada angka. Penilitian ini menggunakan dua sumber data, yaitu sumber data premier dan sumber data Sumber data primer adalah data pokok yang langsung dikumpulkan dari objek penelitian, dalam hal ini berupa Buku Bahasa Indonesia kelas IV SD/MI berjudul AuLihat SekitarAy khususnya pada Bab 6 AuSatu TitikAy karya Eva Y. Nukman dan C. Erni Setiowati yang diterbitkan oleh kemendikbudristek. Sedangkan sumber data sekunder meliputi jurnal, riset, dan dokumen lain yang membahasa isi atau konsep serupa dengan sumber data primer, yang berfungsi sebagai referensi dan inovasi dalam penyusunan artikel ini. Pendekatan ini memungkinkan penilitian untuk memperoleh gambaran yang mendalam dan komprehensif mengenai kelayakan dari isi buku tersebut sesuai dengan standar yang berlaku. Dengan demikian, metode deskriptif kualitatif ini, sangat tepat digunakan untuk mengkaji kualitas isi, bahasa, penyajian, dan kegrafikan buku secara detail dan sistematis, sehingga nantinya hasil penelitian dapat memberikan gambaran yang lebih jelas dan bermanfaat bagi pengembangan buku teks di masa mendatang. HASIL DAN PEMBAHASAN Kelayakan Isi Berdasarkan hasil analisis terhadap Bab 6 AuSatu TitikAy dalam Buku Bahasa Indonesia Lihat Sekitar kelas IV SD/MI karya Eva Y. Nukman dan C. Erni Setyowati, kelayakan isi dapat ditinjau dari beberapa aspek utama sesuai stndar BSNP, yaitu kesesuaian materi dengan kurikulum, kedalaman dan keluasan materi, keakuratan informasi, serta relevansi isi dengan kehidupan sehari-hari siswa. Buku Bahasa Indonesia kelas IV memuat materi sebagai berikut: . membaca, dimana setiap siswa diminta untuk dapat membaca puisi atau teks dengan jelas sesuai intonasi yang tepat, contohnya seperti puisi yang berjudul AuRaja AmpatkuAy dan teks yang berjudul AuBertualang di Sabana SumbaAy. menulis, setiap siswa diusahakan dapat menulis puisi yang baik tentang keindahan tempat di Indonesia yang kemudian dibacakan di depan temantemannya. bahas bahasa, yaitu materi yang baru yang dibahas dalam materi seperti materi kalimat efektif dan materi majas metafora, dimana siswa diminta memahamami dan mengidentifikasi contoh majas serta membandingkan kalimat efektif dan tidak efektif. berdiskusi, yaitu setiap murid membentuk kelompok kecil yang kemudian membahas tugas yang diberikan seperti melakukan diskusi tentang cerita AuBertualang di Sabana SumbaAy dan AuGunung BerapiAy. mengamati, siswa diminta mengamati beberapa hal terkait cerita AuRaja AmpatAy diantaranya seperti letak geografis Raja Ampat, pariwisata, flora, dan fauna. jurnal membaca, ialah sebuah jurnal yang berisi informasi tentang kegiatan membaca yang dilakukan oleh siswa terhadap buku atau artikel dari majalah. refleksi adalah sebuah penilaian atau tolak ukur dari sebuah bab yang dipelajari oleh para siswa dengan ketentuan tertentu yang didasarkan pada pemahaman siswa. Berdasarkan data yang ada. Buku Bahasa Indonesia Lihat Sekitar kelas IV SD/MI memuat materi yang mudah dipahami oleh siswa. Pada materi Bab 6 AuSatu TitikAy. Buku ini mendukung Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Agustus 2025 ISSN: 2721-1533 sepenuhnya Capaian Pembelajaran (CP) serta kesesuian elemen pembelajaran yang diharapkan dalam Kurikulum Merdeka (Kemendikbudristek, 2. Keaktualan materi juga menjadi keunggulan buku ini, karena isi yang disajikan relevan dan kontekstual dengan pengembangan sosial, budaya, dan lingkungan siswa saat ini (Sanjaya, 2. Materi dalam Bab 6 disusun secara sistematis dan komprehensif sehingga memudahkan siswa dalam memahami konsep yang diajarkan (Arikunto, 2. Misalnya, pada bagian bahasa, siswa diperkenalkan pada materi baru seperti kalimat efektif dan majas metafora. Siswa diminta untuk memahami dan mengidentifikasi contoh majas serta membandingkan kalimat efektif dan kalimat tidak efektif, yang bertujuan mengembangkan kemampuan berbahasa yang komunikatis dan kritis (Hamalik, 2. Selain itu, kegiatan berdiskusi dalam kelompok kecil memberikan luang bagi siswa untuk berinteraksi dan bertukar pendapat, sehingga keterampilan sosial dan komunikasi