Jurnal Vokasi. Vol 2 No. 1 April 2018 ISSN : 2548-9410 (Ceta. | ISSN : 2548-4117 (Onlin. Jurnal hasil-hasil Penerapan IPTEKS dan Pengabdian Kepada Masyarakat Peningkatan Ekonomi Kreatif Masayarakat Desa Alue Lim Kecamatan Blang Mangat Kota Lhokseumawe Melalui Pelatihan Pembuatan Sabun Cair Alfian Putra1. Syarifah Keumala Intan2. Edi Majuar2 dan Helmi1 Jurusan Teknik Kimia Politeknik Negeri Lhokseumawe Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Lhoseumawe Abstrak Salah satu bentuk peningkatan ekonomi masyarakat dilakukan dengan memberikan pelatihan yang mudah dan murah, seperti halnya pada desa Alue Liem Kecamatan Blang Mangat. Dengan tingkat perekeomian yang cukup memmadai keberadaan desa ini dilintasi oleh jalan Line Pipa dan Jalan menuju Simpang keramat sangat potensi untuk pengembangan usaha kreatif seperti pembuatan sabun cair. Pealtihan ini dilakukan oleh Tim Politeknik Negeri Lhokseumawe yang diikuti oleh ibu-ibu dan remaja putrid desa tersebut. Dari hasil pelatihan para peserta dapat melakukan pembuatan sabun caiar secara mandiri dan direncanakan adanya pemasaran dengan harga yang bersaing dengan sabun kemasan namun dengan kualitas yang sesuai dengan standar sabun yang digunakan pada umumnya. Langkah selanjutnya adalah melakukan bimbingan terhadap pengembangan usaha melalui pendampingan terhadap perijinan dan bantuan pemsaran. Kata kunci: Ekonomi. Sabun cair. Pelatihan. Kreatif terhadap kegiatan pengelolaan dana desa. Salah satunya adalah pembuatan sabun cair yang mudah dan murah, diamping dapat dipasarkan juga dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari, sehingga dapat menghemat penggunaan biaya ruah tangga terutama penggunaan sabun. Sebelum mengadakan survey pendahuluan dan wawancara terhadap masyarakat Desa Binaan Desa Alu Lim Kecamatan Blang Mangat Kota Lhoseumawe. Survey mendapatkan informasi mengenai potensi desa dan kegiatan masyarakat di kedua desa yang mayoritas penduduknya adalah Tukang. Buruh. Petani dan Pedagang. Pelatihan diberikan dalam bentuk ceramah yang dilanjutkan dengan eksperimen langsung dan tanya jawab. Praktek cara pembuatan pembuatan deterjen, sabun cuci tangan, sabun cuci piring serta pelembut dan pewangi pakaian. Ibu-ibu warga desa dalam beberapa Tim pembuatan produk tersebut. Pelatihan dilaksanakan sampai semua peserta mahir PENDAHULUAN Desa Alu Lim Kecamatan Blang Mangat Kota Lhokseumawe dengan jarak hanya lebih kuang 6 Km dari kampus Politeknik Negeri Lhokseumawe memiliki jumlah penduduk sebanyak 2939 jiwa. Sebagian besar mata pencarian penduduknya adalah Tukang. Buruh. Petani dan Pedagang dan rata-rata tingkat pendidikan masyarakatnya adalah Tingkat SD dan SMP. Lokasi desa ini berada pada lintasan jalan Line pipa antara Exxon Mobil ke Petra Arun Gas (PAG), sehingga ini menjadi salah satu potensi dalam peningkatan tarap hidup masyarakat. Potensi ini belum termanfaatkan secara maksimal terutama bagi kegiatan perdagangan dan peningkatan perekonomian masyarakat. Untuk itu peningkatan pengetahuan tentang pemberdayaan ekonomi menjadi salah satu program pembinaan desa ini. Kegiatan ini dapat dilakukan dengan melakukan pelatihan informasi peluang usaha, pembuatan bahan-bahan makanan dan kerajinan yang berpotensi dipasarkan dan pendampingan Jurnal Vokasi. Vol 2 No. 1 April 2018 ISSN : 2548-9410 (Ceta. | ISSN : 2548-4117 (Onlin. Jurnal hasil-hasil Penerapan IPTEKS dan Pengabdian Kepada Masyarakat mempraktekkan sendiri. Sebelumnya Team memberikan secara jelas tantang manfaat membuat sabun sendiri jika dibandingkan dengan membeli. Pada tahap ini Tem IBM memberikan tentang keuntungan penjualan sabun dan potensi pasara yang tersedia. Team menjelaskan secara detail tentang pentingnya menjaga dalam diri mereka untuk berwirausaha. Disamping itu juga diberikan materi tentang prinsip dasar pembuatan, pengemasan dan pemasaran produk, bertujuan agar mitra mengetahui cara pembuatan, pengemasan yang baik dan strategi pemasaran produk. Penyuluhan ini disampaikan dalam bentuk ceramah dan tanya jawab kepada peserta. Pelatihan Materi pelatihan adalah cara pembuatan sabun cair . abun mandi, sabun cuci piring, pewangi pakaia. dan deterjen. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan keterampilan tentang cara produksi, pengemasan dan pemasaran produk. Pelatihan tersebut disampaikan dalam bentuk ceramah yang dilanjutkan dengan eksperimen langsung dan tanya jawab tentang cara pembuatan dan pengemasan aneka produk tersebut. Pelatihan dilaksanakan sampai semua peserta mahir mempraktekkan sendiri. Prosedur kegiatan Kegiatan pengabdian ini meliputi: . Koordinasi dengan mitra, terkait dengan penyusunan jadwal kegiatan. Persiapan penyuluhan dan pelatihan. Penyuluhan tentang wirausaha dan peluang usaha rumahan. Penyuluhan tentang prinsip dasar pembuatan sabun cair. METODE PELAKSANAAN Dari hasil survey yang dilakukan oleh Team maka dapat di identifikasi bahwa air terutama kondisi air permukaan dan air sumur yang berwarna kuning dan berlumpur akan berdampak terhadap rendahnya kondisi kesehatan Kondisi ini diperparah lagi dengan tidak adanya akses air PDAM, padahal desa ini terletak dekat dengan jalan lintas sumeatera dan hanya berjarak sekitar 11 Km dari Pusat Kota Lhokseumawe. Tingkat perekonomian masyrakat yang rendah juga menjadi kendala utama dengan sumber utama penduduk adalah 320 KK dari sektor pertanian, perikanan dan perkebunan, buruh 25 KK . Industri Kecil 63 KK dan pedagang 101 KK. Tingkat pendidikan juga masih rendah yaitu 470 jiwa lulusan universitas, 593 jiwa SLTA 456 jiwa SLTP, 90 Jiwa SD dan 25 Jiwa tak tamat SD, sehingga berdampak terhadap tingkat perekonomian masyarakat. Untuk itu metode yang digunakan adalah sebagai Pelatihan ekonomi kreatif dalam hal ini pembuatan sabun cair sederhana Pembekalan tentang sistem pemasaran dan peningkatan ekonomi Pendampingan pengurusan perijinan dan bantuan pemasaran II. Pembahasan Persiapan kegiatan ini berupa penentuan formula sabun dan deterjen, pembuatan modul penyuluhan dan pelatihan. Modul penyuluhan berisi materi dasar tentang wirausaha dan peluang usaha rumahan, pengemasan dan pemasaran produk. Produk berupa deterjen, sabun cuci tangan, sabun cuci piring serta pelembut dan pewangi Modul pelatihan berisi tentang bahan-bahan, alat-alat dan cara pembuatan deterjen, sabun cuci tangan, sabun cuci piring serta pelembut dan pewangi pakaian. Pada persiapan pelatihan. Tim pengabdian melakukan uji coba resep pembuatan produk sabun dan deterjen, sehingga didapatkan komposisi yang tepat dan memberikan hasil optimal. Pelatihan diberikan dalam bentuk eksperimen langsung dan tanya jawab. Praktek cara pembuatan pembuatan deterjen, sabun cuci tangan, sabun cuci Hasil Kegiatan Penyuluhan Materi penyuluhan adalah wirausaha dan peluang usaha rumahan, prinsip dasar produksi, pengemasan dan pemasaran Tujuan penyuluhan ini adalah memberikan ilmu dan wawasan baru kepada Masyarakat desa Alu Lim terutma para Ibu-ibu, tentang wirausaha dan peluang usaha rumahan, sehingga terbuka pikiran serta tumbuh minat dan motivasi Jurnal Vokasi. Vol 2 No. 1 April 2018 ISSN : 2548-9410 (Ceta. | ISSN : 2548-4117 (Onlin. Jurnal hasil-hasil Penerapan IPTEKS dan Pengabdian Kepada Masyarakat piring serta pelembut dan pewangi Ibu-ibu warga desadibagi dalam beberapa kelompok, kemudian dengan Tim mempraktekkan sendiri pembuatan produk Pelatihan dilaksanakan sampai semua peserta mahir mempraktekkan Sebelumnya Team memberikan secara jelas tantang manfaat membuat sabun sendiri jika dibandingkan dengan Pada tahap ini Tem IBM memberikan tentang keuntungan penjualan sabun dan potensi pasara yang tersedia. Team menjelaskan secara detail tentang pentingnya menjaga kesehatan. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan memberikan angket kepada ibu-ibu Desa Alu Lim Kecamatan Blang Mangat Kota Lhoseumawe untuk melihat sejauh mana tanggapan peserta terhadap kegiatan yang telah dilakukan. Aspek yang ditinjau adalah tentang pendapat dan tanggapan peserta tentang pelaksanaan pelatihan pembuatan sabun dan deterjen. Hasil angket memperlihatkan bahwa mitra sangat setuju dengan kegiatan pengabdian ini karena penyuluhan dan pelatihan tentang peluang usaha rumahan berupa sabun dan deterjen, materi penyuluhan dan pelatihan yang disampaikan mudah dimengerti dan mudah dipraktekan sendiri, bahan dan alat dalam pembuatan sabun dan deterjen mudah didapatkan, waktu pelaksanaan kegiatan tidak mengganggu kegiatan rumah tangga. Disamping itu peserta juga termotivasi dan tertarik untuk mengembangkan lebih lanjut sehingga dapat berwirausaha mandiri. Mangat Kota Lhoseumawe dapat penghematan biaya. Ibu-ibu Desa Alu Lim Kecamatan Blang Mangat Kota Lhoseumawe memiliki keterampilan tentang sabun cuci tangan, dan sabun cuci Saran Perlu mencari pengemabangan lebih lanjut untuk pelatihan produk lain seperti pembuatan deterjen sabun mandi dan pewangi dan pelembut pakaian. DAFTAR PUSTAKA