eJournal Teknik Sipil, 2018, 1 . : 1-14 ISSN 0000-0000, ejournal. untag-smd. A Copyright 2018 ABSTRACT CAPACITY STUDY OF DRAINAGE CHANNELS. KEL. BAYUR KEC. SAMARINDA UTARA SAMARINDA CITY. Andi Rianto. NPM 186, 2011. Civil Engineering Study Program. Faculty of Engineering. University of 17 August 1945 Samarinda. Flood is natural disaster that occurs due to the inability of channel of a region to accommodate the high rainfall in the region. One solution to overcome the flood is to improve the dimensions of the drainage channel to be able to accommodate the amount of water debit contained in a region. This research took place in Kel. Bayur. Kec. North Samarinda. Samarinda City. Calculation analysis using Gumbel and Log Person Type i method to calculate drainage channel capacity. Based on the calculation of the existing flood discharge of drainage channel at the research location that is smallest 2,924 m3/dt - biggest 8,667 m3/dt and flood discharge design at Kel. Bayur Samarinda City that is smallest 0,511 m3/dt - biggest 1,013 m3/dt with kala 10 years until year With the design of dimensional cross-sectional capacity : an average upper width of 3,15 meters width an average of 2,30 meters, and an average height of 1,30 meters. From the calculation results can be concluded that the drainage channel capacity enough to accommodate all the water discharge that exist in the area. Keywords : Kel. Bayur. Gumbel. Log Pearson i. Drainage Channel. PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Pada lokasi Kelurahan Bayur. Kota Samarinda, saluran drainase yang ada tidak dapat menampung limpasan hujan adanya terkena genangan, sehingga menyebabkan banjir. Oleh karna itu, evaluasi dimensi sistem drainase sangat diperlukan sebagai solusi untuk menanggulangi permasalah limpasan hujan di jalan Anggana. Kota Samarinda ini menyebabkan banyak daerah resapan yang berubah fungsinya. Rumusan Masalah Berapa debit banjir existing saluran drainase ? Berapa debit banjir rancangan pada Kelurahan Bayur untuk kala ulang 2,5 dan 10 tahun? Berapa dimensi saluran yang dapat menampung banjir rancangan kala ulang 10 tahun ? Kajian Kapasitas Saluran Drainase Kel. Bayur Kec. Samarinda Utara Kota Samarinda Tujuan Penelitian Maksud Maksud dari penelitian ini mengoptimalkan fungsi saluran pada Kelurahan Bayur, kota Samarinda. Menganalisa saluran eksisting Kelurahan Bayur, kota Samarinda. Tujuan Tujuan dari penelitian ini untuk mendapat debit rancangan dimensi saluran yang dapat menampung hingga tahun 2027 pada Kelurahan Bayur, kota Samarinda. KERANGKA DASAR TEORI Pengertian Drainase Drainase merupakan salah satu fasilitas dasar yang dirancang sebagai sistem guna memenuhi kebutuhan masyarakat dan merupakan komponen penting dalam perencanaan kota . erencanaan infrastruktur khususny. Menurut Dr. Ir. Suripin. Eng. drainase mempunyai arti mengalirkan, menguras, membuang, atau mengalihkan air. Secara umum, drainase didefinisikan sebagai serangkaian bangunan air yang berfungsi untuk mengurangi dan/ atau membuang kelebihan air dari suatu kawasan atau lahan, sehingga lahan dapat difungsikan secara optimal. Drainase Menurut Haryono . , drainase adalah suatu ilmu tentang pengeringan tanah. Drainase . berasal dari kata to drain yang berarti mengeringkan atau mengalirkan air dan merupakan terminologi yang digunakan untuk menyatakan sistem-sistem yang berkaitan dengan penanganan masalah kelebihan air, baik di atas maupun di bawah permukiman