Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 4. Oktober 2019, 285-294 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 MIKROENKAPSULASI EKSTRAK BUAH BUNI (Antidesma bunius L. MENGGUNAKAN MALTODEKSTRIN DENGAN METODE SPRAY DRYING Michrun Nisa*. Agustina MaAotang Parinding . Abdul Halim Umar. Nur Khairi. Astuti Amin. Maulita Indrisari. Wahyu Hendrarti. Andi Nur Aisyah Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Makassar *Email: mnmichrunnisa84@gmail. Artikel diterima: 22 Januari 2019. Disetujui: 18 Oktober 2019 ABSTRAK Buah buni (Antidesma bunius L. ) adalah salah satu tanaman yang mengandung zat warna antosianin. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan mengkarakterisasi mikrokapsul ekstrak buah buni yang mengandung antosianin dengan menggunakan metode spray drying. Bahan penyalut yang digunakan adalah maltodekstrin konsentrasi 5%, 7,5%, 10%. Ekstrak buah buni ditentukan kandungan total antosianin, dan mikrokapsul yang diperoleh dikarakterisasi secara organoleptik, mikroenkapsulasi efisiensi (MEE), morfologi partikel, dan distribusi ukuran partikel. Kandungan total antosianin dari ekstrak buah buni adalah 18,14 mg/100g. Mikrokapsul yang diperoleh dengan variasi konsentrasi maltodekstrin berwarna merah muda khas buah buni dengan berat 2,7 g, 3,3 g, 2,3 g, diperoleh nilai MEE (%) 50, 55, dan 59 berturut-turut, pada penampakan SEM bentuk spheries dan pada penggukuran PSA distribusi ukuran partikel 2,5AAm, 2,1AAm, 2,6AAm. Kata kunci: Buah Buni. Maltodekstrin. Mikroenkapsulasi ABSTRACT Buni fruits (Antidesma bunius L. ) is one of the plants that contain anthocyanin This study aims to create and characterize buni fruit extract microcapsules containing anthocyanin using spray drying method. The coating materials used were 5%, 7%, 5%, 5%, and 5% of the maltodextrin. Buni fruit was determined by the total content of anthocyanin and microcapsules obtained by organoleptic characterization, microencapsulation efficiency, particle morphology, and particle size distribution. The total content of anthocyanin from buni fruit extract is 18. mg/100g. Microcapsules obtained by variation concentration of pink maltodextrin typical of buni fruit weighing 2. 7 g, 3. 3 g, 2. 3 g, obtained the value of EEC (%) 50, 55, and 59, respectively, on the appearance of SEM form spheries and on PSA particle size distribution 2. 5 m, 2. 1 m, 2. 6 m. Keywords: Antidesma bunius. Maltodekstrin. Microencapsulation. Michrun Nisa, dkk | 285 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 4. Oktober 2019, 285-294 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 PENDAHULUAN yang lama (Lachman et al. , 1. Buah buni (Antidesma bunius Spray merupakan metode ) merupakan salah satu tanaman mikroenkapsulasi paling efektif untuk tropis yang tumbuh di Indonesia. Buah pewarna karena cocok untuk pigmen buni mengandung vitamin, antosianin, (Laokuldilok dan Kanha, 2. Antosianin dalam buah buni yang Maltodekstrin adalah polimer mengandung banyak senyawa fenolik, yang sering digunakan pada proses menyebabkan buni memiliki banyak diaplikasikan pada makanan tapi juga warna seperti kuning, merah, ungu, pada industri farmasi (Tresia dkk, dan biru (Wijayanti, 2. Pada Maltodekstrin ditentukan ekstraksi terbaik, evaluasi stabilitas antosianin, dan aplikasi sifat daya larut yang tinggi, mengalami pewarna dari ekstrak buah buni pada higroskopis