Diterima Disetujui Hal : 03 Juli 2025 : 12 Juli 2025 : 159-168 Al-Aqlu: Jurnal Matematika. Teknik dan Sains https://jurnal. com/index. php/aqlu e-ISSN : 2985-4369 Vol. No. Juli 2025 IDENTIFIKASI EKTOPARASIT PADA IKAN KOI (CYPRINUS RUBROFUSCUS) HASIL BUDIDAYA [Identification Of Ectoparasites In Cultured Koi Fish (Cyprinus rubrofuscu. ] Nurul Hidayanti. Luh Gede Sumahiradewi. Aminullah. Universitas 45 Mataram nurulhidayanti535@gmail. , . aminullahmtk@gmail. ABSTRAK Ikan koi (Cyprinus rubrofuscu. adalah ikan hias dengan nilai ekonomis tinggi, namun budidayanya terkendala oleh pasokan benih berkualitas. Lingkungan perairan yang buruk dan kepadatan ikan tinggi dapat menyebabkan infeksi parasit yang melemahkan kekebalan dan menyebabkan stres serta infeksi pada ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis parasit, prevalensi, intensitas dan dominasi yang menyerang ikan koi. Penelitian ini menggunakkan metode survei. Data primer yang diambil yaitu panjang total dan berat ikan, jenis dan jumlah parasit, serta kualitas air . uhu, pH. DO dan ammoni. Ikan koi yang digunakan merupakan hasil budidaya sendiri di Andar Fish Farm Lingsar sebanyak 20 sampel. Hasil penelitian menunjukkan 3 jenis parasit yang ditemukan menyerang sampel ikan koi yaitu Dactyrogirus sp. Argulus sp. dan Oodinium sp. Tingkat prevalensi parasit yang ditemukan menyerang sampel ikan koi dari keempat kolam pengambilan sampel berkisar antara 20 Ae 100% masuk dalam kategori infeksi sering sampai dengan infeksi selalu, kemudian tingkat intensitas parasit yang ditemukan berkisar antara 1 Ae 16,4 individu/ekor dengan kategori rendah sampai dengan sedang, selanjutnya tingkat dominasi parasit yakni masing Ae masing 98,2% Dactyrogirus sp. , 1,3% Argulus sp. dan 0,44%. Oodinium sp. Kata kunci: Ikan koi. Dominasi. Intensitas. Prevalensi. ABSTRACT Koi fish (Cyprinus rubrofuscu. are ornamental fish with high economic value, but their cultivation is constrained by the supply of quality seeds. Poor aquatic environments and high fish density can cause parasitic infections that weaken immunity and cause stress and infection in fish. This study aims to determine the types of parasites, prevalence, intensity and dominance that attack koi fish. This study used a survey The primary data taken were the total length and weight of the fish, the type and number of parasites, and water quality . emperature, pH. DO and ammoni. The koi fish used were the result of self-cultivation at Andar Fish Farm Lingsar as many as 20 samples. The results showed 3 types of parasites found attacking koi fish samples, namely Dactyrogirus sp. Argulus sp. , and Oodinium sp. The prevalence rate of parasites found attacking koi fish samples from the four sampling ponds ranged from 20 - 100%, falling into the category of frequent infections to always infections, then the level of parasite intensity found ranged from 1 - 16. individuals/tail with a low to moderate category, then the level of parasite dominance was 98. 2% Dactyrogirus , 1. 