Pengertian drainase tidak terbatas pada teknis pembuangan air yang berlebihan namun lebih luas lagi menyangkut keterkaitannya dengan aspek kehidupan yang berada didalam kawasan diperkotaan. Sistem Drainase Perkotaan Sistem drainase perkotaan adalah sistem drainase dalam wilayah kota yang meliputi drainase permukaan dan drainase bawah permukaan. Drainase permukaan . urface drainag. adalah sistem drainase yang menangani semua permasalahan kelebihan air di atas atau pada permukaan tanah, terutama limpasan/aliran air hujan. Drainase bawah permukaan . ub surface drainag. adalah sistem drainase yang menangani permasalahan kelebihan air di bawah permukaan tanah atau di dalam lapisan tanah, misalnya menurunkan permukaan air tanah yang tinggi, agar daerah tersebut terhindar dari keadaan kelembaban yang tinggi. Tetapi drainase bawah permukaan ini di daerah perkotaan jarang ada, kecuali di daerah pertanian, yaitu untuk menurunkan kelembaban air tanah tinggi agar tanaman tidak mati akibat akarnya terendam air. Jadi drainase perkotaan mayoritas menangani aliran permukaan yang disebut drainase permukaan. Adapun aliran permukaan, di samping mayoritas bersumber dari aliran air hujan, juga ada yang bersumber dari buangan air limbah . ir limbah domestik Kajian Kapasitas Saluran Drainase Kel. Bayur Kec. Samarinda Utara Kota Samarinda yang umumnya buangan air cucian domestik, bahkan ada yang dari air kotoran dan air buangan industr. Keadaan drainase semacam ini disebut drainase gabungan. Oleh karena debit aliran air limbah yang masih dimasukkan ke dalam saluran drainase itu relatif sangat kecil jika dibandingkan dengan debit puncak aliran air hujan, maka setiap perencanaan drainase permukaan, hanya mengacu pada karakteristik aliran air hujan yang terjadi. Banjir Banjir adalah suatu kondisi dimana tidak tertampungnya air dalam saluran pembuang . atau terhambatnya aliran air di dalam saluran (Suripin,AuSistem Drainase Perkotaan yang BerkelanjutanA. Banjir merupakan peristiwa alam yang dapat menimbulkan kerugian harta benda penduduk serta dapat pula menimbulkan korban jiwa. Dikatakan banjir apabila terjadi luapan atau jebolan dan air banjir, disebabkan oleh kurangnya kapasitas penampang saluran pembuang. Banjir di bagian hulu biasanya arus banjirnya deras, daya gerusnya besar, tetapi durasinya pendek. Sedangkan di bagian hilir arusnya tidak deras . arena landa. , tetapi durasi banjirnya Metode Pengendalian Banjir Pada prinsipnya ada 2 metode pengendalian banjir yaitu metode struktur dan metode non-struktur, yaitu (Kodoatie dan Sjarief, 2. Metode non-struktur terdiri dari pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS), pengaturan tataguna lahan, law enforcement, pengendalian erosi di DAS, serta pengaturan dan pengembangan daerah banjir. Metode struktur dengan bangunan pengendalian banjir yaitu bendungan, kolam retensi, pembuatan check dam, polder, pompa dan sistem drainase. Sedangkan metode struktur dengan perbaikan dan pengaturan sistem sungai meliputi sistem jaringan sungai, pelebaran ataupun pengerukan sungai . , pembangunan tanggul banjir, sudetan . , serta floodway. Pengertian Hidrologi Hidrologi adalah ilmu yang mempelajari terjadinya pergerakan dan distribusi air di bumi, yang menyangkut perubahannya antara keadaan cair, padat dan gas dalam atmosfir, diatasdan di bawah permukaan tanah, tentang sifat fisik, kimia serta reaksinya terhadap lingkungan dan hubungannya dengan kehidupan atau dengan