yang rendah, menghambat sebagai alternatif dari pewarna sintetik kristalisasi, memiliki daya ikat yang (Amelia dkk, 2. kuat dan bobot molekul rendah Mikroenkapsulasi adalah suatu teknik penyalutan bahan padat, cairan, produk tetap beku (Supriyadi dan dan gas menjadi kapsul dengan ukuran Rujita 2. partikel mikroskopik diameter 1-5000 AAm dinding tipis di sekitar bahan yang METODE PENELITIAN Alat dan Bahan Alat yang digunakan antara lain Mikroenkapsulasi dapat memberikan alat-alat gelas, alat-alat maserasi, perlindungan pada antosianin dari faktor-faktor fisik, dapat menurunkan laju degradasi, dan mempertahakan Particle Size Analizer penyimpanan pewarna dalam waktu Scanning Electron (PSA), Microscopy Michrun Nisa, dkk | 286 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 4. Oktober 2019, 285-294 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 (SEM), spray drying, tabung reaksi, kaca dan ditambahkan etanol 70% timbangan analitik, rotary evaporator, sebanyak 1000 mL yang diasamkan , spektrofotometer Uv-Vis, vortex. Bahan antosianin lebih stabil pada suasana penelitian ini adalah aquadest, asam Maserasi dilakukan pada suhu sitrat, ekstrak buah buni, etanol 70 %, kamar di tempat gelap selama selama etanol 99,9 %. HCl, kalium klorida, 24 jam. Filtrat disaring dengan kertas kertas wathman . KCl, maltodekstrin, whatman No 1 kemudian diuapkan natrium asetat. dengan rotary vacuum evaporator Pembuatan Ekstrak Etanol Buah sehingga didapatkan ekstrak kental Buni Sampel buah buni dicuci pada Ekstrak air mengalir, kemudian ditiriskan. dimasukan kedalam botol berwarna Ekstraksi buah buni dilakukan dengan gelap yang tertutup rapat dan disimpan pada suhu kurang lebih 4AC (Amelia sebanyak 100 g dihaluskan dengan dkk, 2013. Ayuchecaria dkk, 2. blender, dimasukkan ke dalam toples Total ekstrak = berat ekstrak antosianin . berat buah buni . Uji Fitokomia Antosianin Uji biru yang memudar perlahan-lahan (Meidayanti dkk, 2. mengidentifikasi senyawa antosianin Analisis Total x 100 % pelarut HCl dan NaOH. Ekstrak Kandungan Antosianin Analisis kandungan antosianin antosianin buah buni sebanyak 0,5 gram ditambahkan 5 mL HCl 2M Differential. Sejumlah ekstrak buni kemudian dipanaskan selama 5 menit. dilarutkan dalam dua larutan buffer. Hasil positif bila terjadi perubahan Larutan pertama dilarutkan dengan warna menjadi merah. NaOH 2M 0,025M buffer KCl pH 1,0 dan larutan ditambahkan per tetes sambil diamati lainnya dilarutkan dalam 0,4M buffer perubahan warna yang terjadi. Hasil natrium asetat pH 4,5. Jumlah sampel positif bila timbul warna menjadi hijau Michrun Nisa, dkk | 287 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 4. Oktober 2019, 285-294 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 menghasilkan absorbansi pada vis- antosianin dan penentuan vis-maks maks memberikan nilai absorbansi Selanjutnya yang berada pada rentang linier dari Scanning panjang masing-masing larutan dan hasilnya gelombang dilakukan pada 510-750 dikalkulasikan berdasarkan persamaan nm untuk determinasi kandungan berikut (Tensiska, 2. A = (Avis-maks Ae A700n. pH1,0 Ae (Avis-maks Ae A700n. pH4,5 Total monomerik antosianin dari ekstrak kering rosella dihitung sebagai cyanidinAe3-glucoside persamaan berikut. TAC Absorbansi Axl x MW X ycOycN X 100% Keterangan: : Absorbansi larutan :berat molekul sianidin-3-glukosida : Absortivitas molar