3% Argulus sp. 44% respectively. Oodinium sp. Keywords: Koi fish. Dominance. Intensity. Prevalence. PENDAHULUAN Salah satu komoditas perikanan dengan ekonomi yang potensial dan semakin meningkat permintaannya, baik di dalam maupun luar negeri, ialah ikan hias. Ikan hias memiliki peluang pasar yang besar baik lokal maupun skala ekspor dan salah satu kelebihan ikan hias adalah dapat diusahakan dalam skala besar maupun skala rumah tangga (Said et al. , 2. Ikan hias yang saat ini populer dan banyak diminati Masyarakat adalah Ikan Koi (Cyprinus rubrofuscu. Koi merupakan ikan hias air tawar yang sangat populer di pasar internasional, karena harganya yang relatif stabil dan bernilai ekonomi yang tinggi (Mulya et al. , 2. Menurut Rahayu dkk. masalah utama yang sering dihadapi oleh para pembudidaya ikan diantaranya ialah penyakit pada ikan terutama parasit Ikan yang terkena serangan parasit akan menyebabkan stres pada ikan. Hal ini berpengaruh pada mekanisme pertahanan tubuh pada ikan yang menjadi lemah dan menyebabkan ikan mudah terserang penyakit. Stress pada ikan juga dapat menyebabkan meningkatnya perkembangbiakan parasit sehingga akan membuat ikan menjadi semakin rentan akibat banyaknya parasit yang tumbuh pada ikan (Ramadan et al. , 2. Hal ini juga akan menyebabkan meningkatnya serangan parasit yang akan berdampak pada kesehatan ikan sehingga menyebabkan kerugian besar terhadap pembudidaya ikan yang dikarenakan menurunnya mutu dan kualitas ikan (Syukran et al. , 2. Penyakit akibat infeksi parasit merupakan ancaman yang cukup serius dibandingkan dengan gangguan dari faktor lain. Penyakit yang menyerang ikan disebabkan adanya interaksi antara inang dan lingkungan (Hernawati, 2015. Rico et al. , 2. Parasit pada ikan adalah organisme yang hidup di tubuh ikan dan menjadikan ikan sebagai inang (Usy dan Fatmawati. , 2. Serangan parasit membuat ikan kehilangan nafsu makan kemudian perlahan-lahan lemas dan mengalami kematian. Parasit pada ikan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu ektoparasit dan Parasit yang menyerang bagian luar tubuh ikan disebut dengan ektoparasit. Sedangkan, parasit yang menyerang bagian organ dalam tubuh ikan seperti hati, saluran pencernaan, ginjal, limfa, otak, peredaran darah, dan organ tubuh lainnya disebut dengan endoparasit (Purbomartono et al. Salah satu penyakit yang sering menyerang ikan hias di kolam adalah penyakit parasiter, yaitu penyakit yang disebabkan organisme parasit Protozoa. Helminth dan Arthropoda. Parasit merupakan hewan renik yang hidup pada organisme lain yang berbeda spesiesnya, selain mendapatkan perlindungan juga memperoleh makanan untuk kelangsungan hidupnya. Penularan parasit lebih mudah dan lebih cepat terjadi dalam usaha budidaya ikan Koi (Cyprinus rubrofuscu. Beberapa penelitian mengenai ektoparasit yang menyerang ikan koi sudah dilakukan, salah satunya yang dilakukan oleh Azmi et al. diperoleh hasil jenis parasite yang menginfeksi ikan koi yaitu Trichodina sp. Dactylogyrus sp. Gyrodactylus sp. Argulus sp. dan Myxobolus sp. Selain itu Priawan, et al. , . menginformasikan ektoparasit yang teridentifikasi menyerang ikan koi adalah Ichthyophthirius sp. Oodinium sp. Costia sp. dengan jumlah parasit terbanyak ialah spesies Oodinium sp. Berdasarkan uraian di atas maka perlu dilakukan penelitian dengan judul identifikasi ektoparasit yang terdapat pada ikan koi (Cyprinus rubrofuscu. , khususnya hasil budidaya. METODE