mereka juga terasah (Depdikbud, 2. Aktivitas mengamati yang terkait dengan cerita AuRaja AmpatAy seperti letak geografis, pariwisata, flora, dan fauna memberikan pengalaman pembelajaran yang kontekstual dan memperkaya wawasan siswa tentang lingkungan sekitar (Sanjaya, 2. Jurnal Membaca yang terdapat pada buku ini berfungsi sebagai alat refleksi dan dokumentasi kegiatan membaca siswa, yang dapat meningkatkan minat dan kebiasaan membaca secara berkelanjutan (Nugroho & Hidayat, 2. Sedangkan Refleksi sebagai bentuk penilaian akhir Bab yang memungkinkan guru dan siswa mengevaluasi pemahaman materi secara menyeluruh (Rahmawati, 2. Kelayakan Penyajian Pada kualitas penyajian aspek Pembangkit Motivasi Belajar Siswa dalam Bab 6 ini dapat digolongkan sebagai kualitas penyajian yang menarik (M). Hal ini karena Bab 6 menyajikan materi secara konstektual dengan mengangkat tema keindahan alam Indonesia melalui cerita dan puisi yang dekat dengan kehidupan peserta didik, seperti pada teks AuBentang AlamAy. AuSabana di SumbaAy, dan AuAnak-Anak MerapiAy. Ilustrasi yang ditampilkan bewarna dan menarik, membantu meningkatkan daya imajinasi serta pemahaman siswa sehingga dapat membangkitkan motivasi siswa secara efektif (Handayani. Sari, & Prasetyo, 2. Penyajian materi yang kontekstual dan visual ini sangat penting untuk memudahkan siswa memahami isi materi dan membuat pembelajaran menjadi lebih menyenangkan (Wardhani. Sari, & Hidayat, 2. Aktivitas pembelajaran yang disajikan dalam Bab 6 tidak hanya terbatas pada membaca dan menulis, tetapi juga melibatkan proyek kecil seperti menulis laporan perjalanan, membuat puisi, diskusi kelompok, dan presentasi. Pendekatan ini sejalan dengan prinsip student-centered learning dan project-based learning yang menekankan pengalaman belajar bermakna dan menyenangkan, serta terbukti efektif meningkatkan kreativitas dan partisipasi aktif siswa (Hadi & Purwanti, 2020. Kemendikbudristek, 2. Dengan demikian , penyajian materi yang variatif ini secara signifikan dapat membangkitkan motivasi belajar siswa. Pada aspek ketersediaan soal latihan di akhir bab. Bab 6 tergolong lengkap (L). di akhir bab terdapat soal latihan berupa pertanyaan reflektif dan proyek kecil yang mengajak siswa mengamati lingkungan sekitar. Soal-soal ini tidak hanya mengukur pemahaman siswa terhadap materi, tetapi juga membantu mereka mengaitkan teori dengan praktik nyata serta mengembangkan kemampuan refleksi dan metakognisi. Penyajian latihan yang lengkap ini mendukung evaluasi diri siswa dan memperkuat pemahaman mereka terhadap materi yang telah Dengan demikian penyajian Bab 6 sudah memenuhi prinsip penyajian yang komunikatif, kontekstual, dan mendukung capaian pembelajaran literasi dan karakter di jenjang SD. Penyajian yang menarik dan lengkap ini sangat sesuai dengan tuntutan pembelajaran abad ke-21 yang menekankan interaktivitas, kreativitas, dan keterlibatan aktif peserta didik (Pulungan, 2. Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Agustus 2025 ISSN: 2721-1533 Kelayakan Bahasa Bab 6 AuSatu TitikAy dalam buku ini menampilkan kualitas Bahasa yang sangat baik dan relevan untuk peserta didik kelas IV SD/MI. Bahasa yang digunakan bersifat komunikatif, sederhana, dan mudah dipahami oleh siswa. Pilihan kata yang digunakan dalam bab ini merupakan kosakata yang dekat dengan kehidupan sehari-hari anak, shingga memudahkan mereka dalam memahami isi materi dan memperkaya perbendaharaan kata. Hal ini sesuai dengan tujuan pembelajaran Bahasa Indonesia di tingkat sekolah dasar, yaitu membangun fondasi linterasi yang kuat melalui penggunaan Bahasa yang kontekstual dan ramah anak (Nukman dan Setyowati, 2. Dari segi kebahasaan, bab ini menekankan penggunaan kalimat efektif yang sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia. Kalimat-kalimat yang disajikan tidak berbelit-belit dan menghindari penggunaan kata yang berlebihan, sehingga siswa dapat belajar menyusun kalimat yang tepat dan efisien. Penggunaan tanda baca juga diperhatikan dengan baik untuk membantu siswa memahami intonasi