Eksplorasi Pendekatan Pembelajaran Montessori dalam Perancangan Ruang Kelas Preschool di Jakarta Montessori School Elsa Angela1. Eddy Supriyatna Marizar*2. Ferdinand3 Prodi Desain Interior. Fakultas Seni Rupa dan Desain. Universitas Tarumanagara. Jakarta 615200041@stu. id, eddys@fsrd. id, ferdinand@fsrd. 1,2,3 *Pen. Korespondensi Abstrak Ai Pendidikan anak di usia emasnya menjadi suatu hal penting yang dapat menentukan dan memengaruhi masa depan tumbuh kembang anak. Metode Montessori menjadi salah satu pendekatan yang mendapat perhatian luas dalam ranah pendidikan dini. Sebagai upaya mengoptimalkan pembelajaran pada anak khususnya di sekolah dengan metode pembelajaran Montessori, diperlukan implementasi metode pembelajaran dalam fasilitas maupun sarana dan prasarananya. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan merancang ruang kelas Preschool Jakarta Montessori School yang berkualitas, aman, nyaman, dan menyenangkan melalui pendalaman implementasi pendekatan prinsip-prinsip pembelajaran Montessori. Metode penelitian yang diterapkan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi Proses perancangan dilakukan melalui analisis dan sintesis yang kemudian diuraikan menjadi delapan langkah Adapun pengumpulan data-data pada penelitian diperoleh melalui observasi, studi pustaka, wawancara, dan Berkenaan dengan pendalaman implementasi pendekatan Montessori dalam perancangan dikategorikan ke dalam persyaratan sarana dan prasarana serta persyaratan perancangan terkait orientasi ruang, material dan warna, serta furniture. Hasil penelitian berupa perancangan ruang kelas Preschool Jakarta Montessori School yang telah menghimpun sebagian besar parameter persyaratan implementasi pendekatan Montessori, baik dari persyaratan sarana dan prasarana maupun persyaratan perancangan. Kata kunci: Anak-anak. Montessori. Perancangan. Preschool. Ruang Kelas. PENDAHULUAN Pendidikan Berbeda menjadi suatu hal penting yang dapat umumnya, dalam metode pembelajaran Montessori anak-anak dilibatkan dalam depan tumbuh kembang anak. Pendidikan proses pembelajaran secara bebas dan anak usia dini merupakan tahap kritis dalam mandiri, dimana mereka lebih banyak proses perkembangan fisik, kognitif, dan belajar dari lingkungan sekitarnya, baik sosial anak yang memerlukan pendekatan lingkungan fisik maupun lingkungan sosial dibandingkan dengan pembelajaran yang Metode Montessori menjadi salah satu pendekatan yang diperoleh dari guru (Demetriou, 2. Konsep mendapat perhatian luas dalam ranah lingkungan yang mendukung eksplorasi pendidikan anak usia dini. Metode Montessori pendekatan Montessori. Konsep ini sejalan dengan kondisi/syarat yang diperlukan berpusat pada anak . hild-centere. dan dalam perkembangan anak, yaitu adanya MEZANIN Ae Vol. 7 No. Desember . suatu keterkaitan terpadu antara anak belajar dan bermain secara aktif dan dengan lingkungannya . aik benda maupun tenang, serta terlibat dalam berbagai aktivitas sepanjang hari (Siegel, 2. kebebasan kepada anak untuk menggalli (Solehuddin. II. METODE Metode Montessori menjadi relevan Metode dalam konteks pendidikan anak usia dini penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan secara bebas dan mandiri dalam proses pembelajaran dan praktik kehidupan di lingkungan sekitar. Perancangan Jakarta Montessori School menjadi salah Rosemary Kilmer dan W. Otie Kilmer. satu sekolah Montessori unggulan dimana Menurutnya, proses desain merupakan serangkaian kegiatan mendesain berurutan dengan feedback . valuasi