PENELITIAN Lokasi dan Periode Riset Penilitian ini dilaksanakan pada tanggal 13 Februari sampai 13 Maret 2025. Pengambilan sampel dilakukan di Andar Fish Farm Lingsar dan selanjutnya sampel diperiksa di Laboratorium Fakultas Perikanan Universitas 45 Mataram Nusa Tenggara Barat. Bahan dan Peralatan Penelitian ini membutuhkan cukup banyak bahan dan peralatan. Bahan-bahan yang digunakan adalah ikan koi,Pakan Ikan, test O2,Kertas Lakmus, test NH3 NH4, akuades, tissue, sarung tangan. Sedangkan peralatan terdiri dari mikroskop, cover glass, objek glass, petridish, dissecting set, nampan, penggaris, pipet tetes, pH, termometer, timbangan, hapa , kamera/ hp,Kolam. Penghimpunan Data Teknik penghimpunan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dokumentasi dan (Samplin. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yakni secara deskriptif dilakukan terhadap hasil identifikasi, tingkat prevalensi, intensitas dan dominasi parasit yang menyerang ikan Pengambilan sampel dilakukan secara Purposive sampling dari hasil budidaya ikan koi selama 1 bulan yang dilakukan di Andar Fish Farm Lingsar. Pengambilan sampel dilakukan di 4 kolam budidaya, dimana pada masing Ae masing kolam diambil sebanyak 5 ekor sampel ikan dalam keadaan hidup, sehingga total sampel yang digunakan sejumlah 20 ekor sampel ikan dengan kisaran panjang 3 Ae 5 cm dan berat 0,6 Ae 1,54 gram dengan pertimbangan dan melihat tanda ikan yang terkena parasite. Data yang dihimpun berupa foto ikan koi sebelum dan sesudah budidaya, panjang total dan berat sampel ikan, serta jenis dan jumlah parasit yang menyerang sampel ikan. Selain itu dilakukanpula perhitungan parameter kualitas air berupa suhu, pH (Derajat keasama. DO (Oksigen terlaru. dan ammonia. Semua parameter pengukuran diamati setiap 1 kali seminngu pagi dan sore selama 1 bulan sehingga totalnya 4 kali pengambilan sample. Pengolahan dan Analisis Data Prevalensi Prevalensi adalah besarnya seluruh kasus penyakit yang terjadi pada suatu waktu di suatu daerah (Irmawati dkk. , 2. Prevalensi dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut: Hasil perhitungan jumlah parasit yang didapat kemudian dimasukkan dalam kategori infeksi berdasarkan prevalensi (Wiliams dan Bunkley, 1. yang disajikan pada tabel 1: Tabel 1. Kriteria Prevalensi Infeksi Parasit Pada Ikan Prevalensi (%) Kategori Keterangan 100 Ae 99 Selalu Infeksi sangat parah 98 Ae 90 Hampir selalu Infeksi parah 89 Ae 70 Biasanya Infeksi sedang 69 Ae 50 Sangat sering Infeksi sangat sering 49 Ae 30 Umumnya Infeksi biasa 29 Ae 10 Sering Infeksi sering 9Ae1 Kadang Infeksi kadang <1 Ae 0,1 Jarang Infeksi jarang <0,1 Ae 0,1 Sangat jarang Infeksi sangat jarang <0,001 Hampir tidak pernah Infeksi tidak pernah Intensitas Intensitas adalah jumlah rata-rata parasit jenis tertentu yang menginfeksi inang. Perhitungan ini bertujuan untuk mengetahui berapa jumlah parasit yang menginfeksi sampel ikan, intensitas dapat dihitung dengan menggunakan rumus Kabata . Hasil perhitungan jumlah parasit yang didapat kemudian dimasukkan dalam kategori infeksi berdasarkan prevalensi (Wiliams dan Bunkley, 1. yang disajikan pada tabel 2: Tabel 2. Kriteria intensitas Infeksi Parasit Pada Ikan Intensitas . ndividu/eko. Kategori