Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1998 -2007 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Wisata Kuliner pada Wisata Bahari di Pantai Mampie Polewali Mandar Sulawesi Barat Wim J Winowatan. I Putu Suarta. Rita. 1,2,3Tata Hidang. Jurusan Hospitality. Politeknik Pariwisata Makassar. Indonesia. wimjohannes12@gmail. com, iputusuarta@yahoo. com, narita. md@gmail. ABSTRACT The objectives of this research are . to find out the forms and types of culinary delights that can support marine tourism on Mampie Polewali Mandar Beach. West Sulawesi. To find out strategies for developing culinary tourism to support marine tourism from the management at Mampie Polewali Mandar Beach. West Sulawesi. The research method used is research with qualitative data type with data collection techniques using interviews, documentation and observation then analyzed using qualitative descriptive analysis techniques. The research results show that existing culinary tourism shows that there are many types of culinary available with various flavors and various forms which can actually be used as a product that can be marketed or sold in the marine tourism area of Mampie Beach, apart from that by collaborating with the local community to providing products, currently there is no culinary use so that the Mampie Beach marine tourism is not running optimally so that it is also not optimal in providing facilities and infrastructure for marine tourism. Apart from that, the importance of existing development strategies from the management as a supporter of marine tourism is known to show that the lack of initiative from the community, stakeholders and local government means that marine tourism will also continue as usual without other additional income. This is due to the lack of information obtained by the management regarding what things can support marine tourism, especially in increasing income, such as the existence of culinary tourism which will actually be a supporting thing for marine tourism at Mampie Beach. Keywords: Marine Tourism. Culinary Tourism. Development Strategy. ABSTRAK Tujuan pada penelitian ini adalah . untuk mengetahui bentuk dan jenis kuliner yang dapat mendukung wisata bahari di Pantai Mampie Polewali Mandar Sulawesi Barat. untuk mengetahui strategi pengembangan wisata kuliner dalam mendukung wisata bahari dari pihak pengelola di Pantai Mampie Polewali Mandar Sulawesi Barat. Metode Penelitian yang digunakan yaitu penelitian dengan jenis data kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, dokumentasi dan observasi kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan wisata kuliner yang ada menunjukkan bahwa banyak sekali jenis kuliner yang tersedia dengan berbagai rasa dan aneka ragam bentuknya yang sebenarnya dapat dimanfaatkan sebagai salah satu produk yang bisa dipasarkan atau dijual pada area wisata bahari Pantai Mampie, selain itu dengan bekerja sama dengan masyarakat setempat untuk menyediakan produk, saat ini belum adanya kuliner yang dimanfaatkan sehingga belum maksimalnya berjalan wisata bahari Pantai Mampie ini sehingga tidak maksimal pula dalam menyediakan sarana dan prasarana sebuah wisata Selain itu pentingnya strategi pengembangan yang ada dari pihak pengelola sebagai pendukung wisata bahari diketahui bahwa ternyata kurangnya inisiatif dari para masyarakat, stakeholder hingga pemerintah daerah membuat wisata bahari juga akan berjalan seperti biasanya tanpa pendapatan tambahan lainnya. Hal ini disebabkan kurangnya informasi yang didapatkan oleh pengelola mengenai apa saja sekiranya