cyaniding-3glucoside : lebar kuvet . : volume akhir penenceran : berat ekstrak . Tabel 1. Rancangan formula Formula Ekstrak buah buni Maltodekstrin Aquadest Add 100 mL Pembuatan Sediaan 7,5 % Add 100 mL Analisis Efisiensi Mikroenkapsulasi Mikroenkapsulasi Mikroenkapsulasi Add 100 mL Dilakukan mikroenkapsulasi yang dibagi dalam dibuat sesuai rancangan formula 1, 2, dua bagian yaitu jumlah antosianin Maltodekstrin ditimbang sesuai total dan jumlah antosianin permukaan konsentrasi pada rancangan formula, menggunakan metode yang diadaptasi disuspensikan dengan aquadest dalam gelas beaker kemudian ditambahkan Kanha, 2. ekstrak buah buni masing-masing 1 g. Campuran (Laokuldilok Jumlah total antosianin (TAC) homogenizer kecepatan 3000 rpm direkonsitusi dengan 1 ml air untuk Kemudian merusak dinding mikroenkapsulasi dispray diryng untuk memperoleh kemudian ditambahkan 9 ml etanol mikrokapsul ekstrak buah buni. 95% . , divorteks selama 3 menit. Dilakukan penyaringan menggunakan Michrun Nisa, dkk | 288 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 4. Oktober 2019, 285-294 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 ditambahkan 10 ml etanol 95 %. , dikualifikasi menggunakan metode divorteks selama 30 detik, disaring perbedaan pH. menggunakan kertas whatman no 1 Jumlah Antosianin Permukaan (SAC) metode perbedaan pH. Efisiensi mikroenkapsulasi (%) = 1 - jumlah antosianin permukaan jumlah total anosianin Bentuk Morfologi dan Analisis warna dari merah muda menjadi Ukuran Partikel Bentuk ditambahkan NaOH terjadi perubahan permukaan mikroenkapsulasi diamati warna dari merah terang menjadi dengan Scanning Electron Microscopy hijau-biru memudar perlahan-lahan. (SEM). Karakteristik antosianin yaitu sifat Pengukuran mikroenkapsulasi ekstrak kulit buah buni diukur dengan menggunakan alat menjadi merah tidak memudar karena Particle Size Analyzer (PSA). adanya gugus metoksi yang dominan menyebabkan warna relatif lebih HASIL DAN PEMBAHASAN Proses menyebabkan antosianinin menjadi hijau-biru sebesar 13%. Hasil uji pendahuluan hidroksi yang dominan menyebabkan menggunakan HCl terjadi perubahan warna cenderung relatif tidak stabil Gambar 1. Uji fitokimia antosianin Keterangan: ekstrak buah buni dalam suasana asam . ekstrak buah buni dalam suasana basa Michrun Nisa, dkk | 289 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 4. Oktober 2019, 285-294 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 Analisis Kandungan Antosianin Total memberikan absorbansi yang lebih tinggi dibandingkan 522 nm. Panjang Penentuan gelombang 510 nm adalah panjang antosianin dilakukan dengan metode gelombang maksimum untuk sianidin- perbedaan pH. Pengujian ini dilakukan 3-glikosida karena struktur antosianin cenderung gelombang 700 nm untuk mengoreksi kurang stabil dan mudah mengalami endapan yang masih ada pada sampel. Jika sampel benar-benar jernih maka absorbansi pada panjang gelombang Pada pH 1,0 antosianin 700 nm adalah 0. Pada penelitian ini berbentuk senyawa berwarna oxonium dan pada pH 4,5 berbentuk karbinol gelombang 700 nm tidak memberikan (Susery dkk, 2. Pengukuran pada nilai 0, kemungkinan disebabkan didapatkan maksimum yaitu 522 nm partikel-partikel kecil dalam sampel. untuk pH 1,0 dan 511 nm untuk pH Berdasarkan 4,5. diperoleh antosianin total pada ekstrak Perhitungan digunakan panjang gelombang 510 nm, karena buah buni adalah 18,41 . g/100. pengukuran pH 1,0 Tabel 2. Kandungan total antosianin ekstrak buah buni Panjang gelombang . Absorbansi pH 1,0 pH 4,5 1,017 1,027 0,062 0,747 Total antosianin . g/100. 