Sangat rendah 1Ae5 Rendah 6 Ae 55 Sedang 56 Ae 100 Parah >100 Sangat parah >1000 Super infeksi Dominasi Dominasi adalah jenis parasit yang paling sering di temukan dalam populasi, dominasi dapat dihitung dengan menggunakan rumus kabata . HASIL DAN PEMBAHASAN Budidaya Ikan Koi Pada penelitian ini ikan koi yang digunakan merupakan hasil dari budidaya sendiri selama satu Tahapan budidaya ikan koi dimulai dari seleksi bibit ikan koi dengan ciri Ae ciri dalam keadaan sehat dan belum terkena parasit, proses penyeleksian pada ikan koi melibatkan pemeriksaan visual diawal budidaya dengan mengamati beberapa tanda Ae tanda yang umum yakni berupa tubuh yang ramping, garis punggung halus, warna cerah sesuai jenis, mata jernih, sirip utuh, tubuh bersih, serta prilaku aktif dan lincah ini khusus tanda Ae tanda bagi ikan yang sehat kemudian bagi ikan yang terkena parasite meliputi adanya bintik- bintik putih, bintik merat atau bercak pada tubuh ikan selain itu, ikan yang terkena parasit juga menunjukan prilaku yang tidak normal, seperti menggaruk diri sendiri, menggesekkan tubuh pada dinding kolam atau terlihat lesu dan kurang aktif ini sesuai dengan (Wawancara Pembudidaya Ikan Koi, 2. Setelah diseleksi selajutnya ikan koi yang diambil khusus terlihat sehat sebanyak 50 dan ditimbang kemudian diukur panjangnya. Panjang ikan diperoleh berkisar antara 2 Ae 3 cm dan berat 0,30 Ae 0,55 gram Budidaya ikan koi menggunakan hapa pada 4 kolam yang berbeda yaitu kolam A. B dan C terbuat dari semen dan kolam D terbuat dari tanah. Ukuran kolam yang digunakan yaitu kolam A dan B dengan ukuran 1x1x0,4 m, kolam C ukuran 3x3x0,6 m, dan kolam D ukuran 2x2x0,9 m. Budidaya ikan pada kolam menggunakan hapa bertujuan agar terpisah dari ikan lainnya yang dipelihara dalam kolam yang sama seperti ikan komet, koki, nila dan patin, selain itu untuk mempermudah pada saat pemberian pakan. Selama budidaya ikan diberi pakan 3 kali sehari dengan menggunakan sistem adlibitum yakni pemberian pakan sesui keinginan atau sepuasnya sampai ikan kenyang. Hasil budidaya selama 1 bulan diperoleh ukuran Panjang ikan koi berkisar antara 3 Ae 5 cm dan berat 0,6 Ae 1,54 gram. secara keseluruhan serangan parasit yang paling banyak ditemukan adalah genus Dactylogyrus sp. yang hanya ditemukan di bagian insang sampel sebanyak 221 individu, kemudian Argulus sp. ditemukan di bagian sirip sebanyak 3 individu dan Oodinium sp. individu yang ditemukan pada Sisik. Parasit yang Menyerang Ikan Koi Tabel 3. Jumlah Dan Sebaran Parasit Pada Ikan Koi Prediklasi Jumlah Per-area Lokasi Jenis Parasit Organ Target Insang Sirip Sisik Kolam A Dactylogirus sp Argulus sp Oodinium sp Kolam B Dactylogirus sp Argulus sp Oodinium sp Kolam C Dactylogirus sp Argulus sp Oodinium sp Kolam D Dactylogirus sp Argulus sp Oodinium sp Total Berdasarkan Tabel 3 dilihat jumlah total parasit yang ditemukan menyerang benih ikan koi dari keempat kolam yang berbeda di lokasi budidaya. Dimana 225 individu parasit terdiri dari 3 parasit yang menyerang sirip, 221 menyerang insang dan 1 parasit menyerang sisik. Jika dilihat pada Tabel secara keseluruhan serangan parasit yang paling banyak ditemukan adalah genus Dactylogyrus sp. yang hanya ditemukan di bagian