Penggunaan Metode Mentoring Coaching Glickman untuk Meningkatkan Kompetensi Profesional Guru Mandarin di Tk Little Sun Surabaya Fify Herawaty Koordinator Mandarin TK Little Sun Surabaya 012019040@civitas. ABSTRAK Kompetensi profesional adalah salah satu dari 4 kompetensi yang wajib dimiliki oleh seorang guru. Kurangnya kompetensi profesional guru terutama dalam hal penguasaan kosakata dan tata bahasa yang digunakan menjadi sebuah permasalahan dalam TK Little Sun School terutama bagi guru lokal yang bukan penutur bahasa asing . Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui metode mentoring coaching Glickman dapat meningkatkan kompetensi profesional guru Mandarin di TK Little Sun. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Sekolah yang membahas tentang bagaimana meningkatkan kompetensi profesional guru Mandarin di TK Little Sun. Subjek penelitian adalah 3 orang guru TK Little Sun. Data diperoleh melalui rubrik penilaian, lembar wawancara, simulasi ujian HSKK serta lembar supervisi dan observasi kelas. Metode penelitian yang digunakan yaitu Kemmis dan McTaggart. Proses penelitian melalui 2 siklus yaitu siklus pertama dan siklus kedua. Diagnosis awal dilakukan sebelum siklus pertama dimulai. Indikator keberhasilan yang digunakan yaitu ketiga subjek penelitian mencapai kriteria penilaian kompetensi profesional 15,2 atau lebih. Pada tahap awal peneliti membagi subjek penelitian dengan menagacu kepada tingkatan komitmen dan tingkatan kemampuan berpikir abstrak ke dalam Quadran of Development Skill Glickman sehingga peneliti bisa memberikan pendekatan yang sesuai. Penelitian ini menemukan bahwa penggunaan metode mentoring coaching Glickman dapat meningkatkan kompetensi profesional guru Mandarin. Kata Kunci: mentoring, coaching, kompetensi profesional KOMPETENSI - JURNAL MANAJEMEN BISNIS. VOL. NO. JULI - DESEMBER 2021 | 165 Pendahuluan Berbahasaterdiridariempatkomponen, yakni mendengar, berbicara, membaca dan menulis. Komponen mendengar dan berbicara menjadi komponen penting dalam pembelajaran bahasa terutama bahasa asing. Untuk memberikan pembelajaran yang baik kepada anak, maka guru juga dituntut untuk mempunyai standar berbahasa yang baik dan benar terutama dalam hal berbicara karena guru akan menjadi contoh untuk anak dalam pembelajaran sehari-hari. Bahasa Mandarin telah menjadi salah satu bahasa universal yang dipelajari di berbagai negara, berbagai kalangan dan berbagai usia. Pembelajaran bahasa Mandarin di Little Sun School telah mulai diajarkan sejak masa kanak-kanak. Guru Mandarin pada TK Little Sun terdiri dari guru asing dan guru lokal. Guru pengajar Mandarin lokal mempunyai latar belakang pendidikan Mandarin yang berbeda-beda antara 1 Ae 4 tahun. Guru pengajar Mandarin lokal TK Little Sun terdiri dari 13 guru dengan pengalaman mengajar antara 1-9 tahun. Dari hasil pengamatan, peneliti mendapati bahwa semenjak lulus dari perguruan tinggi tidak banyak kesempatan untuk melakukan pengembangan diri dari guru untuk meningkatkan kompetensi profesional guru terutama dalam hal penguasaan kosakata dan tata bahasa yang Pengembangan kompetensi profesional guru hanya sebatas pada manajemen kelas sehingga kemampuan berbahasa pada tenaga pengajar tidak mengalami kemajuan yang berarti bahkan mengalami kemunduran. Peneliti selaku Kepala Sekolah dan koordinator Bahasa Mandarin melakukan penilaian kepada guru mandarin dan mendapati ada 3 guru yang mempunyai kemampuan berbahasa yang belum Hanyu Shuiping Kaoshi (HSK) Koushi . isingkat HSKK) Intermediate sesuai standar sekolah serta dalam kompetensi profesional. Guru masih memerlukan peningkatan dalam hal pelafalan, tata bahasa dan pola kalimat yang digunakan sehari-hari. Dari pengamatan peneliti, permasalahan yang timbul sebagai Latar belakang pendidikan Mandarin guru yang bersangkutan hanya berkisar 1-3 tahun. Penggunaan kosakata dan tata bahasa yang digunakan sehari-hari kurang variatif. Kurangnya pembinaan yang spesifik terhadap para guru. Penelitian AuA Mentoring- Coaching To Improve Teacher Pedagogic Competence: Action ResearchAy (Dewi, 2. di SMPK Immanuel Pontianak menunjukkan bahwa program mentoring coaching berhasil