AL-KAINAH JOURNAL OF ISLAMIC STUDIES Penerbit: P3M Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul Huda Subang Jl. Raya Rancasari Dalam No. B33. Rancasari. Kec. Pamanukan. Kabupaten Subang. Jawa Barat 41254 E-ISSN: 2985-542X P-ISSN: 2985-5438 https://ejournal. stai-mifda. id/index. php/alkainah STRATEGI GURU AL-QURAN HADIS DALAM MEMOTIVASI SISWA DENGAN KESULITAN MEMBACA MUSHAF MA PLUS SUNAN DRAJAT 7 Bagus Indrawan1A Abdullah Nasihin2 Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Tuban. Indonesia E-mail: bagusindrawan093@gmail. com 1A, abdullahnasihinasrofi@gmail. Received: Desember 2025 ARTICLE HISTORY Revised: Desember 2025 Accepted: Desember 2025 Abstrak Latar Belakang: Kemampuan membaca Al-QurAoan merupakan kompetensi dasar yang harus dimiliki peserta didik di madrasah, khususnya pada mata pelajaran Al-QurAoan Hadis. Namun, realitas di lapangan menunjukkan masih adanya siswa yang mengalami kesulitan membaca mushaf, sehingga diperlukan strategi pembelajaran yang tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga mampu menumbuhkan motivasi belajar siswa. Kondisi ini menjadi semakin penting dalam konteks madrasah yang mengintegrasikan kurikulum pesantren dan kurikulum nasional. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi yang diterapkan guru Al-QurAoan Hadis dalam memotivasi siswa yang mengalami kesulitan membaca mushaf di MA Plus Sunan Drajat 7, serta menelaah persepsi siswa dan faktor pendukung maupun penghambat dalam pelaksanaan strategi tersebut. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan guru AlQurAoan Hadis dan siswa, observasi langsung terhadap proses pembelajaran, serta dokumentasi berupa arsip madrasah dan literatur yang relevan. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan menerapkan triangulasi sumber, teknik, dan waktu, serta member check untuk menjamin keabsahan data. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan beragam strategi motivasi, antara lain pendekatan personal, metode talaqqi dan musyafahah, pemberian dorongan verbal, pembelajaran bertahap, penggunaan media pembelajaran, serta pembentukan kelompok belajar kecil. Strategi tersebut terbukti mampu meningkatkan kemampuan membaca mushaf siswa, sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri, keberanian, dan motivasi intrinsik. Faktor pendukung meliputi dedikasi guru, lingkungan madrasah yang religius, serta fleksibilitas kurikulum, sedangkan faktor penghambat utama adalah perbedaan kemampuan dasar siswa dan keterbatasan waktu pembelajaran. Kesimpulan: Penelitian ini menegaskan bahwa strategi motivasi yang kontekstual dan personal dalam pembelajaran Al-QurAoan Hadis tidak hanya berkontribusi pada peningkatan kemampuan membaca Al-QurAoan, tetapi juga berperan dalam pembentukan karakter religius dan keterampilan sosial siswa. Kata Kunci: Strategi Motivasi. Guru Al-QurAoan Hadis. Kesulitan Membaca Mushaf. Pembelajaran Kontekstual. Pendidikan Islam Abstract Background: The ability to read the QurAoan is a fundamental competency that must be possessed by students in madrasahs, particularly in the subject of Al-QurAoan Hadith. However, empirical conditions indicate that some students continue to experience difficulties in reading the mushaf, highlighting the need for instructional strategies that are not Al-Kainah: Journal of Islamic Studies. Volume 4 No 2 Tahun 2025 | 101 AL-KAINAH JOURNAL OF ISLAMIC STUDIES Penerbit: P3M Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul Huda Subang Jl. Raya Rancasari Dalam No. B33. Rancasari. Kec. Pamanukan. Kabupaten Subang. Jawa Barat 41254 E-ISSN: 2985-542X P-ISSN: 2985-5438 https://ejournal. stai-mifda. id/index. php/alkainah merely technical but also capable of fostering studentsAo learning motivation. This issue becomes increasingly significant in madrasahs that integrate pesantren-based curricula with the national curriculum. Research Objectives: This study aims to identify the strategies employed by Al-QurAoan Hadith teachers to motivate students who experience difficulties in reading the mushaf at MA Plus Sunan Drajat 7, as well as to examine studentsAo perceptions and the supporting and inhibiting factors in the implementation of these strategies. Research Method: This research adopts a descriptive qualitative approach with a case study design. Data were collected through in-depth interviews with Al-QurAoan Hadith teachers and students, direct observation of the learning process, and documentation in the form of madrasah archives and relevant literature. Data analysis was conducted through data reduction, data display, and conclusion drawing, employing source, technique, and time triangulation, as well as member checking to ensure the validity of the findings. Research Findings: The findings reveal that teachers implemented various motivational strategies, including personal approaches, talaqqi and musyafahah methods, verbal encouragement, gradual learning, the use of instructional media, and the formation of small learning groups. These strategies proved effective in improving studentsAo ability to read the mushaf while simultaneously fostering self-confidence, courage, and intrinsic motivation. Supporting