insang sampel sebanyak 221 individu, kemudian Argulus sp. ditemukan di bagian sirip sebanyak 3 individu dan Oodinium sp. berjumlah 1 individu yang ditemukan pada sisik. Jenis parasit tersebut dapat dilihat pada gambar 1 berikut. Dactylogirus sp Argulus sp Gambar 1. Jenis Ektoparasit yang ditemukan Oodinium sp Banyaknya jenis parasit yang menyerang bagian sisik atau lendir dikarenakan permukaan tubuh ikan merupakan bagian yang pertama kali kontak dengan lingkungan. Dengan kata lain kulit dan sisik di permukaan tubuh ikan merupakan jalan masuknya parasit ke dalam tubuh ikan. Menurut Mulyana . , kulit dan sisik ikan berperan dalam perlindungan mekanik terhadap infeksi patogen melalui melalui penebalan kutikula ataupun hiperplasia sel-sel Malpighi. Reaksi peradangan juga dapat terjadi di sekitar situs masuknya patogen, dalam hal ini komponen lainnya yang berperan dalam proses pertahanan seluler seperti leukosit akan membanjiri situs untuk memfagosit patogen yang ada Produksi lendir yang tidak normal pada kulit ikan dapat mengindikasikan bahwa ikan tersebut terinfeksi parasit. Organ lain yang diamati adalah bagian sirip, jenis parasit yang ditemukan pada sirip sampel benih ikan koi adalah parasit jenis Argulus sp. Argulus sp. merupakan salah satu organisme parasit yang menyerang ikan pada bagian luar tubuh dan bertindak sebagai ektoparasit (Ode, 2. Ikan yang terinfeksi Argulus sp. akan mengalami kehilangan nafsu makan, menggosokan tubuh pada benda-benda dalam air, menyebabkan luka pada permukaan tubuh, pendarahan dan menunjukkan produksi lendir yang berlebihan (Taylor et al. , 2005. Ode, 2012. Juwahir et al. , 2. Apabila sirip ikan terserang parasit dalam jumlah besar maka akan menimbulkan kerusakan pada sirip sehingga dapat mengganggu pergerakan ikan. Ikan juga akan kelihatan berenang tidak tenang. Untuk ikan hias, khususnya ikan koi kerusakan pada sirip menimbulkan kerugian ekonomi karena sirip yang rusak dapat menyebabkan harga jual ikan menjadi jatuh. Jenis parasit yang menyerang bagian insang sampel adalah Dactylogyrus sp. Parasit Dactylogyrus sp. secara spesifik hanya menyerang bagian insang saja dan tidak ditemukan dibagian tubuh yang lain. Insang merupakan organ yang sangat vital pada ikan, karena insang sebagai alat pernapasan ikan. Insang berbentuk lembaran lembaran tipis yang berwarna merah muda dan selalu Bagian terluar dari insang berhubungan dengan air, sedangkan bagian dalam berhubungan dengan kapiler-kapiler darah. Karena berhubungan dengan air, maka insang sangat mudah terinfeksi oleh parasit. Ikan yang terserang Dactylogyrus sp. akan menunjukkan gejala kesulitan berenang, lemas, dan tidak suka bergerak karena pernapasannya terganggu. Pada intensitas tinggi, ikan yang terserang parasit ini mengalami pendarahan pada insang (Kordi & Ghufran 2. Selain itu, kulit ikan terlihat berlendir dan berwarna pucat karena infeksi yang terjadi akan merangsang sekresi mukus yang berlebihan. Setiap parasit memiliki organ predileksinya masing-masing. Organ predileksi ini merupakan tempat yang cocok dan dapat mendukung proses pertumbuhan dan perkembangan dari parasit itu sendiri (Ristiyanto et al. , 2. Parasit yang paling umum ditemukan pada insang ikan yaitu parasit