sistemati. pada setiap tahapannya, yang secara umum dibagi ke dalam dua tahapan, yaitu analisis Montessori pendidikan/perusahaan pembelajaran tersebut, baik secara global Sebagai dan sintesis. Tahap analisis melibatkan identifikasi, mengoptimalkan pembelajaran anak pada Jakarta Montessori School, diperlukan terhadap permasalahan, sementara tahap implementasi metode Montessori dalam sintesis merupakan tahap menyatukan fasilitas maupun sarana dan prasarana semua elemen sehingga membentuk solusi yang dapat diimplementasikan. Kedua Penelitian ini dilakukan dengan tujuan proses desain ini kemudian diuraikan merancang ruang kelas Jakarta Montessori menjadi delapan langkah spesifik sebagai School yang berkualitas, aman, nyaman, dan menyenangkan melalui pendalaman implementasi pendekatan prinsip-prinsip Montessori. Melalui perancangan yang tepat memungkinkan anak-anak bereksplorasi dengan aman. MEZANIN Ae Vol. 7 No. Desember . konsep dan alternatif-alternatif desain untuk mencapai tujuan proyek. Dalam tahap choose, peneliti memilih opsi/solusi yang paling sesuai dari berbagai alternatif desain yang telah dihasilkan menyesuaikan Gambar 1: Tahapan Proses Desain Menurut Rosemary Kilmer (Sumber: Designing Interiors 2nd Edition. Rosemary Kilmer, 2. kebutuhan, tujuan, serta parameter yang Tahap merupakan tahap menyalurkan ide yang Tahap pertama dalam proses desain, telah disepakati dan membuatnya menjadi yang disebut sebagai "commit," merupakan tahap mengenali permasalahan desain dan perancangan, yaitu dengan penggambaran dan berkomitmen penuh pada proyek. Pada tahap ini, peneliti menyusun rencana kerja penyusunan dokumen desain. Sebagai Montessori tahapan terakhir, tahap evaluate mewakili School. Tahap kedua ialah state, yaitu tahap proses peninjauan dan penilaian kritis mengidentifikasi masalah pada proyek terhadap pencapaian rancangan proyek, untuk mencapai solusi desain dalam yaitu melalui evaluasi dan revisi desain yang Tahap ini meliputi penetapan telah ditinjau hingga diperoleh gambar desain final. masalah, dan tujuan perancangan. Setelah Adapun Jakarta memiliki pemahaman yang jelas akan penelitian dilakukan melalui observasi definisi masalah, peneliti menggali data- . engamatan langsung terhadap objek data terkait proyek yang dikategorikan dan disajikan sebagai program. Kemudian pada khususnya pada ruang kelas Preschool yang tahap analyze, seluruh informasi yang telah dikumpulkan diorganisir ke dalam kategori literatur . engkaji sejumlah informasi yang relevan, dan hubungan-hubungannya melalui buku, berita, artikel, dan jurnal dieksplorasi guna menentukan solusi desain terdahulu yang terkait dengan perancangan yang dibutuhkan pada perancangan. Jakarta Montessori School. Ideate merupakan tahap awal dari tahap Montessor. , wawancara . elakukan tanya sintesis, yaitu merumuskan ide-ide kreatif jawab dengan pihak yang mempunyai dalam bentuk skematik melalui penyusunan informasi yang mendukung penelitia. , dan Angela. Marizar. Ferdinand dokumentasi . erekam segala kondisi Memiliki wastafel, kulkas kecil, dan eksisting Jakarta Montessori School sebagai ruang penyimpanan untuk menyimpan data visual yang memperkuat hasil-hasil material Montessori maupun barang- pengumpulan data lainny. barang keperluan kelas. Berkenaan Montessori dikategorikan ke dalam dua jenis parameter sarana dan prasarana serta persyaratan Persyaratan Perancangan Pada dasarnya, lingkungan Montessori harus disiapkan sedemikian rupa . he prepared environmen. untuk mendukung berbagai