factors included teachersAo dedication, a religious madrasah environment, and curriculum flexibility, whereas the main inhibiting factors were studentsAo differing levels of basic ability and limited instructional time. Conclusion: This study confirms that contextual and personalized motivational strategies in Al-QurAoan Hadith instruction not only contribute to the improvement of studentsAo QurAoanic reading skills but also play a significant role in shaping studentsAo religious character and social skills. Keywords: Motivational Strategies. Al-QurAoan Hadith Teachers. Difficulties in Reading the Mushaf. Contextual Learning. Islamic Education Al-Kainah: Journal of Islamic Studies. Volume 4 No 2 Tahun 2025 | 102 Bagus Indrawan. Abdullah Nasihin PENDAHULUAN Pendidikan Agama Islam bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai moral dan spiritual serta keterampilan dasar keislaman, termasuk kemampuan membaca dan memahami AlQur'an. Pembelajaran Al-Qur'an dan Hadis penting untuk memperkuat dasar religius dan moral siswa dalam program pendidikan madrasah, seperti MA Plus Sunan Drajat 7. Secara ideal. Pendidikan Agama Islam bertujuan menanamkan nilai moral dan spiritual membekali peserta didik dengan kompetensi dasar keislaman, termasuk kemampuan membaca dan memaknai Al-QurAoan. Namun, realitas di MA Plus Sunan Drajat 7 menunjukkan sedikit siswa yang menghadapi kendala dalam membaca mushaf. Kendala tersebut mencakup kurang mengenal huruf Arab, melafalkan bacaan sesuai kaidah tajwid, serta kurang lancar dalam membaca ayat suci. Di sisi lain, pesatnya perkembangan teknologi dan pengaruh lingkungan turut mengalihkan perhatian siswa dari aktivitas religius seperti membaca Al-QurAoan. Mayoritas siswa lebih tertarik pada konten digital, sehingga motivasi mempelajari Al-QurAoan dan Hadis mengalami penurunan. Kondisi ini menjadi tantangan yang serius mengingat bahwa kurang mampunya siswa untuk membaca mushaf. Penelitian terdahulu menunjukan bahwa berbagai metode mitivasi yang diterapkan guru Al-Quran Hadis, seperti pendekatan personal, penggunaan media interaktif dan pembiasaan membaca, berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan membaca mushaf siswa. Dengan persepsi siswa yang cenderung positif meskipun masih terdapat faktor pendukung seperti lingkungan belajar dan faktor penghambat seperti rendahnya minat dan terbatasnya waktu, secara keseluruhan berdampak pada perkembangan sosial dan pendidikan siswa(Aini et al. Hakim 2. Strategi motivasi membaca mushaf idealnya tidak hanya menekankan aspek teknis, tetapi juga memperhatikan kondisi psikologis, emosianal, dan spiritual siswa. Motivasi belajar Al-quran dapat ditumbuhkan melalui pendekatan personal, pembelajaran bertahap, metode talaqqi musyafahah, serat penguatan positif yang mampu meningkatkan rasa percaya diri siswa(Aziz et al. Namun, sebagian besar penelitian terdahulu masih terfokus pada aspek teknis pembelajaran dan kurang mengkaji faktor motivasi secara kontekstual, khususnya pada siswa yang kesulitan membaca mushaf di lingkungan madrasah yang mengintegrasikan kurikulum pesantren dan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab 4 pertanyaan utama: . Metode apa yang diterapkan guru al quran hadis untuk memotivasi siwa yang mengalami kesulitan membaca mushaf di MA plus Sunan rajat 7? . Bagaimana persepsi dan pengalaman siswa terhadap strategi yang digunakan? . faktor apa saja yang menjadi pendukung dan penghambat dalam penerapan strategi tersebut? . Bagaimana dampak sosial dan pendidikan dari strategi motivasi yang dilaksanakan?. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi yang diterapkan guru Al-Quran Hadis dalam memotivasi siswa yang mengalami kesulitan membaca mushaf. Melalui studi kasus di MA Plus Sunan Drajat 7, penelitian ini juga berupaya mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat, serta mengkaji dampak dari strategi tersebut. Kesenjangan penelitian dalam kajian ini terletak pada minimnya pembahasan mengenai pendekatan motivasi yang bersifat Al-Kainah: Journal of Islamic Studies. Volume 4 No 2 Tahun 2025 | 103 Bagus Indrawan. Abdullah Nasihin kontekstual bagi siswa dengan kesulitan membaca mushaf, sementara penelitian sebelumnya (Fahmy et al. Jus et al. lebih banyak menyoroti aspek teknis dan metodologis Fokus penelitian ini adalah menempatkan motivasi sebagai faktor utama yang memengaruhi kemampuan membaca mushaf, sekaligus menyoroti konteks madrasah yang mengintegrasikan pendidikan agama dan akademik di era digital, dimana guru dituntut lebih adaptif, kreatif, dan mampu memanfaatkan teknologi sebagai pendukung proses pembelajaran yang efektif. Penelitian ini memiliki urgensi yang tinggi dalam konteks pendidikan islam. Guru AlQuran Hadis memgang peran strategis dalam mencetak generasi yang tidak hanya terampil membaca mushaf, tetapi juga mencintai dan mengamalkan nilai-nilai Al-Quran. Dengan memahami strategi motivasi yang efektif, guru dapat menciptakan suasana pembelajaran yang lebih menarik dan bermakna, sehingga pembentukan karakter relegius siswa dapat berlangsung optimal. Temuan penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoritis bagi pengembangan model pembelajaran Al-quran Hadis, serta menjadi rujukan praktis bagi guru dan lembaga pendidikan islam dalam menangani siswa dengan kesulitan membaca mushaf. Selain itu, hasil penelitian dapat dijadikan dasar untuk pengembangan program pelatihan guru, inovasi metode pembelajaran, dan perumusan kebijakan madrasah berkelanjutan, terutama dalam meningkatkan kualitas interaksi pedagogis dan efektivitas pendampingan siswa secara berkesinambungan. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis studi kasus, karena fokus kajian diarahkan untuk memahami secara mendalam strategi motivasi guru alquran hadis terhadap siswa yang mengalami kesulitan membaca mushaf. Pendekatan ini memungkinkan peneliti menangkap realitas pembelajaran secara komprehensif melalui interaksi langsung dengan guru dan siswa(AP et al. , n. Lokasi penelitian bertempat di Ma Plus Sunan Drajat 7, sebuah madrasah yang menerapkan integrasi kurikulum pesantren dan Penelitian dilaksanakan bulan oktober 2025, bertepatan dengan kegiatan pembelajran reguler. Sumber data terdiri dari data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari guru Al-quran Hadis, siswa yang mengalami kesulitan membaca mushaf, sedangkan data sekunder dari arsip madrasah, literatur relevan, dan hasil penelkitian terdahulu yang mendukung analisis konteks pembelajaran. Instrumen utama penelitian ini ialah penelitian sendiri, yang didukung pedoman wawancara, lembar observasi, dan dokumentasi. Prosedur penelitian dilakukan melalui beberapa tahap. persiapan, pengumpilan data, lapangan, reduksi data, penyajian data, sertapenarikan kesimpulan. Wawancara mendalam dilakukan kepada guru dan siswa untuk menggali pengalaman, persepsi serta hambatan pembelajaran. Observasi digunakan untuk melihat praktik pembelajaran secara langsung, terutama terkait metode motivasi yang Analisis data mengikuti model Miles. Huberman, dan Saldana, meliputi redukti data, penyajian data, dan verifikasi temuan. Untuk menjaga keabsahan data, peneliti Al-Kainah: Journal of Islamic Studies. Volume 4 No 2 Tahun 2025 | 104 Bagus Indrawan. Abdullah Nasihin melakukan triangulasi sumber, teknik, dan waktu, diskusi sejawat, serta pengecekan ulang kepada informan . ember chec. (Tomas 2. Langkah ini memastikan temuan penelitian tetap objektif, dapat dipercaya, dan menggambarkan kondisi pembelajaran secara utuh. HASIL DAN PEMBAHASAN Metode yang diterapkan Guru Al Quran Hadis MA Plus Sunan Drajat 7 Berdasarkan wawancara penelitisn yang dilakukan pada 23-25 Oktober 2025 di MA Plus Sunan Drajat 7 dengan guru mata pelajaran Al Quran Hadis yaitu Bapak Imam Mahmudin, diperoleh informasi bahwa guru menerapkan sejumlah metode khusus untuk mendorong motivasi siswa yang mengalami kesulitan membaca mushaf. Salah satu strategi yang paling diutamakan adalah pendekatan personal, yakni memberikan pendampingan secara individual setelah kegiatan belajar mengajar. Guru mengungkapkan bahwa sesi pendampingan ini dilakukan secara santai dan fleksibel, sering kali di luar jam pelajaran formal, sehingga siswa merasa lebih nyaman untuk bertanya dan berlatih tanpa tekanan. Dengan pendekatan ini, guru dapat mengidentifikasi secara lebih spesifik kesulitan setiap siswa, seperti penguasaan huruf hijaiyah, ketepatan makhraj, atau kelancaran dalam menyambung ayat. Pendekatan personal ini menurut guru sangat membantu meningkatkan kepercayaan diri siswa karena mereka merasa diperhatikan dan dihargai. Guru juga menerapkan metode talaqqi dan musyafahah, yaitu meminta siswa membaca ayat Al-QurAoan secara langsung di hadapan guru. Dalam praktiknya, guru memberikan contoh bacaan terlebih dahulu, kemudian siswa menirukan hingga mencapai ketepatan yang Setiap kesalahan dikoreksi secara langsung dengan nada yang lembut dan tidak menghakimi, sehingga siswa tidak merasa malu ketika melakukan kesalahan. Guru menjelaskan bahwa metode ini sangat efektif karena memberikan umpan balik instan, dan siswa menjadi lebih sadar terhadap kesalahan yang sering diulang, misalnya kesalahan pada huruf-huruf serupa seperti A AeAatau AAeA. Selain itu, guru secara konsisten memberikan dorongan verbal berupa positive reinforcement seperti pujian, motivasi singkat, serta kalimat penyemangat setiap kali siswa menunjukkan perkembangan, meskipun kecil. Bentuk pujian seperti AuBagus, sudah lebih baik,Ay AuTetap semangat,Ay atau AuCoba ulangi lagi, insyaallah bisa,Ay disampaikan pada momen-momen tertentu untuk meningkatkan self-efficacy siswa. Guru menekankan bahwa penguatan verbal ini sangat berpengaruh dalam membantu siswa mengatasi rasa takut salah yang sering menjadi hambatan utama dalam membaca mushaf. Strategi lainnya adalah penerapan pembelajaran berbasis kelompok kecil yang disesuaikan dengan tingkat kemampuan membaca siswa. Siswa yang sudah lancar diberi kesempatan untuk membantu temannya yang masih mengalami kesulitan dalam bentuk peer Model ini tidak hanya menciptakan suasana belajar yang lebih inklusif dan suportif, tetapi juga memberikan pengalaman belajar dua arah. siswa yang sudah mahir dapat memperkuat pemahamannya saat mengajar temannya, sementara siswa yang masih kesulitan merasa lebih nyaman belajar dari rekan sebaya. Guru membagi kelompok