hal-hal yang dapat menjadi 1998 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1998 -2007 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. pendukung wisata bahari tersebut terutama dalam meningkatkan pendapatan, seperti dengan adanya wisata kuliner tersebut sebenarnya akan menjadi hal pendukung untuk wisata bahari Pantai Mampie. Kata Kunci: Wisata Bahari. Wisata Kuliner. Strategi Pengembangan. PENDAHULUAN Undang-undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan merupakan sebuah rujukan dari keseluruhan kegiatan yang terkait dengan kepariwisataan dan bersifat multidimensi serta multidisiplin yang muncul sebagai wujud kebutuhan setiap orang dan negara dengan adanya interaksi antara wisatawan dan masyarakat setempat, sesama wisatawan. Pemerintah. Pemerintah Daerah, dan pengusaha. Dalam menghadapi era perubahan global dan penguatan hak pribadi masyarakat untuk menikmati waktu luang dalam melakukan wisata maka, perlu dilakukan pembangunan dalam sektor kepariwisataan di segala bidang yang dapat menampilkan keanekaragaman, keunikan dan sesuatu yang khas dari bangsa dan negaranya khususnya Indonesia dengan tetap menggunakan Bhineka Tunggal Ika sebagai sesuatu hal yang hakiki dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia yang meningkatkan kepuasan wisatawan serta sekaligus meningkatkan devisa negara. Sebab, dengan adanya pariwisata diharapkan devisa Negara dapat lebih meningkat dari pendapatan perekonomian di Indonesia. Menurut James J. Spillane . Pariwisata adalah suatu obyek wisata atau destination, harus meliputi 5 . unsur yang penting agar wisatawan dapat merasa puas dalam menikmati perjalanannya, yaitu: attractions, facility, infrastructure, transportation, dan hospitality. Berbagai macam kegiatan wisata dan didukung berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan oleh masyarakat, pengusaha, pemerintah, dan pemerintah daerah. Salah satu komponen pariwisata yang saat ini berkembang pesat yaitu bisnis perhotelan, tidak dapat dipungkiri kehadiran sarana akomodasi yang menomorsatukan kenyamanan para tamu adalah hal yang sangat diharapkan setiap pengunjung atau wisatawan yang akan mengunjungi suatu Negara atau daerah tujuan wisata. Dalam pembangunan dan pengembangan sektor pariwisata dibutuhkan empat aspek utama yang harus diperhatikan. Empat aspek ini menjadi sangat penting, mengingat keberlangsungan suatu destinasi pariwisata akan menjadi fokus penting saat ini. Dalam beberapa tahun terakhir, sektor pariwisata telah menjadi maradona bagi masyarakat luas, utamanya adalah para pelaku didalamnya. Bagaimana tidak, saat ini manusia dihadapkan pada kebutuhan penting untuk berwisata. Sehingga, fenomena ini dijadikan oleh para pelaku wisata untuk mengembangkan beragam atraksi pada destinasi wisata baik dalam kapasitasnya sebagai pemerintah, swasta dan juga masyarakat pada umumnya bergegas dalam mengembangkan industri yang menjanjikan ini. Sehingga aspek yang harus diperhatikan antara lain ialah Attraction. Accessibility. Amenity dan Ancilliary. Pada keempat hal ini yang membuat suatu daerah menjadi daya tarik wisata dimana daya tarik wisata merupakan segala sesuatu yang dapat mendorong wisatawan untuk mengunjungi suatu daerah tujuan wisata untuk menikmati keunikan yang berada didalamnya. Pada umumnya Taman Wisata Bahari berlokasi pada tempat yangmemiliki lingkungan yang alami, sejuk dan sehat sehingga dapat mencapai suatukegiatan rekreasi yang optimal. 