dan makna kalimat secara benar. Hali ini sangat penting untuk membentuk kemampuan berbahasa yang baik sejak dini (Kemdikbudristek, 2. Bab 6 juga memperkenalkan unsur sastra, seperti puisi dan penggunaan majas metafora, dengan Bahasa yang sederhana namun tetap imajinatif. Penggunaan Bahasa kiasan dalam puisi bab ini memberikan pengalaman estetis dan memperkaya wawasan siswa tentang keindahan Namun. Bahasa dan puisi tetap disesuaikan dengan tingkat perkembangan kognitif siswa kelas IV, sehingga mudah dipahami dan tidak meninmbulkan multitafsir yang membingungkan (Sari. , & Sumarni. Instruksi dan pertanyaan pada Bab 6 dirancang untuk mendorong siswa berpikir kritis dan aktif berinteraksi, baik secara lisan maupun Bahasa yang digunakan pada bagian aktivitas sangat komunikatif dan mendorong siswa untuk mengekpersikan gagasan dengan bahasa mereka sendiri. Hal ini mendukung pembelajaran aktif dan pengembangan keterampilan berbahasa secara menyeluruh. Kualitas bahasa pada Bab 6 AuSatu TitikAy sangat baik, komunikatif, efektif, dan kreatif, serta sesuai dengan karakteristik peserta didik kelas IV SD/MI. Bahasa dalam bab ini tidak hanya berfungsi sebagai media penyampaian materi, tetapi juga sebagai sarana dan pengembangan keterampilan literasi dan apresiasi sastra. (Rohmah, 2. menyatakan bahwa buku teks Bahasa Indonesia kelas V SD secara umum telah memenuhi kriteria kelayakan sesuai standar BSNP, namun evaluasi berkala tetap diperlukan untuk memastikan kualitas buku tetap relevan dan sesuai kebutuhan siswa. Pemilihan bahasa yang tepat dan sesuai EYD penting untuk menjaga mutu komunikasi dalam buku teks. Bahasa yang baik mempermudah siswa memahami informasi dan meningkatkan keterampilan bahasa (Zulfa et al. , 2022, hlm. Bahasa adalah sarana utama manusia dalam berkomunikasi dan berinteraksi. Hal ini sejalan dengan pendapat Hafid et al. , 2020 dalam (Suraya et al. , 2. yang mengatakan bahwa bahasa merupakan wahana untuk berinteraksi antara individu dan individu bahkan antara kelompok dengan kelompok lainnya. Kelayakan Kegrafikan Pada Bab 6 berjudul "Satu Titik" dalam buku Bahasa Indonesia kelas IV, kita bisa lihat bagaimana tampilan visual berperan penting dalam membantu siswa memahami dan menikmati materi pelajaran. Judul bab yang ditulis besar dan tebal langsung menarik perhatian dan memperjelas identitas bab tersebut, sehingga mudah ditemukan saat mulai belajar. Ini membantu materi tersusun dengan baik dan mudah dipahami. Font yang dipakai adalah Noto Sans dengan ukuran 12/16 pt. Jenis huruf ini dipilih karena mudah dibaca oleh anak-anak dan tidak menyebabkan mata cepat lelah meskipun membaca dalam waktu yang lama. Noto Sans termasuk jenis sans-serif yang disarankan untuk materi pembelajaran anak-anak karena tampilannya yang sederhana dan jelas. Perbedaan warna antara tulisan dan latar belakang juga cukup jelas, terutama di bagian informasi dan kegiatan siswa. Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Agustus 2025 ISSN: 2721-1533 Latar belakang putih dengan tulisan hitam memberikan kontras yang bagus, sehingga nyaman dibaca dan sesuai dengan prinsip keterbacaan yang baik (TaAodibuna , 2. Ukuran buku 21 y 29,7 cm memberikan keleluasaan dalam menata teks, gambar, dan ruang kosong dengan Ilustrasi dalam cerita seperti "Raja Ampat" dan "Anak-anak Merapi" sangat cocok dengan alur cerita. Foto-foto pemandangan alam, misalnya sabana dan Gunung Merapi, disajikan dengan resolusi tinggi dan sudut pengambilan yang sesuai, sehingga memudahkan siswa untuk mengenali dan membayangkan kondisi geografis dalam cerita. Gambar di sini bukan sekadar hiasan, tetapi berperan penting dalam membantu memahami isi cerita. Penggunaan jenis huruf yang sama di semua bagian, seperti "Bahas Bahasa" dan "Menulis", menunjukkan tampilan grafis yang informatif. Ikon dan simbol visual juga membantu membedakan jenis kegiatan, seperti membaca, menulis, dan berdiskusi. Ini adalah cara belajar yang menggabungkan banyak elemen, cocok untuk siswa sekolah dasar (Mulyani. , & Dafit. F, 2. Tata grafisnya juga membantu