Al-Kainah: Journal of Islamic Studies. Volume 4 No 2 Tahun 2025 | 105 Bagus Indrawan. Abdullah Nasihin berdasarkan observasi tingkat kemampuan, kemudian memonitor setiap kelompok secara bergilir untuk memastikan proses belajar berjalan efektif. Penggunaan media ajar juga menjadi bagian penting dari metode yang diterapkan. Guru memanfaatkan mushaf berukuran besar agar seluruh siswa dapat melihat dengan jelas contoh ayat yang sedang dipelajari. Selain itu, guru menuliskan potongan ayat pada papan tulis untuk menjelaskan secara detail hubungan huruf, tanda baca, serta hukum tajwid Ketika menjelaskan makhraj huruf, guru sering memberikan demonstrasi langsung menggunakan gerakan mulut atau bantuan ilustrasi sederhana agar siswa lebih mudah memahami perbedaan artikulasi huruf yang mirip. Media pembelajaran ini terbukti sangat membantu terutama bagi siswa yang memiliki gaya belajar visual. Melalui dokumentasi dan observasi lapangan pada hari yang sama, peneliti mencatat bahwa guru tidak hanya menerapkan metode talaqqi dan musyafahah dalam kegiatan inti pembelajaran, tetapi juga secara aktif mengarahkan kelompok kecil untuk membaca secara Guru memantau setiap siswa, memberikan koreksi halus, dan menyampaikan apresiasi pada momen yang tepat. Selain itu, guru menyusun catatan perkembangan sederhana berupa daftar siswa dan tingkat kesalahan bacaan yang sering muncul. Catatan ini digunakan sebagai bahan evaluasi dan tindak lanjut pada pertemuan berikutnya, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih terarah dan berkesinambungan. Temuan ini menunjukkan bahwa metode motivasi yang digunakan guru tidak hanya tampak dalam proses belajar mengajar di dalam kelas, tetapi juga terlihat pada tindak lanjut pembelajaran yang dilakukan secara konsisten. Pendekatan ini memperlihatkan bahwa guru berupaya membangun suasana belajar yang ramah, memotivasi, dan relevan dengan kebutuhan siswa, serta mendorong mereka untuk terus meningkatkan kemampuan membaca Al-QurAoan secara berkelanjutan. Persepsi dan Pengalaman Siswa terhadap Strategi Motivasi Guru Al-Quran Hadis Berdasarkan hasil pengumpulan data, ditemukan bahwa persepsi siswa terhadap strategi motivasi yang digunakan guru sangat positif dan memberikan dampak nyata pada sikap serta perkembangan mereka dalam membaca mushaf. Sebagian besar siswa menyatakan bahwa guru tidak hanya menekankan pada aspek teknis membaca Al-QurAoan, tetapi juga memberikan dukungan emosional dan perhatian yang membangun rasa nyaman dalam belajar. Siswa menilai bahwa guru selalu menunjukkan sikap sabar dan tidak mudah marah meskipun mereka melakukan kesalahan yang berulang, sehingga tercipta suasana belajar yang aman dan tidak membuat mereka tertekan. Sikap guru tersebut membuat siswa merasa dihargai, diterima, dan termotivasi untuk terus mencoba hingga kemampuan membaca mereka meningkat. Dari sisi pengalaman belajar, siswa menggambarkan bahwa metode pembelajaran bertahap yang diterapkan guruAimulai dari pengenalan huruf hijaiyah, latihan makhraj, pemahaman tanda baca, hingga latihan membaca berkesinambunganAimembantu mereka memahami materi secara runtut. Siswa yang semula merasa kesulitan mengungkapkan bahwa tahapan tersebut membuat proses belajar lebih mudah diikuti karena guru tidak Al-Kainah: Journal of Islamic Studies. Volume 4 No 2 Tahun 2025 | 106 Bagus Indrawan. Abdullah Nasihin langsung meminta mereka membaca ayat panjang, tetapi memulainya dari bagian yang paling sederhana. Selain itu, guru memberikan contoh bacaan dengan jelas, kemudian mengajak siswa menirukan secara perlahan hingga mereka benar-benar memahami. Pendekatan ini dinilai sangat membantu terutama bagi siswa yang sebelumnya merasa takut membaca karena khawatir ditertawakan atau ditegur secara keras. Salah satu hal yang paling dihargai oleh siswa adalah adanya bimbingan individu bagi mereka yang mengalami hambatan lebih berat dalam membaca mushaf. Guru menyediakan waktu khusus setelah jam pelajaran untuk memberikan pendampingan personal, seperti melatih huruf yang masih tertukar, memperbaiki makhraj tertentu, atau mengulang ayat yang belum lancar. Siswa mengaku bahwa bimbingan ini membuat mereka merasa diperhatikan secara pribadi dan lebih berani mencoba tanpa rasa takut. Dalam beberapa kasus, siswa juga melaporkan bahwa pendekatan individual tersebut meningkatkan kepercayaan diri mereka secara signifikan, karena mereka merasakan perkembangan nyata dari hari ke hari. Selain itu, siswa juga menyampaikan bahwa strategi motivasi berupa pujian, dorongan verbal, serta kalimat positif yang disampaikan guru memberikan energi bagi mereka untuk terus Kalimat sederhana seperti AuBagus, sudah ada peningkatan,Ay atau AuCoba lagi, kamu pasti bisa,Ay membuat mereka merasa diapresiasi. Lebih jauh lagi, sebagian siswa menyatakan bahwa motivasi seperti ini membuat mereka memiliki dorongan dari dalam diri . otivasi interna. untuk memperbaiki bacaan tanpa sekadar menunggu instruksi guru. Dalam penelitian ini, dokumentasi yang dikumpulkan berupa foto kegiatan, catatan lapangan, dan observasi interaksi guru-siswa memperkuat temuan mengenai persepsi siswa Peneliti mencatat bahwa dalam proses pembelajaran, guru sering mendatangi