dari kelas Trematoda monogenea. Persentasi tingkat infeksi pada insang yaitu Dactylogyrus sp. sebesar 90% diikuti oleh Gyrodactylus sp. sebesar 49% (Irwandi et al. , 2. Parasit cendrung menempel pada beberapa bagian tubuh ikan, hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yakni anatomi dan fisiologis parasit hal ini terkait dengan kebutuhan parasit untuk memperoleh nutrisi dan perlindungan dan tempat berkembangbiak yang sesuai, perilaku ikan, kekebalan tubuh ikan, dan interaksi parasit dengan lingkungan dimana ada beberapa parasit yang membutuhkan air hangat, asin dan dingin. Oleh karena itu walaupun kualitas air kolam tergolong normal untuk kehidupan ikan, parasit juga berkemungkinan bisa hidup apabila kualitas air tersebut sesuai dengan Ikan merupakan sasaran atau inang dari suatu penyakit. Ikan yang sehat memiliki kemampuan mempertahan diri dari serangan berbagai penyakit dengan adanya mekanisme pertahanan diri. Jika ikan stress atau kondisi lingkungan yang kurang menunjang maka ikan akan mengalami penurunan derajat kesehatan sehinga kemampuan mempertahankan diri juga akan menurun kemudian penyakit juga akan mudah menyerang ikan. Parasit hidup dan berkembangbiak ditubuh ikan kemudian menyerap nutrisi yang ada pada tubuh ikan tanpa memberikan manfaat untuk ikan tersebut. Oleh karena itu, pertumbuhan ikan dapat terhambat bahkan dapat menyebabkan kematian. Faktor yang mempengaruhi infeksi parasit antara lain Kepadatan ikan yang tinggi akan menyebabkan ikan mudah stress sehingga lebih mudah terserang penyakit. Kualitas air yang buruk, pemberian pakan ikan yang berlebih dan perubahan iklim merupakan faktor penyebab timbulnya parasit (Handajani dan Widodo, 2. Berdasarkan hasil pengamatan serta wawancara di lapangan terhadap ikan sampel yang diambil dari empat kolam budidaya yang berbeda, terdapat gejala klinis yang terlihat yakni ikan tidak nafsu makan, menggosok-gosokkan tubuhnya pada dasar dan dinding kolam terlihat berenang menyendiri di sudut atas kolam. Penyebab munculnya parasit pada kolam budidaya diduga karena kondisi lingkungan, kualitas pakan, stress, kebersihan dan sanitasi kolam serta sisa pakan yang menumpuk pada dasar kolam budidaya, (Wawancara Dengan Pembudidaya Ikan Koi, 2. Prevalensi Dan Intensitas Nilai prevalensi, intensitas dan dominasi pada masing-masing lokasi pengambilan sampel dapat dilihat pada Gambar 2, 3, dan 4. Gambar 2. Prevalensi dan Intensitas Dactylogyrus Gambar 3. Prevalensi dan Intensitas Argulus sp Gambar 4. Prevalensi dan Intensitas Oodinium sp. Hasil yang didapat parasit yang memiliki tingkat prevalensi dan intensitas tertinggi pada keempat kolam pengambilan sampel yakni parasit jenis Dactylogyrus sp. Jika dilihat pada Gambar 2. Dactylogyrus sp. yang ditemukan pada sampel ikan koi dari keempat kolam memiliki tingkat prevalensi 100% Berdasarkan kriteria prevalensi menurut Williams dan Bunkley . , bahwa Dactylogyrus sp. yang ditemukan pada sampel ikan koi di keempat kolam termasuk dalam kategori selalu yang berarti infeksi parasit tersebut sangat parah. Dan nilai intensitas Dactylogyrus sp. didapat berkisar antara 8,2 Ae 16,4 4 pada keempat kolam masuk dalam kategori sedang, hal ini sesuai dengan kriteria intensitas menurut