1999 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1998 -2007 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Selain itu wisata bahari Pantai Mampie ini sering dikunjungi wisatawan lokal atau domestik dengan tujuan untuk melihat objek wisata penangkaran penyu, dengan demikian wisatawan hanya fokus pada objek wisata penangkaran tersebut sehingga tidak menikmati sisi objek pantai lainnya. Dengan adanya kunjungan wisatawan sangat berpeluang dimanfaatkan sisi pantai lainnya untuk dijadikan objek wisata seperti menyediakan wisata kuliner atau menyajikan dan menjual jajanan pasar atau makanan khas tradisional yang dimiliki daerah tersebut sehingga wisatawan dapat menikmati objek wisata secara maksimal. Hal ini dapat berpotensi untuk meningkatkan pendapatan daerah dan pendapatan masyarakat setempat. Pengembangan pariwisata yang berbasis sumber daya lokal ini akan memberikan efek ganda terhadap sektor ekonomi lainnya melalui peningkatan nilai tambah dan kenaikan pendapatan masyarakat. Peningkatan intensitas pemakaian tenaga kerja dalam pengembangan pariwisata tidak hanya diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi juga mampu menciptakan kesempatan kerja, meningkatkan pendapatan daerah serta memberikan kesejahteraan bagi masyarakat yang berlingkungan pada daerah tersebut. Salah satu wisata bahari yang ada Provinsi Sulawesi Barat memiliki 6 kabupaten dengan luas wilayah 810,405 Km2. Salah satu Kabupaten di Sulawesi Barat yaitu Kabupaten Polewali Mandar dengan luas wilayah 2,022 Km2, merupakan tempat yang menyimpan berbagai ekowisata salah satunya yaitu Wisata Pantai Mampie. Tepatnya di Dusun Mampie. Desa Galeso. Kecamatan. Wonomulyo. Kabupaten Polewali Mandar. Sulawesi Barat. Pantai Mampie di Kecamatan Wonomulyo. Polewali Mandar. Sulawesi Barat, menjadi salah satu obyek wisata yang selalu dipadati warga Polewali, bahkan warga dari luar daerah seperti Majene. Pinrang. Sidrap dan Mamuju untuk mengisi liburan mereka bersama keluarga. Namun sayangnya pada wisata bahari ini sangat dibutuhkan wisata kuliner sebagai pendukung jalannya operasional wisata bahari Pantai Mampie, hal lainnya adalah keberadaan wisata kuliner yang pada dasarnya menjadi potensi penambahan jumlah kunjungan nantinya, penambahan sumber daya manusia, serta penambahan pendapatan masyarakat sekitar. Namun saat ini kenyataannya Pantai Mampie sendiri tidak memanfaatkan hal tersebut sehingga pada Pantai Mampie sendiri masih belum memiliki fasilitas wisata kuliner di sekitar dan hanya memiliki warung sederhana yang dibuka oleh masyarakat setempat dan menjual produk yang seadanya dan pada umumnya sehingga masyarakat dan pihak pengelola belum maksimal dalam memanfaatkan wisata kuliner sendiri untuk mendukung wisata bahari di Pantai Mampie, saat ini bentuk dan jenis kuliner yang adapun pada umumnya belum begitu khas sehingga dibutuhkan strategi pengembangan dari masing-masing bentuk dan jenis kuliner tersebut. METODE PENELITIAN Penelitian ini berlokasi di Pantai Mampie. Wonomulyo. Sulawesi Barat. Dengan mengkaji data-data dari hasil wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Menurut Lexy J. Moleong . menjelaskan bahwa, penelitian kualitatif sebagai penelitian yang bermaksud untuk memahami 2000 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1998 -2007 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian, misalnya perilaku, pemahaman, motivasi, tindakan secara holistik dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dengan memanfaatkan berbagai metode ilmiah. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi atau pengamatan langsung, wawancara dan Sebagai proses akhir setelah data terkumpul, peneliti memulai melaksanakan analisis data. Analisis data penelitian ini dilakukan berpedoman pada langkah- langkah analisis data penelitian kualitatif yang dikemukakan oleh interaktif dari Sugiyono . yakni mereduksi data. Menyajikan data, dan. menyimpulkan data. HASIL DAN PEMBAHASAN Provinsi Sulawesi Barat merupakan pemekaran dari Provinsi Sulawesi Selatan, yang kini telah menjadi Provinsi ke-33 yang diresmikan sejak 5 Oktober Ibukota provinsi Sulawesi barat adalah Mamuju yang terletak Au00 12Ao- 30 38Ao00AoAo lintang selatan/south Latitude dan 1180 43Ao15AoAo - 1190 54Ao3AoAo Bujur Timur/East Longitude. Sulawesi barat sendiri wilayahnya berbatasan dengan wilayah sebelah Utara yang berbatasan dengan Sulawesi tengah, sebelah timur berbatasan dengan Sulawesi selatan, sebelah barat berbatasan dengan Selat Makassar dan sebelah Selatannya berbatasan dengan Sulawesi selatan. Sebelum dikenal dengan nama Polewali Mandar, daerah ini sebelumnya bernama Kabupaten Polewali Mamasa disingkat Polmas yang secara administratif berada dalam wilayah Provinsi Sulawesi Selatan. Setelah daerah ini dimekarkan dengan berdirinya Kabupaten Mamasa sebagai kabupaten tersendiri, maka nama Polewali Mamasa pun diganti menjadi Polewali Mandar. Nama kabupaten ini resmi diganti pada tanggal 1 Januari 2006 setelah ditetapkan dalam bentuk Peraturan Pemerintah (PP) No. tahun 2005 dan pada tanggal 27 Desember 2005 tentang perubahan nama dari kabupaten Polewali Mamasa menjadi Kabupaten Polewali Mandar. Pantai Mampie dikelola sejak tahun 2007, pada waktu itu tingkat pengelolaannya belum maksimal dikarenakan masyarakat Mampie belum begitu yakin jika Pantai Mampie bisa memberikan manfaat yang lebih baik mengingat pantai ini dulunya hanyalah kebun warga yang kini sudah tidak bisa lagi dikelola karena abrasi pantai yang tiap tahunnya terus terjadi. Memasuki tahun 2010 masyarakat Mampie sudah melihat perubahannya dan merasakan manfaatnya, sehingga pada waktu itu dipatenkanlah pengurus Pantai Mampie tersebut guna pengelolaan yang lebih baik ke depannya serta diberi nama Sadar Wisata Pantai Mampie. Adapun biaya karcis masuk yakni Rp. 4000/orang, untuk karcis parkir mobil yakni Rp. 000/mobil dan karcis parker motor yakni Rp. 000/motor. Hingga saat ini Pantai Mampie terus dikunjungi Pantai Mampie di Kecamatan Wonomulyo. Polewali Mandar. Sulawesi Barat, menjadi salah satu obyek wisata yang selalu dipadati warga Polewali, bahkan warga dari luar daerah seperti Pinrang. Majene, dan Mamuju untuk mengisi liburan mereka bersama keluarga. Pantai Mampie yang asri,indah, dan terbentang sepanjang lebih dari 3 kilometer dan tepat menghadap selat Makassar menjadikan obyek wisata ini salah satu pilihan warga untuk mengisi liburan panjang. Pantai ini 2001 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1998 -2007 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. masih merupakan bentangan jauh pesisir daerah Polewali Mandar dengan panjang kurang lebih 3 km, yang menghadap bagian selat Makassar sehingga menyaksikan senja di lokasi objek wisata ini merupakan hal yang cukup menarik. Dari gazebo berukuran kecil yang terdapat di bagian tepi. Anda dapat menunggu waktu senja muncul, sembari menikmati menu kuliner yang dijajakan disini. Di sore hari ada banyak pengunjung yang kadang sekedar menghabiskan waktu dengan bermain bola di sepanjang pantai, selain itu ada juga pengunjung yang mandi di daerah pesisirnya. Bentuk dan jenis kuliner yang mendukung wisata bahari di Pantai Mampie Polewali Mandar Sulawesi Barat. Kuliner yang dapat mendukung wisata bahari pada Pantai Mampie Polewali Mandar sendiri yaitu adalah kuliner tradisional atau