Peneliti mempunyai 3 subyek penelitian dengan masalah yang berbeda. Pendekatan yang dilakukan membantu guru mengidentifikasi dan menafsirkan masalah yang dihadapi di kelas dan mendapatkan kemungkinan solusi pasca pertemuan . ost Perilaku yang dijalankan menghapus jarak antara pemimpin dan guru, membangun kepercayaan diri dalam menemukan solusi dan meningkatkan rasa memiliki dalam kelas. Struktur yang diberikan memungkinkan peneliti untuk 166 | PENGGUNAAN METODE MENTORING COACHING GLICKMAN. (Fify Herawat. mengamati, menganalisis dan mendiskusikan masalah dengan subyek penelitian dan memberikan pelayanan yang sesuai dengan Menurut Fain dan Zachary . AuMentoring as a reciprocal learning relationship in which a mentor and mentee agree to a partnership where they work collaboratively toward achievement of mutually defined goals that will develop a menteeAos skills, abilities, knowledge and/or thinkingAy. Mentoring adalah sebuah proses pembelajaran timbal balik di mana terjadi kesepakatan antara mentor dan mentee dalam bekerja kolaboratif dalam mencapai tujuan yang ditetapkan bersama yang akan mengembangkan keahlian, kemampuan pengetahuan dan/atau pemikiran mentee. Mentoring terjalin dalam bentuk hubungan saling mendukung dan pengawasan, di antara dua orang atau lebih di mana seseorang dianggap memiliki kemahiran dan kemampuan lebih dari yang lain yang disebut mentor menjadi model, guru, sponsor, konsultan dan pendorong kepada peserta mentoring yang disebut mentee dalam rangka mentransfer pengetahuan dan pemikiran agar kompetensi mentee menjadi lebih berkembang. Definisi Coaching International Coach Federation adalah hubungan kemitraan antara coach dan individu yang dijalin melalui proses kreatif untuk memaksimalkan potensi personal dan profesional dirinya. Coaching mengacu pada pembimbingan, pelatihan intensif untuk meningkatkan performa dan pengembangan diri orang lain. Peneliti mengacu pada metode mentoring- coaching Glickman . dalam AuLeaderdship For Learning: How to Help Teachers SucceedAy, di mana metode Glickman . mempunyai beberapa tahapan yakni: Looking at Classroom Teaching and Learning: Supervisi Pengajaran dan Pembelajaran Kelas. Structures for Classroom Assitance: Struktur Pendampingan Kelas. Formats for Focusing Observation: Format untuk Pemusatan Observasi. Approaches to Working Closely with Teachers: Pendekatan untuk Bekerja Sama dengan Guru Direct Applications to Assisting Teachers: Aplikasi Langsung untuk Pendampingan Guru Criteria for Assesing Teacher Competence and Growth: Kriteria Penilaian dan Perkembangan Guru Purpose. Strength, and Collegial Force for School Success: Tujuan. Kekuatan dan Kekuatan Kolegial untuk Kesuksesan Sekolah. Metode Glickman dijalankan melalui pre-conference Ie observasi Ie analisis dan intrepretasi Ie post-conference Ie kembali ke pre-conference dan seterusnya. Glickman juga membagi subyek menjadi 4 kuadran sesuai dengan Tingkatan Pengembangan (Quadran of Development Skil. Dan berdasarkan kuadran tersebut, subyek penelitian akan diberikan mentoringcoaching sesuai dengan level pengembangan masing-masing. KOMPETENSI - JURNAL MANAJEMEN BISNIS. VOL. NO. JULI - DESEMBER 2021 | 167 Perbandingan Hasil Supervisi dan Observasi Kelas Hingga Siklus Kedua Gambar 1. 1: Quadran of Development Skill Sumber: Glickman . Kuadran I: Guru kategori rendah Guru pada kuadran I mempunyai tingkatan komitmen rendah dan tingkatan berpikir abstrak rendah, memiliki motibasi yang rendah untuk mengembangkan diri dan cukup puas dengan rutinitas harian. Kuadran II: Guru tidak fokus Guru pada kuadran 2 memiliki komitmen tinggi namun memiliki tingkatan berpikir abstrak yang rendah. Mereka berusaha memberi yang lebih baik untuk siswa namun mengalami kesulitan dalam memikirkan jarang menyelesaikan pengembangan bidang tertentu sebelum memulai yang baru. Kuadran i: Guru Pengamat Analitik Guru pada kuadran 3 memiliki tingkatan komitmen rendah namun memiliki tingkatan berpikir abstrak yang tinggi. Mereka mempunyai berbagai ide dan mampu melihat masalah dengan jelas dan memikirkan langkah-langkah yang harus diambil namun tidak bersedia meluangkan waktu dan usaha untuk melaksanakan rencana tersebut. Kuadran IV: Guru Profesional Guru pada kuadran 4 memiliki tingkatan komitmen tinggi dan tingkatan berpikir abstrak yang tinggi. Mereka berkomitmen untuk mengembangkan diri, mampu menganalisa masalah dan mencari alternatif solusi serta aktif terlibat dalam perencanaan hingga pelaksanaan rencana tersebut. 