kata lain ilmu pengetahuan yang menangani air di bumi, kejadiannya, perputarannya, serta penyebaran, kekayaan kimiawi serta fisiknya, reaksi terhadap lingkungannya, termasuk hubungan dengan benda-benda hidup (Ir. Djoko Sasongko BIE, 1. Hidrologi dalam cabang ilmu teknik sipil mempelajari tentang pergerakan, distribusi, dan kualitas air di seluruh Bumi, termasuk siklus hidrologi dan sumber daya air. Orang yang ahli dalam bidang ini disebut Kajian Kapasitas Saluran Drainase Kel. Bayur Kec. Samarinda Utara Kota Samarinda Hidrologi juga mempelajari perilaku hujan terutama meliputi periode ulang curah hujan karena berkaitan dengan perhitungan banjir serta rencana untuk setiap bangunan teknik sipil. Curah Hujan Rancangan Maksimum Rata-Rata Daerah Curah hujan yang diperlukan untuk penyusunan suatu rancangan pemanfaatan air dan rancangan pengendalian banjir adalah curah hujan rata-rata diseluruh daerah yang bersangkutan. Curah hujan ini disebut curah hujan wilayah atau daerah yang dinyatakan dalam mm. Besarnya curah hujan maksimum rata-rata daerah diperoleh dengan menggunakan data-data stasiun penakar hujan. Perhitungan Curah Hujan Rancangan Maksimum Definisi hujan rancangan maksimum adalah curah hujan terbesar tahunan dan dengan peluang tertentu mungkin terjadi pada suatu daerah. Dalam ilmu statistik dikenal beberapa macam distribusi frekuensi yang banyak digunakan dalam bidang hidrologi dalam menganalisa curah hujan rancangan antara lain (Suripin, 2. Metode Distribusi Log Normal. Metode Distribusi Log Person i. Metode Distribusi Gumbel. Metode analisis hujan rancangan tersebut pemilihannya sangat bergantung dari kesesuaian parameter statistik dari data yang bersangkutan atau dipilih berdasarkan pertimbangan-pertimbangan teknis lainnya. Untuk menentukan metode yang sesuai, maka terlebih dahulu harus dihitung besarnya parameter statistik yaitu koefisien kemencengan . atau Cs, dan koefisien kepuncakan . atau Ck. Metode Distribusi Log Normal P(X) = Log Pearson Tipe i . pabila memenuhi syara. Rumus : Log XT= log x KT Sd ( log xi - log x ) 2 i A1 log xi log x = Eu i A1 Sd= Eu Cs= n Eu ( log xi - log x ) 3 i A1 ( n - 1 ) ( n - 2 ) Sd 3 Kajian Kapasitas Saluran Drainase Kel. Bayur Kec. Samarinda Utara Kota Samarinda KT = koefisien penambahan karena faktor kepencengan Log XT = logaritma curah hujan maksimal untuk periode ulang T Log X = logaritma rataAerata curah hujan = standar deviasi = koesfisien kepencengan distribusi data Gumbel rumus yang digunakan : XT= b Yn . T -1 = - ln ( - ln ( = X - = curah hujan maksimum untuk periode ulang T. = curah hujan rata Ae rata . = variasi pengurangan untuk periode T. = variasi pengurangan karena jumlah sampel n Adapun dalam studi ini, curah hujan rancangan dihitung dengan menggunakan metode Log Person Tipe i, karena metode ini dapat dipakai untuk semua sebaran data tanpa harus memenuhi syarat koefisien kemencengan . dan koefisien kepuncakan . Berikut ini langkah-langkah perhitungan distribusi Log Person Tipe i (Suripin, 2. Mengubah data curah hujan harian maksimum tahun dalam bentuk Menghitung nilai rata-rata logaritma dengan rumus : Dengan : Log X = Banyaknya data Rerata Logaritma Menghitung besarnya simpangan baku . tandar devias. dengan Menghitung koefisien kemencengan dengan rumus : Kajian Kapasitas Saluran Drainase Kel. Bayur Kec. Samarinda Utara Kota Samarinda Menghitung Logaritma curah hujan rancangan dengan periode ulang Dengan : Log X = Logaritma besarnya curah hujan untuk periode ulang T C Log X = Rata-rata dari logaritma curah hujan = Faktor sifat distribusi Log Person Tipe i yang merupakan fungsi koefisien kemencengan (C. terhadap kata ulang atau probabilitas (P) ditentukan dari Tabel. C S = Simpangan baku . tandar devias. Tabel 2. 