makanan khas yang berasal dari Polewali Mandar sendiri, sehingga pada dasarnya selain demi mendukung wisata bahari bahkan untuk membantu memasarkan dan memperkenalkan makanan khas tradisional Polewali Mandar sendiri. Indonesia dengan berbagai kekayaannya memiliki potensi wisata yang sangat besar, setiap daerah yang tersebar di seluruh nusantara memiliki ciri khasnya masing-masing. Mulai dari pakaian adat, rumah adat, hingga makanan tradisionalnya yang tentunya membuat banyak wisatawan lokal maupun asing ingin mencicipinya kelezatannya. Setiap makanan tradisional yang ada di setiap daerah memiliki citra rasa yang kaya akan rempah dan juga unik. Makanan tradisional tersebut akan berbeda dari satu daerah dengan daerah yang lainnya dan bisa menjadi makanan dan oleh-oleh khas daerah tersebut. Polewali Mandar tentunya juga memiliki keberagaman budaya seperti halnya sebagian besar daerah di Indonesia. Salah satu yang bisa kalian nikmati adalah aneka makanan khas Polman. Suku mandar yang mendiami daerah Polewali Mandar. Sulawesi Barat Setiap suku di pulau tersebut memiliki ciri khas dan keunikan masing-masing, tidak terkecuali dari segi makanan atau kuliner khas yang dimiliki masyarakat Mandar. Memasuki bulan ketiga tahun 2023, kunjungan wisatawan mancanegara . di Indonesia mencapai 809,96 ribu kunjungan. Jumlah ini meningkat 15,39 persen dibandingkan Februari 2023 . onth-to-mont. dan 470,37 persen dibandingkan bulan yang sama pada tahun lalu . ear-on-yea. Hal ini menunjukkan bahwa kebangkitan sektor pariwisata di Indonesia masih terus berlanjut. Wisman yang berkunjung ke Indonesia pada Maret 2023 didominasi oleh wisman yang berasal dari Malaysia . ,39 perse. Singapura . ,74 perse. , dan Australia . ,87 perse. Secara kumulatif, kunjungan wisman pada Januari hingga Maret 2023 juga meningkat 508,87 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2022. Peningkatan kunjungan ini utamanya tercatat pada pintu bandara Ngurah Rai dan Soekarno Hatta, masing-masing meningkat sebesar 6. 274,83 persen dan 623,78 persen. Peningkatan aktivitas wisata juga terpantau dari Tingkat Penghunian Kamar (TPK). TPK di hotel bintang pada Maret 2023 mencapai 46,26 persen, naik 1,11poin secara year-on-year . -on-. dan turun 1,57 poin secara month-to- month . -to-. Meski demikian, perlu menjadi catatan bahwa TPK nonbintang pada Maret 2023 mencapai 21,26 persen, turun 0,80 poin secara y- on-y dan 1,41 poin secara m-to-m. Sementara itu, rata-rata lama tamu menginap di hotel berbintang mengalami kenaikan sebesar 0,05 poin dibandingkan tahun lalu, yaitu mencapai 1,67 hari. Berdasarkan observasi yang 2002 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1998 -2007 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. dilakukan dan ditambah pula oleh hasil wawancara terstruktur, dapat dianalisis bahwa peran Dinas Pemuda Olahraga dan pariwisata dalam mengatasi masalah dan kendala harus mengoptimalkan obyek wisata ini kendalanya ialah dari sekian banyak bentuk dan jenis kuliner yang ada hanya beberapa saja yang diperkenalkan oleh wisatawan sehingga tidak berkelanjutan fasilitas dan dana ini harus bekerja sama dengan pihak-pihak yang terkait. Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata juga memiliki strategi pengembangan dan mengoptimalkan wisata Pantai Mampie ini. Mengevaluasi apa saja yang terdapat masalah dalam mengoptimalkan wisata ini Peran Dinas Pariwisata yang mengkoordinir dan mengevaluasi setiap permasalahan. Untuk itu masyarakat juga ikut berpartisipasi dalam mengembangkan dan mewujudkan wisata kuliner dalam lingkungan wisata bahari Pantai Mampie ini, selain itu dengan mengolah makanan khas tradisional yang ada seharusnya masyarakat, stakeholder sampai pemerintah daerah akan lebih mudah dalam bekerja sama untuk menyediakan fasilitas sarana kuliner tersebut. Salah satu pantai yang sering menjadi pilihan banyak wisatawan untuk dikunjungi selain pariwisata pantai. Pantai Mampie tersebut memberikan para wisatawan pemandangan yang indah selain itu juga disajikan dengan berbagai wisata lain seperti Wisata Rumah Penyu dan Hutan Mangrove sehingga para wisatawan yang berkunjung tentunya akan tidak akan cepat bosan Strategi Pengembangan Wisata kuliner dalam mendukung wisata bahari di Pantai Mampie Polewali Mandar Sulawesi Barat Wisatawan adalah orang yang mengadakan perjalanan dari tempat kediamannya tanpa menetap di tempat yang didatanginya atau hanya untuk sementara waktu tinggal di tempat yang didatanginya. Organisasi wisata dunia (WHO) menyebut wisatawan sebagai pelancong yang melakukan perjalanan pendek. Untuk Kabupaten Polewali Mandar masih mengandalkan kunjungan dari wisatawan domestik atau wisatawan lokal. Jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Polewali Mandar memiliki siklus yang berbeda tiap tahunnya. Pada tahun 2017 jumlahwisatawan mengalami lonjakan sebanyak 451. 687 atau bertambah 58,63%, tahun 2018 jumlah wisatawan yang berkunjung ke Polewali Mandar kembali mengalami penurunan yaitu sebanyak 292 atau berkurang 51,08% dan pada tahun 2019 kunjungan wisatawan ke Polewali Mandar meningkat secara signifikan dengan jumlah 451. 557 atau persentase kenaikan jumlah wisatawan sebanyak 104,35% dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2020 kembali mengalami penurunan sebesar 46,64%, hal ini disebabkan karena adanya dengan jumlah wisatawan hanya 240. 953 yang terdiri dari 240. 0rang wisatawan domestik dan 8 orang wisatawan mancanegara. Pada tahun 2021, karena masih kondisi pandemi sehingga perjalanan wisata hanya dilakukan oleh wisatawan domestik sebanyak 225. 637 orang. Untuk wisatawanmancanegara yang berkunjung ke Polewali mandar, terdapat 188 orang pada tahun 2017, 719 orang pada tahun 2018, dan 589 orang Wisatawan pada tahun 2019. Jika dilihat dari catatan Sulawesi Barat Dalam Angka Tahun 2021, maka Kabupaten Polewali Mandar merupakan penyumbang wisatawan terbesar di Sulawesi Barat, yaitu sebesar 40 %. Selain itu pada dasarnya wisata bahari Pantai Mampie ini sendiri dapat 2003 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1998 -2007 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. dikatakan daya tarik wisata yang diminati, sehingga sebaiknya memang bahwa pemerintah daerah melihat hal tersebut, khususnya dalam memfasilitasi tempat untuk berjualan makan dan minum didaerah sekitar, seperti menyediakan foodcorner, food station atau foodcourt sehingga wisatawan yang berkunjung pun dapat berbelanja makan dan minum dan membuat pendapat daerah dan masyarakat akan bertambah. Perjalanan wisata untuk sebagian masyarakat maju dianggap sebagaikegiatan yang diharuskan, bisa dijadikan kegiatan rutinitas misalnya setiap akhir pekan atau akhir tahun. Di zaman modern ini wisata lebih diprioritaskan bagi mereka yang ingin melepaskan diri dari lingkungan pekerjaannya, suasana kebiasaan hidupnya atau hanya sekadar pergi nyepi ke tempat yang tenang jauh dari keramaian untuk berkontemplasi mencari ilham. Umumnya mereka memilih meluangkan waktu untuk sekadar memiliki waktu bersama keluarga, menikmati quality time dengan berwisata. Tak jarang mereka yang memang masyarakat menengah ke atas tidak tanggungtanggung untuk mengeluarkan