168 | PENGGUNAAN METODE MENTORING COACHING GLICKMAN. (Fify Herawat. Mempertimbangkan kondisi sekolah dan guru Mandarin di TK Little Sun School, melihat dari hasil penelitian sebelumnya dengan metode Mentoring- Coaching Glickman yang dianggap sesuai dengan kondisi guru maka peneliti akan melakukan Penelitian Tindakan Sekolah dengan AuPENGGUNAAN METODE MENTORING COACHING GLICKMAN UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU MANDARIN DI TK LITTLE SUN SURABAYAAy. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui metode mentoring coaching Glickman dapat meningkatkan kompetensi profesional guru Mandarin di TK Little Sun. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah mix method, yaitu dengan metode penelitian kualitatif yang didukung oleh numerik dalam metode kuantitatif dan diakhiri dengan kualitatif. Metode penelitian tindakan yang digunakan adalah metode penelitian Tindakan Kemmis dan McTaggart . dengan subyek penelitian yaitu 3 orang guru Taman Kanak-kanak. Penelitian dilakukan dari bulan Mei 2021 hingga bulan September Langkah awal penelitian yaitu dengan melakukan penilaian awal kompetensi profesional, wawancara dengan subyek penelitian, simulasi HSKK, penilaian simulasi HSKK Intermediate dan supervisi dan observasi kelas. Peneliti juga melakukan proses mentoring coaching melalui refleksi video kegiatan pembelajaran, pembahasan lesson plan, membaca bacaan pendek dan Subyek 1: JW Peneliti menggunakan directivecontrol approach . endekatan direktif/ langsun. melalui proses mentoring coaching secara personal. Peneliti melakukan bedah lesson plan yang telah ditulis terkait dengan pemilihan kosakata, tata bahasa yang digunakan guru JW, mentoring coaching melalui refleksi kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan melalui video rekaman kegiatan pembelajaran serta membagi ideide, metode, inovasi yang dapat digunakan selama merancang proses pembelajaran. Peneliti juga membahas hasil pre test HSKK yang telah dilakukan serta mencari kendala yang dihadapi guru JW kemudian melakukan perencanaan simulasi ulang test HSKK. Subyek 2: TA Peneliti menggunakan collaborative approach with emphasis on negotiating . endekatan kolaboratif dengan penekanan pada negosias. Peneliti melakukan proses mentoring coaching tentang pembahasan lesson plan yang telah ditulis dan menjadwalkan micro teaching sebelum proses kegiatan pembelajaran dimulai. Tujuan micro teaching ini adalah untuk mendiskusikan alternatif metode yang lebih menyenangkan serta dapat bersama memperbaiki kesalahan tata bahasa yang mungkin muncul pada waktu pembelajaran. Subyek 3: SC Peneliti menggunakan directiveinformational . endekatan langsung informati. Peneliti terlebih KOMPETENSI - JURNAL MANAJEMEN BISNIS. VOL. NO. JULI - DESEMBER 2021 | 169 dahulu membahas tentang HSKK terutama bagian kedua dan ketiga dalam menjawab pertanyaan dan bercerita sesuai gambar karena pada bagian tersebut subyek penelitian mempunyai banyak kesalahan tata bahasa. Peneliti melakukan supervisi dan observasi kelas untuk kemudian membahas metode yang dapat digunakan pada pembelajaran, serta wawancara untuk memperbaiki kompetensi profesional yang kurang dan inovasi yang dapat dilakukan. Hasil Penelitian dan Pembahasan Perbandingan dan observasi kelas diagnosis awal, siklus pertama dan siklus kedua seperti terlihat pada diagram di bawah ini: Perbandingan Hasil Supervisi dan Observasi Kelas Hingga Siklus Kedua Guru JW Guru TA Diagnosis Awal Guru SC Siklus Pertama Hasil dari diagram menunjukkan bahwa ketiga subjek penelitian menunjukkan peningkatan yang cukup pesat. Guru JW menunjukkan hasil supervisi yang sesuai target dan untuk guru TA dan guru SC sudah melebihi target yang ditetapkan. Sesuai data yang telah diperoleh dari data diagnosis awal, siklus pertama dan siklus kedua dapat dilihat bahwa ketiga subjek