siswa secara bergilir, memperhatikan posisi duduk, cara memegang mushaf, serta memberikan koreksi kecil secara langsung namun tetap ramah. Hal ini menunjukkan bahwa perhatian guru tidak hanya bersifat verbal, tetapi juga melalui tindakan nyata yang membuat siswa merasa lebih diperhatikan. Selain dokumentasi kegiatan, telaah terhadap Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), jadwal pelajaran, dan daftar hadir siswa menunjukkan bahwa pembelajaran membaca mushaf dirancang secara terstruktur. RPP berisi langkahlangkah pembelajaran bertahap yang konsisten dengan yang dialami siswa, termasuk bagian latihan individu dan kelompok kecil. Jadwal pelajaran juga menunjukkan adanya alokasi waktu khusus untuk latihan tahsin dan talaqqi. Sementara itu, daftar hadir siswa yang stabil menunjukkan bahwa siswa semakin termotivasi untuk hadir dan mengikuti pembelajaran. Secara keseluruhan, data dokumentasi tersebut memperkuat kesimpulan bahwa strategi motivasi yang diterapkan guru benar-benar tercermin dalam praktik pembelajaran dan berdampak positif terhadap perubahan sikap siswa. Siswa menjadi lebih percaya diri, lebih berani membaca di depan guru maupun teman sebaya, serta menunjukkan komitmen lebih tinggi untuk memperbaiki kualitas bacaan mushafnya. Perubahan sikap ini menjadi indikator penting bahwa strategi motivasi yang diterapkan guru tidak hanya efektif, tetapi juga relevan dengan kebutuhan siswa yang mengalami kesulitan membaca Al-QurAoan. Al-Kainah: Journal of Islamic Studies. Volume 4 No 2 Tahun 2025 | 107 Bagus Indrawan. Abdullah Nasihin Faktor Pendukung dan Penghambat dalam Penerapan Strategi Guru Al-Quran Hadis dalam Memotivasi Siswa yang Mengalami Kesulitan Membaca Mushaf Berdasarkan hasil wawancara dengan guru Al-QurAoan Hadis, ditemukan bahwa terdapat sejumlah faktor yang mendukung keberhasilan penerapan strategi motivasi bagi siswa yang mengalami kesulitan membaca mushaf. Salah satu faktor pendukung yang paling menonjol adalah tingginya dedikasi dan komitmen guru dalam memberikan pendampingan belajar secara konsisten. Guru menunjukkan kesabaran yang tinggi dalam membimbing siswa satu per satu, terutama mereka yang masih berada pada tahap awal penguasaan baca Al-QurAoan. Sikap empati, kesediaan mengulang penjelasan berkali-kali, serta penggunaan bahasa yang lembut membuat siswa merasa dihargai dan tidak tertekan. Hal ini berpengaruh langsung terhadap meningkatnya rasa percaya diri siswa saat berlatih membaca mushaf. Lingkungan madrasah yang bernuansa religius juga menjadi faktor pendukung penting. Adanya rutinitas pembiasaan membaca mushaf setiap pagi, kegiatan tadarus sebelum pelajaran, serta berbagai program keagamaan seperti pengajian dan pembinaan karakter Islami memberi atmosfer positif bagi siswa. Lingkungan ini secara tidak langsung menanamkan kesadaran bahwa kemampuan membaca Al-QurAoan merupakan bagian penting dari kehidupan sehari-hari. Situasi tersebut mendorong siswa untuk lebih termotivasi mengikuti pembelajaran meskipun mereka memiliki kesulitan dalam membaca mushaf. Dukungan kurikulum dan kebijakan madrasah juga berperan signifikan. Guru diberikan kebebasan untuk menerapkan metode kreatif sesuai kebutuhan siswa, seperti penggunaan metode talaqqi, musyafahah, pendekatan individual, pembelajaran berbasis kelompok kecil, serta penggunaan media visual seperti mushaf besar atau tulisan ayat pada papan tulis. Fasilitas ruang kelas yang mendukung, ketersediaan mushaf untuk setiap siswa, serta akses pada media pembelajaran menjadi faktor yang mempermudah guru dalam menjalankan strategi yang dirancangnya. Selain itu, sebagian siswa memiliki motivasi internal untuk memperbaiki bacaan, terutama mereka yang ingin menjadi contoh bagi temantemannya atau ingin meningkatkan kemampuan religius sebagai persiapan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Motivasi internal ini mempercepat penerimaan siswa terhadap metode pembelajaran yang diberikan guru. Namun demikian, penelitian ini juga menemukan sejumlah hambatan yang dihadapi guru dalam menerapkan strategi motivasi tersebut. Tantangan terbesar adalah perbedaan kemampuan dasar yang cukup mencolok antara siswa satu dengan yang lain. Sebagian siswa bahkan belum menguasai huruf hijaiyah secara lengkap, sehingga guru harus kembali memberikan pelajaran dasar seperti pengenalan huruf, pelafalan makhraj, serta pengenalan Kondisi ini membuat ritme pembelajaran berjalan lambat karena guru harus menyesuaikan tempo dengan siswa yang memiliki kesulitan paling berat. Dampaknya, kegiatan membaca ayat-ayat panjang atau pembelajaran hukum tajwid sering tertunda. Terbatasnya alokasi waktu dalam satu pertemuan juga menjadi hambatan yang cukup Dengan jumlah siswa yang banyak, guru tidak dapat memberikan bimbingan personal secara maksimal kepada seluruh siswa yang membutuhkan. Waktu 2Ae3 jam Al-Kainah: Journal of Islamic Studies. Volume 4 No 2 Tahun 2025 | 108 Bagus Indrawan. Abdullah Nasihin pelajaran sering kali tidak cukup untuk melakukan talaqqi satu per satu, melakukan evaluasi, dan tetap menjaga kedalaman materi pembelajaran. Hal ini menyebabkan beberapa siswa harus menunggu giliran lebih lama atau membutuhkan sesi tambahan