Williams dan Bunkley . , bahwa nilai intensitas 6 - 55 individu/ekor dikategorikan sedang. Putri et al. , . mengemukakan bahwa infeksi ringan dianggap jika parasit yang ditemukan menyerang inang kurang dari 100 parasit, dan infeksi berat jika ditemukan lebih dari 100 parasit yang menyerang inang. Berdasarkan Gambar 3. Argulus sp. yang ditemukan pada sampel ikan koi dari kolam B memiliki tingkat prevalensi 40%, dan pada kolam D memiliki tingkat prevalensi 20% dengan kategori sedang, kemudian tingkat intensitas yang di temukan rata-rata 1 dikolam B dan D termasuk kategoti rendah. Sedangkan Oodinium sp. yang ditemukan pada sampel ikan koi hanya ditemukan pada satu kolam dengan tingkat prevalensi . %), pada kolam D termasuk kategori sering. Selanjutnya nilai intensitas Oodinium sp hanya ditemukan rata-rata 1 dikolam D dengan kategori Dominasi Dominasi merupakan jumlah parasit yang paling banyak ditemukan pada sampel ikan yang Nilai dominasi parasit dapat dilihat pada Gambar 5. Gambar 5. Dominasi Dominasi dari ketiga jenis parasit yang ditemukan dapat dilihat pada gambar 5. dilihat bahwa jumlah total ketiga jenis parasit dari keempat kolam pengambilan sampel ikan koi dari Dactyrogirus adalah 221 individu dengan dominasi 98,2%, dikarenakan parasit Dactyrogirus sp. pertama dari dominasi keempat lokasi tersebut. Argulus sp. dengan jumlah 3 individu mendominasi rendah dengan dominasi 1,3%, selanjutnya Oodinium sp. 1 individu yang mendominasi paling kecil dari keempat kolam pengambillan sampel dengan dominasi 0,4%. Kualitsa Air Air merupakan media hidup bagi organisme perairan dikarenakan air, memiliki peran penting sebagai tempat ikan melakukan aktivitas kehidupan. Hasil pengukuran dapat dilihat pada gambar 6,7,8, dan 9. Gambar 6. Grafik pH ( Derajat Keasama. Gambar 7. Grafik DO (Dissolved oxsyge. Gambar 8. Grafik Suhu Gambar 9. Grafik Amoniak Hasil penelitian diperoleh bahwa pH pada keempat kolam memiliki kisaran tidak jauh berbeda yaitu pH berkisar antara 6,0 Ae 6,9 untuk pagi dan kisaran 6,1 Ae 6,9 untuk sore hari. Derajat keasaman yang ideal bagi budidaya ikan koi berkisar antara pH 6,5-8,5 (Rizky etal 2. Nilai pH selama budidaya berada sedikit di bawah standar budidaya ikan koi. Rendahnya pH diawal pemeliharaan ikan koi dikarenakan curah hujan yang tidak menentu di awal penelitian, keseimbangan pH yang tidak sesuai dengan standar dapat menyebabkan stres dan penurunan kondisi kesehatan pada ikan koi. Kandungan DO (Oksigen terlaru. pada keempat kolam pengambilan sampel berkisar antara 2,9 Ae 4,6 mg/L untuk pagi dan 2,2 Ae 4,5mg/L untuk sore hari, nilai ini masuk dalam katagori tidak memenuhi standar baku mutu (SNI 7734:2. , batas toleransi oksigen terlarut pada budidaya ikan koi >5 mg/L . iligram per lite. Rendahnya nilai DO pada kolam budidaya ikan koi disebabkan karena jumlah ikan yang berlebihan dikolam budidaya menyebabkan DO rendah karna meningkatnya kebutuhan oksigen oleh ikan dan berkurangnya kemampuan kolam untuk menghasilkan atau mendapatkan oksigen. Hal ini sesuai dengan pernyataan Afrianto dan Liviawaty . bahwa kandungan DO yang rendah mengurangi suplai oksigen ke tubuh ikan sehingga proses respirasi juga akan terganggu dan akibatnya ikan mengalami