1 Nilai K untuk Distribusi Log Ae Person i Interval kejadian (Recurrence interva. , tahun . eriode ulan. Koef. Persentase Peluang Terlampaui ( Percent chance of being exceeded ) Interval kejadian (Recurrence interva. , tahun . eriode ulan. Koef. Persentase Peluang Terlampaui (Percent chance of being exceede. Kajian Kapasitas Saluran Drainase Kel. Bayur Kec. Samarinda Utara Kota Samarinda Interval kejadian (Recurrence interva. , tahun . eriode ulan. Koef. Persentase Peluang Terlampaui (Percent chance of being exceede. Uji Kesesuaian Frekuensi / Uji Kesesuaian Data Diperlukan penguji parameter untuk menguji kecocokan . he goodness of fittest tes. distribusi frekuensi sampel data terhadap fungsi distribusi peluang yang diperkirakan dapat menggambarkan atau mewakili distribusi tersebut, untuk keperluan analisis uji kesesuaian digunakan dua metode statistik, yaitu Uji Chi Square dan Uji Smirnov Kolmogorov (Suripin, 2. Uji Chi Square / Uji Chi-Kuadrat Uji Chi Square dimaksudkan untuk menentukan apakah persamaan distribusi peluang yang telah dipilih dapat mewakili dari distribusi statistik sampel data yang dianalisis. Pengambilan keputusan uji ini menggunakan Parameter N2. Parameter N2 dapat dihitung dengan mengunakan rumus (Suripin, 2. Jumlah kelas distribusi dihitung dengan persamaan : = 1 3,322 x log n Dengan : 2h = Parameter Chi Square terhitung. K = Jumlah sub kelompok. O1 = Jumlah nilai pengamatan pada sub kelompok i. Ei = Jumlah nilai teoritis pada sub kelompok i. n = Banyaknya data. Prosedur uji Chi Square adalah sebagai berikut (Suripin, 2. Urutkan data pengamatan . ari besar ke kecil atau sebalikny. Kelompokkan data menjadi G sub grup, tiap-tiap sub grup minimal empat data pengamatan. Jumlahkan data pengamatan sebesar Oi tiap-tiap sub grup. Jumlahkan data dari persamaan distribusi yang digunakan sebesar Kajian Kapasitas Saluran Drainase Kel. Bayur Kec. Samarinda Utara Kota Samarinda Tiap-tiap sub grup dihitung nilai : Tabel 2. Nilai Kritis Uji Chi-Kuadrat 0,99 0,000 0,020 0,115 0,297 0,554 0,872 1,239 1,646 2,088 2,558 0,95 0,004 0,103 0,352 0,711 1,145 1,635 2,167 2,733 3,325 3,940 ( Sumber : Suripin. erajat kepercayaa. 0,05 0,025 0,01 3,841 5,024 6,635 5,991 7,378 9,210 7,815 9,348 11,345 9,488 11,143 13,277 11,070 12,832 15,086 12,592 14,449 16,812 14,067 16,013 18,475 15,507 17,535 20,000 16,919 19,023 21,666 18,307 20,483 23,209 0,005 7,879 10,597 12,838 14,860 16,750 18,548 20,278 21,955 23,589 25,188 Agar di dalam distribusi frekuensi yang dipilih dapat diterima, maka harga N2< N2kritis. Harga N2kritis dapat diperoleh dengan menggunakan taraf signifikasi dengan derajat kebebasannya . evel of significan. Uji Smirnov Kolmogorov Diperlukan penguji parameter untuk menguji kecocokan . he goodness of fittest tes. distribusi frekuensi sampel data terhadap fungsi distribusi peluang yang diperkirakan dapat menggambarkan atau mewakili distribusi tersebut, untuk keperluan analisis uji kesesuaian digunakan dua metode statistik, yaitu Uji Chi Square dan Uji Smirnov Kolmogorov (Suripin, 2. Perhitungan uji smirnov kolmogorov adalah sebagai berikut : Data diurutkan dari kecil ke besar. Menghitung peluang empiris (P. dengan menggunakan rumus Weibull (Hadisusanto, 2. Menghitung Peluang Teoritis (R) dengan rumus Pt Ae 1 Ae Pr Dengan : Pr = Proabilitas yang terjadi Menentukan nilai OItabel Menyimpulkan hasil perhitungan, yaitu apabila OImaks< OItabel maka distribusi teoritis yang digunakan untuk menentukan persamaan distribusi dapat diterima, dan apabila OImaks< OItabel maka distribusi teoritis yang digunakan untuk menentukan persamaan distribusi tidak dapat diterima (Suripin, 2. Menentukan nilai OItabel Kajian Kapasitas Saluran Drainase Kel. Bayur Kec. Samarinda Utara Kota Samarinda Menyimpulkan hasil perhitungan, yaitu apabila OImaks < OItabel maka distribusi teoritis yang digunakan untuk menentukan persamaan distribusi dapat diterima, dan apabila OImaks < OItabel maka distribusi teoritis yang digunakan untuk menentukan persamaan distribusi tidak dapat diterima (Suripin, 2. Tabel 2. 2 Nilai Kritis Uji Chi-Kuadrat n>50 0,45 0,32 0,27 0,23 0,21 0,19 0,18 0,17 0,16 0,15 1,07 Oon erajat kepercayaa. 0,05 0,51 0,56 0,37 0,41 0,30 0,34 0,26 0,29 0,24 0,27 0,22 0,24 0,20 0,23 0,19 0,21 0,18 0,20 0,17 0,19 1,22 1,36 Oon Oon ( Sumber : Suripin, 2. 0,01 0,51 0,51 0,51 0,51 0,51 0,51 0,51 0,51 0,51 0,51 1,63 Oon Tabel 2. 3 Harga Variabel Reduksi Gauss Periode Ulang T . 1,001 1,005 1,010 1,050 1,110 1,250 1,330 1,430 1,670 2,000 2,500 3,300 4,000 5,000 10,000 20,000 50,000 100,000 200,000 500,000 Peluang 0,999 0,995 0,990 0,950 0,900 0,800 0,750 0,700 0,600 0,500 0,400 0,300 0,250 0,200 0,100 0,050 0,020 0,010 0,005 0,002 -3,050 -2,580 -2,330 -1,640 -1,280 -0,840 -0,670 -0,520 -0,250 0,000 0,250 0,520 0,670 0,840 1,280 1,640 2,050 2,330 2,580 2,880 Kajian Kapasitas Saluran Drainase Kel. Bayur Kec. Samarinda Utara Kota Samarinda 1000,000 ( Sumber : Suripin, 2. 0,001 3,090 Koefisien Pengaliran/Limpasan (C) Koefisien pengaliran merupakan perbandingan antara jumlah air yang mengalir di suatu daerah akibat turunnya hujan, dengan jumlah yang turun di daerah tersebut (Subarkah, 1. Koefisien pengaliran ini merupakan cerminan dari karakteristik daerah pengaliran yang dinyatakan dengan angka 0-1 bergantung pada banyak faktor. Di samping faktor meteorologis, faktor daerah aliran, faktor yang mempunyai pengaruh besar terhadap koefisien pengaliran adalah campur tangan manusia dalam merencanakan tata guna lahan. Koefisien pengaliran pada suatu dearah dipengaruhi oleh kondisi karakteristik (Sosrodarsono dan Takeda, 1. Kondisi hujan. Luas dan bentuk daerah aliran. Kemiringan daerah aliran dan kemiringan dasar sungai. Daya infiltrasi dan perkolasi tanah. Kebasahan tanah. Suhu udara, angin dan evaporasi. Tata guna lahan. Jika DAS terdiri dari berbagai macam penggunaan lahan dengan koefisisen pengaliran yang berbeda, maka nilai koefisien pengaliran (C) yang dipakai adalah koefisien DAS yang dapat dihitung dengan persamaan berikut (Suripin, 2. Dengan : C1. C2. C3 = Koefisien pengaliran yang sesuai dengan tipe kondisi A1. A2. A3 = Luas daerah pengaliran yang diperhitungkan sesuai dengan kondisi permukaan = Luas lahan dengan jenis penutup tanah i = Koefisien pengaliran jenis penutup tanah = Jumlah jenis penutup lahan Tabel 2. Hubungan Kondisi Permukaan Tanah & Koefisien Pengaliran (C) Kondisi Permukaan Tanah Koefisien Limpasan Jalan beton dan Jalan aspal 70 - 0. Jalan kerikil dan Jalan tanah Bahu jalan : Tanah berbutir halus 40 - 0. 40 - 0. 