di luar jam pelajaran. Selain itu, beberapa siswa menunjukkan rendahnya minat belajar pada awalnya, terutama mereka yang merasa malu membaca di depan teman-temannya atau takut melakukan Sikap pasif ini kadang menyulitkan guru dalam menerapkan strategi motivasi yang membutuhkan keaktifan dan keberanian siswa. Faktor lain seperti gangguan konsentrasi, lingkungan keluarga yang kurang mendukung, atau minimnya kebiasaan membaca Al-QurAoan di rumah juga menjadi tantangan yang tidak dapat diabaikan. Sebagai penguat data penelitian, peneliti melampirkan berbagai dokumentasi lapangan yang menunjukkan praktik nyata strategi pembelajaran tersebut. Dokumentasi berupa foto wawancara dengan guru Al-QurAoan Hadis di ruang guru menggambarkan proses pengambilan informasi secara langsung. Selain itu, foto kegiatan pembelajaran di kelasAi misalnya saat siswa melakukan talaqqi, belajar dalam kelompok kecil, atau menerima koreksi dari guruAimenjadi bukti visual yang memperkuat keabsahan temuan. Catatan lapangan mengenai interaksi antara guru dan siswa, pola komunikasi yang digunakan, hingga kondisi kelas saat pelaksanaan pembelajaran membantu memberikan gambaran lengkap mengenai situasi dan dinamika sebenarnya. Berdasarkan keseluruhan dokumentasi tersebut, dapat disimpulkan bahwa meskipun terdapat beberapa hambatan dalam pelaksanaan strategi motivasi, faktor pendukung yang ada jauh lebih kuat dan berperan besar dalam meningkatkan motivasi serta kemampuan membaca mushaf siswa. Strategi yang diterapkan guru terbukti tidak hanya berjalan efektif, tetapi juga adaptif terhadap kebutuhan dan situasi siswa di MA Plus Sunan Drajat 7. Dampak Sosial dan pendidikan dari Strategi Motivasi Guru Al-Quran Hadis Berdasarkan hasil wawancara dan observasi lapangan, strategi motivasi yang diterapkan oleh guru Al-QurAoan Hadis di MA Plus Sunan Drajat 7 memberikan dampak yang nyata, baik pada aspek sosial maupun pendidikan siswa. Dampak Sosial Strategi motivasi guru mampu menumbuhkan rasa kebersamaan dan empati antar Pendekatan personal yang dilakukan guru, disertai dorongan positif secara konsisten, membuat siswa merasa diperhatikan secara individual. Hal ini menciptakan suasana kelas yang lebih hangat dan kondusif. Siswa yang sebelumnya cenderung pasif kini lebih berani berinteraksi dengan teman sebaya. Aktivitas pembelajaran dalam kelompok kecil dan metode peer tutoring, di mana siswa yang lebih mahir membantu teman yang masih kesulitan, menumbuhkan rasa saling mendukung dan kepedulian sosial. Interaksi positif ini juga membantu siswa mengembangkan keterampilan komunikasi, kemampuan bekerja sama, dan empati terhadap teman yang mengalami kesulitan membaca mushaf. Selain itu, suasana yang akrab dan suportif meningkatkan kenyamanan siswa, sehingga mereka lebih siap menerima materi dan berpartisipasi aktif dalam pembelajaran. Al-Kainah: Journal of Islamic Studies. Volume 4 No 2 Tahun 2025 | 109 Bagus Indrawan. Abdullah Nasihin Dampak Pendidikan Dari sisi pendidikan, strategi motivasi guru terbukti meningkatkan kemampuan membaca mushaf dan pemahaman materi Al-QurAoan dan Hadis secara signifikan. Guru menerapkan pembelajaran bertahap mulai dari pengenalan huruf hijaiyah, latihan makhraj, hingga pemahaman tanda baca dan bacaan ayat yang lebih panjang. Penguatan positif melalui pujian, kalimat motivasi, serta umpan balik instan membantu siswa menyadari kemajuan mereka dan memicu self-efficacy. Guru juga memberikan contoh bacaan yang benar sebagai teladan, sehingga siswa dapat meniru dengan lebih tepat. Hasilnya, siswa yang sebelumnya kesulitan kini lebih percaya diri, aktif bertanya, dan berani tampil membaca di depan guru maupun teman sebaya. Kepercayaan diri ini mendorong siswa untuk berlatih lebih sering, baik di kelas maupun di rumah, sehingga kemampuan membaca mushaf secara bertahap meningkat. Selain kemampuan membaca, strategi motivasi juga berdampak pada peningkatan discipline dan motivasi belajar siswa secara keseluruhan. Siswa menjadi lebih disiplin mengikuti jadwal pembelajaran Al-QurAoan dan Hadis, rajin mengulang materi di rumah, dan lebih konsisten dalam membaca mushaf. Hal ini terlihat dari dokumentasi aktivitas pembelajaran, catatan kehadiran, serta hasil evaluasi membaca yang menunjukkan peningkatan performa secara bertahap. Dampak Karakter dan Spiritual Dampak strategi motivasi tidak terbatas pada aspek akademik saja. Siswa juga menunjukkan peningkatan dalam penerapan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari, seperti kedisiplinan, kesabaran, rasa hormat kepada guru dan teman, serta kesadaran akan pentingnya membaca Al-QurAoan sebagai bagian dari ibadah. Hubungan yang lebih harmonis antar siswa, rasa empati, dan keterlibatan dalam kegiatan religius mencerminkan perkembangan karakter yang lebih religius dan Dokumentasi berupa foto kegiatan, catatan observasi, serta laporan interaksi guru dan siswa menjadi bukti nyata dari perubahan sikap dan perilaku tersebut. Strategi motivasi yang konsisten dan terstruktur tidak hanya meningkatkan prestasi akademik siswa, tetapi juga membentuk karakter yang lebih positif, religius, dan mampu berinteraksi sosial secara efektif. Dengan demikian, strategi motivasi yang