mengembangkan kemampuan visual siswa. Contohnya, cara penyajian kerangka karangan untuk laporan perjalanan memberikan struktur visual yang membantu memahami alur cerita. Penggunaan garis bantu, nomor, serta pemisahan bagian awal, tengah, dan akhir dalam kerangka karangan membuat instruksi lebih teratur dan mudah diikuti. Struktur grafis mendukung semua bagian pembelajaran dalam bab ini. Contohnya, pada bagian AuKerangka KaranganAy, elemen visual seperti garis bantu dan penomoran memperjelas urutan isi karangan. Penyusunan tiga bagian . wal, tengah, dan akhi. didukung dengan skema yang rapi dan langsung dapat dikenali siswa. Format ini tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi sekaligus mengajarkan cara berpikir sistematis kepada pembaca muda. Melalui berbagai pertimbangan tersebut, tampak bahwa Bab 6 Satu Titik memenuhi syarat kelayakan grafis untuk buku ajar tingkat sekolah dasar. Visual yang informatif, layout yang nyaman, dan ilustrasi yang terintegrasi dengan teks menunjukkan kesesuaian antara bentuk dan Buku ini dapat menjadi contoh penerapan desain edukatif yang memperhatikan perkembangan kognitif dan visual anak usia 9Ae10 tahun. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis kelayakan di atas, dapat disimpulkan bahwa kelayakan isi, kebahasaan, penyajian, dan kegrafikan Buku Bahasa Indonesia SD/MI kelas IV Bab 6 AoSatu TitikAo telah memenuhi standar yang ditetapkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Kelayakan isi Bab 6 dinilai sudah baik karena materi yang disajikan sesuai dengan Capaian Pembelajaran (CP) kurikulum merdeka, aktual, serta relevan dan kontekstual dengan kehidupan siswa sehari-hari, seperti pembelajaran membaca puisi, menulis, berdiskusi, mengamati, dan refleksi yang mendukung pengembangan literasi dan karakter siswa (Kemendikbudristek, 2. Materi juga disusun sistematis dan komprehensif sehingga mudah dipahami dan dapat mengasah kemampuan berpikir kritis serta keterampilan sosial siswa (Arikunto, 2. Dari segi kebahasaan. Bab 6 menggunakan bahasa yang komunikatif, sederhana, dan mudah dipahami oleh siswa kelas IV SD/MI. Pilihan kata dan kalimat efektif memudahkan pemahaman, serta penggunaan ejaan dan tanda baca sudah sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia (Rahmawati, dkk. , 2. Namun, masih ditemukan beberapa bagian yang perlu diperbaiki, seperti kalimat yang kurang lugas. Oleh karena itu, penyuntingan ulang diperlukan agar materi dapat tersampaikan lebih jelas dan mudah dipahami siswa (Rahmawati, dkk. , 2. Penyajian materi dalam Bab 6 ini sangat menarik dan mampu membangkitkan motivasi belajar siswa. Ilustrasi berwarna yang relevan, ukuran huruf yang mudah dibaca, serta aktivitas Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Agustus 2025 ISSN: 2721-1533 pembelajaran yang variatif seperti proyek kecil, diskusi kelompok, dan presentasi menjadi keunggulan yang memudahkan akses dan interaktivitas pembelajaran. Latihan soal yang lengkap juga berperan dalam mengukur dan memperkuat pemahaman siswa terhadap materi yang telah dipelajari (Handayani, dkk. , 2. Kualitas kegrafikan buku ini juga baik, dengan tata letak yang rapih, ilustrasi yang sesuai dan menarik, serta hasil cetak yang mendukung kenyamanan membaca siswa. Pemilihan jenis dan ukuran huruf yang tepat serta ilustrasi yang relevan membantu memperkuat penyajian materi dan meningkatkan daya tarik buku (Wardhani, dkk. , 2. Meskipun demikian, beberapa aspek masih perlu diperbaiki, khusunya pasa bagian kebahasaan agar kalimat lebih lugas dan efektif, penyempurnaan ilustrasi agar lebih mendukung pemahaman materi, serta penambahan variasi latihan soal berbasis proyek atau studi kasus untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan kreatif siswa (Sari, & Prasetyo, 2. Dengan demikian. Buku Bab 6 AoSatu TitikAo dapat dikategorikan layak digunakan sebagai sumber belajar yang efektif dan menyenangkan bagi siswa kelas IV SD/MI karena telah memenuhi komponen kelayakan isi, kebahasaan, penyajian, dan kegrafikan sesuai standar BSNP. DAFTAR PUSTAKA