penelitian yang pada diagnosis awal mempunyai nilai relatif rendah, dan setelah melalui serangkaian tindakan maka ketiga subjek penelitian perlahan menunjukkan peningkatan secara Penggunaan mentoring coaching Siklus Kedua metode Glickman sangat mempengaruhi apabila diaplikasikan secara benar. Dalam menentukan Quadran of Development Skill seorang guru dan melakukan pendekatan yang sesuai sehingga mampu mencapai sasaran yang disebabkan karena setiap guru mempunyai kebutuhan yang berbeda. Dengan melalui tahapan yang telah direncanakan dan melakukan pendekatan yang dilakukan, subjek penelitian dapat meningkatkan kompetensi profesionalnya dengan melakukan refleksi diri. Selama masa pembelajaran online ini juga memberi kemudahan bagi peneliti untuk melakukan 170 | PENGGUNAAN METODE MENTORING COACHING GLICKMAN. (Fify Herawat. supervisi dan observasi kelas mdielalui rekaman pembelajaran daring setiap harinya. Berbeda dengan pembelajaran tatap muka yang harus AudisengajaAy dalam melakukan proses rekaman kegiatan, pada pembelajaran daring setiap kegiatan akan direkam dan diarsip sehingga memudahkan peneliti untuk melihat kembali progress yang telah dilalui subjek peningkatan. Hal menarik yang peneliti temukan pada penelitian ini adalah ketika melakukan peneliti melakukan pembahasan melalui bedah lesson plan, subjek penelitian memberi tanggapan yang positif sehingga pada penulisan lesson plan, mereka semakin menuliskan dengan detail dengan harapan akan direvisi sehingga menjadi AusenjataAy dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Pada siklus kedua tidak diadakan kembali simulasi HSKK Intermediate ketiga dikarenakan pada simulasi kedua ketiga subjek penelitian telah mencapai Peneliti juga mengalami kesulitan dalam mencari alternatif soal untuk simulasi HSKK Intermediate. Hal ini disebabkan ujian HSKK ini tergolong baru dan mulai resmi diberlakukan pada tahun 2021 sehingga contoh soal yang dapat diunduh hanya terbatas pada 1 contoh jenis soal saja sehingga mengalami kesulitan dalam mencari variatif soal. Pada melakukan pembahasan hasil membaca dan mengarang ketiga subjek penelitian. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan kreatifitas serta memperbaiki kesalahan tata bahasa yang digunakan oleh subjek Ketiga subjek penelitian cukup antusias dalam menyelesaikan tugasnya dan menunjukkan kemajuan yang diharapkan. Berdasarkan dari hasil penelitian pada siklus pertama dan siklus kedua serta mengacu pada indikator keberhasilan, maka penggunaan mentoring coaching Glickman terbukti dapat meningkatkan kompetensi profesional guru Mandarin di TK Little Sun Surabaya. Kesimpulan dan Saran Penelitian yang dilakukan peneliti pada guru Mandarin di TK Little Sun telah mencapai indikator keberhasilan. Kompetensi professional ketiga subjek penelitian mengalami peningkatan rata-rata 8 %. Hal ini membuktikan bahwa program mentoring coaching membawa dampak positif bagi pengembangan bersangkutan terutama dalam bidang bahasa Mandarin bagi guru yang bukan merupakan guru Native. Penelitian ini menunjukkan bahwa program mentoring coaching dapat meningkatkan kompetensi professional guru, menambah pembendaharaan kosakata dan tata bahasa guru sehingga semakin meningkatkanrasapercayadiri guru. Simulasi tes HSKK juga sangat berguna untuk menguji kemampuan berbahasa guru dikarenakan dalam simulasi tes HSKK terdapat bagian di mana subjek penelitian harus menjawab pertanyaan yang tidak dapat dipersiapkan terlebih dahulu sebelumnya sehingga hasil yang dicapai murni kemampuan subjek Test HSKK yang dilakukan dapat disesuaikan dengan tingkat kemampuan bahasa guru. Seiring dengan berjalannya KOMPETENSI - JURNAL MANAJEMEN BISNIS. VOL. NO. JULI - DESEMBER 2021 | 171 waktu dan semakin banyaknya test HSKK yang telah diujikan maka contoh soal HSKK juga akan semakin mudah untuk Untuk penelitian selanjutnya selain dapat menggunakan simulasi test HSKK juga dapat menggunakan soal HSK 3-5 . enyesuaikan tingkat kemampuan bahas. untuk menguji pembendaharaan kosakata yang dimiliki subjek penelitian sehingga akan mempermudah peneliti untuk menentukan program mentoring coaching yang lebih tepat guna. Daftar Pustaka