uang yang cukup banyak untuk membiayai perjalanan wisatanya demi kepuasan batin dan menghilangkan kepenatan. Dengan memanfaatkan bentuk dan jenis kuliner yang ada di antaranya adalah Baye atau Golla Kambu. Kasippi. Cokelat Macoa. Bikang. Paso. Tetu. Bau Peapi. Jepa. Bolu Paranggi. Baje. Pada dasarnya dari bentuk dan jenis kuliner yang ada dari masingmasing rasa dan cara pembuatannya bahkan dari bahan-bahan yang digunakan akan lebih baik untuk selanjutnya dibuatkan pengembangan jenis kuliner dengan berbagai macam inovasi terbaru yang memang melambangkan ciri khas Polewali Mandar sendiri. Hal ini agar wisatawan yang berkunjung tentunya akan membawa dampak yang baik bagi keberlanjutan pengembangan Pantai Mampie. Pihak pengelola Pantai Mampie telah merencanakan berbagai strategi pengembangan upaya peningkatan kunjungan wisatawan Pantai Mampie. Strategi yang dilakukan dalam pengembangan adalah untuk meningkatkan sumber daya manusia, penambahan sarana dan prasarana dalam hal ini memanfaatkan jenis kuliner untuk disediakan di sekitar Pantai Mampie sehingga wisatawan yang berkunjung akan tertarik untuk menikmatinya di saat sedang menikmati wisata pantai tersebut. Bagian pengembangan wisata memiliki peran dan kewajiban untuk mengakomodir sarana dan prasarana di seluruh objek wisata dan usaha wisata yang terdapat di Kabupaten Polewali Mandar, seperti penyediaan akses menuju objek wisata, penyediaan toilet, penyediaan loket dan karcis retribusi masuk objek wisata dan lain sebagainya, sedangkan bagian pemasaran dan promosi wisata secara garis besar berperan dalam rangka mempromosikan objek-objek wisata yang terdapat di Kabupaten Polewali Mandar kepada wisatawan melalui berbagai program yang telah disusun sebelumnya. KESIMPULAN DAN SARAN Kuliner yang dapat mendukung wisata bahari Pantai Mampie ini adalah dari jenis kuliner ciri khas Polewali Mandar ataupun makanan tradisional, dimana sebenarnya sangat banyak bentuk dan jenisnya di antaranya Baye atau Golla Kambu. Kasippi. Cokelat Macoa. Bikang. Paso. Tetu. Bau Peapi. Jepa. Bolu 2004 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1998 -2007 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Paranggi dan Baje dan masih banyak yang lainnya hal ini membuat pihak pengelola untuk memahami jenis kuliner tradisional khususnya yang akan menjadi salah satu produk yang dipasarkan atau dijual pada area wisata bahari Pantai Mampie. Strategi pengembangan pada bentuk dan jenis kuliner yang ada pun khususnya dengan memanfaatkan kuliner tradisional sebagai salah satu produk yang khas dalam hal ini strategi yang dimaksud adalah pihak pengelola belum memanfaatkan dengan maksimal dan memahami akan pengembangan inovasi dalam memanfaatkan bentuk dan jenis kuliner khas Polewali Mandar sendiri. Untuk memaksimalkan bentuk dan jenis kuliner yang tersedia sebaiknya pihak pengelola membuat strategi pengembangan dimana terus melakukan inovasi terbaru terhadap ciri khas kuliner yang ada dengan memberikan sentuhan trend terkini tetapi masih dalam lingkup khas Polewali Mandar sehingga dapat menjadi pembeda dari makanan-makanan daerah lainnya selanjutnya diharapkan pemerintah dapat melakukan koordinasi pembinaan, pemerataan bahkan lain sebagainya dalam mengelola wisata bahari Pantai Mampie dengan maksimal baik itu dengan mengadakan event tahunan serta memberikan modal dan utamanya adalah dengan menyediakan fasilitas makan dan minuman pada area wisata sehingga nantinya akan berdampak pada maksimalnya kualitas daya tarik wisata tersebut dalam hal ini adalah wisata bahari Pantai Mampie sendiri. DAFTAR PUSTAKA