aktivitas pembelajaran di ruang Secara khusus, persyaratan utilitas Persyaratan Sarana dan Prasarana Montessori sebagai berikut. Menciptakan lingkungan pembelajaran Orientasi Ruang yang efektif dan memadai kebutuhan Spasial/ruang tumbuh kembang anak khususnya di bergerak dengan nyaman dan sirkulasi yang efisien dan jelas. Ruang kelas pemahaman yang mendalam terkait sarana berbentuk persegi panjang, menghindari dan prasarana yang dibutuhkan. Beberapa ruangan bersudut lancip dan kolom- hal mendasar yang harus dipenuhi di dalam kolom struktural di tengah-tengah ruang, ruang kelas Montessori sebagai berikut memiliki tinggi langit-langit minimal 10 (Demetriou, 2. Idealnya memiliki satu pintu yang mengarah ke luar agar anak leluasa memasuki lingkungan luar yang telah membentuk ruang kelas menjadi area aktivitas tertentu (Siegel, 2. Montessori Memiliki banyak cahaya alami melalui Material dan Warna jendela yang dapat dibuka untuk sirkulasi Penggunaan Memiliki ruang pribadi kecil . ubby are. melepaskan senyawa berbahaya seperti untuk anak menyimpan barang-barang volatile organic compounds (VOC), juga MEZANIN Ae Vol. 7 No. Desember . tahan dibersihkan (Siegel, 2. Skema warna pada ruang kelas harus cerah dan alami, seperti biru, hijau, dan cokelat serta penggunaan dinding putih agar semua warna terlihat tanpa bias dari latar warna (Siegel, 2. Furniture Furniture menggunakan sumber-sumber terkait sebagai standar/patokan perancangan. Spesifikasi persyaratan furniture anak yang ergonomis yaitu: meja yang tidak kursi dengan lebar dudukan yang nyaman. posisi siku yang sejajar dengan daun meja dan telapak kaki yang menyentuh lantai secara penuh saat furniture dengan pola dasar (Sumber: Ruth, 2. tubuh anak sebagai pengguna fasilitas Gambar 3: Kebutuhan Ergonomi Anak Usia 3-7 Tahun kebersihan yang mudah. fleksibel untuk mudah disimpan dan diatur (Direktorat Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Berlokasi di Jalan Durian. Jakarta Selatan. Jakarta Montessori School merupakan salah satu sekolah swasta yang terakreditasi secara nasional maupun Montessori untuk peserta didik dari usia dini Ae jenjang Sekolah Dasar . bulan-12 tahu. Perancangan interior Jakarta Montessori School dibatasi pada ruang kelas yang bersifat krusial dalam pemenuhan proses pembelajaran peserta didik di sekolah, secara khusus yaitu pada ruang kelas Preschool . sia 3-6 tahu. Adapun Preschool Jakarta Montessori School mengusung tema AuThe Montessori Magic: Where the Little Minds WanderAy dengan . , joyful . , dan explorative . Melalui tema ini, perancangan ruang kelas dibuat sederhana namun Gambar 2: Kebutuhan Ergonomi Anak Usia 3-7 Tahun (Sumber: Ruth, 2. Angela. Marizar. Ferdinand mengundang anak-anak untuk menjelajahi dunia penyimpanan barang-barang keperluan memberikan pengalaman belajar yang kitchen untuk menyiapkan makanan memotivasi untuk tumbuh, berkembang, maupun minuman. serta toilet bersama dan menekuni pengetahuan dengan penuh yang dibuat khusus untuk digunakan anak- Memperhatikan parameter persyaratan implementasi pendekatan Montessori ke dalam perancangan sekolah Montessori yang telah dijabarkan sebelumnya, peneliti telah melakukan perancangan ruang kelas khusus Preschool untuk Jakarta Montessori School. Gambar 4: Layout Ruang Kelas Preschool Jakarta Montessori School (Sumber: Angela, 2. Ruang kelas Preschool berbentuk persegi panjang dengan total luas area A 90 mA dan ketinggian langit-langit 3 meter dari level permukaan lantai. Dengan kapasitas untuk 18 