18,14 Karakteristik Mikrokapsul Dalam Gambar 2. Mikrokapsul buah buni total pada formula 1, 2 dan 3 dilakukan gelombang 510 nm dan 700 seperti Michrun Nisa, dkk | 290 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 4. Oktober 2019, 285-294 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 pada pengujian diatas. Terlebih dahulu efisiensi mikrokapsul (%) yaitu 50 menentukan jumlah antosianin total . g/100mL). (TAC) formula 2 dapatkan nilai MEE (%) 55 permukaan untuk mendapatkan nilai . g/100mL) dan pada formula 3 MEE. Pada formula 1 diperoleh nilai didapatkan MEE (%) 59 . g/100mL). Pada Tabel 3. Efisiensi mikrokapsul Formula Formula 1 Formula 2 Formula 3 Penampakan & aroma Serbuk. Warah merah muda/khas buah buni Serbuk. Warah merah muda/khas buah buni Serbuk. Warah merah muda/khas buah buni Volume Larutan Berat mikrokapsul . Rendamen . 100 mL 100 mL 100 mL Tabel 4. Persen efisiensi mikrokapsul Formula Scanning Elekctron TAC 0,006 0,035 0,017 Mikroscope (SEM) SAC 0,003 0,016 0,007 varian konsentrasi maltodekstrin . Pada F1. F2 dan F3 memiliki mikrostruktur yang baik adalah pada formula 3 menggunakan penyalut berbentuk bulat mengempis dan tidak maltodekstrin 10% dikarenakan yang Hal ini disebabkan hasil paling mendekati bulat sempurna. MEE (%) Tipe dryer dengan suhu pengeringan yang dihasilkan adalah mikrokapsul berinti tunggal . imple/monocor. Bentuk mikrokapsul tidak cukup kuat untuk mikrokapsul pada ketiga formula ini menahan dinding kapsul. Reineccius memiliki kemiripan. Terdapat bentuk . menyatakan bahwa ketika bulat utuh dan bola kecil keriput pada dinding kapsul tidak cukup kuat untuk penampakan SEM. Partikel yang berbentuk bulat utuh menandakan mikrokapsul, dinding akan pecah dan partikel akan mengempis. Dari ketiga Michrun Nisa, dkk | 291 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 4. Oktober 2019, 285-294 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 Bentuk bola kecil keriput diperkirakan proses spray dryer tidak dilakukan adalah partikel bahan pengkapsul pengadukan pada larutan sehingga tanpa antosianin di dalamnya atau mikrokapsul yang berbentuk kurang mengendap atau mengumpal saat sempurna disebabkan karena pada proses spray. Gambar 3. SEM Mikrokapsul Konsentrasi Maltodekstrin: . 7,5%. Analisis Ukuran Partikel (PSA) Pada PSA formula 3 memiliki ukuran partikel diperoleh ukuran mikrokapsul eksrak terdistribusi adalah 2,6 AAm hal ini telah sesuai dengan literatur. Mikrokapsul yang terdistribusi 2,1 AAm, dan pada nilainya berbeda-beda. Formula 1 tergantung metode yang digunakan. terdistribusi yaitu 2,5 AAm. Pada Ukuran mikrokapsul yang dibuat formula 2 memiliki ukuran partikel dengan menggunakan metode semprot berbedaAebeda Michrun Nisa, dkk | 292 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 4. Oktober 2019, 285-294 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 yaitu 1-600 AAm (Lachman konsentrasi maltodekstrin 10% yang dkk, 1. Perbedaan ukuran partikel memiliki nilai EE sebesar 59%, ukuran ini juga dipengaruhi oleh jumlah partikel sebesar 2,6 AAm dan bentuk penyalut yang digunakan sebagai partikel mendekati bulat sempurna. pembentukan dinding mikrokapsul. Dari hasil penggukuran F1 dan F2 DAFTAR PUSTAKA