diterapkan guru memiliki efek ganda: memperkuat kemampuan akademik siswa sekaligus menumbuhkan nilai-nilai sosial dan spiritual yang menjadi fondasi penting dalam pembelajaran Al-QurAoan dan Hadis. Strategi Guru Al-Quran Hadis dalam Memotivasi Siswa dengan Kesulitan Membaca Mushaf MA Plus Sunan Drajat 7 Hasil penelitian memperlihatkan bahwa guru Al-QurAoan Hadis di MA Plus Sunan Drajat 7 menerapkan sejumlah strategi yang ditujukan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa yang mengalami hambatan dalam membaca mushaf. Strategi yang paling menonjol adalah pendekatan personal, yaitu bentuk pendampingan individual yang diberikan guru di Al-Kainah: Journal of Islamic Studies. Volume 4 No 2 Tahun 2025 | 110 Bagus Indrawan. Abdullah Nasihin luar jam pembelajaran. Cara ini membuat siswa lebih nyaman dan tidak canggung saat berlatih membaca. Guru juga mengoptimalkan metode talaqqi dan musyafahah, di mana siswa membaca secara langsung di hadapan guru sehingga kesalahan dapat diluruskan secara cepat dan tepat Aziz et al. Selain memperbaiki bacaan, metode ini mendorong siswa lebih percaya diri karena mereka merasakan perhatian langsung dari guru. Guru secara konsisten memberikan penguatan verbal berupa pujian atau kalimat motivatif setiap kali siswa menunjukkan peningkatan walaupun kecil. Ungkapan-ungkapan sederhana seperti AuBagus, sudah lebih baikAy atau AuCoba ulangi lagi, insyaAllah bisaAy terbukti menumbuhkan keyakinan diri siswa dan membuat mereka lebih bersemangat mengikuti Selain itu, guru membagi kelas ke dalam kelompok kecil sesuai kemampuan masing-masing. Siswa yang sudah lancar diberi kesempatan membantu teman yang masih kesulitan melalui model peer tutoring, sehingga tercipta suasana belajar yang lebih suportif dan tidak menekan Yusanti and Nirmala . Guru juga memanfaatkan berbagai media pembelajaran seperti mushaf berukuran besar, tulisan ayat di papan, hingga penjelasan tentang makhraj huruf untuk mempermudah siswa memahami aspek teknis yang sebelumnya sulit dipahami melalui penjelasan lisan saja. Jika dipahami dari sudut pandang teori belajar humanistik, strategi yang diterapkan guru sangat relevan dengan prinsip bahwa pembelajaran harus menyentuh aspek emosional dan psikologis siswa Aththahirah et al. Teori humanistik menempatkan siswa sebagai individu dengan kebutuhan unik yang perlu dihargai agar mereka dapat belajar secara Pendekatan personal, pemberian apresiasi, pembelajaran bertahap, serta suasana kelas yang tidak menghakimi mencerminkan penerapan nilai-nilai humanistik dalam proses pembelajaran Al-QurAoan. Ketika siswa merasa aman, dihargai, dan diterima, mereka menjadi lebih siap menerima materi dan termotivasi untuk terus memperbaiki kemampuan membaca Persepsi siswa juga menunjukkan hasil yang serupa. Mereka menilai strategi guru tidak hanya membantu meningkatkan kemampuan teknis membaca mushaf, tetapi juga membuat mereka lebih tenang, penuh kepercayaan diri, dan berani mencoba meskipun masih sering melakukan kesalahan Yusni . Pembelajaran yang disusun secara bertahap mulai dari pengenalan huruf hijaiyah, latihan makhraj, hingga pemahaman tanda baca membantu mereka mengikuti materi tanpa merasa terbebani. Bimbingan individual yang diberikan kepada siswa dengan kesulitan yang lebih berat menambah rasa percaya diri dan keyakinan bahwa kemampuan mereka dapat berkembang. Hal ini menggambarkan keberhasilan strategi motivasi yang sejalan dengan inti teori humanistik: guru berperan sebagai fasilitator yang mendampingi siswa menjadi pembelajar mandiri dengan motivasi yang berasal dari dalam diri mereka. Jika dibandingkan dengan penelitian sebelumnya, temuan ini menguatkan bahwa pendekatan personal, penggunaan media pembelajaran, serta pembiasaan membaca memang memberi pengaruh signifikan terhadap kemampuan membaca mushaf siswa Chandra and Ristia . Penelitian terdahulu juga menunjukkan bahwa meskipun terdapat faktor Al-Kainah: Journal of Islamic Studies. Volume 4 No 2 Tahun 2025 | 111 Bagus Indrawan. Abdullah Nasihin pendukung seperti lingkungan belajar religius serta sejumlah hambatan seperti rendahnya minat atau keterbatasan waktu, strategi motivasi tetap memberi dampak positif bagi perkembangan akademik dan sosial siswa. Namun, penelitian sebelumnya cenderung hanya menyoroti sisi teknis pembelajaran Al-QurAoan saja. Penelitian ini melengkapi kekurangan tersebut dengan menunjukkan bagaimana faktor motivasi bekerja secara kontekstual, terutama pada siswa yang memiliki kesulitan dasar di lingkungan madrasah yang memadukan kurikulum nasional dan tradisi pesantren Lubis et al. Dengan demikian, strategi yang diterapkan guru Al-QurAoan Hadis tidak hanya membantu siswa memperbaiki kemampuan membaca mushaf, tetapi juga membawa dampak lain seperti meningkatnya rasa percaya diri, tumbuhnya semangat belajar, serta berkembangnya kemampuan sosial melalui kerja sama antar siswa. Proses pembelajaran tidak hanya menjadi sarana transfer pengetahuan, tetapi juga wadah pembentukan karakter dan penguatan nilai-nilai keagamaan sesuai dengan prinsip pendidikan humanistik. KESIMPULAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai strategi motivasi yang digunakan guru Al-QurAoan