peserta didik di usia 3-6 tahun, ruang kelas dibagi menjadi beberapa area: entry cubbies untuk menyimpan barangbarang pribadi. learning area dimana anak secara bebas melakukan pembelajaran dengan memilih material Montessori yang Gambar 5: Material Board Ruang Kelas Preschool Jakarta Montessori School (Sumber: Angela, 2. Material dan finishing pada seluruh menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, serta tidak melepaskan senyawa VOC. Seluruh menggunakan lantai vinyl, memberikan tampilan natural dan permukaan yang nyaman untuk anak-anak. Pada area aktivitas yang lebih ringan digunakan karpet jenis dense loop pile yang antimikroba, dipasang tanpa konstruksi permanen agar MEZANIN Ae Vol. 7 No. Desember . mudah diganti. Adapun pada area basah- anak-anak. Meja anak dirancang secara kitchen dan toilet-digunakan material ubin modular, memberikan anak kebebasan keramik pada dinding maupun permukaan untuk menjelajahi material Montessori baik secara mandiri maupun bersama teman. Dinding ruang kelas secara umum dilapisi Dengan dominasi material finishing motif dengan wallpaper dan HPL, memberikan kayu, furniture dibuat sederhana dengan sudut tumpul dan tidak membahayakan bersifat tahan lama. Pada dinding dan yang sekaligus mendukung kesan alami. plafond di luar jangkauan anak-anak digunakan Water-based Paint Decorlotus Propan dengan formulasi TEFLAR anti noda, anti bakteri Microban. ULov (Ultra Low Odor & VOC) tidak berbau menyengat, serta telah bersertifikasi Singapore Green Label sehingga aman untuk kesehatan. Skema didominasi dengan warna putih, cream, dan cokelat yang memberikan kesan alami dan nyaman, dibuat tidak terlalu menonjol dengan sedikit aksen warna tosca dan merah muda agar tidak mengalihkan perhatian anak dari material pembelajaran. Gambar 6: Furniture Scheme Ruang Kelas Preschool Jakarta Montessori School (Sumber: Angela, 2. Gambar 7: Perspective View Ruang Kelas Preschool Jakarta Montessori School (Sumber: Angela, 2. Furniture ruang kelas Preschool dibuat Angela. Marizar. Ferdinand sudah Montessori, persyaratan sarana dan prasarana maupun persyaratan perancangan terkait orientasi Gambar 7: Perspective View Ruang Kelas Preschool Jakarta Montessori School (Sumber: Angela, 2. Sebagai Montessori dalam perancangan ruang kelas Preschool, berikut disajikan tabel terkait parameter persyaratan yang telah dan belum diterapkan dalam perancangan. ruang, material dan warna, serta furniture. Dengan pendekatan Montessori ke dalam desain ruang kelas memungkinkan anak-anak bereksplorasi dengan aman, belajar dan bermain secara aktif dan tenang sehingga tercapai proses pembelajaran yang optimal. Namun terkait parameter persyaratan perancangan dapat dilakukan penelitian Tabel 1: Implementasi Parameter Persyaratan Pendekatan Montessori dalam Perancangan yang lebih mendalam agar mencakup lebih banyak parameter-parameter perancangan UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih ditujukan kepada Ibu Diyanti Tumada selaku Kepala Sekolah Jakarta Montessori School atas penerimaan dan izin yang diberikan kepada penulis untuk melakukan observasi lapangan di Penulis juga turut menyampaikan rasa terima kasih kepada Ibu Christine (Sumber: Angela, 2. selaku pengurus dan petinggi dari Jakarta Montessori School yang telah berkenan IV. SIMPULAN menyediakan waktu untuk diwawancara dalam rangka penelitian dan perancangan Perancangan yang dilakukan pada ruang kelas Preschool Jakarta Montessori School MEZANIN Ae Vol. 7 No. Desember . DAFTAR PUSTAKA