stress. Selain itu rendahnya kadar oksigen juga berpengaruh terhadap fungsi biologis dan laju pertumbuhan, bahkan dapat mengakibatkan kematian. Hal ini diperkuat oleh Rosita dkk. bahwa ikan membutuhkan oksigen untuk pembakaran bahan bakarnya . untuk menghasilkan aktivitas, seperti aktivitas berenang, pertumbuhan, dan reproduksi. Di dalam kolam, oksigen juga berfungsi sebagai pengoksidasi bahan organik yang ada di dasar. Kisaran suhu pada keempat lokasi pengambilan sampel ikan koi memiliki suhu berkisar antara 25 Ae 30 AC untuk pagi dan 27 Ae 31 AC untuk sore hari. baku mutu (SNI 7734:2. yang menyatakan bahwa batas normal suhu untuk budidaya ikan koi berkisar antara 20 Ae 26. budidaya menunjukkan terdapat peningkatan suhu pada budidaya ikan koi terutama pada sore hari, hal ini dikarenakan paparan sinar matahari langsung yang lebih lama, sinar matahari ini menghangatkan air kolam, menyebabkan kenaikan suhu Pengukuran Kualitas air pada keempat kolam menunjukkan bahwa kadar ammonia berkisar antara 0,5 Ae 1 mg/L untuk pagi dan 0 Ae 1 mg/L untuk sore, ini menunjukan kurang baik untuk budidaya ikan koi karna diatas standar baku mutu. Menurut (Ardi et al. , 2. , bahwa kadar ammonia yang dianggap ideal bagi kehidupan organisme air adalah O0,02 mg/L. Amoniak yang tinggi ini disebabkan karna pemberian pakan yang berlebihan pada kolam budidaya. Menurut (Sutomo,1. Amonia tidak hanya bersifat toksik tetapi juga merupakan produk metabolisme nitrogen yang paling banyak diproduksi. Selain dari hasil metabolisme pakan yang mengandung nitrogen dan sisa pakan yang tidak termakan, amonia juga berasal dari dekomposisi organisme mati. Hal ini menyebabkan amonia menjadi salah satu kendala utama dalam usaha budidaya. Ammonia merupakan senyawa toksik yang dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan ikan (Levit, 2. Wahyuningsih dan Suryanti . menyatakan bahwa, ammonia tidak hanya bersifat toksik tetapi merupakan produk metabolisme nitrogen yang paling banyak diproduksi. bentuk amonia lebih beracun dikarenakan ion ini tidak bermuatan dan larut dalam lemak, sehingga membran biologis lebih mudah dilintasi dibandingkan ion amonium yang memiliki muatan dan terhidrasi (Kyrner et al. , 2. PENUTUP Simpulan Jenis ektoparasit yang menginfeksi ikan koi (Cyprinus rubrofuscu. yang ditemukan yaitu. Dactyrogirus sp. Argulus sp. , dan Oodinium sp. Tingkat prevalensi parasit yang ditemukan menyerang sampel ikan koi dari keempat kolam pengambilan sampel berkisar antara 20 Ae 100% masuk dalam kategori infeksi sering sampai dengan infeksi selalu, kemudian tingkat intensitas parasit yang ditemukan berkisar antara 1 Ae 16,4 individu/ekor dengan kategori rendah sampai dengan sedang, selanjutnya tingkat dominasi parasit yang ditemukan yakni masing Ae masing 98,2% Dactyrogyrus sp, 1,3% Argulus sp. dan 0,44% Oodinium sp. Saran Adapun saran yang dapat diberikan yaitu agar penelitian selanjutnya perlu dilakukan penelitian mengenai bagaimana cara pencegahan/penanganan parasit serta pengobatan ikan yang terserang parasit khususnya pada kolam-kolam pembudida yang di lingsar karna minimnya informasi dan penangan khusus pada parasit yang ada di wilayah sana terutama pada parasit Dactyrogyrus sp. DAFTAR PUSTAKA