Hadis di MA Plus Sunan Drajat 7 meliputi pendekatan individual, penerapan talaqqi dan musyafahah, penyampaian materi secara bertahap, pemberian pujian dan dorongan positif, pemanfaatan media pembelajaran, hingga pembentukan kelompok kecil berhasil membantu siswa yang mengalami hambatan dalam membaca mushaf. Siswa menilai pendekatan guru sangat membantu, tidak hanya dalam meningkatkan kemampuan teknis membaca, tetapi juga dalam membangun rasa percaya diri, keberanian, serta kemauan untuk terus belajar. Efektivitas strategi tersebut didukung oleh komitmen guru, suasana madrasah yang religius, fleksibilitas kurikulum, serta motivasi internal siswa, meskipun tetap dihadapkan pada kendala seperti perbedaan kemampuan dasar, minimnya waktu pembelajaran, dan masih rendahnya penguasaan huruf hijaiyah bagi sebagian siswa. Secara umum, strategi motivasi tersebut memberikan dampak positif baik pada kemampuan membaca mushaf maupun pada pembentukan sikap dan karakter religius siswa. Penelitian ini tidak lepas dari keterbatasan, antara lain karena fokus hanya pada satu sekolah, waktu pengumpulan data yang relatif singkat, serta penggunaan teknik wawancara dan observasi yang belum didukung instrumen terstandar untuk menilai kemampuan membaca Al-QurAoan secara lebih objektif. Selain itu, penelitian belum menelaah secara mendalam pengaruh lingkungan keluarga dan faktor eksternal lainnya dalam membentuk motivasi siswa. Oleh sebab itu, penelitian berikutnya dianjurkan untuk melibatkan lebih banyak sekolah, memperluas jumlah informan, menggunakan alat ukur kemampuan membaca Al-QurAoan yang lebih sistematis, dan mengkaji kontribusi lingkungan rumah serta teknologi digital dalam meningkatkan motivasi membaca mushaf. Penggunaan pendekatan mixed methods juga dapat dipertimbangkan agar hasil penelitian menjadi lebih menyeluruh dan dapat diuji secara kuantitatif maupun kualitatif. Al-Kainah: Journal of Islamic Studies. Volume 4 No 2 Tahun 2025 | 112 Bagus Indrawan. Abdullah Nasihin DAFTAR RUJUKAN Aini. Siti Noor. Fitriah Handayani. Wahyuni Eka Putri. Taufik Warman Mahfuz, and Yuanyuan Wang. AuAudio Visual Media in Learning the QurAoan Hadith. Ay AtTasyrih: Jurnal Pendidikan Dan Hukum Islam . 261Ae78. https://doi. org/10. 55849/attasyrih. AP. Jufri. Wahyu Kurniati Asri. Misnah Mannahali, and Ananta Vidya. Strategi Pembelajaran: Menggali Potensi Belajar Melalui Model. Pendekatan, dan Metode yang Efektif. Ananta Vidya. Aththahirah. Afifah. Sakilah. Hanidah Uswatun Hasanah, and Ali Saudi Harahap. AuTEORI BELAJAR HUMANISTIK: PENERAPAN TEORI BELAJAR HUMANISTIK DALAM PENGEMBANGAN POTENSI DAN KEMANDIRIAN PESERTA DIDIK. Ay Jurnal Pendidikan Sosial Dan Humaniora 4 . : 6955Ae71. Aziz. Mursal. Hairullah, and Irma Yanti Sitorus. AuImplementasi Pembelajaran PAI Menggunakan Metode Talaqqi dan Musyafahah dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-QurAoan Siswa. Ay ELSE (Elementary School Education Journa. : Jurnal Pendidikan Pembelajaran Sekolah Dasar . https://doi. org/10. 30651/else. Chandra. Edi, and Muhib Ali Hasan Ristia. AuPendekatan Komparatif Terhadap Strategi Pembelajaran Baca Tulis Al-QurAoan Di Sekolah Dan Madrasah: Penguatan Literasi Keagamaan Di Era Digital. Ay Tekno Aulama: Jurnal Teknologi Pendidikan Islam 2 . : 38Ae https://doi. org/10. 53888/teknoaulama. Fahmy. Usman. Dwi Gustila Anggi Putri. Fadhil, and M. Yudha. AuStrategi Guru AlQurAoan Hadist Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Di MTS QiroAoatul QurAoan Sungai Binjai. Ay Al-Zayn : Jurnal Ilmu Sosial & Hukum 1 . : 9Ae25. https://doi. org/10. 61104/alz. Hakim. Abdul. AuIntegrasi Media Digital Interaktif Dalam Pengajaran Materi QurAoan Dan Hadist. Ay IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam . 497Ae504. https://doi. org/10. 61104/ihsan. Jus. Jumrahwati. Elpisah Elpisah, and Nurdin Nurdin. AuImplementasi Pendekatan Kontekstual Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas X Program Keahlian Manajemen Perkantoran Dan Layanan Bisnis (MPLB) SMK Negeri 4 Pangkep. Ay Indonesian Research Journal Education . 980Ae88. https://doi. org/10. 31004/irje. Lubis. Sakban. Nurhayati Hasibuan. Windi Ramadhani Al Kautsar. Siti Jubaidah Pasaribu. Natasya Meliza Azzahra, and Tharisa Indah Syafitri. AuIntegrasi Kurikulum Nasional Dan Kurikulum Pesantren: Studi Kasus Lapangan Di MAS Pondok Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Medan. Ay EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN. ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT 5 . : 969Ae78. https://doi. org/10. 56832/edu. Tomas. Real. AuANALISIS HAMBATAN PENJAMINAN MUTU SEKOLAH MENENGAH ATAS DI KABUPATEN TANA TORAJA. Ay Satya Widya 41 . : 30Ae46. https://doi. org/10. 24246/j. Yusanti. Devi, and Sri Dewi Nirmala. AuPengaruh Model Peer Teaching Berorientasi Humanistik Pada Pembelajaran Matematika. Ay Jurnal Global Ilmiah 2 . https://doi. org/10. 55324/jgi. Al-Kainah: Journal of Islamic Studies. Volume 4 No 2 Tahun 2025 | 113 Bagus Indrawan. Abdullah Nasihin Yusni. Rapi. AuStrategi Guru PAI Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca AlQurAoan. Ay Khidmat 2 . : 290Ae95. Al-Kainah: Journal of Islamic Studies. Volume 4 No 2 Tahun 2025 | 114