10 - 0. Kajian Kapasitas Saluran Drainase Kel. Bayur Kec. Samarinda Utara Kota Samarinda Tanah berbutir kasar Batuan masif kasar Batuan masif lunak Daerah perkotaan Daerah pinggir kota Daerah industri Permukiman padat Permukiman tidak padat Taman dan kebut Persawahan 70 - 0. 60 - 0. 70 - 0. 60 - 0. 60 - 0. 60 - 0. 60 - 0. 20 - 0. 45 - 0. 70 - 0. Perbukitan 75 - 0. Analisa Intensitas Curah Hujan Intensitas curah hujan adalah jumlah hujan yang dinyatakan dalam tinggi hujan . tiap satu satuan tahun . Waktu Konsentrasi . adalah waktu yang diperlukan untuk mengalirkan air dari titik yang paling jauh menuju ke titik control yang ditentukan di bagian hilir saluran. Pada prinsipnya waktu konsentrasi dapat dibagi menjadi : C Inlet Time . yaitu waktu yang diperlukan untuk mengalir di atas permukaan tanah menuju saluran. Conduit Time . yaitu waktu yang diperlukan air untuk mengalir di sepanjang saluran menuju titik kontrol yang ditentukan dibagian hilir Waktu konsentrasi sangat bervariasi dipengaruhi faktor-faktor sebagai berikut: Luas daerah pengaliran. Panjang saluran drainase. Debit dan kecepatan aliran. Untuk menghitung intensitas curah hujan menggunakan rumus Metode Mononobe dengan rumus ( Suripin, 2004 ) : I = _R_ ( _24_ )Ii mm / jam = Intensitas hujan selama waktu konsentrasi . m/ja. R = Curah hujan . Faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya intensitas curah hujan adalah : Kala ulang Kajian Kapasitas Saluran Drainase Kel. Bayur Kec. Samarinda Utara Kota Samarinda Adalah periode jatuhnya hujan pada intensitas hujan tertentu yang digunakan sebagai dasar periode perencanaan saluran Tabel 2. Kala Ulang Desain untuk Drainase Kelompok CA < 10 Ha Metropolitan Besar Sedang Kecil Sangat kecil Kala Ulang Desain (Tahu. CA : 100-500 CA : 10-100 Ha CA > 500 Ha Tabel 2. Nilai Koefisien Kekasaran Manning JENIS SALURAN Gorong-gorong lurus dan bersih Gorong-gorong dengan lengkungan dan sedikit kotoran Saluran pembuang dengan bak kontrol Saluran dari tanah bersih Saluran dari tanah berkerikil Saluran dari tanah dengan sedikit tanaman/rumput Saluran alam bersih dan lurus Saluran alam bersih berkelok-kelok Saluran alam dengan tanaman penggangu 0,050 Ae 0,080 0,010 Ae 0,013 0,011 Ae 0,014 0,013 Ae 0,017 0,016 Ae 0,020 0,022 Ae 0,030 0,022 Ae 0,033 0,025 Ae 0,033 0,033 Ae 0,014 ( Edisono, 1997 ) Penampang Saluran Tipe saluran drainase ada dua macam, yaitu : saluran tertutup dan saluran Bentuk saluran dan fungsinya diperlihatkan pada Tabel 2. Kajian Kapasitas Saluran Drainase Kel. Bayur Kec. Samarinda Utara Kota Samarinda PENUTUP Kesimpulan Dari hasil perhitungan didapat sebagai berikut : Debit banjir existing saluran drainase pada lokasi penelitian yaitu Terkecil 2,924 m3/dt Ae Terbesar 8,667 m3/dt . Debit banjir rancangan pada Kelurahan Bayur Kota Samarinda Kajian Kapasitas Saluran Drainase Kel. Bayur Kec. Samarinda Utara Kota Samarinda yaitu Terkecil 0,511 m3/dt Ae Terbesar 1,013 m3/dt. Dengan Kala 10 Tahun sampai Tahun 2027. Penentuan kapasitas dimensi penampang Lebar atas rata-rata . : 3,15 meter Lebar bawah rata-rata . : 2,30 meter Tinggi rata Ae rata (H) : 1,30 meter Saran Ae Saran Dalam kesempatan ini penulis ingin menyampaikan beberapa saran yang mungkin akan bermanfaat bagi pembaca pada umumnya dan bagi mahasiswa pada khususnya : Meningkatkan peran serta masyarakat dalam meningkatkan kebersihan lingkungan serta dalam pemanfaatan saluran. Mengoptimalkan kapasitas saluran agar dapat bermanfaat sebaik mungkin sesuai dengan fungsi dan tujuan pembuatan saluran tersebut. DAFTAR PUSTAKA